Managing Service and Manufacturing Operations

Proses kreasi produk; barang, jasa, atau ide oleh perusahaan untuk pelanggan


0

Sifat Dasar Manajemen Operasional

Manajemen Operasional merupakan pengelolaan sumberdaya yang terbatas menjadi suatu produk secara efektif dan efisien. Pada sejarahnya, manajemen operasional disebut dengan manajemen produksi pada perusahaan manufaktur untuk mengelola bahan baku menjadi produk hasil manufaktur. Perusahaan manufaktur menghasilkan barang tangible  sementara jasa menghasilkan output intangible, sehingga saat ini dilakukan penyesuaian menjadi manajemen operasional. Dalam suatu entitas bisnis, pengelolaan operasi yang efektif dan efisien sangat penting untuk menghasilkan output yang dapat memberi kepuasan konsumen  sehingga dapat bertahan lama untuk bersaing dalam industri, sementara pengelolaan operasi yang tidak efektif akan menyebabkan kebangkrutan.

Manajemen operasional pada perusahaan jasa

Untuk perusahaan manufaktur, input yang dimaksud adalah bahan untuk memproduksi produk yang umumnya berupa aset tangible, sementara untuk perusahaan jasa input dan output akan intangible. Sebagai contoh dalam maskapai penerbangan, Input yang dimaksud adalah sumber daya manusia, customer service, dan output yang dimaksud adalah kepuasan customer  dan ingin membeli atau menggunakan jasanya kembali.

Setidaknya terdapat beberapa perbedaan dari elemen manajemen operasional perusahaan jasa dibandingkan perusahaan manufaktur, antara lain:


Perusahaan Manufaktur

Perusahaan Jasa

Sifat dasar dan konsumsi dari output

Memproduksi tangible product

Intangible product

Keseragaman Input

Input seragam, untuk membuat produk manufaktur, umumnya input atau bahan baku yang dibutuhkan sudah jelas.

Input atau permintaan pasar dapat bergam (customized) seperti contohnya jasa hair styling  yang disesuaikan dengan permintaan konsumen (customized), tidak dapat disamakan antara permintaan satu konsumen dan lainnya.

Keseragaman Output

Output seragam, mudah untuk menyeragamkan output

Output relatif beragam, karena jasa mengikuti permintaan konsumen. Seperti contoh pramugari, output atau service yang diberikan kepada customer satu dan lainnya akan berbeda. Selain itu, output dalam waktu yang berbeda kemungkinan akan berbeda juga. 

Tenaga Kerja

Perusahaan manufaktur umumnya membutuhkan tenaga kerja berbentuk aset tetap seperti mesin, sehingga tenaga kerja umumnya lebih efisien dan terbata

Tenaga kerja yang dibutuhkan umumnya lebih banyak dikarenakan harus berinteraksi langsung dengan konsumen

Pengukuran Produktivitas

Mudah untuk mengukur produktivitas dikarenakan output seragam, dan tangible

Sulit untuk mengukur produktivitas jasa karena tingkat kesulitan pekerjaan satu konsumen dan lainnya dapat berbeda, kepuasan konsumen pun dapat subjektif.

Saat ini, banyak perusahaan yang tidak hanya berfokus pada manufaktur tetapi juga service kepada konsumen. Sebagai contoh, Samsung yang merupakan perusahaan manufaktur memproduksi ponsel namun juga memberikan garansi kemudahan service center di berbagai lokasi, sehingga selain memproduksi ponsel juga harus memperimbangkan manajemen operasional service center untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen.


Perencanaan dan Desain Sistem Operasional

Sebelum perusahaan memproduksi suatu output, umumnya perusahaan akan merencanakan  produk apa yang akan dibuat dan bagaimana membuat tersebut serta apa saja yang dibutuhkan dalam merealisasikan produk tersebut. Produk yang akan dibuat tersebut merupakan hasil penyesuaian dengan permintaan pasar. 

>Perencanaan Produk

Sebelum membuat suatu produk, penting untuk menentukan apa yang konsumen mau dan butuhkan. Perusahaan cenderung akan melakukan riset pasar terlebih dahulu sebelum menentukan produk apa yang akan ditawarkan. Selain menentukan produk, umumnya riset market juga menentukan harga yang nantinya akan ditawarkan kepada pasar, sehingga dapat memperkirakan manajemen operasi nantinya.

> Desain Proses Operasional

Setelah menentukan produk apa yang ingin diproduksi, maka perlu untuk mempertimbangkan perancangan/desain proses produksi produk tersebut. Umumnya suatu produk diproduksi dengan 3 jenis proses; standardization, modular design, or customization.

1. Standardization; proses dimana semua produk telah memiliki standar dan parameter dalam melakukan produksi. Proses standard tidak hanya mempertimbangkan apa yang konsumen mau namun juga menentukan untuk biaya dalam membuat produk tersebut masih tetap di bawah dari customize dari konsumen. Dengan adanya standar suatu produk, dapat mempercepat produksi, quality control, dan juga mengurangi biaya operasi.

2. Modular design ; dimana desain proses produksi per item atau unit terkecil (secara modular) secara masa, namun juga dapat dikombinasikan dirakit dan diubah disesuaikan keinginan konsumen. Sebagai contoh, Container Store seperti IKEA menggunakan modular design  sebagai solusi dimana konsumen dapat memadupadankan komponen yang diproduksi untuk memenuhi own-customized-design.

3. Customization; membuat produk untuk memenuhi keinginan dan/atau kebutuhan konsumen. Sebagai contoh, perusahaan sepeda yang memproduksi jenis sepeda atau unit sepeda sesuai permintaan konsumen untuk keperluan acara suatu organisasi (konsumen). Sehingga perusahaan sepeda memproduksi sesuai permintaan konsumen.

> Perencanaan Kapasitas

Menentukan jumlah maksimal yang dapat diproduksi. Kapasitas yang dimaksud merupakan pertimbangan dari kapasitas pekerja, kapasitas mesin, kapasitas penyimpanan, persediaan bahan baku untuk produksi, dan seluruh elemen yang mempengaruhi output produksi. Hal ini berkaitan dengan estimasi permintaan, kemudian menentukan kapasitas produksi yang sesuai dengan perkiraan permintaan di pasar (forecast demand).

> Perencanaan Fasilitas (Lokasi, Teknologi)

Lokasi; menentukan lokasi produksi perlu dipertimbangkan apakah lokasi yang dekat dengan konsumen atau bahan baku produksi sementara

Teknologi; menentukan teknologi apa yang dibutuhkan dalam melakukan produksi. Apakah perlu mengadopsi teknologi terbaru untuk dapat melakukan proses transformasi berjalan efisien.

Blockchain adalah penyimpanan data transaksi yang aman dan dapat diakses melalui gawai yang berbeda, sehingga memberikan rasa aman dalam melakukan transaksi. Sebagai contoh Coda Coffee Company menyediakan QR scan code sehingga konsumen atau calon konsumen dapat mengakses informasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan kopi yang konsumen mau dan juga melakukan transaksi dan melakukan pengecekan dalam histori transaksi. 

Keberlanjutan dan Manufaktur

Proses produksi manufaktur umumnya memberikan dampak negatif kepada lingkungan. Green movement akan memberikan reputasi yang baik bagi perusahaan yang mengimplementasikan.


Mengelola Rantai Pasokan

Fungsi utama operasional adalah pengelolaan rantai pasokan. Manajemen rantai pasokan merujuk pada menghubungkan dan menyatukan seluruh bagian dari sistem distribusi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Kegiatan utama dalam pengelolaan rantai pasokan meliputi memperoleh dan mengelola bahan baku dan komponen, kemudian mengolahnya menjadi produk jadi, dikemas dan kemudian didistribusikan kepada konsumen.

Rantai pasokan menyatukan pihak-pihak seperti supplier bahan baku, perusahaan manufaktur, retailer, dan pada akhirnya konsumen menjadi satu arus informasi dan produk. Pada proses mengolah bahan baku menjadi barang jadi terdapat beberapa proses yang penting, yaitu pembelian, pengelolaan persediaan, outsourcing, dan penjadwalan.    

1. Pembelian

Pembelian adalah kegiatan membeli bahan baku yang diperlukan oleh perusahaan. Pada umumnya perusahaan berupaya untuk mendapatkan bahan baku pada jumlah yang dibutuhkan dengan biaya seminimum mungkin.

2. Pengelolaan Persediaan

Setelah seluruh bahan yang dibutuhkan diperoleh, maka harus dikelola dengan baik, beberapa harus disimpan sampai tiba waktunya dibutuhkan. Persedian adalah seluruh bahan baku, komponen, produk yang utuh atau setengah jadi dan perlengkapan peralatan yang digunakan oleh perusahaan. Untuk mengelola persedian tentunya dibutuhkan kontrol persediaan, yaitu proses penentuan berapa banyak pasokan dan barang yang dibutuhkan dan dijaga kuantitasnya, lokasi tiap item dan penanggung jawabnya.

Manajer persediaan perlu menentukan tingkat persediaan yang sesuai untuk tiap item, yang tentunya dipengaruhi oleh berbagai variabel. Seperti tingkat penggunaan item, biaya untuk perbaikan item di persediaan, biaya pemeliharaan yang akan datang, dan lain-lain. Untuk itu, terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk menentukan berapa unit yang harus diproduksi dalam waktu tertentu dan kapan pembelian persedian harus dilakukan, yaitu:

2.a.  Economic Order Quantity Model

EOQ adalah model yang menunjukan jumlah optimal barang yang perlu diproduksi guna meminimalisir biaya pengelolaan (pemesanan, penyimpanan, penggunaan) bahan

2.b.  Just-in-Time Inventory Management

JIT adalah metode penggunaan kuantitas bahan yang minimum yang tiba β€œjust-in-time” atau tepat waktu untuk digunakan dalam proses pengolahan bahan sehingga membutuhkan ruang persediaan yang sedikit dan meminimalisir biaya persediaan yang lain.

2.c.  Material Requirement Planning

MRP adalah sistem perencanaan yang menjadwalkan kuantitas yang tepat akan bahan yang dibutuhkan untuk membuat produk. Poin penting dalam pengelolaan MRP adalah penjadwalan produksi yang tepat, bill bahan baku dan pengelompokan persediaan.

3. Outsourcing

Outsourcing mengacu pada kontrak produksi ke perusahaan independen lain diluar perusahaan pengelola itu sendiri, seringkali di luar negeri (berkat globalisasi). Banyak perusahaan memilih untuk melakukan outsourcing dikarenakan tersedianya perusahaan yang dapat menyediakan produk ini dengan lebih efisien, dengan biaya lebih rendah, dan dengan kepuasan pelanggan yang lebih besar. Outsourcing pernah digunakan sebagai taktik untuk memangkas biaya, namun kini lebih dikaitkan pada perkembangan keunggulan kompetitif berkat kualitas produk yang meningkat, peningkatan waktu produk untuk sampai ke konsumen dan keseluruhan efisiensi rantai pasokan. Namun outsourcing juga dapat menyebabkan pro-kontra sebab dapat menyebabkan perusahaan menggunakan pekerja lain di luar negeri yang lebih low-cost dibanding pekerja lokal.

4. Penjadwalan

Setelah seluruh bahan diperoleh dan siap diproses maka kemudian routing harus ditentukan, yaitu urutan operasi yang harus dilalui bahan untuk menjadi produk, baru kemudian setelah itu perusahaan dapat menjadwalkan proses kerja yang sebenarnya. Penjadwalan atau scheduling merujuk pada pengerjaan tugas yang diperlukan pada suatu departemen, mesin tertentu, pekerja, atau tim.

Banyak pendekatan untuk penjadwalan yang sudah dikembangkan, salah satu metode yang sering digunakan adalah diagram PERT (Program Evaluation and Review Technique) meliputi identifikasi aktivitas utama yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek, mengurutkannya dalam suatu jalur dan menentukan jalur yang utama  dan estimasi waktu untuk tiap jalur.

Contoh Diagram PERT  


Manajemen Kualitas

Kualitas, seperti biaya dan efisiensi, adalah elemen penting dari manajemen operasional, sebab produk yang buruk atau cacat dapat dengan mudah menghancurkan perusahaan. Kualitas mencerminkan tingkatan barang atau jasa dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen. Menentukan kualitas tidaklah mudah, karena tergantung pada persepsi konsumen tentang seberapa bagus suatu produk, apakah sesuai atau melebihi ekspektasi. Mengukur kualitas khususnya sulit dilakukan pada produk yang berupa jasa, perusahaan harus benar-benar menentukan karakteristik kualitas apa saja yang penting.

Quality control mengacu pada proses yang digunakan perusahaan untuk menjaga standar kualitas yang sudah mereka tetapkan. Kualitas telah menjadi perhatian utama berbagai perusahaan dan organisasi, terutama pada ketatnya persaingan internasional yang ada dan meningkatkan permintaan konsumen. Untuk mencapai keunggulan kompetitif, banyak perusahaan menggunakan pendekatan total quality management (TQM)

Total quality management (TQM) merujuk pada paham yang menyatukan komitmen terhadap kualitas pada seluruh bagian organisasi yang akan menyesuaikan pandangan kualitas pada konsumen. Hal ini meliputi usaha peningkatan kepuasan konsumen, peningkatan partisipasi karyawan, membentuk dan menguatkan kerjasama supplier dan menyediakan budaya organisasi tentang peningkatan kualitas yang berkelanjutan. TQM memerlukan peningkatkan yang konstan dan signifikan pada seluruh area perusahaan.

Salah satu cara utama dari proses perbaikan berkelanjutan adalah benchmarking, mengukur dan mengevaluasi kualitas barang, layanan, atau proses organisasi dibandingkan dengan kualitas yang dihasilkan oleh perusahaan berkinerja terbaik di industri yang sama. Benchmarking memungkinkan organisasi mengetahui posisi kompetitifnya dalam industrinya, sehingga memberikan tujuan yang ingin dicapai dari waktu ke waktu.

Salah satu metode yang digunakan banyak perusahaan untuk meningkatkan kualitas adalah pengendalian proses statistic, yaitu suatu sistem di mana manajemen mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang proses produksi untuk menunjukkan masalah kualitas dalam sistem produksi.

International Organization for Standardization (ISO)

Terlepas apakah perusahaan memiliki program TQM sebagai quality control produk mereka, perlu diketahui apa standar kualitas yang diinginkan, kemudian dinilai apakah produk tersebut memenuhi standar tersebut. Spesifikasi produk dan standar kualitas harus ditetapkan oleh perusahaan agar dapat menghasilkan produk yang dapat bersaing di pasar.

International Organization for Standardization (ISO) telah menetapkan beberapa standar manajemen kualitas, seperti ISO 9000 dan ISO 14000. ISO 9000 adalah serangkaian standar jaminan kualitas yang dirancang oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) untuk memastikan kualitas produk yang konsisten dalam berbagai macam kondisi, seperti sertifikat bisnis yang terjaga, pelatihan pekerja, tes produk, perbaikan produk cacat, dan lain-lain. Untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9000 seorang auditor independen harus memastikan bahwa pabrik, laboratorium, dan kantor suatu usaha memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh organisasi internasional untuk standardisasi. Sedangkan ISO 14000 adalah standar lingkungan komprehensif yang mendorong perusahaan untuk menjalankan bisnis dengan cara yang lebih bersih, lebih aman, dan tidak boros; ISO 14000 menyediakan seperangkat standar yang seragam secara global.

>Inspeksi

Inspeksi menunjukan apakah suatu produk memenuhi standar kualitas. Perusahaan pada umumnya melakukan inspeksi pada bahan yang dibeli, produk dalam pengerjaan dan produk akhir.

>Sampling

Hal yang dipertanyakan saat inspeksi adalah berapa banyak produk yang harus diperiksa, sebagian atau keseluruhan, sebab hal ini tentunya mempengaruhi biaya inspeksi. Beberapa prosedur inspeksi memerlukan biaya yang cukup mahal, sehingga pada umumnya hanya beberapa produk yang dites, inilah yang disebut sampling. Apabila sampel tersebut lulus inspeksi, maka dapat diperkirakan seluruh item yang merupakan tempat sampel diambil juga lulus inspeksi.

Integrasi Operasional & Manajemen Rantai Pasokan

Mengelola operasi dan rantai pasokan dapat menjadi kompleks dan menantang karena jumlah organisasi independen yang harus melaksanakan tanggung jawab mereka dalam menciptakan kualitas produk. Mengelola rantai pasokan membutuhkan kewaspadaan yang konstan dan kemampuan untuk membuat perubahan taktis yang cepat. Mengelola berbagai mitra yang terlibat dalam rantai pasokan dan operasi sangat penting karena banyak stakeholder yang meminta pertanggungjawaban perusahaan atas tindakan yang tepat terkait dengan kualitas produk. Hal ini mengharuskan perusahaan melakukan pengawasan terhadap semua pemasok yang terlibat dalam kegiatan produksi suatu produk. Mendorong pemasok untuk melaporkan masalah membutuhkan sistem komunikasi yang baik untuk mendapatkan umpan balik. Idealnya, pemasok akan melaporkan potensi masalah sebelum mereka mencapai tingkat rantai pasokan berikutnya, untuk mengurangi kerusakan pada produk.


Artikel ini disusun oleh: Kelompok 3 (Notorious Businessman)

  • Dhanesworo Arsojotegto Yuwonoputro
  • Fadilla Aulia Rahma


Reference:

Ferrell, O. C., Hirt, G. A., & Ferrell, L. (2020). Business: A Changing World. Twelfth Edition. New York: McGraw-Hill Education


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

24 Comments

  1. Terima kasih untuk ilmu yang sudah diberikan oleh kelompok notorious, jadi saya ada pertanyaan yaitu, Hambatan apa saja yang sering ditemukan pada manajemen rantai pasokan dan cara mengatasinya? Terima kasih
    -Jisnu Mahan

  2. Terimakasih untuk kelompok Notorious Businessman atas materinya yang telah diberikan. Sangat mudah dipahami dan menarik untuk dipelajari. Pertanyaan saya sederhana saja, dalam industri manufaktur tentu berimplikasi buruk pada lingkungan seperti adanya limbah, dll. Bagaiamana perusahaan manufaktur memanagemen hal tsb. dan apakah ada tindak lanjut dari pemerintah, semisal perusahaan manufaktur membuang langsung limbahnya ke lingkungan?
    Bima Indra Permana- Rock Star Squad

  3. Terima kasih atas materi yang sudah disampaikan, sangat menarik dan mudah dipahami. Saya ada sedikit pertanyaan mengenai perencanaan dan desain sistem operasi, apabila dilihat dari sektor peternakan besar, yang dimana produk yang dihasilkan berupa makhluk hidup (ternak potong, susu), apakah tetap ada tahapan seperti standardization, modular design dll ? karena produk yang dihasilkan pasti tidak akan selalu sama, misal dalam bobot pada ternak atau jumlah susu yang dihasilkan, pasti ada perbedaan Kg dan liter nya. Bagaimana menurut kalian ?
    Terima Kasih
    – Muhammad Jodi A. F

  4. Terima kasih untuk materi yang dipaparkan, sangat mudah dipelajari. saya mau bertanya sedikit, untuk melakukan pemasaran kembali dan untuk bangkit antara perusahaan manufaktur dan jasa, manakah yang lebih mudah terkait pandemi yang sedang melanda berbagai sektor ekonomi di dunia ini?
    Terima kasih, Muh Rafa Subh – All Bosses Club

  5. Terimakasih mbak Fadilla dan mas Dhanes untuk penjelasan materi yang singkat, padat, dan mudah dimengerti. Izin bertanya terkait supply chain management. Di bulan Maret tahun 2011, Produksi iPad 2 sempat terkendala karena adanya Gempa Bumi 8.9 SR dan Tsunami di Jepang. Padahal setidaknya terdapat 5 komponen utama yang disupply oleh perusahaan Jepang. Hal-hal seperti bencana alam merupakan force majeure yang tidak bisa diprediksi dalam supply chain management. Menurut kelompok 3, sebagai seorang CEO/ Manager Operasional, apa langkah yang sebaiknya dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga, yang nantinya dapat menghambat lini produksi? Sekian dan Terimakasih. Salam, Veronica Swasti

  6. Terima kasih Notorious Businessman atas pembahasan yang sederhana dari materi yang kompleks ini. Sedikit bertanya, mungkin akan lebih mudah bila perusahaan manufaktur yang outputnya seragam dalam melakukan quality control, namun bagaimana perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa melakukan quality control yang pada outputnya cenderung beragam dan kebanyakan berdasar pada request konsumen? apakah ada indikator khusus terkait quality control dalam bidang Jasa?
    Fachrizal Anshori Budimansyah-Profit Storm

  7. Terimakasih atas penjelsanya yang sangat mudah untuk dipahami. Saya ingin bertanya, pada masa pandemi ini perusahaan harus beradaptasi. Dalam sistem operasional perusahaan bagian manakah yang banyak berubah dan harus diperbarui? Perusahaan apa contohnya?
    Terima Kasih
    -Selma Ferena-

  8. Terima Kasih untuk Notorious Businessman atas penjelasan yang sangat baik dan menarik. Dijelaskan bahwa kualitas adalah elemen penting dari manajemen operasional, sebab produk yang buruk atau cacat dapat dengan mudah menghancurkan perusahaan sehingga dibutuhkan adanya quality control. Jika di perusahaan sudah ada quality control, kira-kira apa yang menyebabkan penurunan kualitas dapat tetap terjadi? Apakah ada faktor lain yang tidak dapat dikontrol? Terima Kasih
    -Bellatrix Kezia

  9. Terimakasih banyak kelompok Notorious Businessman atas pemaparan materinya yang sangat bagus dan menarikk. Ada pertanyaan yang ingin saya tanyakan, terkait dengan kualitas suatu produk. Jika suatu produk sudah diproduksi dan dipasarkan di masyarakat sesuai dengan kualitas yang perusahaan harapkan dan sudah melalui quality control perusahaan juga. Untuk selanjutnya, apakah ada teknis penilaian yang dapat menyesuaikan harapan kualitas produk yang dihasilkan dari perusahaan, dengan ekspektasi yang diharapkan oleh konsumen? Karena takutnya produk yang kualitasnya sudah sesuai harapan perusahaan, tidak bisa sejalan dengan kualitas yang konsumen ekspektasikan sebelumnya. Terimakasih banyak mas Dhanes dan mba Fadilla atas pemaparannya. Semangat dan sukses untuk presentasinya minggu depan! Terimakasih
    – Deasy Rike Rahmawati (Money Magnet)

  10. sangat menarik dan saya bisa memahami apa itu Manajemen Operasi dan SCM. yang saya ingin tanyakan di indonesia terdapat Badan Standarisasi nasional dan menghasilkan SNI. sekiranya bagaimana Implikasi dari SNI itu sendiri? apakah SNI sama dengan ISO atau bagaimana?
    terimakasih
    Tubagus D. Achmad

  11. Terima kasih atas paparan materi yang sangat bermanfaat, disini saya mau menanyakan Bagaimana cara pengelolahan Management Operasional Perusahaan sejak Covid 19 masuk ke ndonesia sampai sekarang agar tetap survive dalam menghadapi kondisi seperti ini

  12. Terimakasih kelompok notorious businessman atas pemaparan materinya sangat menarik dan mudah dipahami. Mungkin saya sedikit bertanya mengenai strategi yang dilakukan beberapa perusahaan, seperti perusahaan yang memproduksi makanan ringan/kemasaran yang mana sering mengurangi ukuran dari produk yang mereka hasilkan tersebut. Terkait hal tersebut, apakah termasuk dapat mengurangi kualitas produk yang dijual dan mungkin apa alasan perusahaan dapat melakukan hal itu?

    Terimakasih.
    Bella Aprilia S

  13. Termakasih atas ilmunya mas Dhanes dan mba Fadilla, saya ingin bertanya. Pada saat awal Pandemi Covid 19 kan banyak negara menerapkan lockdown. kemudian di akhir 2020 lockdwon mulai diangkat namun terjadi masalah di bidang rantai pasok yakni terjadi kelangkaan kontainer. langkanya kontainer kan otomatis manufaktur sulit memasok produknya dan harga sewa kontainer jadi mahal. kenapa ya kok bisa terjadi kelangkaan kontainer?
    – Ramadhian Ekaputra

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format