Disneyland : Membawa taman hiburan ke rumah konsumen di saat pandemi

Bagaimana sebaiknya Disneyland mencari solusi sepinya bisnis selama pandemi dan menghindari pemutusan hubungan kerja karyawannya


0

Sejak virus Covid-19 merajalela hampir semua negara mengalami dampak dari pandemi ini. Begitu banyak sektor bisnis terdampak pandemi Covid-19 ini hingga memposisikan perusahaan kepada sebuah keputusan yang besar, bertahan namun melakukan efisiensi dengan berbagai cara atau langsung menyerah begitu saja dengan krisis saat ini. Sektor Pariwisata diberbagai negara lah menjadi salah satu sektor yang merasakan pertama kalinya dampak dari pandemi ini. Hal ini diakibatkan oleh penutupan masing-masing negara untuk melakukan pencegahan penularan virus ini. Disneyland salah satu sektor bisnis yang sangat merasakan dampak dari Covid-19 ini. 

Disneyland merupakan perusahaan taman hiburan yang sangat terdampak pandemi Covid-19. Disneyland and California Adventure di Anaheim, dan Disneyland Paris Resort adalah sebagian dari Disneyland yang ditutup serentak pada 14 Maret ketika pandemi COVID-19 memburuk. Penutupan negara berdampak pada penurunan aktivitas pariwisata yang merupakan sumber penghasilan dari negara ini. Sebelumnya Disneyland menyebut mengalami kerugian US$ 4,7 miliar atau setara Rp 69,9 triliun (asumsi Rp 14.879/US$) pada kuartal terakhir, hal inilah yang menjadi dasar perusahaan memutuskan pemangkasan karyawan yang sangat signifikan yaitu sebanyak 32 ribu karyawan dipecat.

Disneyland mendapat kecaman karena perusahaan memutuskan untuk memberhentikan karyawannya yang kebanyakan pada divisi taman hiburan. Disneyland memilih memangkas karyawannya secara besar-besaran untuk tetap dapat bertahan pada masa krirs ini, padahal disatu sisi Disneyland tetap menjamin membayarkan asuransi kesehatan full para karyawannya yang masih berkerja dan tetap menanggung dukungan biaya pendidikan untuk para karyawan tertanggung. Namun demikian Disneyland menjamin akan mempekerjakan kembali jika keadaaan sudah kembali membaik. Perusahaan juga tetap mengeluarkan kompensasi dan gaji yang tidak masuk akal kepada para investor dan para petinggi perusahaan. Ditengah kondisi perusahaan seperti ini jelas terlihat perusahaan mengorbankan sebagian besar karyawannya untuk tetap mempertahankan bisnisnya ditengah pandemi dan tetap lebih mementingkan para investor dan petinggi perusahaannya. 

Perusahaan bisa saja tetap mempertahankan karyawannya dengan menciptakan sebuah divisi yang baru untuk menggantikan divisi taman hiburan seperti dengan menciptakan divisi baru yaitu Virtual Development Division. Para karyawan dapat dialihkan untuk menciptakan sebuah program entry virtual dimana mengajak para pengunjung setia Disneyland masih bisa tetap merasakan berada secara virtual di taman hiburan tersebut. Divisi baru ini bisa terdiri dari berbagai bidang/sub divisi seperti developing virtual program dan produksi program. Adanya divisi baru ini dapat membantu perusahaan untuk tetap dapat memaksimalkan kinerja para karyawannya ketika sebuah divisi secara spesifik terdampak pandemi ini. Tidak hanya itu, divisi baru ini juga dapat menunjukan perusahaan ingin tetap memenuhi kebutuhan para pengunjung setianya dan juga untuk menarget ke pengunjung baru yang selama ini masih memiliki keterbatasan biaya untuk datang langsung ke Disneyland.

Berbeda dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) yang terus berusaha mempertahankan para karyawannya ditengah pandemi Covid-19 ini. Ancol menyadari Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu investasi yang penting bagi perusahaan, sehingga Ancol melakukan berbagai efisiensi agar tetap mempertahankan jumlah karyawannya dan tidak melakukan PHK. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) melakukan pemotongan gaji direksi dan komisaris dan memastikan bahwa tidak akan ada penerimaan karyawan baru selama masa krisis ini. Beberapa proyek startegis untuk pengembangan bisnis pun dihentikan serta rencana renovasi-renovasi wahana. Hal terpenting bagi perusahaan ialah mempertahankan para karyawannya dan perawatan wahana serta hewan. Hal ini seharusnya dapat dicontoh oleh Disneyland sebagai langkah-langkah strategis efisiensi di tengah krisis untuk tetap mempertahankan para karyawannya yang merupakan aset penting bagi perusahaan.

Alternatif lainnya yang dapat dijalankan oleh Disneyland selaku perusahaan kelas dunia adalah berfokus pada pengembangan ke arah digitalisasi. Dimana aplikasi dan jaringan nirkabel telah terbukti menjadi solusi untuk keterbatasan aktivitas fisik saat ini. Sebut saja Netflix, Youtube, Zoom dan banyak perusahaan – perusahaan lainnya yang berfokus pada pengembangan layanan berbasis aplikasi yang tumbuh sangat pesat bahkan lebih dibandingkan sebelumnya. Berdasarkan data yang dikutip dari statista, pendapatan Zoom tumbuh signifikan dan diproyeksikan akan tumbuh lebih dari 6 kali sepanjang 2019 -2021. 

Bercermin dari performa perusahaan digital, momen inilah yang harus dimanfaatkan oleh Disneyland. Kondisi terkini Disney telah melakukan pengembangan di area digital dengan meluncurkan aplikasi tayangan film berbayar yaitu Disney hotstar plus, yang digunakan oleh disney untuk mendistribusikan film – film berkualitas khas disney. Namun, kondisi saat ini pasar konsumen yang terdiri dari berbagai segmen mulai dari anak hingga dewasa sangat – sangat membutuhkan produk hiburan yang sangat – sangat terbatas dikala pandemi. Pasar Menunggu inovasi yang menghidupkan mimpi seperti yang selama ini dihidupkan oleh Disney di Disneyland. Satu aksi inovasi yang dapat dilakukan oleh Disneyland adalah pengembangan teknologi VR dan AR. Teknologi yang menjadi fokus pengembangan dari SONY, perusahaan asal jepang yang berfokus pada hiburan rumahan. 

WHY VR dan AR? 

Ditengah keterbatasan yang terjadi, dimana seluruh orang didunia memilih untuk diam dirumah, namun hiburan adalah sesuatu yang  dibutuhkan oleh semua konsumen baik anak maupun dewasa. Faktanya pembelian gadget dan perangkat SONY dengan kategori permainan dilakukan mayoritas oleh orang dewasa. Permintaan Perangkat tersebut cukup tinggi ditengah pandemi, untuk membawa hiburan ke tengah keterbatasan aktivitas. 

Disneyland bisa memanfaatkan teknologi tersebut dengan pengembangan teknologi di internal perusahaan, maupun berkolaborasi dengan perusahaan pengembang seperti SONY, dengan memanfaatkan brand kuat dari Disneyland. Menghadirkan dunia digital baru, DISNEYLAND in Virtual World. Reverse business model dari yang biasa dilakukan Disneyland, dimana biasanya konsumen datang ke Disneyland untuk menghidupkan imajinasi mereka, saat ini Disneyland menghidupkan dunia virtual kepada konsumen. Untuk membentuk new business model ini disney membutuhkan persiapan yang sangat matang untuk memastikan produk yang dipasok kepada konsumen telah siap digunakan dengan layak, ini dilakukan untuk menjaga nama baik Disneyland yang dikenal dengan kesempurnaan untuk detail. Setidaknya ada 3 area pengembangan yang dibutuhkan oleh perusahaan, yaitu Divisi marketing, Divisi pengembangan jaringan dan dunia virtual, dan divisi pengembangan teknologi. Dimana peranan dari ketiga divisi akan saling berkaitan dan ketergantungan. 

Pertama, Divisi Marketing, berfokus kepada market research akan daya beli, keinginan konsumen, demografi dan kondisi pasar. Pasar produk digital dan gadget membutuhkan investasi besar untuk pengembangan, untuk itu peranan market research menjadi sangat – sangat vital. Edukasi konsumen, adalah hal yang tidak kalah penting dari tahapan ini. Produk baru membutuhkan strategi marketing yang baik untuk edukasi agar diterima dengan baik oleh konsumen, dan proses demand creation agar produk diterima pasar dengan respon positif. Pemasaran produk terkait gadget dan permainan sangat erat dengan anak – anak dan permasalahan dari permainan itu sendiri, terkait kesehatan fisik dan mental. Tim marketing membutuhkan partner atau tim untuk mendorong riset dan edukasi pasar yang memastikan bahwa produk mereka aman bagi pasar. Agar issue ini tidak menjadi batu sandungan bagi produk untuk dipasarkan.  

Kedua, Divisi pengembangan Virtual dan jaringan ( software ), bukan sesuatu yang baru bagi Disneyland namun membutuhkan sesuatu yang berbeda dan penuh inovasi total. Konsumen pasti akan menaruh ekspektasi yang sangat tinggi ketika melakukan pembelian perangkat hiburan terkait Disneyland yang memiliki harga premium, untuk itu perusahaan harus membangun divisi pengembangan yang membawa sesuatu yang baru, misalkan seperti software yang lebih interaktif dan memiliki daya logik dengan program machine learning untuk penyesuaian profil konsumennya. Disneyland tidak bisa hanya mengemas film atau video yang memang sudah cantik kedalam perangkat baru VR. inovasi dan pembaharuan adalah kunci penciptaan great Customer Experiences pada tahap ini

Ketiga, Divisi pengembangan Teknologi ( hardware ), menghadirkan new customer Experiences kepada konsumen tentunya pekerjaan besar bagi perusahaan, ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Salah satunya adalah persiapan produksi HARDWARE itu sendiri, menggunakan data dari tim marketing yang telah melakukan market research, harga hardware sendiri harus ditetapkan pada harga yang paling optimal, dengan tujuan untuk memaksimalkan return perusahaan agar tetap dapat melakukan development kedepannya, namun disatu sisi harga harus sesuai dengan buying power dari konsumen. Produk ini akan terkait dengan anak – anak, sehingga disney harus mempersiapkan issue terkait kesehatan yang menjadi fokus bagi seluruh orang didunia. Issue terkait kesehatan mental akibat game, kesehatan mata, dan iritasi akibat material gadget harus diatasi sejak awal. 

Pasar yang terbuka luas diseluruh dunia 

SONY dengan PlayStation sukses dengan menjual produk ke seluruh dunia tidak hanya di negeri asalnya Jepang. Dengan basis brand yang kuat, permodalan finansial yang baik, nama besar dan pengalaman manajemen perusahaan di dunia hiburan selama ratusan tahun, serta Fanbase yang sangat luas, Disney memiliki modal kuat untuk sukses. Kolaborasi juga dapat dilakukan untuk memperluas jaringan dan memperkuat talent di internal perusahaan. Seperti SONY yang sukses di pasar permainan tidak hanya jepang namun juga seluruh dunia, Disneyland memiliki potensi untuk mencetak kinerja yang luar biasa. 

Pada akhirnya, pembentukan divisi-divisi baru ini akan memunculkan beberapa lowongan pekerjaan baru di perusahaan. Salah satu jabatan yang akan menjadi paling krusial di pengembangan rencana bisnis baru ini adalah pengembang VR/AR itu sendiri (VR Developer).

Dalam menghasilkan pengalaman VR terbaik bagi konsumen, tentunya diperlukan pengembang yang mampu mendeliver keinginan Disneyland dalam menghadirkan atmosfer dan suasana Disneyland langsung dari rumah konsumen.

Job Description dan Job Specification Berikut dapat menjadi acuan Disneyland dalam mencari kandidat yang tepat :

VR / AR Developer

Job Description

  • Bekerja dalam tim pengembangan proyek VR/AR untuk menciptakan pengalaman VR/AR khusus untuk penggunaan konsumen di rumah

  • Bertanggung jawab dalam membuat user interface VR/AR yang intuitif dan ramah untuk digunakan bagi segala usia

  • Bertanggung jawab untuk menulis kode berkualitas tinggi dan menggunakan praktik pemrograman yang baik dalam mengimplementasikan berbagai fitur dan produk.

  • Berkolaborasi dengan team pengembang dan team divisi Disneyland lain untuk mengevaluasi kebutuhan proyek dan menghasilkan solusi dalam suatu permasalahan

  • Mengikuti tren dan kemajuan terbaru dalam augmented reality dan virtual reality

Job Specification

  • Memiliki pengalaman minimum 3 tahun dalam pengembangan augmented reality dan virtual reality

  • Pendidikan minimal Sarjana S-1 Ilmu Komputer / Software Engineering

  • Menguasai software dan bahasa pemrograman (C#, C++ atau Java)

  • Menguasai dan memahami perangkat VR/AR yang telah berkembang di pasar (Oculus, PlayStation VR, etc)

  • Mampu berpikir kreatif dan cerdas dalam menemukan solusi untuk berbagai masalah terutama yang berkaitan dengan menerjemahkan konsep dan interaksi dunia nyata ke dalam VR

  • Mampu berkolaborasi dan berkomunikasi dengan team dan divisi Disneyland lain

Dalam proses rekrutmennya, dikarenakan divisi dan teknologi terkait masih tergolong baru, Disneyland sebaiknya merekrut berdasarkan referensi dari industri terkait dan langsung dengan mengumumkan lowongan pekerjaan proyek tersebut di berbagai platform yang telah dimiliki oleh perusahaan, seperti jobs.disneycareers.com. Maupun melalui berbagai job portal yang relevan.

Dengan membuka lowongan seluas-luasnya, Disneyland dapat menjangkau calon pelamar dari seluruh belahan dunia dan membuka kesempatan bagi setiap orang dari berbagai usia, jenis kelamin, suku bangsa, etnis, agama, dan segala karakteristik lainnya untuk menjadi bagian dari proyek perusahaan. Hal ini sesuai dengan apa yang telah dilakukan oleh Disney yang dalam bisnisnya, selalu berkomitmen untuk menciptakan cerita, pengalaman, dan produk yang autentik dan tidak terlupakan dengan cara melibatkan semua orang dan golongan yang ada.

Komitmen diversity Disney ini tergambar oleh infografis berikut :

Pada prosesnya, sebaiknya Disneyland melakukan proses seleksi dengan ketat dan berhati-hati, karena produk Disneyland ini dinikmati oleh segala kalangan umur termasuk paling banyak tentunya anak-anak, dengan membuka lowongan seluas-luasnya, maka background checking harus dilakukan secara teliti, sehingga tidak menimbulkan masalah pada proses maupun produk yang dihasilkan di kemudian hari.

Pelamar yang terpilih, harus melalui proses pengenalan dan mentoring dari manajemen dan HRD perusahaan terkait dengan peraturan, business scope, visi misi dan values dari Disneyland. Sehingga dapat tergambar dengan jelas bagi pelamar yang terpilih, apa yang diinginkan oleh perusahaan pada produk yang akan dikembangkan. 

Selain itu, pelamar harus dikenalkan dengan para karyawan yang bekerja di taman hiburan Disneyland. Sehingga pelamar dapat mempelajari mengenai insight maupun pengalaman dari para karyawan yang telah berpengalaman dalam menghadirkan atmosfer Disneyland sehingga menjadi taman hiburan yang sangat diminati di seluruh dunia. Pada karyawan taman hiburan juga dapat mempelajari apa saja komponen yang perlu dan dapat dihadirkan di teknologi VR/AR yang akan dikembangkan, sehingga dalam prosesnya terjadi sharing knowledge diantara keduanya dan akan membantu dalam pengembangan proyek perusahaan.

Dengan mengembangkan proyek VR/AR ini, harapannya adalah Disneyland dapat menghindari kebijakan merumahkan puluhan ribu karyawan Disneyland dan justru mengalihkan pekerjaan karyawan taman hiburan tadi ke sektor yang lebih potensial selama pandemi ini dan mungkin bisa menjadi salah satu backbone perusahaan di masa yang akan datang.

Artikel ini dibuat oleh  :

– Jimmy Indrawan

– Kharmanovian Umboro

– Teresa Irselinia Prisscilia Iskandar 

Referensi

  1. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5214628/disney-dikecam-gara-gara-mau-phk-28-ribu-karyawan

  2. https://bisniswisata.co.id/walt-disney-phk-28-ribu-pegawai-akibat-pandemi-covid-19/

  3. https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20201126140247-33-204880/disney-phk-32000-karyawan-terbanyak-dari-taman-hiburan

  4. https://kabar24.bisnis.com/read/20200413/19/1225953/43.000-karyawan-disneyland-dirumahkan

  5. https://money.kompas.com/read/2020/08/24/163449426/strategi-ancol-bertahan-di-masa-pandemi-potong-gaji-direksi-hingga-tunda?page=all 

  6. https://ekonomi.bisnis.com/read/20210204/620/1352227/penjualan-playstation-5-sukses-besar-sony-kerek-proyeksi-pendapatan#:~:text=Sony%20telah%20sukses%20menjual%204,unit%20pada%20tahun%20fiskal%20berikutnya.

  7. https://jobs.disneycareers.com/

  8. https://thewaltdisneycompany.com/diversity-inclusion/


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
kharmanov

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format