PERSAINGAN KETAT ANTARA VENTELA DENGAN PARA KOMPETITORNYA DARI LUAR NEGERI

Sepatu Ventela yang merupakan produk anak bangsa pada masa sekarang ini harus beradu dengan sepatu-sepatu dari luar negeri seperti halnya Vans dan Converse


0

Saat ini di pasar sepatu Indonesia terdapat berbagai merek sepatu, baik lokal maupun sepatu impor. Merek sepatu ini bersaing pada harga, kualitas, dan desain untuk mendapatkan pangsa pasar di Indonesia. Jumlah peminat sepatu di Indonesia sangat tinggi; Di sisi lain, banyak produsen sepatu, yang memiliki merek tersendiri. Merek ini digunakan sebagai identifikasi atau pembeda, sehingga sepatu tersebut dapat lebih mudah diidentifikasi oleh konsumen (masyarakat).

Berbagai strategi pemasaran dilakukan produsen dalam rangka menarik minat beli konsumen, namun minat beli konsumen saja tidak dapat menjamin merek dalam upaya bertahan dan memenangkan persaingan pasar Perusahaan (produsen) harus mampu menjaga ekuitas merek, sehingga konsumen terus memilih produk dengan mereknya, sehingga loyalitas konsumen terhadap merek tersebut semakin meningkat. 

Tetapi persaingan antara sepatu lokal dengan sepatu import masih sangat ketat, yang dimana sepatu lokal sedang berusaha membangun image mereka di mata masyarakat Indonesia sedangkan untuk sepatu impor tersebut sudah terkenal oleh berbagai kalangan. Ventela merupakan salah satu brand lokal yang akan dibahas dan juga untuk brand luar yang akan dibahas yaitu Vans dan Converse yang dimana mereka memiliki persaingan yang ketat dari segi bahan, kualitas, bentuk, dan juga bahkan dari pelanggan mereka tersendiri.

Salah satu brand sepatu lokal yang akan dibahas disini yaitu sepatu Ventela, yang dimana Ventela merupakan sebuah brand sepatu lokal yang didirikan oleh William Ventela dan mulai beroperasi pada tahun 2017 yang dimana William Ventela sendiri merupakan pemilik pabrik sepatu vulkanisir sejak tahun 1989 yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Sepatu ini diproduksi dan dijual dengan harga yang relatif murah untuk masyarakat Indonesia dan tentunya dengan kualitas yang menjamin dan tentunya build qualitynya bisa bersaing dengan produk-produk dari luar negeri.

Ventela ini hadir dengan beragam model sepatu yang identik dengan stripe khas mereka dan tentunya dikemas dalam bentuk yang casual dan sporty. Sepatu hasil buatan Ventela juga tentunya diproduksi dengan sangat baik, nyaman, dan tentunya berkualitas. Dengan adanya Ventela ini pula, harga dari Ventela ini bisa dibilang sangat terjangkau dengan kualitas yang mereka berikan, dan tentunya Ventela ini memiliki peminat cukup banyak di dalam negeri karena harganya cocok dengan kantong masyarakat dan kualitas yang setara dengan sepatu merk luar. Tentunya juga Ventela saat ini sedang digaungkan untuk lebih memprioritaskan untuk penggunaan produk-produk didalam negeri.

Ventela sendiri memiliki siluet khas mirip dengan sepatu Converse dan Vans yang dimana perkembangannya terus melejit, bahkan Ventela sendiri pun menjadi merek sepatu yang paling di cari di Indonesia pada tahun 2019 hingga sekarang. Ventela diciptakan oleh William Ventela dengan kesan “The Perfect Shoes” yaitu sepatu yang dapat digunakan oleh setiap orang dari anak-anak hingga dewasa, dan terwujudlah sepatu vulkanisir dengan sebutan “Sepatu Ventela”.

Sepatu Ventela ini juga tidak bisa dianggap enteng, bahkan Presiden Negara Indonesia sendiri yaitu bapak Jokowi pernah memakai produk sepatu ini. Bisa dibilang bahwa Presiden kita sekarang ini sangat mensupport produk lokal untuk bisa bersaing dengan produk-produk dari luar negeri. Salah satu contohnya adalah sepatu Ventela yang dimana sepatu ini juga pernah berkolaborasi dengan anak Presiden itu sendiri yaitu Kaesang pada tahun 2020. Produk kolaborasi dengan Yang Ayam milik Kaesang putra Presiden Republik Indonesia dan dengan Never Too Lavish yang merupakan desainer dan customizer sneakers asal Indonesia dan akhirnya mereka berkolaborasi untuk menciptakan sepatu ini. Sepatu ini diberi nama “Ventela Sang Sekerta Lohita” yang dimaksud sepatu yang kaya akan nilai budaya, Lohita yang dalam Bahasa Sansekerta yang artinya merah. Berikut ini merupakan foto dimana sepatu tersebut digunakan oleh Presiden Negara Republik Indonesia yaitu bapak Ir. Joko Widodo.

Sumber: cerdikindonesia.pikiran-rakyat.com

Berikut ini merupakan tren minat masyarakat Indonesia terhadap sepatu lokal:

Sumber: Kompas.com

Menurut sumber data diatas, bisa dilihat bahwa sejak tahun 2019, Tren minat masrayakat terhadap sepatu lokal mulai meningkat. Dari hasil tersebut juga bisa disimpulkan untuk sepatu Ventela memiliki tingkat peminat paling tinggi pada permulaan bulan September 2019 hingga peningkatan yang pesat pada Februari 2020. Tetapi tetap tidak dipungkiri bahwa sepatu import dari luar pun masih merajai pasar sepatu di Indonesia. Contoh yang bisa diambil yaitu Vans dan Converse. 

Vans awalnya bernama Van Doren Rubber Company, Vans adalah produsen berbasis di Amerika yang berspesialisasi dalam sepatu yang khusus dibuat untuk olahraga ekstrem saat ini. Mereka memproduksi sepatu skate, sepatu BMX, boots snowboarding, serta berbagai macam sepatu lainnya. Mereka menyediakan sebagian besar untuk pasar anak muda dalam skateboard, seluncur salju, dan selancar. Vans juga menjual berbagai macam apparel seperti kaos oblong, hoodies, kaos kaki, jam tangan dan aksesoris lainnya. Semua produk mereka dibuat agar nyaman, kokoh, dan bergaya. Tetapi yang akan dibahas disini yaitu sepatu keluaran Vans yang dimana sepatu tersebut sangatlah digemari di Indonesia karena Vans terkenal dengan sepatu mereka yang kokoh dan tentunya banyak public figure dan artis-artis di dalam negeri maupun luar negeri yang menggunakan sepatu merk vans ini. 

Vans disini juga merupakan sepatu luar yang bisa dibilang memiliki harga terjangkau dengan kualitas mereka yang kokoh dan juga memiliki bentuk yang tidak termakan oleh jaman. Contoh yang akan diambil disini yaitu vans Oldskool, yang dimana vans oldskool ini merupakan sepatu paling basic milik vans yang dimana awalnya sepatu ini dibuat untuk skate tetapi pada akhirnya sepatu ini menjadi salah satu icon sepatu streetwear di dunia. Dengan bentuk sepatu yang simple dan memiliki durabilitas yang tinggi, tidak heran banyak orang yang berminat dengan merk sepatu tersebut.

Kemudian ada juga pesaing dari Ventela yaitu Converse, merk sepatu ini juga merupakan sepatu produk luar yang sangat digandrungi di Indonesia. Merk sepatu yang terkenal dengan kenyamanannya saat dipakai dan bentuk dari sepatu mereka yang tidak akan termakan oleh jaman walaupun dengan bentuk yang klasik, sepatu ini juga merupakan sepatu favorit banyak orang di manapun. Converse berdiri pada tahun 1908 di Malden, Massachusetts melalui perusahaan sepatu yaitu Converse Rubber Shoe Company. Converse ini juga merupakan merk sepatu luar yang sangat diminati dari segala golongan dan umur, dikarenakan bentuknya yang netral dan sangat simple untuk digunakan tentunya banyak artis-artis papan atas yang juga sering menggunakan sepatu merk ini. 

Tentunya Converse memiliki jenis sepatu yang sangat digandrungi oleh siapapun yaitu seri 70s, seri sepatu ini memiliki bentuk yang sangat simple dan sangat kokoh tetapi nyaman untuk digunakan. Pada awalnya sepatu ini digunakan untuk basket, tetapi dengan berkembangnya jaman, sepatu ini bisa digunakan untuk apapun, entah itu untuk skate, basket, bahkan hanya untuk sekedar fashion, sepatu ini sudah terlihat sangat menarik dan cocok.

Sumber: Ventela.com, Vans.com, Converse.id

Berikut ini merupakan video youtube yang memberikan perbandingan antara Ventela dengan Vans, dan Ventela dengan Converse:

Norif Warisman

Sekarang mari kita melakukan analisis lebih dalam tentang produk lokal yaitu Ventela dengan dua produk impor dari luar yaitu Vans dengan Converse. Analisis pertama yang akan digunakan yaitu Marketing Mix, yang dimana berisi tentang Product, Price, Promotion, Distribution. Berikut ini merupakan penjelasan lebih lengkap yang berisi dengan Marketing Mix menurut sumber buku yang dipakai:

Sumber: Ferrell et al., (345:2020)


Ventela

Vans

Converse

Product

Produk dari merk sepatu lokal Vans ini memiliki banyak jenis contohnya:

  • Back to 70’s
  • Retro 77
  • Public
  • Urban
  • Hard13 Noir
  • Sang Sekerta

Sepatu-sepatu diatas merupakan sepatu keluaran milik Ventela yang memiliki banyak varian dan macam dan tentunya banyak jenis warna yang bisa dipilih sesuai dengan keinginan pembeli, tetapi warna paling basic milik mereka yaitu warna hitam dan putih.



Source: Ventela.com

Kemudian Produk dari merk Vans ini yang sangat digandrungi di Indonesia antara lain:

  • Vans Oldskool
  • Vans Authentic
  • Vans Era
  • Vans Anaheim
  • Vans Pro
  • Vans Japan Market
  • Vans Sk8
  • Vans mid
  • Vans Slip-on

Dengan berbagai jenis sepatu keluaran milik Vans, produk-produk ini sangat digemari oleh seluruh orang dari yang muda hingga yang tua karena produk-produk keluaran mereka tidak termakan oleh waktu dan selalu terlihat cocok digunakan kapanpun dan dimanapun.


Source: Vans.com

Converse juga memiliki beberapa jenis sepatu yang disukai yaitu:

  • Converse All-Star
  • Chuck Taylor
  • All-Star Dainty
  • 70’s High
  • Canvas Ox
  • Slip-on

Tentunya jenis-jenis produk milik Converse tidak hanya ini saja, masih banyak produk keluaran Converse yang banyak digemari oleh konsumen. Dan juga Converse sendiri juga sering melakukan kolaborasi dengan desainer atau artis papan atas.


Source: Converse.com

Price

Untuk harga sepatu Ventela berada di kisaran sekitar IDR 150.000,00 hingga IDR 400.000,00 yang dimana sepatu ini bisa dibilang relatif murah dibandingkan dengan kompetitor-kompetitornya dan tentunya dengan harga segitu, Ventela tetap memberikan kualitas barang yang bagus. 

Untuk harga Vans sendiri dimulai sekitar IDR 500.000,00 hingga mencapai sekitar IDR 2.000.000,00 yang dimana bisa dibilang harga tersebut berbanding jauh dengan sepatu merk Ventela tersebut. Tetapi, karena sepatu ini merupakan sepatu import maka bisa dibilang wajar dan dengan kualitasnya yang sudah mendunia dan digerami oleh segala jenis golongan

Sedangkan untuk Converse mereka memiliki range harga mirip dengan vans yaitu dari IDR 500.000,00 hingga IDR 2.000.000,00 karena mereka sama-sama produk import dan tentunya mereka memiliki segmen pasar yang mirip sehingga harga dari sepatu mereka relative sama

Promotion

Untuk promosi dari Ventela mereka menggaet para reseller dari berbagai daerah untuk menjual produk mereka dan tentunya mereka melakukan promosi dengan melakukan kolaborasi dengan beberapa brand lokal juga dan dengan anak presiden yaitu Kaesang Pangarep, Never to Lavish, dan juga Evil. Dan tentunya Ventela melakukan promosi mereka melalui social media seperti halnya Instagram, Facebook, Twitter yang dimana target dari Ventela tersebut terpenuhi.

Sedangkan Vans melakukan promosi mereka melalui iklan-iklan yang berada di social media seperti halnya Ventela dan tentunya Vans melakukan promosi mereka melalui artis-artis papan atas dan juga Vans sering melakukan kolaborasi dengan seniman-seniman dan juga sering mengadakan event besar yang dimana hal itu dijadikan sebagai salah satu sarana promosi mereka.

Untuk Converse sendiripun memiliki cara promosi yang sama dengan Vans dan Ventela yaitu melalui social media, melalui artis-artis, berkolaborasi dengan para seniman, brand terkenal, artis terkenal dan juga dengan mengadakan event-event besar yang dimana di event tersebut mereka melakukan promosi terhadap merk mereka sendiri tentunya. Promosi terakhir yang termasuk juga salah satu trik pemasaran mereka yaitu Converse menciptakan sepatu dengan bahan dasar sampah-sampah daur ulang yang berupa polyester dan kemudian dijadikan sepatu yang dimana itu sangat membantu alam sekitar.

Distribution

Distribusi dari Ventela sendiri yaitu melalui PT Sinar RunnerIndo dan Ventela bekerjasama dengan toko-toko sepatu lokal yang dimana para reseller dari sepatu tersebut mudah untuk melakukan penjualan dan tentunya agar Ventela mudah untuk dicari dimanapun dan bisa dibilang untuk distribusi dari Ventela sendiri sudah sangat bagus dan merata di Indonesia dan tentunya dengan melalui penjualan online lewat website, marketplace, dan tentunya forum jual beli.

Vans melakukan distribusi mereka di Indonesia yaitu melalui PT Gagan Indonesia yang dimana distributor tersebut resmi yang memegang Vans di Indonesia sebagai importir mereka dan mereka melakukan penjualan melalui website, toko offline resmi mereka dan bekerjasama dengan marketplace yang ada di Indonesia. Dan juga banyak reseller Vans yang mengambil barang tersebut langsung dari distributor luar negeri dan menjual di toko-toko milik pribadi dari reseller tersebut.

Converse didistribusikan di Indonesia melalui Planet Sport Indonesia dan juga toko retail mereka secara langsung yang biasanya berada di mall-mall seluruh Indonesia dan juga ada beberapa reseller yang melakukan distribusi dari Converse tersebut dan menjual Converse tersebut di toko mereka masing-masing layaknya sepatu Vans.


Dari sini bisa disimpulkan bahwa dalam Marketing Mix itu sendiri, Ventela bersaing ketat dengan Converse dan Vans yang dimana bisa dibilang produk-produk impor dari luar negeri tersebut sudah merajai pasar sneakers di Indonesia sejak lama. Apalagi Vans dan Converse juga sudah meratakan distribusi mereka di berbagai daerah di Indonesia beserta mereka memiliki toko retail mereka yang bisa dibeli secara offline di mall-mall yang berada di Indonesia. Sedangkan untuk Ventela sendiri belum ada toko resmi offline mereka, karena Ventela masih melakukan distribusi mereka melalui toko-toko kecil atau bisa dibilang melalui reseller-reseller toko sepatu lokal di Indonesia yang dimana jelas untuk brand sendiri masih kalah saing dengan Vans dan Converse yang dimana sepatu tersebut sudah dikenal oleh hampir seluruh kalangan masyarakat dan merupakan merk yang sudah tidak asing untuk didengar.

Kemudian dilanjutkan dengan analisis selanjutnya yaitu Identifying Products, jadi didalam identifying products initentunya akan membahas lebih dalam tentang branding, packaging, dan labeling yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi sebuah produk dari produk yang lainnya. Dalam konteks yang akan dibahas maka akan dibahas tentang Identifying Products dari Ventela, Vans, dan Convers.


Tabel Identifying Products


Ventela

Vans

Converse

Branding

Berdiri sejak 2017, nama Ventela sendiri diambil dari nama pemiliknya yaitu William Ventela. Branding dari Ventela sendiri yaitu merupakan sepatu lokal buatan Indonesia yang berasal dari Bandung yang dimana sepatu tersebut memang ditujukan untuk masyarakat Indonesia sendiri yang dimana Ventela ditujukan untuk dipakai disegala jenis kegiatan dan tentunya dengan menggunakan tagline “The Perfect Shoes” yang dimana maksud dari branding Ventela ini ditujukan untuk segala usia dan gender. 

Dan tentunya Ventela memiliki branding di sepatu mereka dengan ciri khas stripe mereka yang bisa terbilang beda dari yang lain, yang dimana stripe tersebut hanya milik Ventela sendiri dan tentunya berbeda dari sepatu lainnya.

Branding dari Vans yang tidak seperti yang lainnya, berasal dari ide kolektif dari konsumen atas perasaan atau ide dari elemen merek, seperti tipografi, skema warna, dan logo. Hal ini mengkomunikasikan nilai-nilai dan keyakinan dari Vans. Untuk identitas merek Vans, jutaan konsumen langsung mengenali warna merek yang ikonik, logo sidestripe, dan elemen merek "off the wall". Dengan nuansa khas dari Vans, konsumen pasti sudah paham tentang branding dari Vans ini, dimulai dari stripe khusus milik Vans kemudian sepatu checkerboard mereka yang iconic dan tentunya jenis-jenis dari sepatu mereka yang sudah sangat melekat pada masyarakat luas.

Converse menampilkan dirinya sebagai merek sepatu dan pakaian gaya hidup yang memiliki budaya unik dengan selera humor yang tinggi. Converse keluar dengan enam kata sifat utama yang paling tepat menggambarkan kepribadian mereknya sebagai percaya diri, tulus, pekerja keras, tangguh, tidak egois, dan penuh gairah. Kampanye Converse sebelumnya memiliki slogan - "So ugly, they’re cool".

Converse telah menyempurnakan branding hingga yang terkenal - Chuck Taylor All Star. Ini menciptakan visual dan emosi di pasar sasaran Converse. Ini bukan lagi sekedar gaya, tetapi Converse telah mengubahnya menjadi sebuah ikon. Converse telah berhasil membentuk kepribadian merek yang kuat yang kini menjadi simbol trendi, canggih, dan kesederhanaan. Converse tidak pernah menyimpang dari gaya ini dan terus membuat modifikasi yang lebih baik untuk pelanggan mereka.

Chuck Taylor All Star dari Converse sekarang menjadi isyarat visual yang kuat untuk merek tersebut. Daripada menyoroti produknya, Converse secara efektif menampilkan kepribadian konsumen sebagai mereknya, menggunakan sepatu ketsnya sebagai sarana untuk mengekspresikannya.

Packaging

Dari Packagingnya sendiri juga Ventela memiliki ciri khas yaitu di setiap box sepatu milik mereka diberikan label stiker berbentuk hati yang bertuliskan “Produk Indonesia” yang dimana packaging dari Ventela ini memang dijelaskan bahwa produk ini produk asli buatan lokal dan tentunya untuk mensupport produk lokal dari Indonesia agar lebih dikenal dikalangan yang lebih luas. Dengan nuansa kotak khas Ventela berwarna coklat dan berisikan logo Ventela itu sendiri, packaging dari Ventela sudah terlihat menarik dan tentunya terlihat berkelas untuk produk buatan asli Indonesia.

Dari packaging Vans yang iconic dengan box bertuliskan “Vans Off the Wall” dibagian atas dari box sepatu mereka dan dengan tulisan vans yang banyak dibagian sisi-sisi box sepatu dari vans. Sudah dipastikan bahwa packaging dari vans ini sudah sangat dikenal oleh banyak kalangan masyarakat. Tentunya dalam packaging mereka yang simple dan pada bagian sisi sepatu terdapat tag atau stiker yang berisi tentang info produk sepatu mereka, merk Vans ini sudah sangat dikenal oleh konsumen mereka dengan packaging mereka yang berupa box sepatu mereka dengan nuansa warna merah bertuliskan “Vans Off the Wall”.

Pada bagian packaging dari Converse itu sendiri biasanya datang dengan box berwarna merah, hitam, ataupun coklat tergantung dari jenis sepatu yang akan dibeli, berbeda dengan Vans ataupun Ventela, converse memiliki banyak seri packaging untuk produk mereka. Tetapi, converse selalu dengan identik dimana di packaging atau box sepatu mereka selalu ada logo converse ataupun tulisan “All Star” yang dimana dipastikan bahwa orang yang melihat packaging tersebut sudah mengetahui bahwa itu adalah Converse. Yang dimana Converse selalu memberikan kesan yang sederhana di packaging mereka tetapi packaging dari Converse tersebut sudah dikenal luas oleh masyrakarat seperti sepatu Vans yang dimana mereka merupakan sepatu daily yang banyak digunakan oleh konsumen.

Labeling

Labeling dari Ventela sendiri berisi juga didalam box mereka yang dimana terlihat jelas ukuran sepatu, gambar sepatu, jenis sepatu, dan juga terdapat barcode yang dapat di scan di box ventela tersebut dan tentunya dengan nuansa khas Ventela, sudah dapat dipastikan Ketika melihat box tersebut sudah terlihat jelas bahwa itu merupakan merk Ventela.

Labeling dari Vans sendiri terbilang cukup singkat dan padat pada box sepatu mereka. Dimana labeling Vans sendiri berisi tentang info produk sepatu yang berada didalam box tersebut kemudian berisi size, dan gambar ilustrasi dari sepatu tersebut dan juga barcode yang digunakan untuk mengecek keaslian dari sepatu Vans tersebut.

Pada labeling Converse ini, biasanya pada box Converse mereka seperti halnya Vans dan Ventela, memberikan barcode, ilustrasi sepatu, ukurang sepatu dan memberikan beberapa detail mengenai sepatu yang berada didalam box tersebut. 

Sepatu Converse memiliki nomor seri pada label di bagian dalam lidah dan setiap sepatu akan mencantumkan nomor ini. Jika Anda memiliki dua nomor yang berbeda maka ada sesuatu yang salah. Nomor ini juga harus ada di kotak tempat mereka masuk. Tempat sepatu dibuat harus dicetak pada label lidah juga.

Kumpulan detail lain yang harus dilihat adalah garis-garis di sepanjang sisi dan penutup jari kaki. Ini bervariasi menurut gaya dan warna sepatu, tetapi harus selalu benar-benar mulus dan lurus. Garis tidak boleh goyah. Toe cap akan terbuat dari karet yang kokoh dan akan benar-benar lurus jika bertemu dengan tali pengikat. Logo di bagian dalam harus jelas dan tidak pudar atau buram. Harus ada juga tanda bintang kecil berujung 6 pada sol karet, tidak terlalu jauh dari logo Converse. Logo di bagian belakang sepatu juga merupakan tempat yang penting untuk mencari petunjuk. Ini harus memiliki kata-kata "Converse" dan "All Star" serta bintang 5 poin yang terisi. Sepatu yang dijual sebagai stok baru tidak boleh memiliki huruf R di dalam lingkaran (simbol hak cipta) di bawah bintang.

Product Quality

Untuk kualitas dari produk Ventela sendiri sudah tidak perlu diragukan karena kualitas produk dari Ventela sudah terbilang cukup bagus untuk produk lokal. Berbahan dasar material Canvas 12oz dan kemudian jahitan disepatu yang rapih dan menggunakan ultralite foam insole, sepatu ventela yang dibandrol dengan harga yang relatif murah bisa dibilang sudah memberikan kualitas yang terbaik untuk kelasnya.

Vans menggunakan bagian atas sepatu mereka, semuanya dibuat dengan kualitas dan daya tahan yang sama. Vans bertujuan untuk menggunakan bahan yang ringan dan nyaman di rasakan serta tetap memberikan struktur pelindung. Mereka adalah sepatu bersol datar jadi jika Anda mencari penyangga lengkungan tanpa perlu sisipan Klasik khas mereka bukanlah cara yang tepat. Mereka juga tidak tersedia dalam lebar lebar jadi jika itu masalah bagi anda, itu sesuatu yang perlu dipertimbangkan.


Namun sepatu Pro Skate mereka sangat nyaman dan ideal tidak hanya untuk Skater meskipun untuk itulah mereka dirancang. Mereka memiliki insole Ultra Cush yang luar biasa. Dan pikirkan tentang ini, mereka dirancang untuk menyerap benturan, karena skater sering melakukan trik yang dapat menyebabkan sol menjadi padat dengan sangat cepat dan tetap rata. Sol Ultra Cush tidak akan kehilangan bantalan dan penyangga tidak peduli seberapa banyak Anda berjalan di atasnya, dan mereka menawarkan penyangga lengkung. Pro Shows juga menawarkan lebih banyak dukungan tumit dan pergelangan kaki dengan tumit yang diperkuat dan kerah yang empuk.

Sepatu Converse pada dasarnya adalah sepatu datar dengan sedikit lengkungan dan tidak ada bantalan di bawah kaki. Bagi mereka yang memiliki kaki yang sangat rata, tidak adanya lengkungan dan bantalan pada sepatu ini membuatnya lebih nyaman dibandingkan kebanyakan sepatu lainnya

Sepatu Converse nyaman untuk dipakai dan juga memberikan dukungan yang cukup untuk berjalan ringan dan luyaman tahan lama. Secara keseluruhan, menurut saya mereka adalah sepatu yang bagus tanpa diragukan lagi.

Pada dasarnya, sepatu converse terasa nyaman hingga solnya mulai aus. Saat itulah menjadi tidak nyaman hingga diganti dengan sol yang baru.

Pada dasarnya sepatu Converse serupa dengan sepatu Vans dan Ventela yang dimana mereka tipe sepatu vulcanized yang dimana metode pembuatan sepatunya .

Ventela dengan harga yang relatif terjangkau tetapi memiliki kualitas yang baik dan bisa menyaingi Vans dan Converse. Tentunya juga Vans dan Converse memiliki keunikan masing-masing yang dimana produk dari mereka berkemungkinan besar pasti sudah diketahui oleh banyak orang dan tentunya brand image dari Vans dan Converse sudah tidak asing lagi bagi seluruh golongan orang.


Kemudian lanjut dengan Chapter Business Ethics and Social Responsibility yang dimana akan dibahas Social Responsibility dari merk Ventela, Vans, dan Converse:


Ventela

Vans

Converse

Social Responsibility

  • Membantu UMKM kecil yang berada di Indonesia untuk bangkit dengan cara membuka reseller-reseller sepatu dari berbagai daerah di Indonesia untuk menjual produk dari Ventela tersebut.
  • Membuka lowongan pekerjaan bagi orang-orang yang dimana di masa pandemic ini susah utuk mencari lowongan pekerjaan dan tentunya mengurangi pengangguran.
  • Ventela membagikan sepatu untuk kalangan orang yang kurang membantu yang dimana itu termasuk social responsibility dari Ventela.
  • Ventela menggaet dropshipper lokal yang dimana itu membantu perekonomian bagi daerah-daerah sekitar dengan cara open dropship dan Ventela sendiri tidak mempunyai toko dan melakukan Kerjasama dengan toko-toko kecil yang tersebar di seluruh Indonesia.
  • Vans membuat sedikit kemajuan untuk planet ini. Merek tersebut menggunakan sedikit bahan ramah lingkungan dalam produknya, dan tampaknya tidak meminimalkan limbah atau kemasan tekstil. Meskipun telah menetapkan target absolut untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari operasi dan rantai pasokannya sendiri, tidak ada bukti bahwa mereka berada di jalur yang tepat untuk memenuhi targetnya.
  • Berdasarkan penelitian dan skor Indeks Transparansi Mode merek sebesar 51-60%, peringkat tenaga kerja Vans juga 'Tidak Cukup Baik'. Yang mengecewakan, tidak ada rantai pasokannya yang disertifikasi oleh standar ketenagakerjaan yang menjamin kesehatan dan keselamatan pekerja, upah layak, atau hak-hak ketenagakerjaan lainnya, yang merupakan dasar dari skor yang baik di sini. Itu mempublikasikan beberapa informasi tentang pemasok dan kebijakan dan audit mereka, serta beberapa informasi tentang kerja paksa, kesetaraan gender, atau kebebasan berserikat. Namun, langkah menuju transparansi ini tidak cukup untuk menutupi kondisi pekerja Vans yang dipertanyakan di seluruh rantai pasokan.
  • Vans masih menggunakan bahan kulit, serta bulu angsa yang diakreditasi oleh Responsible Down Standard. Dinyatakan bahwa sumber wol dari domba non-bagal dan tidak menggunakan bulu, angora, atau kulit atau rambut hewan eksotis lainnya. Ini memiliki kebijakan kesejahteraan hewan formal yang selaras dengan Lima Kebebasan dan melacak beberapa produk hewan ke tahap produksi pertama.
  • Converse, yang dimiliki oleh Nike, telah menetapkan beberapa tujuan lingkungan yang ambisius dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, merek tersebut menggunakan beberapa bahan ramah lingkungan termasuk katun dan poliester organik dan daur ulang. Ini meminimalkan pemotongan di bagian-bagian proses manufaktur dan memiliki strategi pengurangan limbah untuk sebagian besar rantai pasokannya.
  • Perusahaan induk Nike telah menetapkan target Gas Rumah Kaca (GRK) yang ambisius, termasuk Converse, untuk mendapatkan 100% energi terbarukan untuk aset strategisnya. Mereka memperkirakan hal ini akan mengurangi emisi operasionalnya lebih dari 50% pada tahun 2025. Meskipun Nike memimpin dengan target GRKnya, tidak ada bukti bahwa mereka berada di jalur yang tepat untuk memenuhi targetnya. Ini juga tertinggal dalam meminimalkan dampak air meskipun ada perbaikan moderat dalam melacak rantai pasokannya untuk mengidentifikasi apakah beroperasi di cekungan yang mengalami tekanan air.
  • Kami juga menilai kondisi tenaga kerja Converse 'It’s A Start'. Sementara beberapa rantai pasokannya disertifikasi oleh Kode Etik Tempat Kerja FLA, termasuk semua tahap akhir produksi, tulisan kecilnya mengatakan bahwa anggota “harus membayar setidaknya upah minimum atau upah yang sesuai yang berlaku” kepada pekerja mereka. Tetapi upah minimum tidak sama dengan upah hidup, terutama di negara-negara berisiko tinggi di mana merek-merek fashion cepat melakukan outsourcing produksi mereka. Terlebih lagi, kebijakan COVID-19 Converse melindungi pemasok dalam rantai pasokannya dari dampak krisis, tetapi tidak melindungi pekerja.
  • Converse juga menerima skor 51-60% di Fashion Transparency Index: Converse kemungkinan memublikasikan informasi mendetail tentang kebijakan pemasok, audit, dan proses remediasi. Converse menerbitkan daftar terperinci pemasok pada tahap akhir produksi dan beberapa informasi tentang temuan audit pemasok, serta beberapa informasi tentang kerja paksa, kesetaraan gender, atau kebebasan berserikat.
  • Converse menggunakan bahan kulit dan wol, tetapi tidak menggunakan bulu halus, bulu binatang eksotik, bulu hewan eksotik, atau angora. Merek tersebut memiliki pernyataan umum tentang meminimalkan penderitaan hewan tetapi bukan kebijakan kesejahteraan hewan formal. Selain itu, kami tidak menemukan bukti bahwa ia melacak produk hewani apa pun hingga tahap produksi pertama.


CSR adalah konsep yang dapat mengambil banyak bentuk mengikuti perusahaan dan industri tersebut. Melalui CSR, upaya sukarela, bisnis dapat memberi banyak manfaat kepada masyarakat dengan meningkatkan merek mereka. Sama pentingnya dengan CSR bagi masyarakat, tetapi juga bernilai bagi perusahaan. CSR juga dapat membantu menciptakan ikatan yang kuat antara karyawan dengan perusahaannya, dan membantu karyawan beserta memberikan kerjaan dan tentunya merasa lebih terhubung dengan dunia di sekitarnya. Dari hasil tersebut sudah bisa terlihat CSR dari setiap merk sepatu seperti halnya Ventela, Vans dan Converse yang tiap merk memiliki CSR yang berbeda tentunya.

dengan artis-artis papan atas yang dimana tentunya itu akan menggaet para pengikut dari artis tersebut dan tentunya bisa meningkatkan penjualan dari Ventela. Kemudian juga Ventela harus melakukan sebuah terobosan dimana Ventela menciptakan sepatu baru yang berkesan lebih baru dan bentuk modelnya tidak menyerupai sepatu Vans maupun Converse, yang dimana sepatu tersebut memiliki kesan yang fresh dan juga memiliki kesan yang casual agar bisa digunakan sehari-hari. Dan juga untuk memenangkan persaingan dari sepatu-sepatu import, Ventela harus lebih menggemporkan untuk mencintai produk lokal asli Indonesia yang dimana mungkin Ventela bisa melakukan kolaborasi dengan seniman-seniman Indonesia dan juga dengan membawa tema khusus yang berdasarkan negara Indonesia tentunya itu akan meningkatkan nasionalisme dari produk mereka dan pastinya itu akan meningkatkan penjualan dari produk mereka sendiri agar lebih dikenal luas oleh kalangan masyarakat Indonesia dan tentunya membuat konsumen di Indonesia bangga akan memakai sepatu lokal Ventela. 

Tentunya dengan bekerjasama dengan influencer di dalam negeri seperti halnya untuk meningkatkan brand awareness terhadap Ventela sendiri agar lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dan tentunya dari influencer itu sendiri mereka akan menjelaskan tentang betapa bangganya menggunakan produk lokal dan ternyata produk lokal itu tidak seburuk yang orang kira. Dengan mengubah stigma dari masyarakat terhadap produk lokal yang dimana biasanya konsumen berfikir bahwa produk lokal itu memiliki kualitas yang kurang baik padahal aslinya produk buatan lokal tersebut sudah memiliki kualitas yang setara dengan produk impor dan tentunya bisa bersaing. Dan juga solusi terakhir agar merk Ventela bisa bersaing yaitu dengan mereka menerapkan SWOT yang dimana itu berisi Strenght, Weakness, Opportunity, dan Threat agar Ventela mengetahui lebih dalam bagaimana kekuatan mereka dan kelemahan mereka dalam melawan produk dari luar dan beserta menerapkan STP yaitu Segmenting, Targeting, dan Positioning dari produk mereka agar benar-benar produk mereka tersebut dapat berikan ke target yang tepat untuk mereka dan juga pastinya bisa bersaing dengan produk luar.


BEST PRACTICE:

Sumber: Google Images

Ventela harus mengikuti Vans seperti halnyna, alasan utama mengapa Vans terus populer adalah ketersediaannya yang mudah. Siapapun dari laki-laki di jalan sampai artis rekaman besar, Kanye West atau Frank Ocean, bisa mendapatkan pasangan mereka dengan relatif mudah. Sementara untuk beberapa item ini mungkin dilihat sebagai kelemahan, sejarah sepatu yang mendalam berarti kejenuhan ini belum mengurangi - karena ingin kata yang lebih baik - kesejukan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kolaborasi telah menjadi bagian utama dari sejarah Vans. Kolaborasi awal dengan Supreme dan Marc Jacobs membuka jalan bagi banyak orang, lebih banyak lagi. Dalam beberapa tahun terakhir telah ada Marvel Old Skools, Peanuts Old Skools, Disney Old Skools dan masih banyak lagi. Kolaborasi budaya populer ini, yang memang sangat populer, juga diimbangi dengan rilis terbatas yang lebih berfokus pada fashion dan streetwear. Vans bekerja sama dengan pria saat ini Virgil Abloh pada tahun 2017 untuk merilis Off White Old Skool. Demikian pula, Kanye West, Tyler the Creator, Justin Bieber, Odd Future fame, merilis Golf Wang x Vans Old Skool pada tahun 2014.




Artikel ini telah di cek antiplagiarism via website https://www.duplichecker.com/


REFERENSI:

Ferrell, O. C., Hirt, G. A., & Ferrell, L. (2020). Business: A Changing World. Twelfth Edition. New York: McGraw-Hill Education.


ventela.com

vans.com

converse.id

https://www.urbanasia.com/vans-respons-galak-ventela-dan-saba-soal-desain-sepatu-U12593

https://www.kompas.id/baca/riset/2020/02/29/ventela-dan-tantangan-popularitas-sepatu-lokal-di-indonesia/

https://sneakers.co.id/sepatu-ventela-harga-murah-dengan-kualitas-kece/

https://djawanews.com/fashion/ventela-brand-sepatu-lokal-yang-lagi-naik-daun-7894

https://www.urbanasia.com/ventela-sepatu-lokal-bandung-yang-mulai-hits-di-kalangan-milenial-U5995

http://abyadscreenprinting.com/kisah-ventela-sepatu-hits-ala-milenial/

https://money.kompas.com/read/2021/03/12/162555826/produk-sepatu-lokal-bisa-jadi-raja-di-negeri-sendiri

https://cerdikindonesia.pikiran-rakyat.com/gaya/pr-86801403/ini-spesifikasi-sepatu-lokal-ventela-yang-dipakai-jokowi-kira-kira-berapa-harganya

https://kitaberkata.com/ventela-sepatu-lokal/

https://www.the-house.com/portal/vans-history/

https://www.vice.com/id/article/evvkwp/vans-old-skool-sukses-menjadi-sepatu-paling-demokratis-sedunia

https://sneakers.co.id/sepatu-ventela-harga-murah-dengan-kualitas-kece/

https://www.ussfeed.com/sepatu-converse-di-indonesia/

https://medium.com/@tyandrahashley/vans-branding-cultures-tribe-call-it-quest-c53a90ae8ee7

https://celine25quah.wordpress.com/2019/04/22/brand-personality-of-converse/

https://12tomatoes.com/real-versus-fake-converse/

https://goodonyou.eco/how-ethical-is-vans/

https://goodonyou.eco/how-ethical-is-converse/

https://www.paradeworld.com/news/vans-old-skool-a-brief-history/

https://www.gq.com/story/justin-bieber-white-vans-slip-on-shoes

https://sneakernews.com/2016/01/26/kanye-west-continues-to-defy-brand-partnership-by-wearing-vans/


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format