Langkah Industri Tekstil Indonesia Bertahan dari Kuatnya Persaingan Produk Impor China

Industri Tekstil melemah dengan adanya gempuran produk impor china, sehingga upaya terbaik dari semua pihak menjadi strategi utama yang perlu dikembangkan


0

Industri tekstil Indonesia menjadi primadona diantara tahun 1970 sampai dengan 2008. Industri tekstil dan pakaian jadi di Indonesia menjadi salah satu sektor manufaktur yang memiliki pertumbuhan paling tinggi sebesar 15,08 persen pada triwulan III tahun 2019. Industri ini mampu menyerap jumlah tenaga kerja yang besar sehingga diharapkan akan menjadi sektor industri andalan Indonesia di masa depan. Industri tekstil sendiri memiliki arti industri yang bergerak dibidang pengolahan serat lalu dijadikan benang kemudian akan dijadikan sebagai pakaian atau busana lainnya. Utamanya di Indonesia sendiri ada beberapa industri tekstil yang sudah besar seperti PT Iskandar Indah Printing, PT Argo Pantes, PT Ever Shine Textile, PT Eratex Djaja, PT Panasia Indo Resources, dan PT Pan Brothers. Tetapi sejak tahun 2008 mengalami penurunan yang sangat fatal, hal ini dikarenakan terdapat permasalahan dari faktor internal dan eksternal. Secara internal kurang jelasnya regulasi pemerintah dan kurangnya investor yang ingin berinvestasi pada sektor ini. Sedangkan secara eksternal juga terdapat gempuran produk china yang membanjiri pasar domestik di indonesia. Hal ini menyebabkan daya saing yang tidak adil antara pasar domestik dibanding barang impor yang memberikan harga sangat murah dibandingkan produk domestik. Sehingga berdampak parah dan mengakibatkan sebanyak 188 perusahaan tekstil di Jawa Barat bangkrut pada Januari 2018 – September 2019, dengan banyaknya perusahaan yang bangkrut tersebut sejumlah 68.000 lebih pegawai akhirnya terkena PHK.

Sumber : Validnews.id

Berdasarkan informasi yang dimuat pada gambar diatas, menunjukkan bahwa Indonesia sendiri masih mengimpor bahan jadi maupun bahan baku dari China. Sebenarnya Indonesia mampu memproduksi dan membuat bahan baku dan pakaian jadi tersebut, diantaranya seperti kain tenunan dari kapas, benang filamen sintetik, serat stapel sintetik atau viscose rayon serta pakaian dan aksesoris tidak dirajut dengan didukung oleh sumber daya manusia yang mumpuni dan teknologinya, namun karena adanya izin impor di Pusat Logistik Berikat membuat gempuran produk impor dari china tahun 2014 sampai dengan 2018, bahkan sampai sekarang masih dikuasai oleh negara china tersebut. Di satu sisi terdapat juga kebocoran yang ada dalam pengimporan barang yang dilakukan oleh importir nakal yang menyebabkan adanya disparitas (perbedaan) harga yang tinggi antar harga produk luar negeri dan harga produk dalam negeri. Disparitas harga yang tinggi bisa disebabkan oleh banyak hal. Misalnya Supply dan Demand yang tidak seimbang, rantai pasokan yang kurang bagus serta kurang meratanya infrastruktur yang tidak mendukung. Dari sisi lembaga terkait yang ditunjuk untuk mengawasi dan menegakan aturan yang ada demi mengurangi praktik impor ilegal. Perlu kerjasama antara lembaga terkait yaitu pemerintah sebagai pengawas dan pengontrol regulasi. Kemudian perlunya dibentuk badan pengawas yang fokus mengawasi kinerja dari aktivitas Impor di Indonesia. Kurangnya penegakan peraturan ini tercermin dari ditemukannya 5 pejabat yang melakukan praktik kecurangan yaitu memanipulasi data yang diterima oleh pemerintah dengan yang ada di lapangan. Berupa perbedaan jumlah dan jenis tekstil, hal ini menjadi teguran keras untuk pemerintah tepatnya kementerian keuangan sebagai lembaga yang tidak profesional dan merugikan negara. 

Ditemukan pada agustus 2020 terdapat 100 kontainer yang masuk ke jawa barat yang terdiri dari bahan – bahan pembuat tekstil dan 200 kontainer ke jawa tengah yang diimpor oleh mafia yang menyebabkan tidak bersaingnya produk domestik. Di satu sisi karena para mafia ini tidak membayar Bea Masuk (BM) dan Pajak dengan benar sehingga mengakibatkan perbedaaan harga yang sangat signifikan hingga mencapai 50%, ditambah harga yang ditawarkan oleh china sudah diturunkan sehingga harga produk dalam negeri tidak dapat bersaing. Di satu sisi temuan yang kami rasakan langsung dengan miringnya harga jual barang tekstil seperti (baju, celana, mukena, dll). Dari sisi konsumen diuntungkan dari pembelian harga yang lebih murah, namun hal ini tidak berlaku dari sisi produsen sebab dengan penjualan harga produk murah tidak dapat mengembalikan biaya produksinya.

 

Sumber : dialysocial.id

Dari permasalahan mengenai gempuran produk china yang masuk di Indonesia, terdapat solusi model bisnis yang bisa dilakukan pada industri tekstil Indonesia, utamanya pada industri menengah kebawah agar dapat bersaing di pasaran dengan produk china tersebut yaitu dengan menggunakan Business Model Canvas (BMC). Dalam BMC terdapat beberapa elemen penting yang perlu diperhatikan dan bisa dijadikan sebagai acuan dalam mengatasi permasalahan yang ada oleh industri tekstil menengah kebawah ini, diantaranya sebagai berikut:

1.   Value Propositions ialah suatu pandangan secara keseluruhan mengenai produk dan jasa, suatu keunikan berupa nilai atau manfaat, yang ditawarkan oleh perusahaan kepada pelanggan berupa kumpulan produk barang/jasa perusahaan, yang bernilai bagi pelanggan dan menjadi penentu mengapa produk/jasa tersebut dipilih oleh pelanggan. 

2.   Channels menjelaskan bagaimana perusahaan berkomunikasi dan menjangkau pelanggannya, untuk memberikan value propositions perusahaan (Osterwalder dan Pigneur, 2010).

3. Customer Relationship ialah suatu hubungan yang menjelaskan tipe-tipe hubungan relasi yang dibentuk dan ditetapkan oleh perusahaan, antara perusahaan dengan segmen-segmen.

4. Revenue Streams ialah semua pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan, yang biasanya diukur dalam bentuk uang, sebagai hasil dari Value Proposition yang sukses diberikan kepada pelanggan.

5. Key Resources ialah sumber daya penting yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menjalankan model bisnis perusahaan, yaitu untuk menjalankan key activities untuk menawarkan value proposition, menjangkau pasar, menjaga hubungan dengan customer segments, dan menghasilkan pendapatan.

6. Key Activities ialah perusahaan yang meliputi produksi barang/jasa, distribusi produk kepada pelanggannya, menjalin hubungan baik dengan pelanggan, serta mengelola pendapatan dari hasil  penjualan produk/jasa. 

7.  Key Partnership ialah hubungan kerjasama yang dijalin antara dua perusahaan atau lebih, di antara pemasok dan mitra kerja, yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menciptakan nilai dan kepuasan bagi pelanggannya.

8. Cost Structures ialah semua biaya yang muncul dalam rangka untuk mengoperasikan model bisnis perusahaan.

9. Customer Segments ialah pihak-pihak, baik individu maupun organisasi, yang ingin dicapai dan dilayani oleh perusahaan dengan menawarkan nilai atau produk barang/jasa perusahaan, yang akan berkontribusi dalam memberikan sumber pemasukan bagi perusahaan.

BUSINESS MODEL CANVAS FOR (Industri Tekstil & Pakaian Jadi Untuk Usaha Mikro)

Key Partner

Key Activities

Value Proposition

Customer Relationship

Customer Segment

  • Pemerintah

  • Perbankan

  • Asosiasi Pertekstilan Indonesia

  • Perusahaan Besar di bidang tekstil (PT Sri Rejeki Isman Tbk, PT Pan Brothers Tbk, PT Textile Industries Tbk, dll)

  • Lembaga pendidikan 

  • Memproduksi benang menjadi setengah jadi

  • Memproduksi kain menjadi pakaian jadi

  • Melakukan pemasaran produk

  • Harga produk yang ditawarkan terjangkau di semua kalangan

  • Kualitas produk lebih bagus dari produk impor

  • Produk selalu mengikuti trend fashion

  • Menjual secara grosir maupun satuan 

  • Produk yang dijual beragam dan memiliki identitas 

  • Bekerja sama dengan desainer Top Indonesia dalam mendesain barang yang diproduksi

  • Membuat social Movement #BanggaProdukIndonesia agar kostumer merasa ikut membantu UMKM di sekitarnya

  • Mengajak Tokoh terkenal untuk menjadi Brand Ambassador agar mudah dikenali semua orang (Raffi Ahmad dan Nagita Slavina)

  • Mengelola dengan baik Platform yang ada dengan mengadakan giveaway,kuis – kuis agar meningkatkan trust masyarakat kepada produk kita

  • Seluruh Kelas Masyarakat Indonesia

Key Resources

Channel

Tangible:

  • Gedung/Pabrik

  • SDM

  • Peralatan mesin

  • Transportasi

Intangible:

  • Pendidikan

  • Pengalaman

  • Social Media

  • Kerjasama dengan influencer, artis masa kini

  • Membuat aplikasi khusus dan Web yang mengenalkan produk tersebut

Cost Structure

Revenue Streams

  • Biaya bahan baku

  • Biaya tenaga kerja

  • Biaya pembayaran pajak

  • Biaya perawatan peralatan mesin

  • Biaya pemasaran produk

  • Biaya distribusi produk 

  • Penjualan produk (bahan setengah jadi dan pakaian jadi)

  • Bantuan dari pemerintah 

  • Pemberian kredit dari Bank

Sesuai dengan konsep model bisnis yang telah dipaparkan di atas, bentuk badan usaha yang sekiranya cocok diterapkan yaitu Sharing Economy dimana bisa dilakukan dengan mengajak seluruh masyarakat khususnya ibu-ibu yang memiliki jiwa wirausaha yang tinggi untuk dapat memasarkan produk tersebut. Dengan sistem mitra yang terstruktur dapat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Untuk memenuhi kebutuhan permintaan masyarakat diperlukan produksi yang sama banyaknya juga agar sebagai keseimbangan pasar dengan produk impor. Maka perlu membuat merger utamanya pada perusahaan-perusahaan mikro agar produk yang dihasilkan dari sisi kuantitas lebih banyak dan dari sisi biaya produk juga lebih kecil, namun cara penjualan tetap menggunakan konsep sharing economy. 

Best Practices

Dalam menghadapi gempuran produk china utamanya tekstil, ada salah satu perusahaan yaitu PT Trisula Textile Industries Tbk dengan merk Bellini (merk tekstil berbahan polyester) yang menerapkan strategi agar usahanya dapat bersaing dengan produk dari china tersebut, dengan cara membangun konsep butik dan produk yang dijual memiliki keunikan tersendiri, selain itu PT Trisula Textile Industries Tbk dipercaya untuk memproduksi baju seragam perusahaan BNI, Pertamina, Air Asia. PT Trisula Textile Industri memiliki sertifikat Quality Management System 9001:2015, Environmental Management System 14001 : 2015, Risk Management ISO 31000 : 2018, dan Enterprise Resource Planning SAP. 

Artikel ini telah di cek antiplagiarism via website https://www.duplichecker.com/ 

Nama Anggota  The Dream Team:

  1. Tubagus Dhiya’uddin Achmad
  2. Bella Aprilia Saputri

Sumber Referensi :

Ferrell, O.C, Hint, G.A & Ferell Linda. 2020. Business Foundations – A Changing World. 12th Edition, New York: McGraw-Hill.

https://www.alinea.id/bisnis/importasi-ilegal-tekstil-sebabkan-kerugian-negara-b2cwu90ej

https://industri.kontan.co.id/news/merevitalisasi-industri-tekstil-indonesia-yang-tertekan-produk-impor-china?page=1

https://www.merdeka.com/uang/pemerintah-beberkan-penyebab-impor-produk-tekstil-china-banjiri-indonesia.html

https://kemenperin.go.id/artikel/21191/Industri-Tekstil-dan-Pakaian-Tumbuh-Paling-Tinggi

https://www.infoteknikindustri.com/2021/01/apa-itu-industri-tekstil.html#:~:text=Jadi%20industri%20tekstil%20merupakan%20industri,di%20Indonesia%20maupun%20di%20dunia.

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5068386/begini-cara-kemenkeu-bongkar-korupsi-impor-tekstil-di-batam 

https://dailysocial.id/post/tutorial-business-model-canvas-startup 

Osterwalder, A. & Pigneur, Y. (2010). Business model generation: A handbook for visionaries, game changers, and challengers. New Jersey: John Wiley & Sons.

Niken Indriany & Ratih Indriyani .(2017) ANALISIS PENGEMBANGAN BISNIS DENGAN PENDEKATAN BUSINESS MODEL CANVAS PADA UD. MOGA JAYA SURABAYA  : AGORA Vol. 5, No. 1, (2017), Retrieved from 57392-ID-analisis-pengembangan-bisnis-dengan-pend.pdf (neliti.com)

https://www.validnews.id/Infografis-Penjualan-Tekstil-Indonesia—China—Dunia-kN

https://www.inews.id/finance/bisnis/digempur-produk-china-188-perusahaan-tekstil-bangkrut-dalam-2-tahun-terakhir

https://www.beritasatu.com/ekonomi/220953/strategi-bellini-menghadapi-gempuran-tekstil-murah-dari-tiongkok

Hong, Y. C. & Fauvel, C. (2013). Criticisms, variation and experiences with business model canvas. International Journal of Small Business and Entrepreneurship Research, 1(4), 18-29.  

Retrieved fromhttp://www.eajournals.org/journals/internationaljournal-of-small-business-and-entrepreneurshipresearch-ijsber/vol-1-issue-4-december2013/criticisms-variations-experiences-business-modelcanvas-3/ 

https://www.youtube.com/watch?v=WD-HOl5jaCs&ab_channel=BossmanMardigu

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fm.medcom.id%2Fekonomi%2Fbisnis%2FVNnXr5Ak-suara-hati-pengusaha-tekstil-minta-perbankan-utamakan-debitur&psig=AOvVaw3SjEOhB394GoxuhrwAobz0&ust=1614915167782000&source=images&cd=vfe&ved=0CAQQtaYDahcKEwjIvsHJ2pXvAhUAAAAAHQAAAAAQEQ (Gambar Thumbnail)


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
TheDreamTeam

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format