Harga Semen China Pukul Telak Semen Lokal, Ini Siasat Produsen Semen Lokal

Banjirnya produk-produk China ke Indonesia, tak terkecuali semen dengan harga yang sangat miring, memicu terjadinya perang harga semen di Indonesia


0
Keadaan Pasar Semen Domestik

Kegiatan ekonomi di dunia tidak pernah terpisah antara satu Negara dengan Negara lain. Kegiatan utama dalam perdagangan internasional tersebut tentunya adalah aktivitas ekspor dan impor, dewasa ini, batasan-batasan internasional sudah relatif berkurang, sehingga memudahkan kegiatan perdagangan internasional, ditambah dengan adanya free market di dalam pasar global yang menuntut tiap Negara untuk lebih kompetitif dalam menjalankan kegiatan perekonomian mereka. Salah satu kasus yang sudah cukup lama terjadi dalam kegiatan perdagangan internasional adalah perdagangan China dengan Indonesia, China merupakan Negara yang memiliki daya impor yang cukup tinggi terhadap berbagai Negara, salah satunya adalah Indonesia. 

Sudah lama Indonesia dan China menjalin hubungan dagang antar Negara satu sama lain, namun neraca perdagangan kedua Negara tersebut amat sangat tidak seimbang, dimana China mengalami surplus perdagangan dan Indonesia mengalami defisit perdagangan, yang berarti sedikitnya tingkat ekspor barang Indonesia ke China, namun sebaliknya, banyak produk-produk China yang membanjiri pasar yang ada di Indonesia. Hal ini sangatlah berdampak terhadap perekonomian Indonesia.

Salah satu industri yang terdampak dengan berkembangnya produk China di pasar adalah industri semen. Dilansir haluan.co industri semen lokal saat ini mengalami krisis dimana kelebihan pasokan atau penawaran. Sebab terjadinya krisis tersebut diduga karena adanya semen China yang beredar di pasar dengan harga yang lebih murah, hal ini terutama sangat sering ditemukan dalam toko-toko online. Beberapa perusahaan semen China yang gencar-gencarnya memasarkan semen mereka di Indonesia antara lain adalah Conch Cement dengan merek dagang Conch, Jui Shin dengan merek dagang semen Garuda, Semen Hippo, dan lain-lain. Dimana beberapa dari mereka bahkan sampai menggunakan nama lokal untuk semen produk China tersebut.   

Sejak masuk ke pasar Indonesia, perusahaan-perusahaan semen China tersebut sangat ekspansif dalam penetrasi pasar mereka, bahkan sampai pemasaran mereka masuk ke toko-toko online seperti shopee, ditambah dengan harga yang sangat miring, sehingga menyebabkan semen lokal menjadi kelebihan produksi dan pada akhirnya memicu terjadinya perang harga. Hal ini tentunya menjadi pukulan besar untuk perusahaan semen lokal, bahkan veteran sekalipun, seperti Semen Gresik dan Semen Tiga Roda. 

Dilansir dari cnbcindonesia.com, untuk harga semen produk cina, yaitu semen conch untuk ukuran 40 Kg di toko Bukalapak dijual hanya seharga Rp34.300 per sak, dan ukuran 50 Kg dengan harga Rp42.900 per sak oleh pelapak di Jakarta, harga ini belum termasuk ongkos turun barang tapi relatif sangat murah di dalam pasarnya. Sedangkan semen lokal seperti Tiga Roda di pelapak yang sama, untuk ukuran 40 Kg dijual sampai Rp39.800 per sak, bahkan di penjual lainnya yang sama-sama di area Jakarta, menjual sampai Rp48.000 ribu per sak padahal pabriknya dekat dengan Jakarta. Ukuran 50 kg, harganya dijual ada yang sampai Rp54.400 per sak. Sehingga terdapat kurang lebih selisih Rp5 000-6000 semen China dari produk lokal untuk ukuran semen 40 kg, dan rata-rata selisih Rp8 000-12.000 untuk ukuran 50 kg. Selisih ini sendiri sudah menciptakan kesenjangan harga yang cukup tinggi di pasar lokal mengingat kebutuhan dan pembelian jumlah semen yang tidak sedikit.

Sementara permintaan konstruksi dan pembangunan seharusnya masih meningkat. Berdasar Property&Bank, permintaan hunian segmen menengah ke bawah masih meningkat sejalan dengan bertambahnya angka penduduk. Bertambahnya angka penduduk mengindikasikan bahwa kebutuhan untuk tinggal meningkat. Dimana segmen menengah ke bawah diekspektasikan tetap berkembang dan kebal krisis. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar untuk industri semen masih kuat, dikarenakan permintaan pasar masih berkembang. Namun, diperlukan inovasi agar dapat bersaing dan menjadi pilihan konsumen ditengah harga produk impor yang lebih murah.

Ide Inovasi

Perusahaan semen tersebut dapat investasi untuk ekspansi bisnis yang lebih dekat dengan konsumen. Sehingga tidak hanya produk tetapi juga jasa yang dapat membantu persoalan di pasar. Dari segi konsumen, sulit untuk menemukan developer yang kredibel karena kasus developer curang cukup banyak hal ini dapat menjadi peluang bagi developer lokal pemula namun cukup kredibel. Namun, membangun reputasi juga membutuhkan waktu. Dilansir laman OJK, terdapat sejumlah kasus penipuan developer. Oleh karena itu, konsumen perlu berhati-hati dalam memilih developer maupun jasa kontraktor. 

Melihat peluang tersebut, perusahaan semen dapat berinvestasi dengan membuat platform yang mempertemukan antara developer/kontraktor. Hal serupa pernah terjadi pada industri asuransi, dimana terdapat banyak pihak yang merasa dirugikan dengan informasi yang tidak sesuai dengan agen asuransi, kemudian terdapat platform lifepal platform untuk membandingkan asuransi ini dapat berkembang yang kemudian ada platform serupa bernama Qoala. Berkaca pada hal tersebut, platform yang mempertemukan penyedia jasa bangunan yang terpercaya dengan konsumen akhir yang membutuhkan yaitu konsumen yang ingin membangun rumah tinggal/toko/tempat usaha dan lainnya seharusnya memiliki potensi, dimana ketika bertemu melalui platform ini developer akan menggunakan produk semennya sebagai timbal balik. Konsumen yang terbantu untuk memilih jasa akan dikenakan biaya jasa dengan perbandingan 30/70 dari 0.5% transaksi. Berikut ilustrasinya

Dengan demikian, perusahaan manufaktur semen dapat lebih dekat dengan konsumen (developer yang menggunakan semen, maupun konsumen akhir) yang kemungkinan akan memberikan feedback dan dapat menjadi masukan dalam pengembangan bisnis kedepannya. Hal ini juga membantu perusahaan untuk update dengan permintaan dan perkembangan pasar.

> Analisis BEP

Biaya:

Biaya Domain platform web

Estimasi 100.000/bulan (website jasa hosting, niagahoster)

Budget iklan: 40.900.000

Sumberdaya operasional dan maintenance: 10,000,000/bulan

Total Cost: 51.000.000

Estimasi pendapatan 0.5% dari total value project, setiap keberhasilan transaksi melalui platform atau 500.000 setiap project sebesar 100.000.000 yang dibayarkan oleh developer. Atau pendapatan konsultasi berbayar yang dibayarkan oleh konsumen. Maka BEP ketika platform ini berhasil mendapatkan transaksi senilai Rp.1.020.000.000

Dengan modal investasi sebesar 51.000.000 investasi atau pembuatan platform tersebut lebih cocok apabila dimiliki secara individu sebagai permulaan. Perusahaan individu memiliki karakteristik dimana pemilik memiliki tanggung jawab atas keuangan, keuntungan, dan operasi. Dengan asumsi biaya maintenance yang dapat dilakukan oleh penyedia jasa hosting, akan lebih menguntungkan kepada pendapatan suatu perusahaan apabila bisnis tersebut dengan kepemilikan individu dengan harapan dapat sepenuhnya melakukan andil pada platform tersebut, dan memasarkan produk kepada konsumen akhir. Investasi tersebut relatif rasional untuk dilakukan suatu perusahaan yang sudah berjalan. Namun hal tersebut tergantung dengan kondisi keuangan perusahaan terkini, apabila tidak dapat diimplementasikan secara individu, partnership dapat menjadi pilihan alternatif. beberapa perusahaan semen lokal dapat melakukan kerjasama untuk merealisasikan investasi platform tersebut. 

Apabila berkaca pada lifepal dan Qoala, yang menjadi inspirasi untuk membandingkan penyedia jasa satu dan lain, bentuk usaha berupa Perseroan dikarenakan platform lifepal dan Qoala secara organisasi berdiri sendiri. Dimana secara independen tidak membutuhkan distribusi suatu produk. sehingga dalam pendanaan dan perkembangannya membutuhkan dukungan investor dan perusahaan berbentuk Perseroan untuk memudahkan alur pendanaan investor.


Artikel ini telah di cek antiplagiarism via website https://www.duplichecker.com/

Disusun oleh: Kelompok 3-Notorious Businessman:

  • Dhanesworo Arsojotegto Yuwonoputro
  • Fadilla Aulia Rahma

Referensi:

Ferrell, O.C, Hint, G.A & Ferell Linda. 2020. Business Foundations – A Changing World. 10th Edition, New York: McGraw-Hill.

https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/20574

https://ipqi.org/apakah-business-model-itu/

https://www.niagahoster.co.id/pembuatan-website-properti

https://www.cnbcindonesia.com/news/20190715205411-16-85145/semen-china-banting-harga-semen-lokal-merana

https://www.cnbcindonesia.com/news/20190712120238-4-84473/bagai-bumi-langit-semen-china-rp34-ribu-lokal-rp48-ribu

https://www.propertynbank.com/permintaan-tetap-tinggi-hunian-segmen-menengah-bawah-kebal-krisis/

Inspirasinews. https://www.youtube.com/watch?v=TsGXpJDIVLs. diakses 4 Maret 2021

Haluan. https://www.youtube.com/watch?v=FjQ-bod-OT4. diakses 4 Maret 2021


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format