Indonesia Tanpa China? Buntung atau Untung?

Indonesia tidak bisa lepas dari China, begitu sebaliknya. Namun, hubungan yang erat ini diam-diam dapat mematikan Indonesia. Apa yang harus Indonesia lakukan?


0

Sebagai salah satu bagian dari ASEAN, Indonesia tidak dapat terlepas dari hubungan antar negara tetangga yang mana mengindikasikan setiap negara bergantung dengan negara tetangganya, salah satunya hubungan perdagangan bilateral antara Indonesia dan China, yang mana dengan adanya kehadiran ACFTA (Asean China Free Trade Area) dapat meningkatkan perekonomian antar kedua negara salah satunya melalui kegiatan ekspor dan impor. ACFTA sendiri dibentuk untuk mengurangi hambatan-hambatan yang ada, baik tarif maupun non tarif, oleh sebab itu China dapat dengan mudah menguasai pasar yang ada di Indonesia, salah satunya industri elektronik, sampai saat ini banyak barang elektronik yang kita jumpai merupakan produk yang didatangkan dari China, seperti produk telepon genggam, kamera, laptop, televisi, mesin cuci dan lainnya. Bahkan bukan hanya di Indonesia saja tapi juga di negara-negara Asia lainnya. Industri elektronik ini sangat cepat berkembangnya karena keberadaan elektronik sudah menjadi bagian penting untuk menjalankan aktivitas sehari hari.

sumber : cnbcindonesia.com

Dikutip dari laman CNBC Indonesia, impor terbesar Indonesia berasal dari China  yaitu sebesar $10,06 miliar untuk industri elektronik, hal ini mengindikasikan China menguasai pangsa pasar industri elektronik di Indonesia. Jika dilihat dari sudut pandang konsumen, masyarakat Indonesia diuntungkan dengan adanya impor barang dari China karena bisa memperoleh barang dengan harga yang murah serta kualitas yang bagus sehingga membuat produk-produk dari China menjadi favorit bagi masyarakat Indonesia. Namun, di sisi produsen, dengan adanya produk dari China  membuat mereka kesulitan bersaing dalam menjual dan memasarkan produknya. Bila kita berhenti untuk mengimpor barang elektronik dari China apakah Indonesia siap? atau sebaliknya, menarik untuk kita telusuri lebih dalam.

Masuknya produk dari China ke Indonesia tidak selamanya buruk, dilihat dari sisi positifnya diantaranya adalah :

  1. dengan adanya impor, konsumen Indonesia dapat menggunakan barang yang belum bisa diproduksi oleh Indonesia.

  2. Indonesia bisa mendapatkan bahan baku maupun mesin produksi yang tidak dihasilkan di indonesia untuk mengembangkan suatu industri.

  3. dengan adanya impor, Indonesia bisa mencontoh dan mengembangkan teknologi modern untuk mengurangi ketertinggalan kita dengan negara maju.

Setiap sisi positif pasti tidak terlepas dari sisi negatif, sisi negatif  yang dialami diantaranya :

  1. Kebanjiran produk-produk China yang secara tidak langsung membunuh industri lokal.

Harus diakui bahwa China berperan besar terkait produk impor di Indonesia karena China adalah negara dengan pangsa impor terbesar di Indonesia. kilas balik pada produk ponsel lokal yang kalah dihantam oleh “Made in China.” 

  1. Kemudahan akses mendapatkan barang-barang di e-commerce asal China tanpa melewati jasa importir beserta proses lainnya.

Maraknya penjualan produk via online, memudahkan konsumen Indonesia berbelanja produk langsung dari China. E-commerce asal China yang sudah bisa diakses konsumen Indonesia salah satunya adalah Taobao. Sama halnya dengan Shopee, Lazada maupun Tokopedia, Taobao juga menawarkan program gratis ongkos kirim yang membuat minat berbelanja konsumen bertambah. Sayangnya, kemudahan ini justru berdampak buruk bagi industri elektronik di Indonesia karena tidak melewati proses-proses legal. Karena banyaknya peminat produk China di Indonesia maka terbentuknya komunitas importir untuk barang China di Indonesia, contohnya : raja impor, importir.org dan impor.club.

  1. Harga yang ditawarkan produk China lebih murah dan spesifikasi lebih unggul, dikarenakan China mampu memproduksi barang dengan skala besar sehingga membuat turunnya biaya produksi hal itulah yang membuat produk China bisa masuk kenegara lain dengan harga yang murah

Dilansir dari laman CNN Indonesia, dalam wawancara seorang narasumber mengatakan “spesifikasi yang ditawarkan sangat menarik ditambah dengan harga yang murah sehingga konsumen berpindah ke lain hati.” Hal ini juga membuat lokal vendor kesulitan untuk bersaing.

  1. Terjadinya perubahan pada selera konsumen di Indonesia.

Pesatnya pemodifikasian elektronik baik pada fisiknya maupun fitur-fitur bawaan menyebabkan konsumen cepat mengganti barang elektroniknya agar tidak ketinggalan spek terbaru sehingga membuat penumpukan barang elektronik yang ketinggalan zaman, hal ini memungkinkan menyebabkan terjadinya masalah lingkungan di Indonesia serta kesulitan daur ulang dan menimbulkan serangkaian masalah disebabkan limbah elektronik.

Untuk menekan ini peran pemerintah harus turut andil karena produk elektronik dari China menguasai pasaran di Indonesia dengan adanya kemudahan berjualan bagi produsen dari China  seperti yang dijelaskan diatas. maka dari itu pemerintah harus membuatkan aturan yang baku bagi aturan dagang tersebut, sehingga lonjakan impor dari china bisa teratasi dan memberi kemudahan aturan bagi produsen lokal untuk memasarkan produknya, sehingga barang elektronik dari Indonesia bisa menguasai disetiap platform pemasaran. karena adanya pelemahan nilai tukar renmimbi (mata uang Republik Rakyat Tiongkok) oleh negara China, yang mana akan membuat Indonesia semakin sulit membendung laju impor, karena pemerintah tidak bisa melakukan pembatasan impor menggunakan skema tarif.

Di sini lah diharapkan Pemerintah harus turut aktif untuk mengatasi banjirnya produk dari China, karna sejak berlakunya kerjasama antar China dan Indonesia yaitu ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) pada tahun 2001 produk dari china dengan mudahnya masuk ke Indonesia, dengan begitu pemerintah harus serius menerapkan regulasi untuk mencegah banjirnya produk dari China  seperti ; standarisasi mutu produk, memusnahkan barang masuk yang tidak sesuai SNI dan mengevaluasi kebijakan pengendalian impor seperti PPh pasal 22.

Sisi negatif yang paling utama dan krusial adalah impor barang China ini bisa mematikan persaingan bagi industri dalam negeri, tetapi ini juga tidak sepenuhnya bisa dikatakan sisi negatif. Kenapa? Karena kalau tidak ada persaingan ini, Indonesia tidak akan berkembang dan tidak punya daya saing di pasar global. Bukan tentang menang atau kalah tetapi bertahan atau stagnan. Dalam praktiknya saat ini Indonesia terbilang masih kalah dari China. Apa yang sebaiknya Indonesia lakukan?

sumber : idntimes.com

Mari kita jabarkan permasalahannya dan memulai untuk mencari tahu cara penyelesaiannya untuk tanah air tercinta, Indonesia. Bila dicermati lebih dalam lagi sebenarnya Indonesia memiliki kemiripan dengan China seperti cita rasa makanan, bentuk demografis, hingga kepadatan penduduknya.

Indonesia memiliki banyak sumber daya, baik sumber daya alam maupun manusia. Tetapi pemanfaatannya belum optimal. Keberhasilan China memproduksi barang dan hampir menguasai pasar di seluruh dunia dikarenakan sumber daya manusia yang dicetak oleh China tidak sembarangan, dengan jumlah penduduk yang tidak jauh beda dengan Indonesia, China bisa memperdayakan penduduknya untuk memajukan industrinya.

Masih rendahnya keterampilan yang dimiliki oleh sumber daya manusia di Indonesia menjadi salah satu kekurangan yang sangat terlihat kenapa Indonesia masih tertinggal dari China. Solusi paling utama yang harus diperbaiki dan ditingkatkan adalah keterampilan sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia, mengingat Indonesia memiliki banyak sekali rakyat yang siap dibentuk menjadi pribadi yang lebih siap untuk menghadapi industri di kancah dunia.

Salah satu upaya untuk menanggulangi persoalan ini adalah dengan membentuk sebuah lembaga perusahaan untuk masyarakat yang berkeinginan tinggi agar bisa meningkatkan skill, mendapatkan modal, dan bisa mengembangkan usaha ataupun menjadi ahli dalam bidang yang mereka tekuni. Untuk bisa memasuki lembaga ini mereka harus melewati tahap seleksi ketat dengan kata lain diadakannya sayembara yang bisa diikuti siapapun, mengirimkan data diri untuk dikaji apakah layak mengikuti seleksi lanjutan. Setelah itu, lembaga ini  harus membuat proses seleksi dengan melihat bakat dan juga konsistensi peserta calon pelatihan karena tujuan dari lembaga ini menciptakan sumber daya manusia yang memang ahli dalam spesialisasi masing-masing. Lembaga juga wajib menyediakan data yang dibutuhkan bagi para calon tenaga ahli baru untuk mengembangkan keahlian mereka. Untuk hal ini, lembaga bisa bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah agar data penting bisa diperoleh dengan mudah oleh para calon tenaga ahli untuk referensi selama pelatihan yang mereka jalani. Bank data menjadi hal penting di sini. Selain itu, lembaga ini menyiapkan tenaga pembimbing bagi para peserta pelatihan. Pelatihan ini bisa dikatakan seperti sekolah tetapi tidak seperti sekolah pada umumnya, diadakannya kelulusan untuk para peserta yang berhasil tahap seleksi tetapi apabila gagal dalam tahap seleksi berarti mereka tidak bisa masuk dalam lembaga ini. Lembaga ini tidak memungut biaya sepeserpun dari para peserta pelatihan. Pendanaan didapat dari para investor yang akan merekrut para peserta pelatihan yang sudah lulus dari lembaga ini dan dapat dipastikan lembaga ini mencetak sumber daya yang memang ahli dalam bidang yang mereka tekuni karena di lembaga ini memberikan pembekalan yang nyata pada para peserta pelatihannya dan juga mendatangkan investor dan insinyur asing sebagai pembimbing. Lembaga ini pula menerapkan sistem ATM (amati, tiru, modifikasi) sebagai penggerak dan menciptakan teknologi yang tidak kalah dari negara maju.

Jika lembaga ini dibentuk, keuntungannya bagi investor adalah mengurangi biaya untuk perekrutan karyawan baru dan juga mengurangi turnover karyawan. Keuntungan bagi Indonesia adalah bisa memperkecil angka pengangguran dan juga memiliki sumber daya manusia yang terlatih dan cakap dalam keahliannya. Selain sebagai lembaga pelatihan, lembaga ini juga membuka badan usaha lain dengan membuat e-commerce untuk memfasilitasi para investor memasarkan produknya di dalam satu platform (peer to peer) di mana profit yang akan diterima dari keberhasilan setiap penjualan produk di platform ini. Tidak harus investor yang sudah berinvestasi dalam pelatihan lembaga ini saja tapi seluruh perusahaan yang berminat memasarkan produknya lewat platform ini. semua hal yang dijabarkan tadi Harus diakui tidak bisa seperti membalikan telapak tangan, pastinya membutuhkan waktu yang lama untuk membentuk ini, tidak bisa juga tanpa bantuan pemerintah sebagai fasilitatornya.

Dilansir dari kontan.co.id di mana Jusuf Kalla menyatakan “kalau ingin jadi negara maju, Indonesia mencontoh China.” Dahulu China adalah negara yang belum semaju sekarang, tetapi dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi, China bisa bertahan melewati itu semua sehingga bisa menjadi negara maju, dikarenakan mereka bisa mengubah penduduk yang dulunya mereka anggap beban menjadi sumber daya manusia yang sangat luar biasa. Ini bisa menjadi contoh untuk indonesia mengingat indonesia memiliki kesamaan karakteristik seperti China. Pemerintah China sangat fokus dalam peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan, serta dengan ditambahnya teknologi yang semakin maju, China mampu menguasai perekonomian dunia. Harapannya Indonesia dapat mencontoh China, dari pemerintahnya yang berperan aktif, pemanfaatan sumber daya yang maksimal dan juga pembaharuan teknologi yang terus menerus. Dengan mencontoh china, Indonesia bisa mengurangi atau mungkin menghentikan produk dari China karena Indonesia akan bisa memproduksi dan memenuhi kebutuhan konsumen akan barang China dan dari sini memungkinkan juga Indonesia bisa mampu bersaing menjadi produsen utama dalam pasar global seperti sekarang yang kita sering dengar “China vs Amerika” mungkin nanti ada “Indonesia vs Amerika”.

Sources :

Adharsyah, T. (2019). Sederet Bukti Barang China Semakin Banjiri Indonesia Raya. https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190710124813-37-83920/sederet-bukti-barang-china-semakin-banjiri-indonesia-raya

Cargo, W. I. (2018). Dampak Positif dan Negatif Ekspor Impor. https://w3cargo.com/dampak-positif-dan-negatif-ekspor-impor/

CNN Indonesia. (2019). Penyebab Ponsel Lokal Kalah Dihantam Produsen China. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20191129181228-185-452788/penyebab-ponsel-lokal-kalah-dihantam-produsen-china

Fauzan, R. (2020). Tahan bajir Impor China, Pemerintah atur Strategi. https://ekonomi.bisnis.com/read/20200929/12/1298150/tahan-banjir-impor-dari-china-pemerintah-atur-strategi

Hamdani, T. (2020). Bahan Baku dari China Seret, Pabrik Elektronik RI Bisa Setop Produksi.

Kemenperin. (2020). Kemenperin: Industri Elektronik Semakin Agresif Dobrak Pintu Ekspor.Kemenperin.Go.Id
.https://kemenperin.go.id/artikel/21522/Industri-Elektronik-Semakin-Agresif-Dobrak-Pintu-Ekspor

Kementrian Perindustrian Republik Indonesia. (2012). Banjir Produk China Bisa Bunuh Industri Lokal. https://kemenperin.go.id/artikel/4097/Banjir-Produk-China-Bisa-Bunuh-Industri-Lokal

Kompas.com. (2016). Barang China Bisa Membahayakan Pasar Indonesia. https://properti.kompas.com/read/2016/03/12/111835621/Barang.China.Bisa.Membahayakan.Pasar.Indonesia

Kontan.co.id. (2019). Wapres Jusuf Kalla: Kalau ingin jadi negara maju, Indonesia perlu mencontoh China. https://nasional.kontan.co.id/news/wapres-jusuf-kalla-kalau-ingin-jadi-negara-maju-indonesia-perlu-mencontoh-china

Marcellina, S. (2019). Analisis Yuridis Kebijakan Impor Barang Elektronik Murah Dari Tiongkok Yang Berdampak Terhadap Produk Dalam Negeri Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 112/Pmk.04/2018. Transparency. http://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/15745

Muliana, V. A. (2017). Terkuak, Ini Rahasia China Bisa Jadi Negara Maju di Dunia. https://www.liputan6.com/bisnis/read/3191579/terkuak-ini-rahasia-china-bisa-jadi-negara-maju-di-dunia

Perindustrian, K. R. I. (2019). Industri Elektronik Terus Dipacu Rebut Pasar AS. https://kemenperin.go.id/artikel/21317/Industri-Elektronik-Terus-Dipacu-Rebut-Pasar-AS

Webmaster, K. (2020). Ini 3 Komunitas Importir China Terpopuler di Indonesia. https://www.total.or.id/2020/07/ini-3-komunitas-importir-china.html

Penulis :

The Mighty Shark

Ni Made Arini Noviyanthi

Nita Septa Dilla

Tubagus Razab Darmawan

Artikel ini telah dichek antiplagiarism via plagiarismchecker.co


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format