OJK Tetapkan Regulasi Restrukturisasi Fintech

peraturan relaksasi bagi pihak terdampak covid-19 resmi dikeluarkan kembali untuk lembaga keuangan non bank termasuk fintech, Apakah fintech sudah siap?


0

Pandemi memberikan dampak positif maupun negatif bagi sejumlah pihak. Bagi sektor ekonomi, pandemi covid-19 memberikan sentimen negatif dikarenakan keterbatasan aktivitas. Selama pandemi, banyak karyawan yang dirumahkan juga UMKM yang terlilit hutang hingga gulung tikar. Berdasarkan data BPS, Terdapat 29,12 juta orang (14,28 persen) penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19, dari jumlah tersebut terdiri dari pengangguran karena Covid-19 2,56 juta orang, Bukan Angkatan Kerja karena Covid-19 760,000 orang, sementara tidak bekerja karena Covid-19 1,77 juta orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 24,03 juta orang.

Bagi karyawan yang dirumahkan, mencari pekerjaan baru dalam kondisi kontraksi ekonomi bukan hal yang mudah.Sementara untuk memulai usaha membutuhkan modal. Bagi UMKM maupun individu, mendapatkan modal dengan kondisi tidak memiliki pendapatan atau sedang terlilit hutang bukan hal yang mudah, karena perbankan tentu akan melakukan analisis risiko apabila memberikan kredit atau pinjaman. Dalam hal ini, Fintech dapat berperan menjadi solusi untuk masyarakat. Hal tersebut didukung dengan pernyataan Direktur eksekutif indef, bahwa minat masyarakat meningkat dibuktikan dengan penyaluran fintech lending per Oktober 2020 mencapai Rp137,65 triliun. UMKM membutuhkan fintech dalam masa pandemi dikarenakan kemudahan kredit yang ditawarkan oleh fintech. 

Fintech peer-to-peer lending merupakan platform layanan keuangan dimana mempertemukan pemilik dana yang akan menjadi pemberi pinjaman dan pihak yang memerlukan dana yang akan menjadi pihak peminjam. Perbedaan yang mendasar antara Fintech dan lembaga perbankan adalah, kemudahan kredit yang ditawarkan. Calon debitur dapat mengajukan pinjaman melalui aplikasi dengan melengkapi data diri kemudian dana akan segera cair ke rekening yang didaftarkan. Analisis kredit Fintech umumnya lebih sederhana dibanding perbankan, seperti tidak melakukan BI checking.

Namun, perlu diketahui bahwa bunga pinjaman peer to peer lending lebih besar dibandingkan lembaga keuangan bank, juga jumlah pendanaan yang didapat relatif lebih terbatas. Produk KUR BRI menyajikan produk pendanaan untuk usaha dengan suku bunga 6% per tahun sementara peer-to-peer lending Investree menawarkan pinjaman dengan suku bunga 1% per bulan atau setara 12% per tahun sementara koinworks menawarkan bunga pinjaman bisnis 0.75%-1.67% per bulan atau setara 9-20% per tahun. Berikut adalah perbandingan BRI KUR dengan salah satu fintech yaitu koinworks sebagai pembanding.

BRI KUR

Koinworks

Syarat

Tidak memiliki kredit lain(umumnya BI checking bersih), dokumen data diri,umur usaha >6 bulan dan dijalankan pada situs e commerce

Dokumen data diri, KTP, foto, buku tabungan, 

Proses

Harus melalui cabang, dan melewati analisis kredit

Relatif singkat, dapat melalui smartphone

Maksimum plafond

Maksimal 50,000,000

250,000,000

Bunga p.a

6%

 9-20%

jaminan

Ada jaminan

Tidak ada jaminan

Biaya lain

Bebas biaya administrasi dan provisi

Ada biaya administrasi

Sumber: olah data

Dengan kemudahan yang ditawarkan, Fintech menjadi jalan untuk pihak yang terdampak pandemi. Meskipun demikian, meningkatnya dana yang tersalurkan sejalan dengan meningkatnya total gagal bayar. Dilansir dari Republika, industri fintech telah melakukan restrukturisasi pembiayaan sebesar 680,91 Miliar sepanjang 2020 dimana TKB 90 Fintech pada Desember 2020 berdasarkan data statistik OJK, sebesar 95.22%. TKB 90 tingkat wanprestasi suatu platform peer-to peer lending, yang merepresentasikan persentase peminjam yang berhasil melakukan pembayaran sesuai jatuh tempo atau perjanjian, semakin tinggi TKB90 semakin baik analisis risiko platform peer-to-peer lending tersebut. OJK mencatat TKB90 sejumlah fintech masih mengalami penurunan  hingga kuartal III 2020 dan masih mengalami penurunan year on year pada Desember 2020 sebesar 1.17%. Hal ini menunjukan bahwa kebanyakan individu dan pelaku UMKM memang memiliki urgensi setinggi itu dalam kebutuhan mereka akan suntikan dana. Seperti yang dilansir dari kemenko, salah satu sarana dan upaya untuk akselerasi dalam membangkitkan kembali perekonomian Indonesia yang sempat tersandung akibat pandemi covid-19 adalah dengan pemberdayaan UMKM. 

Sumber: Otoritas Jasa Keuangan

Dalam rangka membantu meringankan keadaan pendanaan UMKM,  pemerintah melalui OJK melakukan tindakan nyata dengan menerbitkan Peraturan OJK RI No. 58 th. 2020 terkait perubahan atas POJK No.14 th. 2020 tentang kebijakan countercyclical dampak penyebaran coronavirus disease 2019 bagi lembaga jasa keuangan non-bank. Sebelumnya, OJK telah mengeluarkan POJK No.14 th 2020 perihal relaksasi kredit bagi debitur lembaga keuangan perbankan yang berisikan penundaan pembayaran atau penurunan bunga. Penurunan suku bunga tersebut selaras dengan penurunan suku bunga acuan BI 7 days rate yang telah ditetapkan dalam rapat dewan gubernur Bank Indonesia. 

Restrukturisasi Pinjaman

Peraturan OJK No. 58 th. 2020 secara umum menjelaskan bahwa lembaga keuangan non-bank, salah satunya adalah perusahaan pembiayaan seperti fintech agar melakukan restrukturisasi pinjaman debitur. Restrukturisasi ini dilakukan guna memberikan keringanan bagi debitur dalam melakukan penyelesaian kredit dan pelaksanaanya antara lain sebagai berikut:

  1.  Penurunan bunga
  2. Perpanjangan jangka waktu
  3. Penundaan sebagian pembayaran
  4. Pengurangan tunggakan pokok
  5. Pengurangan tunggakan bunga
  6. Penambahan pembiayaan
  7. Konversi akad pembiayaan syariah
  8. Konversi pembiayaan menjadi penyertaan modal

 Sementara restrukturisasi tersebut dapat diimplementasikan dan dilaksanakan dalam kurun waktu yang tidak lama, butuh banyak pertimbangan bagi perusahaan fintech untuk benar-benar melakukan restrukturisasi pinjaman tersebut. Pertama-tama posisi perusahaan fintech selaku perusahaan peer-to-peer lending (P2P) tidak lebih dan tidak kurang adalah sebagai suatu platform atau perantara untuk mempertemukan pemberi dana (kreditur) dengan peminjam (debitur) dalam rangka melakukan peminjaman uang kepada individu atau bisnis secara daring. Sehingga, kesepakatan pemberian keringanan bagi peminjam seharusnya berasal dari pihak lender bukan pihak platform P2P lending.

Salah satu pertimbangan yang benar-benar perlu dipikirkan dengan matang adalah efek pemberlakuan restrukturisasi pinjaman tersebut kepada para pemberi dana yang menitipkan dana mereka di suatu perusahaan fintech. Pihak pemberi dana tentunya mengharapkan suatu timbal balik atau profit dari partisipasinya untuk meminjamkan uang mereka, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Bunga yang ditanamkan pada pinjaman tersebut, sehingga apabila salah satu agenda restrukturisasi pinjaman yang berupa penurun bunga tersebut diberlakukan oleh perusahaan fintech maka mereka akan menanggung resiko kehilangan para pemberi dana yang mempercayakan uang mereka pada perusahaan tersebut, yang apabila hal tersebut terjadi, maka perusahaan fintech tidak akan dapat beroperasi dikarenakan tidak adanya dana yang bisa mereka pinjamkan.

Perkara menjalankan atau tidaknya restrukturisasi pinjaman menimbulkan dilemma tersendiri bagi perusahaan fintech. Di satu sisi, apabila perusahaan menjalankan restrukturisasi terdapat risiko penurunan aktivitas dan pendapatan atau bahkan pemberhentian aktivitas perusahaan untuk beberapa waktu dikarenakan potensi hilangnya beberapa atau sebagian besar peminjam dana. Di sisi lain perusahaan juga memiliki kewajiban untuk melaksanakan restrukturisasi pinjaman berupa keringanan pinjaman kepada debitur guna meningkatkan TKB90 yang merupakan salah satu parameter performa credit score peminjam di platform tersebut juga membantu gerakan pemerintah dan UMKM untuk mengembalikan dan meningkatkan perekonomian nasional, tentunya kurang atau tidak etis apabila perusahaan fintech tidak menaati peraturan tersebut. Dalam laman salah satu fintech, menyebutkan bahwa restrukturisasi covid-19 bersifat pengajuan.

Satu titik terang yang dapat ditemukan dan dilakukan untuk mengatasi dilemma tersebut adalah dengan penerapan asuransi oleh perusahaan fintech untuk para debitur, sehingga perusahaan dapat tetap berjalan tanpa harus khawatir akan kehilangan peminjam dana (kreditur) untuk perusahaan mereka ditambah dengan adanya jaminan bagi para debitur dan memudahkan mereka dalam penyelesaian kredit terlebih apabila terdapat kredit macet dan tentunya menjaga tingkat TKB90 pada perusahaan fintech tersebut sehingga kinerja dan kredibilitas perusahaan tetap terjaga dengan baik. Berikut adalah pertimbangan dalam mengimplementasikan restrukturisasi kepada peminjam

 

Kelebihan 

Kekurangan

Mengikuti sesuai arahan OJK

Akan mempengaruhi pendapatan perusahaan, yaitu perubahan analisa kredit

TKB 90 meningkat

Apabila terjadi secara massive, mengurangi kepercayaan lender untuk menaruh dana di platform P2P lending tersebut (karena return yang lebih kecil)

Relaksasi tidak menjamin komitmen peminjam

Best Practice 

Terdapat Fintech yang menyambut POJK 58 secara positif, salah satu nya adalah investree. Dilansir melalui Media asuransi. upaya yang dilakukan Investree mengenai restrukturisasi fintech adalah dengan menggandeng perusahaan asuransi untuk memberikan rasa tenang bagi lender dan peminjam. Dengan demikian, diharapkan dapat membantu pihak peminjam, TKB90 tetap terkontrol dan pihak lender juga lebih merasa aman untuk meminjamkan dana. Asuransi ini sudah diterapkan oleh P2P Lending lain seperti akseleran dan asetku. Selain asuransi, pembentukan  cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) dirasa perlu dilakukan untuk fintech.

Kuartal II 2020, OJK telah mengeluarkan implementasi PSAK 71 yang poin utamanya adalah mempersiapkan CKPN. Lembaga perbankan dihimbau untuk memiliki cadangan sebagai manajemen risiko apabila ada perubahan hasil kredit. Fintech umumnya dikenal dengan perkembangan yang cepat dan ditopang dengan funding atau pendanaan dari investor. Namun, saat ini fintech sepertinya perlu mempertimbangkan manajemen risiko, karena dalam industri keuangan memerlukan perlakuan manajemen risiko yang berbeda. CKPN versi fintech ini tentu perlu disesuaikan dengan sistem dari fintech yang berbeda dengan perbankan. Selain itu, peningkatan literasi bagi calon peminjam pun perlu dilakukan, sehingga ketika memutuskan untuk mencairkan dana, sudah memiliki pertimbangan yang matang dalam pengelolaan keuangan  dan hutang.

Penulis:

  1. Dhanesworo Arsojotegto Yuwonoputro
  2. Fadilla Aulia Rahma

Referensi:

Badan Pusat Statistik. 2020. Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2020. https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/11/05/1673/agustus-2020–tingkat-pengangguran-terbuka–tpt–sebesar-7-07-persen.html diakses 18 Februari 2020

Kementrian Koordinator Bidang Ekonomi RI, URL https://ekon.go.id/publikasi/detail/464/pemerintah-dorong-kebangkitan-umkm-lokal-untuk-mengakselerasi-pemulihan-ekonomi diakses pada 18 Februari 2021

Merdeka, URL: https://www.merdeka.com/uang/indef-pinjaman-fintech-makin-diminati-masyarakat-di-tengah-pandemi-covid-19.html diakses 17 Februari 2021

Otoritas Jasa Keuangan, URL: https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/data-dan-statistik/fintech/Pages/Statistik-Fintech-Lending-Periode-Oktober-2020.aspx diakses 18 Februari 2021

Otoritas Jasa Keuangan, URL: https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/data-dan-statistik/fintech/Documents/Statistik%20Fintech%20Lending%20Desember%202020.pdf

Otoritas Jasa Keuangan, URL: https://www.ojk.go.id/id/regulasi/Documents/Pages/Perubahan-Atas-Peraturan-Otoritas-Jasa-Keuangan-Nomor-14-tentang-Kebijakan-Countercyclical-Dampak-Penyebaran-/pojk%2058-2020.pdf diakses 18 Februrari 2021

Otoritas Jasa Keuangan, URL: https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/Siaran-Pers-OJK-Keluarkan-Panduan-Penerapan-PSAK-71-dan-PSAK-68-untuk-Perbankan-di-Masa-Pandemi-Covid–19.aspx diakses 18 Februari 2021

Republika, URL: https://www.republika.co.id/berita/qopga7383/industri-fintech-restrukturisasi-pembiayaan-rp-68091-miliar diakses 18 Februari 2021


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format