60% Mainan Anak Indonesia Berasal dari Cina? Atau 60% Mainan Anak di Dunia diproduksi di Indonesia?


0

Kebutuhan mainan anak di Indonesia yang tinggi dilatarbelakangi oleh jumlah penduduk sebesar kurang lebih sebanyak 260 juta jiwa, dan terdapat 4,8 juta kelahiran setiap tahunnya. Hal ini juga menunjukkan 4,8 juta anak membutuhkan mainan baru setiap tahunnya. Oleh karena itu, terdapat berbagai jenis mainan mulai dari mainan edukatif sampai mainan rekreasi tersedia di pasar mainan Indonesia. Mainan mainan tersebut pun dipenuhi dari produksi dalam negeri dan juga impor dari luar negeri. Sepanjang Februari 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 10 negara yang menguasai pasar impor Indonesia. Negara nomor satu yang mendominasi pasar impor di Indonesia merupakan Cina, yang tercatat sebesar 32,78% dari total impor. Salah satu barang yang banyak di ekspor Cina ke Indonesia adalah mainan anak. Pada tahun 2017, BPS mencatat impor mainan, games dan alat olahraga sebesar USD 240,2 juta (Rp3,24 triliun). Pada masa itu, mainan paling banyak yang diimpor ke Indonesia adalah ice skate dan roller skate dengan volume sebanyak 5.770 ton, kemudian disusul kartu mainan, kelereng, dan miniatur-miniatur seperti pesawat terbang dan sejenisnya. Cina menjadi negara yang paling banyak mengirimkan mainan ke Indonesia, selanjutnya ada negara Singapura, Denmark, Malaysia, dan Jepang. 60% mainan yang beredar di Indonesia berasal dari Cina.

Maraknya produk Cina diakibatkan adanya CAFTA (China ASEAN Free Trade Area) yang mulai diberlakukan pada Januari 2010. Produk dari cina dikenakan tarif nol persen untuk dapat masuk ke Indonesia yang mengakibatkan produk-produk dari cina menjadi sangat mudah sejak diberlakukan pada Januari 2010. Sejak saat itu, harga mainan lokal menurun dari 5 hingga 10%.

Produk-produk Cina memiliki harga yang relatif murah dan kualitas yang lebih baik dibanding produk lokal dan selain itu mainan anak dari cina lebih kuat dan lebih tahan lama untuk dimainkan oleh anak-anak. 

Dominasi Cina di pasar mainan nasional terus berlanjut hingga tahun ke tahun. Tercatat dari statista, grafik ekspor mainan Cina terus meningkat hingga tahun 2019.

Gambar 1. Grafik penjualan ekspor mainan anak dari Cina

Di tahun 2020, pasar mainan anak mengalami fase kenaikan dan penurunan. Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI), pada awal masa pandemi covid-19 produksi mainan anak turun jauh sebanyak 70% karena banyak toko yang tutup. Kemudian mengalami peningkatan lagi setelah PSBB dilonggarkan, dan maraknya aplikasi e-commerce membantu pasar mainan anak bangkit lagi. Namun, kebangkitan industri mainan anak ini belum mampu menyaingi banyaknya produk mainan impor yang masuk ke tanah air walaupun di situasi pandemi covid-19. Impor mainan dari Cina tidak mengalami penurunan yang signifikan, bahkan pemberian label SNI dari lembaga lebih banyak diberikan kepada produk-produk impor dibandingkan dengan produk lokal. Untuk itu, para pengusaha mainan anak Indonesia berharap pemerintah dapat melindungi industri mainan di tanah air. Apalagi banyak mainan impor yang tidak memiliki SNI atau bahkan menggunakan label SNI palsu. Karena, mainan untuk anak di bawah 14 tahun wajib memiliki label SNI sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian No. 111/M-Ind/PER/12/2015.

Gambar 2. Penjual Mainan Anak di Pasar Pagi Jakarta

Disisi lain, industri mainan di Indonesia juga dapat menjadi kontributor yang besar bagi perekonomian nasional. Bagaimana caranya? Dikutip dari laman Gatra, ekspor mainan anak pada tahun 2018 mencapai USD 319,93 juta. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu menunjukkan daya saing di pasar global. Produk mainan yang diekspor oleh Indonesia mampu menyaingi produk mainan unggulan negara-negara produsen mainan lainnya di dunia. Salah satu perusahaan yang menjadi penyumbang ekspor terbesar tersebut adalah PT Mattel Indonesia. Perusahaan ini tercatat telah menjadi pemasok sebanyak 60% dari boneka Barbie yang tersebar di seluruh dunia. Selain boneka, perusahaan ini juga mempunyai produk unggulan berupa diecast mobil mainan, yaitu Hot Wheels. PT Mattel Indonesia mempunyai kemampuan engineering dan inovasi yang luar biasa sehingga dapat membuat produk mainan Barbie dan Hot Wheels yang berkualitas tinggi sehingga dapat laku di pasar internasional.

Gambar 3. Fakta tentang Produksi Barbie Terbesar

Dengan adanya ekspor mainan yang besar tersebut, lantas, mengapa produk mainan dari China masih menguasai pasar Indonesia? Jumlah penduduk yang besar membuat pasar mainan anak di Indonesia banyak dilirik oleh berbagai perusahaan importir mainan anak, terutama dari Cina. Begitu juga dengan industri mainan anak lokal. Baik produksi lokal maupun luar negeri, kedua duanya sama sama bersaing di Indonesia. Untuk saat ini, faktanya, masih dimenangkan oleh produk-produk Cina yang menguasai 60% mainan anak di Indonesia.

Johan S. Tandanu, Sekretaris Jenderal Asosiasi pengusaha Mainan Indonesia (APMI) mengatakan bahwa bahan baku adalah kendala produksi mainan di Indonesia.

Komponen - komponen seperti baut dan komponen kecil lainnya adalah bahan baku mainan yang belum bisa dibuat di Indonesia, sehingga mempengaruhi produksi mainan di dalam negeri.

Johan juga menjelaskan bahwa beberapa pabrik mainan lokal menjual produknya ke luar negeri dikarenakan ketatnya persaingan di pasar lokal. Johan menjelaskan, “Pabrik perlu agen distributor untuk memasarkan produk, tetapi sebagian pabrik tidak bisa handle lokal karena kompetisi dan tidak ada budget untuk promosi brand sehingga mereka mengekspor produknya.”

Bagaimana industri lokal harus bertahan atau bahkan mengalahkan serbuan produk dari Cina?

Sejak diberlakukan CAFTA yang mengakibatkan masuknya produk mainan anak dari Cina, harus ada solusi untuk menghambat maraknya produk-produk mainan anak dari cina yang ada di pasar domestik.

Mengadopsi apa yang diterapkan oleh PT Mettel, produksi barbie dan diecast mobil laku di pasa internasional karena kebanyakan anak-anak di mancanegara menyukai kedua mainan tersebut. termasuk anak-anak di Indonesia. Namun, hal ini hanya berlaku bagi kalangan menengah ke atas karena harga dari mainan tersebut cukup merogoh kocek orang tua. bagaimana dengan kalangan menengah ke bawah? Mereka akan beralih ke mainan Cina yang harganya jauh lebih murah. Itulah penyebabnya impor mainan dari Cina masih terus bertahan hingga sekarang.

Untuk mengatasi hal tersebut, industri mainan anak di Indonesia dapat melakukan beberapa pilihan. Yang pertama, merger untuk perusahaan yang memproduksi mainan sejenis untuk memperoleh modal yang lebih banyak dan mengurangi persaingan sesama lokal dan berjuang bersama untuk melawan serangan Cina, tentunya dengan menawarkan harga yang lebih murah. Selain dengan menawarkan harga yang lebih murah, perusahaan juga dapat menawarkan produk yang custom dengan harga dan bentuk yang diinginkan oleh customer. Sehingga dapat menjangkau kalangan ekonomi ke bawah sekaligus kalangan menengah ke atas.

Berdasarkan teori yang disampaikan Ferrell, dkk, sebelum perusahaan mulai membuat suatu produk, perusahaan harus menentukan apa yang harus diproduksi dan target pasar yang dituju. Dalam menentukan proses produksi, perusahaan dapat melakukan tahapan-tahapan berikut:

Planning the ProductPerusahaan harus menentukan produk spesifik yang akan menjadi unggulan. Misalnya dengan memproduksi mainan-mainan  yang berbahan kayu.
Designing the Operation ProcessPerusahaan harus menentukan proses produksi yang akan dilakukan, apakah standardization (membuat produk menjadi identik), modular design (produk yang dengan mudah diperbaiki), atau customization (produk yang sesuai dengan keinginan pasar). Penulis menyarankan agar perusahaan dapat menggunakan desain customization.
Planning CapacityDengan desain custom produk, maka perusahaan akan membuat produk sesuai dengan permintaan. Sehingga tidak terdapat persediaan yang lama tersimpan atau tidak terjual.
Planning FacilitiesPenulis menyarankan agar perusahaan mempunyai dua lokasi yang berbeda untuk pemasaran dan untuk produksi. Di tempat pemasaran, perusahaan dapat mendisplay produk-produk contoh yang dapat dikunjungi oleh customer. Sedangkan pabrik dapat berada di tempat yang berbeda, atau mendekati pemasok untuk mengurangi biaya distribusi
Sustainability and ManufacturingUntuk going concern perusahaan, dan dampaknya terhadap lingkungan, penulis menyarankan agar perusahaan berfokus pada media kayu-kayuan yang berasal dari alam. Mainan berbahan kayu dikenal lebih tahan lama dan ramah untuk anak-anak.

Gambar 4. Mainan Kayu Banyak Manfaat

Selanjutnya, masih dalam teori yang disampaikan oleh Ferrell, dkk., perusahaan dapat mengelola rantai pasok (supply chain) untuk menjaga kualitas produknya.

ProcurementUntuk mengurangi biaya produksi dan mempercepat proses penyelesaian produk, perusahaan perlu melakukan pengadaan bahan baku yang efisien, salah satunya dengan mencari vendor yang dekat dengan pabrik pembuatan mainan.
Managing InventoryKarena produk yang dibuat adalah custom, maka pengelolaan persediaan yang tepat adalah dengan just in time, yaitu dengan langsung menggunakan bahan baku yang tiba (sesuai yang diorder pada tahap procurement) untuk diproduksi, sehingga tidak banyak menyetok persediaan dan tidak membutuhkan banyak space penyimpanan persediaan.
OutsourcingOutsourcing dapat dilakukan oleh perusahaan apabila dirasa belum mampu untuk melakukan finishing produk secara maksimal. Ada baiknya bila menyerahkan ke pihak lain yang lebih ahli agar memberikan produk yang memuaskan konsumen. Yang kedua, outsourcing juga dapat dijadikan pilihan apabila perusahaan terlalu banyak menerima order, dan kapasitas pabrik sudah penuh, maka untuk tetap dapat melayani konsumen, perusahaan dapat meng-outsource orderan ke perusahaan lain yang sejenis dengan kapabilitas yang setara atau bahkan lebih baik.
Routing & SchedulingSebelum kayu dari vendor/produsen diolah, perusahaan perlu menyortir dan melakukan pemotongan kayu menjadi bentuk tertentu sehingga lebih memudahkan proses produksi mainan di pabrik. Dan juga untuk menjaga kualitas produk, perusahaan perlu menerapkan QC (Quality Control) pada saat produk mainan selesai di produksi. perlu dilakukan pengecekan ulang untuk memastikan produk sesuai dengan permintaan customer.

Dengan melakukan langkah-langkah tersebut yang diterapkan di setiap perusahaan, industri mainan anak di Indonesia dapat menjadi lebih kuat dan mampu mengalahkan produk-produk dari Cina.

Referensi:

Ferrell, Linda, & Hirt. (2020). Business Foundations: A Changing World (12th ed). New York: Mc-Graw Hill Education.

https://www.statista.com/statistics/225929/export-value-of-toys-from-china/

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4166788/foto-mainan-asal-china-di-indonesia-tak-terdampak-virus-corona

https://economy.okezone.com/read/2018/07/24/320/1926632/60-mainan-impor-dari-china-bagaimana-kondisi-industri-dalam-negeri

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4506542/china-masih-rajai-pasar-impor-di-indonesia?source=search

https://ekbis.sindonews.com/read/125104/34/impor-mainan-china-tetap-deras-di-tengah-pandemi-pengusaha-sni-nya-palsu-1596708523

https://www.gatra.com/detail/news/411672/ekonomi/menperin-ekspor-mainan-nasional-lampaui-us319-juta

https://industri.kontan.co.id/news/mainan-asal-china-membanjiri-pasar-lokal


Penulis:

SEMBA 42C - Tiger Commandos

Mentari Maharani

Mohammad Adi Prasantyo

Amaryadi


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
mentari

2 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format