Ekspansi PT. Gajah Tunggal Antara Dua Pilihan Negara Besar

PT. Gajah Tunggal Tbk adalah produsen ban terbesar di Asia Tenggara, memproduksi dan mendistribusikan ban berkualitas tinggi untuk mobil


0

India

India merupakan negara yang menganut system ekonomi Campuran. Hal ini dapat diketahui dari beberapa indikator, yaitu, dari segi kepemilikan bisnis, pemerintah masih memegang beberapa sector penting, namun juga memberi kemudahan berinvestasi bagi swasta dan dukungan pemerintah terhadap investasi asing (Indiatimes, 2018). Di India, perusahaan yang dimiliki oleh negara disebut Public Sector Undertaking (PSU) atau Public Sector Enterprise. PSU sendiri diklasifikasikan menjadi Central Public Sector Entrerprises (CPSEs) dan State Level Public Enterprises (SLPEs). Perusahaan-perusahaan tersebut dimiliki oleh Union Government, atau salah satu dari state atau pemerintahan territorial, maupun dimiliki oleh keduanya. Ekuitas perusahaan tersebut lebih banyak dimiliki oleh pemerintah (Department of Public Enterprises, 2021).

Menurut Ferrell, Hirt, dan Ferrell (2019), Pemerintah yang memiliki dan mengoperasikan beberapa basic industries, hal ini sesuai dengan karakteristik pada sistem ekonomi sosialisme. Beberapa contoh dari perusahaan tersebut diantaranya adalah Life Insurance Corporation of IndiaOil and Natural Gas CorporationEngineers India LimitedIndia Trade Promotion OrganizationGAILBSNLFood Corporation of IndiaAir India, dan Bharat Heavy Electrials Limited (BHEL). Selain perusahaan milik negara tersebut, juga ada perusahaan milik pribadi, atau swasta, misalnya adalah Reliance Industries, Bharti Airtel, Bajaj Auto, TVS Motor Company Limited, dll (Wikipedia, 2021).

Kemudian, apabila dilihat pada indikator business competition, pemerintah India memegang peranan melalui sebuah komisi yang disebut Competition Commision of India, yang didirikan pada tahun 2003. Komisi tersebut memiliki tugas untuk menghilangkan praktik yang berdampak buruk pada persaingan, melindungi kepentingan konsumen, serta memastikan kebebasan perdagangan di pasar India (Competition Commision of India, diakses pada tanggal 3 Maret 2021). Sehingga, dapat kita ketahui bahwa business competition di India tetap didorong oleh kekuatan pasar, namun tetap ada regulasi dari pemerintah, dalam Ferrell, Hirt, dan Ferrell (2019) diketahui bahwa hal ini mengacu pada competition di sistem kapitalisme.

Perusahaan membayar pajak kepada pemerintah sesuai dengan tarif pajak yang telah ditentukan. Laba bersih tidak dibatasi penggunaannya oleh negara dan digunakan berdasarkan persetujuan pemegang saham. Karena business competition di India lebih cenderung mengarah pada sistem kapitalisme, sehingga product availability and price ditentukan oleh kekuatan pasar (supply dan demand). Hal tersebut juga berdampak pada konsumen memiliki banyak pilihan terhadap barang dan jasa yg tersedia di pasar.

Kemudian, terkait dengan Employment option, dikarenakan semakin banyak perusahaan-perusahaan dan industri yang berinvestasi di India, hal ini berdampak pada semakin banyaknya ketersediaan pilihan pekerjaan. Menurut Careerizma, beberapa pilihan karir yang populer di India diantaranya adalah finance careers, technology careers, marketing careers, operations careers, human resources careers, accounting careers, legal careers, NGO Non-profit and developmental careers, healthcare and pharmaceutical careers, dan entrepreneurship careers.

Korea Utara

Korea Utara merupakan negara yang cenderung menganut system ekonomi komunisme di mana negara mengendalikan semua aspek kebutuhan produksi ekonomi dan menyediakan kebutuhan dasar warga negaranya. Seperti makanan, perumahan, perawatan medis, dan Pendidikan. Pemerintah pusat mengendalikan semua aspek sistem ekonomi dan politik. Sistem investasi yang susah dan berbelit-belit serta tertutupnya akses dari jaringan luar bukan hal yang aneh atau asing kita jumpai. Mekanisme yang berbelit-belit untuk kepemilikan bisnis mungkin menjadi sangat menantang dalam jangka panjang, tetapi, saat ini, pemilik dan pejabat bisnis Korea Utara melanjutkan hubungan simbiosis ini dengan hasil yang tinggi bagi kedua belah pihak (Nationalgeographic, 2020)

Situasi ini paling tepat dijelaskan oleh kata-kata seorang diplomat senior Rusia, yang secara pribadi memberi tahu beberapa tahun yang lalu: “Bayangkan sebuah restoran Pyongyang dimulai dengan investasi dari seorang wanita paruh baya yang kaya, sekarang menjadi manajer utamanya, tetapi secara resmi terdaftar sebagai properti dari sebuah perusahaan perdagangan luar negeri mendirikan Kementerian Dalam Negeri, dengan seorang jenderal polisi mendapatkan bagian dari apa yang harus dibayar wanita tersebut setiap bulan, sementara juga berbagi sebagian keuntungan dengan wakil Menteri. Jika demikian, siapa pemiliknya?” (Nknews, 2017).

Hal tersebut akhirnya akan mempengaruhi Business Competition yang ada di negara tersebut. Pemerintah North Korea mengontrol kompetisi bisnis serta ekonomi negaranya dengan ketat. Ada beberapa kasus bisnis asing yang ada, kebanyakan perusahaan China atau Rusia, Memanfaatkan hubungan strategis pemerintah mereka dengan Korea Utara, banyak perusahaan dari China dan Rusia telah mampu masuk ke Korea Utara. Setiap perusahaan pasti memiliki rencana dan tujuan yang berbeda untuk menjalankan bisnis di Korea Utara, tetapi mereka berbagi satu hal: Bisnis dilakukan dalam bentuk usaha patungan dengan pemerintah Korea Utara (meskipun ada beberapa pengecualian) (The Diplomat, 2018). 

Kerjasama yang dilakukan antar negara inipun memiliki berbagai jenis bentuk dan pembagian, sehingga dalam pengaturan profitpun akhirnya akan menjadi bervariasi. Terdapat berbagai macam jenis profit yang diatur oleh pemerintah yang tergantung dari jenis usaha dan jenis kerjasamanya. 

Pertama, ada dua jenis usaha patungan di Korea Utara. Salah satunya adalah pengaturan di mana perusahaan asing dan pemerintah Korea Utara sama-sama berinvestasi dan memiliki kendali bisnis atas perusahaan patungan. Kedua pihak juga sama-sama berbagi keuntungan. 

Kedua, jenis usaha patungan lainnya, perusahaan asing dan pemerintah Korea Utara bersama-sama berinvestasi, tetapi pemerintah Korea Utara memiliki kendali atas bisnis tersebut. Meskipun pemerintah Korea Utara mengontrol bisnis tersebut, perusahaan mitra dapat berpartisipasi dalam komite manajemen bersama. Dalam hal ini, keuntungan atau kerugian dibagi oleh kedua belah pihak, menurut Universitas Kim Il Sung.

Opsi bisnis ketiga disebut “perusahaan asing”. Opsi ini memungkinkan perusahaan asing memiliki 100 persen entitas bisnis mereka di Korea Utara. Dengan opsi ini, perusahaan asing memiliki kendali penuh atas bisnis dan pemerintah Korea Utara “tidak memiliki hak” untuk mempengaruhi manajemen. Perusahaan semacam itu hanya diperbolehkan didirikan di dalam zona ekonomi khusus di seluruh negeri (The Diplomat, 2018).

Menganut sistem ekonomi komunisme, Korea utara akan mengalami kekurangan dalam keberagaman jenis produk. Pilihan produk dan layanan akan relative terbatas, sedangkan harga yang ditawarkan akan relative tinggi. Korea Utara tidak memiliki hukum, sistem, dan aturan untuk penyelesaian perselisihan, asuransi, upah, dan pengiriman uang. Infrastruktur – dari jalan raya, rel kereta api, dan telekomunikasi hingga pasokan listrik, gas, dan air – sangat buruk. Dan tidak ada bank komersial atau perusahaan asuransi karena semua sistem keuangan dan asuransi dikendalikan oleh negara (The Diplomat, 2018). 

Pilihan pekerjaan bagi penduduk Korea Utara juga akan lebih terbatas dibandingkan negara- negara lain yang menganut system ekonomi non komunis. Pilihan pekerjaan untuk warga masyarakat sangat sedikit, mayoritas penduduk bekerja pada perusahaan milik pemerintah, atau di pertanian. Namun dengan adanya kerja sama antar perusahaan dari luar negeri dan pemerintah Korea, namun lowongan kerja akan sedikit terbuka sebanding dengan kerjasama yang dilakukan antara pemerintah Korea Utara dengan berbagai macam perusahaan internasional yang akhirnya bisa investasi di Korea Utara.

PT. Gajah Tunggal Tbk.

PT. Gajah Tunggal Tbk adalah produsen ban terbesar di Asia Tenggara, memproduksi dan mendistribusikan ban berkualitas tinggi untuk mobil penumpang, SUV’s / Truk ringan, off-road, industri dan sepeda motor. Kami juga memproduksi dan mendistribusikan produk karet terkait lainnya seperti karet sintetis, benang ban, ban dalam, flap, o-ring dan banyak lagi. Perusahaan memiliki dan mengoperasikan fasilitas produksi ban yang terintegrasi dan terbesar di Indonesia. Perusahaan didirikan pada tahun 1951 sebagai produsen ban sepeda, dan selama bertahun-tahun memperluas kapasitas produksi dan awal diversifikasinya dalam pembuatan ban sepeda motor dan ban dalam, serta akhirnya ke dalam pembuatan ban kendaraan penumpang dan komersial.

Perusahaan mulai memproduksi ban sepeda motor pada tahun 1971 dan mulai memproduksi ban bisa untuk penumpang dan kendaraan komersial pada tahun 1981. Pada tahun 1993, Perusahaan mulai memproduksi dan menjual ban radial untuk mobil penumpang dan truk ringan. Pada tahun 2010, Perusahaan melakukan pengembangan kemampuan produksi ban TBR.

Sumber: RTI Business

 Gambaran pergerakan saham dari PT. Gajah Tunggal Tbk. selama kurun waktu 1 tahun terakhir ketika pandemi Covid 19 menimpa Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif, dan tidak adanya pembagian dividen pada tahun 2019 dengan tujuan untuk ekspansi lahan baru di Tangerang pada tahun 2020 membuktikan bahwa GJTL memilik prospek bisnis yang bagus dengan market yang semakin luas. Kematangan perencanaan bisnis membuat GJTL tidak terlalu terpengaruh akan adanya pandemi, karena di lain sisi bahan baku yang menjadi semakin murah akan membuat GJTL dapat membuat net provit yang lebih besar dibandingkan sebelum pandemi.

Sumber: Kontan

Sumber: Laporan keuangan GJTL

ANALISIS EKONOMI MAKRO SEKTOR OTOMOTIF

Khusus di sektor otomotif, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) melaporkan penurunan penjualan kendaraan sebesar 10,5% dari 1.151.308 unit di 2018 hingga 1.030.126 unit di 2019. Kendaraan komersial dan penumpang mengalami penurunan penjualan. Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) melaporkan adanya sedikit peningkatan penjualan sepeda motor sebesar 1,6% yaitu 6.487.460 unit dijual di 2019 dibandingkan dengan 6.383.108 unit terjual di 2018.

PROSPEK USAHA

Prospek ekonomi global telah menunjukan perlambatan pada akhir 2019, bahkan sebelum wabah Covid-19 merebak. Dengan pandemi Covid-19, perekonomian seluruh dunia akan terkena dampak negatif pada 2020. Hal ini tidak dapat dihindari akan berdampak juga pada bisnis tersebut. Dengan penutupan yang diberlakukan oleh negara-negara di seluruh dunia, kegiatan ekonomi akan berkurang. Hal ini niscaya akan berdampak pada kegiatan berkendara, dan akhirnya berdampak pada permintaan akan ban. Keuntungan yang dapat dipetik adalah jatuhnya harga komoditas sejak merebaknya wabah. Hal ini akan mengurangi biaya produksi Perusahaan dan karenanya berdampak positif pada margin keuntungan. Selain itu PT. Gajah Tunggal juga memiliki banyak entitas anak perusahaan yang dapat membantu mendapatkan profit yang lebih tinggi dan juga dapat membuat suatu siklus usaha yang berkesinambungan

Sumber: Laporan Keuangan GJTL

Susunan Pemegang Saham

Susunan pemegang saham di PT. Gajah Tunggal Tbk yang di dalamnya terdapat saham umum juga membuat mekanisme supply and demand berlaku di pasar terbuka. Sehingga profit perusahaan tidak hanya dari operasional namun juga dari valuasi perusahaan yang akan semakin meningkat dengan adanya kepercayaan dari masyarakat yang menanamkan modalnya di perusahaan.

Sumber: laporan keuangan

EKSPANSI KE INDIA

PT. Gajah Tunggal Tbk dirasa akan memiliki masa depan yang baik ketika memilih ekspansi ke negara India. Hal ini didasarkan pada beberapa alasan sebagai berikut:

  1. India sebagai salah satu negara dengan industri otomotif yang besar, misal TVS, Bajaj, Tata, dan masih banyak industri yang otomotif lain yang memutuskan India sebagai lokasi perakitan.
  2. Kemudahan berinvestasi serta tenaga kerja di India dibandingkan negara lain.
  3. SDM di India yang terbukti memiliki kualitas yang di atas rata-rata.
  4. India merupakan pasar terbesar penjualan motor.
  5. RnD negara India yang fokus pada 3 sektor yang salah satunya adalah pada industri otomotif.

India merupakan salah satu negara paling padat penduduk, dengan asumsi bahwa setiap penduduk membutuhkan kendaraan untuk melakukan transportasi.

Melihat grafik kemudahan investasi di atas, terlihat bahwa dari tahun ke tahun investasi di India menjadi semakin mudah dan menjadi salah satu tujuan penanaman investasi dari seluruh belahan dunia. Bahkan isu terakhir yang sedang hangat adalah salah satu perusahaan otomotif dengan bahan bakar listrik terbesarpun (Tesla) berencana untuk membangun pabrik di India.

Sumber: Investindia

Besarnya pasar India sebagai 5 besar dunia dalam pembelian mobil baru juga menjadi alasan logis bagi PT. Gajah Tunggal Tbk yang bergerak di bidang pembuatan ban untuk berekspansi di negara tersebut. Kebutuhan kendaraan yang besar akan berbanding lurus dengan kebutuhan part kendaraan pula, seperti ban misalnya. India sendiri memiliki beberapa sector yang digunakan dalam pembangunan dan perakitan yang focus pada sector otomotif. Sehingga tidak hanya berada pada satu titik lokasi. Persebaran ini menjadi berguna karena dimanapun nanti akhirnya GJTL ini akan mendapatkan lokasi ekspansi, pada akhirnya lokasi tersebut akan dekat dengan pabrik-pabrik yang lain sehingga system pendistribusiannya akan menjadi mudah dan terjangkau.


Mengikuti perusahaan otomotif lain yang sudah memilih India sebagai tempat untuk melakukan ekspansi bisnis dan berhasil adalah salah satu best practice bagi GJTL.

Sumber: Indiacarnews

Team Alpha Bravo:

  1. Dhana Strata Nusantara
  2. Muhammad Syawaluddin Fatih
  3. Novy Wulansari

Reference:

Bussines-standard. URL: https://www.business-standard.com/article/economy-policy/india- estimated-to-contract-by-9-6-in-2020-grow-at-7-3-in-2021-un-121012600304_1.html.Diakses pada 3 Maret 2021.

Careerizma. URL: https://www.careerizma.com/careers/. Diakses pada 3 Maret 2021.

CNBC Indonesia. URL: https://www.cnbcindonesia.com/market/20190627191637-17-81188/tak-bagi-dividen-gajah-tunggal-siapkan-capex-rp-497-m. Diakses pada 3 Maret 2021.

Competition Commission of India. (2021) URL: https://www.cci.gov.in/about-cci. Diakses pada 3 Maret 2021.

Department of Public Enterprises. (2021) URL: www.dpe.gov.in. Diakses pada 3 Maret 2021.
Economic times. URL: https://auto.economictimes.indiatimes.com/news/passenger-vehicle/uv/fiat-chrysler-to-invest-250-million-in-india-unit-to-launch-new-suvs/80107235. Diakses 3 Maret 2021.

Ferrell, Linda, & Hirt. (2020). Business Foundations: A Changing World (12th ed). New York: Mc-Graw Hill Education.

IDX. Laporan Keuangan Tahunan PT. Gajah Tunggal Tbk. (2019). URL: https://www.idx.co.id/. Diakses pada 3 Maret 2021.

IDX. Laporan Keuangan Triwulan 3 PT. Gajah Tunggal Tbk. (2020). URL: https://www.idx.co.id/. Diakses pada 3 Maret 2021.

Indiacarnews. URL: https://www.indiacarnews.com/news/upcoming-new-car-brands-india-16783/. Diakses pada 3 Maret 2021.

Indiatimes. URL: https://economictimes.indiatimes.com/markets/stocks/news/india-has-cracked-the-code-of-capitalism-better-than-many-others/articleshow/66949888.cms?from=mdr/Diakses pada 3 Maret 2021.

Investindia. URL: https://www.investindia.gov.in/great-places-for-manufacturing-in-india. Diakses pada 3 Maret 2021.

Investindia. URL: https://www.investindia.gov.in/sector/automobile. Diakses pada 3 Maret 2021.

Investindia. URL: https://www.investindia.gov.in/siru/electronic-systems-design-and-manufacturing-india-120-bn-market-opportunity. Diakses pada 3 Maret 2021.

Kontan, Industri. URL: https://industri.kontan.co.id/news/gajah-tunggal-gjtl-siapkan-belanja-modal-dua-kali-lipat-di-2021. Diakses pada 3 Maret 2021.

Market, bisnis. URL: https://market.bisnis.com/read/20200831/192/1285421/ekspansi-pabrik-gajah-tunggal-gjtl-beli-lahan-rp240-miliar. Diakses 3 Maret 2021.

Nationalgeographic. URL: https://nationalgeographic.grid.id/read/132231140/bagaimana-komunisme- dan-sosialisme-menjadi-hal-yang-berbeda?. Diakses 3 Maret 2021.

Nknews. URL: https://www.nknews.org/2017/03/who-owns-north-koreas-businesses/. Diakses pada 3Maret 2021.

Statista. URL: https://www.statista.com/statistics/269872/largest-automobile-markets-worldwide-based-on-new-car-registrations. Diakses 3 Maret 2021.

Tempo-Otomotif. URL: https://otomotif.tempo.co/read/1425347/suzuki-jimny-diproduksi-di-india-indonesia-tetap-impor-dari-jepang. Diakses pada 3 Maret 2021.

The Diplomat. URL: https://thediplomat.com/2018/08/what-to-know-about-doing-business-in-north-korea/. Diakses 3 Maret 2021.

Wikipedia. URL: https://en.wikipedia.org/wiki/Public_sector_undertakings_in_India#cite_note-:0-1. Diakses pada 3 Maret 2021.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
FatihBravo

One Comment

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format