Dari Film Enron Kita Belajar….

Enron, selaku perusahaan besar Amerika, melaporkan kebangkrutannya pada 30 November 2001. Kebangkrutan Enron disebabkan pelanggaran yang sistematis


0

Sinopsis

Film Enron bermula dari seorang presiden Enron, Kenneth Lay, yang mendirikan perusahaan Enron pada tahun 1985. Enron merupakan hasil dari merger dua perusahaan gas alam, Houston Natural Gas dan InterNorth. Merger ini dilakukan oleh presiden Kenneth Lay. Pada awal tahun 1990-an, Lay menginisiasi penentuan harga pasar untuk listrik serta mendorong Kongres Amerika Serikat melakukan deregulasi terkait penjualan gas alam. Hal ini memungkinkan Enron untuk menjual energi dengan harga yang lebih tinggi sehingga keuntungan tinggi untuk perusahaan.

Kesuksesan ini ternyata menempatkan Enron sebagai produsen gas alam terbesar di Amerika Utara sejak 1992 dengan memiliki kontrak senilai 122 juta dollar Amerika Serikat. Dalam perkembangan usahanya, Enron melakukan strategi diversifikasi dengan merambah bisnis pembangkit tenaga listrik, pabrik pulp dan kertas, pengolahan air bersih, dan layanan broadband di seluruh dunia. Enron juga mendirikan pembangkit tenaga listrik di negara lain seperti di Filipina, Indonesia, dan India.

Laporan keuangan Enron yang kompleks menimbulkan pertanyaan dari pemegang saham dan analis. Model bisnis dan praktik-praktik tidak etis dari perusahaan ini, antara lain menampilkan data penghasilan yang tidak sebenarnya serta  melakukan modifikasi neraca keuangan demi memperoleh penilaian kinerja keuangan yang baik. Dari sekian banyak isu ini menyebabkan kebangkrutan Enron. Di samping itu Enron menerapkan praktik akuntansi yang dikenal sebagai mark-to-market accounting dimana pencatatan aset didasarkan pada nilai pasar bukan pada nilai bukunya. Praktik akuntansi ini juga memungkinkan Enron melaporkan profit berdasarkan proyeksi bisnis bukan berdasar profit sebenarnya.

Pelanggaran

Enron, selaku perusahaan besar Amerika, melaporkan kebangkrutannya pada 30 November 2001. Kebangkrutan yang menghampiri Enron disebabkan pelanggaran-pelanggaran sistematis yang dilakukan oleh CEO Jeffrey Skilling, CFO Fastow, serta perusahaan akuntansi tertua di Amerika. Pelanggaran yang dilakukan oleh pihak-pihak terlibat berupa bertindak tidak transparan terkait laporan keuangan perusahaan melalui rekayasa laba pada laporan keuangan perusahaan agar tetap terlihat menguntungkan sehingga harga saham Enron meningkat. Sedangkan realitanya, perusahaan Enron memiliki tingkat hutang tinggi yang tidak dicatat dan dilaporkan pada neraca perusahaan. Selain itu, CFO Fastow juga menggelapkan dana perusahaan kurang lebih $30 juta dana perusahaan melalui perusahaan kecilnya.

Analisis

Pada film “Enron The Smartest Guy in The Room” terlihat bagaimana sifat individu yang tidak pernah merasa puas dalam hidupnya. Selalu berusaha untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya (keep making us billions) dengan menghalalkan segala cara. Rendahnya kepuasan hidup ini mendorong pada perilaku menyimpang, yang mana hal ini sesuai dengan penelitian dari Abu Rayya yang mengatakan apabila kepuasaan hidup seseorang tinggi maka kecenderungannya untuk melakukan perbuatan menyimpang (deviasi) akan menurun sedangkan apabila kepuasan hidupnya rendah maka kecenderungan untuk melakukan penyimpangan (deviasi) akan meningkat. Sedangkan pada kasus ini dikatakan bahwa petinggi perusahaan tidak pernah merasa puas terhadap apa yang sudah didapatkan perusahaan sehingga mendorongnya untuk melakukan perbuatan menyimpang (deviasi) untuk mencapai kepuasan hidupnya. Dalam mencapainya pun perusahaan tidak memperdulikan harus menggunakan uang siapa dan apa saja yang harus dikorbankan untuk mencapai kepuasaan tersebut.

Dalam film ini, kasus penyimpangan terjadi saat perusahaan melakukan manipulasi dalam praktik akuntansinya yaitu mencatatkan penjualan dan profit yang sebenarnya belum terealisasi. Selain pencatatan penjualan dan profit yang belum terjadi, Enron juga menggunakan praktik akuntansi untuk mengeluarkan aset – asetnya yang bermasalah dari laporan keuangan. Hal ini membuat laporan keuangan Enron menjadi terlihat baik-baik saja sehingga investor masih tetap tertarik untuk investasi di perusahaan Enron. Tidak hanya dari pihak Enron, pihak auditornya yaitu Arthur Andersen, juga menyetujui hal ini dengan meloloskan Enron dari pemeriksaan laporan keuangan. Perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh Enron ini memiliki dampak yang besar mulai dari karyawan kehilangan pekerjaan, dana pensiun menghilang, hingga resesi ekonomi Amerika Serikat.

Apabila kasus ini dikaitkan dengan penelitian dari Abu Rayya bahwa kepuasaan hidup dapat memediasi antara tingkat religiusitas dengan perilaku menyimpang, dimana religiusitas berkaitan secara negatif dengan perilaku menyimpang dan kepuasaan hidup menengahi hubungan antara tingkat religiusitas dan perilaku menyimpang. Dalam kasus Enron ini yang mana para petingginya tidak pernah merasa puas dan melakukan beberapa tindakan penyimpangan ini mengindikasikan bahwa rendahnya tingkat religiusitas dari para petinggi Enron. Sebab apabila para petinggi Enron memiliki tingkat religiusitas yang tinggi maka pastinya kepuasan hidupnya juga akan tinggi dan kecenderungannya untuk berperilaku menyimpang akan menurun atau tidak akan terjadi sama sekali.

Solusi

Dari film Enron ini kita dapat mengambil kesimpulan, saran, serta solusi agar dapat dijadikan pelajaran untuk dapat mempertahankan bisnis yang baik dan benar. Pelajaran-pelajaran tersebut diantaranya sebagai berikut:

1. Kita harus memiliki Model Kepemimpinan yang Memiliki Tanggung Jawab dan Integritas Tinggi

Kasus yang menimpa Enron yang mengalami kebangkrutan tersebut merupakan ulah buruk para pemimpin nya yang serakah dan tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap perusahaan yang hanya mementingkan kepentingan pribadinya. Seharusnya kita sebagai pemimpin itu harus memiliki sifat tanggung jawab yang tinggi, memiliki integritas yang tinggi, dan harus bersikap adil kepada karyawan nya. Hal ini tercantum dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda : 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَّامٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ إِمَامٌ عَادِلٌ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ فِي خَلَاءٍ فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسْجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ إِلَى نَفْسِهَا قَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا صَنَعَتْ يَمِينُهُ

Dari Abu hurairah r.a: berkata: bersabda nabi SAW: ada tujuh macam orang yang bakal bernaung di bawah naungan Allah, pada hati tiada naungan kecuali naungan Allah:

Imam (pemimpin) yang adil, dan pemuda yang rajin ibadah kepada Allah. Dan orang yang hatinya selalu gandrung kepada masjid. Dan dua orang yang saling kasih sayang karena Allah, baik waktu berkumpul atau berpisah. Dan orang laki yang diajak berzina oleh wanita bangsawan nan cantik, maka menolak dengan kata: saya takut kepada Allah. Dan orang yang sedekah dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. Dan orang berdzikir ingat pada Allah sendirian hingga mencucurkan air matanya.(HR.Bukhori Muslim)

Prinsip kejujuran juga menjadi poin penting dalam solusi kasus Enron. Rasulullah SAW sangat mendorong untuk menerapkan kejujuran pada tiap aktivitas bisnis. Enron terbukti melakukan kecurangan dengan memanipulasi laporan keuangan dan berbohong seolah olah bahwa kondisi perusahaan sangat menguntungkan. Bahkan pihak dari Enron sempat bersumpah palsu ketika dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah dilakukan mereka. Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Abu Zar mengancam orang yang bersumpah palsu dalam bisnis serta mereka tidak akan dipedulikan oleh Allah di hari kiamat nanti. Hal ini tentu memperkuat bahwa kejujuran merupakan dasar prinsip yang perlu diamalkan pada aktivitas bisnis.

2. Melakukan Evaluasi Perusahaan Secara Rutin 

Tujuan utama Enron yang dilakukan oleh para top managernya adalah mencari keuntungan yang sebanyak – banyaknya tanpa memperdulikan permasalahan di perusahaan yang ada. Seharusnya ketika kita menjalankan sebuah perusahaan tidak hanya semata-mata mencari sebuah keuntungan yang besar saja. Namun juga harus memperhatikan dampak dan permasalahan yang ada di perusahaan tersebut, lalu dicarikan lah solusi jalan keluarnya. Evaluasi perusahaan juga sebaiknya dilakukan secara terpisah antara pihak yang dievaluasi dengan pihak yang mengevaluasi. Enron melakukan pelanggaran di mana evaluasi dilakukan oleh pihak yang telah disuap. Hal ini tentu menunjukkan bahwa prinsip independen itu penting bagi evaluator agar mampu bekerja secara objektif. 

3. Mentaati peraturan perusahaan yang berlaku untuk memperoleh keuntungan perusahaan 

Mencuatnya kasus Enron adalah merupakan skandal penipuannya yang sangat berkelas, dan hanya melibatkan para petinggi Enron saja untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi dengan cara yang licik melanggar peraturan yang ada. Penting bagi perusahaan untuk melakukan kegiatan perusahaan dalam memperoleh laba perusahaan dengan mentaati segala peraturan yang ada untuk terhindar dari segala permasalahan. Tujuan utama ketika sedang membangun perusahaan memang untuk mencapai keuntungan sebesar-besarnya. Namun, keuntungan tersebut sebenarnya masih bisa diperoleh dengan cara yang tepat tanpa membuat skandal yang merugikan.

Penulis

Fais Eka Nur Septianto
Chyntia Monica
Aulia Kusuma F.
Farid Fakhri F.
Khansa Amiranti
Nugeri Dwiantoro

Referensi

Abu-Rayya, Hisham & Almoty, Shayma & White, Fiona & Abu-Rayya, Maram. (2016). The Interconnection Between Islamic Religiosity and Deviancy Among Australian Muslim Youth: A Partial Mediation Role of Life Satisfaction. The International Journal for the Psychology of Religion. 26. 10.1080/10508619.2016.1157720. 

Huber, Stefan & Huber, Odilo. (2012). The Centrality of Religiosity Scale (CRS). Religions. 3. 10.3390/rel3030710. 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format