Managers and Managing & The Evolution of Management Thought


1
1 point

Chapter 1 : Managers and Managing

Pada artikel ini, ada banyak poin yang akan didiskusikan;

Yang pertama adalah bagaimana kita dapat mendeskripsikan manajemen, mengapa manajemen itu penting, apa yang seorang manajer lakukan, dan bagaimana manajer menggunakan sumber daya dari organisasinya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan perusahaan

MENDESKRIPSIKAN MANAJEMEN

Banyak gambaran yang muncul saat kita menyebut kata “manajer”, bisa seorang Head chef di suatu restoran, atau seseorang yang memakai baju berbeda saat kita memesan fastfood, atau seseorang memakai kemeja lengkap dengan tuxedo-nya memimpin suatu rapat. Namun, ada satu kesamaan di antara mereka, yaitu seorang manajer bekerja di suatu organisasi. 

Organisasi = kumpulan orang yang bekerja sama dan berkoordinasi untuk mencapai berbagai tujuan dan hasil yang diinginkan

Dan sebagai manajer, mereka adalah orang yang bertanggung jawab memaksimalkan penggunaan sumber daya organisasi (e.g. bahan baku, paten, dana modal, etc) untuk mencapai tujuannya.

Cara memaksimalkan penggunaan sumber daya organisasi secara efisien dan efektif adalah manajemen, dan yang termasuk di dalam kegiatannya adalah;

  1. Planning
  2. Organizing
  3. Leading
  4. Controlling

Sebelum masuk lebih dalam pada empat kegiatan yang disebutkan di atas, tujuan dari mengasah skill manajemen adalah membuat organisasi menjadi efektif dan efisien.

ARTI EFEKTIF DAN EFISIEN; MENCAPAI PERFORMA YANG BAIK

Efisien: ukuran seberapa produktif sumber daya digunakan untuk suatu tujuan

Contoh: McDonald’s mengembangkan pembakar lemak yang lebih efisien -> mengurangi minyak di masakan, serta mempercepat waktu penggorengan French fries.

Efektif: ukuran seberapa sesuai tujuan atau goals yang ditentukanoleh manajer untuk perusahaan.

Contoh: McDonald’s mengembangkan menu breakfast untuk menarik lebih banyak konsumen. Hasilnya: 30% pemasukan McDonald’s berasal dari menu breakfast

KEGIATAN MANAJERIAL ESENSIAL

1. Planning

Tiga tahap dalam perencanaan adalah; menentukan tujuan yang akan dicapai perusahaan, menentukan strategi yang akan digunakan, menentukan alokasi sumber daya untuk mengeksekusi strategi dalam mencapai tujuan. Seberapa baik manajer menentukan tujuan dan mengembangkan strategi bisnis menjadi faktor yang memengaruhi seberapa efektif dan efisien perusahaannya.

2. Organizing

Melakukan pembuatan struktur hubungan kerja dalam perusahaan, sehingga setiap anggota berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasional. Biasanya, hasil dari pengaturan ini adalah sistem kerja dan pelaporan, yang disebut struktur organisasi

3. Leading

Manajer memimpin dengan visi, mengartikulasikan dengan jelas visi organisasi yang harus dicapai oleh anggotamya. Untuk itu, manajer juga harus mampu untuk menyemangati dan meng-enable anggotanya agar mereka mengerti bagian yang mereka jalankan dalam mendukung perusahaan mencapai tujuannya

4. Controlling

Manajer mengevaluasi seberapa baik perusahaan dalam mencapai tujuannya, dan melakukan Tindakan koreksi yang bertujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan performa. Tujuan dari control adalah mengukur secara akurat dan meregulasi efisiensi dan efektivitas perusahaan.

MINTZBERG’S TYPOLOGY

Professor dari McGill University, dalam risetnya membagi peran-peran yang dimainkan seorang manajer dalam organisasi dan dirangkum dalam tabel berikut

TINGKAT DAN KEMAMPUAN MANAJER

Manajer dalam perusahaan dibedakan dari 2 cara, secara hierarki dan tipe skill. Secara hierarki, manajer dibedakan menjadi first-level manager, middle manager, dan top manager. Sedangkan secara skill, biasanya organisasi membagi manajer ke beberapa departemen atau jabatan fungsional. Hubungan antar dua pembagian tersebut, dalam suatu departemen, akan ada 3 level tersebut di dalamnya.

First-line managers, sering juga disebut supervisor, memiliki tanggung jawab dalam supervisi non-managerial employee yang melaksanakan aktivitas untuk menghasilkan barang atau jasa. First-line managers dapat ditemui di setiap departemen dalam organisasi. Di atasnya, yang melakukan supervise pada first-line managers, disebut middle managers. Middle managers mempunyai tugas ganda, membantu first-line managers dalam menggunakan sumber daya dengan lebih baik, dan mempunyai hak untuk memberi saran dan evaluasi terhadap top managers dalam hal-hal yang bersangkutan dengan usaha menuju tujuan dari perusahaan. 

Top managers, mempunyai tanggung jawab atas performa dari seluruh departemen. (Tanggung jawab lintas fungsi). Mereka merumuskan tujuan organisasi, seperti barang atau jasa apa yang akan diproduksi. Top managers juga memutuskan bagaimana setiap departemen harus berinteraksi, dan melakukan monitoring pada kinerja middle manager. Top managers merupakan orang-orang yang pada akhirnya beratanggung jawab atas sukses atau gagalnya sebuah perusahaan.

Di atas top managers, ada posisi CEO (Chief Executive Officer) yang bertugas membuat hubungan kerja yang baik antar top managers.

KEMAMPUAN MANAJERIAL

Berikut merupakan kemampuan-kemampuan yang melalui riset, ditemukan pada kebanyakan manajer;

1. Conceptual Skills

Kemampuan umum untuk menganalisis sebuah situasi dan membedakan antara sebab dan akibat. Top managers paling banyak dituntut memiliki kemampuan ini, karena tanggung jawab utama mereka adalah melakukan planning dan organizing

2. Human Skills

Kemampuan umum untuk mengerti, mengalihkan, memimpin, dan mengatur perilaku dari orang atau kelompok lain dari dirinya sendiri. Kemampuan untuk berkomunikasi, berkoordinasi, memotivasi orang lain, serta memupuk kelompok yang terdiri dari orang-orang yang berbeda menjadi satu kelompok yang kohesif, menjadi kemampuan yang menunjukkan seorang manajer yang efektif.

3. Technical Skills

Kemampuan dalam suatu pekerjaan yang spesifik. Contohnya seperti kemampuan accounting, IT, manufacturing, marketing, dan sebagainya. Kemampuan ini harus dimiliki oleh seorang manajer untuk menjadi efektif dalam melaksanakan tugasnya sebagai manajer.

Tiap-tiap departemen berbasis job-specific tasks di atas, merupakan hal yang menjadi kekuatan suatu perusahaan untuk bersaing dengan perusahaan lainnya. Kemampuan departemen itu disebut juga dengan core competency. Contoh; core competency dari Google; Research & Development, core competency dari Dell; Materials management.

PERUBAHAN-PERUBAHAN TERKINI DI PRAKTEK MANAJEMEN

Ada dua faktor besar yang mengubah praktek-praktek manajerial pada beberapa tahun terakhir, yaitu kompetisi global dan kemajuan di bidang IT (Information Technology).

RESTRUCTURING

Restructuring merupakan kegiatan simplifikasi, pengerutan, atau mengecilkan tingkat operasi organisasi agar memperoleh costs yang lebih kecil. Hal ini berkaitan erat dengan penggunaan maraknya penggunaan IT di perusahaan. Dengan adanya IT, kemampuan pekerja untuk memproses informasi dan membuat keputusan akan meningkat, dan menjadi memungkinkan untuk perusahaan mengurangi jumlah headcount yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Namun dalam restrukturisasi, ada efek negatif seperti menurunkan semangat pekerja karena khawatir dengan job security, serta apabila pemotongan pekerja dilakukan terlalu banyak, yang tersisa dapat merasadibebani terlalu banyak pekerjaan.

OUTSOURCING

Outsourcing adalah kegiatan kontrak suatu perusahaan dengan perusahaan lain (biasanya dari luar negeri yang memiliki harga lebih murah), untuk mengerjakan kegiatan-kegiatan bisnis yang dilakukan perusahaan tersebut sendiri. Outsourcing menambah efisiensi karena dapat mengurangi biaya operasi misalkan dalam manufaktur sebuah produk. Cash yang dihemat tersebut dapat digunakan untuk kepentingan lain seperti riset untuk mengembangkan produk baru. Beberapa negara sebagai sumber outsourcing terbaik adalah China (RRT), India, dan Indonesia. 

EMPOWERMENT AND SELF-MANAGED TEAMS

Empowerment dilakukan manajer dengan memberikan pekerja lebih banyak otoritas dan tanggung jawab atas bagaimana ia mengerjakan tugas-tugasnya. Sebagai contoh, perusahaan dapat memberikan sales training kepada orang-orang yang biasanya bekerja pada bidang perakitan, ditambahkan dengan pengalaman dan pengetahuan detail tentang produk, mereka dapat dikirimkan ke customer untuk berdiskusi mengenai produk-produk perusahaan serta mencari informasi.

Self-managed team mengacu kepada suatu tim yang dengan kesadarannya memiliki rasa bertanggung jawab dalam menata dan mengatur kegiatan kerja mereka.  Dengan adanya kemajuan di bidang IT, antara pekerja dapat memonitor satu sama lain walaupun tidak harus bertemu dengan fisik. Implikasinya, tim menjadi lebih mandiri, first-line manager memiliki tugas tidak lagi mengatur apa yang harus dilakukan, namun lebih memberikan arahan untuk membantu tim mengeluarkan performa yang lebih baik.

TANTANGAN UNTUK MANAJEMEN DI LINGKUNGAN GLOBAL

Meningkatnya jumlah organisasi global (organisasi yang beroperasi di lebih dari satu negara), memberikan pressure untuk banyak organisasi menemukan cara untuk membuat perusahaannya menjadi lebih efektif dalam mengelola sumber daya dan meningkatkan kinerja. Beberapa poin berikut merupakan tantangan untuk para manajer di era global;

1. BUILDING COMPETITIVE ADVANTAGE

Competitive advantage adalah kemampuan suatu perusahaan untuk outperform perusahaan lain, karena perusahaan tersebut memproduksi barang atau jasa lebih efektif dan efisien. Empat poin pembangun competitive advantage adalah efficiency (tidak memerlukan terlalu banyak menghabiskan sumber daya dalam produksi barang atau jasa), quality, speed (seberapa cepat produk dapat mencapai pasar)-flexibility (kemudahan untuk berubah aktivitas bisnis sesuai dengan permintaan customer)-innovation (kemampuan untuk membuat produk baru atau mencari cara lebih baik dalam memproduksi)dan responsiveness to customer.

2. MAINTAINING ETHICAL AND SOCIALLY RESPONSIBLE STANDARDS

Untuk mewujudkan perusahaan yang efisien dan efektif, manajer seringkali menerima tekanan dari atasannya untuk meningkatkan performa dalam pekerja. Namun hal itu, sering kali tekanan yang terlalu banyak malah memicu manajer untuk melakukan hal-hal yang tidak etis. Dalam jangka panjang, kegiatan bisnis yang tidak mempertimbangkan nilai etika akan berbalik dampak buruk ke perusahaan, sehingga mempertahankan perilaku etika selagi mengejar target menjadi tantangan untuk para manajer

3. MANAGING DIVERSE WORKFORCE

Salah satu tantangan untuk para manajer di perusahaan saat ini, adalah menyadari kebutuhan etis dan persyaratan hukum untuk memperlakukan tiap sumberdaya manusia dengan adil. Komposisi umur, gender, ras, agama, yang berbeda-beda dari pekerja memberikan isu baru untuk manajer. Terciptanya highly trained dan motivated workforce akan didasari dengan praktek manajemen yang adil dan tidak mendiskriminasi antara anggota organisasi. Banyak perusahaan saat ini mengerti bahwa dengan memanfaatkan keberagaman, performa dan hasil yang didapatkan perusahaan dapat meningkat

4. UTILIZING IT and E-COMMERCE

Manajer perlu untuk mampu menggunakan teknologi informasi karena dapat menghubungkan antara manajer dan pekerja dengan lebih baik. Contohnya, dengan menggunakan IT dapat terbentuk self-managed team, selain itu pekerja juga dapat mendapatkan informasi dengan lebih luas, atau mengadakan pertemuan secara virtual.

5. PRACTICING GLOBAL CRISIS MANAGEMENT

Krisis global dapat dibagi menjadi dua yaitu yang disebabkan karena alam dan disebabkan karena manusia. Contoh krisis global yang disebabkan karena alam adalah seperti tsunami, gempa bumi, yang berdampak pada seluruh lapisan masyarakat, tentu juga untuk organisasi bisnis. Krisis yang disebabkan karena manusia adalah seperti polusi dari kegiatan industri, perusakan alam dan lingkungan, terorisme, dan sebagainya. Banyak contoh-contoh di masa lalu yang menunjukkan bagaimana perusahaan harus dapat beradaptasi saat terjadi krisis, dan manajer harus mampu untuk mengerti keadaan dan bereaksi dengan tepat apabila terjadi krisis di masa depan.

Chapter 2 : The Evolution of Management Thought


SCIENTIFIC MANAGEMENT THEORY

Evolusi manajemen modern dimulai pada Dekade Dekade terakhir abad ke-19. dalam iklim ekonomi baru, manajer dari semua jenis organisasi baik itu politik, pendidikan, dan ekonomi mencoba menemukan cara yang lebih baik untuk memuaskan kebutuhan pelanggan. banyak perubahan besar ekonomi, teknis dan budaya sedang terjadi. 

Job Specialization and The Division of Labor

Smith menyimpulkan bahwa meningkatkan tingkat spesialisasi pekerjaan adalah proses dimana pembagian kerja terjadi karena pekerja memiliki tugas yang berbeda untuk meningkatkan efisiensi dan mengarah pada kinerja organisasi yang lebih tinggi

F. W. Taylor Adalah seorang manajer manufaktur yang terkenal karena mendefinisikan penjelasan manajemen ilmiah studi sistematik tentang hubungan antara orang dan tugas untuk tujuan mendesain ulang proses kerja untuk meningkatkan efisiensi. berdasarkan eksperimen dan pengamatannya sebagai  seorang manajer dia mengembangkan 4 prinsip untuk meningkatkan efisiensi di tempat kerja:

  1. Mempelajari cara pekerja melakukan pekerjaannya,  mengumpukanl semua informasi yang dimiliki pekerja, dan bereksperimen dengan cara bagaimana agar tugas dapat dilakukan dengan lebih baik.
  2. Menyusun metode baru untuk melakukan  tugas ke dalam pengaturan tertulis dan prosedur operasi standar.
  3. Seleksi secara cermat pekerja yang memiliki keterampilan dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan tugas dan melatih mereka untuk melaksanakan tugas sesuai dengan aturan dan prosedur yang ditetapkan.
  4. Menetapkan tingkat kinerja yang adil atau dapat diterima untuk suatu tugas dan kemudian mengembangkan sistem pembayaran yang menghargai kinerja mereka.

The Gilbreths Adalah 2 pengikut Setia Taylor Yaitu Frank Gilbrenth dan Lilian Gilbrenth  yang menyempurnakan analisis Taylor tentang gerakan kerja.  Gilbrenth tertarik pada studi tentang kelelahan. Mereka mempelajari bagaimana karakteristik fisik tempat kerja berpengaruh terhadap stres kerja yang sering menyebabkan kelelahan sehingga kinerja menjadi buruk. 

ADMINISTRATIVE MANAGEMENT THEORY

Studi tentang bagaimana  membuat struktur organisasi dan sistem kontrol yang mengarah pada efisiensi dan kecerdasan yang tinggi.  Struktur organisasi adalah sistem hubungan tugas dan wewenang bertentangan dengan pengaruh sumber daya guna mencapai tujuan organisasi. 

The Theory of Bureaucracy

Menurut teori Max Weber, birokrasi merupakan suatu sistem formal organisasi dan administrasi yang dirancang untuk memastikan efisiensi dan efektivitas. Terdapat 5 prinsip dasar:

  1. Dalam birokrasi, otoritas formal seorang manajer berasal dari posisinya dalam organisasi 
  2. Dalam birokrasi, tiap individu harus menduduki posisinya karena kinerjanya bukan karena kedudukan sosial atau kontak pribadi mereka. 
  3. Tingkat otoritas formal dan tanggung jawab tugas masing-masing posisi, dan hubungannya dengan posisi lain dalam suatu organisasi, harus ditentukan secara jelas. 
  4. Otoritas dapat dilaksanakan secara efektif dalam suatu organisasi ketika posisi diatur secara hirarki, sehingga karyawan tahu kepada siapa harus melapor dan siapa yang melapor kepada mereka.
  5. Manajer harus membuat sistem aturan, standar operasi prosedur (SOP), dan norma yang terdefinisi dengan baik sehingga mereka dapat secara efektif mengontrol perilaku dalam suatu organisasi. 

Fayol’s Principles of Management 

Fayol Perkenalkan 14 prinsip yang dia percaya akan meningkatkan efisiensi dari proses manajemen.

  1. Divisi Tenaga Kerja: Spesialisasi pekerjaan dan divisi tenaga kerja harus meningkatkan efisiensi, terutama jika manajer mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kebosanan pekerja.
  2. Otoritas dan Tanggung Jawab: Manajer memiliki hak untuk memberi perintah dan kekuatan/otoritas untuk mendesak bawahan untuk patuh pada perintah yang diberikan. 
  3. Kesatuan Perintah: Seorang karyawan harus menerima perintah hanya dari satu atasan, tidak boleh ada perintah ganda (dual command).
  4. Garis Kewenangan: Panjang rantai komando yang memanjang dari atas ke bawah organisasi harus dibatasi.
  5. Sentralisasi: Kewenangan tidak boleh terkonsentrasi di bagian atas rantai komando. 
  6. Kesatuan Arah: Organisasi harus memiliki satu rencana tindakan untuk memandu para manajer dan pekerja.
  7. Keadilan: Semua anggota organisasi berhak diperlakukan dengan adil dan terhormat.
  8. Perintah: Pengaturan posisi organisasi harus memaksimalkan efisiensi organisasi dan memberi karyawan peluang karir yang memuaskan.
  9. Inisiatif: Manajer harus memungkinkan karyawan untuk menjadi inovatif dan kreatif.
  10. Disiplin: manajer perlu untuk menciptakan tenaga kerja yang mau berjuang untuk mencapai tujuan organisasi.
  11. Remunerasi Personel: sistem yang harus digunakan manajer untuk memberi penghargaan pada karyawan harus adil baik untuk pekerja maupun perusahaan.
  12. Stabilitas Masa Jabatan Personel: Rencana jangka panjang untuk mengembangkan keterampilan karyawan yang dapat meningkatkan efisiensi organisasi. 
  13. Subordinasi Kepentingan Individu Terhadap Kepentingan Umum: Karyawan harus memahami bagaimana kinerja mereka mempengaruhi kinerja seluruh organisasi.
  14. Setia Kawan: Manajer harus mendorong pengembangan perasaan persahabatan, antusiasme, atau pengabdian untuk tujuan bersama.

BEHAVIORAL MANAGEMENT THEORY

Behavioral Management adalah suatu studi tentang bagaimana perilaku seorang manager untuk memotivasi dan mendorong karyawan dalam mencapai level tertinggi dan berkomitmen untuk meraih tujuan organisasi. 

The work of Mary Parker Follett

Mary Parker Follett berpendapat bahwa manajemen mengizinkan pekerja/karyawan berkontribusi dan berpartisipasi di organisasi melalui kegiatan inisiatif dalam kehidupan kerja. Jika pekerja memiliki pengetahuan yang relevan, maka pekerja yang harus mengendalikan proses kerja itu sendiri, dan manajer berperilaku sebagai pelatih dan fasilitator, bukan sebagai pengatur dan pengawas.

The Hawthorne Studies and Human Relations

Hawthorne studies dimulai dengan usaha dalam meneliti karakteristik penataan ruang kerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan produktivitas. Melalui beberapa penelitian dan percobaan, mereka menemukan bahwa penelitian ini mempengaruhi hasil kerja pegawai. Dari penelitian tersebut juga ditemukan banyak faktor lain yang mempengaruhi perilaku pekerja yang kemudian dikenal sebagai Hawthorne Effect, yaitu temuan bahwa perilaku manajer atau pendekatan kepemimpinan dapat mempengaruhi tingkat kinerja pekerja, secara khusus perilaku pribadi setiap manajer atau pendekatan kepemimpinan dapat mempengaruhi kinerja. Dari pandangan ini, muncul gerakan Human Relations Movement, yang dimana perilaku seorang supervisor dilatih untuk mengatur dan menata bawahannya supaya mampu bekerjasama, demi meningkatkan produktivitas. Hal ini didukung dengan penelitian the bank wiring room experience, menyebutkan pentingnya pelatihan perilaku/hubungan antar manusia.

Theory X and Theory Y

Douglas mcgregor mengembangkan dua asumsi yaitu teori X dan teori y Tentang bagaimana sikap dan perilaku tidak hanya mendominasi cara berpikir seorang manajer tetapi juga mempengaruhi bagaimana  Mereka berperilaku dalam Sebuah organisasi.

Teori X merupakan serangkaian asumsi negatif tentang pekerja yang mengarah pada kesimpulan bahwa tugas manajer adalah mengawasi pekerja secara ketat dan mengendalikan perilaku mereka.

Teori Y merupakan seperangkat asumsi positif tentang pekerja yang mengarah pada kesimpulan bahwa tugas manajer adalah menciptakan Peraturan kerja yang mendorong komitmen terhadap tujuan organisasi dan memberikan kesempatan bagi pekerja untuk menjadi imajinatif dan untuk menjalankan inisiatif dan pengarahan diri sendiri

Teori X

Teori Y

Karyawan rata-rata malas, tidak suka bekerja, dan akan berusaha sesedikit mungkin.

Karyawan pada dasarnya tidak malas. Jika diberi kesempatan, karyawan akan melakukan apa yang baik untuk organisasi.

Untuk memastikan bahwa karyawan bekerja keras, manajer harus mengawasi karyawan dengan cermat.

Mengijinkan karyawan untuk bekerja sesuai minat organisasi, manajer harus menciptakan peraturan kerja yang memberikan kesempatan bagi pekerja untuk melatih inisiatif dan pengarahan diri sendiri.

Manajer harus membuat peraturan kerja yang ketat dan menerapkan sistem penghargaan dan hukuman yang jelas untuk mengontrol karyawan.

Manajer harus mendesentralisasikan wewenang kepada karyawan dan memastikan karyawan memiliki sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi.

MANAGEMENT SCIENCE THEORY

Teori ilmu manajemen merupakan manajemen yang menggunakan teknik kuantitatif yang tepat untuk membantu manajer memaksimalkan penggunaan sumber daya organisasi. Terbagi menjadi 3:

  1. Manajemen kuantitatif menggunakan teknik matematika. Membantu Manajer dalam memutuskan berapa banyak persediaan yang harus disimpan pada waktu yang berbeda dalam setahun, di mana  untuk menempatkan pabrik baru, dan cara terbaik untuk menginvestasikan modal keuangan organisasi. TI menawarkan kepada manajer cara-cara penanganan informasi yang baru dan lebih baik sehingga mereka dapat membuat penilaian situasi yang lebih akurat dan keputusan yang lebih baik.
  2. Manajemen operasi memberi manajer seperangkat teknik yang dapat mereka gunakan untuk menganalisis aspek apapun dari sistem produksi organisasi untuk meningkatkan efisiensi. TI melalui internet dan melalui jaringan kerja B2B yang berkembang, mengubah cara manajer memperoleh input dan mendistribusikan produk jadi.
  3. Sistem informasi manajemen (MISs) memberikan informasi  yang penting kepada manajer tentang peristiwa yang terjadi di dalam organisasi serta di lingkungan eksternalnya untuk pengambilan keputusan yang efektif. TI memberi manajer akses ke informasi yang lebih banyak dan lebih baik serta memungkinkan lebih banyak manajer di semua tingkatan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan

ORGANIZATIONAL ENVIRONMENT THEORY

Himpunan kekuatan dan kondisi yang beroperasi di luar batas organisasi tetapi mempengaruhi kemampuan manajer untuk memperoleh dan memanfaatkan sumber daya.

The Open-Systems View

Dikembangkan oleh Daniel Katz, Robert Kahn, dan James Thompson pada tahun 1960an. Sistem terbuka adalah suatu sistem yang mengambil sumber daya dari lingkungan eksternalnya dan mengubahnya menjadi barang dan jasa yang kemudian dikirim kembali ke lingkungan tersebut untuk dibeli oleh pelanggan.

Sebaliknya, sistem tertutup adalah sistem mandiri yang tidak terpengaruhi oleh perubahan yang terjadi di lingkungan eksternal, dan yang gagal untuk memperoleh input akan mengalami entropy, yaitu kecenderungan di mana sistem tertutup kehilangan kemampuanya untuk mengontrol sistem sendiri, lalu larut dan hancur.

Contingency Theory 



Dikembangkan oleh Tom Burns, GM Stalker, Paul Lawrence, Jay Lorsch. Menurut teori kontingensi karakteristik lingkungan mempengaruhi kemampuan organisasi untuk mendapatkan sumber daya. Bagaimana manajer merancang hierarki organisasi, memilih sistem kontrol, dan memimpin serta memotivasi karyawan mereka bergantung pada karakteristik lingkungan organisasi. 

Dari lingkungan eksternalnya  dapat menggunakan struktur mekanistik atau struktur organik. Struktur mekanistik biasanya bertumpu pada asumsi teori X sedangkan struktur organik biasanya bertumpu pada asumsi teori y.

Struktur mekanistik merupakan sebuah struktur organisasi dimana otoritas dipusatkan, tugas dan wewenang ditentukan dengan jelas, dan karyawan di awasi dengan ketat. Biasanya digunakan ketika lingkungan di sekitar organisasi cenderung stabil.

Struktur organik merupakan struktur organisasi di mana kewenangan didesentralisasikan manajer menengah dan lini pertama supaya mendorong karyawan untuk bekerjasama dan menanggapi dengan cepat hal-hal yang tidak terduga. Biasanya digunakan ketika lingkungan organisasi berubah dengan cepat, sehingga akan sulit untuk mengakses sumber daya.

Dynamic Capabilities

Organisasi memiliki kemampuan dalam membangun, mengintegrasikan, dan mengkonfigurasikan ulang suatu proses untuk  mengatasi  lingkungan internal dan eksternal yang berubah dengan cepat. Ada tiga aktivitas managerial yang dapat membantu proses atau aktivitas dinamik yaitu:

  1. Sensing mengacu pada mengidentifikasi dan menilai peluang di luar perusahaan.
  2. Seizing menggambarkan tindakan mobilisasi sumber daya perusahaan untuk menangkap nilai organisasi dari peluang ini.
  3. Transforming  yaitu kemampuan organisasi untuk terus melakukan perubahan sesuai kebutuhan untuk mempertahankan kesuksesan.

Abdurrahman Faiq
Kinsai Dona Ayu Nirmala
MBA 78C
Team 6: Digital Taskforce

Referensi:
Ferrell, O. C., Hirt, G. A., & Ferrell, L. (2016). Business: A Changing World. Tenth Edition. New York: McGraw-Hill Education
Gareth R. Jones Jennifer M.George "Contemporary Management" Eleventh Edition


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

23 Comments

  1. Terimakasih atas informasinya team digital taskforce. Sangat bermanfaat sekali. Menurut kalian apa bedanya penilaian managerial yang baik atau tidaknya dari sisi konsultan mckinsey dan bcg? Setiap manager apalagi di perusahaan besar tentunya punya pengalaman atas masalah dan solusi yang ada ditambah lagi ilmu managerial yang cenderung tidak banyak mengalami perubahan (hanya modifikasi). Bagaimana seorang konsultan sekelas mckinsey bisa melihat masalah yang rumit dari sisi managerial di perusahaan besar tersebut? What makes them so special ? Apa yang pertama kali mereka perhatikan saat melihat masalah managerial dan hal vital apa yang mereka fokuskan? Terimakasih. Sumitomo ueno

  2. Terimakasih kelompok Digital Taskforce atas penjelasan materinya. Izin bertanya terkait pembahasan “Maintaining Ethical and Socially Responsible Standards” dalam kasus dugaan eksploitasi buruh PT Alpen Food Industry (Es Krim AICE). Pada 21 Februari 2020, buruh AICE melakukan mogok kerja dan melakukan aksi protes karena aturan perusahaan dianggap sewenang-wenang, termasuk aturan bekerja bagi perempuan dalam keadaan hamil (hingga ada lebih dari 20 kasus keguguran pekerja perempuan). Di satu sisi, Manager Legal PT Alpen menyatakan bahwa PT Alpen tidak menemukan adanya pelanggaran UU 13/2013 terhadap mempekerjakan pekerja perempuan hamil pada shift malam, sepanjang tidak ada surat keterangan dokter yang melarang kegiatan tersebut. Namun di sisi lain, para pekerja merasa di eskploitasi dan di paksa bekerja dibawah tekanan. Dalam hal ini, seorang manager dihadapkan pada situasi Legal vs Ethical; bahwa memang pekerjaan tersebut tidak melanggar hukum (legal) tetapi unethical. Apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang manager yang baik? Apakah dia harus memihak kepada karyawan (sebagai aset paling berharga dari perusahaan), ataukah dia harus memihak kepada shareholders (pemilik)? Mohon dijelaskan Pro-Kontra menurut kelompok digital taskforce. Terimakasih. Salam, Veronica Swasti

  3. Terima kasih atas materi yang disampaikan, saya ingin bertanya, dalam dunia farming, salah satu masalah yang sering dihadapi adalah limbah pembuangan dari produksi, baik itu dari hewan ternak nya maupun dari mesin yang digunakan. Salah satu masalah yang pernah terjadi tahun lalu yaitu di belanda, pemerintah melarang mengekspansi peternakan karena tercemar nya lingkungan dengan banyak nya senyawa nitrogen dan amonia yang dihasilkan, alhasil dengan larangan dari pemerintah, para farmer tidak mendapatkan penghasilan yang diinginkan dan membuat perekonomian Belanda menurun. Menurut kalian bagaimana sikap manajer farm yang seharusnya saat terjadi masalah seperti itu? apakah hanya sekedar menyalahkan larangan yang diberikan pemerintah atau ada strategi tersendiri?
    Terima kasih
    – Muhammad Jodi

  4. Terimakasih atas ulasan materinya team digital taskforce. Saya ingin menanyakan jika cara memaksimalkan penggunaan sumber daya dalam suatu organisasi atau entitas secara efisien dan efektif adalah pengertian dari manajemen lalu apa yang harus dilakukan oleh seorang manager dalam memanage semisal terdapat sdm yang memiliki disabilitas. Apakah kira-kira hal yang perlu digarisbawahi dalam memanage mereka yang disabilitas?, Apakah sampai diperlukan reasonable adjustments ? Terimakasih
    Bima Indra Permana-Rock Star Squad

  5. Terima Kasih team Digital Taskforce atas wawasan dan materi yang diberikan. Saya ingin bertanya terkait manajemen konflik. sebagai seorang manajer di dalam suatu organisasi, konflik adalah hal yang senantiasa ada di dalam hubungan antar anggota atau kelompok, Konflik sendiri apabila dikelola dengan baik dapat memicu kinerja karyawan untuk lebih produktif, namun apabila kurang dikelola dengan baik, risiko terjadinya outburst dan gagalnya penyelesaian masalah yang timbul juga tidak kecil. Lalu bagaimana dan sejauh mana seorang manajer hendaknya dapat mengelola konflik yang kerap terjadi agar tidak menghambat efisiensi dan efektivitas kegiatan perusahaan?
    Terima Kasih.
    Dhanesworo A.Y.

  6. Wah, penjelasan yang sangat menarik, terima kasih untuk mas Faiq dan mba Kinsai! Saya sering mendengar istilah seorang boss/manager berbeda dengan seorang leader, apa tanggapan kelompok mengenai istilah ini? Apakah ada kaitannya dengan 3 kemampuan manajerial yang telah dibahas yaitu conceptual skills, human skills dan technical skills? Terima Kasih guys..
    -Bellatrix Kezia-

  7. terimakasih team digital task force. sekiranya dari yang kita ketahui pengaplikasian teori birokrasi menurut saya sangat kaku . sekiranya menurut kelompok digital task force seperti apa baiknya pengaplikasian teori birokrasi dalam zaman sekarang ini ?
    selanjutnya hal apa yang perlu dilakukan oleh CEO agar visi misi perusahaan yang sudah ia rancang sebaik mungkin dapat di eksekusikan dengan baik dari level first line manager s/d Top Manager untuk mencapai tujuan perusahaan bersama sama?
    terimakasih Tubagus D. Achmad

  8. Terima Kasih team Digital Taskforce atas materi yang telah disampaikan. Saya ingin bertanya berkenaan dengan langkah-langkah dalam menghadapi kebosanan kerja. Seperti apa contoh langkah-langkah yang dimaksud?
    Terima Kasih
    -Selma Ferena-

  9. Thank you so much Digital Taskforce team.

    Sangat jelas pemaparannya dan memberikan banyak insight baru bagi saya. Saya ingin bertanya saat ini muncul trend pekerjaan sebagai Product Manager, orang – orang menyebutnya sebagai Mini CEO, sebenernya seberapa penting sih peran Product Management dalam suatu perusahaan Start Up? Kenapa demand pekerjaan ini sangat tinggi?

    Terimakasih

    – Ramadhian Ekaputra

  10. terima kasih atas penjelasannya team digital taskforce saya ingin bertanya tentang teori dari douglas mcgregor yang dimana membagi karyawan menjadi dua x dan y , dari penjelasan karyawan yg condong dengan teori x ini bisa dikatakan menambah kerjaan manajer jadi ada treatment spesial untuk karyawan ini knp manajer tetap mempertahankan karyawan yg condong ke teori x ya? bukankah lebih baik jika organisasi hanya merekrut karyawan yang condong ke teori y saja?
    terima kasih
    -Ni made arini noviyanthi

  11. Terima kasih Digital Taskforce mbak kinsai dan mas Faiq, untuk pemaparan yang komprehensif. Sedikit bertanya, dalam pemaparan terkait kemampuan manajerial seorang manajer ada 3, kiranya mana yang harus diutamakan dan dipertimbangkan terlebih dahulu ketika memilih seorang manajer dan kenapa alasannya?

  12. Terimakasih team digital taskforce atas pemaparan materinya yang sangat menarik. Saya ingin sedikit bertanya terkait bagaimana peran manajer dalam menciptakan keselerasan tujuan bersama dari semua pihak terkait (sdm) didalam perusahaan, dimana terdapat faktor yang mempengaruhi seperti keberagaman anggota dalam sebuah perusahaan tersebut (umur, gender, dll) yang terkadang timbul ketidaknyamanan antar karyawan?

    Terimakasih
    Bella Aprilia S

  13. Terima kasih atas artikelnya, Digital Taskforce. Sangat bermanfaat. Saya ingin bertanya, dalam krisis global, segala hal cenderung bersifat tiba-tiba karena kondisi yang tidak stabil. Maka, manajer dituntut untuk mengambil keputusan secara cepat untuk merespon krisis tersebut. Bagaimana cara manajer membuat keputusan yang cepat, benar, dan baik saat terjadinya krisis? Terima kasih.
    – Nadya Shafirah

  14. Terimakasih atas pemaparan materinya Tim Digital Taskforce. Sebagai serorang manager, selalu dituntut untuk dapat mengarahkan,memimpin dan memberdayakan tim nya sehingga tercapai proses efektif dan efisien. Namun, saat ini pasar dan trend dapat berganti dan berubah dalam waktu yang relatif singkat. Dalam praktiknya, memberdayakan sumberdaya tidak cukup namun dalam proses nya harus efisien beradaptasi dengan tools-tools baru (misal, data studio, bigquery, mysql, analytics, CRM, dan lain sebagainya). untuk dapat menaikkan performa perusahaan, menurut kalian bagaimana sikap manajer untuk menghadapi tantangan tersebut? turut mempelajari tools-tools baru tersebut atau memberdayakan SDM yang mengerti tools tersebut? haruskah perusahaan melakukan restrukturisasi organisasi untuk dapat mengikuti perubahan zaman dan dapat berkompetisi?

    Terimakasih
    Salam
    Fadilla

  15. Terimakasi materi yang sangat relevan dengan keseharian kita, anyway saya ingin bertanya jika dalam suatu perusahaan metode evaluasi apa yang paling tepat untuk menilai kinerja manager?
    Dan pendekatan kepemimpinan seperti apa yang dpt menjngkatkan kinerja karyawan ?
    Camelia thanks in advance

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format