Pentingnya Sertifikasi Halal Bagi Produk Cat Tembok


1
1 point

Foto: Istimewa

Brand Maritex produksi PT Rajawali Hiyoto menjadi produk cat pertama yang bersertifikasi halal di Indonesia. Wahyu Murbandono selaku complain committee head PT Rajawali Hiyoto menyatakan bahwa perusahaan berinisiatif mengajukan uji kehalalan pada rangkaian produk Maritex. Hal ini merupakan bentuk dari pelayanan terhadap konsumen di Indonesia yang mayoritas muslim. Dengan komitmen meningkatkan kepercayaan pelanggan, adanya sertifikasi halal ini diharapkan dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen dalam menggunakan rangkaian produk maritex.

Sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), banyak produsen barang gunaan yang mengajukan kepastian hukum terhadap kehalalan produk mereka. Barang gunaan merupakan barang yang dipakai, digunakan atau dimanfaatkan oleh masyarakat selain makanan, minuman, obat, kosmetik, produk biologi, kimiawi, dan rekayasa genetika. Karena cakupan produk yang masuk dalam jenis barang bawaan sangat luas, Lukmanul Hakim selaku direktur LPPOM MUI mengatakan bahwa Komisi Fatwa MUI menetapkan batasan terkait produk apa saja yang perlu diuji kehalalannya. Barang gunaan yang perlu disertifikasi antara lain: produk yang kontak langsung dengan makanan/minuman, produk yang digunakan sehari-hari, produk untuk keperluan ibadah, dan produk yang tidak menyebabkan kontroversi dalam masyarakat apabila disertifikasi halal.

Menurut Lukmanul, cat sebagai produk yang rentan bersentuhan dengan tubuh penting untuk mengantongi sertifikasi halal.  Salah satu acuan diperlukanya sertifikasi ini adalah terkait dengan cat yang digunakan pada tempat ibadah (masjid). Apabila bagian tubuh menyentuh tembok yang dicat dengan kandungan bahan yang haram, ini berarti tubuh terpapar najis sehingga tidak sah untuk ibadah. Seperti yang disampaikan Lukmanul, beberapa kandungan dalam produk cat berpotensi tidak halal. Komposisi dasar cat seperti binder, pigment, additive beton, dan solvent, bisa mengandung lemak babi. Dengan demikian, untuk memproduksi cat haruslah bebas dari kandungan yang haram atau najis.

Maritex sendiri memerlukan waktu lebih dari setahun untuk akhirnya secara resmi mengantongi Sertifikasi Jaminan Halal dari MUI pada Maret 2019. Sebelumnya, serangkaian uji kehalalan dilakukan LPPOM MUI pada bahan baku, proses produksi, fasilitas produksi, teknologi, dan sistem manajemen perusahaan. Lukmanul menyatakan, PT Rajawali Hiyoto harus menyiapkan dokumen pendukung terkait bahan apa saja yang digunakan dalam produksi, kecuali bahan tidak kritis atau yang dibeli secara retail. Selain itu, karakteristik dari sensori produk juga tidak boleh memiliki bau dan rasa yang cenderung atau mengarah pada produk yang dinyatakan haram oleh MUI. Rangkaian produk Maritex yang berhasil mendapat sertifikasi halal MUI antara lain: cat tembok, besi, kayu, genteng, politur, wall filler, dan zincromate.

Dengan adanya sertifikasi ini, Yusuf Aristiana selaku Brand Manager Maritex optimis kepercayaan konsumen dan pertumbuhan perusahaan bisa meningkat hingga 20 persen. Perusahaan terus melakukan sosialisasi atau kampanye “maritex pasti halal” dengan bersafari dari masjid ke masjid, terutama di wilayah permukiman.

Di sisi lain, brand Sari Roti menjadi salah satu pilihan konsumen muslim dalam hal konsumsi pangan. Sari roti merupakan produksi dari Nippon Indosari Corporindo Tbk, salah satu perusahaan roti terbesar di Indonesia. Pada 2006, Sari Roti berhasil mendapatkan sertifikat HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). HACCP merupakan sertifikat jaminan keamanan pangan yang menunjukkan komitmen Nippon Indosari Corporindo Tbk dalam mengedepankan prinsip 3 H, yaitu halal, healthy, dan hygienic.  Untuk menjaga kepercayaan konsumen muslim di Indonesia, Sari Roti telah memperoleh sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan terdaftar melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia.

Komitmen perusahaan dalam menjamin kehalalan produknya berhasil membawa Sari Roti mendapatkan anugerah Halal Award sebanyak 4 kali. Halal Award merupakan ajang penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh MUI. Pada 2019, Sari Roti menyabet penghargaan Halal Top Brand untuk kategori bakery. Untuk mendapatkan penghargaan ini, LPPOM MUI melakukan dua pendekatan survey terbuka. Survey pertama dilakukan di website www.halalmui.org berupa jajak pendapat yang melibatkan 22.260 responden. Kemudian survey kedua dilakukan secara langsung dengan target masyarakat Jabodetabek terutama ibu rumah tangga, pelaku usaha, dan pedagang pasar dengan membagikan kuesioner ke 1.200 responden. 

Sertifikat halal pada produk non-pangan

Pelabelan halal pada produk non-pangan dibuat untuk memastikan bahwa komponen maupun zat yang terdapat dalam produk tersebut aman (tidak mengandung najis dan sesuatu yang diharamkan) dan tidak berbahaya.  

"Apa saja yang Allah halalkan dalam kitabNya, maka dia adalah halal, dan apa saja yang Ia haramkan, maka dia itu adalah haram; sedang apa yang Ia diamkannya, maka dia itu dibolehkan (ma'fu). Oleh karena itu terima lah dari Allah kemaafannya itu, sebab sesungguhnya Allah tidak bakal lupa sedikitpun." (Hadits riwayat Abu Daud, Al-Bazzar, dan Thabrani)

Selain itu dengan berlakunya UU No. 33 Tahun 2014 yang membahas jaminan produk halal, juga menjadi salah satu alasan sertifikasi halal pada produk non-pangan. 

“Produk adalah barang dan/atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat.” (UU No. 33 Tahun 2014, pasal 1 (1)) 

Ibnu Masud meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Mencari barang halal itu wajib bagi setiap muslim.” Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang berusaha atas keluarganya dari sesuatu yang halal, maka ia bagaikan orang yang berjuang di jalan Allah. Dan barang siapa mencari kekayaan dari barang yang terpelihara kehalalannya, maka ia bagaikan orang yang mati syahid”. Sebagai konsumen pun disini juga harus mencari barang halal, sehingga dengan adanya pelabelan halal ini konsumen muslim juga menjadi terbantu untuk memastikan bahwa barang yang dipakai adalah barang yang halal.

Perbandingan produk :

Konsep Produk Halal

Cat Maritex

 Sari  Roti

Halal certification

Sertifikat Jaminan Halal LPPOM MUI

Sertifikat Jaminan Halal LPPOM MUI

Delegasi wewenang

Kementrian Agama, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal ((BPJPH), dan LPPOM MUI

Kementrian Agama, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal ((BPJPH), dan LPPOM MUI

Influential factors for consuming halal product

Cat bersentuhan langsung dengan tempat ibadah

Kebutuhan terhadap konsumsi makanan halal (langsung masuk ke tubuh manusia)

Halal related provisions under Indonesian law

Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH) menjadi UU No 33 tahun 2014 

  • Keputusan Menteri Agama tentang Pedoman dan Tata Cara Pemeriksaan dan Penetapan Pangan Halal

  • Undang-undang tentang Perlindungan Konsumen

  • Undang-undang tentang Pangan

  • Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH) menjadi UU No 33 tahun 2014 

Amandement and new provisions of halal law

Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH) menjadi UU No 33 tahun 2014 

Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH) yaitu UU No 33 tahun 2014

Ethical consumptions

Cat tidak diproduksi dengan bahan baku yang tergolong najis

Sari roti dapat dikonsumsi konsumen muslim karena tidak mengandung bahan yang haram/najis

Shopping as political engagement

Konsumen muslim melakukan pembelian sebagai cara menyuarakan pendapat dan dukungan mereka pada Maritex sebagai produk cat halal pertama di Indonesia.

Belanja sebagai cara menyatakan loyalitas dan membuat pernyataan bahwa pembeli mengkonsumsi produk halal.

Consumerism 

Permintaan terhadap produk cat Maritex dapat meningkatkan kemajuan sosial ekonomi

Permintaan terhadap produk Sari Roti dapat meningkatkan kemajuan ekonomi. Sertifikasi halal membuat konsumen muslim lebih memilih Sari Roti dibanding brand tanpa sertifikasi halal.

Consumer citizenships

Penggunaan cat halal sebagai ekspresi etika dan nilai muslim. Masalah etikanya yaitu benar atau salah menggunakan cat tidak bersertifikasi halal dalam tempat ibadah/masjid. Ekspresi citizenship ini dijiwai dengan kekhawatiran akan konsekuensi kandungan haram/najis pada cat yang dapat membuat ibadah menjadi tidak sah. 

Konsumsi untuk mengekspresikan identitas konsumen sebagai muslim. Ini juga merupakan bentuk tanggung jawab sipil terhadap consumer citizenship melalui aktivitas sehari-hari (konsumsi produk pangan). 

Analisis :

Syarat sah orang beribadah salah satunya meliputi kesucian diri, pakaian, dan tempat. Seseorang pasti bisa dengan mudah memastikan kebersihan diri dan pakaian, namun bagaimana dengan kepastian kebersihan dan kesucian tempat ibadah mereka? Apakah bangunan tersebut sudah benar-benar terhindar dari najis? Kita tidak pernah tahu apa yang terkandung dalam bahan bangunan yang digunakan sebagai tempat ibadah. Adanya kemungkinan cat dinding yang digunakan mengandung gelatin babi adalah salah satu kekhawatiran konsumen muslim. Bahan haram dan najis menimbulkan keraguan apakah ibadah akan diterima atau tidak. Tidak adanya label halal membuat konsumen muslim juga mengalami dilema apakah menggunakan cat tanpa logo halal diperbolehkan atau tidak.

Kekhawatiran ini terjawab dengan kehadiran Cat Maritex yang sudah mendapat sertifikasi halal dari LPPOM MUI. Cat Maritex yang diproduksi dengan berbagai macam jenis cat seperti cat dinding, cat genteng, cat kayu, dan lainnya memberikan solusi atas kebutuhan konsumen muslim yang mengutamakan kesucian dan kehalalan tempat terutama untuk tujuan ibadah. Dari sisi sosial, tentunya keberadaan cat halal ini merupakan salah satu bentuk pengakuan dan penghormatan pada suatu kelompok, yaitu umat muslim. Meskipun ditujukan kepada konsumen muslim, namun tentu saja cat ini dapat dibeli oleh semua orang tanpa batasan tertentu. Pembelian produk non-pangan halal seperti cat merupakan salah satu bagian dari aspirasi politik konsumen muslim sebagai anggota masyarakat multikultural dan warga negara. Kebebasan terhadap peredaran produk halal dan kebebasan beragama yang terjadi di Indonesia membuat konsumen muslim dapat secara bebas membeli dan menggunakan produk halal sebagai rutinitas. Dari sisi produsen, kebebasan ini memberikan kesempatan untuk memasuki pasar halal non-pangan. Produsen dapat menarik perhatian pasar dan berlaku sebagai inisiator produk halal non-pangan, seperti yang dilakukan Cat Maritex yang merupakan cat halal pertama di Indonesia. Tidak adanya diskriminasi agama mengakibatkan produk halal di Indonesia dapat berkembang dan banyak ditemui di berbagai wilayah. Klaim kepemilikan dan identitas agama seperti pembangunan tempat ibadah yang dilindungi pemerintah mendorong aspirasi masyarakat.

Aktivitas belanja, termasuk pembelian cat halal, merupakan salah satu partisipasi politik yang lebih informal. Konsumen yang tidak terlibat politik di pemerintahan dapat melakukan aktivitas sebagai warga negara yang aktif dengan melakukan konsumsi atau belanja karena belanja dapat meningkatkan kondisi ekonomi. Dari sisi ekonomi, apabila permintaan produk halal non-pangan ini semakin meningkat, maka akan mendorong kemajuan ekonomi. Permintaan barang yang meningkat menyebabkan tingkat produksi juga akan meningkat. Akan ada lebih banyak lapangan pekerjaan dan peningkatan penyerapan tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja tentunya akan mengurangi angka pengangguran. Konsumerisme yang dilakukan masyarakat merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kondisi perekonomian.

Kebutuhan terhadap produk non-pangan seperti cat ini sebenarnya sama halnya seperti kebutuhan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat muslim sehari-hari. Belanja sehari-hari dapat diartikan sebagai bentuk loyalitas terhadap suatu produk dan bentuk pernyataan dukungan terhadap produk tersebut. Bagi konsumen muslim, pembelian produk pangan halal adalah salah satu tanggung jawab dan kebutuhan sebagai orang beragama Islam yang diwajibkan menghindari makanan haram. Lebih dari itu, pembelian produk pangan halal yang terjadi hampir setiap hari adalah salah satu bentuk aktivitas sebagai consumer citizenship. Nilai-nilai konsumsi konsumen muslim dapat terlihat dari kehidupan sehari-hari masyarakat dimana ditemukan bentuk komitmen terhadap agama dan etika serta solidaritas sebagai warga negara.

Problem Solving dan rekomendasi :

Sertifikasi halal sangat lah penting bagi umat muslim. Sertifikat ini menjadi pertanda apakah sebuah barang atau jasa dapat dinikmati oleh seorang muslim. Namun selama ini pengetahuan akan sertifikat halal masih terbatas pada makanan, minuman, dan beberapa kegiatan lain seperti transaksi keuangan. Padahal halal mempunyai cakupan yang lebih luas dari pada itu. Sertifikasi halal pada benda non-konsumsi ini adalah salah satu diantaranya.

Sertifikasi pada benda non-konsumsi tidak kalah penting karena penggunaanya bersentuhan langsung dengan manusia. Apa lagi dalam hal ini penggunaan cat yang dapat digunakan untuk tempat ibadah menjadi perhatian. Dengan adanya sertifikasi halal pada cat membuat umat muslim menjadi lebih tenang dan nyaman dalam menggunakan produk tersebut. Pemilihan produk ini oleh umat muslim merupakan salah satu langkah penerapan consumer citizenship. Yaitu mengkonsumsi barang dengan memperhatikan faktor politik, agama, budaya, dan sebagainya.

Sertifikasi halal pada barang non-konsumsi tidaklah digunakan sebagai sebuah kapitalisasi bisnis, tetapi untuk meyakinkan bahwa produk tersebut aman dari bahan yang membahayakan. Dengan begitu sangat disarankan bagi produsen barang non-konsumsi lain untuk lebih memperhatikan sertifikasi halal pada produknya, sehingga konsumen dapat menggunakan produk tersebut dengan aman tanpa perlu khawatir. 

Referensi 

http://www.halalmui.org/mui14/main/detail/inilah-peran-stakeholder-halal-di-indonesia (diakses 19 Maret 2021)

https://m.merdeka.com/bandung/halo-bandung/produk-cat-tembok-maritex-kantongi-sertifikat-halal-dari-mui–1903142.html (diakses 19 Maret 2021)

MUI, LPPOM. “Cat Maritex Raih Sertifikat Halal MUI”. http://www.halalmui.org/mui14/main/detail/cat-maritex-raih-sertifikat-halal-mui (diakses 19 Maret 2021)

Bandung, Radar. “Produk Cat Juga Punya Sertifikat Halal”. https://www.radarbandung.id/2019/03/14/produk-cat-juga-punya-sertifikat-halal/ (diakses 19 Maret 2021)

MUI, LPPOM. “Pemenang Halal Award 2019”. http://www.halalmui.org/mui14/main/detail/pemenang-halal-award-2019 (diakses 21 Maret 2021)

Anggota Kelompok 10 :

  • Alula Putri Diana

  • Muhammad Farhan

  • Addecya Farah A.A

  • Fauzi Akmal Rabbani

  • Vivin Malida Hidayat

  • Shafira Yumna Imtiyaz


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format