Serbuan Impor dari China, Sektor Pertanian Tak Boleh Kalah

Sektor pertanian, khususnya di Indonesia tidak luput terkena dampak dari impor produk negara lain.


0

Negara-negara melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Impor suatu produk dapat dilakukan dari berbagai sektor seperti sektor manufaktur, konstruksi, pertanian, infrastruktur, kesehatan, tekstil, e-commerce, dan otomotif. Sektor pertanian, khususnya di Indonesia tidak luput terkena dampak dari impor produk negara lain. Tiga negara pengimpor terbesar ke Indonesia yaitu China, Jepang, dan Thailand (Azzura, 2019). Walaupun Indonesia merupakan negara yang agraris dan kaya akan sumber daya alam serta melimpahnya sumber daya manusia, namun kekayaan tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik sehingga banyak yang memilih untuk melakukan impor barang dari negara lain, tidak terkecuali pada sektor pertanian. Presiden Jokowi mengungkapkan keheranannya terhadap industri dalam negeri yang justru lebih suka melakukan impor barang padahal industri kecil pun mampu memproduksi bahan pokok yang berkualitas dan tidak kalah dari negara lain (Hanifah, 2019).

Seperti salah satu contoh dalam sektor pertanian, Bawang Putih Temanggung merupakan penghasil bawang putih terbesar di Jawa Tengah. Daerah Temanggung sendiri telah memproduksi benih lokal dari daerahnya hingga kini tercatat 350 Ton bahkan ketersediaan nya diperkirakan mencapai lebih dari 13 ton. Setiap bulannya, banyak permintaan akan bawang putih tersebar bukan hanya di wilayah sekitar saja namun bisa sampai ke luar Pulau Jawa. Produsen bawang putih di Indonesia sudah banyak, namun produksi masih belum mencukupi keseluruhan kebutuhan masyarakat. Biaya produksi yang dihabiskan dalam negeri lebih mahal dibandingkan dengan melakukan impor (Setiawan, 2020). Bawang putih yang diimpor dari China digemari masyarakat karena ukurannya yang besar yang diperoleh dari bibit unggul (Asikin, 2019). Inilah alasan pemerintah untuk melakukan impor bawang putih. 

Sumber: Katadata (2018)

Alasan lain dilakukannya impor bawang putih menurut Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi yaitu “Konsep (bawang putih) beda dengan yang lain. Kalau yang lain kan produksi dalam negeri naik, impornya dikurangi setiap tahunnya. Kalau bawang putih, impor sesuai kebutuhan konsumsi semua. Karena yang diproduksi dalam negeri diproses menjadi benih sampai nanti di tahun 2021. Sehingga tidak ada kompetisi segmen bawang putih” sesuai yang dilansir pada Website Kementerian Pertanian Republik Indonesia.Selain bawang putih, cabai dan tembakau juga merupakan beberapa produk yang banyak didatangkan dari Negara Tirai Bambu tersebut.

Sumber: BPS dalam CNBC Indonesia (2020)

Sumber: BPS dalam CNBC Indonesia (2020)

Menurut data diatas, disebutkan bahwa impor cabai segar dingin dan cabai awet sementara banyak dilakukan oleh negara China dibandingkan negara lain seperti AS, Singapura, Australia dan Thailand. Ini membuktikan bahwa Indonesia masih memiliki ketergantungan produk dari China walaupun di Indonesia sendiri produksinya cenderung meningkat karena banyaknya permintaan. Padahal, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil cabai terbesar, tapi nilai impor cabai Indonesia tetap tinggi. Ini juga karena banyaknya permintaan cabai masyarakat, naiknya harga cabai lokal dan kurang terdistribusinya hasil cabai petani Indonesia (Komariah, 2020). Produk pertanian yang diimpor dari China juga yaitu Tembakau. Sama dengan bawang putih dan cabai, kehadiran tembakau impor membuat petani tembakau resah karena harga tembakau impor ini dibawah harga tembakau lokal dan dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk lokal (Maulana & Ardhia, 2015). China merupakan penghasil tembakau terbesar di dunia. Itulah sebabnya mengapa China mampu menjangkau produksi nya ke beberapa negara.

Sumber: BPS dalam CNBC Indonesia (2020)

Serbuan produk-produk China ke Tanah Air memberikan dampak yang serius kepada para produsen lokal. Tidak hanya dampak buruk, impor produk China juga memberikan dampak baik yaitu dapat memacu produsen lokal, yaitu mendorong petani meningkatkan kualitas produksi pertaniannya dengan menggunakan bibit unggul serta keinginan untuk mampu bersaing dengan produk impor dalam memenuhi permintaan pasar Indonesia. Namun, dampak buruknya salah satunya seperti yang dirasakan Kelompok Tani Rejeki Makmur Desa Segoro Gunung. Kelompok petani ini mengalami kesulitan dalam menjual hasil panennya yang melimpah karena pembelinya lebih memilih untuk membeli hasil panen impor. Padahal varietas bawang putih yang ditanamkan petani ini adalah varietas yang unggul seperti Lumbu Hijau, Tawangmangu Baru yang dimana memiliki kualitas yang bagus (Rizqi, 2020). Kelompok petani lain yang menghadapi kesulitan yang sama yaitu Kelompok Tani Bawang Putih Desa Tuwel dimana para petani terancam tidak menanam bawang putih pada tahun ini karena menghadapi kesulitan dalam menjual bawang putih tahun lalu yang menyebabkan petani merugi hingga miliaran rupiah. Menurut para petani, hal ini terjadi karena tidak jelasnya kebijakan dari pemerintah. Awalnya, para importir harus menanam terlebih dahulu sebelum mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). RIPH awal diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 16 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Permentan ini memuat klausul importir bawang putih wajib melakukan tanam di dalam negeri sebesar 5 persen dari total impor yang diajukan (Website Kementerian Pertanian Republik Indonesia). Pada saat diberlakukannya kebijakan ini, petani dapat bekerjasama dengan baik bersama importir, namun pemerintah mengubah kebijakannya yaitu importir memperoleh RIPH dulu baru diwajibkan untuk menanam. Dengan dibaliknya kebijakan tersebut, banyak importir yang tidak melakukan kewajibannya sehingga merugikan petani lokal. Petani merasa kebijakan pemerintah tidak lagi berpihak pada petani melainkan pada importir. Diperlukannya kebijakan baru dari pemerintah agar bawang putih petani dapat bersaing dengan importir (Bentar, 2021). 

Permasalahan kesejahteraan petani, barang pertanian, dan impor dari China memiliki dampak pada perekonomian. Apabila impor dari China diberhentikan, tentu akan berdampak baik kepada kesejahteraan petani karena barang pertaniannya akan laku terjual dipasaran dimana sebelumnya dikalahkan oleh produk impor yang akan memotivasi petani sehingga kedepannya tidak menutup kemungkinan, bawang putih Indonesia dapat diekspor. Namun, perlu disadari bahwa 90% bawang putih di Indonesia diimpor dari China, Menteri Pertanian menyatakan bahwa masih ada sisa impor dari periode sebelumnya dan akan ada panen yang diharapkan akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat  (Lidyana, 2020). Untuk impor cabai dan tembakau dari China, tidak sebanyak impor bawang putih, yang apabila diberhentikan sementara tidak akan terlalu mengguncang kebutuhan masyarakat. Perlu diingat, perubahan kebijakan pemerintah pada RIPH berpengaruh besar dapat berdampak tidak terpenuhinya kebutuhan tersebut. Sehingga sebaiknya sebelum kebijakan dipastikan, pemberhentian impor dari China bukanlah sesuatu yang baik dilakukan. Dengan bantuan pembentukan kebijakan pemerintah dengan penerapan kuota dan tarif bagi barang impor dapat meminimalisir impor ke Indonesia. 

Ini merupakan suatu dilema yang dihadapi tidak hanya oleh petani dan pemerintah, tapi juga masyarakat. Dengan menggunakan produk pertanian China yang harganya lebih murah tentu akan menguntungkan lebih menguntungkan masyarakat. Namun, apabila masyarakat hanya membeli produk impor dari China maka petani lokal akan kehilangan pasar dan pendapatan nya serta kesejahteraan hidupnya. Pemerintah juga mengalami dilema, apabila tidak melakukan impor maka tidak akan memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, karena tingginya permintaan pasar dan belum mencukupinya hasil pertanian nasional. Serta permasalahan dari petani lokal adalah sulitnya pendistribusian hasil panennya. 

Petani lokal dapat membentuk partnership diantara kalangan petani di berbagai daerah dan melakukan kerjasama dengan perusahaan yang bergerak dibidang teknologi. Bentuk badan usaha partnership dirasakan lebih sesuai di bidang ini karena kemudahan dalam pembentukan, tersedianya modal dan kredit bagi pelaku usaha, pengambilan keputusan yang cepat apabila ada masalah atau keinginan berinovasi karena rentang manajemen lebih sempit dibanding korporasi, dan peraturan pemerintah yang mengikat tidak terlalu banyak serta pajak yang sama dengan usaha perseorangan yang dimana lebih murah dibandingkan korporasi. Partnership juga memiliki beberapa halangan seperti kewajiban yang tidak terbatas dan tidak dapat semudah bentuk bisnis korporasi dalam memperoleh dana eksternal. Dengan era internet dan digitalisasi yang marak di Indonesia kini, tentu pemilihan model bisnis secara e-commerce merupakan pilihan yang tepat untuk dilakukan seperti membuat startup yang akan memudahkan bagi pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi. Penerapan e-commerce juga menghemat biaya seperti biaya sewa, karena memiliki bangunan toko bukan hal yang perlu dilakukan apabila terjun ke dunia e-commerce. E-commerce dapat diterapkan tidak hanya berpaku pada satu platform saja namun bisa mulai dikembangkan dahulu pada media sosial seperti Instagram, atau Facebook. Jika terkendala biaya tentu media sosial dapat dimanfaatkan dalam membangun awareness dari konsumer dan mengumpulkan informasi terkait consumer behaviour nya seperti apa. Selanjutnya, jika permintaan semakin besar, tentu nya rencana yang lebih matang diperlukan seperti pembuatan website dengan pembuatan website khusus, aplikasi yang dapat diakses oleh segala jenis smartphone, dan dengan navigasi yang dapat membuat kemudahan dalam mengakses internet untuk kebutuhan berbelanja. Tidak lupa aplikasi yang tidak terlalu banyak menghabiskan storage serta kemudahan pembayaran dan pengiriman, ini akan mendorong pembeli merasa nyaman dalam berbelanja dan akan kemungkinan melakukan repurchase pada website dan aplikasi produk pertanian petani lokal.  Melakukan kerjasama dengan perusahaan dibidang teknologi akan menjadi pilihan yang tepat bagi permasalahan para petani lokal dan diharapkan mampu meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap produk pertanian lokal serta mampu meningkatkan kesejahteraan hidup petani. 

Best Practice

Untuk menjawab persoalan yang terjadi diatas, sudah ada platform yang dapat memudahkan petani lokal untuk menjual hasil panen nya kepada konsumen di perkotaan yang dapat dijadikan sebagai contoh untuk petani lain. Contohnya, adanya situs online SayurBox, tempat untuk membeli dan mengantarkan sayuran dan buah organik segar tanpa pestisida dari petani lokal secara online. Ditambah lagi, adanya Covid-19 menjadikan platform ini berjalan dengan baik karena dengan hanya dari rumah saja, pembeli akan mendapatkan kebutuhan yang diinginkan langsung dari kebun petani lokal. Tentu ini, menjadi angin segar bagi para petani karena hasil panen nya dijual dengan harga yang layak dan ada kejelasan dimana dan bagaimana hasil panen tersebut dijual. Dari platform SayurBox ini kita dapat belajar bahwa dengan adanya platform seperti ini juga bisa menjembatani petani bawang putih, cabai maupun tembakau tentunya agar tidak kehilangan pasar dan mampu secara perlahan mendapatkan perhatian dari konsumen agar lebih mencintai produk lokal dengan harga yang layak. Apalagi, kita telah memasuki era digital dimana masyarakat lebih suka mencari informasi-informasi di internet dan ini menjadi peluang bisnis di masa sekarang.

Referensi

Akbar, C. (2020). Kementan Jawab Kritik Faisal Basri Soal Impor Sayur dari Cina. https://bisnis.tempo.co/read/1346129/kementan-jawab-kritik-faisal-basri-soal-impor-sayur-dari-cina diakses pada 1 Maret 2021. 

Asikin, M.N. (2019). Bawang Putih Temanggung Jadi Bukti Indonesia Siap Swasembada di 2021. https://www.jawapos.com/ekonomi/10/08/2019/sukses-bawang-putih-temanggung-bukti-indonesia-siap-swasembada-di-202/ diakses pada 1 Maret 2021.

Azzura, S.N. (2019). Serbuan Produk Asal China di Pasar Indonesia. https://www.merdeka.com/uang/serbuan-produk-asal-china-di-pasar-indonesia.html diakses pada 1 Maret 2021.

Bentar. (2021). Ratusan Petani Bawang Putih di Kabupaten Tegal Terancam Tak Bisa Tanam Tahun Ini. https://kumparan.com/panturapost/ratusan-petani-bawang-putih-di-kabupaten-tegal-terancam-tak-bisa-tanam-tahun-ini-1v6EtVtEl3J/full diakses pada 2 Maret 2021.

Blog.sayurbox.com. (2020). http://blog.sayurbox.com/4-cerita-petani-sayurbox/ diakses pada 2 Maret 2021.

Ferrell, O. C., Hirt, G. A., & Ferrell, L. (2020). Business Foundations: A Changing World. Twelfth Edition. New York: McGraw-Hill Education.

Hanifah, S. (2019). Bisa Dihasilkan Sendiri, Mengapa Produk ini Masih Impor? https://www.merdeka.com/uang/bisa-dihasilkan-sendiri-mengapa-produk-ini-masih-impor.html?page=1 diakses pada 2 Maret 2021.

Katadata.co.id. (2018). Berapa Konsumsi Bawang Putih Indonesia?. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/07/25/berapa-konsumsi-bawang-putih-indonesia diakses pada 2 Maret 2021.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Uniknya Strategi Menuju Swasembada Bawang Putih. https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=3753 diakses pada 1 Maret 2021.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia.  Wujudkan Swasembada Bawang Putih, Kementan Tanam Serempak di 3 Lokasi. https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=2374 diakses pada 2 Maret 2021.

Komariah, A. (2020). Impor Cabai, Mau Sampai Kapan? https://news.detik.com/kolom/d-5195332/impor-cabai-mau-sampai-kapan diakses pada 2 Maret 2021.

Lidyana, V. (2020). Impor Bawang Putih China Disetop, Pasokan Dalam Negeri Aman?. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4883743/impor-bawang-putih-china-disetop-pasokan-dalam-negeri-aman diakses pada 1 Maret 2021. 

Maulana, A. G., & Ardhia, H. (2015). Impor Tembakau Asal China Resahkan Petanihttps://ekonomi.bisnis.com/read/20150202/99/397759/impor-tembakau-asal-china-resahkan-petani diakses pada 2 Maret 2021.

Rizqi, A. N. (2020). Pak Ganjar, Petani Bawang Putih Lokal Jateng Kesulitan Jual Hasil Panen. https://semarang.bisnis.com/read/20200809/536/1276804/pak-ganjar-petani-bawang-putih-lokal-jateng-kesulitan-jual-hasil-panen diakses pada 1 Maret 2021.

SayurBox.com. (2017). 

https://www.sayurbox.com/?gclid=Cj0KCQiA4feBBhC9ARIsABp_nbUvIA72HYxOD9oeLt1ondxuCEancgVZi6LQC-kUSVqVLYTH33pogOsaAvvbEALw_wcB diakses pada 2 Maret 2021.

Setiaji, H. (2020). Lebih Ngeri dari Corona, RI Bergantung Cabai Sampai HP China. https://www.cnbcindonesia.com/news/20200305112324-4-142665/lebih-ngeri-dari-corona-ri-bergantung-cabai-sampai-hp-china/3 diakses pada 1 Maret 2021.

Setiawan, S.R.D. (2020). Menurut Pengamat, Ini Penyebab Produksi Bawang Putih RI Rentan Fluktuasi. https://money.kompas.com/read/2020/09/14/133003226/menurut-pengamat-ini-penyebab-produksi-bawang-putih-ri-rentan-fluktuasi diakses pada 1 Maret 2021.

Suripto, I. (2020). Pak Mentan, Petani Bawang Putih Bingung Nih Jual Hasil Panen. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5158543/pak-mentan-petani-bawang-putih-bingung-nih-jual-hasil-panen diakses pada 1 Maret 2021.

Zaxich. (2020). Kisah Amanda Cole Jualan Sayur Hingga Masuk Forbes 30 Under 30 Asia. https://michaelbliss.co/2020/09/03/amanda-cole-sayurbox/ diakses pada 2 Maret 2021. 

Artikel ini telah dicek anti plagiarisme pada https://searchenginereports.net/plagiarism-checker.

Kelompok 4: Viking Raiders

I Gusti Agung Ayu Laksmi Kurnia Putri

Kahfiara Krisna Selia Putri


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format