Negara Penghasil Kelapa Terbesar di Dunia Kekurangan Bahan Baku Kelapa untuk Diolah


0

Indonesia merupakan negara produsen kelapa terbesar di dunia. Menurut data yang dipublikasi oleh Food and Agriculture Organizations of the United Nations, dari tahun 1998 hingga tahun 2019, Indonesia konsisten menjadi negara dengan jumlah produksi kelapa terbanyak di dunia (FAOSTAT – Production – Countries By Commodity, n.d.).

Gambar 1 10 Negara Penghasil Kelapa Terbesar di Dunia pada tahun 2019
Sumber: FAOSTAT

Data paling terakhir, yaitu pada tahun 2019, Indonesia memproduksi sebanyak 17.128.595 ton kelapa. Indonesia menungguli Filipina yang berada di posisi kedua dengan jumlah produksi kelapa sebesar 14.765.057 ton. 

Gambar 2 (a) kelapa bulat; (b) desiccated coconuts, (c) minyak hasil ekstraksi kopra; (d) copra
Sumber: (a) www.theguardian.com; (b) www.organiccoconutpalmsugar.com; (c) www.karacoco.co.id; (d) produkkelapa.wordpress.com

Untuk ekspor sendiri, berikut adalah beberapa bagian kelapa yang diekspor oleh Indonesia menurut data dari FAO. Bagian-bagian tersebut adalah kelapa bulat, desiccated coconuts—yaitu kelapa parut kering, dan oil, coconut (copra)—yaitu minyak kelapa yang diekstrak dari kopra, yang merupakan daging kelapa kering.

Gambar 3 10 Negara Eksportir Kelapa Terbesar di Dunia Berdasarkan Kuantitasnya pada tahun 2019
Sumber: FAOSTAT

Gambar 4 10 Negara Eksportir Desiccated Coconuts Terbesar di Dunia Berdasarkan Kuantitasnya pada tahun 2019
Sumber: FAOSTAT

Gambar 5 10 Negara Eksportir Oil, Coconut (Copra) Terbesar di Dunia Berdasarkan Kuantitasnya pada tahun 2019
Sumber: FAOSTAT

Seperti yang terlihat pada grafik-grafik di atas, pada tahun yang sama Indonesia menempati posisi pertama dalam jumlah ekspor kelapa terbanyak di dunia, yaitu sebanyak 586.058 ton kelapa. Sedangkan untuk ekspor desiccated coconuts dan oil, coconut (copra), Indonesia berada di posisi kedua setelah Filipina, dengan jumlah ekspor desiccated coconuts sebanyak 72.928 ton dan oil, coconut (copra) sebanyak 314.312 ton.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik yang kemudian diolah oleh Kementerian Pertanian (n.d.), ada 12 golongan kelapa yang diekspor dari Indonesia pada tahun 2019 dan 2020, yang hamper semuanya dalam bentuk bahan baku. Beberapa di antaranya adalah minyak kelapa mentah, serat kelapa (coir) mentah/sabut kelapa, dan bungkil kelapa.

Namun, walaupun menduduki peringkat pertama dalam jumlah produksi kelapa di dunia, Indonesia malah mengalami kekurangan bahan baku kelapa untuk industri olahan di dalam negeri (Gayati & Yunianto, 2020). Salah satu penyebab hal ini terjadi adalah karena kebijakan ekspor kelapa Indonesia yang malah dinilai merugikan. Pada tahun 2017, Ketua Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia, Rudy Handiwidjaja mengatakan bahwa ekspor kelapa segar tidak dikenakan pajak. Maka, kebanyakan ekspor yang dilakukan bukanlah produk yang memiliki nilai tambah (Rahajeng Kusumo Hastuti, 2019). Fadjry Djufry, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Balitbang Kementan mengatakan bahwa dengan mengekspor kelapa sebagai bahan mentah, nilai tambahnya menjadi lebih kecil. Keadaan ini juga diperburuk dengan adanya praktik ilegal pengeksporan buah kelapa. Sehingga, menurutnya buah kelapa lebih baik diolah oleh industri dalam negeri (Penyebab Industri Kelapa Kekurangan Bahan Baku, 2017). Komoditas kelapa yang terdiri dari air kelapa, tepung, batok, hingga serabut kelapa, akan memiliki nilai yang sangat tinggi jika diolah menjadi barang jadi atau setengah jadi (Gayati & Yunianto, 2020).

Berdasarkan data dari FAO dari tahun 2015-2019, China merupakan negara importir kelapa terbesar di dunia pada tahun 2015, 2016, 2018, dan 2019. Sementara pada tahun 2018, Thailand mengungguli China dengan perbedaan jumlah kuantitas impor kelapa sebanyak 34.287 ton. Sementara itu, untuk golongan desiccated coconut dan oil, coconut (copra), Amerika Serikat menjadi negara importir terbesar di dunia selama 5 tahun berturut-turut (FAO, n.d.).

Tabel 1 Negara-Negara Destinasi Ekspor Kelapa IndonesiaSumber: www.tridge.com

Untuk negara-negara tujuan ekspor kelapa Indonesia, berdasarkan data dari tridge.com, dari tahun 2013 hingga 2019, 3 negara teratas pengimpor kelapa dari Indonesia yang diurutkan berdasarkan total nilai ekspornya dari besar ke kecil adalah Jerman dengan nilai ekspor total sebesar USD 5.123.220 juta. Kemudian, negara yang berada di peringkat kedua adalah Inggris dengan nilai sebesar USD 2.511.340. Yang ketiga adalah Islandia dengan nilai ekspor kelapa Indonesia yang masuk sebesar USD 291.200 (Coconut – Indonesia, n.d.).

Untuk analisis yang lebih mendalam, penulis akan membandingkan pengelolaan kelapa di Indonesia dengan 2 negara lainnya, dengan menggunakan beberapa konsep dari buku Business Foundations: A Changing World oleh Ferrel, et al. (2020). Negara pertama adalah China sebagai negara importir kelapa dengan jumlah terbanyak di dunia. Lalu, negara kedua adalah Jerman yang merupakan negara importir kelapa dari Indonesia dengan nilai terbesar.

1. FHF Bab 8: Managing Operations and Supply Chains

The Transformation Process

Ferrel, et al. (2020) menyatakan bahwa inti dari manajemen operasi adalah proses transformasi di mana input diubah menjadi output. Proses transformasi menggabungkan input dengan cara yang telah ditentukan menggunakan peralatan, prosedur administratif, dan teknologi yang berbeda untuk membuat sebuah produk.

Tabel 2 Analisis Proses Transformasi

Negara

Indonesia

Jerman

  • Memproduksi bahan mentah seperti kelapa bulat dan sabut kelapa, sebagai bahan baku yang langsung diekspor.
  • Mentransformasi bahan mentah dari kelapa menjadi barang setengah jadi, seperti copra dan desiccated coconuts.
  • Sabut kelapa diproses bersama dengan bahan lainnya hingga menjadi barang jadi; yaitu jok mobil, kerajinan, bahan bakar, pupuk organik, briket, dan alat penyaring air.
  • Industri oleokimia, yaitu industri hilir minyak kelapa dikuasai oleh hanya beberapa perusahaan raksasa trans-nasional, salah satunya Henkel dari Jerman.

(Darmono, 2020; Kementerian Pertanian Badan Litang Pertanian, 2005)

Sumber: Olahan Penulis

2. FHF Bab 11: Customer-Driven Marketing

Evolusi dari Konsep Pemasaran: Orientasi terhadap Pasar

Orientasi pasar adalah pendekatan yang mengharuskan organisasi untuk mengumpulkan informasi tentang kebutuhan pelanggan, membagikan informasi tersebut ke seluruh perusahaan, dan menggunakan informasi tersebut untuk membantu membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan (Ferrel, O.C; Hirt, Geoffrey A. ;Ferrel, 2020).

Tabel 3 Analisis Konsep Pemasaran

Negara

Indonesia

Cina

Jerman

Sebagai pengekspor bahan baku, maka Indonesia berfokus untuk melakukan pemasaran Business-to-Business, dikarenakan bahan baku dari Indonesia akan diolah oleh negara lain. Di sini, eksportir melihat tren kebutuhan pelanggan (perusahaan), untuk dapat menentukan jumlah ekspor dan jenis kelapa yang akan diekspor.

Sebagai negara pengimpor kelapa dalam jumlah besar, lalu mengolahnya menjadi barang setengah jadi atau barang jadi, maka Cina lebih berfokus untuk menerapkan strategi pemasaran produknya kepada pelanggan, mulai dari riset pasar, menentukan target pasar, hingga membuat marketing mix.

Metode pemasaran dilakukan menyesuaikan dengan apakah produk akan dijual secara business-to-consumer atau business-to-business.

Industri kopra di Jerman sebagai contoh:

  • Untuk produk siap pakai, pemasaran dilakukan dengan mengubungi para pengecer yang akan mendistribusikan kepada konsumen.
  • Untuk produk grosir, metode pemasaran dilakukan secara business-to-business.

(Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, 2013)

Sumber: Olahan Penulis

3. FHF Bab 3: Business in a Borderless World

Perdagangan Antarnegara & Kegiatan Ekspor-Impor

Untuk mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan dan dana untuk membayar barang dan jasa tersebut, negara-negara berdagang dengan melakukan ekspor dan impor.Ekspor adalah penjualan barang dan jasa ke pasar luar negeri, sedangkan impor adalah sebaliknya. Sebuah bisnis dapat terlibat daam kegiatan ekspor saat produk tertentu dibutuhkan di luar negeri. Produk ekspor umumnya memiliki potensi pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi di negara yang memiliki permintaan atas produk tersebut (Ferrel, O.C; Hirt, Geoffrey A. ;Ferrel, 2020).

Tabel 4 Analisis Ekspor-Impor

Negara

Indonesia

Cina

Jerman

Sebagai negara yang dapat memproduksi kelapa dalam jumlah besar, bahkan terbesar di dunia, maka ini membuka kesempatan Indonesia untuk melakukan ekspor kelapa ke negara-negara yang memiliki permintaan terhadap kelapa. Namun, dengan kebijakan ekspor Indonesia yang mana untuk ekspor kelapa bulat masih tidak dikenakan tarif, maka Indonesia banyak mengekspor komoditas kelapa dalam bentuk bahan baku.

Karena kebutuhannya, Cina berani membeli kelapa Indonesia dengan harga yang lebih tinggi jika diekspor ke negara tersebut. Ini menyebabkan petani memilih untuk menjual kelapa kepada Cina daripada dalam negeri (Permintaan Kelapa asal Kalbar dari China Terus Meningkat, 2021). Selain itu, China juga memiliki kebutuhan terhadap serabut kelapa dan kelapa parut.

Pasar Jerman meminati produk turunan kelapa yang bisa dijadikan bahan makanan masyarakat, baik itu untuk roti, kue, dan makanan lainnya (WBP, 2015). Permintaan lainnya adalah sabut kelapa yang merupakan permintaan dari Mercedes-Benz untuk bahan baku jok mobil (Redaksi Tanjungpinang Pos, 2019).

Sumber: Olahan Penulis

Solusi untuk Menambah Nilai Kelapa di Indonesia

Untuk menjadikan kelapa sebagai komoditas bernilai tinggi, maka penulis menyarankan agar Indonesia tidak terlalu banyak mengekspor bahan baku kelapa secara mentah, karena kelapa segar dalam batok memiliki nilai jual yang sangat rendah dan mengakibatkan industri olahan di dalam negeri kekurangan bahan baku kelapa. Maka, penulis menyarankan untuk hilirisasi kelapa—kelapa diolah terlebih dahulu di dalam negeri menjadi berbagai macam produk bernilai jual tinggi.

Saran untuk Pemerintah

Pemerintah sebaiknya segera mengeluarkan regulasi terhadap kebijakan ekspor kelapa, di mana diberlakukannya pembatasan ekspor bahan mentah kelapa.

Best Practices

Ada beberapa praktik yang bisa dicontoh oleh Indonesia. Yang pertama adalah diversifikasi produk kelapa—tidak terlalu didominasi oleh segelintir jenis produk saja. Seperti yang dilakukan oleh Filipina, di mana dari total ekspor produk kelapa Filipina sebesar USD 920 juta, sekitar 49% diantaranya adalah berupa produk bukan Crude Coconut Oil (CCO), melainkan diversifikasi dengan mengolah kelapa menjadi berbagai produk pangan dan non pangan (Kementerian Pertanian Badan Litang Pertanian, 2005). Yang kedua, sudah dibuktikan bahwa produk turunan kelapa memberikan kontribusi nilai ekspor yang lebih besar jika dibandingkan dengan ekspor buah kelapa utuh, seperti data dari BPS tahun 2017 yang menunjukkan bahwa nilai ekspor buah kelapa sebesar USD 121,9 juta, sedangkan nilai ekspor produk turunan kelapa mencapai USD 1,2 miliar yang terdiri dari coco fibre, kopra, desiccated coconuts, krim kelapa, batok kelapa, arang,dan coconut activate carbon (Aivanni, 2019). Ini dapat dijadikan pedoman bagi Indonesia untuk mengekspor lebih banyak lagi produk turunan kelapa, atau bahkan barang jadi, dibandingkan dengan kelapa utuh sebagai bahan mentah.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, hilirisasi kelapa sangat siperlukan, karena jika kelapa lebih banyak diolah di dalam negeri untuk menjadi barang jadi maupun setengah jadi, ini akan berdampak positif untuk Indonesia dibandingkan dengan mengekspor hanya bahan mentahnya dalam jumlah besar. Karena, kelapa adalah tanaman perkebunan yang sebagian besarnya merupakan perkebunan rakyat. Kelapa memiliki nilai sosial, ekonomi, budaaya, serta berperan strategis dalam mengingkatkan pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja, juga sumber devisa negara (Merdeka, 2018). Maka, meningkatnya nilai tambah kelapa akan membantu meningkatkan pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja, juga menambah devisa negara.

Video:

Oleh: Nadya Shafirah (NIU: 472082)

Artikel ini sudah melalui proses pengecekan anti-plagiarisme di www.duplichecker.com 

Referensi:

Aivanni, N. (2019). Kemenperin Genjot Hilirisasi Komoditas Kelapa. https://mediaindonesia.com/ekonomi/230574/kemenperin-genjot-hilirisasi-komoditas-kelapa

Coconut – Indonesia. (n.d.). Tridge. https://www.tridge.com/intelligences/coconut/ID/production

Coconut Crude Oil / Natural Oil (CNO). (n.d.). http://www.karacoco.co.id/product/coconut-crude-natural-p567544.aspx

Darmono, L. A. (2020). Lagi, Produk “Terbuang” Ini (Sabut Kelapa) Laku Diekspor Ke China Dan Jerman. https://www.suarakarya.id/detail/110439/Lagi-Produk-Terbuang-Ini-Sabut-Kelapa-Laku-Diekspor-Ke-China-Dan-Jerman

FAO. (n.d.). FAOSTAT – Imports – Countries by Commodity. http://www.fao.org/faostat/en/#rankings/countries_by_commodity_imports

FAOSTAT – Production – Countries By Commodity. (n.d.). FAO.

Ferrel, O.C; Hirt, Geoffrey A. ;Ferrel, L. (2020). BUSINESS FOUNDATIONS: A CHANGING WORLD (12th ed.). McGraw-Hill Education.

Fleming, A. (2017). High-fat oil and low-paid farmers: the cost of our coconut craze. The Guardian. https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2017/jul/12/high-fat-oil-and-low-paid-farmers-the-cost-of-our-coconut-craze

Gayati, M. D., & Yunianto, F. (2020). Kekurangan bahan baku, DPR minta Kementan atur larangan ekspor kelapa. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/1843576/kekurangan-bahan-baku-dpr-minta-kementan-atur-larangan-ekspor-kelapa
Harga dan Negara Tujuan Ekspor Kopra Indonesia. (2021). https://www.youtube.com/watch?v=FeRw0p6zoLs

How is coconut oil made and what is copra? (n.d.). https://www.amanprana.eu/en/how-is-coconut-oil-made-and-what-is-copra/

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. (2013). Market Brief Kopra dan Olahannya di Jerman. http://djpen.kemendag.go.id/app_frontend/admin/docs/researchcorner/8231374752452.pdf

Kementerian Pertanian Badan Litang Pertanian. (2005). Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Kelapa. https://www.litbang.pertanian.go.id/special/publikasi/doc_perkebunan/kelapa/kelapa-bagian-b.pdf

Kementerian Pertanian, & Badan Pusat Statistik. (n.d.). Ekspor Komoditi Pertanian Berdasarkan Komoditi Per Kode HS Per Negara Tujuan – Subsektor: Perkebunan. http://database.pertanian.go.id/eksim2012/hasilEksporKomhsngr.php

Merdeka. (2018). Ekspor Kelapa Indonesia Jadi Andalan Perkebunan Rakyat. Merdeka.Com. https://www.merdeka.com/uang/ekspor-kelapa-indonesia-jadi-andalan-perkebunan-rakyat.html

Organic Desiccated Coconut. (n.d.). http://organiccoconutpalmsugar.com/organic-desiccated-coconut/

Penyebab Industri Kelapa Kekurangan Bahan Baku. (2017). Media Perkebunan. https://mediaperkebunan.id/penyebab-industri-kelapa-kekurangan-bahan-baku/

Permintaan Kelapa asal Kalbar dari China Terus Meningkat. (2021). Pro Kalbar. https://kalbar.prokal.co/read/news/4307-permintaan-kelapa-asal-kalbar-dari-china-terus-meningkat.html
Potensi Ekspor Serabut Kelapa. (2020). https://www.youtube.com/watch?v=GCeKeNM88lo

Rahajeng Kusumo Hastuti. (2019). Ironi! Industri Kurang Bahan Baku, Kelapa Malah Diekspor. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20191014180021-4-106919/ironi-industri-kurang-bahan-baku-kelapa-malah-diekspor

Redaksi Tanjungpinang Pos. (2019). Ekspor Sabut Kelapa ke Jerman. http://tanjungpinangpos.id/ekspor-sabut-kelapa-ke-jerman/

WBP. (2015). Jerman Tujuan Ekspor Potensial Kelapa Sulut. https://www.beritasatu.com/ekonomi/294573/jerman-tujuan-ekspor-potensial-kelapa-sulut


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format