Business Strategy PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) : Transformasi Bisnis Agar Tidak Berhenti Di Masa Pandemi Covid-19

"Melihat adanya peluang pada delivery makanan, ALDO melakukan strategi untuk membentuk satu lini produk baru yaitu kemasan makanan yang ramah lingkungan."


0

Singapura merupakan Negara dengan perekonomian yang maju, sistem pasar bebas dan terbuka yang kebijakan ekonominya pro-bisnis, pro-investasi, dan ekonomi berorientasi ekspor. Kebijakan Pemerintah yang baik dan stabil, administrasi negara yang efisien, dan lepasnya ekonomi dari pegaruh politik menjadikan Singapura sebagai Negara penerima investasi terbesar di Asia Tenggara. 

Perekonomian Singapura bertumpu pada industri dan perdagangan, tentu saja perang dagang antar USA vs China sangat memiliki dampak yang buruk terhadap perekonomian Singapura. Sebagai negara yang ekonominya bergantung pada perdagangan dengan menurunnya ekspor dari China juga memberikan dampak yang signifikan pada melemahnya ekonomi Singapura. Hal ini dapat dilihat dari data pertumbuhan PDB Singapura. 

Grafik Pertumbuhan PDB Singapura

 Source: Trading Economics (https://id.tradingeconomics.com/singapore/gdp)

Sedangkan kebalikannya dengan Singapura, Vietnam mendapatkan dampak positif dari momentum ini. Vietnam menjadi sasaran relokasi industri dari China karena letaknya yang tidak jauh dari China, dan Vietnam juga memiliki similaritas produk ekspor dengan China. Vietnam yang bertransformasi ekonomi besar-besaran selama 30 tahun terakhir menjadi negara berkembang dengan sistem ekonomi sosialis.

Vietnam memiliki fasilitas GSP, serta bilateral trade dan Investment Framework Agreement dengan AS sejak 1994 hal ini menjadikan Vietnam sebagai tempat baru bagi Investor China ditengah perang dagang yang berlangsung. Pemerintah Vietnam juga berkomitmen untuk memerangi praktik ilegal transshipment sebagai bentuk respon terhadap puluhan kasus fraudulent yang telah teridentifikasi. Langkah Pemerintah Vietnam ini terlihat sangat jelas sebagai upaya untuk menjaga hubungan yang baik dengan Pemerintah AS. 

Data PDB Vietnam tumbuh dari 2% ke angka 12% selama 2015 – 2019. Pemerintah Vietnam berfokus kepada regulasi dan penguasaan sektor – sektor sentral bagi kepentingan penduduk, dan bekerja sama dengan privat sektor untuk melakukan bisnis.

Grafik Pertumbuhan PDB Vietnam

Source: Trading Economics (https://id.tradingeconomics.com/vietnam/gdp)

Dapat dilihat pada tabel diatas pertumbuhan PDB Vietnam dari tahun ke tahun stabil mengalami peningkatan yang signifikan bahkan hingga tahun 2020 dimana negara-negara seluruh dunia mengalami krisis yang diakibatkan oleh Pandemi Covid-19.

Dimasa pandemi Covid 19, Singapura yang hidup dari pajak perdagangan dan transaksi menderita penyusutan ekonomi sebesar -5,4%. Hal ini disebabkan karena hampir seluruh perdagangan dan bisnis di dunia terhenti. Namun dengan manajemen ala negara kapitalis Pemerintah Singapura berfokus kepada fungsi kontrol sebagai negara dan menyerahkan fungsi melakukan bisnis kepada Privat sektor. Hal ini membentuk ekonomi pasar terbuka yang disukai oleh investor dan pelaku bisnis yang merasakan kemudahan dalam melakukan bisnis, disisi lain kemakmuran dari rakyat singapura juga turut terdongkrak dengan banyaknya pilihan dari produk dan jasa untuk dipilih bagi konsumen, serta lapangan bekerja yang sangat terbuka. Kedua hal inilah yang membentuk singapura sebagai negara dengan status pendapatan perkapita yang tinggi.

Berbeda dengan Singapura, di tengah Pandemi ekonomi Vietnam tumbuh positif sebesar 2,91persen bahkan lebih tinggi dari estimasi median yaitu 2,8 persen dalam survey bloomberg. Hal ini didorong dengan adanya pemulihan pada bidang manufaktur yang merupakan dampak dari banyaknya karyawan yang harus bekerja dari rumah pada saat pandemi. Sehingga terjadi kenaikan permintaan seperti meningkatnya pembelian laptop, komputer, dan perabotan rumah yang mana produk-produk tersebut kebanyakan diproduksi sendiri di Vietnam. Vietnam juga memiliki kebijakan fiskal yang bijaksana dimana mayoritas bantuan difokuskan untuk membantu rumah tangga dan perusahaan yang rentan terkena dampak akibat Pandemi Covid-19 ini. Adanya pelonggaran kebijakan moneter serta bantuan keuangan dari Bank Negara Vietnam membantu menekan likuiditas dan juga memfasilitasi aliran kredit yang berkelanjutan. 

Dapat kita lihat dari kedua negara diatas memiliki karakteristik dan cara yang berbeda-beda dalam membangun serta memajukan ekonomi negara. Bangkit dari kemiskinan dan bertahan pada masa-masa krisis seperti Pandemi yang sedang dihadapi bersama saat ini tentu saja menunjukan adanya perbedaan dari setiap negara. Sistem ekonomi suatu negara merupakan sebuah sistem yang mengatur perilaku masyarakatnya dalam mendistribusikan sumber daya nya sehingga menjadi barang dan jasa. Sistem ekonomi juga menentukan tujuan dan langkah-langkah yang harus dilakukan oleh setiap negara. 

Berikut merupakan tabel yang perbandingan dua negara yang berbeda yang memiliki sistem ekonomi yang berbeda.

COMPARISONS BY ECONOMIC SYSTEMS

Vietnam

Singapura

Business Ownership

Kepemilikan perusahaan perpaduan antara pemerintah dengan swasta, dengan batasan kepemilikan swasta

Kepemilikan tidak dibatasi untuk swasta. dengan tetap mengikuti peraturan pemerintah

Competition

Dibatasi pada sektor tertentu

kompetisi di dorong oleh pemerintah, agar meningkatkan inovasi dan perekonomian yang kompetitif

Profits

Profit perusahaan pemerintah diberikan pada pemerintah. Pada swasta tidak diberikan

Profit holdings pemerintah diberikan pada pemerintah. Pada swasta tidak diberikan kecuali pajak

Product Avalaibility and Price

Konsumen punya beberapa pilihan dan harga ditentukan permintaan pasar

Konsumen punya banyak pilihan dan harga ditentukan permintaan pasar

Employment Options

Terdapat banyak pilihan

terdapat banyak pilihan

Pandemi Virus COVID-19 yang terjadi di dunia sepanjang tahun 2020 ini membuat mobilitas masyarakat terganggu dan banyak orang harus berdiam diri di rumah dikarenakan kekhawatiran akan penularan virus corona serta kebijakan suatu negara untuk melakukan pembatasan aktivitas. Di Singapura misalnya, negara dengan budaya tingkat kesadaran akan kesehatan dan kebersihan yang cukup tinggi, terlihat sepi aktivitas diseluruh penjuru khususnya di restauran, dan pujasera . 

Terdapat 3 faktor utama yang mempengaruhi kondisi tersebut. Pertama, penduduk cenderung membatasi diri untuk keluar rumah, dikarenakan kekhawatiran akan virus corona. Ditambah peraturan pembatasan berskala dari negara singa yang begitu ketat. Kedua, adanya perubahan dalam sistem kerja dari “Work From Office” menjadi “Work From Home”, yang diakui oleh sebagian besar pekerja menjadi lebih sibuk dan malas keluar rumah. Ketiga, promo – promo yang dilakukan oleh restoran maupun provider penyedia layanan antar, yang menarik konsumen untuk melakukan pemesanan online delivery, daripada walk in ke tempat. Bahkan dipercaya, setelah pandemi berakhir kebiasaan konsumen dalam pemesanan makanan dan product tidak akan kembali ke masa sebelum pandemi.

Restoran maupun kafe yang biasa menyediakan kebutuhan konsumsi makanan masyarakat pun terpaksa menutup gerainya dan banyak yang beralih menawarkan delivery service sebagai cara menyiasati keuangan selama pandemi. Di Negara-negara Asia Tenggara, aktivitas transaksi pengantaran makanan melalui daring (online food deliveries) meningkat tajam hingga hampir 15 kali dari tahun 2015 sampai 2019 dan mencapai nilai sekitar USD 6 miliar. Nilai tersebut diprediksi akan terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan kian bertambahnya platform aplikasi dan perubahan gaya hidup masyarakat di Asia Tenggara sejak Pandemi Covid-19 ini. Kenaikan permintaan pada food delivery ini turut memicu kenaikan pemakaian food packaging yang aman bagi kesehatan dengan standar food grade dan yang ramah lingkungan. 

PT. Alkindo Naratama Tbk merupakan perusahaan yang berbasis di Indonesia yang produk utamanya bergerak dalam produksi konversi bahan kertas. Perusahaan didirikan pada tahun 1989 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1994. Pada 12 Juli 2011, Alkindo memulai awal yang baru dalam sejarahnya. Pada hari itu, Alkindo resmi memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode Emiten ALDO. ALDO memproduksi produk olahan kertas seperti honeycomb (kertas karton yang dibentuk seperti sarang lebah yang biasa digunakan paper box, hole pad, paper pallet dan sebagai pengisi struktur dalam partisi, pintu, dinding dan furnitur), edge protector (lembaran kertas perlindung sudut untuk produk-produk seperti kaca, marmer, peralatan elektronik dan lain-lain), paper core (gulungan (bobbin) untuk plastic film atau flexible packaging, kertas, kain dan kertas timah), paper tube (gulungan untuk benang jenis Draw Textured Yarn dan Partially Oriented Yarn) dan paper pallet (palet kertas).

Seperti mayoritas perusahaan pada umumnya, ALDO juga mengalami dampak negatif dari pandemi COVID-19 pada tahun 2020 kemarin. Dari bulan Januari sampai dengan April 2020, segmen penjualan tekstil cukup terganggu, bahkan sampai turun 25%-30% year on year (yoy). 

Dikutip dari data keuangan diatas, laba bersih ALDO merosot pada Q1-2020. Selain diakibatkan oleh efek pandemi, Penurunan laba disebabkan kenaikan beban penjualan, umum, dan administrasi dan beban operasional. Untuk menyiasati efek pandemi tersebut, perusahaan mengembangkan produk baru di bidang kemasan makanan (food packaging) dari kertas cokelat, yang diharapkan akan mampu membantu menopang penjualan perusahaan di masa pandemi ini dan masa yang akan datang. 

Pada awal tahun 2020 kemarin, ALDO mulai merambah ke segmen bisnis kertas makanan (food packaging) yang eco friendly, dan bersertifikat halal karena melihat adanya peluang pada food delivery diikuti oleh Pandemi Covid-19. Perusahaan menyasar produk tersebut untuk para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini merupakan strategi untuk membentuk satu lini produk baru yaitu kemasan makanan dengan keunggulan aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Manajemen Perusahaan juga menilai bahwa penggunaan kertas kemasan meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat untuk mengurangi plastik.  

Namun rencana Perusahaan tidak dapat berjalan sebagaimana direncanakan karena permintaan kemasan yang terus menurun akibat Pandemi sehingga daya beli yang ikut menurun di Indonesia dan masih terbatasnya segment dari masyarakat Indonesia yang memiliki kebiasaan dalam delivery service. Melihat kondisi tersebut, terdapat perbedaan permasalahan yang dihadapi oleh ALDO yang beroperasional di Indonesia, dengan kondisi yang berlangsung di Singapura. Di singapura, masalah utama yang dihadapi oleh konsumen adalah keterbatasan aktivitas dan tidak dapat keluar rumah. Namun “buying power” dari konsumen masih tetap kuat didukung adanya bantuan keuangan dari pemerintah Singapura. 

Adanya keterbatasan pasokan dari kemasan makanan yang aman dan ramah lingkungan di Singapura, menjadi peluang yang baik bagi ALDO untuk melakukan ekspansi dimasa pandemi. Selain menjadi strategi untuk dapat bertahan dikala pandemi, aksi ini juga dapat dimanfaatkan bagi Perusahaan untuk terus melebarkan pasar khususnya mancanegara. Untuk menembus pasar mancanegara khususnya di masa pandemi, merupakan tantangan tersendiri bagi sebuah perusahaan. ALDO harus mempersiapkan produk dengan spesifikasi dan kualitas yang sesuai dengan standar (food grade) dan yang ramah lingkungan dengan harga yang terjangkau bagi “demand” di Singapura. 

Ekspansi pasar keluar negeri di industri food packaging ini, telah dilakukan oleh perusahaan sejenis ALDO, yaitu PT Trias Sentosa Tbk (TRST). PT TRST telah merencanakan dan menjalankan ekspansi pasarnya sejak akhir tahun 2017. PT TRST menambah kapasitas produksi dengan membeli 3 unit mesin produksi baru dan memperluas area gudang. Selain itu, PT TRST juga menggandeng perusahaan asal Jepang yaitu Toyobo Co.Ltd. dan membentuk dua perusahaan baru yang terbentuk dengan nilai investasi hingga Rp1,1 triliun. 

Produk yang dihasilkan TTA sama dengan hasil produksi PT Trias Sentosa Tbk, yaitu PET film yang akan dipasarkan ke pasar domestik dan ekspor. Perbedaannya, TTA akan difasilitasi mesin-mesin baru. Sebagian hasil produk TTA juga disalurkan ke TTE sebagai bahan baku produksi. Strategi-strategi yang diterapkan oleh PT Trias Sentosa tersebut, membuahkan hasil pada masa pandemi Covid-19 ini. Industri packaging mengalami kenaikan permintaan di dalam dan terutama di luar negeri karena naiknya kebutuhan kemasan untuk produk makanan dan minuman. Selama pandemi, pasar makanan dan minuman dalam kemasan mengalami kenaikan signifikan karena banyak orang berdiam diri di rumah.

Tingginya permintaan pasar baik domestik maupun ekspor selama pandemi Covid-19, PT Trias Sentosa Tbk mengalami pertumbuhan permintaan pasar baik domestik maupun ekspor sehingga penjualan sampai akhir triwulan ketiga tahun 2020 tumbuh 10,7 persen menjadi Rp 2,2 triliun dan laba bruto meningkat sebesar 39,8 persen menjadi Rp 228 miliar jika dibandingkan dengan triwulan ketiga tahun 2019. Di tahun 2020, Selain dari pasar domestik, perusahaan juga telah berhasil mengekspor ke Jepang, Korea, Thailand, Malaysia, Singapura, Australia dan Amerika serta beberapa negara lainnya. Strategi yang telah diterapkan PT Trias Sentosa dan membuahkan hasil tersebut, dapat menjadi sebuah blueprint bagi ALDO apabila perusahaan berniat untuk melebarkan sayapnya ke luar negeri untuk menyiasati perlambatan ekonomi perusahaan selama pandemi Covid-19.

Referensi

  1. https://money.kompas.com/read/2020/12/14/051100926/akar-serabut-perekonomian-vietnam?page=all 
  2. https://ekonomi.bisnis.com/read/20190712/9/1123379/dampak-perang-dagang-ekonomi-singapura-berkontraksi-pada-kuartal-ii2019 
  3. https://www.kompas.tv/article/142029/mengalahkan-china-pertumbuhan-ekonomi-vietnam-terbaik-di-asia?page=all 
  4. https://www.merdeka.com/dunia/mengapa-ekonomi-vietnam-bisa-tumbuh-di-saat-pandemi-covid-19.html?page=2 
  5. Yuniarti, dkk. 2004. Peran Negara Dalam Industrialisasi Di Malaysia dan Singapura (1970-2000). Sosiosains, Vol. 1, pp: 195-206.
  6. https://id.tradingeconomics.com/singapore/gdp 
  7. https://id.tradingeconomics.com/vietnam/gdp 
  8. https://alkindo.co.id/our-company/ 
  9. www.idnfinancials.com/id/aldo/pt-alkindo-naratama-tbk#financial-data 
  10. https://market.bisnis.com/read/20200712/192/1264777/rambah-bisnis-kemasan-makanan-begini-
  11. https://www.neraca.co.id/article/88810/gandeng-perusahaan-jepang-trias-sentosa-bikin-dua-
  12. https://newssetup.kontan.co.id/news/trias-sentosa-trst-optimistis-penuhi-target-pertumbuhan-dua- 
  13. https://www.jawapos.com/ekonomi/bisnis/28/11/2020/permintaan-flexible-packaging-selama- 
  14. https://daerah.sindonews.com/read/247392/704/anti-pandemi-covid-19-penjualan-pt-trias- 

Dibuat oleh:

Teresa Irselinia Prisscilia Iskandar

Jimmy Indrawan

Kharmanovian Umboro


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format