Film The Wolf of Wall Street, Antara Kepuasan Hidup dan Penyimpangan

Bagaimana Islam mengajarkan umatnya untuk memperoleh kepuasan dan kebahagiaan hidup?


0

Sinopsis

The Wolf of Wall Street merupakan film yang bergenre komedi, kriminal, dan drama. Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata yang diangkat dari buku yang berjudul “The Wolf of Wall Street” (sama seperti judul film) karya Jordan Belfort. Dimana di dalam buku tersebut penulis menceritakan kisahnya sebagai broker saham yang tentunya terdapat banyak dinamika kehidupan yang terjadi.

Di awal film menceritakan bahwa Jordan Belfort merupakan karyawan broker saham di perusahaan yang bernama L. F. Rothschild. Jordan mulai memahami sistem saham dan sisi gelap dibalik dunia tersebut. Melalui bosnya, Mark Hanna, Jordan mulai dikenalkan dengan dunia seks, alkohol (pesta), dan narkoba dengan dalih bahwa hal itu dilakukan untuk menghindari stress akibat tekanan pekerjaan yang tinggi. Namun, scene tersebut tidak lama berubah menjadi kelam karena adanya PHK yang membuat Jordan dikeluarkan dari perusahaan itu. Adanya PHK ini memberikan ide bagi Jordan untuk membuat perusahaannya sendiri. Namun, perusahaan yang dibuatnya ini banyak melakukan penipuan dan juga kegiatan ilegal lainnya karena ketidakpuasan dari keuntungan yang sudah diperoleh.

Bagaimana Islam memandang kepuasan dan penyimpangan dalam kehidupan yang dicontohkan dalam film The Wolf of Wall Street?

Kepuasan hidup dapat diartikan sebagai kesejahteraan psikologis atau kepuasan terhadap kehidupan secara keseluruhan (Santrock, 2012). Sedangkan menurut Argyle (2001) kepuasan hidup juga merupakan kesejahteraan subjektif karena bersifat subjektif sesuai dengan penilaian individu tersebut. Lalu bagaimana Islam mengajarkan umatnya untuk memperoleh kebahagiaan dalam kehidupan?

Dalam Q.S An-Nahl ayat 97 Allah SWT menghimbau manusia untuk mengerjakan amal saleh :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Islam juga melarang seseorang untuk meminum khamr, berjudi, dan melakukan perbuatan maksiat lainnya. Hal ini dijelaskan dalam Q.S Al- Ma’idah ayat 90 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

Dalam jurnal Hisham M. Abu-Rayyaa sendiri, penelitian menyebutkan bahwa kepuasan hidup secara parsial memediasi hubungan antara religiusitas dengan penyimpangan. Ikatan sosial yang diperkuat dengan aktivitas keagamaan memberikan peluang untuk mengatasi penyimpangan dan meningkatkan kepuasan hidup yang berkontribusi ke tingkat penyimpangan yang lebih rendah. Dengan kata lain, ada asosiasi positif antara religiusitas dengan kepuasan hidup. Semakin tinggi religiusitas seseorang, semakin tinggi pula kepuasan hidupnya. Namun, menurut Annisa Fitriani (2016) faktanya tidak semua orang yang memiliki religiusitas yang tinggi akan mendapatkan kepuasan hidup yang tinggi pula. Hal ini karena definisi kepuasan hidup bisa sangat subjektif. Kepuasan hidup diartikan sebagai kesejahteraan yang timbul karena individu telah mencapai tujuan yang diinginkan dalam hidup. Beberapa menyatakan kepuasan hidup dicapai ketika seseorang mampu menjalani hidupnya dengan nyaman dan  senang hati. 

Lantas bagaimana jika manusia melakukan hal maksiat dan mengabaikan aturan dari Allah SWT untuk mencapai kepuasan hidupnya?

Seperti dalam film The Wolf of Wall Street, kesuksesan Belfort tidak lantas membuatnya berpuas diri. Belfort menjalani hidupnya dengan gaya hidup yang hedonis, penuh pesta dan seks, serta kecanduan akan narkoba. Kehidupan yang menyilaukan dan memabukkan jiwa itu semakin membuat Belfort haus akan uang, ia terus memperkaya diri meskipun dengan cara-cara yang melanggar hukum. Tentu dalam hal ini dapat dilihat bahwa Belfort mendapatkan kepuasan hidupnya dengan melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. 

Kepuasan Hidup versi Jordan Belfort 

Hedonisme

George Boeree mengatakan, hedonisme adalah perilaku yang dilakukan dalam  rangka meraup kesenangan atau menghindari penderitaan. Gaya hidup hedonis hanya berfokus pada kenikmatan hidup dan cenderung mengabaikan kepedulian pada sekitar. Dicirikan dengan kehidupan yang glamor dan foya-foya. Sementara itu Rasulullah mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana dan tidak berlebih-lebihan.

“Dan berikanlah kepada keluarga dan dekatkan haknya dan kepada orang-orang miskin dan orang yang dalam perjalanan. Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara berlebihan (boros)” (QS. Al-Isra’; 26)

Seks bebas

Pergaulan antara laki-laki dan perempuan diatur dengan jelas dalam Al-Qur’an. Allah melarang manusia untuk menjadikan syahwat sebagai penguasa karena dapat merusak jiwa dan mengarah pada kehancuran baik di dunia maupun akhirat. . 

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (Q.S Al-Isra’: 32)

Narkoba

Menurut fatwa, narkoba merupakan zat yang dapat memabukkan, sehingga haram hukumnya. Bahkan setiap zat yang walau tidak memabukkan tapi dapat menghilangkan akal, juga haram hukumnya.

"Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” (QS Al-A'raf: 157).

Allah SWT dalam Al-Qur’an telah berfirman melalui QS. Asy Syura ayat 30 dan 31 :

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ ۖ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah.”

Begitu pula dalam QS. Ta ha ayat 124 :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".

Allah SWT telah memberikan peringatan kepada manusia untuk menjauhi larangannya. Allah SWT dengan kebijaksanaan-Nya memberikan karunia kepada mereka yang taat menghindari perbuatan maksiat. Sebaliknya, Allah SWT juga akan memberikan teguran dan hukuman yang setimpal bagi mereka yang menimbulkan kerusakan untuk diri mereka sendiri dan orang lain.

Analisis

Dalam film tersebut terdapat banyak penyimpangan yang dilakukan oleh Jordan. Baik dari sisi bisnis maupun dari sisi pribadi. Dari sisi bisnis, Jordan melakukan transaksi dengan “menggoreng” saham perusahaan-perusahaan kecil kepada investor besar. Ia tentu juga menawarkan janji-janji palsu agar para investor tertarik. Tidak hanya sampai disitu, akhirnya Jordan bersama rekannya juga melakukan tindak penipuan yang akhirnya membawa ia masuk ke penjara.

Dari sisi bisnis sendiri, tentu yang dilakukan oleh Jordan sudah menyalahi etika bisnis dalam islam dan hukum Amerika. Seperti yang sudah dijelaskan dalam pertemuan pertama, bisnis dalam islam harus mengandung unsur suka sama suka dan akuntabilitas. Kedua unsur itu jelas dilanggar oleh Jordan, selain tentunya juga melakukan tindak penipuan. Dalam hukum negara Indonesia sendiri tidak penipuan diatur dalam undang-undang. Seperti pasal 378 KUHP yang berbunyi : “Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, …diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun”.

Selain itu dalam sisi pribadi, prinsip menikmati hidup melalui pesta, seks, dan narkoba juga menyelahi aturan agama dan negara. Seperti yang sudah disebutkan dalam dalil diatas, tiga perbuatan ini sudah dengan jelas dilarang bahkan diharamkan oleh agama. Penyalahgunaan narkoba juga menyalahi aturan negara Indonesia seperti yang diatur dalam UU Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika mengatur upaya pemberantasan terhadap tindak pidana Narkotika melalui ancaman pidana denda, pidana penjara, pidana seumur hidup, dan pidana mati. 

Rekomendasi

Sebagaimana yang sudah terlihat dalam film, korelasi antara kepuasan hidup dan penyimpangan tentu tidak bisa didefinisikan dengan baik jika kita tidak memiliki nilai-nilai hidup yang dianut. Islam sebagai agama yang memiliki berbagai macam aturan sejatinya memberikan kebebasan bagi setiap insan yang ingin mendapatkan kepuasan hidup. Oleh karena itu, melihat dari kacamata seorang muslim, kita harus menyadari beberapa hal yang kemudian dapat menjadi sikap saat dihadapkan dengan pilihan-pilihan dalam mencari kepuasan. 

1. Sikap melampaui batas berpotensi memberikan ketidakpuasan dalam hidup

Dalam Agama Islam, melampaui batas atau berlebih-berlebihan adalah sikap yang tercela dan dilarang oleh syariat. Sikap ini hanya menimbulkan kepuasan sementara dan penuh tipu daya. Perilaku akibat dari sikap melampaui batas tidak akan membuahkan hasil yang baik dalam segala urusan, pun tidak mendatangkan kebaikan bagi pelakunya. Salah satu dalil dari larangan bersikap melampaui batas ada pada Surat Al Maidah 5:77.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

 قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا 

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”. (al-Mâ`idah/5:77)

2. Sikap menyadari bahwa Iman adalah Nikmat Tertinggi dari Makhluk

Kepuasan tertinggi dan menjadi nikmat terbesar yang bisa kita miliki adalah Iman. Allah memberikan nikmat kepada hambanya dengan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah yang Maha Pemurah dan Pemaaf, Allah yang memudahkan segala urusan hambanya, Allah yang memberikan petunjuk bagi hambanya, adalah beberapa contoh nikmat Iman yang diberikan Allah.

Allah berfirman dalam Q.S. Al Maidah ayat 3

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Ku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Ku ridhoi Islam menjadi agama bagimu.”

3. Sikap tidak pernah berputus asa dengan Ampunan Allah SWT

Manusia pada dasarnya memiliki sifat tidak terjaga atas dosa, maka dari itu proses dialektika dalam mencari kebenaran dan terus menerus meminta ampunan dan petunjuk kepada Allah adalah suatu keniscayaan. Hal ini tergambar jelas pada salah satu hadist Shahih:

عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم  يَقُوْلُ :  قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً  

Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.”  [HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih]. 

Hadist ini kemudian juga menegaskan bahwa Allah sebagai Dzat yang menciptakan kita, memberikan kebijaksanaannya untuk memberikan ampunan yang sebesar-besarnya atas penyimpangan-penyimpangan yang kita lakukan dalam berjalan di kehidupan ini. 

Referensi

Abu Ihsan al-Atsari, Ustadz. “Fenomena Ghuluw (Melampaui Batas) Dalam Agama” . https://almanhaj.or.id/3435-fenomena-ghuluw-melampaui-batas-dalam-agama.html (diakses pada 27 Februari 2021)

Andirja, Firanda. Akibat Perbuatan Maksiat. https://muslim.or.id/5032-akibat-perbuatan-maksiat.html (diakses 26 Februari 2021)

Raharja, Belladina N dan Aisah Indanti. 2018. “Kebijakan dan Kepuasan Hidup pada Remaja”. 4. 96-104. Doi: 10.22146/gamajop.46354

Syafruddin, Al-Ustadz Abulfaruq Ayip. “Kaum Hedonis”.  https://asysyariah.com/kaum-hedonis/

 (diakses 26 Februari 2021)

Tafsirq.com

Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas, Al-Ustadz. “Keluasan Ampunan Allah SWT yang Maha Luas. https://almanhaj.or.id/12438-keluasan-ampunan-allah-subhanahu-wa-taala-yang-maha-luas-2.html (diakses pada 28 Februari 2021)

Gambar : pinterest.com 

Penulis :

  • Alula Putri Diana

  • Muhammad Farhan

  • Addecya Farah A.A

  • Fauzi Akmal Rabbani

  • Vivin Malida Hidayat

  • Shafira Yumna Imtiyaz


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
addecyaa

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format