“Suit Yourself” Reinvent Tuxedo to The Next Level

Model dan motif tuxedo yang kita kenal monoton dan lekat dengan stigma “menswear”, apakah Project Runway bisa menciptakan kembali tuxedo klasik menjadi lebih modern?


1
1 point

Project Runway Season 18 Episode 9 yang tayang pada tanggal 6 Februari 2020 menyisakan tujuh orang peserta yang tersisa. Pada episode kali ini, ketujuh peserta dibantu oleh satu orang rekan, yang mana rekan tersebut adalah para peserta yang sudah lebih dulu tereliminasi. Rekan yang akan membantu peserta untuk mengerjakan tantangan pada episode ini memilih peserta mana yang akan mereka bantu selama pelaksanaan. Pasangan peserta tersebut adalah sebagai berikut; Nancy – Chelsey, Brittany – Jen, Marquise – Shelby, Sergio – Veronica, Victoria – Alan, Delvin – Tyler, Geoffrey – Melanie. 

DAY 1 – Sketch the Idea

Tantangan pada episode ini yaitu membuat tuxedo yang diberi waktu pengerjaan selama dua hari. Tema tuxedo terinspirasi dari penampilan terobosan Oscar oleh mentor Christian Siriano untuk Billy Porter. Dalam tantangan ini para desainer harus menemukan cara mereka sendiri untuk membawa industri fashion tuxedo yang klasik  menjadi lebih modern dan dapat dikenakan semua gender juga semua kalangan.

Setelah terpilihnya pasangan, para desainer melakukan pemilihan model (pria, wanita, dan non-binary) melalui sebuah kartu yang mana kartu tersebut mendeskripsikan spesifikasi model secara lengkap, dan para desainer memilih model tersebut sesuai dengan konsep yang ingin mereka buat, lalu para desainer diberi waktu 20 menit untuk membuat sketsa tuxedo, selanjutnya ke toko Mood untuk memilih kain yang digunakan dan membeli bahan-bahan sebagai pelengkap untuk membuat tuxedo. Para desainer diberi waktu selama 30 menit dengan budget $600 untuk memenuhi kebutuhannya sesuai dengan sketsa yang telah mereka buat.

DAY 2 – Motivation Word

Hari berlanjut menjelang waktu pertunjukan Runway yang ditetapkan, paginya semua desainer melanjutkan to-do list mereka, di saat yang tidak terduga, Sebastian Grey pemenang season sebelumnya membawa sarapan untuk para desainer sembari memberikan tips dan trik serta kata-kata motivasi yang di antaranya : 

  1. Ide pertama kali yang terpikirkan oleh kalian mungkin itu pilihan yang terbaik 

  2. Kerjakanlah desain mu sampai selesai jangan melihat desain temanmu

Para kontestan sangat termotivasi oleh perkataan Sebastian tadi dan melanjutkan project mereka masing-masing, beberapa menit setelahnya Christian memasuki ruangan kerja tempat para kontestan berkumpul dan mendatangi satu persatu kontestan untuk melihat serta memberikan kritik dan saran.

DAY 3 – Runway Show

Pagi yang mendebarkan bagi para desainer karena mereka akan menunjukkan hasil yang mereka buat dan sekaligus hari penyisihan untuk babak “Suit Yourself : Tuxedo.”

Para desainer menyiapkan Tuxedo yang telah mereka buat dan mempersiapkan para model untuk melakukan pertunjukan. Juri-juri yang hadir pada malam pertunjukan ada lima orang, yaitu :

Tom Browne, Elaine Walter, Nina Garcia, Brandon Maxwell, Karlie Kloss (kiri ke kanan)

Hasil dari para Desainer :

  1. Tux jumpsuit desain by Geoffrey Mac on model Tyce 

Tampilan ini terinspirasi dari keinginan sang desainer sendiri. Bila ia diharuskan untuk menggunakan tuxedo, dia akan mengenakan tuxedo model tux jumpsuit ini.

Kesan juri : Nina – dari awal sudah menyukai model tux jumpsuit ini, sangat minimalis dan menggambarkan sang desainer nya. Bila ada yang ingin diubah oleh Nina, Nina sangat ingin merubah dasi kupu-kupu yang terlalu kebesaran untuk tux jumpsuit ini.

  1. Green tux look desain by Delvin Mccray on model Stephanie Rosa

Desainer merasa bahwa tantangan di babak ini tertuju padanya. Green tux look ini menggambarkan keinginan sang desainer untuk terlihat sleek and clean dalam menggunakan tuxedo dengan menambahkan detail korset yang menarik pada tuxedonya. 

Kesan juri : Nina – tidak terlihat seperti tuxedo karena kesalahan pemilihan kain yang digunakan brandon – membandingkan dengan “leprechaun in a corset” yang diartikan kurang tepatnya penggunaan warna korset dalam tuxedo hijau yang dibuatnya.

  1. Saint Laurent inspired design by Victoria on model Thijin

Desainer ingin membuat para wanita yang mengenakan tuxedo merasa powerful, percaya diri dan menarik dalam waktu bersamaan. 

Kesan juri : Para juri sangat terpukau dan sangat menyukai bagaimana Victoria mampu membuat perempuan terlihat powerful, dan tuxedo yang dibuat oleh Victoria adalah model yang sangat cocok pada babak ini.

  1. Streetwear desain by Marquise on model taurean (The Winner)

Pada saat proses pengerjaan, desainer membayangkan tuxedo ini digunakan dalam acara red carpet yang di mana ingin membuat yang memakainya merasa sangat powerful dan percaya diri. Marquise memakaikan model  dengan jaket berlapis, celana hitam, dan rok setengah panjang.

Kesan juri : semua juri sangat menyukainya, sangat meracuni dan sangat powerful.

  1. Losing look desain by Brittany Allen

Desainer ingin menonjolkan jaket klasik dengan detail yang indah dan menganggap babak ini adalah kesempatan yang bagus untuk dia karena dia tidak pernah membuat pakaian pria, ternyata melenceng jauh dari rencananya, pada kenyataannya pakaian yang dibuat belum sepenuhnya jadi (hanya 75%).

Kesan juri : sangat menyayangkan hal ini terjadi karena Brittany dikenal sebagai desainer yang bertalenta.

  1. A backwards tuxedo gown desain by Sergio Guadarrama on model Severine 

Desainer menggunakan konsep “going backwards” untuk menyampaikan sebuah aspirasi terhadap political issue yang yang digunakan Amerika sekarang seharusnya kembali melihat amerika di tahun 1950-an. Pada tantangan kali ini, Sergio mendapatkan immunity karena memenangkan tantangan terakhir, yang mana Sergio tidak akan tereliminasi pada babak ini,  dan itu merupakan immunity terakhir pada kompetisi ini.

Kesan juri : tidak menyampaikan aspirasi yang diinginkan desainer, dan mencontoh iconic red carpet Celine Dion.

  1. Jacquard ensemble desain by Nancy Volpe on model DD Smith 

Look ini terinspirasi dari model itu sendiri yaitu DD Smith. Sang desainer sangat excited untuk membuat pakaian yang akan dikenakan oleh DD Smith.

Kesan juri : tidak sfghjtuyeperti terlihat tuxedo dan Nancy membuat celana yang sama seperti babak sebelumnya jadi hanya perbedaan bahan kain. 

Semua pakaian sudah diperagakan dan dinilai. Para juri harus memutuskan yang akan tereliminasi dari babak ini, dan semua juri sepakat untuk mengeliminasi Brittany. dengan begitu Brittany  tidak akan ikut serta lagi dalam Runway Project.

Di akhir penutupan, lima menit setelah pengumuman Brittany dinyatakan tereliminasi  mentor Christian mengeluarkan “siriano save” dan menyelamatkan Brittany, dengan begitu Brittany tidak jadi tereliminasi dan bisa bergabung kembali bersama designer lainnya untuk melanjutkan ke babak selanjutnya, mengingat dia adalah desainer yang bertalenta jadi sangat disayangkan jika harus berakhir pada babak ini. Episode ini adalah big twist yang hanya terjadi di satu-satunya dalam episode Project Runway.

Planning The Product adalah “Google Maps” untuk Para Desainer

Brittany, kontestan yang seharusnya tereliminasi tetapi terselamatkan oleh Christian dengan kartu “siriano save.” Kesalahan utama yang tidak diperhatikan oleh Brittany  adalah “planning the product” yang seharusnya direncanakan dengan matang dan terstruktur malah disepelekan oleh Brittany, dengan kata lain “just go with the flow.” Sejak pembelian kain dan bahan baku lainnya, dia tidak menggunakan kalkulasi sesuai dengan sketsa yang sudah dibuat, dia hanya menggunakan firasatnya saja untuk memilih  bahan. Sedangkan Marquise sudah merencanakan dengan matang dari perencanaan tuxedo yang akan dibuat sampai bahan baku yang digunakan. Karena sudah melakukan kesalahan sejak awal, merambah ke semua proses yang harus dijalankan oleh Brittany. Merasa tertantang itu boleh-boleh saja, tetapi harus tahu batasan yang kita punya, “know your limit.” Brittany gagal menentukan apakah dia  harus main aman atau harus mengambil risiko dalam babak ini. Brittany memilih mengambil risiko dengan memilih model pria untuk babak ini, yang berarti harus keluar dari spesialisasinya. Hal ini bukanlah langkah yang tepat  tetapi bumerang bagi dirinya sendiri. Berbeda dari Marquise yang merupakan ahli menswear, membuat Marquise sangat percaya diri akan idenya. Terdapat perbandingan dari kedua desainer tersebut yang disajikan di tabel berikut ini :

Marquise

Brittany 

Planning the product

Tuxedo model planted blazer warna navy dengan rok celana.

Tuxedo dengan jaket  berwarna two tone grey dengan celana panjang 

Inventory control

Persediaan bahan cukup.

Persediaan bahan untuk membuat celana kurang sehingga celana sangat pendek.

Transformation process

Proses pengerjaan sangat tenang dan optimal. Output yang dihasilkan memuaskan.

Karena sempat mengganti ide membuat dia mengalami kendala pada saat pengerjaan, terlebih dia pun sudah tidak merasa comfortable dari awal hingga output tidak optimal, terselesaikan 75% saja.

Quality control

Proses QC berjalan lancar sehingga tidak ada kekurangan sedikitpun saat diperagakan model.

Sempat melakukan QC tetapi karena manajemen waktu yang kurang membuat Brittany tidak sempat menanggulanginya.

Competitive advantages

Pembawaan model yang tepat membuat tuxedo yang dibuat Marquise seakan “meracuni” pandangan juri. selain itu dia merupakan expert menswear hingga dia sudah paham apa yang harus dilakukan.

Tidak memiliki keunggulan karena sedari awal sudah underestimate dengan idenya.

Brittany sebenarnya adalah seorang desainer yang sangat bertalenta, untuk kedepannya Brittany harus siap menghadapi berbagai tema yang diberikan dan untuk menghadapi setiap tantangan haruslah dengan penuh percaya diri agar talenta yang dia miliki dapat dikeluarkan dengan optimal. Di babak ini dia sudah terlanjur mengambil langkah yang kurang tepat dan tidak bisa mengontrol emosinya seperti ketidak percayaannya akan ide, ragu ragu akan langkah yang harus diambil selanjutnya dan lain-lain. Brittany harus lebih memperhatikan planning product karena planning product adalah awal dari segalanya, sembari juga memperhitungkan manajemen waktu agar tidak tergesa-gesa, jadi semua sudah tertata dan dalam proses kerjanya menjadi lebih berirama. Jika Brittany berhasil belajar dari kejadian hari ini, dan bisa mencontoh dari Marquise dari segi Planning Product, Inventory control, transformasi process, dan quality control  yang terstruktur mungkin di babak selanjutnya hasil yang didapat akan optimal, penulis berharap dengan talenta yang dimiliki oleh Brittany serta mau belajar dari kesalahan diharapkan dia menjadi juara di babak selanjutnya.

Penulis :

The Mighty Shark

Ni Made Arini Noviyanthi

Nita Septa Dilla

Tubagus Razab Darmawan

Artikel ini telah dicek anti plagiarisme via web grammarly.com

Sumber :

Butler, J. (2020). Runway Recap: Episode 9. https://www.bravotv.com/project-runway/season-18/season-18/blogs/project-runway-season-18-episode-9-recap

Verreos, N. (2020). PROJECT RUNWAY…..BEHIND THE SCENES of “Project Runway” TUXEDO Challenge: Photos! http://nickverrreos.blogspot.com/2020/02/project-runwaybehind-scenes-of-project.html.

https://www.youtube.com/watch?v=LEoeVRiWoY0

Project Runway Season 18 episode 9 - Suit yourself



Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

One Comment

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format