Strategi Martha Tilaar Group dalam Menghadapi Dampak Covid-19

Langkah Inovatif yang dilakukan Martha Tilaar Group dalam rangka mengurangi dampak pandemi dan memanfaatkan peluang yang ada


0

Sektor industri kecantikan juga mengalami dampak karena adanya Pandemi Covid 19. Dilansir dari Kompas.com, hasil survei McKinsey menyatakan industri kecantikan diperkirakan pendapatannya menurun 20 persen hingga 30 persen di tahun 2020. Perusahaan kosmetik lokal yang terdampak adanya Covid 19 ini adalah Martha Tilaar Group.

Martha Tilaar Group dipelopori oleh DR. (H.C) Martha Tilaar pada tahun 1970, membuka salon kecantikan di Jalan Kusuma Atmaja No.47 Menteng, Jakarta Pusat rumah orangtuanya. Pada tahun 1977, DR. Martha Tilaar, Bernard Pramnata (almarhum) dan Theresia Harsini Setiady (pendiri Kalbe Group) bekerjasama mendirikan PT Martina Berto dan meluncurkan brand Sariayu. Pada tahun 1988-1990, PT Martina Berto menciptakan berbagai merek kosmetik baru seperti Cempaka, Jamu Martina, Pesona, Biokos Martha Tilaar, Caring Colours Martha Tilaar, dan Belia Martha Tilaar. Pada tahun, 1999, Martha Tilaar membeli saham PT Martina Berto sehingga sepenuhnya berada di bawah manajemen Martha Tilaar Group. 

Pada tahun 2011, Martha Tilaar Group terpilih menjadi salah satu dari 55 perusahaan dunia yang menjadi anggota Global Conpact Lead PBB di Davos, Switzerland. Sampai saat ini Matha Tilaar Group eksis dalam industri kecantikan. Martha Tilaar Group terdiri dari PT Martina Berto Tbk (perusahaan pemasara dan produksi), PT Cedefindo (perusahaan produksi dan maklon), PT SAI Indonesia (perusahaan distribus dan logistic), PT Martha Beauty Gallery (sekolah dan pendidikan kecantikan Puspita Martha International School), PT Cantika Puspa Pesona (perusahaan jasa spa dan salon termasuk usaha waralaba), PT Creative Style Mandiri (perusahaan agensi periklanan), PT Kreasi Boga Primatama (perusahaan penyedia tenaga kerja). Berikut produk-produk dari Martha Tilaar Group:

Sumber : marthatilaargroup.com/id/martina-berto

Sumber : creativestyle.co.id/

Sumber : kbp.co.id/

Sumber : kampoengdjamoemarthatilaar.com

PT Martina Berto salah satu dari perusahaan di martha Tilaar group telah melakukan ekspansi terhadap bisnis Martha Tilaar Shop ke Malaysia dan Brunei Darussalam. Pendiri Martha Tilaar Group, Dr Martha Tilaar mengungkapkan bahwa perusahaan akan berfokus untuk memperluas bisnisnya ke berbagai negara ASEAN, Hongkong, Jepang, hingga Amerika Serikat. 

Sementara itu, Direktur Utama Martha Tilaar Group, Bryan Tilaar mengungkapkan bahwa sebagian besar produk yang dijual mengangkat tema kekayaan alaman Indonesia. Hal itu dilakukan sebagai identitas bisnis bahwa Martha Tilaar Group berasal dari Indonesia. Menurutnya sendiri, produk yang akan atau telah dijual di luar negeri telah disesuaikan dengan selera lokal agar dapat laku dan dapat bersaing dengan produk lainnya.

Sumber: republika.co.id/industri-kecantikan-masih-amankah-saat-pandemi    

Kebijakan PT Martina Berto Tbk saat New Normal Covid-19

Tabel Pola Pemberian Produk Perawatan Diri Konsumen di Indonesia

Jenis Produk

Membeli dalam 3 bulan terakhir

Masih berencana beli di tahun ini

Membatalkan atau menunda pembelian tanpa batas waktu

Make Up

73%

20%

7%

Skin Care

69%

23%

8%

Sumber: McKinsey

Tabel tersebut telah membuktikan dampak pandemi terhadap penjualan produk kosmetik di Indonesia. Disinyalir bahwa kondisi tersebut juga terjadi  beberapa negara tempat produk dari PT Martina Berto diperjualbelikan yang berimbas pada menurunnya intensitas penjualan produk. Hal itu terpaksa dilakukan karena penjualan produk kosmetik di toko memiliki resiko kontak fisik yang cukup tinggi.

Adanya pandemi setahun terakhir ini nyatanya cukup mempengaruhi perubahan perilaku para konsumen dalam memakai produk kosmetik. Prosentase penggunaan kosmetik berkurang karena aktivitas konsumen hanya berpusat di rumah. Penjualan make-up mengalami penurunan sebab sebagian orang menggunakan masker sehingga rias wajahnya tidak terlihat. Penjualan untuk produk lipstik mengalami penurunan. 

Keadaan itu perlu direspon oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri kosmetik agar tetap memperoleh laba. Artinya, perusahaan dituntut agar siap dengan berbagai macam bentuk inovasi untuk menghadapi era normal baru. Maka dari itu PT Martina Berto memutuskan untuk mempercepat produksi cairan pembersih tangan (hand sanitizer) dalam rangka mengimbangi berkurangnya tingkat penjualan dari produk make-up. Tampaknya inovasi tersebut disambut baik oleh pasar, dibuktikan dengan meningkatnya pesanan akan hand sanitizer.

PT Martina Berto juga berencana untuk meluncurkan produk peningkat imun dalam jangka waktu dekat. Serta menjalin kerjasama dengan berbagai beauty influencer dan berfokus untuk melakukan penjualan dengan metode daring. Adanya beberapa kebijakan yang dikeluarkan PT Martina Berto berbuah baik lewat pertumbuhan penjualan daring (online) sebesar 50% selama pandemi.

Kendati demikian, terdapat sejumlah kebijakan untuk merangsang penjualan secara luring yaitu dengan berfokus pada unique sales preposition (proposisi penjualan yang unik) dan melakukan inovasi dari segi pemasaran, brand merk, maupun kualitas produk.

Potensi Masalah New Normal Covid-19 pada Global Environment

Dalam global environment terdapat dua hal mempengaruhi perusahaan yang beroperasi secara global yaitu general environment dan task environment. General environment perusahaan adalah lingkungan di luar perusahaan yang mempengaruhi perusahaan dan manajemennya seperti, pengaruh teknologi, sosial budaya, demografi, politik dan hukum, serta ekonomi. Sedangkan task environment merupakan kondisi yang berasal dari pemasok, distributor, pelanggan, dan kompetitor yang mempengaruhi kemampuan organisasi atau perusahaan dalam mendapatkan input serta mengatur outputnya.

Pandemi Covid-19, mengakibatkan penjualan produk kecantikan menurun. Berdasarkan laporan keuangan PT Martina Berto, penjualan kosmetik berkontribusi sebesar 82,22% dari total penjualan PT Martina Berto yang sebesar Rp 537,57 miliar pada 2019. Bryan David Emil Tilaar selaku Direktur Utama PT Martina Berto menyatakan bahwa adanya penurunan penjualan produk make-up selama pandemi sebesar 10%. Penurunan penjualan tersebut tidak hanya terjadi di dalam negeri melainkan di luar negeri. Ekspor ke Asia Pasifik dan Asia Tenggara yang merupakan pangsa mancanegara utama mengalami penurunan. 

Secara general environment, PT Martina Berto, mengalami penurunan penjualan dikarenakan kondisi pandemi yang ada di berbagai dunia belum terselesaikan. Maka kondisi itu ditakutkan akan berdampak bagi PT Martina Berto yang mana telah melakukan ekspor produknya ke beberapa negara di dunia. Disisi lain PT Martina Berto juga telah melakukan Joint Venture dengan perusahaan lain. Tentu adanya kebijakan lockdown di sejumlah negara berimplikasi pada kinerja ekspor yang menurun.

Sedangkan secara task environment, di masa pandemi ini banyak orang yang enggan untuk keluar rumah karena adanya kebijakan lockdown. Orang yang keluar rumah pasti menggunakan masker sehingga akan enggan untuk make up. Hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi perilaku konsumen yang pada akhirnya mengakibatkan penurunan laba perusahaan.

Jadi bisa disimpulkan bahwa task environment sangat mempengaruhi bisnis yang sedang dijalankan oleh PT Martina Berto di luar negeri. Sebab masing-masing poin dalam task environment memiliki dampaknya tersendiri. Misalnya dalam hal pemasaran yang mencakup aktor bagian produksi lalu berlanjut kepada proses pendistribusian. Kemudian tahap mempromosikan produk kepada pasar, serta target konsumen. Semua itu termasuk ke dalam lingkungan internal perusahaan yang terdampak.

Dalam menghadapi permasalahan tersebut, PT Martina Berto mencoba membuat sejumlah inovasi. Pertama, memproduksi produk FMCG (Fast Moving Consumers Goods) yang berfokus pada produk-produk pembersih rumah tangga serta minuman kesehatan herbal. Kedua, tidak menaikkan harga produk dengan mempertimbangkan daya beli konsumen yang menurun saat pandemi. Perusahaan akan lebih memfokuskan produknya bagi segmen menengah ke bawah.

Ketiga, melakukan upaya promosi produk dengan memanfaatkan berbagaimacam media sosial, media digital, serta menjalin kerjasama dengan Key Opinion Leader (KOL), Beauty Blogger, dan juga community. Keempat, mengembangkan Martha Tilaar Shop sebagai salah satu media dalam distribusi dan penjualan produk. Diharapkan dengan itu akan lebih memudahkan akses konsumen terhadap produk-produk yang ada.

Kelima, menerapkan AGILE atau Aspiring, Growing, Impactful, Lively, dan Enthusiatic. Aspiring sendiri artinya keinginan kuat untuk mempertahankan eksistensi perusahaan pada industri kosmetik, perawatan badan, perawatan kulit, serta perawatan rambut yang berbasis pada budaya lokal, dan mengangkat potensi yang ada dan juga sdm.

Growing, artinya pertumbuhan pada merek yang dimiliki oleh perusahaan dengan cara berfokus pada produk utama yang menghasilkan. Serta berinovasi dengan menciptakan produk baru yang dapat diterima oleh para komsumen, dapat kompetitif di pasar, dan mengikuti tren terbaru.

Impactful, artinya usaha-usaha pemesaran yang memiliki dampak yang signifikan. Tak hanya itu, investasi media yang mencukup dan tetap sasaran perlu tetap dijaga. Lively, artinya selalu merawat interaksi dengan para konsumen, baik melalui kegiatan Below the Line maupun dengan media digital. Enthusiastic, artinya merawat ketertarikan para konsumen atas produk-produk yang dimiliki oleh perusahaan dengan menciptakan produk baru yang lebih inovatif yang memiliki satu atau bahkan lebih atribut, baik fungsi, bentuk, desain kemasan, dan juga warna.

Referensi:

Jones, Gareth.R & Geoge, Jennifer M. 2020. Contemporary Management. 11th Edition, New York: McGraw-Hill

Kampoengdjamoemarthatilaar.com  

marthatilaargroup.com/id/martina-berto

creativestyle.co.id/

kbp.co.id/

https://www.alinea.id/gaya-hidup/skincare-jadi-salah-produk-kecantikan-yang-bakal-populer-b2cwt90ch

https://mix.co.id/marcomm/brand-insight/marketing-strategy/ini-lima-strategi-martina-berto-hadapi-new-normal/

https://wolipop.detik.com/makeup-and-skincare/d-5073083/wulan-tilaar-ungkap-dampak-pandemi-yang-paling-terasa-di-industri-kecantikan

https://infobrand.id/strategi-sariayu-martha-tilaar-dalam-membangun-popularitas-di-dunia-digital.phtml

https://investor.id/market-and-corporate/kiat-grup-martha-tilaar-raih-pendapatan-di-tengah-pandemi

https://industri.kontan.co.id/news/martha-tilaar-tambah-empat-gerai-di-luar-negeri-tahun-2011-1 

https://finance.detik.com/industri/d-2250816/kosmetik-martha-tilaar-rambah-pasar-new-york-hingga-tokyo 

https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-1600717/martha-tilaar-ekspansi-ke-malaysia-dan-brunei 

Artikel ini telah di check antiplagiarism melalui website https://www.duplichecker.com/

Rock Star Squad:

Atika Raisa Fitri Muhana

Bima Indra Permana


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
bimaindra01

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format