Managing Human Resources, Managing Diverse Employees in a Multicultural Environment


0
1 share

Youtube

LinkedIn

Kelompok Lords of Business

1.  Ayoe Bientang Anggarie

2. Yunarto Tri Wibowo

3. Ferdinand Luther

Referensi:

- Business Foundations, a Changing World , OC Ferrel, Geoffrey A. Hirt, Linda Ferrel 

- Contemporary Management , Gareth R, Jones, Jennifer M. George


Video direkam di rumah masing-masing secara terpisah demi mendukung pemerintah mengurangi laju penularan virus corona dengan cara Mengurangi Mobilitas. 


Like it? Share with your friends!

0
1 share

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
5
Genius
Love Love
8
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

24 Comments

  1. Materi dan Videonya bagus, gampang diakses di mobile dan tampilan postingan yang rapi sehingga mudah untuk dibaca.

    Saya mau bertanya terkait atlit/pemain E-Sport, dimana aset perusahaan/Team sangat terpengaruh oleh pemain/atlit e-sport itu sendiri. Bagaimana menangani pemain/e-sport yang tiba2 memutuskan kontrak akibat di hijack oleh team lain atau pensiun dini, yang mengakibatkan kerugian secara materil oleh perusahaan/team e-sport tersebut yang telah mengeluarkan dana dan waktu untuk melatih dan mengembangkan potensi pemain/atlit tersebut serta memoengaruhi performance team atau anggota team lainnya?

    Terima kasih,
    Brian Paulus Hutama

  2. Keren…. ceritanya mengalir dan tampilan materi yang bagus. Memang menarik jika membahas terkait sumber daya manusia. Permasalahan yang jamak ditemui di perusahaan adalah tingginya tingkat turn over di perusahaan. Bagaimana memanage hal tersebut dilihat dari banyak penyebab turnover, bahkan karena tidak cocok dengan atasan.

  3. Two thumbs up untuk video & penjelasan yang sangat menarik dan mudah untuk dimengerti.

    Saya mau nanya nih mbak & mas, saya pernah bekerja di suatu multinational company milik Suatu Negara, dimana saya bekerja di divisi ICT yang sesuai dgn kompetensi saya, dan karena kebetulan kita bekerja untuk perusahaan yang di base office yaitu di Negara yg mempunyai perbedaan waktu antara Jakarta dan Negara tersebut sehingga menyebabkan suatu permasalahan terutama untuk rekan kerja saya yang pria dan beragama Islam karena boss kami mengharuskan kami untuk standby di hari Jumat secara bergiliran, sehingga secara tidak langsung hal tersebut menyebabkan rekan kerja saya yang pria & beragama Islam itu tidak bisa melakukan ibadah sholat Jumat ketika giliran “jaga server” dia tiba. Karena di jam “break lunch” waktu Jakarta, sementara di Negara tersebut masuk waktu “working hours”nya dan kita berkewajiban menghandle permasalahan ICT yang ada di Negara tersebut.

    Kami sudah beberapaka kali menawarkan solusi jika ketika jam istirahat di hari Jumat, maka biarkan giliran kami yang para wanita saja yang “jaga server” akan tetapi para boss kami tidak membolehkan dgn alasan tidak fair krn seharusnya giliran berlaku untuk semua karyawan.
    Akhirnya ketika hal itu terjadi, rekan kerja saya yang pria & beragama Islam mau tidak mau harus meninggalkan kewajiban sholat Jumatnya demi giliran jaga.

    Pertanyaan saya, apakah hal itu termasuk pelanggaran hak asasi atas karyawan dan termasuk pelanggaran toleransi? Bagaimana sebaiknya solusi terbaik yang harus diterapkan oleh perusahaan?

    Terima kasih

  4. materi yang dibawakan dengan penyajian yang unik dan mudah dipelajari, sangat menarik,
    saya mau bertanya untuk pekerja yang memang memiliki “bakat” vokal yang suka sekali menuntut hal-hal di serikat pekerja dan dirasa memberatkan perusahaan apa yang sebaiknya dilakukan, apakah dibenarkan untuk melakukan strikebreakers/antimogok kerja yaitu dengan mengganti langsung pekerja seperti yang dipaparkan di dalam penjelasan di atas?

  5. Colourful! Ilustrasi jelas, materi juga jelas tersampaikan secara komprehensif. Bravo untuk mbak Bientang, mas Tito dan mas Ferdinand. Untuk perusahaan yang kecil, apa dan bagaimana cara tanggung jawab pelatihan skill karyawan yang bisa dilakukan? Karena menambah ilmu dan skill tentu akan memberi dampak positif baik untuk kepercayaan diri karyawan maupun peningkatan kualitas output kerja seperti produk maupun jasa. Namun perusahaan terkendala budget. Terima kasih tim Lords of Business

  6. terima kasih atas penjelasannya Mbak Bintang, Mas Ferdinand, Mas Tito.
    Saya ingin tahu, bagaimana manajer SDM dapat mengatasi fenomena head hunter yg kerap mengincar talenta-talenta kunci pada perusahaan? Apa saja yang dapat dilakukan untuk meyakinkan talenta tersebut untuk tetap bertahan?

  7. Materinya rapih dan menarik sekali, sangat memacu minat untuk terus baca dan nonton videonya.

    Materinya pas nih, izin minta pendapat. Dimasa lalu pengelolaan SDM, tantangan utamanya adalah mengelola sdm agar semakin efektif dan efisien. Sesama staff dibandingkan, produktivitas pekerja berasal dari berbagI negara diperbandingkan.

    Dimasa kini, trend yang terjadi adalah manusia VS AI ( artificial inteligent ), dimana klaim yang terjadi perkembangan AI sangat cepat sekali, super canggih, efisien secara biaya, dan tidak memiliki sisi lemah manusia seperti harus istirahat, izin sakit, cuti, dan tidak bisa stand by 24 jam.

    Mohon pendapat, mengenai perkembangan ini bagi sdm dimasa depan, dimana 90% karir manusia diramalkan dapat digantikan oleh AI? Apa yang harus dilakukan oleh perusahaan menyikapi perkembangan ini?

  8. Video dan tampilan materinya keren. Temanya juga menarik banget untuk dibahas. Mau tanya donk untuk teman-teman Lord of Business..

    1. Bagaimana cara perusahaan, baik perusahaan Indonesia yang Go International, atau perusahaan multinasional, dapat menginternalisasikan Corporate Culture dengan budaya negara-negara tempat perusahaan tersebut beroperasi. Terutama dalam work ethics..

    2. Bagaimana cara perusahaan melakukan adaptasi dalam manajemen SDM terutama untuk anak milenial (25 – 35 tahun). Karena kecenderungannya, angkatan kerja usia 25-35 tahun cenderung memiliki turn over yang tinggi, tidak tahan tekanan pekerjaan dan memiliki etika yang lebih buruk dibandingkan angkatan kerja diatas usia tersebut.

    Terima kasih

  9. Mantap banget paparan dari kelompok lord of business..
    Btw, ijin tanya.
    Salah satu fungsi vital dari managing human resources adalah memastikan ketersediaan SDM untuk proses pekerjaan yang harus dilakukan dalam suatu perusahaan. Nah, tingkat ketersediaan tersebut salah satunya tercermin dalam employee turnover. Yang mau saya tanyakan employee turnover seperti apa yang dapat menggambarkan sehat atau tidaknya perusahaan dalam mengelola human resources mereka.

    Terima kasih..

  10. Bagus sekali mba bintang, mas tito dan mas ferdinand, saya mau bertanya apakah ada suatu metode tertentu di human resources dalam menghadapi generasi milenial, yaitu terkait dengan recruitment dan maintenance/ development, pendekatan apa yang dilakukan terhadap generasi milenial, mengingat karakter yang cukup berbeda serta ekspektasi yang sangat tinggi dalam karir, yang pasti dangat berbeda dengan generasi sebelumnya? (ex. loyalitas terhadap perusahaan yang kurang jika ada better offer dari perusahaan lain)- Desti Permata Sari

  11. luar biasa penjelasan yang sangat jelas dengan paparan materi yang sangat menarik. Mohon ijin bertanya untuk mba bientang dan teman2,, apa manfaat dari sebuah budaya oraganisasi yang sengaja dibangun bagi para karyawan dan perusahaan? dan Bagaimanakah strategi dari HC menetukan budaya seperti apa yang akan mereka ciptakan untuk suatu perusahaan? terima kasih

  12. Terima kasih Mba Bientang, Mas Yunarto dan Mas Ferdinand untuk sharing infonya, visualisasi yang digunakan juga sangat membantu untuk memahami poin2 mengenai managing human capital. Mohon ijin bertanya, bagaimana pendapat Mba/Mas mengenai employee engagement/satisfaction survey? Seberapa penting hal itu perlu dilakukan untuk menurunkan employee turnover? Terima kasih, sukses selalu.

  13. Videonya keren sekali mas dan mba. Saya ingin tanya bagaimana peran dan solusi dari seorang manajer dalam menghadapi keberagaman SDM yang akan ditempatkan di suatu posisi strategis, dimana arah kebijakan dari perusahaan sangat mobile sehingga mungkin kriteria yang diterapkan untuk memilih di awal akhirnya berubah. Misal di awal dibutuhkan orang yang memiliki perencanaan jauh ke depan, namun kemudian dirasa posisi tersebut lebih tepat untuk diisi orang yang jauh lebih dinamis. Terima Kasih. (Dhana Strata)

  14. Terima kasih untuk penjelasannya untuk tim LordsOfBusiness.. mau bertanya, bagaimana pendapat kalian terhadap perusahaan yang tidak memperbolehkan adanya serikat pekerja karena takut hal tersebut akan mengancam kepentingan manajemen? dan apa yang bisa dilakukan oleh para karyawan untuk tetap memperjuangkan dibentuknya serikat pekerja?

  15. Kereenn penyampaiannya, berbicara tentang managing human resource, dalam kondisi pandemi ini perubahan budaya kerja dan penggunaan tekhnologi sangat tinggi seperti berkerja dengan daring, bagaimana strategi perusahaan terapkan terhadap karyawan yang susah mengikuti perubahan budaya kerja baru sejak pandemi? Terimakasih Sukses selalu (Arya Mabruri N)

  16. Terimakasih untuk kelompok Lords of Business (mba bintang, mas tito, dan mas ferdinand), materinya sangat jelas dan menarik.

    izin bertanya :
    1.Apa faktor2 yang mempengaruhi suatu perusahaan dalam menilai kinerja anak buahnya (KPI) ?

    2. Mengingat rata2 calon pegawai sekarang adalah kaum milenial, bagaimana suatu perusahaan membuat kebijakan agar mereka nyaman ? (diluar tunjangan dan gaji)

    Terimakasih

  17. Pembahasan dari isi materi nya mantap dan mudah untuk dicerna serta dipahami.. Thanks Lords of Business…
    Ada pertanyaan terkait dengan penempatan SDM dalam posisi. lokasi dan jabatan tertentu. Jika seorang karyawan tetap, menolak untuk dipindahkan ke posisi yang baru (mutasi) dikarenakan karyawan tersebut merasa tidak sesuai dengan passion dan skill yang dimiliki pada saat perekrutan, apakah yang dilakukannya tersebut dapat dikatakan melanggar peraturan perusahaan (mangkir), dan bagaimana sebaiknya langkah yang diambil oleh karyawan tersebut. Terima kasih Lord of Business

  18. Materi sangat informatif sekali. Saya mau bertanya, terkait corporate culture, bagaimana menurut kalian dalam membangun corporate culture yang efektif dalam organisasi? apakah ada perbedaan cara penerapan antara organisasi pemerintahan dan swasta?
    Terkait Manajemen Serikat Pekerja, mau bertanya, jika terjadi perbedaan pendapat/ konflik/ kepentingan antara Manajemen SP dan BOD , solusi apa yg sebaiknya diambil terkait hal tersebut? Terima kasih.

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format