Adaptasi perusahaan MLBI di kala Pandemi COVID-19


1
1 point

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmita, mendefinisikan new normal sebagai aktivitas yang dilaksanakan secara normal dengan menerapkan protokol kesehatan guna untuk menjaga dan agar terhidar dari Covid-19 (Dandy Bayu Bramasta, 2020). Menurutnya, hal ini membutuhkan adaptasi, baik itu secara sosial maupun secara kesadaran diri setiap masyarakat.

Pemberlakuan new normal ini juga bukan hanya berdampak pada kebiasaan sosial masyarakat saja, namun juga pada ranah pelaku ekonomi baik itu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupun usaha dengan jumlah produksi yang besar. Salah satu contohnya adalah kasus yang akan didalami saat ini, yaitu pemberlakuan new normal pada usaha bir yang dijalankan oleh PT. Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI).

MLBI merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan produsen bir yang ada di Indonesia. Perusahaan ini beroperasi secara massal dan komersil dimulai sejak tanggal 21 November 1931 dengan nama Nederlandsch-Indische Bierbrouwerijen (Multi Bintang, n.d.)Di dalam anggaran dasar perusahaan ini, ruang lingkup produksi utama MLBI adalah membuat (memproduksi) serta memasarkan bir dalam hal ini Heineken dan Bintang, bir tanpa alcohol Bintang Zero,dan minuman ringan berkarbonasi (Green Sands) (Britama, 2012).

Gambar 1 Bir Bintang, Produk MLBI

Sumber: www.beergembira.com 

Menurut Michael Chin, Presiden Direktur MLBI, saat ini, Bir Bintang tercatat sudah memperluas pasarnya hingga 4 benua; yakni Asia, Amerika, Australia, dan Eropa. Terkhusus di benua Amerika, ada latar belakang unik mengapa Bir Bintang bisa sampai di Amerika. Hal ini dikarenakan para peselancar yang berasal dari Amerika Serikat menikmati Bir Bintang saat di Indonesia, sehingga permintaaan ekspor ke Amerika Serikat menjadi meningkat (Bisnis.com, 2018). Berdasarkan yang dijelaskan pada buku Business Foundation: A Changing World, MLBI dalam melakukan perluasan pasar atau ekspansi internasionalnya menggunakan metode ekspor (Ferrel, O.C; Hirt, Geoffrey A. ;Ferrel, 2020).

2019

2018*

Penjualan bersih ke pihak ketiga: Lokal

3,684,094

3,525,545

Ekspor

Penjualan ekspor ke pihak berelasi (Catatan 28)

10,959

16,352

10,275

38,981

Jumlah

3,711,405

3,574,801

Penjualan bersih berdasarkan kelompok produk:

Alkohol

3,270,531

3,190,403

Non-Alkohol

440,874

384,398

Jumlah

3,711,405

3,574,801

Tabel 1Data penjualan Bir Bintang 2018-2019

Sumber: Annual Report PT. MLBI 2019 

Namun, aktivitas perusahaan MLBI terdampak oleh keadaan new normal dan pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini. Pihak perusahaan MLBI menyampaikan bahwa pasar bir juga terdampak karena pandemi yang berlarut-larut. Hal ini disebabkan oleh daya beli konsumen yang menurun serta penutupan tempat-tempat wisata (Saumi, 2020a). Pada Kuartal III-2020, perusahaan ini mebukukan degradasi penjualan bersih sebesar 48,75% yang sedari awal Rp. 2,46 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp. 1,29 triliun.

Kebijakan new normal saat iniyang melarang berkerumun, serta penutupan dan pembatasan pengunjung di tempat-tempat pariwisata menimbulkan banyak permasalahan bisnis yang akhirnya dihadapi MLBI selaku produsen bir, di mana tempat pariwisata adalah pangsa pasar bir yang paling efektif dan utama. Buku Contemperary Management karya Jones dan George menjelaskan bahwa General Environment adalah keadaan global seperti ekonomi, sosiokultural demografi, dan hal-hal lain yang memengaruhi organisasi dan task environment sebuah perusahaan (Jones & George, 2019). Dari kacamata General Environment, terkhusus dalam sosiokultural, new normal saat ini yang memang menganjurkan untuk diam saja dirumah, menghabiskan dan beraktivitas didalam rumah akhirnya merubah tatanan kebiasaan dan sosiokultural masyarakat, sehingga hal ini juga akhirnya berdampak dan menjadi tantangan bagi perusahaan MLBI.

Selain menjelaskan tentang general environment, buku Contemporary Management juga menjelaskan terkait task environment, yaitu tentang bagaimana keadaan pelaku ekonomi seperti supplier, distributor, ataupun konsumen yang akhirnya berdampak pada organisasi dan produksinya (Jones & George, 2019). Dalam kasus ini, keadaan konsumen memengaruhi organisasi dan produksi perusahaan. Dengan berkurangnya daya beli konsumen terkait barang, yang dalam hal ini adalah bir, dikarenakan kecenderungan konsumen yang mengutamakan konsumsi kebutuhan primer, maka hal ini berdampak pada berkurangnya permintaan atau kebutuhan masyarakat terhadap bir itu sendiri.

Keadaan PT. Multi Bintang Indonesia Tbk. Saat Pandemi COVID-19 dan Diberlakukannya Kebijakan New Normal

Dilansir dari alinea.id, MLBI menyatakan bahwa perusahaan mereka sangat terdampak oleh pandemi karena melemahnya daya beli dan terhentinya pariwisata (Saumi, 2020b). Pada tahun 2020, MLBI mengalami penurunan penjualan baik di segmen pasar lokal maupun ekspor.

Gambar 2 Grafik Kinerja Perusahaan Bir di Indonesia, Kuartal III 2019-2020

Sumber: www.lokadata.beritagar.id

Berdasarkan grafik data yang dipublikasikan oleh Lokadata di atas, hingga kuartal III-2020, MLBI membukukan penurunan penjualan bersih sebesar 47,58 persen menjadi Rp1,29 triliun, dari Rp2,46 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Menurunnya penjualan bersih perseroan ini diakibatkan oleh menurunnya penjualan produk alkohol sebesar 57,06 persen.

Penurunan penjualan MLBI terjadi pada segmen pasar lokal dan ekspor. Penjualan MLBI di pasar lokal berkontribusi sebesar Rp622,61 miliar selama Q1-2020, jumlah penjualan ini menurun 17,7% dari periode yang sama pada tahun 2019, yaitu sebesar Rp756,75 miliar. Sementara itu, penjualan ekspor MLBI hanya berkontribusi sebesar Rp4,74 miliar pada QI-2020, yang mana [enjualan ekspor MLBI ini turun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019, yaitu sebesar Rp5,01 miliar (Nurdiana, 2020).

Strategi PT. Multi Bintang Indonesia Tbk. untuk Menghadapi keadaan Pandemi COVID-19 dan Kebijakan New Normal

Dalam menyikapi penurunan pendapatan dan laba, manajemen MLBI menerapkan beberapa efisiensi, di antaranya mengurangi biaya perjalanan dan operasional, serta membatalkan sejumlah aktivitas pemasaran (Pendapatan Multi Bintang turun 17,64%, 2020).

Adapun strategi lainnya yang diterapkan MLBI dalam menghadapi situasi pandemi dan new normal, berdasarkan pernyataan Direktur Keuangan MLBI, Sandra Pattenden, untuk keberlangsungan bisnis di semester kedua di tahun 2020, MLBI akan lebih berfokus pada minuman non-alkohol (Kenormalan Baru, Multi Bintang (MLBI) Fokus Jual Produk Non-Alkohol, 2020). Hal ini sejalan dengan yang dikatakan oleh Presiden Direktur Multi Bintang Indonesia, René Sánchez Valle, untuk menjadikan portofolio produk non-alkohol sebagai suatu elemen penting bagi bisnis ini, dikarenakan adanya perubahan perilaku konsumen pada masyarakat yang selalu mencari alternatif dari bir biasa, dengan rasa yang enak dan bisa dinikmati kapan saja (Firmansyah et al., 2020).

Gambar 3 Penjualan Alkohol dan Non Alkohol Multi Bintang, 2014-2019

Sumber: www.lokadata.id

Ini dibuktikan dengan porsi penjualan produk non-alkohol MLBI yang kembali meningkat di tahun 2019. Berdasarkan data di atas, total penjualan MLBI pada 2019 adalah sebesar Rp3,71 triliun, yang mana meningkat 3,92% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni Rp3,57 triliun. Total penjualan pada tahun 2019 berasal dari Rp3,27 triliun penjualan produk alkohol dan 0,44 triliun produk non-alkohol.

Keadaan Industri Bir Global saat Pandemi COVID-19

Menurut Bart Watson, Kepala Ekonom Asosiasi Pembuat Bir, pada era pandemi COVID-19 ini, masyarakat mengalami perubahan kebiasaan dalam mengkonsumsi bir. Alih-alih di bar dan kedai bir (taprooms), masyarakat memesannya dengan cara to-go, secara online, atau membelinya di toko ritel (Willcox, 2021). Karena adanya perubahan kebiasaan membeli alkohol to-go dan permintaan yang tinggi untuk bir kemasan di luar bar dan restoran, maka penjualan bir dalam bentuk kaleng sangat meningkat (America’s Beer Distributors, 2020).

Solusi untuk MLBI Selama Pandemi COVID-19 dan Kebijakan New Normal diberlakukan

Berdasarkan informasi dan data yang telah dipaparkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa MLBI dapat mengambil beberapa langkah dalam menghadapi situasi pandemi seperti saat ini, baik di pasar nasional maupun internasional. Yang pertama, MLBI dapat terus meningkatkan produksi dan penjualan produk non-alkohol. Lalu, untuk produk alkohol, dikarenakan kebiasaan masyarakat yang berubah dalam mengonsumsi bir, maka MLBI dapat lebih fokus ke penjualan bir secara to-go, online, atau memasukkannya ke toko-toko ritel. Kemasan bir yang dijual pun sebaiknya lebih difokuskan ke kemasan kaleng.

Referensi:

America’s Beer Distributors. (2020). COVID-19’s Impact on the Beer Industry. America’s Beer Distributors. https://www.nbwa.org/news/covid-19’s-impact-beer-industry

Bisnis.com. (2018). Setelah Korsel, Produsen Bir Bintang Perluas Pasar Ekspor ke AS.

Britama. (2012). Sejarah dan Profil Singkat MLBI (Multi Bintang Indonesia Tbk).

Dandy Bayu Bramasta. (2020). Mengenal Apa Itu New Normal di tengah Pandemi Corona. Kompas.Com.

Ferrel, O.C; Hirt, Geoffrey A. ;Ferrel, L. (2020). BUSINESS FOUNDATIONS: A CHANGING WORLD (12th ed.). McGraw-Hill Education.

Firmansyah, L. M., Hidayatullah, T., & Pandamsari, A. P. (2020). Nasib produsen bir: sudah kena pandemi, tertimpa RUU Minol pula. Lokadata. https://lokadata.id/artikel/nasib-produsen-bir-sudah-kena-pandemi-tertimpa-ruu-minol-pula

Jones, G. R., & George, J. M. (2019). Contemporary Management (Eighth). McGraw-Hill Education.

Kenormalan Baru, Multi Bintang (MLBI) Fokus Jual Produk Non-Alkohol. (2020). FAC Sekuritas. https://facsekuritas.co.id/news/corporate-action/kenormalan-baru-multi-bintang-mlbi-fokus-jual-produk-non-alkohol

Kinerja perusahaan bir di Indonesia, Q3 2019-2020. (n.d.). Lokadata. https://lokadata.beritagar.id/chart/preview/kinerja-perusahaan-bir-di-indonesia-q3-2019-2020-1606951555#

Multi Bintang. (n.d.). History.

Nurdiana, A. (2020). Penjualan minuman beralkohol turun, laba bersih Multi Bintang (MLBI) anjlok 41,58%. Kontan.Co.Id. https://investasi.kontan.co.id/news/penjualan-minuman-beralkohol-turun-laba-bersih-multi-bintang-mlbi-anjlok-4158

Pendapatan Multi Bintang turun 17,64%. (2020). IDN Financials. https://www.idnfinancials.com/id/news/34616/multi-bintang-revenue-profit-declined-covid-pandemic

Penjualan alkohol dan non alkohol Multi Bintang , 2014-2019. (2020). Lokadata. https://lokadata.id/data/penjualan-alkhol-dan-non-alkohol-multi-bintang-2014-2019-1583731483

Saumi, A. (2020a). Pariwisata terhenti akibat pandemi, penjualan Bir Bintang turun 47,58%.

Saumi, A. (2020b). Pariwisata terhenti akibat pandemi, penjualan Bir Bintang turun 47,58%. Alinea.Id. https://www.alinea.id/bisnis/penjualan-bir-bintang-turun-47-58-b1ZXb9ySg

Willcox, K. (2021). How the Craft Beer Industry Is Adapting During the Pandemic. Liquor.Com. https://www.liquor.com/craft-breweries-during-pandemic-5097355

Oleh:

Fachrizal Anshori Budimansyah (NIU: 472031)

Nadya Shafirah (NIU: 472082)

(Profit Storm)


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format