BISNIS “AIRLINE CATERING” DI TENGAH HEMPASAN PANDEMI COVID-19

Penurunan jumlah penumpang di tahun 2020 akibat pandemi covid 19 sangat memukul kinerja PT Aerofood


0

Tentang PT Aerofood ACS

PT Aerofood Indonesia merupakan anak perusahaan dari Aerowisata Group yang juga bagian dari Garuda Indonesia Group, di mana perusahaan ini dibentuk khusus bergerak di bidang bisnis sebagai penyedia “Airline Catering” yang melayani hampir semua airlines baik domestik ataupun international airlines.

Jejak pendirian PT Aerofood Indonesia dimulai pada tahun 1974, di mana bisnis ini dioperasikan dengan nama PT Aero Garuda Dairy Farm yang bekerjasama dengan perusahaan yang bergerak pada bidang peternakan sapi perah yang berbasis di Hong Kong. Kemudian bisnis berubah nama menjadi PT Angkasa Citra Sarana Catering Service. Dan pada tahun 1991, dioperasikan dengan merek ACS (Aerowisata Catering Services).

Guna lebih mendorong kemajuan bisnisnya dari sisi branding, pada tahun 2010 Aerowisata Group sebagai perusahaan induk meluncurkan logo merek baru untuk memperkuat citra perusahaan dan anak perusahaannya. Pada tahun yang sama, PT Aerowisata Catering Services mengubah namanya menjadi PT Aerofood Indonesia dengan Aerofood ACS sebagai merek dagang. Logo merek baru ini memang menunjukkan komitmen yang lebih kuat yang menghembuskan semangat yang lebih tinggi untuk menggerakkan Aerofood ACS yang berbasis di Jakarta untuk melebarkan sayapnya lebih lebar

Dengan berbekal pengalaman selama 40 tahun sebagai penyedia Airline Catering, PT Aerofood mendapatkan banyak pengakuan secara internasional dan tetap mempertahankan reputasinya dalam memberikan layanan premiumnya, seperti pengakuan dari Frost & Sullivan. Dari sisi pengembangan cabangnya, PT Aerofood ACS telah mengoperasikan cabangnya di Jakarta, Denpasar, Surabaya, Medan, Balikpapan, Yogyakarta, Bandung dan Lombok serta Pekanbaru.

Saat ini, Aerofood ACS mempekerjakan lebih dari 6.000 profesional dan dianggap sebagai market leader di bidangnya, dengan melayani lebih dari 40 maskapai komersial internasional dan domestik, serta layanan katering ke lebih dari 20 perusahaan pita biru di seluruh Indonesia. 

Untuk tahun-tahun mendatang, Aerofood ACS telah menetapkan rencana untuk terus meningkatkan keunggulan layanan dengan cara secara proaktif mencari lebih banyak peluang bisnis dan mengembangkan pendekatan yang lebih inovatif untuk tetap berada di depan tuntutan dan harapan pasar

Tantangan kelangsungan bisnis di masa Pandemi Covid 19

Pandemi Covid 19 merupakan pukulan yang terberat bagi banyak industri, terutama adalah industri penerbangan dan industri serta bisnis yang terkait dengan layanan penerbangan. Hal ini didorong oleh upaya pencegahan penyebaran Covid 19 semakin meluas, dimana pergerakan orang dan barang menjadi penting untuk dikendalikan. 

Oleh karenanya, kini suasana penerbangan menjadi berbeda sejak virus Covid-19 menyerang, sangat sedikit masyarakat yang mau terbang. Mereka memilih untuk menunda jadwal penerbangannya demi alasan kesehatan yang memang di sisi yang lain, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Kementrian Kesehatan telah mengeluarkan berbagai aturan yang sangat ketat dalam penyelenggaraan jasa penerbangan juga pelaku perjalanan, baik domestik maupun internasional. Beberapa contoh peraturan yang dikeluarkan : 

  • Peraturan Menteri Perhubungan no. PM 18 Tahun 2020, Tentang Pengendalian transportasi dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)
  • Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)

Sumber : https://covid19.go.id/p/regulasi/peraturan-menteri-kesehatan-republik-indonesia

Sebagai dampaknya, tahun 2020 terjadi penurunan jumlah pengguna perjalanan melalui udara yang sangat signifikan bila dibandingkan dengan tahun 2019, seperti terlihat dari jumlah pergerakan penumpang di 5 bandara terbesar di Indonesia :

Sedangkan dari rute perjalanannya, terlihat sekali dampak dari penerapan aturan atau pengetatan perjalanan baik oleh pemerintah Indonesia maupun oleh negara tujuan.


Seiring dengan penurunan jumlah pengguna jasa angkutan udara yang sangat signifikan, tentunya juga berdampak pada industri jasa boga penerbangan. Perusahaan jasa boga penerbangan biasanya aktif memasok makanan kepada maskapai untuk memenuhi kebutuhan penumpang. Kini sepi penumpang, berarti pasokan makanan turut berkurang atau bahkan hilang karena tuntutan protokol kesehatan. 

Penurunan jumlah penumpang di tahun 2020 akibat pandemi covid 19 yang lebih dari 70% dibandingkan dengan tahun 2019, tentunya sangat memukul kinerja PT Aerofood sebagai market leader.  

Sebagai perbandingan, sebelum pandemi, fasilitas produksi makanan yang berada di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, dapat menyiapkan sebanyak 35.000 porsi setiap hari bagi penumpang penerbangan baik domestik dan internasional. Namun dalam kondisi saat ini, jumlah penumpang yang melakukan penerbangan dari bandara tersebut hanya sekitar 5.000 penumpang per hari.

Melihat kondisi bisnis penumpang yang sulit dan resesi ekonomi yang terjadi di berbagai belahan dunia, tentunya ekosistem bisnis penerbangan, menjadi sebuah tantangan terbesar bagi PT Aerofood, bagaimana untuk bisa tetap bertahan dalam menjalankan bisnis dibidang jasa boga yg saat ini terfokus pada industri penerbangan. Menjadi sebuah keharusan bagi business manager PT Aerofood untuk sesegera mungkin mengantisipasi dan mengambil keputusan bisnis ataupun membuat terobosan baru.

Analytical Thinking dan Problem Solving

Sebagai perusahaan yang sudah memiliki fasilitas penunjang serta resources yang sangat memadai dan jaringan pemasaran yang sangat luas serta reputasi akan kualitas dan higinitas yang tinggi, memungkinkan PT Aerofood memiliki opsi pengembangan atau terobosan baru seperti :

  • Pengembangan target market di luar penerbangan, dengan menyasar jasa boga untuk korporasi dan juga retail dengan memperbanyak menu baru yang bisa dinikmati dan harga yang terjangkau oleh market diluar airlines.

Indonesia merupakan pasar besar dalam ekonomi digital di bidang pesan-antar makanan secara retail dan menggunakan platform daring. Peluang ini terbuka lebar untuk PT Aerofood, karena sudah memiliki cabang di kota-kota besar di Indonesia yang merupakan market terbesar untuk bisnis ini.

Hal ini terlihat dari nilai Gross Merchandise Value (GMV) sebesar US$ 3,7 miliar pada 2020, tertinggi di Asia Tenggara. GMV adalah total nilai penjualan seluruh barang selama kurun waktu tertentu.

Posisi GMV Indonesia jauh diatas negara lainnya yaitu Thailand dan Singapura dengan masing-masing senilai US$ 2,8 miliar dan US$ 2,4 miliar. Selanjutnya adalah Filipina (US$ 1,2 miliar), Malaysia (US$ 1,1 miliar), dan Vietnam (US$ 700 juta). 


Jika dijumlahkan, nilai GMV layanan pesan-antar makanan daring di Asia Tenggara sebesar US$ 11,9 miliar pada 2020. Angka ini naik hingga 183% dari tahun sebelumnya (year on year), merupakan kenaikan yang sangat besar hanya dalam periode 1 tahun. 

Sumber : https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/01/22/indonesia-pasar-terbesar-layanan-pesan-antar-makanan-daring-di-asia-tenggara

  • Penggunaan teknologi informasi dengan membesarkan layanan e-commerce ataupun jalur social media yang memungkinkan pemasaran yang lebih luas serta pemesanan secara langsung dan mudah


  • Melebarkan distribusi melalui kerja sama dengan restaurant-restaurant atau perhotelan yang setara dari sisi branding. 
  • Menguatkan pemasaran retail melalui pengantaran secara langsung, melalui bekerjasama dengan Gojek atau Grab atau platform online lainnya.

Dari data yang diperoleh, perusahan pengantaran berbasis daring yang memiliki Gross Merchandise Value (GMV) tertinggi di sector e-commerce di Asia Tenggara adalah di dominasi oleh Grab sebesar US$ 5,9 miliar, Food pada US$ 2,52 miliar, dan Gojek US$ 2 miliar.

Saat ini tercatat, proporsi penjualan retail masih belum signifikan atau baru mencapai rata-rata 3,5 persen dari total pendapatan perusahaan. Namun dari sektor ini, perusahaan bisa mengantongi rata rata Rp2 miliar per bulan dan permintaan tinggi terjadi pada periode perayaan hari libur dan hari besar. Dia menargetkan penjualannya bisa mencapai Rp25 miliar pada akhir tahun.

Beberapa langkah seperti pelatihan table manner, open house pengunjung sekaligus menjajakan penjualan makanan retail yang sudah dilakukan oleh PT Aerofood pada masa pandemi ini

Pembentukan divisi atau tim baru untuk menunjang pengembangan atau terobosan

Perusahaan harus menyesuaikan struktur organisasi dengan membentuk divisi atau tim baru untuk menunjang opsi pengembangan atau terobosan yang telah dijelaskan di atas. Berikut adalah proposal atau rencana pengembangan struktur organisasi yang dibutuhkan agar perusahaan dapat mengembangkan lini bisnis barunya:


Divisi pengembangan bisnis dan digital platform

Untuk menunjang pengembangan lini bisnis baru, perusahaan harus membentuk divisi pengembangan bisnis dan digital platform yang dikepalai seorang direktur. Direktur ini akan bertanggung jawab untuk aktivitas digital marketing, customer relations dan inovasi dan pengembangan menu masakan yang mana akan dikepalai seorang Kadiv (Kepala Divisi).  Berikut adalah job profile untuk masing-masing fungsi:


Direktur Pengembangan Bisnis dan Digital Platform:

o   Bertanggung jawab atas pengembangan bisnis perusahaan baik secara offline maupun online

o   Mengembangkan, mengkoordinasi dan mengimplementasikan rencana bisnis atau roadmap business plan perusahaan 

o   Mampu mengidentifikasi kesempatan atau peluang baru dalam pengembangan bisnis 

o   Membangun hubungan yang solid dengan customers, vendors dan distributor dan dengan divisi operasional

o   Bertanggung jawab atas aktivitas digital strategic marketing dan brand positioning bagi perusahaan 

o   Bertanggung jawab atas inovasi dan pengembangan menu masakan baru yang sesuai dengan kebutuhan dan selera konsumen


Kadiv digital marketer dan online sales:

o   Bertanggung jawab dalam mendesain dan mengawasi semua aspek yang berhubungan dengan aktivitas marketing perusahaan baik secara offline maupun online

o   Mengembangkan platform untuk marketing dan penjualan secara online seperti via Instagram, Gojek, Grab, dll

o   Menyiapkan dan mengimplementasikan strategi marketing 

o   Mengembangkan dan memonitor budget marketing perusahaan

o   Bertanggung jawab atas platform social media perusahaan

o   Menyiapkan laporan kinerja aktivitas marketing perusahaan secara berkala

o   Berkoordinasi dengan tim operasional untuk penjualan via online platform


Kadiv customers relations:

o   Bertangguna jawab dalam mendesain dan mengawasi semua aspek yang berhubungan dengan aktivitas penjualan secara offline seperti restoran, hotel, perkantoran, events, dll

o   Menjaga hubungan baik dengan existing pelanggan perusahan termasuk memfollow up pelanggan yang sudah lama tidak kontak dengan perusahaan via telepon/email, menangani customer complaints apabila ada, dll

o   Membangun dan mengembangkan jaringan dengan calon pelanggan baru untuk perusahaan seperti restoran, hotel, perkantoran, events, dll

o   Mempresentasikan profil perusahaan dalam acara seminar atau events mewakili perusahaan

o   Negosiasi kontrak dengan potential customers

o   Menyiapkan laporan secara berkala berupa kinerja penjualan secara offline, customer complaints, customer baru, dll


Kadiv inovasi dan pengembangan menu masakan baru:

o   Bertanggung jawab dalam mengidentifikasi dan mengembangkan menu masakan baru yang sesuai dengan selera konsumen 

o   Bertanggung jawab dalam menyiapkan formula, resep dan bahan baku yang dibutuhkan untuk menyiapkan dan mengembangkan menu baru tersebut

o   Menyiapkan analisa biaya-biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan menyajikan menu makanan baru tersebut

o   Bertanggung jawab untuk penyajian masakan yang menarik dan menggunggah selera pelanggan

o   Bekerja sama dengan tim operasional terutama divisi catering dan logistik untuk pembuatan dan pengiriman menu masakan baru tersebut kepada pelanggan

o   Menyiapkan laporan secara berkala berupa rencana pipeline menu masakan baru yang akan dikembangkan termasuk formula, resep dan bahan baku; analisa biaya-biaya yang dibutuhkan, dll

Divisi logistik

Divisi logistik perusahaan harus mengalami penyesuaian untuk dapat menunjang pengembangan bisnis baru. Divisi logistic perusahaan harus diperkuat sehingga dapat menunjang penjualan secara offline maupun online.  Oleh karenanya Kadiv logistik harus didukung oleh Kabag logistik online sales dan Kabag logistik offline sales. Berikut adalah job profile untuk 2 fungsi tersebut:

  • Kabag logistik online sales:

o   Mensupervisi proses logistik online sales secara keseluruhan

o   Merencanakan dan memonitor proses mulai dari pesanan masuk sampai pengiriman pesanan makanan 

o   Berkoordinasi dengan tim catering untuk penyiapan makanan secara tepat waktu

o   Menyiapkan laporan secara berkala berupa laporan pengiriman, turnover rate, rasio keterlambatan pengiriman, dll

  • Kabag logistik offline sales:

o   Mensupervisi proses logistik offline sales secara keseluruhan

o   Merencanakan dan memonitor proses pengiriman makanan

o   Berkoordinasi dengan tim catering untuk penyiapan makanan secara tepat waktu

o   Menyiapkan laporan secara berkala berupa laporan pengiriman, turnover rate, rasio keterlambatan pengiriman, dll

Dengan dibuatnya beberapa divisi baru, perlu adanya pertimbangan seperti apa kompetensi yang dimiliki oleh personil dari divisi existing yang sudah berjalan. Apakah kompetensi personil yang ada sudah mencukupi untuk mengisi divisi yang baru, tentunya tidak mungkin merekruit karyawan baru dari luar.Perlu adanya pelatihan atau on the job training untuk personil yang ada untuk dilakukan transfer ke divisi yang baru, paling tidak hingga pandemi COVID-19 selesai. Namun tidak menutup kemungkinan divisi baru ini akan sebagai reformasi ke depan dari struktur organisasi PT Aerofood, sehingga perusahaan dapat growth dan berkembang.


Selain menggarap topline bisnisnya, kiranya pengendalian biaya yang optimal juga harus menjadi prioritas untuk dilakukan oleh menjadi kunci untuk kelangsungan perusahaan, seperti halnya :

  • Human Capital cost, pengendalian biaya dari sisi pekerja yang mencapai 6.000 pekerja akan sangat menyumbang pengendalian biaya yang signifikan bagi perusahaan, baik itu rasionalisasi terhadap tingkat produktivitas yang ditetapkan atau mungkin dialokasikan ke perusahaan dalam group, bahkan bisa disalurkan melalui perusahaan pengelola tenaga kerja yang didasarkan perjanjian kerja dan status kepegawaian yang jelas serta mengikat.

Dalam hal penyaluran atau pengalokasian, bisa menggunakan GDPS yang juga merupakan anak perusahaan Garuda group.   

  • Procuring input cost, mengoptimalkan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan input atas produksi, dimana disesuaikan dengan sifat dan tingkat kebutuhan untuk produksi. Hal ini bisa dilakukan dengan metode Spot Exchange apabila sifat input yang dibutuhkan adalah simple dan mudah tersedia di pasaran. Bisa juga dengan metode kontrak yang akan bisa lebih memberikan kepastian atas kualitas, harga serta spesifikasi yang dibutuhkan. 

Tidak menutup kemungkinan pengadaan dilakukan dengan vertical integration atau pengembangan kemampuan internal perusahaan dalam membuat produk yang dibutuhkan.

Mengoptimalkan dukungan teknologi dalam pengadaan melalui e-procurement yang sudah dimiliki PT. Aerofood Indonesia. Dimana akan memberikan kemudahan kepada Rekanan dan Calon Penyedia Barang/Jasa untuk berkomunikasi dan memberikan dukungan pengadaan kepada PT. Aerofood Indonesia untuk dapat mempercepat proses pengadaan, meningkatkan efisiensi operasional dari sisi biaya dan waktu, serta memastikan transparansi proses pengadaan untuk mewujudkan Good Corporate Governance.

Referensi

  • http://aerowisatafood.com/en/home/
  • https://covid19.go.id/p/regulasi/peraturan-menteri-kesehatan-republik-indonesia
  • https://insight.kontan.co.id/news/sebesar-ini-penurunan-jumlah-penumpang-pesawat-udara-sepanjang-2020
  • https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/02/02/penumpang-pesawat-domestik-cuma-324-juta-orang-sepanjang-2020
  • https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/01/22/indonesia-pasar-terbesar-layanan-pesan-antar-makanan-daring-di-asia-tenggara
  • https://covid19.go.id/p/regulasi/peraturan-menteri-kesehatan-republik-indonesia
  • Ferrell, O.C., Hirt, G. and Ferrell, L. (2020). Business: A Changing World. 12th Edition, McGraw-Hill, New York.
  • Jones, G.R., and George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York.

Tugas BNM – Sesi 5

Disusun oleh :  kelompok No Monkey Business

  1. Heru Susilo                       ( 42 P 20066 )
  2. Stephanie Tanggara        ( 42 P 20079 )
  3. Vincent  Cahya Saputra  ( 42 P 20081 )

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Vincent

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format