Burger King : Suara yang Sunyi Tetap Nyaring

Lagi-lagi inovasi adalah kunci untuk memperkecil rasa "terancam" di masa sulit seperti ini, siap untuk menikmati “Whopper in the Froze saat #dirumahaja?


0

Sudah setahun wabah virus Covid-19 berlangsung di Indonesia, saat awal Covid-19 memasuki Indonesia dan dalam perjalanannya ini sangat mempengaruhi perekonomian di Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik sektor akomodasi dan makanan minuman menempati peringkat tertinggi yang terdampak Covid-19 yaitu sebanyak 92,47% dari sektor lainnya.

Belum lagi sektor ini harus menghadapi masalah-masalah yang mengikutinya seperti regulasi yang baru, ketiadaaan konsumen untuk menjajakan pendapatannya, dan mungkin pemutusan hubungan kerja. Ini adalah mimpi buruk untuk perekonomian negara. Selama perjalanan ini, sebagian dari kita mungkin melihat fenomena yang baru atau “new” seperti penerapan “new normal” di Indonesia. Restoran cepat saji seperti KFC, Pizza Hut, PHD, Domino Pizza, dan Tawan turun kejalan untuk menjual produknya mereka dan mulai merubah strategi menjadi menjemput bola, yang di mana cara ini sangat ekstrim dan bisa menurunkan kualitas sekaligus nama brand dari perusahaan tersebut. Pada saat yang lainnya berlomba-lomba mengganti strategi penjualan dengan menjemput bola, Burger King sebagai salah satu restoran cepat saji tidak melakukan hal yang sama seperti pesaingnya lakukan. Kenapa begitu? Apa Burger King satu-satunya restoran cepat saji yang tidak terdampak? Apakah Burger King ini memiliki modal yang banyak? Apakah ada cara lain yang digunakan? Disinilah patut diapresiasi Burger King. Burger King Indonesia yang berada di bawah naungan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) melalui anak usahanya PT Sari Burger Indonesia (SBI) sebagai pengelola Burger King menjalankan perusahaannya dengan cara yang pintar. Slogan “work smart not harder” sangat cocok disematkan ke Burger King ini, berbeda dengan para pesaingnya saat pandemi Burger King mengajak para masyarakat untuk tetap membelanjakan uangnya ke berbagai restoran yang ada di Indonesia, serta Burger King menghimbau agar masyarakat membeli produk pesaingnya seperti McDonald’s, KFC, Wendy’s dan lainnya, melalui Unggahan pada tanggal 3 November 2020 dalam laman Instagram official Burger King yang sempat viral ini dengan caption “tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh kami untuk meminta Anda melakukan ini” merupakan campaign dari Burger King yang ingin menyelamatkan restaurant independent lainnya yang tersebar di Indonesia.

Marketing yang smart bukan? selain untuk pemasaran, Burger King secara tertulis  membantu kompetitornya, walaupun harus menyebutkan nama para kompetitor Burger King itu sendiri, Dengan keberadaan unggahan yang viral ini warganet sangat mengapresiasi campaign yang dibuat Burger King tak terkecuali Gubernur jawa barat Ridwan Kamil ikut berkomentar menggunakan akun Instagramnya @ridwankamil mendukung aksi ini dengan meninggalkan pesan "Siap laksanakan, mari belanja dan makan enak bagi yang mau dan mampu untuk menolong para karyawan biar tidak ada PHK. Jangan lupa belanja juga di warung kecil dan UMKM," tulis Pak Ridwan Kamil.

Dari data BPS sebagai dampak pandemi sebanyak 87%  turunnya permintaan masyarakat akan daya makanan dan minuman, campaign yang dibuat Burger King juga untuk menanggulangi penurunan minat beli masyarakat, khususnya di restaurant independent. Secara tersirat, Burger King juga ingin gerai-gerai makanan tersebut tetap terus berjalan untuk menyelamatkan karyawan yang ada di dalam perusahaan yang bersangkutan dan tidak lupa Burger King menghimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. 

Burger King Indonesia sangat memerhatikan terhadap kelangsungan hidup perusahaannya karena menyangkut para karyawan agar tidak terjadi seperti Burger King di Inggris yang telah  menutup 10% restorannya secara permanen dan harus melakukan pemutusan hubungan sepihak terhadap karyawannya sebanyak 800 – 1600 pekerjanya seperti yang dilansir pada  laman IDX channel. 

Burger King sudah banyak melakukan inisiatif yang menargetkan konsumen semenjak pandemi Covid-19 salah satunya membuat promosi burger gratis dengan cara menscan QR code Burger King promosi ini dinamakan PSBB atau Promo special banyak bonusnya, dan masih banyak yang dilakukan oleh Burger King itu sendiri.

Promosi dan campaign yang banyak dibuat oleh Burger King ini bukan semata-mata untuk keberlangsungan bisnisnya saja tetapi juga untuk para pekerjanya.

Tidak berhenti di sana, Burger King dari akhir 2018 lalu membuat gerakan melalui tagar #SunyiBersuara atau voice of the silent telah mempekerjakan penyandang disabilitas khususnya tuna rungu yang disebut di Burger King sebagai “teman tuli”, gerakan ini memberikan kesempatan yang sama untuk mereka. Tidak main-main, dikutip dari laman Tribunnews, Burger King telah mempekerjakan sekitar 100 anggota kru teman tuli di semua outlet di Bali, Makassar dan Jakarta. Burger King pun membuat cuitan kembali di Instagram resminya dalam rangka hari disabilitas internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember yang mana unggahan tersebut menghimbau perusahaan untuk ikut bersama sama merekrut teman tuli atau memberikan kesempatan kerja yang sama untuk teman-teman tuli lainnya.

Gerakan ini bukanlah “marketing thing” tetapi melalui gerakan ini Burger King ingin menyuarakan kesetaraan kerja untuk penyandang disabilitas khususnya teman tuli, untuk merekrut teman tuli ini Burger King bekerjasama dengan Kementrian Sosial melalui Dirjen Rehabilitas untuk perekrutannya. Teman tuli juga melewati beberapa tahap untuk menjadi bagian dari Burger King yaitu : 

  1. Tahapan edukasi diri, disini Burger King menyerap disabilitas sensorik demi keselamatan

  2. Tahapan pelatihan selama enam bulan, teman tuli yang terpilih akan diverifikasi oleh pusat rehabilitasi dan mengikuti pelatihan. Pelatihan yang diberikan antara lain : pelatihan fisik dan kesehatan, pelatihan mental, sosial dan spiritual, pelatihan pengetahuan dasar, dan keterampilan kerja dan pelatihan magang.

  3. Tahapan 4 minggu pelatihan sebelum ditempatkan di toko, disini akan mempelajari standar operasi keselamatan saat bekerja jika sudah selesai akan menjadi crew dari Burger King.

Dilansir dari IDNtimes.com pimpinan toko juga dipastikan dapat melakukan komunikasi dengan karyawan teman tuli karena itu PIC toko juga dilatih bahasa isyarat, dan juga untuk mempermudah konsumen Burger King menyediakan tool kit untuk berkomunikasi dengan karyawan teman tuli seperti : papan sign dan bahasa isyarat untuk pemesanan.

Gebrakan yang dibuat oleh Burger King ini haruslah didukung agar kelangsungan bisnis tetap berjalan dan tetap bisa menjaga kesejahteraan bagi karyawannya. 

Seperti yang sudah dijelaskan diatas Burger King sudah banyak melakukan promosi tetapi tetap merasa “terancam” mengingat pandemi ini masih berlangsung, untuk mengatasi dari penurunan tingkat pendapatan, penutupan gerai dan pengurangan karyawan secara besar besaran, Burger King dapat melakukan inovasi yaitu dengan membuat produk mereka menjadi frozen food, yang mana pada saat pandemi pemerintah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yaitu dilarang adanya kerumunan, pembatasan makan di tempat (dine in) untuk restoran, diberlakukan pembelian melalui cara take away, dan adanya pembatasan jam operasional menjadi lebih singkat.

Hal ini bisa menjadi peluang bagi Burger King, saat pandemi seperti ini orang akan sedikit susah untuk menikmati produk Burger King, maka inovasi membuat produk menjadi frozen food adalah pilihan yang tepat mungkin bisa menamainya dengan “Whopper in the Froze”, karena bisa menjangkau pelanggan yang di rumah saja sejak adanya pandemi. Konsumen juga bisa menyetok menu dari Burger King di rumah, dan produk tersebut bisa dimasak sendiri oleh konsumen dengan cara yang lebih mudah, serta dengan membuat produk menjadi frozen food Burger King bisa memasarkan produknya secara online dan bisa menyentuh seluruh kalangan dari segala penjuru Indonesia.

Kelebihan dari frozen food yaitu :

  1. Pengelolaan yang lebih praktis

  2. Tidak kehilangan nutrisi

  3. Tahan lama 

  4. Higienis

Selain itu, pembuatan inovasi frozen food ini bisa juga mengatasi pengurangan karyawan, karena karyawan bisa dialihkan untuk memproduksi frozen food tersebut, Karyawan yang dialihkan ini dibentuklah divisi frozen food karena Burger King bergerak di bidang makanan cepat saji untuk pengadaan input atau bahan baku untuk frozen foodnya sudah bisa diproduksi secara internal (vertical integration) untuk skema pembentukan divisi frozen food ini dijelaskan pada bagan di bawah : 

Berikut penjabaran tugas nya :

Manajer Produksi 

Job Title

Manajer production “Whopper in the Froze”

Job Location

Pusat

Skills

Kemampuan perencanaan dan organisasi untuk memantau proses produksi serta mampu memotivasi karyawan lainnya untuk memenuhi target dalam waktu yang direncanakan

Job Description

Membuat perkiraan biaya produksi, menetapkan anggaran produksi

Menentukan Standar operasional produksi dan quality control

Menilai project dan sumberdaya persyaratan

Mengorganisir perbaikan dan pemeliharaan rutin peralatan produksi

Bertanggung jawab atas jalannya produksi frozen food

 

SPV Produksi

Job Title

Supervisor production “Whopper in the Froze”

Job Location

Pusat

Skills 

Dapat berkomunikasi dengan baik, memecahkan dan menganalisa permasalahan, manajemen waktu, pengambil keputusan yang handal

Job Description

Membuat laporan rutin untuk keperluan manajer produksi atau menjadi perantara antara pekerja dengan pihak manajemen

Menerima pelaporan rutin dari koordinator production 

Membuat rencana jangka pendek untuk tugas yang telah di tetapkan oleh Manager produksi

Bertanggung jawab dalam hasil kerja staff di bawahnya

Memecahkan masalah sehari-hari yang rutin

Koordinator

Job Title

Koordinator production Whopper in the Froze”

Job Location

Pusat

Skills 

Mempunyai jiwa kepemimpinan dan dapat mengkoordinir dengan tegas

Job Description

Membuat laporan rutin untuk Supervisor

Bertugas membuat jadwal kegiatan kerja untuk staff di bawahnya

Bertugas memberikan briefing ke staff bersama sama dengan supervisor 

Mendisiplinkan staff di bawahnya

Memberikan info kepada supervisor mengenai kondisi bawahannya

Staff Pengadaan Bahan Baku (Procurement)

Job Title

Staff pengadaan bahan baku  

Job Location

Pusat

Skills 

Dapat bekerja dengan cermat dan teliti,

Job Description

Mengecek kualitas bahan baku yang diterima dari pusat

Merinci jenis bahan baku yang dibutuhkan

Menghitung jumlah bahan baku yang dibutuhkan untuk sekali produksi

Melakukan proses pengambilan gudang pusat

Menerima bahan baku tiba dan mempersiapkan pemindahan bahan baku ke proses selanjutnya

Staff Pengemasan atau Packing 

Job Title

Staff Pengemasan atau Packing  

Job Location

Pusat

Skills 

Dapat mengemas dengan aman dan rapi dalam kuantitas yang banyak

Job Description

Menerima Barang hasil produksi dari pengadaan bahan baku

Mengemas barang satu persatu dengan rapi dan bersih

Menata produk yang sudah dikemas rapih ke gudang pendingin 

Membuat catatan pelaporan untuk produk jadi yang siap untuk di transfer ke bagian pengiriman

Memastikan produk yang sudah selesai di packing dengan benar dan rapi

Staff Penyalur ke Store Burger King (Courier)

Job Title

Staff penyalur ke store Burger King (Courier)

Job Location

Pusat

Skills 

Dapat mengendarai kendaraan khususnya mobil (SIM A & C)

Job Description

Membuat surat jalan saat melakukan pendistribusian produk

Mengantar produk yang sudah selesai dikemas untuk disalurkan ke store

Melakukan pencatatan jumlah keluar masuknya barang (produk)

Memastikan produk sampai ke store dengan keadaan baik

Melalui penjelasan bagan dan job description yang sudah kita jabarkan diatas, bisa memberikan gambaran yang cukup jelas dalam pembentukan divisi baru frozen food untuk memproduksi “Whopper in the Froze” ini. Selain itu pembentukan divisi ini juga bisa memberdayakan  karyawan yang sebelumnya tidak efektif karena sepinya pengunjung dan sedikitnya kerjaan yang mereka lakukan, dengan adanya inovasi tersebut perusahaan bisa mengoptimalkan karyawan  untuk membuat tugas dan tim baru agar bisa memproduksi frozen food tersebut disaat pandemi.

Amati , Tiru dan Modifikasi (ATM) Tidak Ada Salahnya

Burger King Indonesia dapat mencontoh Hoka-Hoka Bento yang sudah berinovasi dengan menjual produk Heat to Eat. Hoka-Hoka Bento yang biasa disebut HokBen di bawah naungan PT Eka Bogainti ikut merasakan efek pandemi yang membuatnya tidak dapat membuka gerai dan tidak ramai pengunjung seperti biasanya, hal itu merupakan tantangan besar yang harus dicari solusinya. Upaya HokBen dalam menghadapi segala tantangan bisnis yaitu dengan terus berinovasi. Langkah yang diambil HokBen untuk bertahan melawan wabah virus ini adalah dengan menambah produk mereka menjadi frozen food dengan nama menu Heat to Eat. HokBen Heat to Eat tersedia dalam tiga pilihan ada beef teriyaki, beef yakiniku dan chicken teriyaki dengan masing-masing ukuran 200 gram. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 49 ribu hingga Rp 69 ribu. 

Pemesanan bisa dilakukan secara online, bahkan HokBen membuat aplikasi khusus dan situs web untuk menjangkau pelanggan. Tentunya mempermudah konsumen untuk menikmati menu favorit HokBen dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Karena menu yang dikemas sudah dalam keadaan matang jadi tidak perlu dimasak terlalu lama hanya perlu dihangatkan saja konsumen sudah bisa menikmati makanan tersebut, ditambah nasi lebih mengenyangkan. Dikutip dari laman SWA.co.id HokBen memberikan pelayanan perlindungan ekstra pada setiap kemasan yang dibawa pulang atau dibawa oleh delivery HokBen maupun oleh mitra online HokBen, mulai dari dilengkapinya setiap boks menu HokBen dengan safety sticker yang akan rusak bila kemasan sudah dibuka, dan juga penerapan standar baru agar setiap kemasan dibungkus sebanyak dua kali dan diberikan kabel pengikat khusus. Di masa pandemi ini, HokBen juga mampu membuka dua store baru yang berlokasi di Semarang dan Bali serta membuka dua HokBen kitchen, hal ini mengindikasikan HokBen mampu bertahan selama pandemi dengan tidak mengurangi atau melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap para karyawannya. Dengan demikian, Burger King bisa mencontoh inovasi produk dari Hokben yang mana hal ini dapat meringankan rasa "terancam" akan kelangsungan bisnis serta tidak terjadinya pengurangan karyawan di masa sulit ini.

Badan Pusat Statistik. (2020). Survei Perilaku Masyarakat Di Masa Pandemi. https://covid-19.bps.go.id/home/infografis

Banirestu, H. (2020). Langkah HokBen Hadapi Pandemi COVID-19. https://swa.co.id/swa/trends/management/langkah-hokben-hadapi-pandemi-covid-19

Ermaningtiastuti, C. (2020). Burger King Ajak Konsumen Apresiasi Karyawan. https://www.marketeers.com/burger-king-ajak-konsumen-apresiasi-karyawan/

Flexypack. (2020). Vacuum Pack Dan Packaging: Solusi Mengemas Frozen Food. https://flexypack.com/vacuum-pack-dan-packaging-solusi-mengemas-frozen-food/

Fransisca, G. K. L. (2020). Restoran Cepat Saji dari KFC Hingga Pizza Hut Jualan di Jalanan. https://www.solopos.com/restoran-cepat-saji-dari-kfc-hingga-pizza-hut-jualan-di-jalanan-1090644

IDN Times. (2020). Burger King Dukung Teman Tuli, Hashtag SunyiBersuara Bergema. https://www.idntimes.com/news/indonesia/aldzah-fatimah-aditya/burger-king-dukung-teman-tuli-hashtag-sunyibersuara-bergema/4

Nurhaliza, Sh. (2020). Pendapatan Anjlok Imbas Pandemi Covid-19, Burger King PHK 1.600 Pekerja. https://www.idxchannel.com/market-news/pendapatan-anjlok-imbas-pandemi-covid-19-burger-king-phk-1600-pekerja

Sandi, F. (n.d.). Burger King Minta Warga Pesan McD & KFC Cs Ternyata Cuma Trik. 2020. Retrieved March 17, 2020, from https://www.cnbcindonesia.com/news/20201104140753-4-199248/burger-king-minta-warga-pesan-mcd-kfc-cs-ternyata-cuma-trik

Setya, D. (2020a). Burger King Ajak Pelanggan Jajan Makanan McD, Ridwan Kamil Ikut Komentar. https://food.detik.com/info-kuliner/d-5241414/burger-king-ajak-pelanggan-jajan-makanan-mcd-ridwan-kamil-ikut-komentar

Setya, D. (2020b). Kangen Ramen dan Teriyaki? 5 Restoran Jepang Ini Punya Menu Frozen Siap Olah. https://food.detik.com/info-kuliner/d-5039249/kangen-ramen-dan-teriyaki-5-restoran-jepang-ini-punya-menu-frozen-siap-olah/1

Workmate. (2020). Operator Packing: Job Desc dan Gaji. https://www.workmate.asia/id/blog/operator-packing-job-desc-dan-gaji

https://www.instagram.com/p/CFEJkjKj7AO/

Penulis :

The Mighty Shark

Ni Made Arini Noviyanthi

Nita Septa Dilla

Tubagus Razab Darmawan

Artikel ini telah dicek anti plagiarism via website https://www.duplichecker.com


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format