Berkaca dari Film Too Big to Fail: Bagaimana Sistem Kredit yang Semestinya Sesuai Syariat Ekonomi Islam?

Kisah nyata dibalik krisis finansial AS tahun 2008.


2
2 points

Pernahkah menonton film Too Big to Fail? Too Big to Fail merupakan film berlatar waktu 2008 dan tayang pada 2011 yang menceritakan tentang lembaga keuangan di Amerika Serikat, Lehman Brothers, yang mengalami masalah keuangan. Hal ini terjadi karena Lehman menerapkan investasi kredit real estate dengan syarat kredit yang mudah dan ditujukan untuk kalangan bawah tanpa memperhatikan kemampuan bayar kreditnya. Untuk mengatasinya, dilakukanlah berbagai upaya seperti saran dari Menteri Keuangan yaitu Henry Paulson untuk menghubungi Warren Buffet untuk menjual saham perusahaan Lehman Brothers. Akan tetapi saran ini ditolak oleh CEO Dick Fuld walaupun ia mengetahui kondisi sahamnya kian merosot. Justru, yang dilakukan adalah memecat COO Joe Gregory dan CFO Erin Callan sehingga membuat keadaan perusahaan semakin menuju kehancuran. Lalu, diangkatlah Bart McDade sebagai Presiden dan COO baru. 

Awalnya, Paulson menyatakan bahwa pemerintah tidak akan memberikan bailout (dana talangan) kepada Lehman dan memilih untuk membantu mencarikan pembeli agar Lehman tetap bertahan. Dengan bantuan ketua The Fed, dikumpulkanlah CEO bank-bank besar seperti CEO JPMorgan Chase, CEO Goldman, CEO Morgan Stanley, CEO Merrill Lynch, CEO Citigroup untuk berdiskusi. Munculah harapan bahwa Lehman akan dibeli oleh salah satu perusahaan dari Inggris yaitu Barclays. Sayangnya, kesepakatan ini tidak disetujui oleh regulator Inggris karena dianggap “membawa penyakit” ke Inggris. Akhirnya, pemerintah menetapkan bahwa Lehman Brothers mengalami kebangkrutan. Hal ini juga menyebabkan permasalahan ke perusahaan asuransi, AIG.

Setelah banyak upaya dan pertimbangan, Paulson bersama dengan Ketua FDIC (Sheila Bair) mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan suntikan modal wajib berupa pembelian saham preferen dengan bunga 5% dan 9% setelah lima tahun. Harapannya, dengan suntikan modal ini dapat digunakan oleh bank-bank untuk melakukan pinjaman kepada nasabah agar aliran uang terus mengalir karena sejatinya yang menghancurkan kondisi ekonomi keseluruhan adalah berhentinya aliran kredit. Realitanya, setelah mengambil Troubled Asset Relief Program (TARP), bank-bank hanya memberikan sedikit pinjaman dan pasar kembali jatuh. Tingkat pengangguran naik 10% dan banyak keluarga yang kehilangan rumahnya akibat disita.

Masalah yang Muncul dalam Film Too Big To Fail

Too Big to Fail merupakan film yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama. Film ini berfokus pada tindakan Henry Paulson (Menteri Keuangan AS) dan Ben Bernanke (Ketua Federal Reserve System) dalam mengatasi krisis keuangan yang terjadi selama periode Agustus 2008 sampai 13 Oktober 2008. Film ini menceritakan bagaimana sebuah perusahaan yang dianggap tidak mungkin gagal tetapi pada akhirnya tumbang dan tidak bisa bertahan. Ada dua masalah yang dapat kita identifikasi dalam film ini, yaitu:

1. Kebangkrutan Lehman Brother

Lehman Brothers adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang keuangan di Amerika Serikat. Selain itu, Lehman Brothers adalah salah satu dari keempat bank investasi terbesar di Amerika Serikat setelah Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Merrill Lynch. Namun, walaupun Lehman Brothers memiliki posisi yang cukup tinggi, bank tersebut bangkrut pada tahun 2008 lalu. Kebangkrutan Lehman Brothers ini dikarenakan oleh kesalahannya sendiri memberikan kredit kepemilikan rumah tanpa memiliki analisis risiko yang tepat.

Alih-alih membuat analisis risiko yang tepat, Lehman Brothers malah memanfaatkan keputusan manajemen tersebut untuk meraup untung sebanyak-banyaknya. Hal ini dibuktikan dari tindakan Lehman Brothers yang memanfaatkan rendahnya federal funds rate (FFR). Tindakan ini diwujudkan dengan memberikan akses bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mengajukan kredit rumah. Masyarakat ini memiliki resiko gagal bayar yang cukup besar, sehingga apabila mereka (masyarakat berpenghasilan rendah) tidak bisa membayar kredit yang diajukan, properti (rumah) yang digunakan sebagai barang transaksi akan disita oleh Lehman Brothers. Kondisi inilah yang Lehman Brothers kejar, perusahaan tersebut akan menjual rumah-rumah tersebut dengan harga bersaing.

2. Runtuhnya AIG

Pada saat yang sama, AIG yang merupakan perusahaan internasional dalam bidang asuransi juga mengalami masalah serupa. Masalah mulai muncul pada saat Wall Street  mengumpulkan pinjaman hipotek menjadi sejenis Mortgage Based Security (MBS) dan menjual komponen MBS kepada investor. Mereka meraup keuntungan yang cukup besar hingga kemudian gelap mata dan mulai memaksa kreditor untuk menurunkan kriteria layak kredit. Alih-alih memberikan kredit kepada yang layak kredit 620 dengan DP 20%, mereka justru menurunkan layak kredit menjadi 500 dengan DP 0% dan para pembeli merupakan orang biasa. Hingga beberapa waktu kemudian, Bank mulai menyadari bahwa pemberian kredit semacam ini berisiko jika KPR gagal bayar, sehingga bank mulai membeli asuransi yang disebut jaminan default swap. AIG percaya bahwa bisnis real estat sedang berkembang pada saat itu, tetapi ternyata harga rumah turun. Penurunan harga rumah ini mengakibatkan pembeli kredit harus membayar lebih besar dan akhirnya menyebabkan gagal bayar.

Etika bisnis “dalam film Too Big to Fail” yang salah dalam sudut pandang islam

Islam memiliki aturan tersendiri dalam membuat/mengajukan kredit. Salah satu aturan tersebut adalah tidak adanya dharar (tindakan yang dapat menimbulkan kerugian bagi pihak lain). Dalam kasus Lehman Brothers ini, perusahaan sengaja mengejar keuntungan dengan cara merugikan pihak lain. Tindakan tersebut diwujudkan dengan membuat produk kredit bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mengajukan kredit rumah. Produk kredit tersebut ada bukan karena Lehman Brothers ingin memberikan kesempatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah, melainkan Lehman Brothers ingin memanfaatkan gagal bayar yang dilakukan oleh masyarakat tersebut.

Selain itu, produk kredit rumah yang dikeluarkan oleh Lehman Brothers itu dapat dianggap sebagai salah satu penipuan. Hal ini disebabkan, masyarakat berpenghasilan rendah percaya dengan kredit tersebut, mereka bisa mendapatkan hunian yang layak. Namun, yang sebenarnya Lehman Brothers kejar adalah gagal bayar yang kemungkinan masyarakat tersebut lakukan agar bisa dimanfaatkan kelak. Tindakan tersebut jelas bertentangan dengan syariah islam. Dalam Hadist Riwayat Ibnu Hibban dijelaskan,

مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا، وَالْمَكْرُ وَالْخِدَاعُ فِي النَّارِ

 “Barang siapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golongan kami. Orang yang berbuat makar dan pengelabuan, tempatnya di neraka” (HR. Ibnu Hibban 2: 326. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 1058).

Selain itu, dalam islam pun juga terdapat imbauan untuk memudahkan orang yang sedang dalam kesulitan. Bahkan dalam surah Al-Baqarah ayat 280 pun Allah s.w.t berfirman untuk memberi kelonggaran atau kebebasan dengan mengurangi beban yang mereka miliki karena hal ini jauh lebih baik daripada mempersulit orang yang sedang berada dalam kesulitan.

 وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

 Artinya: “Dan jika orang yang (berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan (utang yang diberi), itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui".

Solusi untuk Dilema Etika dalam Film Too Big to Fail

1. Jangan mempersulit urusan orang lain dengan sengaja

Dalam film ini terlihat bahwa Lehman Brothers mengeluarkan kredit rumah dengan tanpa mengikuti prinsip pengeluaran kredit oleh bank seperti umumnya bahkan melewatkan analisis resiko yang cenderung akan merugikan dan mempersulit para kreditur dengan sengaja pada nantinya.

وَعَنْ أَبِي صِرْمَةَ – رضى الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم -{ مَنْ ضَارَّ مُسْلِمًا ضَارَّهُ اَلله, وَمَنْ شَاقَّ مُسَلِّمًا شَقَّ اَللَّهُ عَلَيْهِ } أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ.

Dari shahabat Abi Shirmah radhiyallahu Ta’ala ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang memberi kemudharatan kepada seorang muslim, maka Allah akan memberi kemudharatan kepadanya, barang siapa yang merepotkan (menyusahkan) seorang muslim maka Allah akan menyusahkan dia.” (Hadits riwayat Abu Dawud nomor 3635, At Tirmidzi nomor 1940 dan dihasankan oleh Imam At Tirmidzi).

Dalam hadits ini jelas bahwa mempersulit urusan orang lain dengan sengaja seperti yang dilakukan oleh Lehman Brothers adalah perbuatan yang yang dibenci oleh Allah.

2. Mempertimbangkan risiko dan konsekuensi dari keputusan yang diambil.

Dalam film Too Big To Fail, diketahui bahwa keputusan yang diambil oleh Board of Director membuat perusahaan menjadi terjerumus dalam jurang krisis. Keputusan yang tidak dipertimbangkan dengan baik justru akan semakin membuat perusahaan menuju ambamg kehancuran. Hal ini membuktikan kesalahan kecil yang dilakukan oleh manajerial tingkat atas dalam perusahaan (top management) dapat memberi imbas yang sangat signifikan. Oleh karena itu, sebagai seorang pemimpin tentu harus jeli dalam menimbang risiko dan konsekuensi yang mungkin timbul dari sebuah keputusan yang nantinya akan diambil. 

Hal ini pun dijelaskan dalam hadist berikut

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعيّتِهِ, والأميرُ راعٍ, والرّجُلُ راعٍ على أهلِ بيتِهِ, والمرأةُ رَاعِيَّةٌ على بيتِ زوجِها وَوَلَدِهِ, فكلّكم راعٍ وكلّكم مسئولٌ عنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: “ Kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian. Seorang Amir (Imam) adalah pemimpin, seorang suami adalah seorang pemimpin seluruh keluarganya, demikian pula seorang isteri adalah pemimpin atas rumah suami dan anaknya. Kalian adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungtawaban atas kepemimpinan kalian”. (HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar)

Berdasarkan hadist diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa dampak yang ditimbulkan dari sebuah keputusan terlepas baik maupun buruk, maka akan menjadi tanggung jawab si pengambil keputusan yang dalam kasus ini merupakan Board of Director. Dalam islam juga diterangkan bahwa menjadi seorang pemimpin adalah tugas yang paling berat, karena ketika dapat mendatangkan kebaikan serta adil maka akan dinaikan derajatnya setinggi-tingginya. Namun ketika seorang pemimpin tidak mampu bersikap adil dan justru mendatang kan kesengsaraan maka neraka baginya.

3. Memperhatikan standar dalam mengeluarkan kredit.

Dalam hukum perbankan ada prinsip dalam menentukan pemberian kredit yaitu dengan menerapkan 5C (Character, Capacity, Capital, Condition, Collateral). Di mana jika nasabah telah memenuhi 5 prinsip tersebut, maka bank atau badan pemberi kredit dapat memberikan pinjamannya, 5C ini adalah:

  • Character: Pemberi pinjaman perlu mengetahui bahwa peminjam dan penjamin memiliki latar belakang yang jujur dan memiliki integritas.
  • Capacity: Pemberi pinjaman mencari tahu apakah penghasilan atau bisnis Anda mampu melunasi pinjaman. 
  • Condition: Pemberi pinjaman perlu memahami kondisi bisnis, industri, dan ekonomi saat ini. 
  • Capital: Pemberi mencari tahu bagaimana investasi yang dilakukan oleh peminjam
  • Collateral: Pemberi pinjaman akan mempertimbangkan nilai aset bisnis dan aset pribadi penjamin sebagai sumber pembayaran sekunder.

Dan dalam Islam jelas yang terpenting adalah menghindari riba dan penambahan harga yang dilakukan ketika keterlambatan atau permasalahan dalam proses pembayaran, jika terjadi hal demikian, maka wajib untuk dibuat akad perjanjian jual beli yang baru dengan catatan tidak ada kesengajaan dalam memperlambat pembayaran.

Referensi:

Damayanti, Imas. 2020. Larangan Agama Mengambil Keuntungan Bagi Pemberi Utang. Jakarta: Republika.co.id. Available at: <https://www.google.co.id/amp/s/m.republika.co.id/amp/qikr1y430> [Accessed 28 February 2021]

Kamal, Mustofa. 2020. Eksistensi Pemimpin Dalam Islam. [Online]: minanews.net. Available at: <https://minanews.net/eksistensi-pemimpin-dalam-islam/> [Accessed 28 February 2021]

Rozikin. 2020. Too Big To Fail: Kisah dilematis upaya intervensi, moral hazard dan penyelamatan sistem keuangan sebuah negara. [Online:] yonulis.com. Available at: <https://yonulis.com/2020/05/12/too-big-to-fail-kisah-dilematis-upaya-intervensi-moral-hazard-dan-penyelamatan-sistem-keuangan-sebuah-negara/> [Accessed 28 February 2021]

Penulis:

Afifah Rochmana Haris

Nastiti Nugraheni

Wildheno Hanif Ircan

Aliza Zahra Noor Adiningtyas

Reza Noor Falaq

Sovia Ramadani


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Soviaramadani

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format