“The Inventor” Menipu Supaya Laku, Apakah Boleh?

Artikel berikut membahas mengenai permasalahan dalam Film The Inventor menurut pandangan Agama Islam.


0
  1. 1 Sinopsis


    The Inventor: Out for Blood in Silicon Valley merupakan film dokumenter garapan Alex Gibney yang tayang pada Maret 2019. Film ini menceritakan seorang wanita berusia 20 tahun yang sudah mendirikan perusahaan teknologi dengan investor-investor besar dan berpengaruh di dalamnya. Wanita tersebut adalah Elizabeth Holmes dan perusahaannya “Theranos”. Produknya yang cukup menggemparkan adalah  The Edison. The Edison ini merupakan alat tes kesehatan yang hanya memerlukan sampel setetes darah pasien untuk mengidentifikasi penyakitnya. Jika temuan ini berhasil tentu akan sangat bermanfaat karena lebih cepat, nyaman dan terjangkau.

    Karena background Elizabeth bukanlah medis melainkan teknik kimia, maka dia perlu mengkonsultasikan pada medis dan doktor mengenai idenya. Konsultasi tersebut menyimpulkan bahwa penemuan seperti itu tidak mungkin berhasil. Pada tahun 2014 saat Theranos bernilai $9 miliar, produk The Edison masih belum berfungsi dengan baik. Selama ini Elizabeth melakukan penipuan, alih-alih menggunakan alat kesehatan “The Edison”, Theranos masih menguji sampel darah konsumennya dengan pengujian laboratorium standar. Bahkan para konsumennya mengatakan bahwa perlu berminggu-minggu untuk mendapatkan hasil cek kesehatan terbaik yang ternyata  malah hasil yang meragukan.

    Kasus ini mulai terbongkar dan diekspos melalui artikel Wall Street Journey. Elizabeth tetap berusaha mempertahankan perusahaannya dengan kebohongan yang semakin berlipat. Namun hal yang tidak baik tentu akan berakhir tidak baik pula. Sehingga pada akhirnya Theranos ditutup dan Elizabeth Holmes mendapat tuntutan 20 tahun penjara karena penipuan dan masalah keuangan.

  2. 2 Analisis Masalah

    Ada petunjuk menjelang akhir The Inventor, hal tersebut akan mengeksplorasi masalah yang lebih luas dan  lebih besar. Ini mengisyaratkan bahwa industri startup di Silicon Valley secara terbuka mendorong perusahaan untuk berbohong kepada investor serta kurangnya pengawasan terhadap peraturan memudahkan pembohong karismatik untuk lolos dengan janji yang besar. Orang-orang seperti Holmes yang berpura-pura telah mengembangkan perangkat inovatif yang kemudian menggunakan investasi yang dihasilkan untuk mem-bootstrap teknologi yang mereka miliki lalu mengklaim mereka telah membuat hal tersebut. Ini adalah model yang secara inheren tidak stabil yang kadang-kadang berhasil, dan imbalannya bisa luar biasa.

  3. 3 Kritisi Masalah

    Permasalahan utama dalam The Inventor adalah penipuan yang dilakukan oleh perusahaan Theranos kepada para investor dan konsumennya.Theranos membuat laporan profitabilitas palsu kepada para investor sebesar $95 juta, padahal Theranos hanya memperoleh profitabilitas sebesar $100,000. Kemudian Theranos melakukan penipuan terhadap konsumen dengan merekayasa produk yang digunakan. Pada awalnya Theranos menawarkan revolusi alat tes laboratorium dari venipuncture menjadi fingerstick, dimana inovasi yang ditawarkan yaitu dengan sample yang lebih sedikit sudah dapat menghasilkan berbagai analisis kesehatan. Namun pada realitanya tidak semua sampel darah diuji oleh fingerstick, Theranos masih menggunakan venipuncture. Selain itu banyak pasien yang melaporkan bahwa akurasi dan hasil tes darah dengan alat fingerstick berbeda drastis dengan hasil laboratorium.

    Dengan berbagai permasalahan diatas, Theranos secara tidak langsung telah menzalimi konsumen dan investor. Dimana Theranos telah melakukan perbuatan yang merugikan pihak lain untuk meraih keuntungan sendiri. Dalam Al-Qur’an dan Hadits dengan tegas melarang semua transaksi bisnis yang mengandung kecurangan dan penipuan seperti berikut ini.

    Q.S. Al-Muthaffifin: 1-6

    وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1) الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ (2) وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (3) أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ (4) لِيَوْمٍ عَظِيمٍ (5) يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ (6)

    “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (1) Orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. (2) Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. (3) Tidakkah orang-orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. (4) Pada suatu hari yang besar, (5) Hari manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam? (6)”

    Hadits Riwayat Muslim no. 102

    Dari Abu Hurairah, ia berkata,

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَرَّ عَلَى صُبْرَةِ طَعَامٍ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهَا فَنَالَتْ أَصَابِعُهُ بَلَلاً فَقَالَ « مَا هَذَا يَا صَاحِبَ الطَّعَامِ ». قَالَ أَصَابَتْهُ السَّمَاءُ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ « أَفَلاَ جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَىْ يَرَاهُ النَّاسُ مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّى »

    “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati setumpuk makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, kemudian tangan beliau menyentuh sesuatu yang basah, maka pun beliau bertanya, “Apa ini wahai pemilik makanan?” Sang pemiliknya menjawab, “Makanan tersebut terkena air hujan wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Mengapa kamu tidak meletakkannya di bagian makanan agar manusia dapat melihatnya? Ketahuilah, barangsiapa menipu maka dia bukan dari golongan kami.”

    Hadits Riwayat Ibnu Hibban 2: 326

    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا، وَالْمَكْرُ وَالْخِدَاعُ فِي النَّارِ.

    “Barangsiapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golongan kami. Orang yang berbuat makar dan pengelabuan, tempatnya di neraka”

    Selain dilarang menurut Agama Islam, menimbun barang juga dilarang menurut hukum perdagangan di Indonesia. Larangan tersebut diatur dalam hukum perundang-undangan berikut ini.

    • Pasal 383 ayat (2) KUHP yang berbunyi, Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan, seorang penjual yang berbuat curang terhadap pembeli:

      1. Karena sengaja menyerahkan barang lain daripada yang ditunjuk untuk dibeli; 2. Mengenai jenis keadaan atau banyaknya barang yang diserahkan, dengan menggunakan tipu muslihat.
    • Pasal 378 KUHP yang berbunyi, Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu; dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakkan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

  4. 4 Analisis Materi

    Secara umum, berdasar hasil yang dipaparkan dalam paper menyatakan bahwa terdapat hubungan erat antara tingkat religiusitas dengan kepuasan hidup, dimana tingkat kepuasan hidup akan mengarah pada minimnya kecenderungan seseorang untuk berperilaku menyimpang. Secara lebih detail dari pembahasan paper tersebut menyebut bahwa terdapat hubungan yang negatif antara peluang seorang yang beragama Islam taat dengan dengan tindakan menyimpang yang bersifat normatif seperti penipuan, pencurian, penyerangan, penyimpangan terkait narkoba dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan bagi seorang penganut Islam yang taat, apabila melakukan perilaku menyimpang maka dapat berisiko kehilangan rasa hormat hingga kehilangan dukungan dari sesama anggota agama. 

    Hasil yang dipaparkan dalam paper sesuai dengan prinsip dan ajaran Islam, karena islam mengajarkan tentang salah satu sifat terpuji yaitu Qanaah. Sebagaimana disebutkan dalam HR Tirmidzi No.2346 yang berisi,

    مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

    "Barangsiapa di antara kalian mendapatkan rasa aman di rumahnya (pada diri, keluarga dan masyarakatnya), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya." 

    Terdapat pula HR. Bukhari dan Muslim yang mengingatkan kita untuk senantiasa merasa cukup yang berbunyi, 

    انظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوق ، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم 

    “Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” 

    Apa itu Qanaah? Qanaah diartikan sebagai sifat yang penuh rasa syukur atas segala hal yang telah didapatkan, sehingga meminimalisir rasa ketidakpuasan akan rejeki yang telah diterima. Keserakahan yang ditimbulkan oleh rasa tidak bersyukur hanya akan menimbulkan banyak mudharat seperti yang dicontohkan dalam film The Inventor yang menceritakan tentang kisah hidup Elizabeth Holmes, seorang milyarder termuda yang tidak menerapkan sifat qanaah dalam hidupnya sehingga melakukan berbagai tindak penipuan dengan tujuan mendapatkan harta sebanyak - banyaknya. Pada akhir film diceritakan bahwa tindakan menyimpang yang dilakukan oleh Elizabeth Holmes mengakibatkan dia kehilangan seluruh harta dan kekayaan yang telah ia perjuangkan sejak awal.

    Padahal sebenarnya Al Quran telah menjelaskan peristiwa tersebut, dimana akhir cerita hidup dari seseorang yang bersifat tamak hanya akan mendapat azab dari Allah SWT dan ia akan digolongkan sebagai orang yang berbuat zalim. Hal ini tertulis jelas dalam QS. An Nahl ayat 113 yang berisi, 

    وَلَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِنْهُمْ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ وَهُمْ ظَالِمُونَ 

    “Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.” 

    Bahkan Allah SWT telah mencontohkan akibat dari orang yang tidak bersyukur sebagaimana difirmankan dalam QS. An Nahl ayat 112 yang berisi, 

    وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آَمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ 

    "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat."

  5. 5 Solusi

    Kecintaan Elizabeth Holmes terhadap obsesinya membuat ia buta akan kemustahilan yang ia ciptakan sehingga ia harus melakukan pembohongan besar serta menimbulkan banyak kerugian terhadap banyak orang termasuk dirinya sendiri. Ada sebuah hadist yang menggambarkan kasus yang Elizabeth Holmes miliki “cintai lah sesuatu itu dengan sewajarnya karena boleh jadi suatu hari ia akan menjadi sesuatu yang engkau benci dan benci lah susatu itu sewajarnya karena bisa jadi sesuatu yang engkau benci itu kelak akan menjadi sesuatu yang engkau cintai”- HR. Tirmidzi. Seharusnya Elizabeth Holmes tidak memaksakan kehendak yang ia miliki melainkan melakukan manajemen ekspektasi dan obsesi yang ia miliki karena besarnya obsesi yang ia miliki ia terpaksa melakukan pembohongan yang sangat besar kepada banyak orang. Pengelolaan ekspektasi dan obsesi ini bertujuan untuk tidak memaksakan kehendak yang ia miliki dan membuat ia tetap membumi.   Pengelolaan ekspektasi dan obsesi ini bertujuan untuk tidak memaksakan kehendak yang ia miliki dan membuat ia tetap membumi. Selain manajemen ekspektasi-obsesi, Elizabeth Holmes seharusnya mendengarkan para konsultan medis yang menilai idenya karena pada dasarnya manusia tidak bisa bekerja sendiri serta harus menjaga hubungan antara sesama manusia Hablum Minannas. Keacuhan yang dilakukan Elizabeth Holmes membuat dirinya kesusahan karena ia membatasi diri atas pendapat orang lain sehingga ia tidak memiliki nilai pembanding akan ide yang ia ciptakan.

  6. 6 Kesimpulan

    Berdasarkan film The Inventor, transaksi bisnis yang dilakukan Elizabeth Holmes tidak sesuai hukum Islam karena menimbulkan banyak kerugian bagi orang lain maupun dirinya sendiri. Dalam kasus ini, perilaku Elizabeth telah menyimpang dari prinsip dan ajaran Islam yaitu dengan melakukan penipuan. Selain itu, keserakahan dan kecintaan berlebihan Elizabeth terhadap kekayaannya yang digambarkan dalam film The Inventor mengakibatkan banyak kerugian dan kesengsaraan. Pada akhir kisah, Elizabeth kehilangan seluruh hartanya dan menanggung hukuman atas perbuatannya.  Hal ini sesuai dengan larangan dan firman Allah SWT dalam Al-Quran.

Referensi

Penulis

  • Alfina Fara D.
  • Fathan Muhammad
  • Ummu Inayah M.
  • Indra Bagus K.
  • Roro Ayu Kusumadevi
  • Wina Pratita

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Indrabagusk

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format