Analisis Penerapan Pengelolaan SDM Islami pada Serial The Apprentice Asia Season 1

The Apprentice Asia merupakan serial reality show Asia yang ditayangkan season pertamanya pada bulan Juni hingga Juli 2013.


1
1 point

1. Sinopsis Singkat

The Apprentice Asia merupakan serial reality show Asia yang ditayangkan season pertamanya pada bulan Juni hingga Juli 2013. The Apprentice Asia berisikan sekelompok young entrepreneur yang berkeinginan untuk bekerjasama dengan pengusaha Malaysia Tony Fernandes. The Apprentice Asia merupakan versi Asia dari pertunjukan asli Amerika, The Apprentice. Serial ini disiarkan pada stasiun TV AXN Asia dan diproduksi oleh FremantleMedia Asia, All American Television, Turner dan Saban International.

The Apprentice Asia Season 1 diawali dengan 12 kontestan, enam pria dan enam wanita yang berasal dari Asia. Semua peserta tersebut merupakan seorang yang sukses di beberapa perusahaan asal mereka. Peserta tersebut dibagi menjadi dua tim berdasarkan gendernya. Para kontestan tinggal di suite Kuala Lumpur, Malaysia. Tony Fernandes, pemandu acara The Apprentice Asia, memberikan tugas setiap minggunya. Setiap tim memilih manajer proyek yang akan memimpin tim mereka untuk menghadapi tugas mingguan tersebut. Apabila salah satu tim menang, tim tersebut akan memperoleh hadiah tertentu, sedangkan tim yang kalah akan mengadakan rapat dan menentukan tiga orang dari tim tersebut yang potensial untuk dikeluarkan dari program The Apprentice Asia. Seperti pada serial survival show pada umumnya, setiap tugas yang diberikan oleh Tony Fernandes, terdapat satu orang yang harus pulang ke tempat asalnya.

Youtube link = https://youtu.be/YD8QDM4ZeI8

The Apprentice Asia Season 1 pada episode 1 diawali dengan Tony Fernandes yang memberikan tugas untuk menjual ikan-ikan segar. Tim yang menang adalah tim yang mendapatkan profit paling banyak di antara tim yang lain. Tim dibagi menjadi dua, Tim Mavericks yang berisikan peserta pria dan Tim Apex yang terdiri dari peserta wanita. Tugas yang diberikan Fernandes merupakan tugas sederhana, tetapi dari tugas tersebut banyak masalah-masalah yang dapat diidentifikasi. Terlebih lagi berkolaborasi dengan para peserta dari berbagai latar belakang budaya dan negara asal yang berbeda. Permasalahan-permasalahan tersebut diuraikan lebih lanjut sebagai berikut.

2. Problem identification

Dalam melakukan tantangan pertama, yaitu secara langsung menjual ikan di pasar, baik tim mavericks maupun tim apex mengalami berbagai masalah. Masalah – masalah tersebut dirangkum dalam tabel berikut.

 

Tim Mavericks

Tim Apex

Seleksi pegawai

Proses seleksi dilakukan oleh pihak The Apprentice Asia. Baik lelaki dan perempuan dengan kriteria berusia minimal 21 tahun yang berdomisili atau bekerja di Asia, memiliki paspor yang berlaku setidaknya enam bulan serta lancar berkomunikasi dalam bahasa Inggris dapat mendaftar. Peserta bisa berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari sales, marketing, akuntansi hingga konsultan. Karyawan, profesional, calon wirausahawan, mereka yang telah menjadi wirausahawan sukses atau orang yang sedang tidak bekerja namun memiliki ide-ide bisnis serta potensi yang luar biasa juga bisa ikut mendaftar. Dalam Manajemen SDM, hal ini dapat dikatakan sebagai sebuah masalah karena kriteria seleksi calon pegawai (job specification) harus didefinisikan dengan baik sesuai dengan posisi pekerjaan (job description) dimana calon pegawai dapat ditempatkan.

Delegasi wewenang

Handy sebagai project manager bekerja dengan menerapkan cara yang lebih terdesentralisasi sehingga setiap anggota di-assign untuk melakukan tugasnya masing-masing. Seperti John dan Hans yang ditetapkan untuk mengumpulkan informasi pasar sementara anggota lain bekerja di gerai.

Nik sebagai project manager bekerja dengan menerapkan cara yang lebih tersentralisasi, dimana Nik yang melakukan observasi pasar dan kemudian kembali untuk menetapkan harga dan menjual produk bersama dengan anggota lainnya.

Penilaian Kinerja

Penilaian Kinerja dilakukan oleh pihak The Apprentice Asia dengan cara yang cukup sederhana, yaitu berdasarkan profit yang dihasilkan. Dalam pemasaran, profit memang dijadikan sebagai ukuran utama dalam menilai kinerja perusahaan, namun dalam manajemen sumber daya manusia hal ini dinilai kurang tepat karena tidak mempertimbangkan proses kerja masing-masing karyawan yang dapat dinilai dari berbagai aspek.

Konflik Kepentingan

Terjadi konflik kepentingan antara tim yang melakukan survey (John & Hans) untuk mengumpulkan seluruh informasi pasar sebelum gerai dibuka dengan anggota lain yang membuka gerai tanpa persiapan apapun (no planning) sehingga produk dijual dengan harga yang terlalu murah.

Konflik awal dalam menentukan margin, dimana Nik sebagai project manager ingin menetapkan margin sebesar 20% dengan anggota lain yang menyarankan untuk melakukan observasi ke gerai lain.

Emotional Intelligent

Handy sebagai project manager menunjukkan tingkat ketenangan kerja yang tinggi sehingga dalam episode tersebut tidak muncul adanya perdebatan ketika proses operasional berjalan. Handy juga berusaha untuk menyerap semua ide yang muncul dari setiap anggota. Meski tidak terlihat adanya kepanikan, tim ini terlihat hanya mengikuti arus tanpa mengikuti rencana yang jelas. Ketika masalah kerugian muncul, tanpa melakukan perhitungkan, Handy menetapkan margin sebesar 30% yang mana sama sekali tidak menutupi kerugian, hal ini menunjukkan kecerdasan emosional yang kurang.

Nik sebagai project manager memiliki target yang jelas sehingga anggota tim dituntut untuk mencapai target tersebut sehingga kepanikan muncul ketika target tersebut meleset ketika masalah mislabelled produk muncul sehingga menimbulkan kerugian sebesar 300 ringgit. Namun, Nik dapat mengatasi kepanikan tersebut dan dengan tenang menyusun kembali strategi (yang mana menunjukkan kecerdasan emosional) dengan menetapkan target baru yaitu dengan menjual seluruh produk yang tersisa dengan harga 500 ringgit untuk menutupi kerugian.

3. Critical Thinking

Berdasarkan penjabaran masalah dan kondisi yang telah dilakukan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa hal yang menjadi key success factors dalam fenomena dua tim tersebut adalah besarnya peran emotional intelligence yang ditunjukkan oleh pemimpin dan anggota tim  dan pengukuran kinerja yang berdasarkan profit yang dirasa kurang dapat menggambarkan keseluruhan proses kinerja. Pada Tim Handy dengan pembawaan yang tenang ternyata belum tentu merepresentasikan emotional intelligence sepenuhnya. Emotional Intelligence bukan hanya tentang reaksi yang ditampilkan pada suatu situasi, namun juga cara berpikir yang jelas dan jernih dalam menentukan langkah tepat untuk selanjutnya dalam upaya menangani suatu kondisi atau permasalahan. Hal ini tentunya diperlihatkan oleh Nik sebagai project manager dimana dari awal telah menentukan target yang jelas sehingga anggota tim juga berlomba-lomba dalam upaya mencapai target tersebut. Ketika menemukan masalah, ia pun memilih untuk tenang dan membuat ulang strategi yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Alhasil, Tim Handy dapat menjual seluruh produk yang ada, mampu menutupi kerugian dan mencetak untung. Emotional Intelligence memiliki keterkaitan dengan performance seseorang untuk mencetak keuntungan juga didukung oleh artikel riset yang dipublikasikan Forbes. 

Sebuah riset (Bradberry, T., 2015) yang dilakukan oleh TalentSmart dilakukan pada 33 faktor kesuksesan pekerja di US menghasilkan Emotional Intelligence sebagai faktor penentu kesuksesan seseorang dengan (58%). Riset tersebut juga menyatakan bahwa seseorang yang memiliki tingkat emotional intelligence yang lebih tinggi menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi pula dengan rata-rata sebesar $29.000 per tahun dari pada orang yang memiliki tingkat Emotional Intelligence pada umumnya. Berdasarkan riset tersebut, setiap point kenaikan Emotional Intelligence memberi tambahan pendapatan sebesar $1.300 pada pendapatan tahunan.Sehingga dapat di

4. Analytical Thinking

Di dalam reality show Asia dijelaskan bahwa setiap kelompok,baik tim mavericks dan tim apex memiliki tugas untuk menjual ikan-ikan segar dengan profit yang banyak. Dari hasil keuntungan yang diperoleh kedua tim,mereka tidak mendapatkan keuntungan namun kedua tim mengalami kerugian yang besar pada total penjualan dimana Tim Apex hasil total penjualan ikan mereka pada tempo hari sebesar MYR 2584 dengan kerugian MYR 186 sedangkan Tim Mavericks hasil penjualannya sebesar MYR 2160 dengan kerugian MYR 654.Nah,hal itu membawa kabar baik bagi Tim Apex karena mereka berhasil memenangkan tugas ini sehingga mereka mendapatkan reward ke Restaurant Hilton Kuala Lumpur untuk jamuan pribadi dan merasakan hidangan masakan China.

Pengumuman hasil total penjualan ikan ini menjadi kabar buruk bagi Tim Marvics dimana mereka harus menentukan tiga orang dari tim tersebut yang memiliki potensi terendah untuk dipulangkan dari program The Apprentice Asia.Sebelum acara pengumuman pembacaan hasil total penjualan ikan dari kedua tim dibacakan,kedua kelompok memiliki strategi penjualan yang berbeda.Tim Mavericks sendiri menetapkan profit penjualan pada ikannya 30% sedangkan Tim Apex memiliki strategi untuk mengambil keuntungan 20% dari penjualannya.Pembeda dari dua kelompok yang sangat terlihat di awal  mereka berjualan ikan yaitu kesiapan diri untuk terjun ke pasar.Tim Apex memiliki cara yang lebih efisien yaitu dengan menanyakan harga pasaran ikan yang mereka jual pada kompetitor untuk mengambil peluang yang ada. Setelah Tim Apex mengetahui harga pesaingnya maka mereka membuat papan harga di setiap jenis ikan yang berbeda dengan harga pasar yang sedikit lebih rendah untuk menarik konsumen,karena target mereka adalah produk ikan segar mereka dapat diserbu oleh banyak konsumen sehingga daya tarik konsumen terhadap lapak mereka lebih tinggi dibandingkan kelompok Tim Mavericks,namun hal itu membawa kerugian 300 ringgit dari rencana profit yang mereka kejar.Sehingga mereka mencari cara dengan mencari konsumen yang memiliki warung makan di sekitar pasar dengan harga pasaran untuk menutupi kerugian atas penjualan mereka.

Berbeda dengan strategi penjualan Tim Mavericks yang lebih fokus pada tingkat profit yang tinggi sebesar 30% dengan strategi untuk menarik konsumen lebih mendekatkan diri kepada budaya konsumen dengan cara komunikasi bahasa daerah yang mereka miliki.Hal itu tidak berjalan mulus karena di awal mereka mengalami kerugian dari penetapan harga ikan yang mereka sendiri masih belum menguasai dan hafal namun mereka tetap pada ingin mengambil keuntungan 30% maka akhirnya mereka menanggung kerugian dan Tim Mavericks tidak mendapatkan begitu banyak pelanggan dibandingkan Tim Apex. Strategi yang kurang tepat ini diatasi dengan dengan cara kurang tepat dari Tim Mavericks sendiri,hal ini terlihat mereka mencari konsumen di sekitar area pasar seperti pemilik warung makanan dan restaurant dengan pemberian harga yang rendah dari sebelumnya.Oleh karena itu Tim Mavericks gagal dalam mengatasi kerugian yang mereka peroleh sebelum nya berbeda dengan Tim Apex yang menggunakan strategi penetapan harga yang lumayan baik daripada Tim Mavericks.Kemenangan ini sangatlah pantas diberikan kepada Tim Apex dibanding Tim Mavericks yang masih harus belajar untuk memahami pengambilan keputusan harga jual dengan  mengetahui situasi pasar terlebih dahulu.

5. Identifikasi Masalah Pengelolaan SDM Pada Calon Bos 

Dalam tayangan tersebut, seorang project manager diharuskan untuk mengatur timnya untuk menjual seafood di pasar tradisional. Secara keseluruhan, tim harus bisa mendapatkan profit. Mulanya mereka menentukan harga dengan margin penjualan. Tetapi ketika mereka menyadari harga yang mereka jual lebih tinggi daripada kios yang lain, mereka menjual dengan harga pasar.

Dengan ketidaktahuan harga pasar ini, Tim Mavericks (tim laki-laki) menjadi kacau dikarenakan ketika mereka sedang melakukan survey harga, anggota tim yang lain malah menjual seafood tanpa harga yang pas, dan ditambah dengan ketidaktahuan mereka dengan jenis-jenis seafood yang mereka jual. Pada satu sisi, Tim Apex (tim perempuan) melakukan survey harga terlebih dahulu kemudian menjual seafood.

Permasalahan sumber daya manusia yang ditemui oleh Tim Mavericks ialah ketidakmampuan project manager untuk memberikan masing-masing anggotanya tugas untuk dikerjakan sebagai tim. Terlihat dari awal seperti pembagian yang tidak jelas, dan tidak adanya teamwork yang kompak. Kesalahan pada Team Apex adalah tidak ada orang yang melakukan pengecekan ulang terhadap pekerjaan mereka sehingga muncul kerugian, meskipun lebih sedikit daripada Tim Mavericks.

Kinerja tim akan lebih baik ketika project manager tahu bagaimana cara untuk mencapai tujuan mereka dengan pembagian tugas yang jelas dan meminimalisir error. Mulai dari siapa yang melakukan identifikasi atau survey penetapan harga, pemasaran, melakukan penjualan, kasir, hingga pengecekan ulang oleh anggota tim sementara project manager melakukan pembagian tugas, memimpin tim dan mengawasi kinerja daripada tim itu sendiri.

6. Problem Solving/Best Practices Sesuai dengan Konsep Khan, Al-Qur'an, dan Hadits

1. Solusi untuk permasalahan seleksi pegawai

Agama islam sebagai agama yang rahmatan lil'alamin memiliki nilai-nilai yang berlaku secara universal. Dalam mendukung hal tersebut, islam memiliki aturan-aturan yang mengatur berbagai hal dalam kehidupan, termasuk permasalahan sumber daya manusia. Dalam melakukan seleksi terhadap pegawai, banyak pedoman yang bisa dijadikan sebagai referensi diantaranya pada firman Allah ta'ala dalam Al-Quran surah al-Qashas (28) : 26 

اسْتَأْجِرْهُ ۖاِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْاَمِيْنُ

Artinya :

"Jadikanlah dia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya.”

Dalam ayat tersebut terlihat jelas bahwa islam memberikan satu pedoman dalam melakukan proses seleksi terhadap pegawai. Dalam melakukan proses seleksi yang jujur dan adil sesuai dengan tuntutan syariat, sehingga dihasilkan sumber daya manusia yang professional dan bertanggung jawab. Kemudian, pegawai yang dipilih adalah orang-orang yang kuat (mampu) mengemban tugas dan tanggung jawab, serta amanah atau dapat dipercaya. Selain itu, islam menegaskan bahwa hendaklah setiap tugas dan urusan diserahkan kepada ahlinya untuk menghindari berbagai kesalahan dan hal-hal yang tidak diinginkan sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

إِذَا أُسْنِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ

Artinya : “Jika urusan diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggulah kehancuran 

itu” (Bukhari-6015).

2. Solusi untuk Delegasi Wewenang

Dalam melakukan delegasi tugas dan wewenang harus memperhatikan aspek kesiapan dari pihak yang akan diberikan wewenang, dalam artian, orang yang tepat untuk tugas yang tepat. Selain itu, pihak yang akan diberikan delegasi harus mampu mengukur kemampuannya dalam mengemban tugas dan tanggung jawab sehingga ia bisa bekerja dengan maksimal. Sebagaimana Allah ta'ala berfirman

قُلْ يٰقَوْمِ اعْمَلُوْا عَلٰى مَكَانَتِكُمْ اِنِّيْ عَامِلٌۚ فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ مَنْ تَكُوْنُ لَهٗ عَاقِبَةُ الدَّارِۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ

Artinya: Katakanlah: "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, Sesungguhnya  akupun berbuat (pula). kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan  memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan meraih kemenangan. (Qs. al-An’aam: 135).

3 Solusi untuk penilaian kinerja

Profit memang bisa dijadikan sebagai salah satu indikator penilaian atas kinerja. Namun, penilaian kinerja dengan hanya memperhatikan profit semata sesungguhnya tidak sejalan dengan konsep agama islam karena hal ini akan memandang sebelah mata terhadap kinerja masing-masing individu. Dalam melakukan evaluasi terhadap kinerja, islam memperhatikan berbagai aspek, mulai dari proses hingga output dari kinerja itu sendiri. Firman Allah ta'ala :

وَقُلِ اعۡمَلُوۡا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُوۡلُهٗ وَالۡمُؤۡمِنُوۡنَ‌ؕ وَسَتُرَدُّوۡنَ اِلٰى عٰلِمِ الۡغَيۡبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمۡ بِمَا كُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ

Dan katakanlah, "Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."

Ayat tersebut menerangkan dengan jelas bahwa penilaian kinerja justru terletak pada keseriusan dan kesungguhan dari pengemban tugas dan tanggung jawab. Pengukuran kinerja hanya dengan melihat dari segi profit tentu akan mengabaikan kesungguhan yang dilakukan karena kesungguhan ini tidak menjamin peningkatan profit.

4. Solusi untuk konflik kepentingan Islam

Konflik kepentingan yang disebabkan yang terjadi dalam kasus ini sebenarnya terjadi karena adanya miskomunikasi dan mispersepsi dari masing – masing mereka. Konflik ini terjadi diantaranya karena ketiadaan rencana sehingga hanya mengedepankan naluri. Dalam agama Islam, perencanaan adalah sesuatu yang mutlak ditekankan. Dalam al-qur’an surah al Hasyr, Allah berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya :

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”.

Ditulis Oleh:

Christian Dwi Budiman

Dinda Mayangsari

Dea Cindy Wijayanti

M Hasan Fajri

Mahestya Tasya R A

Rahmat Hidayat

Referensi : 

Harmonedi, H. (2019). Pendelegasian Tugas dan Wewenang dalam Pendidikan Islam. Murabby: Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 80–88. https://doi.org/10.15548/mrb.v2i1.331

Kinerja, E., Islambb, I. E., & Umum, B. (2019). ِ ؤ ِ ي ْ َ غ ْ لا ل ِ ا ِ ُ ق و ب ُّ ر ُ َ ل م َ و د َ و ُ ن م ْ م ْ ل َ ٰ َ ِ إ ن َ و ُ ر ْ ك َ ۖ ن َ ُ ه ُ لو س َ و َ م َ ع َ عا َ َ ي س َ َ ف او ُ ل م ن ُ ُ ئ ِّ ب َ ن ُ ي َ ف ة دا ُ ا َ ب ِ م َ و ُ ل م َ ه َّ َ شلا و ْ ُ ت ن ْ ك ْ ك َ ع. 2, 45–64.

Nun Tufa. (2019). Rekrutmen, Seleksi dan Penempatan Syariah. Iqtishodiyah : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 5(1), 87–102. https://doi.org/10.36835/iqtishodiyah.v5i1.91

Bradberry, T., 2015. Why You Need Emotional Intelligence To Succeed. [online] Forbes. Available at: [Accessed 13 March 2021].


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format