BAGAIMANA PERUSAHAAN OJEK ONLINE (“OJOL”) MENGHADAPI MASA PANDEMI?


2
2 points

Masa pandemi karena covid-19 memberikan dampak kepada berbagai kalangan, termasuk diantaranya driver ojek online (“ojol”). Kebijakan work from home yang diterapkan oleh banyak perusahaan membuat pengguna ojol menjadi berkurang secara drastis, terutama di masa awal pandemi, yaitu awal tahun 2020. Dampak dari pandemi covid-19 pada bulan Juni 2020 dialami langsung oleh perusahaan Gojek dan Grab dengan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sebelumnya, driver ojol dapat memperoleh banyak pendapatan dari order jemput dan antar penumpang, pada saat ini kebanyakan order berasal dari order makanan dan pengantaran barang. Pada saat awal pandemi, sempat diberlakukan larangan ojol untuk mengantar jemput penumpang. Hal tersebut ditolak keras oleh asosiasi Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia. Selain karena dapat mengurangi pendapatan para driver ojol, kebijakan tersebut dapat menyulitkan bagi pelanggan ojol yang kebanyakan merupakan rakyat kecil. Pada saat masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) penghasilan para pengemudi ojol turun sampai 60 – 70 persen sedangkan pada masa transisi sekitar 40 – 50%.

Gambar 1. Perkembangan Bisnis Online

sumber: dailysocial.id

Gambar 2. Hasil Survei Pengaruh Pandemi terhadap Penghasilan Mitra Gojek

sumber: Lembaga Demografi UI

Salah satu cara yang ditempuh driver ojol untuk menambah pendapatan adalah dengan melakukan pendaftaran pada lebih dari satu perusahaan ojol “main di dua kaki”, misalnya gojek, grab, maxim, dll. Hal ini sebetulnya sudah dilakukan di masa sebelum pandemi sekalipun. Karena dengan menggunakan cara itu, driver ojol bisa mendapatkan penghasilan yang berlipat. Bagaimana caranya? Hal ini dikarenakan masing-masing perusahaan ojol mempunyai tarif dan skema bonus yang berbeda sehingga driver dapat menggunakan kombinasi keduanya untuk memperoleh penghasilan yang maksimal. Contohnya, tarif yang diterapkan gojek untuk jarak dekat lebih menguntungkan dibandingkan grab. Sedangkan untuk jarak jauh, tarif grab lebih menguntungkan dibanding gojek. Sehingga, jika driver menggunakan keduanya akan mendapatkan keuntungan lebih. Resolusi yang dilakukan oleh beberapa perusahaan ojol di atas dilakukan untuk bertahan disaat pandemi covid-19.

Gambar 3. Penjualan jaket driver untuk dua perusahaan ojol yang berbeda

Bagaimana perusahaan ojol dalam menanggapi para driver ojol yang memiliki 2 akun atau lebih? Terkait dengan hal ini, perusahaan gojek dan grab mempunyai treatment yang berbeda. Perusahaan gojek tampaknya tidak melarang driver untuk mempunyai akun di perusahaan lain. Sementara grab, akan melakukan sanksi apabila ada drivernya yang tertangkap mempunyai akun di perusahaan lain.

Bagi Grab, perusahaan melarang menjadi mitra di perusahaan lain seperti EasyTaxi, Maxim, Gojek, dan lainnya untuk menerima pesanan. Jika driver tertangkap menggunakan aplikasi yang lain, maka driver akan diberikan sanksi yang telah ditetapkan oleh GrabBike,  yaitu pencabutan status sebagai driver dan juga diberikan denda.

Grab memberlakukan aturan ini agar driver dapat fokus mengerjakan pesanan dan tugas – tugas sebagai driver Grab.

Berikut beberapa kutipan kode etik yang dibuat oleh perusahaan grab untuk para drivernya yang berhubungan dengan kasus di atas:

Dikutip dari laman driver.go-jek.com Tata Tertib dan Kebijakan Gojek, perusahaan gojek hanya mengatur hal sebagaimana berikut yang juga diatur serupa di perusahaan lainnya seperti grab, dll.:

  1. Calon Mitra wajib memiliki Android smartphone
  2. Calon Mitra wajib memiliki akun e-mail Gmail
  3. Memiliki KTP aktif dengan ketentuan:
    • Wajib Warga Negara Indonesia (WNI)
    • Minimal berusia 17 tahun dan maksimal berusia 65 tahun pada saat pendaftaran (tidak diperlukan surat keterangan sehat)
    • Membawa KTP aktif (asli)
    • Membawa KTP Resi Disdukcapil wajib dilegalisir dengan cap basah (dapat digunakan sebagai dokumen pengganti apabila E-KTP belum jadi dengan masa berlaku selama 6 (enam) bulan)
    • Surat Keterangan Biodata wajib dilegalisir dengan cap basah (dapat digunakan sebagai dokumen pengganti apabila Resi Disdukcapil sudah habis masa berlakunya dan E-KTP belum jadi dengan masa berlaku selama 6 (enam) bulan)
      Harap pastikan semua informasi yang ada di KTP Resi Disdukcapil maupun Surat Keterangan Biodata berisi semua informasi yang tercantum di KTP
  4. Memiliki SIM dengan ketentuan
  5. Memiliki STNK dengan ketentuan
  6. Memiliki Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dengan ketentuan

Ada beberapa kemungkinan yang terjadi apabila driver ojol mengambil dua atau lebih order sekaligus, yang dapat memberikan kerugian untuk penggunanya (customer), diantaranya:

  1. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu orderan dapat lebih lama
  2. Terdapat kemungkinan kesalahan pemesanan karena driver tidak fokus dalam memesan
  3. Terdapat kemungkinan kesalahan pengantaran barang dikarenakan driver mengantar beberapa barang sekaligus (terutama barang yang berbentuk sama)

Dari beberapa kemungkinan di atas, kerugian dari segi waktu yang kemungkinan terjadinya paling besar. Pengguna ojol, baik untuk pemesanan makanan, pengantaran barang, atau yang lainnya tentu saja berharap order yang mereka pesan dapat diselesaikan secepatnya. Pengguna ojol dapat menerima orderan yang diselesaikan dengan waktu yang lebih lama tanpa tahu penyebabnya ternyata si driver mengambil dua atau lebih order sekaligus. Padahal, jika ditindaklanjuti secara serius, pelanggan dapat melakukan tindakan tegas karena suara pelanggan diatur di dalam Undang-undang Perlindungan Konsumen Pasal 4d yang berbunyi: Hak konsumen untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan.

Berdasarkan buku dari O.C Ferrel, Geoffrey A. Hirt, dan Linda Ferrel yang berjudul Business Foundation: A Changing World, etika bisnis merupakan prinsip dan standar yang menentukan tindakan-tindakan yang dapat diterima dalam dunia bisnis. Dalam kasus yang dialami oleh perusahaan ojek online tersebut, kedua perusahaan mempunyai pandangan yang berbeda dan dalam praktiknya, perusahaan harus memilih apakah memperbolehkan atau memberi sanksi kepada driver yang menggunakan dua akun untuk perusahaan ojol yang berbeda. Dilema yang dialami oleh perusahaan ojol ini dapat disebut dengan isu etika.

Pada kasus di atas, perusahaan gojek memperbolehkan drivernya untuk mempunyai lebih dari satu akun untuk perusahaan ojol yang berbeda. Sedangkan perusahaan grab tidak memperbolehkan hal tersebut. Lalu, manakah yang dipandang mempunyai isu etika? Untuk mengetahuinya, dapat kita telusuri dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk mempertimbangkan apakah hal tersebut masuk ke dalam etika bisnis.

  1. Apakah terdapat potensi pelanggaran hukum atas tindakan tersebut? Jawab: terdapat pelanggaran apabila driver tidak mengantarkan barang yang diminta untuk diantarkan sesuai order.
  2. Apakah perusahaan mengatur hal tersebut di dalam kode etik? Jawab: kode etik di grab mencantumkan beberapa pelanggaran yang dapat dikenakan akibat driver mempunyai dua akun (atau mengambil dua atau lebih penumpang/pesanan dalam satu waktu).
  3. Apakah tindakan tersebut diperbolehkan di dalam industri per-ojol-an? Jawab: gojek memperbolehkan hal tersebut sementara grab melarangnya secara tidak langsung
  4. Apakah tindakan tersebut merugikan stakeholder secara langsung maupun tidak langsung? Jawab: tindakan tersebut dapat merugikan konsumen/pelanggan ojol apabila penggunaan dua akun driver menyebabkan ojol dapat mengambil 2 order sekaligus dan membuat proses penyelesaian order menjadi lebih lama dari transaksi normal untuk 1 orderan.

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, masih terdapat keraguan sebenarnya tindakan untuk menggunakan dua akun sekaligus pada driver diperbolehkan atau tidak secara etika bisnis, karena hal tersebut berpotensi merugikan konsumen/pengguna ojol. Namun, menurut Ferrel, dkk. Salah satu komponen penting dalam etika bisnis adalah fairness dan honesty. Perusahaan tentu sangat menjaga agar tidak melanggar hukum dan peraturan yang berlaku. Namun, kepatuhan atas itu tidak berarti perusahaan juga menjaga keadilan dan kejujuran kepada para pemangku kepentingannya, salah satunya kustomer. Dalam kasus ini, apabila perusahaan ojol memperbolehkan driver untuk mempunyai dua akun sekaligus, dan tentu saja hal tersebut menimbulkan potensi pengambilan dua order yang berbeda dalam satu waktu, sehingga dapat berpotensi pula untuk memperlambat proses penyelesaian order ke kustomer, maka hal ini termasuk ketidakjujuran dan ketidakadilan pada kustomer. Kustomer yang mengorder suatu makanan atau order penjemputan, tentu saja berharap untuk secepatnya dapat diantarkan karena mereka tidak pernah berpikir bahwa driver yang mengambil order mereka melaksanakan order lain selain yang mereka pesan. Pada praktiknya, driver seringkali mengatakan bahwa “lama mengantri di toko”, atau “ada kemacetan”, atau alasan lain yang membuat kustomer dapat percaya begitu saja.

Disisi lain, Ferrel, dkk. juga mengatakan bahwa dalam menjaga etika bisnis, perusahaan harus menjaga social responsibility kepada pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan, seperti karyawan dan kustomer. Karyawan pada perusahaan ojol, selain karyawan yang bekerja di kantor pusat (head office), para driver sebagai mitra juga dapat diperhitungkan sebagai karyawan. Apabila perusahaan secara keras tidak memperbolehkan untuk mempunyai dua akun ojol, maka akan menimbulkan kerugian untuk para driver. Karena masing-masing perusahaan ojol mempunyai bonus yang berbeda dan tarif yang berbeda yang dapat dimanfaatkan oleh driver untuk mendapatkan pendapatan yang lebih banyak. Apabila perusahaan menerapkan peraturan untuk melarang hal tersebut, mungkin para driver akan melakukan demo seperti yang sudah terjadi sebelumnya.

Untuk mengatasi isu etika tersebut, perusahaan ojol perlu memperbaharui kode etik yang diberlakukan untuk para driver. Sebaiknya, driver tetap diperbolehkan mempunyai dua akun sekaligus karena di masa pandemi seperti ini, para driver yang pendapatannya menurun perlu mendapatkan penghasilan lebih banyak lagi, salah satunya dengan mengejar bonus di kedua akun ojol sekaligus. Ketika perusahaan memperbolehkan hal tersebut, diperlukan perubahan lain agar kepentingan kustomer juga terlindungi. Kustomer tetap dapat menikmati layanan ojol secara tepat waktu, sekalipun driver ojol diperbolehkan mempunyai dua akun ojol dan dapat mengambil dua order sekaligus.

Untuk mengakomodir saran di atas, maka aplikasi ojol perlu dimodifikasi. Modifikasi yang diperlukan diantaranya sebagai berikut:

  1. Aplikasi di berbagai perusahaan ojol perlu mempunyai satu database yang dapat menampung seluruh data driver beserta nomor KTP dan plat nomor motornya.
  2. Aplikasi dihubungkan dengan database tersebut sehingga apabila driver sedang mengambil suatu order akan terbaca di aplikasi ojol yang lain.
  3. Pelanggan dapat mengetahui apabila driver yang mengambil ordernya sedang mempunyai order lain sehingga pelanggan dapat melakukan cancel apabila ia tidak berkenan.
  4. Pada saat melakukan submit, pelanggan dapat memilih untuk tidak mau ordernya diambil bersama order yang lain sehingga driver terkunci untuk mengambil order yang lain.
  5. Driver hanya dapat mengambil order double jika order yang akan diambil berada pada tempat yang sama.

Apabila kode etik dan aplikasi di masing-masing perusahaan ojol telah diperbaharui, maka diharapkan isu etika terkait penggunaan dua (atau lebih) akun ojol pada satu driver dapat teratasi. Dan kepentingan konsumen dan driver dapat dilindungi sekaligus oleh perusahaan. Selain itu, untuk mencegah terjadinya pelanggaran etika tersebut, perusahaan ojol dapat memberikan fasilitas dan insentif tambahan bagi para drivernya seperti yang dilakukan oleh perusahaan gojek berikut.

Menurut Chief of Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho, dari pihak Gojek sudah membagikan 300 ribu mitra lebih (per 6 Mei 2020) di 90 kota yang berisi vitamin, masker, dan hand sanitizer. Gojek juga sudah melakukan panduan kesehatan untuk para drivernya. Pihak Gojek juga telah menyediakan posko aman di beberapa kota untuk para driver cek suhu dan semprot disinfektan. Gojek juga mengedepankan pembayaran menggunakan elektronik untuk menghindari kontak fisik.

Di sisi lain, pihak gojek juga menyebutkan bahwa banyak sektor UMKM yang terdampak pada pandemi. Menurut gojek, UMKM pendapatannya menurun sampai dengan 70 persen bahkan tidak ada pemasukan samasekali. Gojek juga memberikan voucher diskon UMKM sebesar Rp 1 juta sehingga bahan makanan atau makanan hanya seharga Rp 5 ribu khusus untuk para driver. Selain itu, selama masa pandemi konsumsi masyarakat meningkat dibandingkan situasi normal. Dari pihak Gojek dan Grab sendiri telah menggandeng dengan mitra UMKM yang baru untuk membantu UMKM memulai usaha dengan memberikan solusi layanan secara online dan secara tidak langsung akan memberikan tambahan sumber pendapatan tambahan bagi para mitra pengemudi. Pemotongan gaji juga dilakukan oleh gojek, menurut Shinto Nugroho. Gaji manajemen gojek dipotong sebesar 25 persen, THR dan bonus juga tidak ada. Serta kenaikan gaji juga ditiadakan untuk tahun 2020.

Referensi:

kodeetik | Grab ID

Ojek Online di Tengah PSBB: Pendapatan Turun, Bantuan pun Tak Pasti - Tirto.ID

GrabBike Angkat Bicara soal Driver Main 'Dua Kaki' (viva.co.id)

Bolehkah Pengemudi GrabBike Nyambi Go-Jek? (detik.com)

Sebuah Pembelajaran dari Driver Transportasi Online yang Main Dua Kaki - Kompasiana.com

https://www.infojek.com/category/tips

Laporan Penelitian Survei Pengalaman Mitra Driver Gojek selama Pandemi Covid-19 oleh Lembaga Demografi FEB UI

https://tekno.kompas.com/read/2020/06/24/08030087/gojek-phk-430-karyawan-bagaimana-nasib-driver-ojol#:~:text=KOMPAS.com%20%2D%20Gojek%20melakukan%20pemutusan,23%2F6%2F2020).

https://tekno.kompas.com/read/2020/06/16/17355497/grab-mem-phk-360-karyawan-termasuk-di-indonesia?page=all

https://driver.go-jek.com/

ilustrasi-pesan-ojek-online-1280x720 - Google Penelusuran

https://kumparan.com/kumparanbisnis/apa-yang-dilakukan-gojek-untuk-membantu-driver-ojol-di-masa-pandemi-corona-1tMaKRe774n/full

https://www.bukalapak.com

https://fokus.tempo.co/read/1404762/strategi-gojek-dan-grab-hadapi-pandemi?page_num=4


Penulis:

SEMBA 42C - Tiger Commandos

Mentari Maharani

Mohammad Adi Prasantyo

Amaryadi


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
0
Win
mentari

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format