Undercover Boss S6 E1: True Value, Nilai Seorang Pemimpin dari Perspektif Islam

Undercover Boss S6 E1: True Value menceritakan tentang John Hartmann (bos True Value) yang menyamar menjadi karyawan di perusahaannya sendiri


0

Sinopsis Undercover Boss: True Value (S6 E1)

Undercover Boss episode ini diawali dengan bos dari True Value, John Hartmann yang berencana menyamar dan bergabung bersama karyawannya untuk melihat realita di perusahaannya. John memasang tato dan rambut palsu, lalu mengenakan wig serta kacamata dan memiliki nama samaran Louis. Saat pertama di True Value, Louis berkenalan dengan Brad, seorang sales di True Value, yang bercanda bahwa “hari biasa” di True Value adalah menghisap ganja dan menggoda wanita. John bingung, karena Brad tidak seharusnya berbicara tentang “main perempuan” di tempat kerja. Namun, di sisi lain, Brad sangat berpengetahuan dan mencurahkan hatinya untuk pekerjaan itu.

Kiri: John Hartmann. Kanan: Louis (John yang menyamar)

Hari berikutnya, Louis ke gudang True Value dan bertemu karyawan lain, Terrell. Terrell memberinya kursus kilat tentang cara mengemudikan forklift dan kemudian mengajak John berkeliling dan menjelaskan bahwa jika tarif mereka lebih cepat, mereka akan mendapat tambahan $0,25 per jam. Ketika membongkar kotak, Terrell bercerita pada John tentang dirinya dan mengungkapkan bahwa ayah tirinya dibunuh sekitar empat tahun yang lalu dan dia sedikit tersesat untuk sementara sampai dia memiliki seorang putri dan bekerja di True Value. Terrell mengatakan bahwa dia berharap dia mampu untuk kembali ke perguruan tinggi, dan dia ingin mengambil jurusan peradilan pidana untuk remaja.

Selanjutnya, John melapor ke Carr Hardware, toko True Value. Dia tiba di toko dan diperkenalkan dengan Chris, manajer di sana. Mereka menunggu seorang wanita yang sedang membeli pemukul gulma, sayangnya mereka tidak memiliki stok yang diinginkannya dan mereka harus memesannya, mereka akan mendapatkannya dalam dua hari kerja. Dia tidak terlalu senang, tapi setuju untuk menunggu. Setelah itu, Chris menunjukkan kepada John cara melakukan pekerjaan kaca dan mereka mendiskusikan kehidupan pribadi mereka. Chris menjelaskan bahwa dia baru saja menikah, membeli rumah, dan memiliki seorang putri.

Louis dan Lexie

Keesokan harinya, John melapor ke toko lain untuk berlatih menjadi kasir. Dia bertemu dengan seorang gadis bernama Lexie yang memberinya tutorial singkat tentang kasir dan menjelaskan kepadanya bahwa ketika pelanggan datang dia selalu harus menyapa mereka, dan banyak tugas lain. Lexi menjelaskan bahwa register macet setiap hari, dan ketika itu terjadi dia harus mencoba dan membuat pelanggan senang. Selanjutnya, mereka menuju ke pusat taman dan mengenal satu sama lain saat mereka merapikan area tersebut. Lexi mengungkapkan bahwa dia ingin menjadi perawat, tetapi dia sudah memiliki sekitar $55.000 dalam hutang kuliah. Dia mengungkapkan bahwa dia pindah kembali dengan orang tuanya karena dia tidak mampu membayar pinjaman muridnya dan menghidupi dirinya sendiri.

Setelah itu semua, John membongkar penyamarannya dan membantu para karyawannya yang mengalami kesulitan baik di tempat kerja (mengganti komputer dan mesin register) hingga masalah pribadi seperti hipotek rumah dan pinjaman pelajar.

Masalah yang Ditemukan John

John Hartman selaku presiden dan CEO “True Value” Hardware ingin melihat kinerja karyawannya selama bekerja. Oleh karena itu, dia melakukan penyamaran menjadi Louis Lapressi yakni seorang tukang yang berumur lebih tua. John melakukan penyamaran di empat bagian yaitu bagian penjualan, distribusi, front end manager dan cashier sebagai bagian paling penting karena sering bertemu dengan konsumen. Pada bagian penjualan, John bertemu dengan Brad selaku sales associated, John bekerja sebagaimana Brad bekerja. Namun, selama menjalankan pekerjaan tersebut, Bred dan John berbincang-bincang dan pertemuan pertama John dengan Bred sangatlah buruk. Selama bekerja, ternyata Bred tidak melakukan pekerjaannya dengan baik, dia sering merokok, menggoda pelanggan wanita, dan pemalas. Bred hanya mengatakan “Jika kamu membutuhkan bantuan, kami disini” kepada pelanggan nya. John sangat kesal pada Bred, seharusnya Bred melayani pelanggan sampai pelanggan mendapatkan produk yang dibutuhkan. Akan tetapi di sisi lain, Brad ternyata memiliki pengetahuan yang luas mengenai produk yang dijual. Oleh karenanya, John masih belum memutuskan untuk mempertahankan Bred atau tidak sebagai karyawannya. Kemudian, pada bagian distribution center di Springfield, UK, John bertemu dengan Terrel selaku stocking associate. Pada bagian ini, John tidak menemukan masalah pada karyawannya. Terrel adalah pemuda yang sangat spesial, setiap pekerjaan yang dilakukan olehnya sangat rapi dan bagus. Selanjutnya, John bertemu dengan Chris selaku front end manager. Menurut John, Chris adalah pria muda yang luar biasa, dia memiliki gairah energi, dia sangat berpengetahuan, dia tahu pelanggannya, dan dia adalah jenis karyawan yang dibutuhkan perusahaan agar tetap relevan bagi pelanggan. Tidak terdapat masalah pada Chris ketika melakukan pekerjaan. Akan tetapi, John menemukan masalah pada sistem pengecekan inventaris barang. Ketika pelanggan menanyakan jenis produk lain, Chris tidak bisa langsung menjawabnya, dia harus turun ke gudang terlebih dahulu untuk mengecek persediaan barang tersebut. Hal ini tentu membuat tidak nyaman pelanggan karena harus menunggu karyawan “True Value” melakukan pengecekan. Terakhir, John bekerja sebagai cashier di Glenview True Value Glenview.IL dan bertemu dengan Lexi. Menurut John, Lexi adalah karyawan yang hebat, dia memberikan banyak energi kepada pelanggan, dia berbicara dengan baik, dan dia punya karir yang cemerlang. Tidak terdapat masalah apapun kecuali masalah pada sistem komputer. Sistem komputer pada cashier akan macet jika terlalu sering digunakan. Dengan demikian, John sangat banyak mendapat pengalaman berharga selama ia menyamar sebagai karyawan di perusahaannya. John akan melakukan perbaikan pada masalah yang ditemui di perusahaannya. 

Kepemimpinan John menurut Perspektif Islam

Berdasarkan series Undercover Boss, Season 6 Episode 1, model kepemimpinan dari John Hartman ini apabila ditilik dalam perspektif islam telah mencerminkan dua prinsip keislaman yaitu kesetaraan dan keadilan. Hal tersebut digambarkan pada saat John menyamar menjadi pegawai baru pada beberapa divisi kerja di outlet yang berbeda. Pada masa penyamarannya, John melihat posisi paling penting pada perusahaan dalam reaching out konsumen. Melalui pegawainya (seperti Terrel, Chris, Lexi, serta Bred) ia mengetahui bagaimana kinerja pegawainya dalam menjalankan perannya sebagai pihak yang berhubungan langsung dengan konsumen. Selain itu, John juga mengetahui kekurangan yang dimiliki perusahaan sehingga berdampak pada kendala operasional pegawainya dan efisiensi operasionalnya. Hal ini terlihat melalui bagaimana karyawannya bekerja dan feedback yang diberikan karyawannya. Melalui Undercover Boss, John turut memperdalam hubungannya selaku atasan dan bawahan yang. John memberikan beberapa bantuan mulai dari bantuan finansial kepada ketiga pekerjanya, yaitu Terrel, Chris, dan Lexi serta memberikan bantuan non finansial yaitu dengan menjadi mentor bagi Bred agar ia termotivasi dalam bekerja serta mampu menunjukkan performa terbaiknya saat bekerja.

Menurut Abeng (1997) dan Ahsan et.al (2008), kualitas pemimpin yang fundamental adalah stewardship, servanthood, dan mutual consultation. Dari ketiga kualitas tersebut, John sangat menunjukkan kualitas kepemimpinannya sebagai sebagai seorang servant leadership. Hal tersebut ia tunjukkan melalui bagaimana membangun hubungan yang bukan hanya menyangkut pembagian tugas tapi juga hubungan emosional. Bagaimana ia memotivasi karyawannya dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi karyawannya. Sebagai seorang CEO ia tidak hanya mementingkan profit dan hanya sekedar memberikan gaji, namun juga melihat bagaimana performa karyawannya dan juga membantu mereka menyelesaikan masalahnya meskipun hal tersebut tidak berhubungan dengan perusahaannya. Selain itu, John juga turut mencerminkan mutual consultation. Sebagai CEO True Value, tentu saja pegawai yang telah John temui berperan dalam meningkatkan nilai dan penjualan terhadap brand True Value itu sendiri. Hal ini tercermin melalui perilaku John yang memperhatikan kinerja, kemampuan, niat akan belajar, serta pemikiran terhadap masa depan pegawainya. Ia memberikan penghargaan kepada para pegawainya yang telah menunjukkan sisi positif, kemampuan kerja yang baik, serta keinginan untuk belajar yang tinggi.

Kepemimpinan dari John ini juga mencerminkan beberapa poin kualitas pemimpin dari segi konsep SLM (inner life) menurut Egel dan Fry (2017). Pada bagian ini, pemimpin menggunakan kekuasaannya bukan semata-mata untuk menguntungkan dirinya sendiri, tetapi juga memikirkan pihak-pihak di sekitar yang turut membantunya. John menggunakan kharisma dan wewenangnya sebagai seorang pemimpin untuk membantu karyawannya yang mengalami kesulitan selama bekerja dan bahkan memberikan bantuan guna membantu meringankan masalah pribadi dari karyawannya tersebut, yang mana hal ini tentunya meningkatkan tingkat kepercayaan dan kesetiaan antara bawahan dan pengikut. Beberapa bentuk bantuan yang ia berikan juga menggambarkan kualitas pemimpin dalam hal kebaikan, empati, dan welas asih. Sedangkan teguran yang ia berikan kepada Bred untuk memperbaiki kinerjanya adalah cerminan kualitas pemimpin untuk menerapkan integritas dan kejujuran.

Solusi

Banyak masalah terjadi di lingkungan kerja. Tiap individu memiliki masalah yang berbeda beda. Masalah-masalah ini dapat memengaruhi kinerja seseorang. Peran pemimpin merupakan salah satu kunci utama untuk meminimalisir masalah yang terjadi dalam lingkungan kerja. Pemimpin perlu mempertimbangkan berbagai aspek demi kepentingan bersama.  Salah satu aspek yang paling menonjol adalah kepedulian. Kepedulian akan setiap komponen perusahaan akan membantu menciptakan lingkungan kerja yang optimal. Lingkungan kerja yang optimal ini akan menambah tingkat kepercayaan antara satu sama lain sehingga pekerjaan dapat berjalan secara harmonis.

Langkah-langkah yang telah dilakukan John Hartman sebagai seorang CEO “True Value” memiliki kaitan dengan beberapa aspek kepemimpinan islami. John menggunakan otoritasnya dengan penuh kepedulian dan saling membutuhkan demi kepentingan perusahaan serta karyawan di dalamnya. Salah satu implementasi kualitas pemimpin dari konsep SLM (inner life) yang dilakukan oleh John adalah dengan membangun hubungan emosional dengan tujuan memotivasi serta meningkatkan kepercayaan. Terbentuknya ikatan kerja ini nantinya akan menciptakan standar keunggulan dengan tetap berorientasi pada sinergi kesejahteraan bersama.

Penulis

Fais Eka Nur Septianto
Chyntia Monica
Aulia Kusuma F.
Farid Fakhri F.
Khansa Amiranti
Nugeri Dwiantoro

Referensi

Egel, Eleftheria, and Louis W. Fry. 2017. “Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership.” Public Integrity 19 (1): 77-95. 10.1080/10999922.2016.1200411.

Worthington, Lisa. 2016. “Progressive Islam and Women’s Religious Leadership: Analysing the Emergence of New Models of Shared Authority.” Journal for the Academic Study of Religion 29 (2): 167-181. 10.1558/jasr.v29i2.30882.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format