Business in a Borderless World Managing in the Global Environment

Kelompok 1 : Rock Star Squad


1
1 point

A. Business in a Borderless World

Bisnis Internasional

Bisnis Internasional adalah suatu kegiatan bisnis (pembelian, penjualan, perdangan) yang melewati batas-batas negara.

Mengapa Negara Berdagang?

Banyak negara yang terlibat dalam bisnis perdagangan internasional bertujuan untuk mendapatkan kebutuhan dari negara tersebut yang tidak tersedia di negaranya dan tersedia di negara lain. Negara memilih melakukan bisnis internasional karena apabila negaranya melakukan produksi sendiri harganya lebih mahal dibanding membeli di negara lain hal ini disebut dengan keunggulan komparatif. Ada beberapa negara yang melakukan monopoli dalam bisnisnya. Maksud dari monopoli (absolute advantage) ini hanya ada satu perusahaan yang menyediakan barang atau jasa, tidak adanya pesaing. Di Indonesia sendiri terdapat perusahaan monopoli diantaranya PLN, PT KAI, Bulog, Jasa Marga, dan masih banyak lagi.

Perdagangan Antar Negara

Suatu negara melakukan kegiatan perdagangan ekspor dan impor untuk mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan. Ekspor merupakan kegiatan penjualan barang dan jasa ke pasar luar negeri, sedangkan impor merupakan kegiatan pembelian barang dan jasa yang berasal dari luar negeri.

Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan adalah selisih nilai ekspor dan nilai impor dari suatu negara dalam melakukan perdagangan internasional. Dalam neraca perdanganan apabila nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan nilai impor, maka negara tersebut mengalami surplus perdagangan (neraca perdagangan yang positif). Sebaliknya, apabila nilai ekspor lebih rendah dari nilai impor maka negara mengalami deficit perdagangan (neraca perdagangan yang negative). Setiap negara pasti menginginkan surplus perdagangan, oleh karenanya negara harus mencatat seluruh aliran uang masuk dan uang keluar sebagai bahan evaluasi. Kegiatan tersebut disebut dengan neraca pembayaran.

Hambatan Perdagangan Internasional

Perusahaan yang melakukan perdagangan internasional, akan mengalami beberapa hambatan diantaranya:

  1. Hambatan Ekonomi

– Perkembangan Ekonomi

Terdapat perbedaan perkembangan ekonomi diantara negara yang maju dan negara yang berkembang. Negara maju cenderung melihat peluang yang dimiliki negara berkembang. Hal tersebut dikarenakan, pendapatan perkapitanya masih rendah yang mana masyarakatnya cenderung membeli produk yang tidak penting. Peluang ini lah yang dilihat oleh negara maju untuk menjalankan bisnisnya di negara berkembang.

– Infrastruktur

Di negara berkembang memiliki fasilitas fisik yang tidak lengkap seperti negara maju. Fasilitas fisik ini meliputi banyak hal diantaranya sarana transportasi, jalan raya, pembangkit listrik, sistem komunikasi dan masih banyak lagi. Hal yang demikian ini sangat perlu diperhatikan dalam perdagangan internasional.

– Kurs 

Kurs merupakan nilai tukar mata uang. Nilai tukar ini sangatlah penting karena akan mempengaruhi nilai impor dan ekspor.

     2.Hambatan Etis, Hukum dan Politik

– Hukum dan Regulasi

Setiap negara memiliki aturan hukum yang berbeda, oleh karena itu apabila melakukan perdagangan internasional harus mengikuti aturan hukum dan regulasi negara tersebut.

– Tarif dan Pembatasan Perdagangan

  1. Tarif Impor merupakan pajak yang dibebankan apabila barang impor masuk ke suatu negara.
  2. Exchange Control merupakan aturan yang membatasi penjualan dan pembelian jumlah mata uang.
  3. Quota merupakan pembatasan dari jumlah barang yang dimpor.
  4. Embargo merupakan larangan untuk memperjual belikan suatu barang.

– Politik

Pertimbangan politik mempengaruhi perdagangan internasional. Sebabkan adanya pengaruh pemerintah dalam perdagangan internasional. Dapat dikatakan pemerintahan sekaranga dan di masa mendatang akan menghasilkan kebijakan yang berbeda. Oleh karena itu, beberapa kelompok negara membentuk kelompok untuk melakukan monopoli dan tidak saling berkompetisi di pasar dunia, disebut cartel.

    3. Hambatan Sosial dan Budaya

Dalam melakukan perdagangan internasional, masih banyak yang menganggap remeh terkait perbedaan social dan budaya. Hal tersebut dapat menggagalkan bisnis. Setiap negara memiliki social dan budaya yang berbeda oleh karena itu penting untuk diketahui. Norma budaya ini jarang ada yang tertulis, walaupun ada akan tetapi beum akurat.

    4. Hambatan Teknologi

Suatu negara akan melihat peluang bisnis dan menciptakan tantangan serta kompetisi baru di negara yang teknologinya belum berkembang.

Perjanjian Perdagangan, Aliansi, dan Organisasi

Ada beberapa organisasi dalam  perdagangan internasional, diantaranya:

  1. General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) tahun 1947, organisasi yang membantu melakukan negosiasi tarif dan tempat untuk mendiskusikan masalah dalam perdagangan internasional
  2. World Trade Organization (WTO) tahun 1995, organisasi yang berhubungan dengan aturan perdagangan antar negara
  3. The North American Free Trade Agreement (NAFTA), tahun 1994, organisasi yang menghasilkan kesepakatan untuk menghilangkan tidak sedikit tarif dan batasan perdagangan pertanian serta manufaktur.
  4. The European Nation (EU), tahun 1958, organisasi ini berperan untuk mempromosikan perdagangan  antar anggota sehingga telah meningkatan perdagangan antar  Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.
  5. Asia-Pasific Economic Coorperation (APEC), tahun 1989, organisasi yang membantu mempromosikan perdagangan terbuka, ekonomi, teknis Kerjasama antara anggota.
  6. Association of SouthEast Asian Nations (ASEAN), tahun 1967, organisasi yang membantu mempromosikan perdagangan dan ekomi antar anggota negara yang ada di Asia Tenggara
  7. World Bank, tahun 1946, oranisasi yang didirikan negara-negara untuk meberikan pinjaman uang kepada negara berkembang.
  8. International Monetary Fund (IMF),tahun 1947, organisasi yang didirikan untuk membantu promosi perdagangan antara negara anggotadengan menghilangkan hambatana perdagangan dan membangun Kerjasama secara finansial.

Keterlibatan dalam Bisnis Internasional

1. Ekspor dan Impor

Perdagangan internasional yang dilakukan oleh banyak negara biasayanya dimulai dengan kegiatan impor barang. Banyak negara yang membeli barang dari negara lain sebagai Langkah awal untuk melakukan perdagangan internasional. Kegiatan impor ini diharapkan sebagai jalan untuk melakukan kegiatan ekspor nantinya. 

2. Perusahaan Dagang

Perusahaan yang melakukan pembelian barang dari satu negara dan dijual Kembali ke negara yang lainnya.

3. Lisensi dan Franchise

Lisensi merupakan perjanjian dagang dimana satu perusahan mengizinkan pembeli (perusahaan lain) menggunakan nama perusahaan, produknya, hak paten, nama merk, bahan baku atau proses produksi dengan imbalan biaya ataupun royalty. 

Franchise merupakan perjanjian dagang dimana satu perusahaan memberikan izin untuk pembeli (perusahaan lain) nama, logo, metodeoperasi, periklanan dengan mmberikan imbalan terkait komitmen keuangan dan perjanjian untuk mengarahkan standar operasional pemberi franchise.

Sumber: “Top 100 Global Franchises—Rankings,” Franchise Direct, www.franchisedirect.com/top100globalfranchises/rankings/ (accessed March 4, 2014)

4. Kontrak Manufaktur

Kontrak manufaktur merupakan kegiatan mempekerjakan perusahaan asing untuk memproduksi dalam jumlah dan kapasitas tertentu dari spesifikasi produk suatu perusahaan

5. Alih Daya dan Alih Keluar

Alih daya merupakan pemindahan kegiatan dagang dari perusahaan dinegara yang dimana upah tenaga kerja dan harga pasokan lebih murah.

Alih keluar merupakan prmindahan kegiata bisnis dari sauatu perusahaan ata anak perusahaan ke negara lain.

6. Joint Ventura dan Aliansi

Joint Ventura merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan oleh dua perusahaan atau lebih dalam periode tertentu.

Aliansi merupakan suatu kegiatan bisnis yang dilakukan oleh dua perusahaan atau lebih bertujuan untuk mencipkan keunggulan kompetitif di pasar dunia

7. Investasi Langsung 

Investasi Langsung merupakan kepemilikan fasilitas yang ada diluar negeri.

8. Perusahaan Multinasional

Perusahaan multinasional merupakan perusahaan yang menjalankan bisnisnya dalam skala dunia tanpa adanya kerikatan dalam satu negara.

Strategi Bisnis Internasional

Sumber: Mengutip dari buku “Ferrell, O.C., Hirt, G. dan Ferrell, L. (2016). Business: A Changing World. 10th Edition, McGrawHill, New York.” Halaman 106

  1. Strategi Multinasional merupakan strategi yang dipakai oleh perusahaan internasional yang meliputi penyesuaian produk, promosi, alokasi yang melihat budaya, teknologi, wilayah, dan perbedaan dalam skala nasional.
  2. Strategi Global merupakan strategi yang melibatkan standar dari produk (termasuk promosi dan distribusi) unuk seluruh dunia, jika merupakan entitats tunggal 
  3. Mengatur Tantangan dari Bisnis Global, strategi dimana perusahaan sangat perlu untuk mempelajari pasar dengan harti-hati sebab dalam mengadapi tantangan di dalam menciptaka dan mengimplementasikan startegi bisnis di pasar global dapat membatuk kesuksesan dari sebuah perusahaaan.

B. Option for Organizing Business

Suatu bisnis didirikan pasti memiliki kepemilikan. Dalam hal ini, akan dijelaskan terkait kepemilikan dalam bisnis.

1. Kepemilikan Tunggal

Kepemilikan tunggal merupakan kepemilikan pribadi (satu orang) dan kegiatan bisnisnya juga dikendalikan oleh satu orang. 

Keuntungan

Kerugiaan

Kemudahaan dan biaya yang murah

àmendirikan bisnis tunggal sangat mudah dan biayanya murah. Pemilik bisa mendirikan bisnis kapan saja dan dimana saja sesuai dengan planning yang dimiliki.

Tanggung jawab tidak terbatas

sebagai pemilik bisnis memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas, sebagai contoh apabila bisnisnya mengalami masalah keuangan dan terlilit hutang maka pemilik wajib melunasinya.

Kerahasiaan Informasi

seluruh informasi terkait bisnisnya, hanya dapat dikonsumsi oleh pemilik bisnis.

Sumber dana terbatas

àsumber dana dari kepemilikan tunggal berasal dari dana pribadi baik atau pinjaman dari banyak pihak seperti bank, kerabat, keluarga. Apabila bisnisnya mengalami kebangkrutan maka pemilik akan kehilangan harta bendanya dan menanggung resikonya.

Pembagian dan penggunaan laba

bisnis kepemilikan tunggal tidak perlu membagikan laba dari bisnisnya dengan siapapun karena semua labanya mutlak menjadi milik dari pemilik bisnis.

Keterampilan terbatas

sebagai pemilik bisnis, harus paham akan bisnisnya. Pemilik diharuskan memiliki berbagai kemampuan. 

Fleksibilitas dan pengawasan bisnis

àsebagai pemilik bisnis memiliki kebebasan dalam mengawasi, menjalankan bisnisnya, dan menentukan keputusan tanpa harus berdiskusi dan menunggu persetujuan orang lain. 

Keberlangsungan usaha

keberlangsungan dari bisnis kepemilikan tunggal akan sangat bergantung pada pemiliknya. Apabila pemilik tersebut mengalami musibah dan tidak ada yang mampu menggantikannya maka bisnis tersebut sulit terkendali.

Regulasi pemerintah

bisnis kepemilikan tunggal pada umumnya paling bebas dari aturan regulasi pemerintah yang mengikat , akan tetapi tetap harus mengikuti aturan yang sesuai dengan bisnisnya.

Kesulitan mendapatkan pegawai yang kompeten

bisnis kepemilikan tunggal pada umumnya laba yang dihasilkan tidak sebesar dari perusahaan kepemilikan lebih dari satu orang. Oleh karenanya, upah yang diberikan pegawai tidak besar sehingga kesulitan untuk mendapatkan pegawai kompeten. Pada umumnya pegawai yang kompeten memiliki upah yang besar.

Pajak

pemiliki membayar pajak yang ditujukan untuk dirinya dan bisnisnya.

Penutupan usaha

bisnis kepemilikan tunggal saat mudah untuk melakukan penutupan usaha karena segala sesuatunya dikendalikan oleh satu orang. Ketika dirasa harus ditutup maka pemilik bisa langsung menutup bisnisnya tanpa harus menunggu persetujuan orang lain. Akan tetapi segala kewajiban harus diselesaikan dengan baik

2. Kemitraan atau Partnerships

Kemitraan atau Partnerships merupakan bisnis yang didirikan oleh dua orang atau lebih dengan tujuan untuk mendapatakan laba dari bisnisnya.

Keuntungan

Kerugian

Kemudahaan dan biaya yang murah

ketika ingin memulai bisnis dengan partnership pada umumnya tidaklah rumit. Pemilik hanya membutuhkan gambaran jelas terkait bisnisnya dan mendaftarkan bisnisnya ke pemerintah secara resmi.

Tanggung jawab tidak terbatas

sama seperti kepemilikan tunggal, apabila mengalami kerugian maka pemiliki memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas.

Ketersediaan modal dan kredit

pemilik bisa saling membantu terkait modal dalam menjalankan bisnisnya. Modal yang dimiliki biasanya lebih besar dibanding bisnis tunggal. Oleh karena itu mudah untuk mendapatkan kredit.

Tanggung jawab usaha

seluruh rekanan bisnis (pemilik) memilki tanggung jawab yang sama dalam segala hal.

Kombinasi ilmu pengetahuan dan ketrampilan
àpada umumnya dalam menjalankan bisnis akan ada pembagian kerja sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Jangka waktu kemitraan

bisnis akan berhenti apabila ada diantara rekanan yang berhenti ataupun meninggal dunia. Akan tetapi apabila rekanan yang tersisa ingin melanjutkan bisnisnya maka bisnis masih bisa dijalankan.

Pengambilan keputusan

adalah mengambil keputusan biasanya cenderung lebih cepat karena masing-masing pemiliki ikut terlibat. Masing-masing rekanan yang terlibat dalam operasional bisnis lebih mengetahui bisnisnya secaradetail sehingga apabila dibutuhkan suatu keputusan maka dengan mudah dilakukan.

Pembagian keuntungan

pembagian laba harus proposional sesuai dengan kesepakatan diawal bisnis.

Pengawasan regulasi

sama halnya dengan kepemilikan tunggal, bebas dari aturan regulasi pemerintah yang mengikat , akan tetapi tetap harus mengikuti aturan yang sesuai dengan bisnisnya

Sumber daya dan dana terbatas

sama dengan kepemilikian tunggal, sumber dana berasal dari dana pribadi pemilik

Sistem pajak dari partnerships

pemilik wajib melaporkan laba atas bisnisnya dalam laporan pajak indivudu dan membayar sesuai tarifnya.

3. Perseroan Terbatas (Corporation)

Perseroan Terbatas merupakan suatu unit atau badan usaha yang berbadan hukum. Dimana setiap pemiliknya memiliki bagian berdasarkan banyaknya lembar saham yang dimilikinya. Dalam hal ini saham dapat diperjualbelikan serta perusahan memiliki kewajiban untuk membagikan keuntungannya kepada para pemilik saham, atau yang akrab dikenaldengan deviden. Pemilik saham ini biasa dinamakan investor.

  • Jenis-jenis Perusahaan

Berdasarkan lokasinya dalam beroperasi, meliputi dua jenis yaitu: perusahaan domestik, dimana perusahaan itu beroperasi di negara asal tempat perusahaan itu pertama didirikan. Kedua, perusahaan asing merupakan perusahaan yang didirikan disuatu negara yang kemudian beroperasi di negara lain dengan tetap mematuhi regulasi yang berlaku di negara tersebut. 

Sementara berdasarkan kepemilikan, maka perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Pertama, perusahaan privat, dimana perusahaan itu dimiliki oleh satu atau bahkan beberapa individu yang terlibat dalam pengelolaan bisnis. Biasanya, akrab disebut dengan perusahaan swasta. Perusahaan swasta sendiri tidak memiliki kewajiban untuk mengeluarkan informasi terkait kondisi finansial perusahaan kepada publik. Kendati demikian, mereka tetap diharuskan untuk membayar pajak sesuai dengan keuntungan perusahaan.

Kedua, perusahaan publik, dimana perusahaan memiliki saham yang dapat diperjualbelikan ataupun ditukar. Saham yang dimaksud disini dapat dipegang oleh siapa saja yang ingin berinvestasi pada perusahaan tersebut. Maka dari itu, perusahaan diwajibkan memberikan informasi terkait finansial mereka kepada publik sebagai unsur transparansi yang telah diatur dalam regulasi.

Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan suatu perusahaan privat dapat menjadi perusahaan publik dengan membuka sahamnya agar dapat memperoleh suntikan dana dari para investor. Hal ini juga berlaku sebaliknya, saat perusahaan publik berubah menjadi perusahaan privat atau swasta.

Ketiga, perusahaan non-profit, bebih dikenal dengan LSM atau Lembaga Swadaya Masyarakat. Sesuai dengan Namanya, dimana perusahaan ini akan lebih berfokus pada social project. Serta memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa memikirkan keuntungan yang didapat. Lantas bagaimana mereka mendapat dana untuk menjalankan perusahaan? Biasanya mereka mengumpulkan donasi baik dari individu tertentu, perusahaan profit, dan dana dari pemerintah.

Keempat, quasi-public corporation, perusahaan ini biasa dijalankan oleh swasta. Serta memiliki tujuan untuk memberikan layanan kepada masyarakat daripada mencari untung. Untuk pendanaannya perusahaan ini mendapatkan suntikan dari pemerintah maupun donatur.

  • Elemen dalam Perusahaan

Terdiri dari dewan direktur yang dipilih berdasarkan keputusan dari pemegang saham. Tugasnya sendiri adalah untuk mengelola dan mengoperasikan bisnis perusahaan. Serta bertanggung jawab atas perusahaan dan mewakili perusahaan baik dari dalam maupun dari luar.

Dewan Komisaris, yang biasa bertugas untuk melakukan sistem pengawasaan atas kebijakan dari dewan direktur, baik mengenai perusahaan ataupun bisnis yang dijalankan. Serta memberikan nasihat kepada para dewan direktur. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan iklim manajemen suatu perusahaan yang transparan, akuntabel serta profesional. Komisaris sendiri memiliki tanggung jawab kepada para pemilik saham perusahaan.

Komite Audit, merupakan fungsi pengawasaan atas laporan keuangan sebuah perusahaan. Tak hanya itu, mereka juga melakukan manajemen resiko dan pengendalian internal. Serta mengukur kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

  • Kelebihan dan Kekurangan Perusahaan

Setiap badan usaha, termasuk Perseroan Terbatas (PT) tentu memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Kelebihan Perseroan Terbatas (PT) adalah:

  • Kemudahan dalam Transfer Kepemilikan. Sebab kelangsungan hidup perusahaan dapat terjamin karena telah mengantongi badan hukum. Sementara para pemilik saham hanya bertanggungjawab terhadap modal yang mereka tanam. 
  • Panjang Umur, hal ini berkaitan dengan poin sebelumnya. Dimana pergantian para pemegang saham tidak berhubungan dengan eksistensi perusahaan.
  • Memiliki Potensi Ekspansi, perusahaan yang memiliki bisnis berskala besar dengan kemampuan finansial yang mendukung untuk jangka panjang. Maka berpotensi untuk emalkukan ekspansi terhadap pasar ke skala nasional, bahkan internasional.
  • Memiliki Sumber Pendaan Eksternal, hal ini menjadi sebuah keuntungan bagi sebuah perusahaan publik. Dimana mereka memiliki kesempatan yang tinggi untuk memperoleh dana segar dari investor. Tentu dari kacamata investor, akan menanamkan saham selama perusahaan itu memiliki prospek kedepan yang baik ataupun menguntungkan.
  • Efektik dan Efisien, hal itu karena seluruh modal perusaan akan dikelola oleh para ahli.
  • Transparansi Informasi, tentu menjadi sebuah kewajiban bagi perusahaan untuk menyiapkan laporan keuangan dan dipublikasikan secara berkala kepada publik. Terlebih kepada investor, sebab akan menjadi sebuah dasar bagi mereka apakah akan terus menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut.

Kendati demikian, perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) juga memiliki kekurangan, yaitu:

  • Biaya Pendirian Tinggi, sudah menjadi sebuah keharusan bagi mereka yang ingin membangun perusahaan untuk memiliki modal yang besar.
  • Pajak Ganda, sesuai dengan regulasi yang berlaku. Maka perusahaan diwajibkan untuk membayar pajak pendapatan. Hal itu juga berlaku bagi para pemilik saham.
  • Limited Liability, yang dapat diartikan sebagai pemisahan tanggung jawab antara perusahaan dan para pemegang saham. Dalam hal ini, aset perusahaan tidak dipandang secara hukum menjadi milik pribadi pemilik. Hal itu juga berlaku sebaliknya, saat perusahaan mengalami kebankrutan maka utang perusahaan bukan tanggung jawab para pemilik saham.
  • Pemisahan Antara Pegawai dan Pemilik, karena merupakan hukum dalam sistem sebuah perusahaan yang berbasis Perseroan Terbatas (PT). Hal itu memungkinkan terjadi sentimen antara para pegawai perusahaan dan para pemilik perusahaan.
  • Jenis Lain dari Kepemilikan Bisnis

Selain berbentuk Perseroan Terbatas (PT), entitas bisnis juga bisa berbentuk lain seperti:

  • Cooperatives, dapat diartikan sebagai sebuah organisasi bisnis yang terdiri dari beberapa individu yang berasas kekeluargaan. Dikelola dan dimiliki oleh individu tersebut. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan bersama, terutama dalam bidang ekonomi.
  • Joint Ventures, dapat diartikan sebagai sebuah bentuk kemitraan yang didirikan oleh dua pihak atau lebih dengan tujuan untuk menyatukan sumber daya/input guna menjalankan sebuah kegiatan bisnis atau sebuah project spesifik secara bersamaan.
  • S Corporation, dapat diartikan sebagai sebuah bentuk kepemilikan bisnis dalam bentuk kemitraan. Maka, keuntungan dan kerugian dari perusahaan akan langsung bedampak pada pemiliknya.
  • Limited Liablity Company (LLC), dapat diartikan sebagai sebuah kepemilikan terhadap suatu bisnis layaknya Perseroan Terbatas (PT) dengan skala yang tentunya lebih kecil. Tentu hal ini memungkinkan pemiliknya menjadi tidak terancam secara langsung, saat ada perkara atau bankrut yang dialami perusahaannya.

  • Tren dalam Kepemilikan Bisnis

Dalam meningkatkan mutu dan keuntungan dari sebuah perusahaan maka diperlukan yang namanya ekspansi. Ekspansi disini maksudnya adalah dalam hal operasi bisnis perusahaan agar mengembangkan produk baru serta memperluas jangkauan target konsumennya, baik secara letak ataupun jumlah. Maka perusahaan melakukan sejumlah tren dalam hal kepemilikan bisnisnya, bisa berupa merging (penggabungan) atau akuisisi.

Merging sendiri dimaksudkan bagi perusahaan yang melakukan penggabungan untuk membentuk perusahaan baru. Sementara, akuisisi sendiri berarti suatu perusahaan yang membeli perusahaan lain dengan cara membeli sahamnya.

C. Managing in The Global Environment

 Apa itu Lingkungan Global?

Lingkungan global adalah elemen dari luar negara dimana perusahaan itu beroperasi yang mana sangat memungkinkan akan mempengaruhi kinerja dari perusahaan. Dalam konteksnya, maka pengaruh itu bisa berdampak berupa ancaman maupun peluang. Tentu sebagai seorang manager, harus sangat jeli dalam membaca lingkungan global sehingga diharapkan dapat mengidentifikasi dengan mudah apakah dampak tersebut merupakan sebuah peluang atau ancaman bagi perusahaan. Lingkungan global terbagi menjadi dua yaitu general environment dan task environment. 

General Environment

Lingkungan umum, merupakan lapisan terluar dari lingkungan yang tentu tidak dapat secara langsung dipengaruhi oleh suatu perusahaan dan manajemen. Dapat diartikan sebagai kondisi global berskala besar. Seperti halnya sosial-budaya, ekonomi, teknologi, politik. Faktor-faktor itu tidak secara langsung berdampak bagi suatu perusahaan.  Maka dalam hal ini Manajer dituntut untuk bisa menganalisis kekuatan di lingkungan umum karena kekuatan ini akan memengaruhi proses pengambilan keputusan dan perencanaan yang sedang berlangsung dalam internal perusahaan. 

Task Environment

Sumber : https://www.iedunote.com/organizational-environment-elements

Lingkungan tugas merupakan lapisan lingkungan terluar yang paling dekat dengan perusahaan. Termasuk didalamnya distributor, competitor, supplier, dan pelanggan. Berikut merupakan komponen  dalam task environment:

  • Supplier, merupakan bahan mentah yang diproduksi atau disediakan oleh suatu perusahaan sebagai faktor input bagi perusahaan lain. 
  • Distributor, merupakan entitas yang membantu dalam menjual barang atau jasa dari perusahaan kepada konsumen.
  • Pelanggan/konsumen, merupakan individu atau organisasi sebagai penikmat hasil produksi atau output dari suatu perusahaan. Tentunya konsumen akan sangat menentukan bagi keberhasilan suatu perusahaan dalam membangun bisnisnya. 
  • Kompetitor, merupakan perusahaan lain yang memiliki industri barang atau jasa yang sama. Selain itu, ada juga yang dinamakan potential competitors. Dimana mereka memiliki industri barang dan jasa yang berbeda, namun memiliki peluang untuk mengasilkan barang yang sama.

Lingkungan Global yang Berubah

Sudah menjadi tantangan bagi setiap perusahaan untuk bersaing dalam lingkungan global. Persaingan tersebut bisa terjadi di wilayah dimana perusahaan itu didirikan, bahkan di luar negeri sekalipun.

Benang merahnya, perusahaan bisa melakukan ekspansi bisnis dengan membangun jaringan serta anak perusahaan. Hal ini semata-mata tentu untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara global. Sebab tidak menutup kemungkinan bahwa konsumen dapat bermigrasi dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini sangat relevan ketika perusahaan membuka cabang atau anak perusahaan di tempat lain.

Peran Budaya Nasional

Tentu masing-masing negara memiliki keberagaman dalam hal nilai, norma, etika, dan sikap. Hal inilah yang melahirkan perbedaan budaya antara negara satu dengan negara lain. tentunya hal ini akan berdampak pada keputusan seorang manager saat melakukan bisnis di negara lain. Artinya, mereka harus peka terhadap budaya dan regulasi yang berlaku di negara itu. Melalui perilaku ini, diharap bisnis yang dibuka dinegara itu dapat bersaing secara global dengan bisnis-bisnis lain.

Sumber:

O.C. Ferrel Geoffrey A. Hirt, Linda Ferrel "Business Foundations A Changing World" Twelfth Edition

Gareth R. Jones Jennifer M.George "Contemporary Management" Eleventh Edition

Oleh: Kelompok 1 (Rock Star Squad)

  • Atika Raisa Fitri Muhana
  • Bima Indra Permana


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
bimaindra01

24 Comments

  1. Berdasarkan beberapa artikel dan berita yang beredar akhir-akhir ini tepatnya pada pertengahan thn 2020, menyatakan bahwa indonesia masih banyak permintaan terhadap komoditas pangan salah satunya gula dan salah satu langkah yg harus dilakukan yaitu melakukan impor gula dari luar negeri. Apalagi dimasa pandemi saat ini banyak komoditas pangan yg mengalami kenaikan harga yg diakibatkan minimnya pasokan barang tersebut. Pertanyaan saya : regulasi-regulasi apa yg seharusnya diterapkan oleh pemerintah dimasa-masa krisis seperti ini (pandemi covid-19) terhadap barang impor supaya bisa cepat masuk dan diterima masyarakat tanpa memberatkan pihak masyarakat itu sendiri untuk membelinya karena tingginya harga dari barang tersebut?

    Terimakasih.
    Nama : Bella Aprilia S

  2. Melihat berita akhir-akhir ini tentang diberhentikanya hubungan kerja joint venture antara PepsiCO dan PT. Indofood CPB sehingga diberhentikannya produksi beberapa produk makanan ringan seperti Cheetos, Lays dan Doritos. Sebenarnya hal-hal apa saja yang menjadi pertimbangan untuk pengambilan keputusan seperti ini? Lalu, apa manfaat dan kerugian dari keputusan yang diambil dari kedua perusahaan tersebut?
    Terimakasih
    -Selma Ferena-

  3. 5 tahun belakang kita akrab dengan bisnis berbasis teknologi, start-up tech company, perusahaan rintisan didorong untuk tumbuh dan bergerak cepat segera mandiri, dan dapat bersaing secara global. berdasarkan oemaparan tersebut, strategi fundamental apa yang harus dimiliki dan dipahami oleh perusahaan rintisan agar dapat bersaing secara global?

    Terimakasih
    Nama: Fadilla Aulia R

  4. Ringkas dan mudah dimengerti. Terima kasih rangkumannya tim Rockstar Squad.

    Ingin bertanya sedikit, di bab Managing in Global Environment, pada General Environment ada aspek Technological Dimension. Kalau menurut tim Rockstar Squad, adakah perusahaan Indonesia (kalau bisa milik negara) yang istimewa kemampuan manajerialnya untuk beradaptasi terhadap perkembangan teknologi? Apa alasannya? Terima kasih

    Nama : Abdurrahman Faiq

  5. Hambatan dalam perdagangan internasional karena adanya peran pemerintah untuk menerapkan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan ekspor impor dalam perdagangan internasional​ salah satunya bertujuan untuk melindungi produsen lokal dari serangan produk-produk impor yang dapat merusak pasar dalam negeri. Bagaimana pendapat anda mengenai hal tersebut? dan bagaimana upaya dalam menghadapi hal tersebut? Terimakasih

    Nama: Kinsai Dona A. N

  6. Terima kasih banyak untuk penjelasannya.. Saya ingin bertanya mengenai topik global environment ini dengan adanya bisnis secara internasional, menurut kelompok apa cara terbaik yang bisa ditempuh oleh pemerintah Indonesia dalam menghadapi liberalisasi ekonomi dalam perdagangan? Terima kasih 🙂
    -Bellatrix Kezia-

  7. Terimakasih penjelasannya kelompok Rock Star Squad, artikelnya sangat baik dan bermanfaat! Saya ingin bertanya, berdasarkan artikel diatas terdapat beberapa hambatan2 terhadap perdagangan internasional, salah satunya adalah hambatan politik. Bagaimana perdagangan internasional suatu negara berjalan, saat negara tujuan dari perdagangannya tersebut sedang mengalami masa transisi pemerintahan atau sedang diadakannya pemilu? Sedangkan biasanya saat suatu negara sedang mengalami masa transisi seperti itu, terjadi ketidakstabilan politik di negaranya. Bagaimana solusi yang diambil dari perusahaan suatu negara yang akan melakukan perdagangan internasional tersebut dalam menghadapi stabilitas suatu negara tujuan perdagangan lainnya? Terimakasihh
    Nama : Deasy Rike Rahmawati

  8. Mantap dan sangat mudah dimengerti, saya ingin bertanya perihal perdagangan lintas negara. Kemaren sedang panas trend #ShopeeBunuhUMKM dimana banyak sekali warga yang memprotes Shopee di platform Twitter karena adanya Seller yang menjual barang langsung dari China mainland yang bersaing langsung dengan barang lokal UMKKM di online marketplace. Muncul protes karena barang china yang telampau sangat murah dibandingkan dengan produk lokal. ini pernah saya alami ketika kawan saya membeli sepatu dari china. Ia mengatakan “Lu jualan barang China dropshipper langsung ambil di Priok bisa ambil margin gede banget”. Nah, disini kan muncul perang harga dimana produk lokalah yang sangat dirugikan karena kalah bersaing. Bagaimana peran Negara dan Tokoh Masyarakat untuk melawan perang harga produk China dimana online marketplace sedang berjamuran dan kita juga udah menandatangani ASEAN China Free Trade Area?

    Ramadhian Ekaputra

  9. Terima kasih informasinya! Sangat bermanfaat. sedikit bertanya terkait topik yang dibahas, mengenai business in Borderless world, terkhusus kebijakan kebijakan yang dibangun setelah mengikuti perjanjian internasional. Salah satunya yang dekat kaitannya yakni AFTA atau ASEAN Free trade Area. yang menekan biaya impor masuk dari sesama anggota ASEAN ditekan 0-5%. Pertanyaannya adalah apakah dengan ikut andil dalam sebuah perjanjian perdagangan mengganggu kompetisi bisnis di Internal sebuah negara, bila iya bagaimana seharusnya negara bisa membuat kompetisinya setara anatara lokal dan barang Impor Terima Kasih!
    Fachrizal Anshori
    Profit Storm

  10. Sungguh artikel yang membantu menambah wawasan, terima kasih atas penjelasanan yang sangat baik.
    Menganggapi materi artikel tersebut saya memiliki pernyataan; dalam hubungan dagang internasional tidak jarang kita temui dengan adanya boikot, seperti contohnya saja baru-baru ini terdapat boikot pada produk Prancis di Indonesia, pertanyaan saya bagaimana posisi anda terhadap boikot perdagangan internasional? terutama pada negara-negara yang memiliki track record yang kurang baik. Dan apabila boikot tersebut menyebabkan terhambatnya impor-ekspor bagaimanakah pengaruhnya terhadap perekonomian nasional? pada kasus ini, dapat digunakan contoh kasus boikot di Indonesia akan produk Prancis.
    Terima Kasih Banyak.
    Dhanesworo A. Yuwonoputro (Notorious Businessman)

  11. Terima kasih atas artikelnya, mudah dimengerti dan dapat menambah wawasan. Terkait dengan embargo, saya ingin bertanya apa yang melandasi suatu negara untuk mengambil kebijakan embargo? Karena embargo kan dapat merugikan negara pengeskpor dan apakah ada aturan yang dapat meminimalisir kerugian yang akan didapatkan negara pengeskpor? Terima kasih.
    Nama: IGAA Laksmi Kurnia P

  12. Terimakasih, mbak Atika dan mas Bima atas pemaparan materinya. Izin bertanya terkait dengan dumping behavior sebagai salah satu bentuk predatory pricing. Ferrell et. al (2016) pada buku Business: A Changing World menyatakan bahwa dumping merupakan kegiatan yang relatif susah untuk dibuktikan, karena terkadang disama artikan dengan “competitive pricing” oleh suatu entitas perusahaan dalam kaitannya dengan persaingan usaha. Pertanyaan saya: (1) Apakah kelompok 1 dapat memberikan contoh dumping yang pernah terbukti di Indonesia? Dan apa kriteria yang digunakan untuk menentukan bahwa kegiatan tersebut adalah dumping strategy dan bukan competitive pricing?; (2) Apa solusi pemerintah dalam melindungi usaha dalam negeri agar tetap kompetitif apabila terjadi predatory pricing? Sekian dan terimakasih. Salam, Veronica S Paramitha

  13. terimakasih kepada Rock star Squad artikel yang sangat menarik dan mudah di pahami
    mungkin yang saya ingin tanyakan sekiranya dalam beberapa minggu terakhir ini kita melihat beberapa artikel ternyata tesla lebih memilih india dibanding indonesia untuk membangun pabrik dan melanjutkan ekspansinya di pasar asia sekiranya menurut kelompok 1 apa saja yang membuat hal tersebut dapat terjadi sekiranya ? padahal negara indonesia kedepannya akan menjadi bahan baku penopang baterai listrik dunia
    terimaksih the RockStar Squad
    Tubagus Dhiya’uddin Achmad

  14. Terima kasih untuk Kelompok 1 yaitu Rock Star Squad atas penjelasannya yang sangat jelas dan tentunya sangat mudah untuk dipahami. Saya disini ingin mengajukan pertanyaan mengenai hambatan perdagangan Internasional, jika terjadi hambatan, apakah tetap ada manfaat atau dampak positif yang tetap bisa diambil? Atau memang dari hambatan tersebut tidak ada dampak positif yang bisa diambil?
    Terima kasih.
    Nama : Jisnu Mahan Pratama Putra

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format