Airy Rooms Indonesia Tutup, Apakah Keputusan yang Tepat?

Menutup bisnis guna meminimalkan kerugian namun merumahkan ribuan mitra, bagaimana seharusnya Airy Rooms Indonesia bertindak dalam menanggapi kondisi ini?


0

     Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi setiap kalangan. Pandemi COVID-19 membuat banyak lini bisnis mengalami penurunan omzet dikarenakan adanya beberapa kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah untuk meminimalisir persebaran dari virus COVID-19. Salah satu lini bisnis yang terkena dampaknya adalah bisnis penginapan. Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat masyarakat mengalami kesulitanuntuk berpergian ke luar kota yang mana hal tersebut mempengaruhi omset yang didapatkan oleh bisnis penginapan pada saat pandemi COVID-19 ini. 

       

     Salah satu perusahaan penginapan yang paling terkena dampak dari pandemi ini adalah Airy Rooms. Airy adalah perusahaan teknologi jaringan operator hotel yang berpartner dengan hotel-hotel budget di Indonesia dan menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan pemesanan hotel budget dengan lingkup pasar domestik. Airy berdiri pada tahun 2015 yang sudah ada di 100 kota di Indonesia dan sudah bekerjasama dengan 2.000 properti dan mengelola 30.000 kamar di seluruh Indonesia.

    Pandemi COVID-19 membuat Airy mengalami penurunan yang sangat drastis di pemasukan. Pemasukan Airy pada tahun 2020 hanya separuh dari pemasukan pada tahun 2019. Pada awal maret 2020, CEO dari Airy Louis Alfonso Kodoatie mengatakan bahwa Airy masih optimis untuk bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19 dengan mengubah arah bisnis Airy untuk tetap bisa bertahan dari pandemi ini. Akan tetapi pada bulan april, Airy terpaksa merumahkan 70% karyawannya dikarenakan pemasukan yang semakin menurun dan pada tanggal 31 Mei 2020, Airy resmi tutup secara permanen dari lini bisnis penginapan di Indonesia.

Dampak Berhenti Permanennya Airy Rooms Indonesia

     Peristiwa tutup permanennya Airy Indonesia memberikan dampak tersendiri baik bagi para karyawannya dan perusahaan. Keputusan tersebut sudah melalui banyak pertimbangan, sehingga perusahaan sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalkan dampaknya. Dampak negatif yang timbul akibat peristiwa ini yang pertama yaitu seluruh karyawan Airy Indonesia terpaksa mengalami pemutusan kerja ditengah pandemi dan kondisi yang seperti ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi pandemi Covid-19 membuat banyak usaha merugi, begitu juga dengan Airy yang mengalami penurunan pendapat hingga sekitar 50-60%. Hal ini menjadi faktor penyebab perusahaan sudah tidak bisa melanjutkan kegiatan operasionalnya termasuk memberi upah bagi seluruh karyawannya. Sehingga keputusan untuk memutus hubungan kerja seluruh karyawannya diambil untuk menghindari kejadian ketidaksesuaian pemberian upah kepada karyawannya.

     Tidak hanya karyawan, para mitra Airy Indonesia juga merasakan dampak peristiwa ini. Sebanyak dua ribu jaringan properti dengan total 30 ribu kamar yang dimiliki Airy Indonesia terpaksa harus berhenti beroperasi sebagai penyedia penginapan bagi konsumen Airy Indonesia. Beberapa pemilik properti yang sudah menerima surat pemberitahuan mengenai tutup permanennya layanan yang diberikan Airy, memutuskan untuk menggunakan properti yang ada semaksimal yang mereka bisa lakukan. Contohnya yaitu Airy Kebayoran Lama Seha 6 Jakarta Selatan yang memutuskan untuk kembali mengoperasionalkan properti menjadi kos-kosan. Selain itu, pemilik properti juga harus mulai menggunakan kembali promosi konvensional agar tetap bisa menjangkau konsumennya. Namun banyak juga pihak yang tetap membiarkan propertinya terbengkalai karena menyerah dengan kondisi yang ada.

     Selain dampak negatif, peristiwa ini mungkin juga memberikan sisi positif bagi perusahaan. Keputusan berhentinya Airy secara permanen menjauhkan perusahaan dari keadaan yang semakin terpuruk karena menurunnya pendapatan secara terus menerus. Jika perusahaan masih memaksa menjalankan kegiatannya seperti biasa maka kedepannya perusahaan akan berada dalam kondisi lebih banyak tanggungan biaya daripada pemasukan, sehingga menyebabkan kerugian yang lebih besar. Jika terdapat perusahaan yang masih ingin bertahan, maka yang akan menjadi korban adalah konsumen atau karyawannya sendiri. Biaya operasional yang seadanya dapat mendorong pemberian layanan terhadap konsumen menjadi seadanya pula, sehingga akan lebih baik jika perusahaan menghindari pemaksaan dalam melayani permintaan konsumen. Sama dengan jika perusahaan tetap mempekerjakan karyawannya seperti keadaan normal namun hanya diberi imbalan seadanya karena keterbatasan pemasukan. Selain menyalahi kode etik dalam berbisnis, hal ini juga melanggar peraturan yang melindungi hak-hak karyawan. Sehingga dapat disimpulkan dengan pemberhentian yang terjadi, perusahaan dapat menghindari kerugian yang sangat besar dan terhindar dari penyalah aturan kode etik terhadap karyawan. Namun tetap dengan catatan, perusahaan memenuhi kewajibannya saat memutus hubungan kerja para karyawannya seperti memberikan pesangon dan dengan penyampaian informasi yang baik sehingga dapat diterima dengan baik pula.

Bagaimana Pandangan Secara Business Ethics Konvensional? 

Definisi Etika

     Etika adalah sebuah nilai dan prinsip moral yang meliputi sistemisasi, mempertahankan, dan menyarankan konsep tentang perilaku yang benar dan salah. Secara khusus, nilai memiliki makna sebagai seperangkat prinsip yang melekat pada diri seseorang dan memotivasi diri sendiri untuk menjadi lebih baik lagi. Sedangkan, moral berarti karakteristik yang dipelajari dari setiap individu dibawah pengaruh lingkungan masyarakat atau tempat tinggalnya. Pada dasarnya, permasalahan etika muncul ketika ada 2 pihak yang saling berinteraksi dan sistem nilai/prinsip moral yang dipercaya dari kedua belah pihak memiliki perbedaan pandangan dan kepercayaan.

Ranah etika ada 3 bagian yaitu

  1. Meta-Etika → studi tentang sifat, ruang lingkup, dan makna penilaian moral.
    • Permasalahan dan Kekurangan dari Meta-Etika
      1. Apa itu kebaikan?
      2. Bagaimana kita bisa membedakan apa yang dianggap baik dari sudut pandang orang yang melakukan keburukan?
    • Permasalahan dan Kekurangan dari Meta-Etika
      1. Bagaimana makna penilaian moral dalam istilah moralitas ? (moral semantic) → Makna dari nilai apa yang dianggap “baik” dan “buruk”
      2. Bagaimana penilaian moral bisa didukung/dipertahankan? (moral epistemology) → Bagaimana kita bisa mengetahui jika sesuatu itu atau suatu perilaku tersebut “benar” atau “salah”?
      3. Apa sifat dasar dari penilaian moral ? (moral ontology) → Apakah penilaian moral universal atau bisa menjadi biasketika berhadapan dengan saudara atau orang yang kita kenal ?
  2. Etika Normatif → studi tentang perilaku etis, dan merupakan cabang dari etika filosofis yang menyelidiki pertanyaan yang muncul mengenai bagaimana seseorang harus bertindak, dalam pengertian moral.

    Kategori Etika Normatif

    1. Kebajikan → Etika gagasan Aristoteles, adalah studi tentang karakter, dibangun di sekitar premis bahwa orang harus mencapai karakter yang sangat baik (karakter yang berbudi luhur) sebagai prasyarat untuk mencapai kebahagiaan atau kesejahteraan.

                                   
                                                   (Aristoteles)

    2. Utilitarian → teori etika normatif yang menentukan tindakan yang memaksimalkan kebahagiaan dan kesejahteraan untuk semua individu yang terpengaruh dalam tindakan seseorang/sekelompok orang tersebut.

                               
                                                (David Hume)

    3. Etika universal → adalah sistem etika yang dapat diterapkan pada setiap makhluk hidup. Dalam Kantianisme, dengan cara yang benar secara moral, orang harus bertindak berdasarkan kewajiban.
                                 
                                               (Immanuel Kant)
  3. Etika Terapan → mengenai apa yang wajib (atau diperbolehkan) untuk dilakukan seseorang dalam situasi tertentu atau wilayah tindakan tertentu atau dalam penerapan praktek dari pertimbangan moralitas suatu kejadian.

Kemudian, Apakah yang Dimaksud Etika Dalam Bisnis?

     Berdasarkan penjelasan diatas, etika bisnis termasuk dalam ranah etika terapan dikarenakan etika bisnis merupakan suatu bentuk etika terapan atau etika profesional, yang mengkaji prinsip-prinsip etika dan masalah moral atau etika yang dapat timbul dalam lingkungan bisnis.

     Kepekaan akan permasalahan etika bisnis yang terjadi perlu dimiliki oleh para pelaku bisnis. Sensitivitas etika mengacu pada kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi konten etika dari suatu kondisi yang ada. Hal yang kerap terjadi adalah kita paham apa itu etika dan tahu contoh-contoh tindakan yang melanggar etika. Akan tetapi, perilaku tidak etis kerap dimunculkan karena kesadaran diri akan perilaku etis kurang dengan tujuan kepentingan diri sendiri semata. Ketika kita memiliki kapabilitas untuk menilai sebuah situasi etis berdasarkan prinsip etika yang kita ketahui, mengapa tidak kita lakukan demi kemaslahatan bersama ?

Peran etika dalam bisnis?

  1. Meningkatkan moralitas karyawan dan organisasi
  2. Meningkatkan kemampuan untuk menarik pelanggan dari dari segi etika dan integritas yang dimiliki perusahaan
  3. Meningkatkan loyalitas konsumen
  4. Mengurangi risiko dari pandangan negatif dan reaksi publik yang negatif yang disebabkan buruknya etika yang dimiliki perusahaan.
  5. Meningkatkan relasi dengan kolega bisnis

Bagaimana Pandangan Dalam Business Ethics Islam?

     Etika bisnis dalam Islam merupakan akhlak yang sesuai dengan nilai-nilai Islam sebagai dasar dalam menjalankan bisnis sehingga bisnis dapat berjalan dengan baik dan benar. Nilai-nilai Islam yang dimaksud bersumber pada Al-Qur’an dan Hadist. Seperti halnya yang telah dijelaskan dalam QS. Al-Ankabut:29 Ayat 62 dan QS. An Nisa Ayat 29 dimana dalam ayat tersebut Allah SWT telah menjamin atas rezeki setiap umat manusia yang ada di muka bumi ini. Oleh karena itu, hendaknya umat manusia tidak melakukan hal-hal yang diharamkan (seperti riba) dan bersikap serakah  (mengambil hak orang lain) dalam menjalankan praktik bisnisnya.

QS. Al-Ankabut:29 Ayat 62

       

             

Sumber : Tafsirq.com

QS. An Nisa Ayat 29


       

             

Sumber : Tafsirq.com

Prinsip-Prinsip Dalam Etika Bisnis Islam

Terdapat lima prinsip dasar dalam etika bisnis Islam yaitu :

a.  Kesatuan (Tauhid)

Prinsip ini menjelaskan bahwasannya Islam memadukan antara agama, ekonomi, dan sosial sebagai bentuk kesatuan. Maka dengan dasar tersebut menjadikan etika bisnis Islam membentuk sesuatu yang padu sebagai persamaan yang sangat penting dalam sistem Islam.

b.  Keseimbangan (Adil)

Dalam berbisnis, Islam menekankan adanya keadilan. Dimana setiap pelaku bisnis di dalamnya harus mampu memenuhi hak dan kewajibannya serta senantiasa untuk menghindari kecurangan dalam berbisnis. Seperti yang telah dijelaskan dalam QS. Al Isra ayat 35, Allah SWT berfirman “Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

c.   Kehendak bebas (Free Will)

Kebebasan disini bukan berarti membebaskan individu untuk melakukan segala hal hingga mengorbankan kepentingan bersama. Namun, kebebasan dalam etika bisnis Islam bermaksud untuk mengajak umat Muslim semakin aktif berkarya dan bekerja karena tidak ada batasan pendapatan dalam Islam.

d.  Tanggungjawab (Responsibility)

Prinsip ini menetapkan adanya batasan pada apa yang bebas dilakukan oleh umat manusia dengan senantiasa mampu bertanggungjawab atas semua yang dilakukannya. Pada dasarnya setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia harus mampu dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan nya pada hari akhir kelak.

e.    Kebenaran (Goodness)

Etika bisnis dalam Islam selalu menjunjung prinsip kebajikan dan kejujuran. Dalam hal ini kebajikan digambarkan sebagai niat, sikap, dan perilaku dalam proses berbisnis. Kebajikan dan kejujuran sangat penting dilakukan untuk menjaga supaya terhindar dari kerugian bagi salah satu pihak ketika melakukan kerjasama, transaksi, maupun perjanjian-perjanjian lainnya.

Pandangan Islam Dalam Menanggapi Kasus Airy Rooms Indonesia

      Airy rooms sebagai perusahaan operator penyedia jasa penginapan ini terpaksa memberhentikan operasionalnya pada Mei 2020 kemarin. Hal tersebut dengan berat hati harus dilakukan sejalan dengan jatuhnya sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19. Penutupan Airy rooms ini juga mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada ratusan pekerjanya. Akan tetapi, Airy rooms berjanji untuk dapat memenuhi semua hak pekerja (pesangon) sesuai dengan UU Ketenagakerjaan.

     Melihat kasus tersebut, di dalam Islam sendiri Allah SWT senantiasa menekankan akan keadilan dan kesetaraan bagi setiap umat Muslim. Tidak terkecuali pada pemberian upah bagi pekerja yang telah di PHK. Etika bisnis Islam menekankan pada kelayakan upah bagi pekerja. Terdapat dua prinsip dalam pemberian upah pekerja menurut Islam yakni adil dan mencukupi. Prinsip tersebut telah dijelaskan dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda “Berikanlah upah kepada pekerja sebelum kering keringatnya, dan beritahu kan ketentuan upahnya terhadap apa yang di kerjakan.” (HR. Al-Baihaqi)

     Setiap pekerja yang telah selesai melakukan pekerjaannya wajib diberikan upah sesuai dengan ketentuan atau perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. Apabila pekerja tidak menerima upah dengan semestinya maka hal tersebut telah bertentangan dengan prinsip keadilan yang ada dalam Islam.

Konklusi

     Sejalan dengan melemahnya kondisi pasar akibat pandemi virus COVID-19, bisnis pemesanan hotel Airy Rooms Indonesia terpaksa menutup kegiatan operasional bisnisnya. Penurunan penjualan yang sangat signifikan serta permintaan pengembalian dana yang sangat tinggi dari pengguna menyebabkan penurunan bisnis yang sangat besar. Keputusan pemberhentian bisnis ini merupakan upaya perusahaan dalam meminimalkan kerugian.

     Disisi lain, keputusan ini mengakibatkan pemutusan kerja dengan ribuan mitranya. Berdasarkan etika bisnis, keputusan ini akan etis apabila sejalan dengan prinsip-prinsip etika dan moral yang memaksimalkan nilai kebaikan dan kesejahteraan bagi semua individu.  Nilai-nilai tersebut dapat tercapai apabila perusahaan mengaplikasikannya dengan memberikan bantuan terhadap para mitranya. Bantuan ini dapat berupa penyampaian informasi yang baik serta insentif atau pesangon. Dengan demikian, para mitra dapat terbantu dalam menghadapi penutupan bisnis ini dan juga dapat memahami kondisi sulit perusahaan sehingga para mitra pun dapat menerima keputusan sulit ini.

     Pemberian pesangon sebagai kompensasi PHK wajib hukumnya didalam hukum islam. Islam mewajibkan dikuatkannya akad-akad dan perjanjian kerja untuk menjamin hak-hak dan tegaknya keadilan di antara manusia, dan dalam Islam juga memperhatikan supaya akad-akad di laksanakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan disepakati. Untuk memperkuat akad perjanjian kerja maka diwajibkan untuk membayar uang pesangon sebagai kompensasi PHK. Dalam hal ini penguatan akad dalam perjanjian kerja sangat diperlukan, karena terjadinya PHK akan membawa dampak bagi kehidupan yang bersangkutan yaitu kehilangan pekerjaannya. Sehingga menyebabkan orang tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. 

     Maka, solusi terbaik yang harus dilakukan oleh perusahaan yaitu bersikap netral. Perusahaan harus berfikir secara realistis sesuai dengan data. Dari data Airy  mengalami penurunan pendapat hingga sekitar 50-60%. Sehingga, Jika perusahaan tetap memaksa untuk menjalankan kegiatannya seperti biasa maka kedepannya perusahaan akan mengalami kondisi lebih banyak tanggungan biaya daripada pemasukan yang didapatkan, sehingga menyebabkan kerugian yang lebih besar.Pemutusan hubungan kerja (PHK) merupakan solusi terbaik dari permasalahan yang sedang dialami airy room. Mengenai pemberiaan upah bagi pekerja yang terkena dampak, Perusahaan sebaiknya memberikan karyawan atas haknya sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Referensi :

Penulis :

Aisyah Shalsabillah N.M

Nurul Chasanah C.

Roy Hendro B.W

Muhammad Rifaldo W.

Nur Ratri Iffat

Wahyuning Devi H.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
NRatriiffat

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format