Sejarah Kelam Wal-Mart dalam flm dokumenter “Wal-Mart: The High Cost of Low Price”

"Wal-Mart: The High Cost of Low Price'' Melihat kasus Walmart tingkat religiusitas para pemegang kekuasaan di Walmart pada dimensi public dan private masih rendah.


0

Sejarah kelam Wal-Mart dalam film dokumenter "Wal-Mart: The High Cost of Low Price

  1. Sinopsis Wal-Mart : High Cost of Low Price

Film ini diawali dengan klip dari CEO Wal-Mart yaitu Scott Lee yang menceritakan tentang kesuksesan dari Wal-Mart. Scott Lee juga mengatakan bahwa Wal-Mart selalu sejalan dengan value dan message yang dipegang teguh mengenai bagaimana cara harus bekerja, bagaimana cara melayani karyawan, dan bagaimana cara memuaskan berbagai pemangku kepentingan. Kemudian dilanjutkan dengan pengaruh toko Wal-Mart yang baru terhadap bisnis ibu-dan-pop store di Middlefield, Ohio. Kisah ini diceritakan oleh 3 generasi keluarga Hunter, pemilik H&H Hardware. Keluarga Hunter adalah orang-orang yang tulus dan sederhana yang berbicara dengan fasih/sangat paham mengenai kehidupan di kota kecil, dan apa arti toko itu bagi keluarga mereka. 

Kemudian, melalui wawancara dengan para ahli tenaga kerja dan mantan Wal-Mart Karyawan, sejarah mereka membayar upah sering di bawah garis kemiskinan, harga tinggi yang mereka tetapkan untuk asuransi dan pelayanan kesehatan (karyawan sering didorong untuk mengajukan kepada pemerintah mengenai subsidi program pelayanan kesehatan), metode yang digunakan untuk mengusir bisnis milik lokal, praktek mereka mempekerjakan orang asing yang ilegal sebagai cleaning service dengan upah yang minimum dan bahkan di bawah upah minimum, kondisi kerja yang buruk, dan banyak lagi. 

Berbagai kritik dari korporasi muncul dari wawancara ini, menunjukkan anti-serikat Wal-Mart praktek, dampak yang merugikan pada usaha kecil, kebijakan perlindungan lingkungan yang kurang, dan catatan buruk pada hak-hak pekerja di Amerika Serikat dan internasional. Segmen terakhir dari film ini adalah tentang kota-kota yang melawan Wal-Mart. Ini menunjukkan gerakan di Chandler, Arizona dan Inglewood, California bekerja keras untuk mencegah toko Wal-Mart dibuka di komunitas mereka. Film berakhir dengan wawancara dari tokoh masyarakat yang telah menghalangi Wal-Mart dari yang dibangun di komunitas mereka.

  1. Pelanggaran yang muncul dalam Film

Sumber : https://www.itworldcanada.com/blog/how-to-handle-an-ethical-dilemma/95000

  1. Praktik anti serikat pekerja yang membuat perusahaan lebih berkuasa atas karyawannya

  2. Walmart merekrut pekerja-pekerja untuk Cleaning Service dan membayarnya di bawah upah minimum yang tidak didokumentasikan dalam film tersebut

  3. Mantan manajer walmart mengatakan bahwa memaksa pekerja untuk bekerja secara ekstra tanpa bayaran dengan cara mengelabui pekerja dengan tidak mencatat jam ekstra tersebut dalam kartu jam kerja.

  4. Catatan buruk dari hak atas pekerja/karyawan yang dilakukan walmart baik di US maupun secara internasional. Dalam film tersebut, terekam pekerja pabrik bangladesh dan india yang bekerja untuk walmart dan dibayar serendah 18 cent per jam. Dan juga, mereka melaporkan ada tindakan penyalahgunaan tetapi perusahaan tidak membenarkan hal tersebut.

  5. Terdapat kasus rasisme dan genderisasi dalam walmart seperti pekerja laki-laki lebih diutamakan dan diagungkan daripada pekerja wanita serta pekerja kulit putih lebih diutamakan daripada pekerja kulit hitam.

  6. Tidak ada CCTV atau tindakan pengamanan dalam tempat parkir walmart yang membuat tingkat kriminalitas walmart cukup tinggi di tempat parkir mereka seperti pelanggan pernah menerima pemerkosaan, pembunuhan  dan lain sebagainya.

  7. Banyak UMKM dan usaha rumahan yang menutup gerainya akibat dari tidak dapat bersaing dengan usaha grosir berskala besar seperti Walmart.

  8. Kurangnya kebijakan perlindungan akan lingkungan yang mengakibatkan tercemarnya lingkungan hidup akibat dari aktivitas manusia yang merusak lingkungan.

  1. Ketidakpuasan hidup yang ada dalam Film

Permasalahan ketidakpuasan dalam hidup memiliki banyak faktor yang membuat seseorang ataupun sekelompok orang menjadi terjerumus untuk memuaskan hidupnya dengan cara yang tidak benar bagi kacamata kebanyakan orang seperti mencuri, korupsi, membuat kebijakan untuk kepentingan sendiri, dan lain sebagainya. Ketidakpuasan dalam hidup yang tercermin dalam film “Wal-Mart : High Cost of Low Price” adalah kerakusan. Kerakusan yang dimaksud adalah rakus dalam kekuatan (power), rakus dalam kekuasaan (position), rakus dalam kekayaan (wealth). Terlebih lagi, ketidakpuasan tersebut terkadang membuat kita menjadi kehilangan akal sehat dan kerap kali melakukan hal-hal yang tidak rasional seperti rasisme karena merasa suku,wana kulit, dsb dari kita jauh lebih baik daripada yang lain, isu sexisme(gender) yang menyatakan bahwa laki-laki jauh lebih hebat daripada perempuan dan lain sebagainya. Berdasarkan berbagai masalah akibat dari ketidakpuasan dalam hidup tersebut akan menimbulkan berbagai permasalahan dilematis baik dari ranah norma/etika yang belum diatur oleh hukum ataupun yang sudah.

https://www.youtube.com/watch?v=7vI7ZC-TG-o

Analisa Kritis Berdasarkan Al-Qur’an, Teori Etika Bisnis dan Konvensional

  1. Berdasar Michael Porter Generic Strategies

Strategi yang diterapkan perusahaan berbeda-beda antar-industri, antar-perusahaan, dan antar-situasi. Porter mengelompokkan strategi ini ke dalam strategi generik, yaitu strategi perusahaan dalam rangka mengungguli pesaing dalam industri sejenis. Porter menyatakan bahwa ada tiga prinsip strategi generik, yaitu:

  • Strategi Diferensiasi (Differentiation)

Dalam strategi ini, perusahaan terus menerus mengembangkan produk untuk dapat bersaing dalam menciptakan competitive advantage terhadap kompetitor sehingga mampu membuat diferensiasi produk yang lebih baik.

  • Strategi Kepemimpinan Biaya Rendah (Low Cost Leadership)

Dalam strategi ini, perusahaan terus mencari cara agar produknya memiliki harga produk yang paling murah daripada kompetitor.

  • Strategi Fokus (Focus)

Dalam strategi ini, perusahaan membangun brand loyalty terhadap konsumen dan tetap fokus pada niche market agar perusahaan memiliki produk yang dikonsumsi konsumen sesuai target pasar yang spesifik dan mampu fokus dalam membuat interaksi yang berkualitas. 

Sumber : https://www.mindtools.com/pages/article/newSTR_82.htm

   Berdasarkan Strategi Generik yang dikemukakan Porter diatas, Walmart menerapkan strategi leadership cost dalam menjalankan operasionalnya. Sebagai produsen layanan ritel berbiaya rendah, Walmart mampu bersaing melalui penerapan harga jual yang rendah. Harga yang rendah menjadi nilai jual utama dalam bisnis retail dan Walmart mampu menguasai strategi ini. Perusahaan menggunakan berbagai pendekatan dalam menjaga biaya tetap rendah yang mengakibatkan harga menjadi rendah pula, misalnya menerapkan otomatisasi dan teknologi, meminimalkan pengeluaran terhadap sumber daya manusia mereka, serta menekan biaya operasional.

       Strategi leadership cost melibatkan diferensiasi produk yang rendah. Dengan fokus pada harga rendah sebagai titik penjualan, layanan ritel Walmart tidak memiliki “pembeda” dari perusahaan lain dalam industri layanan ritel. Selain itu, strategi ini melibatkan segmentasi pasar tingkat rendah. Misalnya, perusahaan menawarkan layanan ritelnya kepada tiap konsumen di semua segmen pasar sasarannya. Hal ini sejalan dengan misi dan visi perusahaan Walmart yang bertujuan untuk menjadi pemimpin di pasar ritel global. Agar berhasil dalam mengimplementasikan strategi kompetitif generik ini, perusahaan mengandalkan efisiensi proses, pendekatan manajemen, strategi pertumbuhan intensif, serta strategi lainnya yang sekiranya dapat membantu mengurangi biaya. Dengan tujuan strategis menjaga biaya tetap rendah, perusahaan ini dikenal dengan impor barang murah berskala besar dari negara-negara seperti China.

https://www.youtube.com/watch?v=i66HWNCwUTs

       B.  Berdasarkan Etika Bisnis Konvensional dan Islam 

  1. Pandangan dalam Etika Bisnis Konvensional

Sumber : Dakta.com

Etika adalah sebuah nilai dan prinsip modal yang meliputi sistemisasi, mempertahankan dan menyarankan konsep tentang perilaku yang benar dan salah. Sedangkan untuk pengertian dari etika bisnis adalah kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika memiliki peran yang signifikan dalam keberlangsungan sebuah bisnis. Peran etika dalam bisnis yaitu :

  1. Meningkatkan moralitas karyawan dan organisasi

  2. Meningkatkan kemampuan untuk menarik pelanggan dari segi etika dan integritas loyalitas konsumen

  3. Meningkatkan loyalitas konsumen

  4. Mengurangi resiko dari pandangan negatif dan reaksi publik yang negatif yang disebabkan buruknya etika yang dimiliki perusahaan

  5. Meningkatkan relasi dan kolega bisnis

Pada kasus Walmart, terdapat beberapa penerapan perusahaan yang tidak sesuai dengan etika bisnis yang berlaku. Terdapat empat teori etika bisnis dalam menjalankan sebuah bisnis. Walmart telah melanggar keempat teori tersebut dan terus melakukan praktik bisnis yang tidak etis. Berikut adalah keempat teori yang dilanggar oleh Walmart :

  1. Individualism

Teori ini menyatakan bahwa satu-satunya tujuan bisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan dan menghasilkan keuntungan bagi pemilik dan pemegang saham. Yang mana hal tersebut bersifat wajib dan ada batasan hukumnya. Walmart gagal dalam menjalankan standar teori individualism karena adanya berbagai kasus yang ada di Walmart yang mana hal tersebut merugikan Walmart ratusan juta Dolar. Hal tersebut membuat Walmart tidak berhasil dalam mendapatkan keuntungan dan tidak dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal bagi pemilik dan pemegang saham yang mana hal tersebut tidak memenuhi teori etis bisnis dari individualism.

  1. Utilitarianism

Teori selanjutnya adalah Utilitarianism, yaitu yang menyatakan bahwa kebahagiaan satu-satunya adalah hal yang memiliki nilai intrinsik. Kebahagian yang terdapat di Walmart hanya didapatkan oleh pemilik dan manajer saja karena mereka telah menghasilkan banyak uang dari Walmart. Sedangkan pada pandangan karyawan kebalikannya karena karyawan Walmart bekerja dalam kondisi yang tidak baik karena mendapatkan bayaran yang tidak sesuai dengan kinerja, perlakuan kepada karyawan yang seenaknya dan perlakukan rasisme serta generalisasi yang membuat bekerja di Walmart tidak membuat karyawan bahagia. Walmart tidak berfokus pada upaya mempromosikan kebahagiaan karyawan dan hanya berfokus pada kesenangan bisnis semata.

  1. Kantianism

Teori yang ketiga adalah kantianism. Teori tersebut berfokus pada rasionalitas dan melakukan apa yang dianggap benar. Walmart gagal dalam menjalankan teori tersebut dalam segala aspek. Walmart tidak bertindak rasional dalam menjalankan bisnis dan strategi perusahaan. Walmart memanfaatkan karyawan untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek. Memberikan gaji yang rendah dan tidak adanya perlindungan bagi karyawan merupakan segelintir irasionalitas strategi bisnis yang dijalankan oleh Walmart.

  1. Kantianism

Teori kantianism adalah teori yang menganalisis kebajikan. Walmart tentu saja tidak mengikuti teori ini yang mana hal tersebut bisa dilihat dari kebijakan dan strategi perusahaan yang memotong gaji karyawan untuk mendapatkan keuntungan maksimal dan juga perusahaan tidak membayar gaji karyawan jauh di bawah upah minimum yang telah ditetapkan. Hal tersebut tentu saja membuat adanya keuntungan dalam jangka pendek, bukan dalam jangka panjang.

Dengan melihat keempat teori etika bisnis yang telah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Walmart tidak memenuhi teori etika bisnis konvensional dan tidak mengikuti etika bisnis secara konvensional dalam menjalankan bisnisnya.

2.  Pandangan dalam Business Ethics Islam 

  1. Business Ethics Islam

Etika Bisnis Islam merupakan akhlak dalam menjalankan bisnis dengan berpegang teguh terhadap nilai-nilai Islam sehingga dalam pelaksanaan kegiatan bisnis tidak menimbulkan kekhawatiran, sebab sudah diyakini sebagai sesuatu yang baik dan benar. Seperti halnya yang dijelaskan dalam QS. An Nisa Ayat 29, Allah SWT telah menjamin rezeki tiap manusia. Maka, sebaiknya manusia tidak merampas hak orang lain atau bersikap serakah dalam menjalankan praktik bisnisnya.

QS. An Nisa:4 Ayat 29

 Sumber: Indonesiaquran.com

4:29| Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Selain itu, terdapat lima prinsip dasar dalam etika bisnis Islam, yaitu:

  1. Kesatuan (Tauhid)

Konsep ini menyatakan bahwa sumber utama etika Islam adalah kepercayaan seutuhnya dan murni terhadap keesaan Tuhan. Konsep tauhid memiliki hubungan dimensi vertikal yang berarti Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa menetapkan batas-batas tertentu atas perilaku manusia sebagai khalifah untuk memberikan manfaat individu tanpa mengorbankan hak-hak individu lainnya. Hubungan vertikal ini merupakan wujud penyerahan diri manusia secara penuh dengan menjadikan keinginan, ambisi, serta perbuatannya tunduk terhadap perintah-Nya. 

  1. Keseimbangan (Tawazun)

Prinsip keseimbangan bermakna terciptanya suatu situasi di mana tidak ada satu pihak pun yang merasa dirugikan, atau tercapainya kondisi saling ridho (‘an taradhin). Islam mewajibkan penganutnya untuk berlaku aadit dan berbuat kebajikan bahkan terhadap pesaing yang tidak disukai sekalipun. Perilaku keseimbangan dan keadilan dalam bisnis secara tegas dijelaskan dalam konteks perbendaharaan bisnis agar pengusaha muslim menyempurnakan takaran bila menakar dan menimbang dengan neraca yang benar karena hal tersebut merupakan perilaku terbaik yang akan mendekatkan pada ketakwaan.

  1. Kehendak Bebas (Free Will)

Dalam pandangan Islam, manusia memiliki kebebasan untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memperoleh kemaslahatan-an dari sumber daya yang tersedia untuk dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan hidup, namun kebebasan dalam Islam tetap dibatasi oleh nilai-nilai Islam.

  1. Tanggung jawab (Responsibility)

Islam sangat menekankan pada konsep tanggung jawab dengan mendorong manusia untuk berani mempertanggungjawabkan atas segala pilihannya, baik terhadap manusia serta yang paling penting terhadap Allah SWT. Dalam bisnis sekalipun, manusia harus mampu bertanggung jawab ketika bertransaksi, memproduksi barang, melakukan perjanjian, dll. 

  1. Kebajikan (Ihsan)

Ihsan artinya melaksanakan perbuatan baik yang dapat memberikan kemanfaatan kepada diri sendiri dan orang lain. Dalam menerapkan ihsan dalam bisnis, manusia dapat menerapkan tiga perbuatan, yakni kemurahan hati, motif pelayanan, dan kesadaran akan adanya Allah dan aturan yang berkaitan dengan pelaksanaan yang menjadi prioritas. 

  1. Pandangan islam dalam menanggapi kasus Walmart

  Melihat dari kasus Walmart, Allah SWT senantiasa menginginkan agar umat manusia tidak serakah dalam menjalankan bisnisnya etika bisnis islam menekankan adanya kelayakan dalam pemberian gaji karyawan dan adanya hak karyawan yang terpenuhi. Manajemen Walmart serakah dalam menjalankan bisnisnya memotong gaji karyawan dan memberikan upah dibawah upah minimum yang berlaku. Dijelaskan dalam surat Al-nisa:29 Ayat 29 bahwa janganlah manusia memakan harta sesamanya. Walmart memakan harta karyawannya demi keuntungan bisnis yang mana hal tersebut tidak dibenarkan dalam islam.

Sumber : Pengusahamuslim.com

 Hadits Imam Al-baihaqi menyatakan bahwa setiap pekerja harus diberikan upah berdasarkan dengan kinerjanya. Strategi bisnis yang dilakukan oleh bertentangan dengan prinsip islam yang mana hal tersebut tentu saja akan mendapatkan dosa yang sangat besar dan hanya mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek. Maka dari Walmart harusnya mengikuti dan menerapkan prinsip islam agar karyawannya sejahtera dan Walmart bisa menjalankan bisnisnya sesuai dengan etika bisnis islam yang berlaku.

Analisa Permasalahan Ethical Dilemma berdasarkan Jurnal Religiusitas karangan Huber dan Abu Rayya

Stefan Huber 

Berdasarkan kasus Walmart di atas dapat Kita analisis bersama terkait dengan tingkat religiusitas yang melekat di dalamnya. Analisa yang pertama ini didasari pada jurnal yang ditulis oleh Stefan Huber dan Odilo W. Huber  dengan judul “The Centrality of Religiosity Scale”.  Seperti judulnya, jurnal ini menjelaskan tentang Centrality of Religiosity Scale (CRS). CRS merupakan suatu pengukuran yang diciptakan untuk menentukan seberapa penting pengaruh agama terhadap seseorang melalui pemusatan agama. Hal ini mencakup seberapa pentingnya agama atau hal apa yang paling menarik dari keagamaan itu sendiri. Di dalam CQS sendiri terdapat lima dimensi utama yakni intellectual, ideological, public, private, dan experiential. Intellectual dan Ideological akan berhubungan dengan pikiran individu, public dan private berhubungan dengan tindakan atau aksi dari individu, dan experiential mengacu kepada pengalaman, emosi, serta persepsi individu. Melihat kasus Walmart di atas yang banyak memperlihatkan mengenai ketidakadilan dalam bertindak terutama menyangkut kesejahteraan para pekerja nya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa tingkat religiusitas para pemegang kekuasaan di Walmart pada dimensi public dan private masih rendah. Tingkat religiusitas sendiri berkaitan dengan tingkat kepercayaan atau keyakinan seseorang tentang Tuhan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa mengesampingkannya religiusitas dalam pekerjaan dapat menimbulkan pelanggaran-pelanggaran sebab individu di dalamnya tidak takut akan larangan Tuhan. 

(Hisham M. Abu-Rayya)

Analisa kedua berdasar pada jurnal yang berjudul “The Interconnection Between Islamic Religiosity and Deviancy Among Australian Muslim Youth: A Partial Mediation Role of Life Satisfaction” yang ditulis oleh Hisham M. Abu-Rayya, Shayma Almoty, Fiona A. White, dan Maram H. Abu-Rayya. Ketidakpuasan hidup dalam film tersebut muncul karena kerakusan (akan kekuatan, kekuasaan, dan kekayaan), rasisme dan genderilisasi(sexisme) yang tinggi yang mengakibatkan muncul berbagai masalah dilematis dari norma/etika yang ada dalam kehidupan ini. Pada jurnal disebutkan bahwa ketidakpuasan hidup dapat disebabkan oleh kurangnya tingkat religiusitas seseorang, tingkat religiusitas yang tinggi dapat menekan kadar stress hidup seseorang sehingga terhindar dari rendahnya kesejahteraan hidup. Sebaliknya, jika seseorang sudah terganggu kesejahteraannya akan memberikan peluang yang besar bagi orang tersebut untuk melakukan perilaku-perilaku yang menyimpang. Berdasar jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa kehadiran tempat ibadah di tempat kerja dapat lebih meningkatkan tingkat religiusitas para karyawan sehingga terhindar dari ketidakpuasan hidup akibat pekerjaan.

Dampak yang timbul dari film tersebut :

  1. Pelanggan senang karena produk yang murah (low cost)

  2. Memiliki dampak negatif terhadap pop store, komunitas yang kecil, ibu-ibu

  3. Walmart merekrut pekerja-pekerja untuk CS dan membyarnya di bawah upah minimum yang tidak didokumentasikan dalam film tersebut

  4. Praktik anti serikat pekerja yang membuat perusahaan lebih berkuasa atas karyawannya

  5. Kurangnya kebijakan perlindungan lingkungan (Environmental policy, any measure by a government or corporation or other public or private organization regarding the effects of human activities on the environment, particularly those measures that are designed to prevent or reduce harmful effects of human activities on ecosystems.P

  6. Catatan buruk dari hak atas pekerja/karyawan yang dilakukan walmart baik di US maupun secara internasional. Dalam film tersebut, terekam pekerja pabrik bangladesh dan india yang bekerja untuk walmart dan dibayar serendah 18 cent per jam. Dan juga, mereka melaporkan ada tindakan penyalahgunaan tetapi perusahaan tidak membenarkan hal tersebut.

  7. Dalam film dokumenter tersebut, berargumen bahwa tempat parkir walmart memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi. Hal tersebut sebenarnya bisa dicegah dengan memasang kamera CCTV untuk mengurangi dan mengetahui siapa pelakunya.  

Solusi

Dilihat dari kasus Walmart yang memperlihatkan mengenai ketidakadilan dalam bertindak terutama kesejahteraan para pekerja Walmart. Hal tersebut dapat diidentifikasikan bahwa tingkat religiusitas para pemegang kekuasaan di Walmart masih rendah terutama pada dimensi public dan private. Tingkat religiusitas berkaitan dengan tingkat kepercayaan atau keyakinan seseorang terhadap Tuhan dan tingkat religiusitas seseorang dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Dari kasus Walmart dapat disimpulkan bahwa mengesampingkan religiusitas dalam melakukan pekerjaan dapat berdampak negatif yaitu melakukan pelanggaran-pelanggaran. Karena seseorang yang tingkat religiusitas rendah tidak merasa takut dengan larangan Tuhan. Maka dapat disimpulkan bahwa solusi yang terbaik dari Kasus Walmart yaitu meningkatkan tingkat religiusitas pemegang kekuasan dari Walmart. Dengan meningkatkan tingkat religiusitas tersebut pemegang kekuasaan Walmart tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran karena merasa takut dengan larangan Tuhan.

Referensi

Abu-Rayya, Hisham M., Shayma Almoty, Fiona A. White, and Maram H. Abu-Rayya. "The Interconnection Between Islamic Religiosity and Deviancy Among Australian Muslim Youth: A Partial Mediation Role of Life Satisfaction." The International Journal for the Psychology of Religion 26, no. 4 (2016), 337-347. doi:10.1080/10508619.2016.1157720.

Edward Fergusson. August 22, 2018. Walmart’s Generic Competitive Strategy and Intensive Growth Strategies. http://panmore.com/walmart-generic-competitive-strategy-intensive-growth-strategies. Accessed on February 27, 2021. 

Erly Juliyani (2016). Etika Bisnis Dalam Perspektif Islam. Jurnal Ummul Qura Vol VII, No.1. 

Hasoloan, Aswand.(2018). Jurnal Warta. Peranan Etika Bisnis dalam Perusahaan Bisnis, 57, 3-5. Diakses dari  https://media.neliti.com/media/publications/290707-peranan-etika-bisnis-dalam-perusahaan-bi-06f5409c.pdf  Accessed on February 27, 2021.

Huber, Stefan, and Odilo W. Huber. "The Centrality of Religiosity Scale (CRS)." Religions 3, no. 3 (2012), 710-724. doi:10.3390/rel3030710.

Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia. (2019). Tenaga Kerja dan Upah dalam Perspektif Islam. Diakses 27 February 2021, dari https://pengusahamuslim.com/3577-tenaga-kerja-dan-upah-dalam-1823.html 

Rina Amelia (2008) Analisa Generic Strategy Dari Michael R. Porter Beserta Strategy Lain Beserta Pro dan Kontra (Manajemen Strategik Rumah Sakit).

Nama Penulis:

Aisyah Shalsabillah N.M

Nurul Chasanah C.

Roy Hendro B.W

Muhammad Rifaldo W.

Nur Ratri Iffat

Wahyuning Devi H.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
0
Win
Devi

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format