Magang Tidak Dibayar di Masa Pandemi, Etiskah?

Sejak awal pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang mengambil kebijakan pemutusan hubungan kerja secara masal.


1
1 point

Pandemi Covid-19 sampai saat ini masih menyebar di berbagai belahan dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan infeksi virus Corona COVID-19 pertama kali dilaporkan pada Desember 2019 di Wuhan, China Tengah. Di Indonesia, kasus pertama Covid-19 teridentifikasi pada awal Maret 2020. Dalam merespon hal tersebut, pemerintah mulai melakukan berbagai kebijakan untuk meredam penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Berbagai sektor terdampak oleh pandemi virus corona, tak terkecuali sektor perekonomian. Kebijakan yang membatasi aktivitas masyarakat sangat berpengaruh terhadap kinerja berbagai perusahaan skala besar maupun kecil. Berdasarkan laporan badan pusat statistik (BPS), Indonesia resmi mengalami resesi karena pertumbuhan ekonomi pada kuartal I, II, III 2020 berturut-turut yakni sebesar 2,97%, -5,32%, dan -3,49%. Pertumbuhan ekonomi yang melemah ini dapat mempengaruhi kondisi ketenagakerjaan di Indonesia.(sumber: http://shiftindonesia.com/q3-ekonomi-minus-349-persen-indonesia-resmi-resesi/)

Menurut tim riset SMERU, beberapa perubahan di pasar tenaga kerja pasca krisis ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, yaitu:

  1. Tingkat penyerapan tenaga kerja tidak sebanding dengan jumlah PHK,

  2. Perusahaan memprioritaskan tenaga kerja dengan produktivitas tinggi,

  3. Tenaga kerja dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi,

  4. Sistem alih daya (outsourcing) dan pekerja kontrak akan lebih diminati oleh pelaku usaha karena lebih fleksibel.

Sejak awal pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang mengambil kebijakan pemutusan hubungan kerja secara masal. Badan pusat statistik mencatat telah terjadi peningkatan yang signifikan terhadap tingkat pengangguran di Indonesia. Angka tersebut diikuti dengan menurunnya rata-rata upah pekerja di Indonesia yang diakibatkan melemahnya keuangan perusahaan. Tentu pandemi Covid-19 sangat meresahkan berbagai pihak dan perlu memikirkan banyak cara untuk bertahan hidup.

Antara Bertahan Hidup dan Etika Bisnis

Pandemi memang membuat banyak perusahaan melakukan pemangkasan pengeluaran bagi perusahaan mereka dengan tujuan agar bisnis dan kegiatan operasional tetap bisa berjalan. Salah satu langkah yang diambil perusahaan adalah dengan mengurangi karyawan yang ada dan menggantinya dengan tenaga magang yang lebih murah. Namun terdapat banyaknya fenomena magang yang tidak dibayar. Salah satu perusahaan yang tidak melakukan pembayaran terhadap karyawan magang adalah The Conversation Indonesia.  The Conversation Indonesia sendiri merupakan perusahaan layanan informasi dan berita yang memiliki akses terbuka bagi siapa saja berasaskan independensi dan nirlaba. The Conversation Indonesia mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas wacana publik dan memperkuat nilai-nilai dari praktik demokratis. The Conversation Indonesia merupakan turunan dari The Conversation Global Network dan merupakan yang pertama di Asia.(sumber: https://twitter.com/ConversationIDN/status/1285810203879825409?s=20)
Pandemi memberikan dampak yang cukup signifikan bagi The Conversation Indonesia terutama dari sisi pemasukan. Langkah yang diambil oleh The Conversation Indonesia adalah merekrut tenaga magang dan karena target yang mereka cari adalah mahasiswa yang mana mereka masih tidak terlalu memperdulikan uang, melainkan lebih mencari pengalaman bekerja, maka hal ini dimanfaatkan oleh The Conversation Indonesia. Perusahaan tersebut memasang iklan dan mempublikasikan poster program unpaid internship ke berbagai media dan mendapat sorotan publik atas keputusan tersebut.(sumber: https://twitter.com/ConversationIDN/status/1285810203879825409?s=20)

Kritik dan kecaman dari masyarakat mulai memadati kolom komentar. Berbagai pendapat masyarakat memenuhi pemberitaan karena menurut mereka hal tersebut kurang menguntungkan. The Conversation Indonesia pun membatalkan rencana untuk membuka program unpaid internship. Selanjutnya, The Conversation Indonesia memberikan klarifikasi terkait benar adanya program tersebut dan memberitahu alasan atas keputusan tersebut. Tak lupa, pihak perusahaan mengucapkan permohonan maaf untuk pihak yang merasa dirugikan.

Hubungan ketenagakerjaan menjadi sangat krusial karena pekerja atau buruh merupakan aset berharga perusahaan. Tanpa pekerja, proses produksi perusahaan dapat terhenti. Hal ini dapat diartikan bahwa kehadiran pekerja dapat memaksimalkan output perusahaan melalui kinerja serta efektivitas waktu yang mereka berikan. Perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang besar ketika produktivitas pekerja meningkat. Imbal balik secara etis perlu diberikan oleh perusahaan kepada pekerja sebagai upah atas jasa yang mereka berikan. Tak heran, The Conversation Indonesia yang berniat membuka program unpaid internship ditentang sebagian masyarakat karena dinilai kurang etis. 

Mahasiswa akhir tahun ataupun fresh graduates sedang menghadapi situasi yang sulit—sama seperti beberapa perusahaan—dalam mencari pemasukan. Lowongan magang pun menarik hati mereka dan menjadi salah satu tujuan untuk bergantung hidup. Permasalahan persyaratan yang banyak dan kualifikasi yang dinilai sangat tinggi menjadi pertimbangan besar untuk memilih unpaid internship. Tidak hanya berkeinginan mendapatkan pekerjaan yang layak untuk mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh semasa kuliah, melainkan juga upah untuk bekal masa depan mereka. Tentu hal ini sangat meresahkan bila banyak perusahaan mengambil kebijakan yang sama dengan The Conversation Indonesia.

Dalam berbisnis, tentu perusahaan memiliki tujuan untuk memperoleh profit atau keuntungan. Namun, tentu saja seorang pelaku bisnis perlu memperhatikan etika dalam berbisnis. Etika bisnis sendiri merupakan prinsip dan standar moral yang menentukan perilaku yang dapat diterima dalam bisnis, seperti baik atau buruk, benar atau salah, adil atau tidak adil. Contohnya seperti hubungan ketenagakerjaan yang seringkali dipermasalahkan perusahaan untuk bertahan, terlebih saat masa pandemi Covid-19. Upah harus dibayar setimpal dengan jasa yang mereka berikan sesuai dengan aturan dalam Islam.

Pendapat dan Landasan Etika Bisnis Menurut Pandangan Islam

Sebagai kaum muslim, sudah sepatutnya kita menunaikan kewajiban dalam berbisnis. Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَعْطُوا الأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ

“Berikan kepada seorang pekerja upahnya sebelum keringatnya kering.” (HR. Ibnu Majah, shahih).

Anjuran Meninggalkan Perbuatan Buruk Dalam Memperoleh Harta

Dalam sebuah hadits dari An Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah menyatakan:

إِنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ

“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram juga jelas. Diantara keduanya ada perkara-perkara syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Maka barang siapa yang menjaga diri dari perkara syubhat, berarti ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan barang siapa terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia akan terjerumus kepada perkara haram“. [Muttafaqun ‘alaihi].

Dari hadist di atas diterangkan bahwa seseorang melakukan suatu perbuatan yang tidak secara jelas dilarang oleh Islam dalam Al-Qur’an dan Hadist tetapi dianggap sebagai perbuatan yang buruk atau dengan kata lain melanggar norma dan dianggap tidak etis secara terus-menerus, maka orang tersebut lama-kelamaan akan terjerumus untuk melakukan hal yang haram.

Larangan Mengambil Harta Orang Lain Dengan Cara Yang Tidak Benar

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.” (QS An Nisa’: 29)

Dalam ayat tersebut orang muslim dilarang untuk memakan atau mengambil harta orang lain dengan alasan maupun cara yang tidak benar atau dengan kata lain tidak boleh menggunakan cara terlarang untuk mendapatkan harta seperti riba, judi, suap,  dan berbagai perbuatan yang tidak etis.

Ancaman Terhadap Orang-orang Yang Mendapatkan Harta Dengan Cara Yang Terlarang

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya“. [HR Ahmad dan Ad Darimi].

Agama Islam sudah sangat jelas menganjurkan penganutnya untuk senantiasa berbuat baik dalam berhubungan dengan sesama manusia termasuk didalamnya yaitu berdagang atau berbisnis. Umat Islam dilarang melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan orang lain, baik perbuatan yang langsung dianggap “haram” dalam Al-Qur’an dan Hadist maupun perbuatan yang dianggap buruk atau tidak etis dalam norma yang berlaku.

Bayarlah Upah Sebelum Keringatnya Kering

Kesimpulan dan Saran

Etika bisnis perlu diperhatikan dalam menjalankan usaha. Dalam kasus ini, The Conversation Indonesia memutuskan untuk memberhentikan beberapa pekerjanya atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan membuka program unpaid internship yang mana pekerja magang tidak dibayar atas jasanya. Dengan begitu, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional. Keputusan membuat program unpaid internship telah dipertimbangkan karena adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan perusahaan tetap dapat bertahan. Tentunya, hal ini tidak etis jika dilihat dari sisi Islam maupun dari sisi dunia bisnis. Pekerja memiliki hak untuk mendapatkan imbalan sesuai dengan kinerja yang mereka berikan.

Untuk mengatasi keadaan sulit selama pandemi, sebaiknya pihak perusahaan melakukan program pembagian beberapa shift kerja. Nantinya, pekerja akan mendapat upah sebesar banyaknya total jam kerja mereka. Tak hanya itu, The Conversation Indonesia dapat memberlakukan penawaran cuti tidak dibayar. Jika pekerja mengajukan cuti, yang semulanya tetap dibayar, maka dalam peraturan ini tidak ada bayaran. Harapannya, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional dan membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia karena PHK merupakan pilihan terakhir, bukan utama.

Alternatif Menghindari PHK

Referensi

Rizal, J., 2020. Pandemi Covid-19, Apa Saja Dampak pada Sektor Ketenagakerjaan Indonesia?. [online] KOMPAS. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/11/102500165/pandemi-covid-19-apa-saja-dampak-pada-sektor-ketenagakerjaan-indonesia-?page=all> [Accessed 20 February 2021].

SHIFT Indonesia. 2020. Q3 Ekonomi Minus 3,49 persen, Indonesia Resmi Resesi!. [online] Available at: <http://shiftindonesia.com/q3-ekonomi-minus-349-persen-indonesia-resmi-resesi/> [Accessed 20 February 2021].

Author

Alfia Syahra Himmawan
Muhammad Paksi Assyafan
Prabandari Nur Fauziah
Retno Wulandari
Reyhananda Adhira Ferdyatama


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
AlfiaSyahra

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format