Setelah Terdampak Pandemi, Traveloka segera IPO

Sebagai perusahaan rintisan yang juga bergerak di sektor pariwisata cukup terdampak pandemi covid-19 hingga harus PHK karyawan. Namun, saat ini dikabarkan akan IPO


0

Pandemi covid-19 yang bermula pada kuartal I tahun 2020 memberikan dampak negatif bagi berbagai sektor. Salah satu sektor yang paling terkena dampak adalah sektor pariwisata dan perhotelan. Berdasarkan data BPS, terdapat penurunan wisatawan mancanegara secara signifikan pada bulan April yang semula sebesar 26,399 pada bulan Maret 2020 menjadi 1,588 pada bulan April 2020 rendahnya wisatawan mancanegara terus berlanjut hingga Desember 2020 tercatat terdapat 1,309 wisatawan mancanegara. Ter Imbasnya sektor pariwisata, tentu mempengaruhi keadaan bisnis usaha-usaha yang bergerak di sektor tersebut. Salah satunya adalah bisnis dalam layanan pemesanan tiket transportasi dan akomodasi, yakni Traveloka. 

Traveloka merupakan start-tech company stage unicorn dengan valuasi di atas 1 miliar dollar AS. yang menyajikan kemudahan dalam memesan tiket perjalanan (pesawat dan kereta) maupun akomodasi (hotel) di lokasi tujuan dengan melalui gawai. Sebelum pandemi, Traveloka merupakan perusahaan rintisan dengan valuasi besar, perusahaan ini pada awal pendiriannya (2012) berfokus pada layanan pemesanan tiket pesawat, yang kemudian lambat laun mulai merambat pada pemesanan kamar hotel, hingga akhirnya pada tahun 2014 perusahaan meluncurkan aplikasi Traveloka yang sampai saat ini sudah didownload dan digunakan oleh jutaan pengguna. Sehingga dapat dikatakan bahwa selama 5 tahun awal rintisan Traveloka berhasil berkembang menjadi perusahaan startup lokal yang sukses.

Kesuksesan traveloka dalam lingkup domestik telah menarik banyak minat investor untuk memberikan suntikan dana kepada traveloka, telah diungkapkan oleh ferry selaku CEO dan Co-Founder traveloka, pada tahun 2017 traveloka mendapatkan investasi dari Expedia Inc., East Venture, HIllhouse Capital Group, JD.com, dan Sequoia Capital sebesar US$500 juta. Dengan dana investasi tersebut, traveloka telah mengupayakan dan berhasil melakukan penetrasi pasar pada negara-negara di kawasan asia tenggara seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Thailand, terlepas dari perbedaan pasar dibandingkan dengan pasar Indonesia. Pada tahun 2019 dikabarkan bahwa traveloka telah melakukan ekspansi ke Australia untuk mendukung perkembangan bisnis. 

Dilihat dari strategi ekspansi traveloka, dapat kita ketahui bahwa manajemen dalam entry modes nya menuju penetrasi pasar global cenderung menggunakan strategic alliance, dimana traveloka merangkul dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak di dalam sektor travel (akomodasi dan transportasi) di luar negeri, contohnya, dalam melakukan ekspansi di Bangkok, traveloka melakukan pendekatan terhadap hotel-hotel kecil di chiang mai, sehingga membuka akses bagi mereka untuk mendapatkan pelanggan, sehingga cakupan akomodasi yang disediakan dapat lebih bervariasi, tidak hanya pada hotel, namun juga villa, apartemen dan hostel, ditambah dengan kemitraan traveloka dengan maskapai penerbangan domestik dan internasional, kemudahan pelanggan untuk menemukan berbagai macam rute penerbangan dan destinasi menjadi lebih fleksibel dan bervariasi, dan tentunya dengan biaya yang terjangkau. 

Sebagaimana perusahaan rintisan, pada umumnya kondisi bisnis belum dalam keadaan stabil dan berkembang karena memiliki produk yang belum dapat diidentifikasi pasarnya pada awal mula didirikan. Selain itu, dari sisi pendanaan dan pengalokasian dana, guna perusahaan startup dituntut untuk berkembang lebih cepat memiliki sistem yang dan manajemen risiko yang berbeda dengan sistem perusahaan konvensional. Dengan sistem bisnis yang berbeda, dan cenderung agresif dalam inovasi dan berkembang, diperlukan penyesuaian yang tepat dan cepat untuk bertahan di tengah pandemi.

Presiden Traveloka pernah menyatakan bahwa pada kuartal II 2020 pendapatan hampir menyentuh nol disaat bersamaan juga pengembalian tiket pesawat meningkat secara signifikan sebesar 10 kali lipat pada waktu normal. Pada kurun waktu yang sama, Traveloka melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 100 karyawan atau setara dengan 10% total karyawan. Selain itu pemotongan gaji karyawan pun juga dilakukan. Pada awal pandemi, memang pemerintah menghimbau untuk menunda bepergian jauh untuk memudahkan tracing ODP dan meminimalisir penyebaran corona. Bahkan pada Mei 2020 terdapat regulasi untuk penundaan mudik. Hal tersebut yang dimungkinkan salah satu faktor meningkatnya angka pengembalian tiket bagi sejumlah agen penjualan tiket transportasi termasuk Traveloka. Ditambah lagi, penurunan dalam pengunjung hotel, terutama dalam lingkup regional juga mengalami penurunan yang drastis.

 

       Sumber: GDP Venture; via databoks

Pada kuartal III 2020 Kemenparekraf mengeluarkan buku panduan berupa protokol kesehatan untuk sektor pariwisata terutama hotel dan fasilitas umum di tengah kondisi new normal. Dengan adanya peraturan dan panduan protokol kesehatan yang jelas dan harus taat dipatuhi bagi tempat wisata. Dengan status new normal ini juga tempat wisata kembali dibuka serta kegiatan maskapai serta perhotelan mulai beroperasi. Hal ini terus mendukung pemulihan sektor wisata meskipun tetap terdapat beberapa batasan dan protokol kesehatan yang perlu dipatuhi.

Dilansir melalui SWA, Strategi yang dilakukan Traveloka adalah memangkas biaya mingguan terutama marketing, investasi pada customer service kemudian melakukan inovasi memenuhi kebutuhan customer. Sementara dilansir dari detik.com, terdapat strategi yang dilakukan traveloka dalam bertahan di masa pandemi selain efisiensi biaya operasional dengan melakukan pemutusan hubungan kerja kepada 10% total karyawan. Strategi yang dilakukan antara lain

  1. Flash sale live streaming yaitu traveloka melakukan live streaming terhubung langsung dalam aplikasi dengan menawarkan potongan harga yang relatif tinggi dengan waktu terbatas dan pengguna dapat langsung melakukan pemesanan.

  2. Epic sale yaitu penawaran potongan harga hingga 80 persen.

  3. Online check-in yaitu penambahan pilihan untuk melakukan check-in secara online untuk meminimalisir kontak.

  4. Kenyamanan pembayaran; Traveloka saat ini memiliki traveloka pay later juga pembayaran hotel maupun tiket dapat dilakukan melalui mobile banking. Fitur ini dapat memudahkan traveler dalam bepergian.

  5. Buy now stay later yaitu strategi promosi yang dikeluarkan saat pandemi dimana pengguna aplikasi dapat membeli voucher untuk pembelian tiket maupun pemesanan hotel yang dapat digunakan nanti.

  6. Kemudahan reschedule dimana Traveloka masih berkomitmen untuk memberikan fitur reschedule dalam aplikasi dan pengguna dapat melakukan reschedule dengan mudah

  7. Traveloka Clean Accommodation  yang memberikan keamanan dengan menjanjikan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, sebagai bentuk adaptasi dan inovasi traveloka dalam era new normal, traveloka mengeluarkan fitur-fitur tambahan, seperti menyediakan paket layanan tes covid, sebagai salah satu syarat untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat dan kereta, kemudian menyediakan promosi flash sale yang disiarkan secara live streaming terkait informasi tentang informasi layanan kesehatan, road trip, serta staycation yang mulai berkembang pasca covid-19 pada era new normal ini. Selain itu, fitur baru yang cukup populer dari traveloka saat ini adalah “buy now, pay later” yang memungkinkan customer untuk booking atau memesan layanan terlebih dahulu, dan menginap atau travelling ditentukan kemudian.

Usaha inovasi dan adaptasi traveloka dapat terbilang berhasil, dibantu pula dengan para partner hotel dan maskapai yang tentunya dengan gencar memperkuat dan menjaga protkol kesehatan dengan ketat dan aman, seperti yang tercermin pada data berikut:

           Sumber : BPS; via databoks

Dari data tersebut, dapat dipastikan bahwa sektor akomodasi, terutama perhotelan sudah mulai mengalami pemulihan, yang kedepannya diharapkan akan dapat terus membaik.

Penyesuaian metode bisnis traveloka pada skala regional dapat dikatakan teratasi dengan cukup baik, seperti yang kita lihat dari sisi task environment yang dihadapi traveloka

Penyesuaian terhadap competitor, distributor, supplier, dan juga customer yang diimplementasikan oleh traveloka relatif baik, dimana traveloka tetap menjaga keunggulan kompetitifnya terhadap pesaing-pesaingnya seperti pegipegi, tiket.com, dll dengan fitur-fitur baru yang traveloka luncurkan selama masa pandemi. Dari segi distributor dan supplier, traveloka juga telah menjaga koneksi dan kerja sama dengan berbagi partner nya dalam menghadapi pandemi di era new normal, dan juga analisis pasar yang baik terhadap perubahan kebutuhan dan perilaku konsumen dengan berbagai macam promo yang sesuai dengan apa yang konsumen inginkan, seperti staycation, road trip, dll.

Namun, di lain sisi, muncul kendala yang tidak cukup mudah dalam lingkup bisnis global environment traveloka, mengingat respon dan kemampuan tiap negara yang berbeda dalam menghadapi dan menangani pandemi covid-19, seperti halnya negara-negara yang sudah menjadi lahan ekspansi traveloka seperti thailand, singapura, vietnam, dan malaysia;

 

Sumber : Traveloka.com/latest travel information

Dari data tersebut bisa diindikasikan, bahwa hampir seluruh negara sedang mengupayakan tahap pemulihan pasca covid-19, namun tentu dengan perkembangan yang berbeda-beda. Hal yang bisa dilakukan oleh traveloka menanggapi isu ini secara umum adalah dengan menunggu dan siap siaga serta mengamati kondisi pasar yang ada di tiap negara tersebut, sehingga ketika saat yang tepat datang untuk pemulihan bisnis di negara-negara ekspansi traveloka, mereka bisa langsung mengimplementasikan praktek bisnis yang cocok. 

Salah satu upaya konkrit traveloka dalam membangun dan mempersiapkan diri dalam pasar bisnis era new normal baik regional dan global adalah dengan salah satu layanan baru pada salah satu fitur traveloka, yaitu “virtual tour” pada traveloka xperience;

Tur virtual traveloka ini memberikan banyak layanan pada para konsumen yang ingin melakukan rekreasi namun tentunya dengan keamanan dan protokol kesehatan yang mumpuni, layanan di dalam tur virtual ini juga meliputi informasi objek wisata, rekomendasi perjalanan, dan jasa pemesan pemandu wisata yang tersertifikasi. Sehingga dengan adanya tur virtual ini, diharapkan dapat membantu konsumen untuk tetap dapat mendapatkan pengalaman wisata/rekreasi dengan cara yang aman sesuai protokol kesehatan.  

Setelah melalui hambatan dan melakukan sejumlah inovasi, Traveloka dikabarkan akan IPO di bursa Amerika Serikat (AS). Penawaran perdana (IPO) traveloka akan melalui perusahaan akuisisi bertujuan khusus atau SPACs (Special Purposes Acquisition Companies). SPACs dinilai strategi paling efisien untuk IPO sehingga diharapkan proses IPO dapat berlangsung lebih cepat. Selain itu, bursa efek AS sudah lebih dulu memiliki perusahaan berbasis teknologi, sehingga dapat mendukung Traveloka untuk dapat bersaing secara global sementara Bursa Efek Indonesia, saat ini belum ada perusahaan sejenis. IPO di wall street merupakan salah strategi untuk mengembangkan perusahaan. Setelah berhasil IPO di bursa Amerika Serikat (AS), Traveloka memiliki pandangan untuk dapat listing  di bursa Indonesia. 


Ditulis Oleh:

Dhanesworo Arsojotegto Yuwonoputro
Fadilla Aulia Rahma


Referensi:

Badan Pusat Statistik, URL : https://www.bps.go.id/indicator/16/1470/1/kunjungan-wisatawan-mancanegara-per-bulan-menurut-kebangsaan.html diakses pada 24 Februari 2021

CNBC Indonesia. URL: https://www.cnbcindonesia.com/market/20210225131221-17-226099/sebelum-ipo-traveloka-ekspansi-ke-thailand-vietnam diakses pada 25 Februari 2021

CNN Indonesia. URL : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200415201320-92-493941/corona-traveloka-disebut-phk-100-karyawan diakses pada 25 Februari 2021

Detik.com, URL: https://travel.detik.com/travel-news/d-5290838/7-strategi-traveloka-menarik-perhatian-traveler-di-tengah-pandemi diakses pada

Setyowati, Desi dari Katadata, URL : https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/5f8ee234388d7/langkah-baru-traveloka-untuk-bangkit-dan-bidik-untung-tahun-depan diakses pada 24 Februari 2021

SWA, URL : https://swa.co.id/swa/trends/strategi-traveloka-pulihkan-bisnis-yang-terjegal-pandemi diakses pada 25 Februari 2021

Traveloka, URL : https://www.traveloka.com/en/coronavirus-information diakses pada 25 Februari 2021

Traveloka, URL: https://www.traveloka.com/en-id/affiliate diakses pada 25 Februari 2021


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format