Masker Menjadi Peluang Usaha di Masa Pandemi Covid 19

Bagaimana dapat masker menjadi sebuah peluang usaha ditengah pandemi covid 19 saat ini? Ditengah sulitnya ekonomi ternyata tidak semua tipe masker diperbolehkan.


0

Pemerintah saat ini mengagungkan protokol 3M dalam berkegiatan sehari-hari. Selama pandemi virus corona masker menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia dalam melakuakn aktivitas seahri-hari diluar rumah. Protokol 3M adalah:

  1. Memakai masker
  2. Mencuci tangan
  3. Menjaga jarak dan menghindari kerumunan

Dengan dimasukannya masker sebagai komponen utama kampanye 3M, permasalahan muncul yakni terjadi keterbatasan suplai masker di masker di masyarakat saat demand masker sedang tinggi-tingginya

Masker Diawal Pandemi

Ketika awal masa pandemic, terjadi panic buying di masyarakat yang menyebabkan kelangkaan pada masker dan hand sanitizer. Berdasarkan data Google Trends untuk produk Kesehatan yang paling banyak dicari  sepanjang bulan Januari 2020 kata kunci “Masker Mulut” mengalami lonjakan yang begitu signifikan di akhir bulan.

Berdasarkan data ini Pencarian masker mulut muali intens Ketika kasus korona pertama terdapat di Singapuran dan Malaysia. Terjadi desas-desus penularan virus corona yang membuat masyarakat mulai waspada.

Data Produk Kesehatan yang Paling Dicari pada Januari 2020

Masyarakat mulai berbondong-bondong untuk membeli masker. Masker mulai menjadi barang berharga seiring isu virus corona yang semakin mengkhawatirkan. Harga masker mulai mengalami kenaikan seiring waktu.


Data Harga Masker Mulut Selama Januari-Maret 2020

Berdasarkan data diatas harga masker medis dan N95 mengalami kenaikan seiring berkembangnya kasus virus corona di Asia Tenggara.

Kenaikan harga masker medis dan N95 sangat dipengaruhi oleh stok yang makin menurun di bulan januari 2020. Ketersediaan masker menurun drastic di penguhujung Januari 2020.

Data STok MAsker Mulut Selama Januari 2020
Berdasarkan data diatas tren penurunan persediaan terjadi namun persediaan masker bedah lebih banyak dari pada masker N95. Tren penurunan persediaan terjadi seiring dengan tersebarnya berita hoaks tentang virus corona.

Produksi Masker Lokal Meningkat

Menurut data HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) sejak pandemic virus corona potensi bisnis masker naik 77% dan banyak sekali pengusaha konveksi yang beralih membuat masker. Pengusaha yang berbonodong-bondong beralih produksi ke masker menimbulkan permasalahan oversupply di akhir Desember 2020. Berdasarkan data dari kemenperin dan Kemenkes, terjadi surplus produksi sampai Desember 2020 sebesar 1,96 miliar buah untuk masker bedah, kemudian 377,7 juta buah untuk masker kain, sebanyak 13,2 juta buah pakaian bedah, dan 356,6 juta buah pakaian pelindung medis. Bahkan berdasaralam data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia melakuakn ekspor APD pada April 2020 seniali $257000.

Munculnya Masker - Masker Kain

Kelangkaan masker medis menjadikan masker kain salah stau alternatif yang digunakan untuk mengurangi resiko penularan virus corona. Masyarakat awam tidak sadar bisa saja ia positif covid dan tanpa sengaja beriteraksi dengan roang lain tanpa menggunakan masker. Padahal, satu tetesan cairan tubuhnya bisa saja menyebabkan orang lain menjadi positif covid19.

Perbandingan ukuran partikel virus dan sel darah merahMasker kain yang menjadi alternatif ternyata tidak memberikan pperlindungan diri atas virus lebih baik dari pada masker medis. Menurut Dr. dr. Bambang Udji Djoko Rianto, Sp.THT (K)., M.Kes., masker kain kurang efektif dalam mencegah penularan covid19 karnea tidak dapat memproteksi partikel, penetrasi partikel ke masker kain 97% tembus. 

Efektivitas material kain yang diguanakan sebagai maskerBahkan menurutnya, orang yang menggunakan masker kain kemungkinan menderita infeksi saluran nafas dan infeksi virus 13 kali lebih besar dibandingkan dengan yang memakai masker bedah. Sehingga penggunaan masker kain satu lapis sanagt tidak direkomendasikan. 

Menggandakan lapisan kain meningktakan efektivitasSebagai alternatif keadaan darurat, penggunaan masker kain diperbolehkan asal 3 lapis atau lebih, dan tidak boleh sembarang material kain yang digunakan. 

Efektifitas masker sebelum dan sesudah 3 jam

Masker yang Dilarang

Ditengah pandemi ini peredaran berbagai jenis masker sangat massif di masyarakat. Namun, tidak semua masker boleh digunakan mengingat ekeftivitas material masker yang berbeda-beda. Kemenkes melarang masyarakat menggunakan masker kain tipis seperti masker buff dan scuba.

 

Kedua masker diatas dilarang karena efektivitasnnya sangat rendah dan kainnya terlalu tipis. Bahkan dianggap tidak meiliki kemampuan filtrasi yang baik untuk memnyaring partikel kecil.

Standar Masker Menurut WHO

Rekomendasi WHO bagi masyarakat untuk melawan virus corona salah satunya dalah tentang penggunaan masker. Menurut WHO masker harus dipakai ditempat-tempat di mana virus tersear luas dan masyarakat sulit menerapkan jarak fisik.

  • Masker Kain

Masker ini digunakan untuk mengantisipasi kelangkaan masker yang terjadi. Masker kain yang dibuat perlu memiliki 3 lapisan dan perlu dicuci untuk digunakan berkali-kali.

  • Masker Bedah 2 ply

Masker ini terdiri dari 2 lapisan dan kurang efektif untuk menyaring droplet yang keluar dari mulut dan hidung Ketika batuk. Masker jenis ini hanya direkomendasikan untuk pemakaian masyarakat sehari-hari yang tidak menunjukan gejala flu yang disertai batuk. Masker jenis ini tidak direkomendasikan untuk dipakai tenagaa medis di fasilitas layanan Kesehatan.

  • Masker Bedah 3 ply

Masker ini memiliki 3 lapisan yakni lapisan luar kedap airm lapisan filter, dan lapisan yang menempel ke kulit. Masker ini lebih efektif untuk menyaring droplet yang keluar dari pemakai Ketika bersin. Masker ini direkomendasikan untuk mansyarakat yang memiliki gejala flu yakni batuk dan tipe masker ini bisa digunakan oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan.

  • Masker N95

Masker ini merupakan kelompok masker Filtering Facepiece Respirator (FFR) sekali pakai (disposable). Kelebihan masker ini dapet melindungi sampai ke tingkat aerosol. Masker ini direkomendasikan untuk tenaga medis yang memiliki kontak erat secara langsung ke pasien uang memiliki infeksius yang tinggi.

Masker Kain Sesuai SNI

Badan Standarisasi Nasional (BSN) telah menetapkan standar untuk masker kain. SNI 8914:2020 Tekstil-Masker dari kain telah terbit untuk mengatur standar masker kain yang beredar di masyarakat. Menurut BSN masker ini dibagi berdasarkan tipe:

Tipe A (Penggunaan Umum)

  • Minimal 2 lapis kain
  • Kombinasi material alami seperti katun, ditambah dua lapisan kain chiffon mengandung polyester-spandex yang mampu menyaring 80-99% partikel.
  • Ambang daya tembus 15-65 cm3/cm2/detik
  • Daya serap <= 60 detik
  • Kadar formaldehida bebas hingga 75 mg/kg
  • Tahan luntur warna terhadap pencucian, keringat asam dan basa, serta saliva

Tipe B (Filtrasi Bakteri)

  • Minimal 2 lapis kain
  • Kombinasi material alami seperti katun, ditambah 2 lapisan kain chiffon mengandung polyester-spandex yang mampu menyaring 80-99% partikel.
  • Ambang daya tembus 15-65 cm3/cm2/detik
  • Daya serap <= 60 detik
  • Kadar formaldehida bebas hingga 75 mg/kg
  • Tahan luntur warna terhadap pencucian, keringat asam dan basa, serta saliva
  • Lulus uji efisiensi filtrasi bakteri dengan ambang batas >= 60 persen
  • Mampu bertahan ditekanan differensial dengan ambang batas <= 15

Tipe C (Filtrasi Partikel)

  • Minimal 2 lapis kain
  • Kombinasi material alami seperti katun, ditambah 2 lapisan kain chiffon mengandung polyester-spandex yang mampu menyaring 80-99% partikel.
  • Ambang daya tembus 15-65 cm3/cm2/detik
  • Daya serap <= 60 detik
  • Kadar formaldehida bebas hingga 75 mg/kg
  • Tahan luntur warna terhadap pencucian, keringat asam dan basa, serta saliva
  • Lulus uji efisiensi filtrasi bakteri dengan ambang batas >= 60 persen
  • Mampu bertahan ditekanan differensial dengan ambang batas <= 21

Meningkatnya Pengangguran Selama Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang tidak kunjung mereda, membuat perekonomian dunia terkena dampak negatifnya, termasuk dampak yang dirasakan oleh masyarakat di Indonesia. Semenjak terjadinya wabah virus Corona, banyak sekali usaha dari skala makro sampai dengan skala mikro seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Mengengah (UMKM) yang sampai gulung tikar karena tidak mampu bersaing kembali di tengah krisis yang ada. Banyak sektor perekonomian yang lumpuh, akibatnya terjadi peningkatan jumlah pengangguran karena banyaknya perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Berdasarkan data yang ada di Kementerian Ketenagakerjaan sejumlah 3.5 juta orang telah di PHK atau dirumahkan akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Dampak dari pandemi Covid-19 membuat meningkatnya jumlah pengangguran bertambah sebesar 7.07 persen atau 2.67 juta orang. Bahkan menurut data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat pada kuartal III tahun 2020 sejumlah 9.77 juta orang merupakan penggangguran terbuka Indonesia. Hal ini membuat semakin sulitnya sejumlah orang untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat. 

Kewirausahaan menjadi salah satu solusi yang diupayakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (KEMNAKER) untuk menekan angka pengangguran yang terus melonjak ditengah pandemi. Banyak masyarakat melihat peluang dari meningkatnya jumlah permintaan masker non medis. Hal ini disebabkan karena semakin langka dan mahalnya harga masker medis yang beredar di pasaran. Sedangkan penggunaan masker saat ini merupakan kebutuhan dan kewajiban masyarakat saat akan melakukan aktivitas diluar rumah. Bisnis masker non medis pun semakin menjadi primadona di kalangan masyarakat saat ini.

Pro Kontra Kebijakan Masker

Pada masa awal pandemi, masker medis merupakan barang yang langka, karena kelangkaan harganya menjadi sangat mahal. Di satu sisi, pemerintah mulau mewajibkan masyarakat untuk memakai masker saat berkativitas di luar rumah. 2020 merupakan tahun yang berat bagi ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi yang minus membuat banyak usaha gulung tikar. Banyak masyarakat yang memutar otaknya agar ia memiliki pemasukan. Salah satunya adalah dengan berjualan masker. Di sisi jalan, muncul pedagang dadakan yang menjual masker. Sebagian dari mereka bahkan tidak tahu masker yang mereka jual itu sesuai standar Kesehatan untuk orang banyak atau tidak. Factor pendorong mereka jualam adalah untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi dan untuk bisnis demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Muncul dilema disini yakni ketidaknyamanan akan prduk yang masyarakat jual. Mayoritas produk yang mereka jual adalah masker scuba 1 lapis. Masker ini pada awal pandemic tidak dilarang oleh pemerintah namun seiring waktu terjai pro kontra kebijakan yang membuat masyarakat semakin bingung.

Pemprov DKI pada akhir September 2020 masih memperbolehkan penggunaan masker scuba dan buff. Namun pemakaian jenis masker tersebut sebenarnya sudah dilarang di beberapa mda transportasi. Perbedaan kebijakan inilah yang embuat masyarakat menajdi bingung karena pemerintah adanya perbedaan kebijakan membuat pergerakan masyarakat menjadi semakin susah.

Pelarangan penggunaan masker scuba dan buff di moda transportasi KRL terjadi karena tipe masker ini hanya memiliki satu lapis kain dan saat menggunakan moda transportasi KRL jarak antar penumpang sangat rapat sehingga jika terjadi penularan penyebarannya akan cepat. Pemprov DKI yang masih membolehkan pengguanaan masker ini dipertanyaakan keseriusannya dalam memerangi virus corona. Karena dengan ilmu yang telah dimiliki bahwa masker ini tidak efektif, kok malah masih memperbolehkan pemakaiannya.

Dilain sisi muncul juga dilema bisnis masker yang tidak sesuai standar pemerintah. Saat ini banyak sekali usaha penjualan masker kain. Motifnya banyak warnanya juga banyak. Namun, dengan keanekaragaman jenis masker yang beredar muncul pertanyaan, amankah masker kain yang dijual masyarakat? Untuk menajwab pertanyaan ini pemerintah telah mengeluarkan aturan standarisasi tentang masker kain. BSN telah menetapkan SNI 8914:2020 Tekstil – Masker dari kain, diantaranya masker harus memiliki syarat minimal 2 lapis kain.

 

Aturan ini dikeluarkan untuk menekan penggunaan masker scuba dan buff yang justru malah mebahayakan karena tidak memberikan perlindungan terhadap droplet cairan tubuh. Sebenarnya aturan ini menjadi dilema di masyarakat karena banyak sekali warga yang menjual masker skuba dan buff di pinggir jalan. 

Maraknya Bisnis Masker "Berbahaya"

Banyaknya bisnis masker berjenis skuba dan buff yang beredar di pasaran saat ini, merupakan salah satu bentuk dari pelanggaran etika dalam berbisnis. Di satu sisi pelaku usaha ditekan dengan aturan pemerintah yang ada, di sisi lain mereka juga harus memenuhi kebutuhan ekonominya. Masyarakat lupa kalau dalam berbisnis kita tidak hanya difokuskan dalam meningkatkan keuntungan saja, tetapi ada beberapa etika bisnis yang harus kita pahami dan jalankan.

Menurut Ferrel, Hirt, dan Ferrel (2020), etika bisnis merupakan suatu prinsip atau standar yang digunakan untuk menentukan sebuah perilaku di dalam bisnis, apakah perilaku tersebut benar atau salah. Dalam etika berbisnis, diperlukan adanya Fairness and Honesty atau keadilan dan kejujuran. Selain diharuskannya pelaku usaha untuk mematuhi hukum yang ada, pelaku usaha juga diharapkan untuk tidak membahayakan pelanggan, karyawan, klien, ataupun pesaing dalam menentukan atau pengambilan keputusan bisnisnya.

Dalam kasus ini, pelaku bisnis masker skuba dan buff dihadapi dengan kenyataan bahwa bisnis yang mereka jalankan sebenarnya telah melanggar etika bisnis yang ada. Para pelaku usaha tidak menyadari bahwa produk yang mereka jual di pasaran dapat membahayakan kesehatan para pelanggannya. Padahal di dalam bisnis, kejujuran tentang keamanan dan kualitas dari suatu produk adalah hal yang penting bagi konsumen.

Semakin maraknya penjualan masker skuba dan buff oleh para pelaku usaha, dilakukan tanpa adanya edukasi dan informasi yang lengkap terhadap produk yang mereka pasarkan. Seharusnya para pelaku usaha bisa menyadari bahayanya produk masker berjenis skuba dan buff yang mereka perjual belikan dapat membahayakan kesehatan para konsumennya.

Pentingnya Edukasi Kepada Masyarakat

Berdasarkan polemik yang ada diatas, seharusnya pemerintah bisa lebih berperan aktif dalam proses edukasi tentang penggunaan masker di kalangan masyarakat. Tidak hanya edukasi tentang protokol kesehatan seperti 3M (Menggunakan masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak), pemerintah juga harus lebih aktif menegaskan tentang aturan bahan masker yang akan digunakan.

Tidak hanya kepada masyarakat umum, pemerintah seharusnya juga lebih tegas memberikan aturan kepada para penjual masker. Sikap pemerintah yang masih labil dalam penentuan aturan pakai masker ini, membuat para pelaku usaha kebingungan dalam menentukan sikap dan dalam pengambilan keputusan bisnis.

Para pelaku bisnis selama ini hanya berupaya untuk memenuhi kebutuhan ekonominya dan berupaya memenuhi permintaan yang ada di pasar. Para pelaku usaha seringkali tidak mempertimbangkan kembali bahaya dari produk yang mereka perjual belikan. 

Selain untuk mencari keuntungan di tengah sulitnya situasi pandemi seperti ini, para pelaku bisnis masker skuba dan buff seharusnya juga berkewajiban untuk bertanggungjawab terhadap keamanan para konsumennya. Seharusnya para pelaku usaha masker ini dapat bekerjasama dengan pemerintah dalam mengupayakan jenis masker yang aman untuk diperjual belikan dan diedarkan kepada masyarakat. Diharapkan juga kedepannya selain untuk memberikan keamanan bagi para konsumen, bisnis masker ini dapat mendongkrak kembali perekonomian masyarakat.

Tulisan pada artikel ini telah di cek dalam situs anti plagiarisme pada https://www.duplichecker.com/

Money Magnet 78C

  • Deasy Rike Rahmawati
  • Ramadhian Ekaputra

Reference


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format