Kualitas Lebih Baik Dibanding Kuantitas, Bagaimana HRM Islam Memandang?

Analisis Tim Apex dan Tim Mavericks pada The Apprentice Asia Ep 8 menurut sudut pandangan Islam berdasar jurnal dan hadist.


1
1 point

Sinopsis The Apprentice Asia Ep 8

Apprentice Asia merupakan acara reality show bisnis yang dipandu oleh host yang bernama Tony Fernandes, beliau merupakan CEO dari Air Asia. The Apprentice Asia merupakan acara yang menantang 2 tim yaitu Maverick dan Apex. Kedua tim itu ditantang untuk membuat naskah dan memproduksi iklan langsung, nantinya naskah dan iklan tersebut akan diperagakan secara langsung di hadapan para penonton. Pemenang dari tantangan ini akan ditentukan oleh Direktur design Volkswagen.

Pada pertandingan ini, tim Maverick memilih tagline “Life’s A Trip with a Beetle. The Icon Is Back”. Konsep ini menggambarkan tentang pengantin baru yaitu Dian dan aktor pria. Mereka tidak sengaja bertemu dengan tetangganya yang bernama Andrea. Mereka bertemu saat akan pergi bulan madu menggunakan mobil Beetle. Melihat hal itu tetangganya merasa kagum, kemudian memberikan pujian terhadap mobil Beetle yang mereka kendarai, akan tetapi pasangan tersebut salah paham mengartikan pujian, mengira bahwa pujian itu untuk suaminya. Iklan tersebut dibuat berdasarkan tagline, yaitu menggambarkan Beetle sebuah mobil yang menyenangkan untuk melakukan perjalanan, akan tetapi konsep iklan tersebut dikritik terlalu biasa.

Kemudian tim lawan yaitu Apex memilih tagline “You Qualify. Beetle Up”, Jalan cerita dari iklan ini terinspirasi dari acara The Apprentice Asia, acara yang menampilkan dua tim yang bertarung dalam mempromosikan mobil Beetle. Tidak disangka bahwa konsep ini memberikan kesan bagi Direktur Design Volkswagen. Kesan tersebut ditunjukkan dengan ucapan “Beetle Up! Saya masih mengingatnya”, kesan tersebut sekaligus menjadi alasanya tim Apex menang dalam pertandingan ini.

Tim Maverick kalah dalam pertandingan ini. Akibat kekalahannya, tim Maverick harus memasuki ruang boardroom untuk melakukan evaluasi kinerja dan konsep yang dibuat tim tersebut. Di dalam boardroom, terjadi perdebatan antar anggota tim saling menyalahkan penyebab kegagalan dan kekalahannya. Isi evaluasi membahas mengenai sikap tidak dewasa yang ditunjukan Andrea terhadap Jonathan, serta kurangnya kontribusi dari Dian dalam menjalankan tugas. Setelah melakukan perundingan akhirnya yang harus di pecat dan dikeluarkan dari The Apprentice adalah Dion.

Analisis Kedua Tim Berdasar Jurnal Shah Khan (2010)

Dalam Jurnal yang berjudul “Islamic Perspective of Human Resource Management: Some Salient Features” karya Shah Khan pada tahun 2016 silam, secara umum membahas bagaimana manajemen sumber daya manusia dinilai dari sudut pandang islami. Beberapa konsep dasar yang dibahas dalam jurnal tersebut terdapat bagaimana pendelegasian kekuasaan maupun wewenang dalam konsep islam ?, seberapa perlunya kejelasan job description  dalam sebuah pekerjaan ataupun jabatan ?, bagaimana keadilan dalam manajemen sumber daya manusia menurut sudut pandang islam ?, Bagaimana islam memandang conflict of interest dari ranah manajemen sumber daya manusia?, dan masih banyak yang lainnya. Berdasarkan konsep dasar tersebut, kemudian kami membandingkan bagaimana kinerja tim Mavericks dan Tim Apex dalam TV Series The Apprentice Asia Season 1 Episode 8 dan berikut hasil yang kami dapatkan,

Konsep SDM

Kelompok Mavericks

Kelompok Apex

Delegation of Authority

Pendelegasian wewenang yang dilakukan kelompok Mavericks kurang jelas dan terarah yang menjadikan orang yang merasa “berkuasa” atau memiliki “kemampuan” lebih yang akan mengaturnya. Dalam tim Mavericks sendiri, Jonathan dan Andrea-lah yang paling dominan dalam kelompok maverick yang menjadikan pemberian wewenang menjadi kurang terstruktur dan akhirnya semua di-handle oleh mereka berdua saja. Dalam setiap delegasi wewenang, influence tactic perlu untuk dilakukan dan yang terlihat dalam tim Maverick adalah power and expertise influence tactic yang membuat anggota lain merasa tidak berdaya dan kurang mampu karena perbedaan kekuatan dan keahlian yang dimiliki.

Pemberian wewenang yang dilakukan oleh kelompok Apex sangat jelas dan setiap pekerjaan memiliki batasannya masing-masing atau dapat dikatakan tidak saling melewati satu sama lain. Akan tetapi, kerjasama dan diskusi tetap dilakukan untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada dalam challenge. Strukturisasi yang jelas dan pemberian wewenang membuat tim Apex dapat lebih mudah untuk keep on track terhadap goals yang telah dipilih.

Job Description

Dalam kelompok Maverick, Job Description atau gambaran tugas mengenai sebuah jabatan menjadi tidak jelas ketika Andrea (project manager) berperan sangat besar bagi setiap kegiatan/challenge yang dihadapi oleh tim Mavericks. Sedangkan Jonathan sebagai project director hanya berperan sebesar 40% dari 100% total tim atau dapat dikatakan terkhusus pada pembuatan script dan pengarahan talent dalam challenge tersebut. Sedangkan Dian, berperan sebagai talent atau kurang mendapatkan jabatan/posisi karena sifat pasifnya yang membuat Dian tidak dapat berkontribusi banyak dalam challenge. Ketidakjelasan pembagian kerja membuat beban kerja terlalu banyak ditangani oleh Andrea sehingga hasilnya menjadi kurang maksimal.

Dalam kelompok Apex, Samuel sebagai project manager dan Alex sebagai director. Walaupun tim Apex hanya terdiri dari 2 anggota, mereka malah mampu bekerja secara optimal dan memiliki efektivitas yang tinggi. Efektivitas  tersebut ditunjukkan dengan kejelasan ranah pekerjaan siapa harus melakukan apa dan batasan-batasannya. Dengan begitu, ketika ada seseorang yang melewati batas maka akan dengan mudah terdeteksi dan kembali kepada pembagian tugas yang telah disepakati bersama. Kejelasan job description dari tim Apex tercermin dari positive energy yang selalu ditunjukkan dalam setiap menit mereka bekerja.

Keadilan

Keadilan dalam tim Maverick kurang dihadirkan, hal tersebut dapat dilihat melalui pembagian kerja yang terkesan terlalu berat di Andrea. Akan tetapi, apabila dilihat lebih dalam, yang menjadikan hal tersebut menjadi demikian adalah akibat dari perilaku Andrea yang terlalu bossy dan ingin meng-control segala hal sebab dialah project manager-nya. Hal tersebut berimbas kepada Dian yang hanya bisa menjadi talent dan terkesan diabaikan serta diremehkan yang membuat perilaku Dian dalam memerankan roleplay menjadi kurang maksimal dalam challenge yang ada.

Keadilan dalam tim Apex sangat menonjol, hal tersebut tercermin dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh Samuel dan Alex adalah selalu setara baik dari posisi, tanggung jawab, pemutusan sebuah keputusan, dan lain sebagainya. Samuel yang sebagai project manager pun mampu memilih dan memilah kapan harus bertindak sebagai project manager yang perlu untuk melakukan controlling dan kapan harus menjadi teman diskusi. Hal tersebut terus dilakukan secara konsisten yang menimbulkan keharmonisan dalam tim Apex.

Conflict of Interest

Konflik kepentingan dari Tim Mavericks memang tidak terlihat secara gamblang, namun kita dapat mengetahui dari interest Jonathan dan Andrea yang ingin menang sebagai individu bukan sebagai tim. Kemenangan sebagai individu akan menimbulkan perpecahan dalam tim karena cara-cara yang dapat dilakukan yaitu seperti menjatuhkan anggota lain dengan cara kotor ataupun mengambil alih semua pekerjaan agar yang terlihat bagi dewan juri hanya sayalah (Andrea) yang bekerja dalam tim ini. Selain itu, Dian juga melakukan playing victim dengan selalu bersikap pasif dan menunggu teman anggotanya untuk melakukan kesalahan dengan mengambil jatah pekerjaannya juga. Dengan begitu, Dian dapat tetap aman dalam kompetisi (harapannya Dian seperti itu). Sedangkan bagi Jonathan sendiri, selalu tampil maksimal memang bagus, tetapi kita juga perlu mempertimbangkan pendapat orang lain yang  dapat berguna untuk improve dari kekurangan kita.

Tim Apex juga memiliki conflict of interest yaitu sama-sama ingin menang dengan bersama-sama sebagai tim. Dengan begitu, conflict of interest yang dimunculkan berubah menjadi kesan positif dan istilah konflik dalam kepentingan menjadi tiada karena kesepahaman yang dimiliki Samuel dan Alex.

Analisis Kedua Tim Berdasar Jurnal Abbas Haider (2010)

Dalam jurnal yang berjudul “Relationship Between Emotional Intelligence (EI) and Organizational Citizenship Behaviour (OCB)” karya Syed Nadeem Abbas haider tahun 2015 dijelaskan bahwa Emotional Intelligence merupakan kemampuan dalam mengidentifikasi keadaan emosi pribadi dan emosi orang lain. Dapat dilakukan dengan tidak menunjukkan emosi asli yang sulit diterima oleh masyarakat. Emotional Intelligence memberikan pengaruh kepada OCB sebesar 28%. OCB atau Organizational Citizenship Behaviour merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan secara sukarela guna memperbaiki iklim kerja organisasi. Contohnya sikap sportif, tanggung jawab etis, dan inisiasi diri yang baik. Dalam penelitian tersebut juga meneliti apakah Islamic Work Ethics dengan memasukkan  nilai-nilai agama dalam kehidupan professional seseorang dapat memberikan pengaruh terhadap Emotional Intelligence dan Organizational Citizenship Behaviour atau tidak. 

Selanjutnya, melalui series Apprentice Asia kita akan melihat bersama-sama bagaimana EI, OCB, dan IWE ini terlihat di dalam kerjasama yang dilakukan oleh Tim Mavericks dan Tim Apex. 


Tim Apex

Tim Mavericks

Emotional Intelligence (EI)

Alex dan Samuel sebagai anggota tim mavericks memiliki kontrol emosi yang baik. Hal tersebut ditunjukkan ketika mereka berdebat tetap mengandalkan profesionalisme. Selain itu, ketika mereka mengarahkan talent untuk berpose dalam poster terlihat bahwasanya Alex dan Samuel tampak lelah namun tetap bisa mengontrol emosi mereka. 

Tim Apex yang terdiri dari Andrea, Jonathan, dan Dian seringkali terlihat kurang bisa mengontrol emosi mereka. Hal ini terlihat dari pemilihan kata yang sering dilontarkan. Dimana Andrea sebagai project manager suka mengkritik anggota yang lain dan tentunya hal tersebut membuat situasi menjadi tidak nyaman.  

Organizational Citizenship Behaviour (OCB)

Memiliki kerjasama yang baik. Antar anggota tim saling mensupport dan berusaha untuk tidak menyalahkan satu dengan yang lain. Antara Samuel dan Alex keduanya memiliki kedewasaan yang tinggi sehingga adanya perbedaan dapat diselesaikan dengan saling melengkapi. 

Pemikiran antar anggota tim ini seringkali tidak memiliki kecocokan satu dengan yang lain. Terlebih bagi Andrea (project manager) dan Jonathan(produser) mereka berdua suka sekali berdebat sehingga diantara mereka seringkali terjadi overlapping management.  Oleh karena itu, kerjasama antar anggota cukup terganggu. 

Islamic Work Ethics (IWE) 

Dalam penerapan etika bekerja sesuai dengan Syariat Islam, Tim Mavericks telah melakukannya dengan baik. Salah satunya terlihat dari profesionalisme dan cara berbicara mereka. Perbedaan yang muncul antara Samuel dan Alex, tidak membuat keduanya saling menjelek-jelekkan satu dengan yang lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa salah satu komponen IWE telah diterapkan dalam tim tersebut. 

Tim Apex belum menerapkan IWE dalam praktik kerjanya. Terlihat bagaimana antar anggota tim seringkali mengkritik secara langsung dan dilakukan di depan umum. Hal tersebut tentunya bukanlah tindakan professional dan  tidak sesuai dengan etika bekerja menurut Islam. 

Permasalahan SDM dan Kedua Tim

Permasalahan sumber daya manusia menjadi suatu hal yang krusial dalam kelanjutan suatu perusahaan. perusahaan dapat mencapai target dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sangat ditentukan oleh faktor sumber daya manusia perusahaan. berdasarkan perkataan dari Ricky W. Griffin (2003:414) tingkat krusial sumber daya manusia terhadap suatu perusahaan berakar dari meningkatnya kerumitan hukum, kesadaran bahwa sumber daya manusia merupakan alat berharga bagi peningkatan produktivitas dan kesadaran mengenai biaya yang berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia yang lemah. maka dari itu apabila ada permasalahan sumber daya manusia di suatu perusahaan, maka harus segera diidentifikasi permasalahan sumber daya manusia tersebut. berikut adalah identifikasi masalah pengelolaan sumber daya manusia pada pemimpin perusahaan yang akan merekrut kandidat dan pada kedua kelompok yang berkompetisi di serial TV The Apprentice Asia.

  1. Identifikasi masalah SDM pada perusahaan yang akan merekrut kandidat

sumber : axn-asia.com

Permasalahan SDM pada perusahaan yang akan merekrut kandidat dalam hal ini adalah perusahaan Tony Fernandes, yaitu Air Asia yang akan merekrut para kandidatnya melalui program TV The Apprentice Asia. permasalahan SDM pada perusahaan tersebut adalah terletak pada proses perekrutan calon kandidat yang mana proses perekrutan tidak dilakukan secara menyeluruh karena perusahaan hanya memperhatikan aspek kemampuan dan kontribusi calon kandidat terkait tugas yang dikasih oleh calon kandidat. pada reality show The Apprentice Asia 8, Tony Fernandes selaku pemimpin perusahaan mendiskualifikasi Dian dari calon kandidat karyawan perusahaan Tony dikarenakan kurangnya kontribusi Dian terkait tugas yang dilimpahkan ke dia. apabila melihat dari sudut pandang penonton, Dian memang layak didiskualifikasi dikarenakan kontribusinya yang kurang terhadap team. akan tetapi, apabila melihat dari sudut pandang recruiter perusahaan, Dian sebenarnya masih berpotensi untuk menjadi karyawan dari Tony karena Dian memiliki kapabilitas dan kemampuan yang dapat dimaksimalkan apabila Dian dipercayakan lagi. jadi perusahaan hanya melihat kemampuan Dian dari kontribusi Dian ke team saja, tidak melihat dari kualitas dan kapabilitas Dian secara individu.

  1. Identifikasi masalah SDM pada kedua kelompok yang berkompetisi

  Sumber : younulis.com

Permasalahan SDM pada kedua kelompok yang berkompetisi terletak pada pembagian jobdesk untuk menuntaskan tugas yang diberikan kepada kelompok. Tim Apex yang keluar sebagai pemenang pada tugas iklan Volkswagen Beetle berhasil melakukan pembagian jobdesk dengan baik. Sam selaku pemimpin dari Team Apex melakukan model kepemimpinan transformasional yang pemimpin berhasil mengubah sikap dan cara pandang bawahannya tentang pekerjaan untuk mencapai tujuan kelompok. Sam selaku pemimpin berhasil membuat anggotanya menyadari betapa pentingnya tujuan organisasi untuk dicapai. Sam menyamakan tujuan-tujuan anggotanya menjadi tujuan team yang mana hal tersebut membuat kekompakan team terjaga dan semua anggota team dapat berkontribusi maksimal yang mana hal tersebut membuat Team Apex keluar sebagai pemenang.

Team Maverick dipimpin oleh Andrea yang menerapkan model kepemimpinan personal leadership style and managerial task yang mana pemimpin menggunakan cara-cara tertentu untuk mencapai tujuan organisasi dengan membuat perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian. akan tetapi permasalah SDM pada team maverick terletak pada kontribusi dan motivasi anggotanya untuk mencapai tujuan organisasi. dalam tim Maverick, orang yang paling berjuang dan paling terlihat kontribusinya adalah Jonathan dan Andrea. kedua orang tersebut memiliki motivasi yang tinggi karena mereka berpikir dengan mencapai hasil yang diinginkan, harus dilakukan dengan kinerja yang tinggi juga. sedangkan Dian adalah anggota organisasi yang kontribusinya paling minim. hal tersebut dikarenakan motivasi Dian tidak setinggi kedua team lainnya karena ekspektasi Dian tidak setinggi kedua anggota lainnya. permasalah lainnya adalah Andrea gagal dalam mempengaruhi motivasi kepada anggotanya terutama kepada Dian agar motivasi Dian sama dengan Andrea. 

Alasan lainnya kenapa Dian tidak berkontribusi maksimal dalam team karena Andrea selaku pemimpin tidak terlalu mempercayakan Dian dalam tugas kelompok. hal tersebut tentu saja akan mempengaruhi motivasi Dian dalam mengerjakan tugas kelompok. Andrea hanya memberi peran Dian sebagai pemeran dalam iklan dan tidak mempercayakan Dian sebagai project manager di tugas kelompok tersebut. permasalahan SDM lainnya pada team Maverick adalah adanya ketidakpercayaan pada project manager team, yaitu Jonathan. hal tersebut dilihat dari Jonathan yang sering berbeda pendapat dengan Andrea. hal tersebut menunjukkan Andrea tidak memberikan kepercayaan secara penuh kepada Jonathan sebagai project manager. Andrea sebagai pemimpin harusnya percaya kepada anggotanya agar kedua anggotanya dapat bekerja secara maksimal dalam menyelesaikan tugas kelompok yang diberikan kepada Team Maverick.

Solusi Permasalahan Berdasar Jurnal Shah Khan dan Abbas Haider

Berdasar jurnal yang ditulis oleh Shah Khan dengan judul “Islamic Perspective of Human Resource Management: Some Salient Features”, bagi tim Mavericks yang harus rela menerima kekalahan dapat belajar lagi bagaimana menata strategi yang sesuai dan baik menurut islam. Masalah-masalah yang timbul dan menjadi penyebab kekalahan mereka sebagian besar dikarenakan oleh sifat-sifat tidak baik dalam diri seperti egois, kurang toleransi, dsb. Seluruh anggota tim perlu lebih memahami konsep pembagian tugas yang merata dan saling mendukung, memperlakukan setiap anggota dengan adil tanpa ada kecenderungan atau ketimpangan, dan belajar mementingkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi. Jika hal-hal tsb dilaksanakan, tim dapat berproses jauh lebih baik karena apa yang dilakukan tim akan lebih efektif dan efisien. Selain itu tim juga dapat mencapai hasil atau kepentingan bersama yang sudah disepakati di awal.

Berdasar jurnal yang ditulis oleh Syed Nadeem Abbas haider dengan judul “Relationship Between Emotional Intelligence (EI) and Organizational Citizenship Behaviour (OCB)” , tim Mavericks kurang dalam pengelolaan emosi setiap anggotanya. Hal ini menjadi penyebab timbulnya beberapa perbedaan pandangan dan pendapat. Seharusnya setiap anggota tim bisa saling mengelola emosinya sehingga lebih baik dan hati-hati dalam memberikan suatu respon saat berbeda pendapat. Perbedaan pendapat adalah hal yang sangat umum terjadi di dalam sebuah kelompok, adanya perbedaan pikiran, tujuan individu, bahkan rasa tanggung jawab atau jabatan yang sedang dipegang adalah beberapa hal pendorong yang bisa memperparah keadaan jika kita tidak bisa mengontrol emosi dalam diri. Selain mengontrol emosi, kita juga harus bisa mengubah sebuah kritikan menjadi sebuah bahan bakar untuk lebih mengembangkan dan memperbaiki diri. Jika kita bisa berfikir secara dewasa, kita tidak akan menerima sebuah kritikan begitu saja, namun akan menjadi koreksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Tim Mavericks perlu membangun rasa sebagai bagian dari sebuah tim, sehingga rasa memiliki dan membutuhkan satu sama lain akan lebih terbangun dan melancarkan kerja sama di dalam tim tsb. Tim dapat menambahkan rasa tanggung jawab bersama, peduli, dan skill ‘mendengar’ yang dapat membantu tim dalam menyelesaikan masalah-masalah yang timbul dna menjadi penyebab kekalahan tim. Skill ‘mendengar’ yang dimaksud adalah bagaimana setiap anggota dapat menerima pendapat anggota lain dan membahas bersama keputusan apa yang akan diambil oleh tim. Selain itu, dalam sebuah tim tentu diperlukan seorang pemimpin/manager yang dapat mengarahkan anggota lainnya. Sebagai anggota sudah sepatutnya kita percaya dengan keputusan yang diambil pemimpin, sedangkan untuk pemimpin sudah sepatutnya fokus pada pencapaian target atau kepentingan bersama.

Solusi Permasalahan Berdasar Hadist dan Al-Qur'an

Berdasarkan serial The Apprentice Asia Episode 8, tim Apex merefleksikan implementasi kerja sama yang optimal. Mulai dari pendelegasian wewenang yang efektif dan terarah, memiliki job description yang jelas, serta kontribusi tiap anggota merata dan maksimal. Selain itu, tiap anggota juga memiliki kontrol emosi dan konflik yang baik sehingga ketika ada perbedaan pendapat, mereka dapat mengelolanya menjadi motivasi kerja yang produktif.

Lain halnya dengan tim Mavericks yang tidak bisa menghasilkan output secara maksimal karena tenggelam atas konflik di dalam timnya. Anggota dalam tim tidak mampu bekerja sama dan mengelola konflik dengan baik, bahkan cenderung ingin menang sendiri dan bahkan mengkritik rekan setimnya secara langsung dan di depan umum. Hal ini tidak selaras dengan ajaran Islam karena Islam mengajarkan umatnya agar dapat meredam serta mendamaikan (islah) kedua belah pihak yang sedang bertikai (konflik) dengan seadil-adilnya dengan merujuk kepada ajaran syariat Islam, seperti yang tertera pada penggalan ayat di bawah:

 

Artinya: “(10) Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (11) Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (12) Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 10-12).

Ayat dari surah diatas telah merangkum semua larangan yang dilakukan oleh tim Mavericks. Sesuai dengan perintah untuk menghindari perbuatan yang disebutkan dalam surat tersebut, tim Mavericks mendapatkan akibatnya sehingga tidak dapat perform dengan baik dan kalah dalam kompetisi. Maka, dapat diambil hikmahnya bahwasanya dibutuhkan rasa persaudaraan dalam tiap individu terhadap anggota timnya untuk membentuk kerja sama tim yang optimal melalui kekuatan ukhuwah. 

Menurut Syeikh Usamah bin Laden mengutip dari Syeikh Sayid Sabiq, ukhuwah merupakan salah satu unsur kekuatan Islam. Di dalam kitabnya Anaashirul Quwwah fil Islam mengatakan: apabila umat Islam ingin meraih kejayaan, mereka harus memiliki tiga hal yang merupakan pilar kekuatannya. Salah satunya adalah kekuatan ukhuwah. Oleh karena itu persaudaraan yang diikat dengan ikatan keimanan kepada Allah Swt seharusnya menyebabkan terjadinya hubungan yang baik dan mau tidak mau harus dilakukan. Hal ini didasarkan bahwasannya semua orang yang beriman kepada Tuhan yang Maha Esa adalah saudara, maka persaudaraan tersebut harus selalu terjaga melalui pendidikan akhlak. Dengan demikian, baik pemimpin maupun anggota dalam tim sebaiknya saling memahami dan berusaha untuk memperbaiki konflik dengan dasar persaudaraan sehingga tumbuh kerja sama yang harmonis dan tujuan tim dapat tercapai.

Referensi

https://yonulis.com/2020/11/28/mavericks-vs-apex-the-apprentice-asia-8/

https://youtu.be/fhbM89C2mtA

Onal Suzatniko, Enoh Nuroni, Adang M. Tsaury. (2018). Implikasi Pendidikan Dari QS. Al-Hujurat: 10-12 Tentang Pribadi Muslim Terhadap Upaya Pembinaan Akhlaq Dalam Menjaga Tali Persaudaraan Sesama Muslim. Bandung: Prosiding Pendidikan Agama Islam UNISBA.

Nama Penulis

Aisyah Shalsabillah N.M

Nurul Chasanah C.

Roy Hendro B.W

Muhammad Rifaldo W.

Nur Ratri Iffat

Wahyuning Devi H.



Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
aisyahsnm

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format