Undercover Boss ‘Anytime Fitness’, Menilik Gaya Kepemimpinan Stacy Anderson

Stacy Anderson melakukan penyamaran untuk melihat lebih dalam tentang operasi franchise perusahaan. Bagaimana gaya kepemimpinannya dari perspektif Islam?


0

Undercover Boss merupakan reality series yang menampilkan para eksekutif tingkat tinggi perusahaan yang menyelinap secara anonim ke dalam jajaran organisasi mereka sendiri untuk memeriksa cara kerja bagian dalam operasi perusahaan.

Pada salah satu episode dalam reality show Undercover Boss, brand president Anytime Fitness, Stacy, melakukan undercover pada tiga franchise. Stacy merubah penampilannya dengan wig pirang untuk menyamar sebagai Sam, seorang wanita yang bekerja di perusahaan paper mill yang terpaksa digantikan oleh pembaruan teknologi dan sedang mencari karir keduanya. Selama penyamaran, Stacy mendapat kesempatan untuk belajar dan tumbuh bersama anggota tim di garis depan Anytime Fitness dan melihat lebih dalam perspektif karyawan, penerima waralaba, dan pelanggan gymnya. 

Apa saja yang Stacy temukan selama misi undercover-nya?

Pada tempat pertama Stacy mendapatkan laporan bahwa franchise yang dijalankan oleh Kathy memiliki kinerja yang baik. Namun Kathy sedikit meragukan perubahan-perubahan yang ada di perusahaan. Stacy akhirnya dapat melihat langsung bahwa memang Kathy menjalankan gym dengan sangat baik. Selain itu juga ia berkesempatan untuk mendengar masukan dan alasan Kathy kurang menyukai perubahan yang dibawa perusahaan.

Gym kedua sangat berbeda dengan yang sebelumnya. Stacy mendengar banyak keluhan pelanggan dan gym tidak menghasilkan banyak keuntungan. Ketika melakukan undercover ini Stacy baru mengetahui bahwa pemilik tidak menjalankan bisnis sesuai ketentuan perusahaan. Matt, pemilik gym, mengkhususkan tempatnya untuk para atlet sehingga masyarakat biasa merasa tidak nyaman. Selain itu tempat gym juga tidak memiliki alat yang terawat dan memiliki banyak sampah.

Pada tempat gym ketiga, Stacy dikejutkan dengan adanya anjing peliharaan yang berada di dalam gym. Stacy juga terkejut saat Dakota, sang manajer dan trainer, melakukan pemijatan tanpa memiliki sertifikat. Namun demikian, Stacy terkagum dengan cara Dakota berinteraksi dan melatih para lansia di sana.

Melihat apa yang dilakukan Stacy, sebenarnya bagaimana konsep kepemimpinan dari kaca mata Islam?

Dalam kepemimpinan Islam, kepemimpinan itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari agama Islam dan harus berdasar pada Al-qur’an dan sunnah (Egel, 2014; Faris & Parry, 2011). Selain itu, kepemimpinan Islam juga harus harus senantiasa ber-amar ma’ruf nahi munkar. Seorang pemimpin dalam Islam merupakan wakil Allah SWT di muka bumi atau disebut khalifatullah fil ardh.

Allah SWT dalam Surat al-Baqarah: 30 berfirman :

وَاِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلٰٓٮِٕكَةِ اِنِّىۡ جَاعِلٌ فِى الۡاَرۡضِ خَلِيۡفَةً ؕ قَالُوۡٓا اَتَجۡعَلُ فِيۡهَا مَنۡ يُّفۡسِدُ فِيۡهَا وَيَسۡفِكُ الدِّمَآءَۚ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَـكَ‌ؕ قَالَ اِنِّىۡٓ اَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُوۡنَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi". Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?". Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Aunur Rahim Fakih, dkk mengatakan, dalam Islam kepemimpinan dapat digambarkan sebagai gabungan konsep interaksi, relasi, proses otoritas, tindakan mempengaruhi, mengkoordinasi dan mengarahkan baik itu secara vertikal maupun horizontal. Hal ini sesuai dengan fungsi pemimpin yaitu, planning and decision making, organizing, leading and motivating, dan juga controlling. Sedangkan menurut Imam al-Mawardi, dalam Islam pemimpin memiliki fungsi ganda yang harus dilaksanakan secara integral, yaitu melaksanakan fungsi leader (menggantikan misi kenabian untuk menjaga al-din) dan fungsi manajerial (mengatur organisasi untuk urusan duniawi).


Kepemimpinan yang Amanah

Seorang khalifah (pemimpin) merupakan pemegang mandat Allah SWT dalam mengemban amanah kepemimpinana di muka bumi. Terkait dengan amanah, kepemimpinan bukan hanya sekedar soal jabatan, melainkan tanggung jawab yang harus diemban dengan baik. Kekuasaan yang dimiliki seorang pemimpin tidak lantas membuatnya boleh bertindak sewenang-wenang terhadap orang-orang yang ia pimpin. Dalam Al-Qur’an dan hadits ditegaskan bahwa kekuasaan merupakan suatu amanah yang harus dipegang teguh.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (Qs. Al-Anfal: 27).

Amanah berarti memiliki konsekuensi untuk mengelola dengan penuh tanggung jawab. Bagaimana amanah yang melekat dalam sebuah kekuasaan dijalankan dengan semestinya menjadi salah satu parameter suksesnya kepemimpinan dalam Islam. Suatu posisi kepemimpinan apabila diserahkan pada orang yang tidak amanah dapat menyebabkan ketidakadilan, kekacauan, dan kehancuran baik bagi organisasi itu sendiri maupun pengaruhnya terhadap sistem yang lebih luas. Karena amanah merupakan indikator penting dalam kepemimpinan, maka Rasulullah melarang orang-orang yang tidak cakap untuk menduduki suatu jabatan. Kepemimpinan haruslah diserahkan pada mereka yang cakap pada bidangnya agar dapat mengemban tugas dengan baik.

Sebagaimana kekhawatiran Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ahmad, dan al-Darimi:

 إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ

Sesungguhnya yang aku takutkan atas umatku adalah (berkuasanya) para pemimpin yang menyesatkan.” (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam al-Shahihah: 4/109, no. 1582, dalam Shahih al-Jami’, no. 1773 dan 2316).

Rasulullah saw juga bersabda : 

عن أب هريرة قال : بينما النب صلى الله عليه وسلم ِى مجلس يحدث الوم... قال : ِاءذا ُضيِّعَ ِت اۡمانة ِانتُر الساعة.قال : كيَ اضاعتها ؟ قال : اذا وسد (وِ رواية : أُ ْسنِدَ) اۡمر ألى غير أه ِل ِانتُر الساعة . رواهالبۡارى .

 "Abu Hurairah ra berkata “Ketika Nabi saw di suatu majlis sedang berbicara dengan suatu kaum …Beliau bersabda: Apabila amanat itu telah disia-siakan, maka nantikanlah kiamat (kehancuran). Ia berkata ”Bagaimana menyia-niakannya?. Beliau bersabda “Apabila perkara (urusan) diserahkan kepada selain ahlinya, maka nantikan saat kehancurannya”.

Sesuai dengan perkataan RasulullahJika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat, ia akan merusak mereka." (H.R Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Alhakim). 

 

Servant Leadership: Meneladani Kepemimpinan Rasulullah

Menurut Egel (2014), kepemimpinan dalam Islam berbentuk segitiga yang menjelaskan hubungan antara Tuhan, pemimpin, dan pengikutnya. Tuhan memberikan visi kepada para pemimpin dan membatasi kekuasaan mereka. Para pengikut bertanggung jawab kepada Tuhan atas perbuatan mereka dan berbagi tanggung jawab sebagai pemimpin. Kualitas kepemimpinan dalam hubungan ini adalah terkait dengan servanthood (pengabdian), stewardship (penatalayanan), dan mutual consultation  (musyawarah timbal balik) (Abeng, 1997; Ahsan et al., 2008).

Kewenangan yang dimiliki pemimpin hendaknya digunakan untuk saling melayani dan saling berkontribusi, sehingga ada kerjasama atau keserasian yang baik antara pemimpin dan yang dipimpin. Pemimpin harus senantiasa memprioritaskan kemaslahatan bersama daripada kepentingan pribadi atau golongan. Al-Imamu Khodimul Ummah mengatakan, “Kepemimpinan sejati dimulai dari dalam dan kemudian bergerak ke luar untuk melayani mereka yang dipimpinnya”. Maka perlu ditekankan kembali bahwa setiap pemimpin harus menanamkan visi dan misi melayani dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan hidup dari pengikutnya, sehingga ketika sudah ditanamkan nilai-nilai tersebut akan meminimalisir bahkan meniadakan niat-niat buruk seperti menzalimi, mengorbankan rakyat demi kepentingan pribadi dan niat buruk lainnya.

Hal ini juga tercermin dalam sabda Rasulullah saw:

فَاْلإمَامُ رَاعٍ وَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Seorang imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dia urus” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Nu'aim

سَيِّدُ الْقَوْمِ خَادِمُهُمْ

Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka”.

Danah Zohar menuliskan dalam bukunya Spiritual Intelligence: SQ the Ultimate Intelligence, bahwa servant leadership (kepemimpinan yang melayani) merupakan salah satu tolok ukur kecerdasan spiritual. Dalam kepemimpinan yang melayani, Robert K. Greenleaf merumuskan 11 karakter seorang servant leader:

  1. Listening : mau mendengarkan masukan orang lain
  2. Empathy : tau apa yang orang lain rasakan dan pikirkan
  3. Healing : memperbaiki kesalahan yang ada
  4. Awareness : memiliki kesadaran dan peka
  5. Persuasion : melakukan pendekatan personal
  6. Conceptualization : memiliki konsep
  7. Foresight : memiliki tinjauan ke masa depan
  8. Stewardship : memiliki hati/naluri untuk melayani orang lain
  9. Commitment to the growth people : komitmen untuk mengembangkan orang lain
  10. Building community : membangun komunitas

Dari sepuluh karakter di atas, menurut Robert K. Greenleaf karakter utama seorang servant leader adalah stewardship (naluri untuk melayani orang lain). Berkaitan dengan hal ini, menurut Ken Blanchard terdapat beberapa nilai yang muncul dari seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani. Salah satunya adalah bahwa seorang pemimpin sejati memiliki keinginan untuk mengembangkan dan membangun orang-orang yang dipimpinnya, sehingga akan tumbuh lebih banyak pemimpin dalam kelompoknya. Blanchard mengatakan bahwa kesuksesan seorang pemimpin dapat dinilai dari kemampuannya membangun orang-orang disekitarnya. Hal ini karena menurutnya, keberhasilan organisasi/perusahaan sangat tergantung pada potensi human resources dalam organisasi tersebut.

Kepemimpinan ini mengutamakan hubungan yang penuh kasih, perhatian, dan penghargaan, tidak hanya berfokus pada kekuasaan. Kasih ini dapat diwujudkan dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan, impian, harapan, dan kepentingan orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang peduli terhadap bawahan akan membantu menolong mereka yang kesulitan serta memberikan evaluasi dan selanjutnya membimbing mereka apabila menyimpang. Hakikat seorang pemimpin adalah memberikan pengaruh pada orang lain agar dapat bertindak sesuai tujuan yang akan dicapai organisasi. Dalam hal ini berarti seorang pemimpin tidak hanya berkuasa memerintah bawahan melakukan apa yang harus dilakukan, namun pemimpin juga mempunyai wewenang untuk mengarahkan mereka dan dapat memberikan pengaruh yang baik.

Dalam Surat At-Taubah (9) ayat 128, Allah SWT berfirman:

لَوَ ۡد َجآ َء ُك ۡم َر ُسو ٞل ِّم ۡن أَنَُ ِس ُك ۡم َع ِزي ٌز َعلَۡي ِه َما َعنِتُّ ۡم َح ِري ٌص َعلَۡي ُكم بِٱۡل ُم ۡؤ ِمنِي َن َر ُءو َٞ َّر ِحي ٞم 

Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin”.

Menilik kembali model kepemimpinan Stacy Anderson

Sebagai pemimpin, Stacy Anderson mengutamakan nilai yang bermanfaat bagi klien dan juga stakeholder organisasi. Anytime Fitness adalah gym yang buka 24 jam sehingga orang-orang dapat berolahraga kapan saja. Sebuah konsep yang bagus yang berhasil dibawa oleh Stacy sebagai pemimpin. Tentunya konsep ini juga memberikan kemudahan kepada banyak orang. Di Undercover Boss ini, Stacy berusaha menunjukkan gaya kepemimpinan yang berprinsip servant leadership.

Melalui Undercover Boss, Stacy mendengarkan kritik dan masukan dari para manager club, meskipun ada perkataan yang kurang disukai Stacy. Selama mendengarkan cerita mereka, Stacy menjadi berempati dan dengan apa yang para manajer ini rasakan. Contohnya adalah keinginan Kathy untuk pensiun dan perjuangan Dakota saat masih di usia muda. Stacy menjadi lebih terhubung dengan orang-orang di bawahnya. Dengan pendekatan personal ini, Stacy berusaha mengetahui apa yang terjadi di Anytime Fitness.

Tidak hanya pengalaman dan pendapat mereka tentang club, Stacy juga menemukan beberapa masalah dalam operasi club. Club yang dikelola Matt dan Dakota tidak sesuai dengan standar operasi Anytime Fitness. Club Matt mempunyai ulasan yang sangat buruk dan bahkan ada ulasan yang menyebutkan Matt sangat kasar kepada para member. Ketika berkunjung, Stacy menemukan bahwa ulasan itu benar adanya. Club Matt sangat kotor dan bernuansa sangat intimidatif. Pelayanan pelanggan pun sangat kurang. Di sisi lain, Dakota memberikan pelayanan yang sangat baik kepada para member. Dia berperan sebagai manajer sekaligus personal trainer yang ramah dan penuh semangat. Suasana menyenangkan sangat terasa. Namun, ada dua kesalahan yang dilakukan Dakota. Dakota membiarkan anjing peliharaannya berkeliaran dan mengganggu aktivitas di gym. Dakota juga mempraktikkan pemberian massage kepada seorang klien padahal Dakota tidak memiliki sertifikasi untuk itu.

Stacy merasa harus ada perbaikan untuk masalah ini supaya tidak ada gangguan di sistem operasi Anytime Fitness saat ini dan di masa depan. Dengan bijak, Stacy memberikan pilihan kepada Matt untuk tetap bersama Anytime Fitness dengan syarat memperbaiki konsep club-nya atau pergi dengan menjual club-nya dengan harga yang sesuai. Matt pun memilih untuk pergi. Stacy juga menegur Dakota karena anjing peliharaannya dan memberikan uang sejumlah 10.000 USD sebagai dana pelatihan sertifikasi Dakota. Stacy mendukung Dakota untuk lebih berkembang. 

Tindakan yang diberikan kepada Dakota bukan hanya sebuah penyelesaian masalah, namun juga sebagai bentuk reward atas kerja kerasnya. Stacey akan mendukung Dakota saat dia sudah siap membuka bisnis gym-nya sendiri. Begitu pun dengan Kathy, Stacy memberikan reward berupa uang 30.000 USD sehingga Kathy bisa menikmati pensiunnya. Kathy juga diberikan posisi baru sebagai secret shopper dan menjadi mata-mata Stacy untuk operasional franchise Anytime Fitness. Kathy sangat bekerja keras mengelola club gym-nya dengan layanan pelanggan dan tempat yang sangat baik.

Dari tindakan tersebut, Stacy telah menunjukkan beberapa prinsip kepemimpinan yang dapat dicontoh yaitu listening, empathy, healing, persuasion, conceptualization, foresight, stewardship, commitment to the growth people, dan building community. Namun, Stacy belum terlalu menerapkan prinsip awareness, dibuktikan dari permasalahan club Matt dan praktik Dakota yang sudah berjalan beberapa tahun.

Rekomendasi

Sebagai pemimpin, Stacy perlu merekrut pekerja dan mitra dengan lebih selektif. Pemilihan pekerja dan mitra ini haruslah orang yang kompeten dan memenuhi kriteria. Hal ini bertujuan agar kejadian seperti club Matt dan club Dakota tidak terulang. Setelah melakukan perekrutan dengan selektif, Stacy dapat melakukan training kepada pekerja dan mitranya sehingga ketika bekerja di lapangan nantinya mereka dapat bekerja sesuai dengan prosedur yang dimiliki oleh Anytime Fitness. 

Stacy juga harus melakukan evaluasi dan penilaian performa karyawan secara rutin tiap beberapa periode. Hal ini agar Stacy dapat mengidentifikasi apa yang menjadi kekuatan perusahaan dan kemudian mengembangkannya, serta dapat lebih cepat melakukan perbaikan apabila ada suatu permasalahan. Selain itu, untuk mengetahui apakah operasi bisnis di lapangan sudah sesuai dengan SOP Anytime Fitness, Stacy dapat menambah personil secret shopper. Terakhir, mengingat sumber daya manusia merupakan aset perusahaan yang sangat penting, Stacy bisa lebih membina hubungan baik dengan karyawan dan mitra perusahaan. Ini bisa menjadi contoh bagi mereka untuk juga peduli dan berdedikasi untuk membina hubungan baik dengan pelanggan, sehingga bisa membentuk fondasi masa depan yang kuat.


Referensi :

Fitness, Anytime. “Anytime Fitness to be Featured on Hit CBS Series UNDERCOVER BOSS Weds., Jan. 15, 2020”. https://www.prnewswire.com/news-releases/anytime-fitness-to-be-featured-on-hit-cbs-series-undercover-boss-weds-jan-15-2020-300985283.html (diakses 2 Maret 2021)

Egel, Eleftheria & Louis W. Fry. “Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership”. Routledge Taylor & Francis Group (2017): 77–95. 

Fikri, Hamdani Khairul. “Kepemimpinan Islam Berwawasan Duniawi dan Ukhrawi”. Jurnal Tasamuh 13, no. 1. (2015): 23-44.

Djunaedi, A. F. “Filosofi dan Etika  Kepemimpinan Dalam Islam”. https://www.neliti.com/id/publications/26027/filosofi-dan-etika-kepemimpinan-dalam-islam  (diakses 2 Maret 2021)

Abidin, DR. Zainal. “Kajian Tematis Qu’ran & Hadits; Kepemimpinan”. https://ejournal.iaidalwa.ac.id/index.php/rasikh/article/download/24/3/ (diakses 2 Maret 2021)

Rizqi, Muhammad Shobahur. “Servant Leaders: Umar Bin Khattab (13-23 H / 634-644 M)”. https://www.researchgate.net/publication/338859576_Servant_Leaders_Umar_Bin_Khattab_13-23_H_634-644_M (diakses 2 Maret 2021)

Ruslan, Heri. “Pemimpin itu Pelayan”. https://republika.co.id/berita/m2ap30/pemimpin-itu-pelayan (diakses 2 Maret 2021)


Penulis :
  • Alula Putri Diana
  • Muhammad Farhan
  • Addecya Farah A.A
  • Fauzi Akmal Rabbani
  • Vivin Malida Hidayat
  • Shafira Yumna Imtiyaz

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
vivinmh

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format