PHK Garuda : Apa Pandangan Islam Terhadapnya?

Fenomena maskapai terbesar di negeri yang melakukan PHK besar besaran, bagaimana dalam pandangan islam?


0

Sejak kemunculannya di Wuhan, China pada Desember 2019 lalu, Covid-19 telah meninggalkan dampak buruk di segala aspek kehidupan. tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun juga merambah ke semua sektor termasuk sektor ekonomi. Demi memitigasi pandemi ini, Pemerintah Indonesia menerapkan protokol physical distancing di mana masyarakat dianjurkan untuk menjaga jarak antara satu sama lain dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Protokol ini diterapkan untuk mengurangi interaksi masyarakat agar penyebaran Covid-19 dapat diperlambat.

Namun, penerapan protokol ini dirasa memperberat perusahaan sehingga perusahaan dituntut memutar otak untuk mencari cara demi menyelamatkan bisnisnya. Salah satu korbannya yaitu Garuda Indonesia yang merupakan salah satu aviasi terbesar di Indonesia.

Dilansir dari wartaekonomi.co.id, Garuda Indonesia mem-PHK beberapa karyawannya. Karyawan dengan status tenaga kerja kontrak akan dilakukan penyelesaian lebih awal masa kerjanya. Kebijakan ini berlaku mulai tanggal 1 November 2020 terhadap 700 karyawan berstatus tenaga kerja kontrak yang telah menjalani kebijakan unpaid leave akibat imbas turunya permintaan pada masa pandemi ini.

Tentunya hal ini menciptakan dilema etika. Di satu sisi Garuda harus mem-PHK pegawainya demi efisiensi biaya. Namun, pegawai yang di-PHK juga akan kesulitan untuk memenuhi baiya hidup keluarganya, terlebih lagi di masa pandemi ini. Lalu, bagaimana Hukum Islam memandang problematika ini ?

PHK yang dilakukan oleh Garuda bukanlah tanpa alasan, hal ini dikarenakan turunnya jumlah penumpang Garuda di masa pandemi ini secara drastis, pada Januari 2020 jumlah penumpang Garuda masih berjumlah 2,5 juta penumpang, akan tetapi pada bulan Mei 2020 jumlah penumpang Garuda hanya berjumlah 34.872 penumpang. Penurunan ini dapat dilihat dari grafik dibawah ini yang kami ambil dari https://databoks.katadata.co.id/.

Penurunan jumlah penumpang tersebut juga pada akhirnya mempengaruhi laba/rugi perusahaan, dimana pada kuartal I 2020, Garuda mengalami kerugian sebesar 120,2 juta. Jumlah tersebut merupakan kerugian terbesar selama 5 tahun terakhir, berikut data dari https://databoks.katadata.co.id/.

Pola laba rugi dari Garuda Indonesia juga tidak membentuk pola naik/turun. Setiap tahun dipengaruhi oleh kondisi dan peristiwa yang ada di tahun tersebut. Sebagai contoh, Garuda Indonesia mendapat laba terbesar pada tahun 2019, dikarenakan travel boom di Indonesia dan Internasional. Sedangkan rugi terbesar pada tahun 2020 dikarenakan pandemi COVID-19 yang memaksa seluruh maskapai penerbangan tidak beroperasi selama berbulan bulan.

Pada dasarnya semua bentuk muamalah itu diperbolehkan, kecuali ada dalil yang mengharamkannya. Akan tetapi, apabila terjadi mutasi atau PHK tanpa adanya landasan yang jelas, tentu itu salah. Islam mengaturnya secara jelas dan rinci dengan hukum yang berhubungan dengan ijaratul ajir (kontrak kerja), agar tidak terjadi perselisihan yang terjadi antara pengusaha dan pekerja, termasuk ketentuan yang mengatur tindakan kedzaliman dan ketidakadilan yang dilakukan salah satu pihak (pengusaha dan pekerja) terhadap pihak lainnya. Dasar hukum Islam yang bisa digunakan yaitu akad ijarah yang di syari’atkan berdasarkan al-Qur’an, Sunnah, dan Ijma’. 

Prinsip utama adanya unpaid leave adalah adanya perjanjian atau kesepakatan kedua pihak, selama tidak ada pengakhiran hubungan kerja, baik oleh PHK perusahaan atau karyawan mengundurkan diri, perjanjian kerja akan tetap berlaku. Tapi bagaimana ketika PT Garuda Indonesia melakukan PHK sepihak kepada tenaga kontrak yang telah dirumahkan tanpa gaji? 

Ketika perusahaan memberlakukan kebijakan mencutikan karyawan sepihak, pengusaha tetap memiliki kewajiban memenuhi hak para pegawai. Kewajiban tersebut tidak lain adalah dengan tetap memberikan upah. Apabila ada permasalahan yang membuat perusahaan tidak dapat membayar secara penuh, maka harus dilakukan sesuai dengan Perjanjian Kerja atau PKB. Hal ini sesuai dengan firman Allah (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 1) yang berbunyi:

…يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَوْفُوْا بِا لْعُقُوْدِ

"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji. 

Apabila salah satu pihak ingkar terhadap apa yang telah diperjanjikan, maka perjanjian yang telah dibuat gugur atau batal. Maka dari itu, dalam Islam, bisnis dianggap sebagai fungsi sosial yang berguna, dan dapat meningkatkan kesejahteraan semua pihak yang terlibat. Seorang pengusaha sejak awal haruslah dibimbing oleh kepedulian sosial, agar bisnis yang mereka jalankan sesuai dengan moral dan nilai islami.

Selain itu, kita juga perlu memahami dampak buruk pemutusan hubungan kerja (PHK), yaitu terjadinya peningkatan jumlah pengangguran. Pengangguran yang disebabkan oleh pemutusan hubungan kerja, seperti kasus aviasi Garuda Indonesia ini, dapat disebut dengan pengangguran jabariyah atau pengangguran yang terjadi ketika seseorang tidak mempunyai hak memilih dan harus terpaksa menerimanya (Yusuf al-Qardawi dalam Subhan, 2018).

Menurut Subhan (2018) pengangguran dapat menimbulkan berbagai masalah di masyarakat baik dalam bidang ekonomi, sosial-politik, budaya, dan agama. Contohnya seperti peningkatan tindak kriminal dan kemiskinan. Selain itu, pengangguran juga menurunkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tentu bertolak belakang dengan nilai yang dibawa dalam etika bisnis Islam.

Ekonomi Islam merepresentasikan ekonomi dengan sektor produksi yang didasarkan pada sistem bagi hasil, sehingga tenaga kerja memiliki andil dalam kebaikan industri (Khan dalam Saleem, 2018). Selain itu, ekonomi Islam juga memiliki pendekatan yang terus terang (forthright) dalam menghadapi dua masalah utama makro ekonomi yaitu pengangguran (unemployment) dan inflasi (inflation) (Saleem dkk, 2018). Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk memperhatikan kesenjangan ekonomi melalui Surat Al-Hasyr ayat 7:

“Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.”

Bagi Garuda Indonesia, keputusan untuk melakukan PHK sudah pasti merupakan keputusan yang paling sulit untuk diambil. Pasalnya mereka harus merumahkan 700 karyawan mereka di situasi pandemi yang serba sulit saat ini. Memang sangat dilematis mengingat tajamnya angka penurunan penggunaan maskapai penerbangan, Garuda tidak mungkin memberhentikan operasional mereka dan di satu sisi mereka tidak memiliki pemasukan yang cukup untuk membayar karyawan dan perangkat operasional lainnya. Beberapa cara telah dilakukan oleh Garuda Indonesia untuk tetap dapat menjaga pekerja mereka seperti mengubah fungsi pesawat komersial ini menjadi pesawat sewaan negara untuk membantu mengoptimalkan proyek pemerintah seperti membawa bantuan ke daerah bencana, membagi APD, obat-obatan, dan alat kesehatan. Tujuannya agar operasional perusahaan tetap berjalan sehingga masih dapat mempekerjakan karyawan mereka. 

Namun mengenai penerapan untuk menjaga karyawan dari ambang PHK, Garuda Indonesia juga dapat melakukan praktik yang dilakukan oleh Lion Air Group. Diberhentikannya penerbangan domestik dan juga internasional untuk sementara waktu, Lion Air juga menerapkan hal yang sama pada karyawannya, yaitu dengan meliburkan karyawannya tanpa gaji. Meskipun tetap dengan tidak membayar gaji namun apa yang Lion Air Group terapkan bertujuan untuk menghindarkan para pekerja terhindar dari pengangguran setelah maskapai penerbangan telah dapat kembali beroperasi. Cara ini juga merupakan strategi Lion Air Group untuk tidak lagi mengeluarkan biaya rekrutmen yang besar di masa depan. 

Setiap keputusan yang diambil oleh perusahaan selalu dalam keadaan dimana kedua belah pihak mengetahui keputusan yang diambil dan bukan merupakan keputusan yang diambil secara sepihak. Karena seperti yang diterangkan oleh Saleem (2018), bahwa kita harus memiliki nilai moral dalam menjalankan setiap usaha. Dengan tidak melakukan eksploitasi kepada karyawan dan yang terpenting tidak menghilangkan hak yang pantas mereka peroleh. Ketika keputusan yang kita ambil dilakukan secara sepihak maka akan muncul kemungkinan dimana perusahaan dapat dengan mudah menghilangkan kewajiban yang harus mereka lakukan. Maka dalam konteks perusahaan selalu dibutuhkan komunikasi yang baik antara penentu kebijakan dan juga para pekerja.

Sumber Pustaka:

Saleem, Maimoona, Ayaz Khan, and Muhammad Saleem. "Business Ethics in Islam." Dialogue (Pakistan) 13.3 (2018).

Subhan, Moh. "Pengangguran Dan Tawaran Solutif Dalam Perspektif Islam." JES (Jurnal Ekonomi Syariah) 3.2 (2018).

Sumber dari Website:

https://www.wartaekonomi.co.id/read311578/4-fakta-garuda-indonesia-phk-700-karyawan-nomor-3-paling-menyakitkan

https://tirto.id/cara-maskapai-bertahan-saat-corona-lambatnya-bantuan-pemerintah-et6J

https://industri.kontan.co.id/news/ini-cara-baru-garuda-indonesia-cegah-kerugian-akibat-pandemi-corona

Penulis:

  1.  M Hafidz Ramadhan

  2.  Belinda Dyah Tri Yuliasti

  3.  Fatimah Aqila

  4.  Zyan Hasna Nadhira

  5.  Rayhan Razaqi Sjuhada

  6.  Faiz Shodiq Nurrahim


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format