Nggak cuma makanan/minuman yang halal, barang ini juga lho !

PT Maxim Houseware Indonesia mengajukan sertifikasi halal produknya yaitu piranti masak yang bernama Maxim-Teflon ke MUI selaku pembuat sertifikakasi halal Indonesia


1
1 point

Sumber : ekonomi.bisnis.com

Pola hidup di masyarakat saat ini dalam membeli suatu produk bukan hanya melihat dari kualitas produk, akan tetapi juga melihat dari sisi kehalalan produk tersebut. apakah proses pembuatan produknya menggunakan bahan yang halal, apakah dengan proses halal dan apakah proses distribusinya dilakukan dengan cara yang halal. faktor-faktor tersebut  menjadi acuan bagi masyarakat saat ini dalam membeli suatu produk.

   Melihat dari hal tersebut, PT Maxim Houseware Indonesia mengajukan sertifikasi halal produknya yaitu piranti masak yang bernama Maxim-Teflon ke Majelis Ulama Indonesia selaku pembuat sertifikasi halal di Indonesia. menurut John Welli selaku Branch Manager PT Maxim Houseware Indonesia, konsumen akan diuntungkan apabila memasak dengan piranti masak yang sudah tersertifikasi halal. hal tersebut dikarenakan dengan menggunakan piranti masak yang halal, kualitas dan keamanan piranti masak tersebut sudah terjamin karena sudah melewati serangkaian audit untuk memenuhi kriteria halal.

  Alasan mengapa Maxim melakukan sertifikasi halal pada produknya karena adanya regulasi tentang sertifikasi halal yang ditetapkan pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). dalam satu pasalnya, UU tersebut menyatakan bahwa produk yang disertifikasi halal tidak hanya produk makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetika, melainkan juga di bidang jasa dan barang gunaan. alasan lainnya adalah untuk menjaga kepercayaan masyarakat, memenuhi tuntutan pasar, menjaga kenyamanan beribadah dan memenuhi ketentuan regulasi. alasan-alasan yang telah disebutkan diatas yang membuat Maxim mengajukan sertifikasi halal pada produk-produknya terutama pada produk yang dapat menimbulkan najis seperti alat masak. maka dari itu piranti masak Maxim yaitu Maxim-Teflon memiliki sertifikasi halal.

  • Perbandingan Maxim dengan Produk Bersertifikasi Halal menurut Jurnal "An Overview of The Development of Halal Certification Laws in Malaysia, Singapore, Brunei, and Indonesia" ASA (2019)

Menurut Rokshana Shirin Asa dalam jurnalnya yang berjudul “An Overview of The Development of Halal Certification Laws in Malaysia, Singapore, Brunei, and Indonesia”, konteks halal tidak hanya menjadi isu religiusitas saja, namun telah menjadi nilai jual suatu produk dalam menegaskan kualitas global. Label halal ini berfungsi sebagai media untuk memperkuat kepercayaan konsumen Muslim. Baik negara Muslim maupun non-Muslim saling mengembangkan proses sertifikasi halal, mengelola masalah terkait standar halal, dan regulasi terkait sertifikasi halal. Pembahasan dari jurnal ini kemudian akan menjadi landasan teori untuk membandingkan seputar sertifikasi halal produk alat masak, Maxim dan produk mie instan, Indomie. Adapun hasil perbandingan tersebut, sebagai berikut:

Maxim (Alat Masak)

Indomie (Mie Instant)

Halal Certification

Alat masak Maxim telah mengantongi sertifikasi halal terhadap produknya dari LPPOM-MUI sejak tahun 2013. Produk Maxim memperoleh sertifikat Sistem Jaminan Halal dengan predikat A yang mencakup aspek thoyyib. Artinya, perusahaan selalu konsisten menggunakan bahan baku dan proses produksi yang sesuai dengan ketentuan LPPOM MUI sehingga aman untuk digunakan dan tidak membahayakan kesehatan penggunanya karena komponen anti lengket terbuat dari bahan tumbuh-tumbuhan yang bersifat “food grade”. Selain itu, zat/bahan dalam komponen anti lengket ini juga telah lulus FDA, badan POM Amerika Serikat.

Produk mie instan dari PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Indomie, telah mengantongi sertifikasi halal dari LPPOM MUI, sertifikasi ISO 22000, dan ISO 9001: 2000 sehingga terjamin keamanan dan kesehatannya untuk dikonsumsi oleh konsumen muslim.

Influential Factor for Consumption of Halal Product

Faktor yang mempengaruhi konsumen untuk mengkonsumsi produk berlabel halal, seperti Maxim, khususnya di Indonesia adalah tingginya konsumen beragama Islam sehingga norma dan aturan Islam membangun kesadaran konsumen muslim untuk mengkonsumsi produk berlabel halal, bahkan terhadap produk non pangan sekalipun. Apalagi, alat masak memiliki kontak langsung dengan makanan. Sehingga, konsumen Muslim yang memiliki kesadaran tinggi ini akan mempertimbangkan untuk mengonsumsi alat masak berlabel halal. 

Perintah mengkonsumsi makanan halal sangat ditegaskan oleh Islam terhadap umat Muslim. Hal ini akan meningkatkan kesadaran konsumen untuk mengkonsumsi makanan halal. Selain itu, pemerintah juga mendorong dan mengatur perilaku spiritual dalam hal konsumsi makanan halal sehingga akan mengarahkan konsumen Indonesia untuk mengonsumsi makanan halal, termasuk dengan memberikan label halal pada produk yang lolos sertifikasi, seperti halnya yang tercantum pada produk Indomie. Dengan demikian, faktor kesadaran, peran pemerintah, religiusitas, dan label halal menjadi faktor pengaruh untuk mengkonsumsi produk Indomie.

Halal related Provision under Indonesian Law

Produk Maxim masuk dalam cakupan barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat. Produk Maxim telah tersertifikasi halal karena menggunakan bahan baku dan proses produksi yang sesuai dengan ketentuan LPPOM MUI. Sertifikasi produk Maxim ini merujuk pada Pasal 1 angka 1 dan 3 UU 33/2014. Bunyi pasal tersebut, yakni: (1) “Produk adalah barang dan/atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat”; (3) “Proses Produk Halal adalah rangkaian kegiatan untuk menjamin kehalalan Produk mencakup penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian produk.”

 Berdasarkan Pasal 1 dan 4 UU No 33 tahun 2014, produk Indomie yang termasuk jenis makanan wajib bersertifikat halal. Adapun bunyi pasal tersebut: (1) “Produk adalah barang dan/atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat”; (4) “Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.”

  • Perbandingan produk Maxim dengan produk bersertifikasi Halal berdasarkan jurnal "The "Mainstreaming" of Halal : Muslim Consumer-Citizenship in Australia"  Voloder (2015)

Berdasarkan Jurnal dengan judul “The “Mainstreaming” of Halal: Muslim Consumer-Citizenship in Australia” oleh Lejla Voloder pada tahun 2015 silam, yang secara singkatnya membahas mengenai bagaimana pandangan dan persepsi umat muslim di Australia mengenai produk halal yang beredar di negara Australia. Berdasarkan beberapa topik yang ada dalam jurnal tersebut, kami mengambil beberapa topik yang menarik yaitu faktor yang paling mendasar yang menyebabkan orang-orang mengkonsumsi produk halal, apakah produk halal dapat diterima dengan baik dalam masyarakat secara umum?, Etika perusahaan dan etika konsumsi mengenai produk yang diluncurkan, dan Customer-Citizenship and Consumerism atas produk halal yang diluncurkan oleh suatu perusahaan. Dengan topik-topik pilihan tersebut, kami kemudian membandingkan produk keluaran PT Maspion Divisi Maxim (Alat masak) dengan PT ICBP Sukses Makmur ( Indomie) dan hasilnya sebagai berikut,

Maxim (Alat Masak)

Indomie (Mie Instant)

Influential Factor for consumption of Halal Product

Faktor atas urgensi sertifikasi halal yang paling mempengaruhi dari alat masak keluaran Maxim ini adalah semakin meluasnya pengetahuan akan produk halal yang sudah bukan menjadi inklusivitas dari ajaran agama islam. Namun, lebih diarahkan pada pemahaman global mengenai gaya hidup yang baru yaitu semua serba halal dengan manfaat yang melekat di dalamnya. Terlebih lagi, terkhusus pada negara Indonesia, Ekonomi Halal dan Syariah baru digencarkan karena potensi ekonomi yang lebih baik untuk menopang pertumbuhan ekonomi negara. Pada akhirnya, kelompok kami menilai bahwa sertifikasi halal pada barang gunaan ( Alat masak) sebagai breakthrough atas tren-tren lain yang lagi menjamur saat ini dan hal tersebut tidak salah dilakukan oleh PT Maxim dalam lingkup marketing.

Kemudian, dari segi produk pangan yang dalam kasus ini kami contohkan dengan mie instant merek Indomie, Kehalalan ataupun sertifikasi halal yang resmi menjadi sangat penting karena Indomie kami nilai sebagai daily usage goods atau produk yang dikonsumsi harian atau sangat sering. Dengan tingkat intensitas penggunaannya, sertifikasi halal menjadi hal yang penting baik secara bahan baku, proses pembuatan, pengemasan,pendistribusian, penjualan, dan penyajian yang sesuai dengan Pasal 1 ayat 3 UU No 33 Tahun 2014. Selain itu, dalam surah Al-Maidah ayat 88 dan Al-Baqarah ayat 168 yang menjelaskan mengenai produk pangan yang boleh dimakan umat islam adalah yang halal dan thayyib.

Well-Accepted as Halal Product?

Pada awal kemunculan produk Maxim yang tiba-tiba bersertifikasi halal menimbulkan kebingungan dari berbagai pihak. Sebab dalam UU No 34 Tahun 2014 Pasal 1 ayat 1 terdapat kalimat “ … serta barang gunaan yang dipakai, … ” dan Produk alat masak Maxim ini dikategorikan sebagai barang gunaan tersebut. Akan tetapi, sampai saat ini pengertian barang gunaan yang dimaksud dalam pernyataan diatas masih belum ada kejelasan baik dari MUI, Kementerian Agama maupun BPJH yang menimbulkan polemik dan ajang sertifikasi halal sebagai kapitalisasi agama karena kerancuan atau ambiguitas yang muncul ini. Terlepas dari beberapa kebingungan diatas, PT Maspion Divisi Maxim telah meraih Halal Top Brand 2019 dari MUI dengan kategori barang gunaan yang dapat menjadi dasar bagi kita semua bahwa alat masak termasuk barang gunaan yang perlu adanya sertifikasi halal.

Indomie yang telah mendapat sertifikasi halal sejak cukup lama dan ditambah dengan sertifikasi ISO 9001:2001 dan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) dari SGS yang menandakan standar makanan mie instant keluaran PT Indofood CBP Sukses makmur ini sudah pada taraf Internasional. Bukti lain adalah PT ICBP Sukses Makmur mendapatkan award Premium Halal Top Brand Award by LPPOM MUI pada tahun 2019 silam. Berbeda dengan Halal Top Brand yang didapatkan Maxim yang menandakan baru 1x mendapatkan penghargaan. Indomie telah mendapatkan Halal award sebanyak 5 kali berturut-turut dalam kategori produk pangan. Penerimaannya juga atas dasar UU No 33 Tahun 2014, Pasal 1 ayat 1 yang berbunyi “Produk adalah barang dan/atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat” yang dapat ditarik kesimpulan bahwa sertifikasi halal bagi produk pangan harian seperti Indomie memiliki urgensi yang tinggi dan penerimaan yang tinggi akibat dari produk yang kerap ditemui dan dikonsumsi secara rutin.

Ethical Consumption

Berdasarkan sudut pandang konsumen, perusahaan yang memiliki etika dan kode etik perusahaan patut untuk diacungi jempol dan dibeli produknya karena sikap etis yang dijunjung tinggi. Hal tersebut juga dilakukan oleh PT Maspion Divisi Maxim dengan selalu berusaha untuk menjunjung kode etik yang telah dibuat sehingga tidak akan mencederai need and wants dari konsumen akan kebutuhan dari ethical value yang dimiliki oleh Maxim. Terkhusus lagi, John Welli selaku Branch Manager PT Maxim Houseware Indonesia mengatakan bahwa “Ini merupakan perhatian dan bentuk komitmen kami dalam memberikan kenyamanan saat memasak kepada konsumen. Melalui Teflon, kami mengajak kaum ibu gemar memasak”. Dengan adanya pernyataan dan komitmen tersebut mampu meningkatkan trust dari masyarakat untuk membeli produk alat masak dari PT Maspion Divisi Maxim.

Perusahaan sebaik PT ICBP bukan tak pernah mengalami kasus etika yang hampir kehilangan konsumennya di Taiwan atas kasus 2 bahan terlarang pada produk Indomie yang di ekspor ke Taiwan. Semenjak kasus tersebut yang terjadi sekitar tahun 2010, PT ICBP melakukan evaluasi dan mulai menerapkan grenn-consumerism secara lebih serius baik secara proses produksi maupun dari produk-produk yang diluncurkan setelahnya. Menurut ICBP sendiri, halal bukan sekedar sertifikasi semata saja namun sebuah informasi mengenai urgensi dari produk halal yang tak kalah saing dengan produk yang “tidak halal” dalam perspektif islam dan bertujuan juga untuk menyebarkan informasi mengenai apa itu halal ke khalayak umum selain umat muslim yang nantinya bisa menjadikan halal product menjadi the new life-style. Dapat kami simpulkan, berdasarkan kasus etika bisnis yang pernah dialami dan evaluasi besar-besar mengenai etika perusahaan maka PT ICBP mendapatkan kembali trust dari konsumen untuk memiliki alasan tetap mengkonsumsi produk ini.

Customer-Citizenship and Consumerism

Apabila melihat secara pasar global yang sangat plural baik secara ras, agama, gender, bahasa yang menjadikan kemunculan produk-produk rumah tangga seperti alat masak bersertifikasi halal yang dikeluarkan Maxim kurang bersaing dan kurang diminati dalam global market. Akan tetapi, ketika focus dikerucutkan menjadi global halal market maka Maxim memiliki pangsa pasar potensial yang besar mengingat urgensi kehalalan bagi umat islam. Terlebih lagi, dengan perkataan Branch Manager Maxim yaitu J. Welli, perkara sertifikasi halal ini bertujuan untuk meningkatkan rasa nyaman dan aman dalam memakai produk-produk rumah tangganya karena jaminan halal yang ada.

Dengan semakin dikenalnya brand Indomie sebagai ramen/pasta/mie asal Indonesia yang memiliki cita rasa otentik, membuat para pecinta makanan ini beramai-ramai untuk membelinya. Dengan begitu, global market share dari Indomie telah meningkat dengan sendiri karena kekuatan netizen Indonesia dengan mempromosikan produk andalan negerinya. Selain itu, Indomie juga hadir dengan collaboration  berbagai produk fashion yang membuat existence global market dari Indomie tak perlu diragukan kembali. Kemudian dikhususkan pada segi sertifikasi halal yang melekat maka seperti satu kali mendayung 2 pulau terlampaui yaitu Indomie dikenal sebagai instant mie yang tasty dan juga memiliki sertifikasi halal yang tidak pernah permasalahan masyarakat luar yang memakannya. Dengan begitu, Indomie dapat dikatakan mendapatkan global halal market share secara otomatis. Terlebih lagi, persepsi masyarakat akan Indomie adalah mie dengan bumbu atau yang sering kita sebut micin/MSG yang banyak sehingga rasanya tastyful yang dapat menggugah selera dan juga penyebaran serta perluasan informasi mengenai produk halal dengan adanya stiker atau logo sertifikasi halal yang melekat pada kemasan Indomie.

  • Pandangan produk halal non-pangan dalam kacamata bisnis konvensional.

Seiring berkembangnya zaman produk yang diwajibkan sertifikasi halal tidak hanya produk yang dimakan saja (makanan, minuman dan obat-obatan). Pemerintah, kini juga mewajibkan produk yang digunakan agar mempunyai sertifikasi halal. Misalnya, alat masak, lemari pendingin, baju, kaos kaki dan lain sebagainya. Diatur dalam Undang- Undang Nomor 33 Tahun 2014:

Tentang jaminan Produk Halal yang berisi ketentuan wajib bersertifikasi Halal, termasuk untuk barang gunaan. 

Sejak adanya Undang-Undang tersebut, mulai banyak permintaan membuat sertifikasi halal dari berbagai perusahaan mulai dari perusahaan produk makanan hingga barang yang gunaan (Alat masak dan Kulkas). Dalam proses bisnis kegunaan dari Sertifikasi halal menjadi salah satu kekuatan daya saing para produsen. Semakin produsen peduli terhadap jaminan kehalalan dari produk , maka semakin menjamin kualitas daya beli produk tersebut. Dengan adanya sertifikasi halal pada produk akan berpengaruh pada keputusan beli karena sudah dijelaskan diatas bahwa gaya hidup masyarakat sekarang tidak hanya pola sehat akan tetapi juga memperhatikan sertifikasi halal dari produk yang akan mereka beli, makan dan gunakan. Calon konsumen akan merasa aman dan nyaman saat menggunakan produk tersebut. 

Misalnya Maxim, sudah mendapat sertifikasi halal sejak tahun 2013. Kehalalan alat masak yang hasilkan telah diverifikasi oleh para tenaga ahli LPPOM MUI, dengan bukti sertifikat halal sebagai berikut “bernomor 00170067471213” . Maxim merupakan produk alat masak pertama yang bersertifikasi halal MUI. Sejak mendapatkan sertifikasi halal, Maxim berhasil menembus pasar luar negeri dan terus mengalami peningkatan.Maka dapat disimpulkan bahwa sertifikasi halal sangat berpengaruh terhadap keputusan pembeliaan, dan peningkatan daya jual.

  • Pandangan produk halal non-pangan dalam kacamata Islam.

Seperti yang diketahui bersama, produk alat masak merupakan produk yang tidak masuk ke dalam tubuh seperti hal nya makanan atau minuman. Akan tetapi, kandungan penyusun produk tersebut lah yang harus senantiasa diperhatikan. Hal tersebut perlu dilakukan supaya makanan yang bersentuhan dengannya tidak tercemar oleh najis dan menyebabkan makanan tersebut menjadi haram. 

Pada zaman Rasulullah SAW, sahabat pernah bertanya “apakah diperbolehkan menggunakan lemak bangkai hewan untuk memperbaiki perahu ?” Kemudian, Rasulullah SAW menjawab dengan melarang untuk menggunakan lemak bangkai (yang termasuk benda najis) untuk memperbaiki perahu. Berikut merupakan Hadits yang menjelaskan perihal tersebut :

sumber : muslim.or.id

“Dari Tabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di kota Mekah saat penaklukan kota itu, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli kamar, bangkai, babi, dan patung.” 

Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu mengenai jual beli lemak bangkai, mengingat lemak bangkai itu dipakai (di manfaatkan) untuk menambal perahu, meminyaki kulit, dan dijadikan minyak untuk penerangan?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak boleh! Itu haram.”

Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Semoga Allah melaknati Yahudi. Sesungguhnya, ketika Allah mengharamkan lemak bangkai, mereka mencairkannya lalu menjual minyak dari lemak bangkai tersebut, kemudian mereka memakan hasil penjualannya.’” (HR. Bukhari no. 2236 dan Muslim. no. 4132)

Pada dasarnya Hadis di atas masih menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan para ulama. “Apakah yang dimaksud haram adalah jual belinya atau pemanfaatan lemak bangkai tersebut ?”. Dari pernyataan tersebut ada ulama yang berpendapat bahwa jual belinya lah yang diharamkan. Artinya meskipun lemak bangkai itu bermanfaat, namun jual beli bangkai adalah haram hukumnya. Kemudian, sebagian ulama lagi berpendapat bahwa yang diharamkan adalah memanfaatkan lemak bangkai. Hal tersebut menunjukkan bahwa lemak bangkai tidak boleh dimanfaatkan dengan alasan apapun karena hukumnya haram. 

Setelah dilakukan pengkajian ulang, menyatakan bahwa konteks pembicaraan Rasulullah SAW dalam Hadist tersebut mengarah kepada dilarangnya jual beli bangkai. Kemudian para sahabat dan ulama meminta keringanan atas hal tersebut.

Benda najis seperti lemak bangkai boleh di manfaatkan asalkan memenuhi syarat seperti tidak boleh digunakan terlalu berlebihan sehingga mampu menempelkan najis tersebut ke pakaian atau badannya sehingga menjadi tidak sah ketika shalat. 

Dari Hadits di atas dapat diketahui bahwa pemanfaatan benda najis untuk memperbaiki atau membuat suatu benda diperbolehkan. Akan tetapi, tidak boleh hingga tersentuh ke pakaian, badan, atau bahkan hingga masuk ke dalam tubuh manusia karena akan membuat ibadah kita menjadi tidak sah. Oleh karena itu, pada produk alat masak ini juga harus dihindarkan dari benda-benda najis dalam proses pembuatannya supaya olahan masakan yang menggunakan produk alat masak tersebut tetap terjaga kehalalannya. 

  • Solusi dan Kesimpulan.

Sebagai muslim yang baik hendaknya kita lebih bijak dalam memilih barang-barang yang akan dikonsumsi atau digunakan. Akan lebih baik jika kita bisa mengetahui barang yang kita pakai adalah barang-barang yang sudah mendapat ijin atau cap halal dari pemerintah menurut syariat-syariat Islam yang berlaku. Hal ini akan memberikan rasa tenang dan percaya yang lebih pada diri sendiri tanpa harus mengkhawatirkan kandungan atau dampak dari menggunakan barang-barang atau mengkonsumsi makanan/minuman tsb. Zaman yang sudah modern ini memudahkan kita pula dalam memilah barang/makanan/minuman mana yang halal dan layak untuk dikonsumsi/digunakan. Dengan pengetahuan yang lebih sudah sepatutnya kita bisa memilih barang/makanan/minuman yang terbaik bagi tubuh kita. Walaupun semua sudah ditangani dan diurus negara, tidak ada salahnya kita ikut mempelajari apa saja yang menurut Islam halal. Hal ini akan sangat berguna di kemudian hari semisal kita sedang berpergian keluar negeri atau harus membeli sesuatu dari luar negeri.

Bagi banyak perusahaan semakin berkembangnya zaman dan banyaknya pesaing, sudah seharusnya perusahaan mulai menggunakan tag halal sebagai salah satu kelebihannya. Hal ini akan lebih mudah menarik perhatian dan mengambil kepercayaan para konsumen. Secara tidak langsung strategi ini akan berpengaruh kepada peningkatan penjualan produk. Zaman yang semakin maju ini membuat konsumen lebih sangat berhati-hati dalam memilih suatu produk. Sehingga sangat bagus bagi perusahaan untuk mematenkan produknya lebih dari pada produk lainnya. Walaupun selama ini yang paling banyak menggunakan tag halal adalah produk makanan dan minuman, namun bukan menjadi hal yang tidak mungkin jika peralatan memasak atau sejenisnya menggunakan tag halal juga.

Penulis 

Aisyah Shalsabillah N.M

Nurul Chasanah C.

Roy Hendro B.W

Muhammad Rifaldo W.

Nur Ratri Iffat

Wahyuning Devi H.

Sumber 

https://muslim.or.id/45009-hukum-memanfaatkan-benda-najis-untuk-tujuan-tertentu.html

http://www.halalmui.org/mui14/main/detail/barang-gunaan-haruskah-bersertifikat-halal

http://www.halalmui.org/mui14/main/detail/barang-gunaan-haruskah-bersertifikat-halal

https://www.suaramasjid.com/maxim-alat-masak-pertama-bersertifikat-halal/ 

https://www.suaramasjid.com/maxim-alat-masak-pertama-bersertifikat-halal/ 

https://www.suaramasjid.com/maxim-alat-masak-pertama-bersertifikat-halal/

https://halal.uinsgd.ac.id/dengan-sertifikat-halal-maxim-tembus-timur-tengah/


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format