PERSAINGAN PRODUKSI MASKER MEDIS BUATAN LOKAL UNTUK MELAWAN SERBUAN PRODUK IMPOR CHINA

persaingan ketat antara perusahaan lokal untuk membuat masker medis yang berbahan dasar dari lokal melawan barang impor dari China


0

Di era sekarang ini, Covid-19 menyebar dari orang ke orang melalui tetesan air liur maupun melalui pernapasan. Tetesan dari pernapasan ini melayang ke udara saat kita batuk, bersin, berbicara, berteriak, bahkan bernyanyi. Tetesan ini kemudian dapat mendarat di mulut atau hidung orang yang berada di dekat kita atau mereka mungkin akan menghirup tetesan yang berasal dari kita.

Masker adalah penghalang sederhana yang diciptakan untuk membantu mencegah tetesan pernapasan kita mencapai orang lain. Studi menunjukkan bahwa masker mengurangi semprotan tetesan air liur saat dikenakan di atas hidung dan mulut.

Pada saat ini pula kita diharuskan memakai masker, meskipun kita tidak merasa mual. Pasalnya, beberapa penelitian menemukan bahwa pengidap Covid-19 yang tidak pernah menunjukkan gejala (asimtomatik) dan yang belum menunjukkan gejala (pra-simptomatik) tetap dapat menularkan virus ke orang lain. Mengenakan masker membantu melindungi orang di sekitar kita, jika kita terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala. Pada masa sekarang ini mengenakan masker di area di mana jarak yang cukup tidak memungkinkan atau bisa dibilang kurang dari 2 meter, seperti transportasi umum, kemungkinan besar mengurangi penyebaran tetesan virus dan oleh karena itu risiko penularan COVID-19.

Tentunya juga, hal ini tidak dapat disangkal bahwa orang yang terinfeksi dapat menularkan Covid-19 ke orang lain, mulai beberapa hari sebelum menunjukkan gejala klinis atau selama masa inkubasi. Namun, tidak ada data yang dapat dipercaya mengenai jumlah partikel virus yang dapat disebarkan oleh orang tanpa gejala, dengan menjaga jarak aman minimum.

Bisa disimpulkan bahwa masker di era pandemic ini merupakan salah satu barang yang wajib dan harus dimiliki seluruh lapisan masyarakat di era pandemi saat ini. Keadaan yang mengharuskan masyarakat untuk memakai masker membuat Indonesia melakukan jalan pintas yakni mengimpor masker dari Republik Rakyat Cina (RRC). Keputusan yang dipilih oleh Indonesia didasari akibat kurangnya bahan masker yang ada di negeri ini. Berdasarkan data yang diambil pada Juni 2020, Indonesia sulit memenuhi kebutuhan masker N95. Bahkan kebutuhan yang tak dapat dipenuhi oleh negara kita diproyeksikan oleh Kementrian Perindustrian (Kemenperin) yaitu mencapai 5,7 juta masker N95.

Sumber : Databoks, 2021

Masker N95 sendiri hanya diproduksi oleh dua pabrik di Indonesia. Perkiraan realisasi produksi dari April 2020 hingga Desember 2020 hanya berjumlah 2.250.000 pcs. Sedangkan kebutuhannya mencapai 7.645.686 pcs. Perluasan penyebaran pandemi covid-19 di Indonesia juga turut menekan produsen masker. Kurangnya jumlah perusahaan dan bahan baku menyebabkan produksi masker mengalami hambatan. Kepala Bidang I Promosi Produk Dalam Negeri Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki) yakni Erwin Hermanto mengatakan bahwa kedua produsen masker tersebut menghentikan aktivitas produksi secara sementara. 

Berdasarkan pengamatan fakta yang ada, China merupakan produsen bahan baku terbesar dan paling kompetitif secara harga. Namun, Pemerintah China lebih memfokuskan seluruh kapasitas produksi untuk kebutuhan domestiknya sendiri. Hal ini berimbas pada kurangnya bahan baku masker yakni filtrasi, elastik, dan kawat hidung. Selain itu, harga bahan baku filtrasi dari China melonjak dari US$ 2/kg menjadi US$ 80/kg. 

Sari W Pramono yang merupakan Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Vokasi dan Kesehatan HIPMI megatakan bahwa sejak era COVID-19 ini potensi bisnis masker melonjak hingga ke 77%. Banyak pebisnis yang mengubah Haluan bisnisnya menjadi seorang produsen masker. Sebagai mahasiswa yang mengambil fokus pada bidang bisnis, sebuah kesempatan peluang usaha perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin. Menurut pendapat para ahli, penggunaan masker kain terbilang baik meskipun tingkat keefektifannya tidak sebanding dengan masker medis. Namun penggunaan masker kain dapat mengatasi masalah kelangkaan masker medis. Masyarakat diperbolehkan menggunakan masker kain sebagai pilihan alternatif. 

Berdasarkan informasi yang telah kami baca, terdapat beberapa standar dan syarat suatu masker kain dikatakan baik. Hal tersebut diungkapkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang merupakan sebuah lembaga penanganan dan penghentian wabah di Amerika Serikat. Menurut mereka, syarat masker kain dapat dikatakan sebagai masker yang baik adalah sebagai berikut:

1. Menutup bagian tepi wajah

Kain masker harus cukup lebar sehingga dapat menutupi bagian hidung serta sebagian besar pipi.

2. Memiliki tali pengikat atau karet telinga

Karet pengikat yang digunakan untuk masker harus bisa menjaga masker agar tetap berada di wajah selama melakukan aktivitas. Tali atau karet yang terlalu longgar berpotensi membuat kita lebih banyak menyentuh area wajah ketika membenarkan posisi masker.

3. Terdiri dari beberapa lapis kain

Disarankan oleh Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan COVID-19 bahwa masker kain harus minimal terdiri dari tiga lapis kain dan disarankan juga untuk menggunakan kain katun 100%, yaitu kain katun yang ditenun tanpa campuran benang lain. Ciri-cirinya yaitu kain ini tidak melar jika ditarik.

4. Tidak menghalangi jalan napas

Memastikan bahwa jika menggunakan masker tersebut, kita masih bisa bernapas namun tetap menutupi bagian mulut dan hidung dengan sempurna. 

5. Jika dicuci tidak berubah bentuk

Masker dengan jenis kain yang kokoh dan tidak berubah bentuk setelah dicuci menggunakan mesin cuci adalah jenis masker kain yang paling disarankan.

6. Kain tidak terlalu tipis

Masker harus terdiri dari tiga lapis kain agar tidak terlalu tipis. Masker yang tipis memiliki fungsi perlindungan berkurang.

7. Ukuran yang sesuai dengan wajah

Sebaiknya masker dipilih berdasarkan ukuran lebar wajah kurang lebih sekitar 17,5 x 9,5 cm dengan lipatan agar masker dapat ditarik menjangkau bagian dagu. Namun, jika tidak menggunakan lipatan, pemilihan masker yang lebih besar diharuskan.

Yang dimana juga terdapa pengecualian untuk orang-orang yang tidak diharuskan/dikecualikan menggunakan masker sebagai pelindung dari covid-19:

  1. Anak di bawah dua tahun.
  2. Orang dengan kondisi medis yang mendasari atau kecacatan yang menghambat kemampuan mereka untuk memakai penutup wajah.
  3. Orang yang tidak dapat memasang, menggunakan, atau melepas penutup wajah dengan aman tanpa bantuan.
  4. Orang yang duduk di meja di tempat umum yang menawarkan layanan makanan atau minuman.
  5. Orang yang melakukan aktivitas atletik atau kebugaran.
  6. Orang yang merawat atau mendampingi penyandang disabilitas yang mengenakan penutup wajah akan menghalangi akomodasi penyandang disabilitas tersebut (misalnya, kemampuan membaca bibir).
  7. Orang yang telah melepas penutup wajahnya untuk sementara waktu di mana hal itu diperlukan untuk memberikan atau menerima layanan (misalnya, kunjungan ke dokter gigi).

Para pelanggan tidak memerlukan bukti bahwa mereka termasuk dalam salah satu pengecualian yang tercantum di atas. Bisnis juga tidak diharapkan untuk menolak layanan karena tidak semua orang diharuskan memakai penutup wajah.

Saat era pandemic seperti ini, masker medis telah menjadi barang yang langka. Kini masker medis, N95, dan sejenisnya sudah agak sulit untuk ditemukan di pasaran. Kalaupun kita menemukannya, harga yang dipatok juga terbilang lebih mahal dari sebelum pandemi. Bahkan berdasarkan survei yang telah kami lakukan, saat ini masker medis dijual seharga Rp 10.000 untuk selembar masker. Padahal, sebelum pandemi COVID-19 menyebar, dengan uang Rp 10.000 kita bisa mendapatkan 3-5 masker media. Dalam dunia ekonomi, hal ini terbilang wajar. Karena semakin tinggi tingkat permintaan akan suatu barang, persediaan barang akan mengalami penurunan. Penurunan inilah yang menyebabkan kelangkaan dan melonjaknya harga pasar.

Berdasarkan pernyataan dari Kementrian Perindustrian Indonesia, mereka menyebutkan bahwa produksi masker medis di Indonesia kalah saing dengan produksi masker dari luar negeri. Hal ini didapatkan dari data utilisasi industri masker medis nasional yang dimana mereka sempat mencapai di titik 100 persen tetapi kemudian sekarang merosot ke angka 60 persen.

Menurut Direktur Industri Tekstil, Alas Kaki, dan Kulit, mereka menyampaikan bahwa faktor utama mereka yaitu adanya penurunan permintaan di dalam negeri. Hal ini pula terjadi karena, produk impor dari luar negeri masuk ke Indonesia dengan harga yang relatif lebih murah.

Kemudian pula alasan kedua yakni karena harga dari masker medis yang impor dari China membuat pabrikan masker domestik/lokal menjadi tidak kompetitif. Hal ini terjadi karena adanya selisih harga antara masker medis dan lokal yang sebesar 29,41 persen sendiri.

Data dari Kemenperin juga menyebutkan bahwa, masker medis impor yang tercatat di Pos Tarif 6307.90.40 dan 6307.90.90 tersebut menunjukkan bahwa terjadi tren peningkatan volume pada bulan Januari hingga Agustus 2020. Walaupun, volume terbesar yang tercatat itu terdapat pada bulan Agustus yang mencapai sekitar 123.713 ton. Sementara itu, tercatat juga harga kisaran dari masker impor yaitu hanya sekitar US$25,14 per Kilogramnya. Disini bisa terlihat bahwa masker impor benar-benar membanting harga mereka dan menyebabkan terjadinya kalah persaingan didalam negeri sendiri yaitu di Indonesia.

Hasil dari kejadian ini, masker lokal atau masker medis buatan negeri hanya memiliki pangsa dari pasar sekitar 40 persen dari seluruh permintaan mengenai masker medis nasional. Lainnya, masker medis buatan lokal hanya berkontribusi senilai 24 persen dari total seluruh pasar masker yang terjadi di Indonesia.

Adapun faktor terakhir yang menyebabkan kalah saing yaitu karena diduganya adanya penurunan permintaan untuk masker medis yaitu karena banyaknya permintaan terhadap masker kain di Indonesia. Hal ini membuat pangsa masker kain lokal menaik hingga 40 persen, hal ini juga terjadi karena masker kain dapat dicuci sehingga membuat warga Indonesia lebih banyak untuk memilih masker kain karena halnya tidak boros dan juga biasanya untuk masker kain bisa dibuat sedemikian rupa sehingga masker tidak hanya sebagai pelindung dari covid-19 saja, tetapi bisa digunakan sebagai halnya fashion pada masa kini.

Dengan kondisi yang terjadi dilapangan, peluang usaha masker kain akan menjadi peluang yang menarik banyak peminat. Banyak ditemukan penjual masker kain melalui media sosial ataupun marketplace lainnya seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, JD.ID, dll. Pada beberapa pengusaha konveksipun terjadi pengalihan produksi ke konveksi produksi masker kain akibat permintaan yang terus melonjak. Peluang inipun tidak hanya dimanfaatkan oleh pemilik produsen, melainkan supplier, pengecer, dan dropshipper. Peluang usaha ini juga cocok diterapkan ketika pemerintah menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau bias akita sebut sebagai PBB demi menekan angka penyebaran virus COVID-19. 

Kami melihat berbagai aspek pendukung dan peluang dalam menciptakan usaha yang berhubungan dengan masker sebagai barang wajib selama era pandemi ini. Namun, berbeda dengan produsen lainnya, kami lebih berfokus pada produksi bahan-bahan masker. Elsi Masitoh yang merupakan Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin menerangkan bahwa selama ini kain metblown digunakan untuk bagian dalam pada masker dan sebagai bahan utama pakaian pelindung medis (PPM) yang dapat menghalangi masuknya virus, sedangkan kain spundbond merupakan kain luar dari masker medis. Selain dua jenis kain diatas terdapat pula beberapa jenis kain yang dapat dijadikan alternatif dalam pembuatan masker kain yang setara masker medis. Kain alternatif tersebut adalah kombinasi antara kain katun, polyester, dan rayon, seperti kain polyester, polyester-katun, dan polyester-rayon. Hal tersebut dapat menjawab kebutuhan bahan baku produksi APD dan masker medis saat ini, selain itu juga dapat menjaga industri APD dan masker lokal.

Kemenperin juga telah berhasil untuk mencapai kesepakatan soal ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) masker kain, termasuk anatominya. Menurut SNI masker kain harus memiliki dua lapisan, yaitu lapisan dalam dan lapisan luar. Lapisan dalam merupakan lapisan untuk menahan droplet dari dalam mulut pengguna sedangkan lapisan luar digunakan untuk menahan partikel dari luar agar tidak dapat masuk.

 Sumber: www.businessmodelgeneration.com

Berdasarkan dari permasalahan yang sudah dibahas diatas yakni tentang tantangan dan solusi dari perusahaan di Indonesia yang terkena imbas dari impor produk dari China yang dimana terjadi disektor Industri produksi masker di Indonesia agar mereka bisa bangkit dan kembali bersaing terhadap gemparan barang impor dari China yaitu dengan menggunakan BMC atau yang bisa disebut dengan Business Model Canvas, BMC adalah suatu kerangka kerja yang memungkinkan kita untuk memvisualisasikan dan menilai ide atau konsep bisnis yang akan dikerjakan. BMC adalah dokumen satu halaman yang berisi sembilan kotak yang mewakili berbagai elemen fundamental bisnis. BMC juga telah mengalahkan rencana bisnis tradisional yang terbentang di beberapa halaman, yaitu dengan menawarkan cara yang lebih mudah untuk memahami berbagai elemen inti bisnis.

Pada BMC ini, sisi kanan dari kanvas berfokus pada pelanggan atau pasar (faktor eksternal yang tidak kita kendalikan) sedangkan sisi kiri kanvas berfokus pada bisnis (faktor internal yang sebagian besar berada di bawah kendali kita). Di bagian tengah, kita mendapatkan proposisi nilai yang mewakili pertukaran nilai antara bisnis kita dan pelanggan kita.

Berikut ini merupakan penjelasan dari 9 elemen yang berada dalam Business Model Canvas:

1. Customer Segments

Ini adalah kelompok orang atau perusahaan yang kita coba targetkan dan jual produk atau jasa. Menyegmentasikan pelanggan kita berdasarkan kesamaan seperti area geografis, jenis kelamin, usia, perilaku, minat, dll. Memberi kita kesempatan untuk melayani kebutuhan mereka dengan lebih baik, khususnya dengan menyesuaikan solusi yang kita berikan kepada mereka.

2. Customer Relationships

Di bagian ini, kita perlu menetapkan jenis hubungan yang akan kita miliki dengan setiap segmen pelanggan kita atau bagaimana kita akan berinteraksi dengan mereka sepanjang perjalanan mereka dengan perusahaan kita.

3. Channels

Blok ini untuk menggambarkan bagaimana perusahaan kita akan berkomunikasi dan menjangkau pelanggan kita. Saluran adalah titik kontak yang memungkinkan pelanggan terhubung dengan perusahaan kita. Saluran berperan dalam meningkatkan kesadaran akan produk atau layanan kita di antara pelanggan dan menyampaikan proposisi nilai kita kepada mereka. Saluran juga dapat digunakan untuk memungkinkan pelanggan membeli produk atau layanan dan menawarkan dukungan pasca-pembelian.

4. Revenue Streams

Arus pendapatan adalah sumber dari mana perusahaan menghasilkan uang dengan menjual produk atau layanan mereka kepada pelanggan. Dan di blok ini, Anda harus menjelaskan bagaimana kita akan memperoleh pendapatan dari proposisi nilai kita.

5. Key Activities

Aktivitas utama ini harus fokus pada memenuhi proposisi nilainya, menjangkau segmen pelanggan dan memelihara hubungan pelanggan, dan menghasilkan pendapatan.

6. Key Resources

Di sinilah kita membuat daftar sumber daya utama atau masukan utama yang kita perlukan untuk menjalankan aktivitas utama kita untuk membuat proposisi nilai kita.

7. Key Partners

Mitra utama yaitu perusahaan atau pemasok eksternal yang akan membantu kita menjalankan aktivitas utama milik kita. Kemitraan ini dibangun untuk mengurangi risiko dan memperoleh sumber daya.

8. Cost Structures

Kita harus fokus pada evaluasi biaya untuk membuat dan memberikan proposisi nilai kita, menciptakan aliran pendapatan, dan memelihara hubungan pelanggan. Dan ini akan lebih mudah dilakukan setelah kita menentukan sumber daya, aktivitas, dan mitra utama kita.

9. Value Propositions

Ini adalah blok bangunan yang menjadi inti dari kanvas model bisnis. Dan itu mewakili solusi unik kita (produk atau layanan) untuk masalah yang dihadapi oleh segmen pelanggan, atau yang menciptakan nilai bagi segmen pelanggan.

Berdasarkan dari seluruh elemen yang sudah disebutkan diatas, dibawah ini merupakan BMC yang sudah dibuat sesuai dengan topic yang dibahas diatas yaitu:

Dari 9 element yang sudah dijabarkan diatas, menurut kami bentuk bisnis atau yang bisa disebut badan usaha yang tepat yaitu Partnerships yang dimana masker ini banyak dicari dimana-mana dan tentunya di masa pandemi ini masker merupakan hal yang wajib untuk digunakan ketika berada diluar rumah. Dimana yang dimaksud partnerships yaitu kerjasama, dimana perusahaan kita akan bekerjasama dengan pengrajin kain medis yang dimana itu dilakukan oleh lokal, karena kita akan mengurangi penggunaan dari bahan baku impor dan kemudian akan kita olah menjadi masker medis yang dimana masker medis tersebut buatan asli dari perusahaan dalam negeri. Dimana kita akan bekerjasama dengan para UMKM khususnya dibagian pengrajin kain untuk membuat kain medis dengan kualitas yang bagus dan tentunya akan aman ketika digunakan dimasa pandemi ini dan kemudian kita olah kain medis tersebut menjadi masker medis dan kemudian kita distribusikan ke seluruh Indonesia karena masker sangat dibutuhkan dimasa pandemi ini.

BEST PRACTICES

Solusi dari perusahaan masker medis lokal untuk menghadapi barang-barang impor dari China yang dimana mereka mensupply masker medis dalam jumlah yang tidak sedikit, perusahaan dari Indonesia yaitu contohnya seperti Sensi, Softies, Skrineer, dan yang lainnya. Dimana mereka bisa bersaing dengan masker-masker impor dari China dan tentunya juga dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih bagus dan dengan keamanan yang bagus juga. Hal itu diperlukan karena akan menumbuhkan rasa kepercayaan pada pelanggan terhadap masker yang mereka beli dan tentunya mereka akan melakukan re-purchase terhadap produk buatan Indonesia karena lebih terjangkau dan juga tetap memberikan keamanan yang maksimum terhadap pengguna dari masker tersebut.

Artikel ini telah di cek antiplagiarism via website https://www.duplichecker.com/

REFERENSI :

Ferrell, O.C, Hint, G.A & Ferell Linda. 2020. Business Foundations – A Changing World. 12th Edition, New York: McGraw-Hill.

https://www.j-express.id/peluang-usaha-masker-kain-di-tengah-pandemi-corona/83

https://ekonomi.bisnis.com/read/20200809/257/1276905/kemenperin-ungkap-bahan-baku-alternatif-apd-dan-masker-medis

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/03/05/ketergantungan-impor-masker-indonesia-dari-tiongkok

https://finance.detik.com/industri/d-5046326/ri-diprediksi-kekurangan-54-juta-masker-n95-hingga-akhir-tahun

https://kesehatan.kontan.co.id/news/yuk-mengenal-jenis-masker-rekomendasi-terbaru-who-untuk-melawan-virus-corona?page=4

https://www.alinea.id/bisnis/masker-menjadi-peluang-usaha-di-masa-pandemi-b1ZRY9w3B

https://ekonomi.bisnis.com/read/20201124/257/1322131/hargaproduk-impor-lebih-murah-produksi-masker-medis-lokal-anjlok

https://www.calgary.ca/csps/cema/covid19/support/business/face-covering-requirements.html

https://next.canvanizer.com/canvas/ina30kYzSeS83

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200423143703-92-496574/impor-masker-dan-alkes-untuk-corona-capai-rp77759-m

https://koran.tempo.co/read/ekonomi-dan-bisnis/454429/eksportir-alat-pelindung-diri-dikenakan-syarat-ketat?

https://creately.com/blog/diagrams/business-model-canvas-explained/

https://investasi.kontan.co.id/news/bps-catat-ribuan-ton-impor-masker-dan-apd-produsen-dalam-negeri-genjot-produksi

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5090181/bisnis-masker-lagi-ramai-nih-modalnya-cuma-rp-5-juta

https://www.cekaja.com/info/merk-masker-medis-terbaik

https://my-best.id/8608

https://kesehatan.kontan.co.id/news/yuk-mengenal-jenis-masker-rekomendasi-terbaru-who-untuk-melawan-virus-corona?page=all

https://www.alodokter.com/inilah-pilihan-masker-untuk-virus-corona

Penulis :
Bellatrix Kezia
Jisnu Mahan Pratama Putra
Kelompok 5 Pra-MBA UGM (Lords of Profit)


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format