“There is Only One You” – The Heritage Challenge


0

Sinopsis

Project Runway adalah salah satu reality show di Amerika Serikat yang berfokus pada industri fashion. Para desainer berkompetisi untuk merancang busana sesuai dengan tema dan konsep yang berbeda setiap episode. Pada artikel ini, penulis berfokus pada Project Runway season 18 episode 6 yang berjudul “There is only one you”. Tantangan di episode ini menuntut para desainer untuk merancang dan menghasilkan busana yang terinspirasi dari personal heritage dan latar belakang budaya yang unik dari keluarga mereka masing-masing. Tidak ada arahan yang spesifik mengenai jenis busana yang harus dihasilkan, sehingga para desainer dapat bebas berkreasi tanpa dibatasi bahwa busana tersebut harus couture, evening wear, outerwear, busana kasual, ataupun ready-to-wear.

Tantangan di episode ini merupakan one day challenge, dimana para desainer harus menyelesaikan busana mereka dalam total waktu 24 jam hingga batas penjurian. Terdapat beberapa tahapan dalam tantangan ini; dimulai dari memilih model yang mereka inginkan untuk memperagakan final look dari busana yang mereka hasilkan; merancang busana sesuai konsep, memilih jenis bahan fabrik yang ingin mereka gunakan dalam waktu 30 menit, proses menjahit dan menciptakan busana sesuai rancangan, proses fitting dengan model dan melakukan alteration busana, berkoordinasi dengan make-up artist terkait dengan konsep rias wajah yang sesuai dengan busana yang mereka hasilkan supaya semua elemen menjadi padu, hingga pada akhirnya model berjalan di runway untuk memperagakan final look dari busana para desainer. Pada episode ini, terdapat 10 desainer yang mengikuti kompetisi, yaitu Delvin McCray, Shavi Lewis, Dayoung Kim, Victoria Cocieru, Chelsey Carter, Marquise Foster, Nancy Volpe-Beringer, Brittany Allen, Geoffrey Mac, dan Sergio Guadarrama. 

Beberapa Tahapan dalam Tantangan

Jalan cerita dari Project Runway dimulai dari Karlie Kloss sebagai host dan Christian Siriano sebagai mentor mengumumkan dan menjelaskan challenge/ tantangan yang kontestan harus dilalui sehingga bisa bertahan di episode 6. Kontestan dipersilahkan bertanya mengenai tantangan tersebut. Setelah semuanya jelas, proses yang kontestan lakukan adalah sebagai berikut, diawali dengan memilih model, mereka bebas memilih model yang mereka sukai. Model yang kontestan pilih berisi informasi mengenai ukuran tubuh/ badan model tersebut. Hal ini diperlukan untuk memberikan gambaran kepada kontestan agar bisa menyesuaikan imajinasi mereka terhadap model yang mereka pilih. Model nantinya akan memperagakan hasil jadi karya kontestan di depan para juri.

Tahapan kedua adalah merancang busana yang terdiri dari sketsa kasar atas imajinasi (buah pemikiran) dan kreativitas. Pada tahapan ini, keluarga kontestan menelepon kontestan sehingga mereka lebih tahu dan memahami siapa latar belakang mereka. Hal ini diharapkan dapat mendorong kontestan untuk menemukan ide-ide yang orisinil dalam perancangan busana. Pada tahap ini, banyak kontestan yang menemukan inspirasi dari cerita keluarga mereka. Namun tak jarang, ada pula yang justru dibuat bingung oleh latar belakang keluarga mereka, sehingga mereka tidak bisa menyaring informasi apa saja yang relevan terhadap rancangan busana desainer dan tidak dapat fokus karena “terlalu banyak elemen dan informasi” yang didapatkan.

Tahapan ketiga, memilih jenis kain dengan budget dan waktu yang terbatas, jika konsep mereka kuat di awal dan sangat tahu apa yang mereka akan buat, maka tahapan ini akan mudah untuk dilewati. Jika tidak, maka kontestan akan tidak konsisten dan bingung dalam menentukan kain dengan waktu yang terbatas sehingga bila terjadi kesalahan pemilihan kain akan berdampak kepada hasil akhir busana mereka. Christian Siriano yang menjadi mentor para desainer membantu para desainer untuk dapat memvisualisasikan rancangan busana mereka, serta memberikan beberapa masukan dari segi professional untuk rancangan busana para desainer.

Tahapan selanjutnya adalah proses eksekusi dan menerjemahkan konsep dari kain yang mereka pilih menjadi pakaian jadi. Diawali dengan mencetak pola kemudian dijahit, manekin diperlukan untuk membantu visualisasi ukuran tubuh model dan “letak/ jatuhnya” kain. Dengan manekin tidak perlu tubuh manusia asli dalam mencocokan dan akan memangkas waktu yang ada terutama dalam proses fitting. 

Pada tahapan eksekusi dan memilih kain, mentor christian akan “menilai” dan memberi arahan kepada kontestan jika mereka ada kesulitan. Christian sangatlah penting dalam proses kompetisi ini, jika peserta mendengarkan saran dari dia dan dihubungkan dengan konsep mereka, maka kemungkinan akan lebih besar untuk memuaskan juri dan bertahan. Di sela sela proses ini, christian menanyakan apakah mereka yakin dengan warna yang mereka pilih, apakah bentuknya terlalu sempit/ tidak di model, apakah bentuknya terlalu aneh atau tidak. 

Setelah busana dalam eksekusi akhir, model dipersilahkan mengunjungi para kontestan untuk mengecek ada atau tidaknya kesalahan ukuran (ukurannya pas/ tidak) dan juga melihat langsung karya mereka dipakai oleh model tersebut. Sehingga jika ada yang mau diubah maka masih ada waktu untuk mengubahnya sebelum runway berlangsung. Para kontestan juga diberi kebebasan untuk memberi arahan kepada makeup artist untuk menghias model. 

Tahapan terakhir adalah penilaian juri atas busana yang kontestan buat. Juri yang hadir dalam melakukan penilaian yaitu Elaine Welteroth (Jurnalis dan Auditor), Nina Garcia (Kepala editor dari Elle), Brandon Maxwell (Perancang Busana), Fernando Garcia (Co Creative Director Oscar De La Renta). Dalam proses ini, juri perlu melihat peragaan busana oleh model. Dari peragaan tersebut, pada saat model melakukan catwalk, akan terlihat detail detail atas eksekusi, keindahan dari buah konsep, dan kenyamanan dalam memakai karya kontestan. Pada tahapan ini juga, juri akan menanyakan langsung kepada kontestan seperti apa jalan pikiran mereka sehingga bisa dicocokkan dengan hasil jadi yang mereka buat. Pada tahap ini, para juri juga menilai relevansi final look terhadap tema yang diangkat pada episode ini: Apakah kontestan hanya kuat di konsep namun eksekusinya tidak, apakah kontestan kuat di eksekusi tapi bingung di konsep, apakah kontestan kuat di semua aspek maupun tidak kuat sama sekali. 

Gambar 1. Panel Juri di Season 18 Episode 6 (Sumber: Variety.com)

Peserta 3 terbawah dan Pokok Permasalahannya

Pada tahap penilaian juri, terdapat beberapa kontestan yang memiliki nilah terendah, yaitu Delvin McCray, Shavi Lewis, dan Sergio Guadarrama. Pada episode ini, Shavi Lewis terpaksa harus tersingkir karena busana yang dihasilkan dinilai tidak sesuai ekspektasi, tidak hanya untuk para juri tetapi untuk Shavi Lewis. Selain Shavi, para desainer dengan posisi 3 terbawah juga memiliki kendala dalam proses pembuatan busana di episode ini. Berikut pemaparannya:

1.) Delvin McCray

Permasalahan Delvin berawal sejak tahap pertama ketika panel juri memaparkan tema tantangan dalam episode ini. Delvin memiliki masalah dengan “any look challenge” karena saat diberi kebebasan memilih konsep rancangan busana, dia justru kebingungan dan tidak bisa menentukan jenis busana apa yang ingin dihasilkan.

Masalah lain yang timbul berkaitan juga dengan latar belakang keluarga. Ayah Delvin meninggal saat dia masih berumur dua tahun. Sehingga semua cerita tentang ayahnya hanya didapatkan dari pihak ketiga (terutama ibunya). Hilangnya identitas diri yang dirasakan Delvin karena ketidaktahuannya terhadap latar belakang keluarga menyebabkan Delvin tidak mempunyai konsep yang jelas akan rancangan yang ingin dia buat. Setelah dihubungi oleh ibunya pada tahap perancangan konsep busana, Delvin baru mengetahui bahwa ayahnya memiliki latar belakang budaya Creole, yang mana masih sangat berkaitan dengan budaya Perancis. Akhirnya Delvin memutuskan untuk membuat busana yang terinspirasi dari French couture, padahal dia sendiri belum melakukan studi lapangan yang menyeluruh terhadap budaya orang Perancis dalam berbusana.

Pada tahap memilih bahan fabrik yang ingin digunakan, Delvin juga mempunyai masalah ketika dia berdiskusi dengan Christian Siriano. Dia menggambarkan rancangan yang dibuat kepada Christian dengan jenis kain yang ingin digunakan. Sebagai mentor, Christian tidak setuju dengan color pallete dan jenis kain yang digunakan karena tidak cukup menggambarkan budaya Creole yang ingin Delvin angkat. Delvin hampir kehabisan waktu dalam tahap ini karena dia sendiri tidak mempunyai konsep yang jelas terhadap rancangannya.

Delvin juga dianggap memiliki pengaturan waktu yang buruk pada tantangan ini. Hal ini bisa dilihat dari perombakan desain utama di tengah-tengah waktu kompetisi, yang pada akhirnya menyebabkan ketidakmampuan Delvin untuk melakukan fitting model dengan maksimal. Di saat semua desainer sudah merubah rancangan yang disesuaikan dengan model, Delvin justru masih di tahap menjahit busana yang dirancang.

Gambar 2. Busana rancangan Delvin McCray (Sumber: bravotv.com)

2.) Sergio Guadarrama

Tidak seperti Delvin, Sergio mempunyai visi dan konsep yang jelas terhadap rancangan busana yang ingin dibuat. Dia membuat busana gaun berbahan katun, karena kakeknya memiliki ladang katun. Lalu, sebagai seorang imigran dari Mexico, Sergio juga ingin mengangkat topik terkait 6 anak imigran yang ditembak mati di perbatasan US-Mexico. Dia menggunakan kain putih untuk melambangkan keluguan anak-anak tersebut, dan kain merah untuk melambangkan keberanian mereka. Selain itu, dia ingin menuliskan nama 6 anak tersebut di gaun rancangannya.

Pada dasarnya, Sergio memiliki konsep yang jelas terhadap rancangannya. Cerita yang diangkatnya juga memiliki relevansi terhadap tema dari tantangan episode 6. Hanya saja, permasalahan utama dari Sergio di tantangan ini adalah kurangnya manajemen waktu dan terlalu fokus terhadap jalan cerita tanpa menunjukkan eksekusi yang matang pada rancangannya. Pada tahap akhir sebelum runway, karena Sergio hampir kehabisan waktu, dia meminta tolong beberapa model untuk menjahit nama 6 anak korban penembakan. Hal ini menunjukkan betapa tidak siapnya gaun rancangannya, karena dia kehabisan waktu dan memilih mempekerjakan orang lain demi menunjukkan idealisme konsep rancangannya.

Gambar 3. Busana rancangan Sergio Guadarrama (Sumber: bravotv.com)

3.) Shavi Lewis (Tereliminasi)

Sama seperti Delvin, masalah Shavi juga bermula sejak tahap pertama ketika Karlie Kloss dan Christian Siriano mengumumkan bahwa ini adalah “one day challenge”. Saat itu juga Shavi menjadi tidak percaya diri, karena dia memiliki histori yang buruk terhadap one day challenge dimana dia merasa kehabisan waktu dan tidak bisa menghasilkan rancangan yang sesuai ekspektasinya.

Shavi memiliki gambaran dan konsep yang jelas terhadap rancangannya. Dia ingin merancang sebuah strappy jazz lounge yang biasa digunakan oleh penyanyi, terinspirasi dari neneknya yang merupakan penyanyi jazz. Dia menceritakan bahwa pada zaman dahulu, ketika seseorang memiliki warna kulit gelap, orang tersebut tidak bisa bernyanyi atau melakukan performa di cafe atau lounge. Tetapi karena ayah dari nenek Shavi adalah orang Kuba, neneknya memiliki warna kulit yang cukup terang untuk dapat bernyanyi di club lounge. 

Permasalahan shavi yang utama justru terjadi ketika dia memilih kain yang ingin digunakan. Karena memaksakan idealismenya tentang gaun yang harus metalik, dia memilih kain tanpa mempertimbangkan fungsionalitas, ruang gerak, serta kenyamanan pemakainya. Sama seperti Sergio, walaupun konsepnya sangat bagus namun jika karyanya tidak menginspirasi maka itu adalah kesalahan fatal. Karya dari Shavi dinilai tidak terlihat nyaman saat digunakan, terlalu sempit, dan tidak menonjolkan keindahan/ bentuk badan dari modelnya. Dari rancangan yang ia buat, sudah seharusnya kainnya tidak terlalu lembek, tapi karena dia suka sama kainnya, maka dia menghiraukan hal tersebut dan mencari solusi dengan menambahkan muslin ke dalam kainnya. Tetapi hal tersebut justru berakibat pada bergelombangnya kain dan tidak pas di badan model.

Gambar 4. Busana rancangan Shavi Lewis (Sumber: bravotv.com)

Peserta 3 Teratas dan Keunggulannya

Pada tahap penilaian juri, terdapat beberapa kontestan yang memiliki nilai tertinggi, yaitu Dayoung Kim, Victoria Cocieru, dan Chelsey Carter. Berikut beberapa keunggulan dari para desainer, sehingga menjadikan mereka TOP 3 pada episode ini.

1.) Victoria Cocieru

Victoria dinilai sangat baik dalam hal eksekusi. Jahitan pada busana yang dihasilkan menggambarkan besarnya potensi yang dimiliki. Namun, yang membuat dirinya tidak menang pada tantangan ini adalah karena dia hilang arah dalam menentukan konsep dan tidak dapat menjelaskan dengan baik relevansi busana yang diciptakan dengan budaya yang dimiliki. Para juri menilai alasan Victoria memilih warna biru pada rancangannya adalah semata-mata karena dia menyukainya, bukan karena alasan dia ingin menggambarkan latar belakang kebudayaan Moldova yang dimiliki. Dalam hal ini, penulis menyimpulkan bahwa pada dunia fashion, semua komponen harus padu: memiliki konsep yang jelas dan dieksekusi dengan baik.

 Gambar 5. Busana rancangan Victoria Cocieru (Sumber: bravotv.com)

2.) Dayoung Kim

Dayoung menjadi runner-up dalam tantangan ini karena rancangan yang dihasilkan dianggap sangat relevan dengan latar belakang kebudayaan Korea Selatan yang dimiliki. Warna yang digunakan dalam bajunya terinspirasi dari warna-warna bangunan di Korea yang sangat menyatu dengan alam. Struktur baju yang dihasilkan juga terinspirasi dari atap rumah tradisional Korea yang memiliki lekukan yang indah dan natural. Para juri juga menilai bahwa rancangan Dayoung dianggap terlihat mahal dan sangat sophisticated. Semua hal ini terjadi karena pada saat awal perancangan, Dayoung memiliki konsep yang sangat jelas terhadap apa yang ingin dihasilkan. Sehingga semua tahap selanjutnya, mulai dari memilih model, memilih jenis kain, menjahit rancangan, dia tidak memiliki kendala yang berarti karena sudah memiliki konsep yang matang.

Gambar 6. Busana rancangan Dayoung Kim (Sumber: bravotv.com)

3.) Chelsey Carter

Terinspirasi dari latar belakang pendidik yang dimilikinya, Chelsey merancang sebuah varsity jacket dengan mencantumkan nama nenek-neneknya (yang juga merupakan tenaga pendidik/ kepala sekolah). Dia memilih konsep yang sangat sederhana, namun mampu mengelevasi rancangan dan menghasilkan busana yang fashion forward dan berbeda dengan yang lain. Pada tahap ini, Chelsey berhasil menjadi pemenang karena dia dinilai menghasilkan sesuatu yang sangat baru dan sangat relevan dengan tema dari tantangan ini. Terlebih lagi, tantangan ini merupakan Flash Sale. Sehingga walaupun busana Dayoung dinilai sangat baik, tetapi busana Chelsey-lah yang lebih marketable dan mudah dijual kepada masyarakat.

Gambar 7. Busana rancangan Chelsey Carter (Sumber: bravotv.com)

Analisis permasalahan dan Solusinya

Para peserta dengan nilai terendah memiliki beberapa kendala yang menghambat proses rancangan busana yang diinginkan: 

(1) Planning the product: Konsep yang tidak jelas menghambat eksekusi. Tidak adanya gambaran yang jelas akan final look yang diinginkan, menghambat proses selanjutnya yaitu pemilihan bahan. Semua desainer dengan posisi terbawah dianggap tidak memiliki jenis kain yang baik, sehingga menghambat dan mempersulit eksekusi. Perbaikan perencanaan merupakan hal yang fundamental dan crucial dalam menciptakan suatu produk. Dengan memiliki gambaran dan konsep yang jelas, suatu produk memiliki fungsi yang matang dan kemudian akan memperlancar proses produksi yang selanjutnya;

(2) Manajemen waktu yang tidak baik sangat menghambat proses perancangan dan proses produksi busana. Perbaikan manajemen waktu akan memperlancar proses transformasi produk rancangan menjadi pakaian yang siap digunakan;

(3) Quality control yang buruk juga dapat berimbas pada final look yang dihasilkan. Memilih bahan yang tidak cocok dan memaksakan idealisme pada akhirnya menyulitkan para desainer untuk menghasilkan busana dengan jahitan yang baik (poorly executed). Quality control juga terkait dengan supply management, karena para desainer dengan nilai terendah memiliki supply management yang tidak baik, yang terlihat dari pemilihan bahan kain yang buruk dan tidak sesuai dengan tema tantangan.

Analisis keunggulan para pemenang

Para peserta dengan nilai terbaik memiliki beberapa keunggulan yang menjadikan mereka TOP 3 pada episode ini: (1) Mereka merancang sebuah busana dengan konsep yang jelas, sehingga sangat terlihat dari eksekusi yang baik pada hasil akhir mereka; (2) Mereka mendengarkan permintaan para juri dengan mengaitkan tema tantangan dengan busana yang mereka hasilkan. Relevansi yang kuat terhadap konsep dan hasil akhir memiliki potensi yang kuat karena pada akhirnya desainer harus mendengarkan permintaan pasar; (3) Manajemen waktu yang baik. Para desainer ini memiliki konsep dan gambaran yang jelas sejak awal. Sehingga sejak tahap memilih model, memilih kain, menjahit busana, mereka memiliki vision yang jelas akan apa yang ingin mereka hasilkan. Hal ini sangat berdampak pada kesiapan final look yang dianggap paripurna oleh para juri, yang berawal dari baiknya manajemen waktu yang mereka miliki.

Artikel ini telah dicek antiplagiarism via duplichecker.com

Artikel ini ditulis oleh The Rebellion Group

  1. Sumitomo Ueno
  2. Veronica Swasti Paramitha Putri

Referensi

  1. Ferrel, O.C., Hirt, G.A., and Ferrel, L. 2016. Business: A Changing World 10th Edition. New York: McGraw-Hill Education. ISBN 978-981-4714-25-9. 
  2. Daily motion. 2019. Project Runway Season 18 Episode 6. Accessed on March 11th 2021. Available at https://www.dailymotion.com/video/x7qvnjf 
  3. Variety.com. 2020. Project runway recap: politics but make it fashion. Accessed on March 21st 2021. Available at: https://variety.com/2020/tv/news/project-runway-recap-politics-but-make-it-fashion-1203470269/

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format