Bangun Tim Anti Mainstream ala Brad Pitt di Moneyball : Peran Manajer dari Perspektif Islam

Bagaimana komptensi leadership, human resources management, dan emotional intelligence dari perspektif Islam?


1
1 point

Trailer Film Moneyball

Sinopsis Film Moneyball

Film Moneyball yang dirilis tahun 2011 ini diangkat dari kisah nyata perjalanan Billy Beane (Brad Pitt) sebagai general manager tim baseball Oakland Athletics. Film diawali dengan krisis tim baseball Oakland Athletics yang mengalami kekalahan di liga utama baseball tahun 2001. Dengan hengkangnya pemain utama dalam tim seperti Damon dan Giambi, Billy Bean bersama timnya harus mencari pemain pengganti sebelum liga utama tahun depan dimulai. Namun, keterbatasan dana menjadi masalah lain yang menjadi kendala Oakland Athletics untuk membeli pemain bertalenta dari tim lain. Billy Bean enggan untuk mengeluarkan biaya besar untuk membangun timnya.

Billy kemudian mengunjungi Cleveland, berusaha bernegosisasi dengan general manager Cleveland untuk membeli pemainnya. Di sanalah Billy Beane bertemu Peter Brand (Jonah Hill), seorang analis pemain yang bekerja untuk Cleveland. Melihat kinerja Peter yang kurang dihargai oleh Cleveland, Billy mengajak Peter untuk bergabung dengan Oakland Athletics dan bekerja sebagai asistennya. Dari Peter, Billy mencoba untuk tidak berfokus pada dana dalam memilih pemain, namun potensi dan pengalaman para pemain dalam mencetak skor.

Peter merupakan seorang analis pemain lulusan Yale yang menggunakan metode statistik dalam menentukan potensi pemain berdasar fisik, sifat, dan pengalaman mereka. Data kualitatif ini diubah ke dalam angka sehingga Peter dapat memperkirakan kemungkinan kemenangan permainan tiap individu. Billy kemudian mencoba ide anti mainstream Peter dalam membangun ulang timnya. Mereka tidak mengambil pemain terkenal dan sudah terlihat kinerjanya di lapangan, namun memilih pemain yang dianggap cacat, kurang dihargai, dan tidak diinginkan tim manapun, seperti Scott Hatterberg, David Justice, dan Chad Bradford.

Ide Billy dan Peter ini mendapat penolakan keras dan keraguan dari berbagai pihak, terutama pemandu bakat Oakland Athletics dan manajer lapangan, Art Howe. Namun, Billy dan Peter tetap melanjutkan rencana mereka dengan melihat statistik para calon pemain. Di awal pertandingan, kegagalan terus dialami tim bentukan Billy dan Peter. Konflik antara Billy dan Art juga menjadi penyebab kegagalan ini. Billy kemudian mencari cara agar Scott Hatteberg digunakan sebagai pemain di base pertama. Beberapa bulan berjalan, tim Oakland Athletics mengalami kemenangan beruntun hingga 20 kali berturut-turut. 

Billy Beane Dan Peter Brand

Billy Beane dan Peter Brand (sumber: pinterest.com)

Billy Beane adalah mantan pemain baseball. Di masa mudanya, ia termasuk pemuda hebat di bidang akademik sehingga mendapat beasiswa untuk berkuliah di Standford. Namun, tawaran dari pemandu bakat New York Mates membuat Billy membuat keputusan untuk bermain di dunia baseball profesional. Permainannya di awal cukup bagus namun seiring waktu performanya terus berkurang. Billy akhirnya memutuskan untuk berhenti sebagai pemain baseball dan memilih menjadi pemandu bakat dan manajer umum Oakland Athletics. Masa krisis Oakland Athletics setelah kekalahan di liga 2001 membuatnya bertemu dengan Peter Brand. Peter merupakan seorang lulusan ekonomi Universitas Yale yang tertarik di dunia baseball. Ia menerapkan teori untuk menganalisa kemampuan pemain dalam angka statistik dan memperkirakan biaya yang sesuai dan perkiraan akurasi permainan dengan mengubah kemampuan pemain baseball ke dalam data statistik. Bersama dengan Peter, Billy merombak dan membangun ulang tim berdasarkan analisis Peter.

Tim Pemandu Bakat Oakland Athletics

Tim Pemandu Bakat Oakland Athletics (sumber : pinterest.com)

Tim pemandu bakat Oakland Athletics adalah tim di bawah supervisi Billy Bean. Tim ini bertanggung jawab untuk menentukan pemain mana yang akan masuk dan bermain untuk Oakland Athletics. Tim juga termasuk manajer lapangan, Art Howe. Art memiliki wewenang dalam mengatur komposisi tim saat bermain di lapangan. Tim pemandu bakat menginginkan pemain yang cukup baik untuk menggantikan pemain yang sebelumnya hengkang dari Oakland. Begitu pula dengan Art, yang menginginkan susunan pemain lapangan adalah para pemain terbaik.

Problem Identification

Permasalahan utama dimulai ketika Oakland Athletics harus mencari pemain pengganti untuk timnya. Billy sangat berfokus pada keterbatasan uang sedangkan tim pemandu bakat tetap mementingkan pemain bagus dengan harga yang cukup mahal. Konflik semakin bertambah ketika Billy mengajak Peter untuk bergabung dengan timnya. Peter yang mempunyai ide tidak biasa dengan menggunakan teori dan statistika mendapat sambutan yang tidak baik dari tim pimpinan Billy. Penolakan keras berasal dari Grady Fuson, salah satu pemandu bakat disana. Grady berusaha membujuk Billy untuk tidak menggunakan metode statistik namun Billy tetap bersikeras dengan ide Peter. Billy kemudian memecat Grady dan memaksa tim untuk mengikuti keputusannya. Di sisi lain, manajer lapangan Art Howe merasa keberatan dengan kontraknya yang hanya setahun sebagai manajer. Dia membutuhkan kepastian kontrak secepatnya namun Billy tak acuh tentang itu. Ketika ide Peter dan Billy dijalankan, Art Howe tidak memedulikan susunan pemain yang diusulkan Billy. Billy ingin Scott Hatterberg bermain di base pertama, namun Art ingin Pena yang bermain di base pertama dengan alasan Pena lebih unggul dari Hatterberg. Billy yang emosi akhirnya mengeluarkan Pena dan beberapa pemain lain agar Art tidak punya jalan lain dan memakai Hatterberg di base pertama. Konflik antara Billy-Peter dan tim pemandu bakat terus berlanjut selama pertandingan berlangsung. Selisih paham antara mereka terkait susunan pemain diwarnai komentar dari pihak eksternal yang menganggap ide Billy memperburuk kualitas permainan Oakland Athletics dalam pertandingan.

Oakland Athletics

Oakland Athletics adalah tim baseball profesional Amerika yang berasal dari Oakland, California yang biasa bermain di American League. Tim ini didirikan pada tahun 1901 dengan pusat Philadelphia. Dalam film Moneyball, perkembangan Oakland Athletics yang diceritakan adalah akhir tahun 1990-an dimana Oakland Athletics beralih ke manajemen baru yang berfokus pada pemain murah dan kurang dikenal. Oakland Athletics memberikan bobot statistika dengan nama sabermetrics. Strategi ini kemudian dikenal sebagai Moneyball, yang diciptakan oleh Billy Beane. Banyak tim lain yang mulai menerapkan metode yang sama dengan Oakland Athletics.

sumber : statista.com

Dalam film, dengan strategi Moneyball, Oakland Athletics berhasil memenangkan 20 pertandingan berturut-turut di tahun liga tahun 2002. Sebelum menggunakan strategi Moneyball, Oakland Athletics hanyalah sebuah tim dengan budget sekitar 40 juta dolar. Di saat tim lain menghabiskan dana hingga 1,4 juta dolar untuk membeli pemain, Oakland Athletics hanya menghabiskan dana 260.000 dollar untuk sekali permainan. Sejak tahun 2002, nilai franchise Oakland Athletics terus bertambah. Begitu pula dengan biaya pengeluaran untuk pemain yang terus meningkat. Hal ini membuktikan kondisi Oakland Athletics setelah kemenangan tahun 2002 membuat kondisi tim semakin membaik.

sumber : statista.com

Leadership Menurut Jurnal Egel and Fry (2017)

Dalam agama Islam, kepemimpinan tidak dapat dipisahkan dari agama karena harus didasarkan pada Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam jurnal Egel and Fry (2017), disebutkan bahwa prinsip kepemimpinan dalam Islam menunjukkan hubungan segitiga antara Tuhan, pemimpin, dan pengikut. Tuhan memberikan visi para pemimpin dan membatasi penggunaan kekuasaan dan wewenang mereka. Para pengikut, seperti halnya para pemimpin, bertanggung jawab kepada Tuhan atas perbuatan mereka dan berbagi tanggung jawab sebagai pemimpin. Islam menekankan prinisip kesetaraan dan keadilan. Kualitas kepemimpinan yang fundamental meliputi stewardship, servanthood, dan mutual consultation.

 

Harapan, iman, visi, dan altruistic love merupakan komponen fundamental dari kepemimpinan spiritual (Fry, 2003 ; Goreng & Nisiewicz, 2013 ). Dalam spiritual leadership, inner life ditekankan sebagai proses pemahaman dan pemanfaatan potensi diri. Karena tujuan pemimpin adalah menyembah Tuhan, maka tauhid mengajarkan bahwa segala tindakan dan keyakinan harus terus dinilai untuk menunjukkan kepatuhan. Visi akan membangkitkan keunggulan (ihsan) dan kesuksesan (falah). Dalam Islam keyakinan merupakan motivasi dasar manusia. Semakin tinggi keimanan, maka semakin besar keyakinan pemimpin dalam menghadapi krisis. 

Dalam konsep spiritual leadership, pemimpin harus memiliki ketekunan, daya tahan, tujuan, dan harapan kemenangan. Rasa keutuhan, harmoni, dan kesejahteraan yang dihasilkan melalui kepedulian, perhatian, dan penghargaan terhadap diri sendiri dan orang lain. Komponen ini disebut altruistic love. Altruistic love juga mengukur kualitas pemimpin dalam hal integritas, kejujuran, keberanian, kelembutan, empati, dan pengampunan. Spiritual leadership dalam Islam kemudian bertransposisi menjadi Islamic leadership dimana aspek ketuhanan seperti rahmah, fitrah, iman sebagai motivasi, dan amanah sebagai bagian dari kepemimpinan. Kesejahteraan spiritual seorang pemimpin dapat dicapai apabila seseorang memiliki rasa kepemilikan, keterlibatan komunitas, dan manfaat dalam hidupnya. 

Allah SWT menciptakan manusia sebagai pemimpin di muka bumi, sesuai dengan firman-Nya dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 30 :

وَإِذْقَالَرَبُّكَلِلْمَلَائِكَةِإِنِّيجَاعِلٌفِيالْأَرْضِخَلِيفَةًۖقَالُواأَتَجْعَلُفِيهَامَنْيُفْسِدُفِيهَاوَيَسْفِكُالدِّمَاءَوَنَحْنُنُسَبِّحُبِحَمْدِكَوَنُقَدِّسُلَكَۖقَالَإِنِّيأَعْلَمُمَالَاتَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

Rasulullah SAW sebagai suri tauladan umat muslim juga mencontohkan karakter yang dibutuhkan sebagai seorang pemimpin, yaitu shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah. Ubaidillah Ibnush shamit r.a. menuturkan bahwa, Rasulullah SAW bersabda, “Jamin untukku enam perkara dari kalian, aku menjamin untuk kalian surga, enam perkara ini adalah: bila berbicara jujurlah, tepatilah janji apaabila kalian berjanji, apabila kalian dipercayai, tunaikanlah amanah, jagalah kemaluan kalian (dari kemaksiatan), palinglah pandangan kalian (dari segala yang diharamkan melihatnya) dan tahanlah tangan kalian (dari mengambil yang haram)”. (HR. Imam Ahmad).

Seorang pemimpin juga harus amanah sesuai dan senantiasa menjaga kepercayaan orang-orang kepadanya. Hal ini sesuai dengan Q.S Al-Ahzab ayat 72 :

إِنَّاعَرَضْنَاالْأَمَانَةَعَلَىالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضِوَالْجِبَالِفَأَبَيْنَأَنْيَحْمِلْنَهَاوَأَشْفَقْنَمِنْهَاوَحَمَلَهَاالْإِنْسَانُۖإِنَّهُكَانَظَلُومًاجَهُولًا

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”

Nabi Muhammad yang mendapat karunia dari Allah dengan memiliki kecakapan luar biasa (genius abqariyah) dan kepemimpinan yang agung (genius leadershipqiyadahabqariyah). Sebagai seorang pemimpin, manusia harus bisa melihat peluang dan mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Pemimpin harus cerdas dan berwibawa dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi. Dalam Q.S An-Nahl ayat 90, Allah SWT berfirman :

إِنَّاللَّهَيَأْمُرُبِالْعَدْلِوَالْإِحْسَانِوَإِيتَاءِذِيالْقُرْبَىٰوَيَنْهَىٰعَنِالْفَحْشَاءِوَالْمُنْكَرِوَالْبَغْيِۚيَعِظُكُمْلَعَلَّكُمْتَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”

Lalu, bagaimana gaya kepemimpinan karakter dalam film Moneyball?

Aspek Leadership

Karakter

Billy-Peter

Tim Pemandu Bakat

Visi dan Keyakinan

Daya Tahan

Kuat, mampu melewati krisis organisasi

Kuat, mampu melewati krisis organisasi

Ketekunan

Karakter pantang menyerah dan terus berusaha.

Tekun dalam menjalankan tugas.

Goals

Tujuan modern dan jangka panjang.

Tujuan tradisional dan jangka pendek.

Altruistic Love

Kepercayaan dan Kesetiaan

Kepercayaan dan kesetiaan kuat.

Kepercayaan rendah namun kesetiaan kuat.

Keberanian

Berani mengambil langkah disruptif.

Kurang berani mengambil risiko.

Daya Tahan

Tahan banting terhadap perubahan lingkungan internal dan eksternal.

Tahan banting terhadap perubahan lingkungan internal dan eksternal.

Empati dan kesabaran

Billy memiliki tingkat empati dan kesabaran rendah, Peter tinggi.

Tingkat empati dan kesabaran tinggi.

Kedua pihak karakter menunjukkan kecerdasan dan kejujuran sebagai seorang pemimpin tim. Langkah keduanya penuh pertimbangan dan memiliki dasar dengan mengutamakan tujuan organisasi. Menurut spiritual leadership dalam jurnal Egel and Fry, kedua pihak dalam film Moneyball memiliki daya tahan dan ketekunan yang tinggi. Mereka pantang menyerah dan terus mencari solusi ketika krisis dalam tim mereka terjadi. Namun, ada perbedaan goals diantara kedua pihak. Tim pemandu bakat masih mengandalkan solusi tradisional dan jangka pendek yaitu penggantian pemain profesional. Tim pemandu bakat tidak mempertimbangkan biaya yang harus dikeluarkan. Di sisi lain, Billy memiliki pandangan jangka panjang. Billy mengajak Peter untuk mencari solusi dengan metode berbeda yaitu penggunaan sabermetrics dalam analisis tim. Billy ingin supaya Oakland Athletics kembali bermain di liga dan kembali berjaya di masa depan meskipun ada keterbatasan dana. 

Billy dan Peter memiliki kepercayaan yang kuat pada tim. Meskipun para pemain dianggap “cacat” dan metode mereka dianggap gagal, Billy dan Peter tetap maju dan menerapkan apa yang mereka yakini. Billy dan Peter bekerja keras menganalisis calon pemain dan bernegosiasi dengan tim lain. Sementara itu, pemandu bakat kurang mempercayai tim bentukan Billy-Peter. Mereka membangkang dan menolak menggunakan para pemain tersebut dalam liga. Susunan tim yang sudah direncanakan Billy-Peter pun dirusak saat pertandingan. Meskipun begitu, tim pemandu bakat tetap setia dengan Oakland Athletics dan melatih para pemain dengan baik. Langkah yang diambil Billy-Peter menunjukkan bahwa mereka memiliki keberanian mengambil keputusan sebagai seorang pemimpin. Inovasi disruptif mereka terapkan untuk mengatasi krisis. Konflik dalam tim menunjukkan baik Billy Peter dan pemandu bakat adalah orang yang tahan banting di berbagai situasi.

Yang perlu dikoreksi dari peran Billy sebagai pemimpin adalah rasa empati dan kesabaran. Beberapa kali Billy mengambil keputusan saat emosinya tidak stabil. Dia mengabaikan keluhan dari manajer lapangan terkait kontrak. Kepedulian pada tim juga rendah ditunjukkan oleh sikapnya yang enggan menonton pertandingan. Bertolak belakang dengan Billy, Peter merupakan pihak yang memiliki empati cukup tinggi dan mau bersosialisasi dengan anggota tim.

Human Resources Management Karakter Menurut Jurnal Shah Khan (2016)

Manusia adalah makhluk hidup dengan tingkatan tertinggi di antara makhluk lainnya. Allah SWT dalam Q.S Al-An’am ayat 165 berfirman :

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Kesempurnaan yang dimiliki manusia dimaksudkan agar setiap individu mampu mengembangkan potensinya dan menjadi bermanfaat bagi orang lain. Jika manusia mampu mempertahankan kualitas sumber daya manusianya, berarti ia mempertanggungjawabkan perannya sebagai manusia. Dalam pengelolaan SDM, Rasulullah SAW adalah contoh paling nyata dengan kelihaian manajemennya. 

Recruitment and Selection

Dalam jurnal Shah Khan (2016), dijelaskan bahwa seleksi karyawan harus berdasarkan kriteria yang tepat untuk jabatan yang tepat. Semua jabatan merupakan amanat Allah SWT, sehingga orang yang menduduki jabatan haruslah orang yang memiliki kompetensi dan integritas. Rasulullah SAW bersabda, “Jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat (kehancuran)-nya.” (HR Bukhari dan Ahmad). Islam juga melarang nepotisme dalam proses perekrutan pegawai. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mengangkat seseorang sebagai pegawai dari suatu kaum, padahal pada kaum itu terdapat seseorang yang diridhai Allah (cakap, soleh dan beriman) maka ia telah berkhianat kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. (HR al-Hakim). Karyawan dipilih bukan hanya dari kemampuan, namun juga performanya dalam mencapai target yang ditentukan.

Job Description, Adequate Freedom, and Adequate Authority

Karyawan harus diberikan penjabaran fungsi dan tugas dalam jabatannya. Dengan begitu, tiap karyawan memiliki wewenang dan kebebasan profesional dalam organisasi. Para karyawan bebas untuk memutuskan secara rinci bagaimana mereka akan menerapkan kebijakan tersebut dan tidak ada campur tangan dalam urusan sehari-hari mereka. Rasulullah bersabda, “Jika penguasa memiliki kebiasaan mencurigai publik, itu akan mendorong mereka pada ketidakjujuran." Kontrak yang diberikan harus jelas dan mencakup jam kerja, gaji, tujangan, masa kerja, hak dalam pemutusan tenaga kerja, dan sebagainya. Kontrak berfungsi untuk menghindari perselisihan di kemudian hari.

Performance Appraisal

Karyawan harus dievaluasi secara berkala sebagai pertanggungjawaban mereka atas jabatan mereka. Penilaian karyawan juga dilakukan untuk menginvestigasi apabila terjadi penyalahgunaan wewenang dan keluhan lain. Dalam pengelolaan SDM juga diperlukan adanya penyelenggaraan tes dan umpan balik karyawan.

Pay Performance

Penggajian yang sesuai adalah salah satu cara mempertahankan karyawan. Penggajian harus didasarkan pada sistem akuntabilitas yang adil. Kenaikan gaji dilakukan dengan dasar kualitas kinerja. Kenaikan gaji yang wajar akan meningkatkan motivasi, komitmen, dan produktivitas karyawan. Hadist riwayat Ibn Majah dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah bersabda:

أَعْطُوا اْلأَجِيْرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ

"Berikanlah upah pekerja sebelum keringatnya kering."

Allah SWT dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 233 :

... وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوْا أَوْلاَدَكُمْ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَاآتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوْفِ، وَاتَّقُوا اللهَ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ بِمَاتَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ.

"… Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, tidak dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kepada Allah; dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

Dalam Islam, pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah. Pemimpin adalah servant dan guardian, dimana pemimpin harus selalu melindungi kepentingan karyawan dan berdedikasi dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan. Ihsan harus senantiasa diterapkan di setiap tahapan pengelolaan SDM, bukan hanya legalitas namun juga moralitas. Perencanaan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan rencana dari pihak oposisi.

Bagaimana pengelolaan SDM ala Billy-Peter dan tim pemandu bakat jika dikaitkan dengan konsep?

Konsep SDM

Karakter

Billy-Peter

Tim Pemandu Bakat

Recruitment and Selection

-Billy merekrut Peter sesuai skill dan kompetensi

-Billy-Peter merekrut tim berdasarkan capaian skor dan budget

Pemandu bakat merekrut pemain sesuai skill, popularitas, dan kondisi pemain.

Assigining Responsibilities

-Billy sebagai penghubung eksternal dan Peter internal pemain

-Billy-Peter bertugas menganalisis dan mencari pemain

Pemandu bakat bertugas mencari pemain yang sesuai. Manajer lapangan bertugas mengatur komposisi pemain.

Performance Appraisal

Berdasarkan angka, cetakan poin pemain, dan progress selama liga.

Berdasarkan kondisi dan progress pemain selama latihan.

Pay of Performance

Bayaran pemain didasakan pada performa.

Pemandu bakat tidak mengurusi gaji pemain.

Legal and Contract

Kontrak tertulis.

Pemandu bakat tidak mengurusi kontrak pemain.

Leadership

Billy-Peter berusaha mencapai tujuan organisasi dari sisi manajerial dan strategis.

Pemandu bakat dan manajer lapangan berusaha mengembangkan pemain.

Consultation Principle

Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah.

Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah.

Secara pengelolaan SDM, baik Billy-Peter dan pemandu bakat sudah melakukan perannya dalam pengelolaan SDM pemain. Dalam merekrut pemain, Billy-Peter lebih yakin pada analisis angka sedangkan pemandu bakat lebih yakin pada metode pengalaman di lapangan. Kedua metode ini sudah sesuai digunakan untuk tujuan menempatkan orang yang tepat dalam posisi yang tepat. Billy membagi tugasnya dengan Peter sebagai penghubung eksternal dan internal dengan tim. Billy mengurusi negosiasi dengan pihak eksternal dan Peter bertugas membangun hubungan dengan pemain. Mereka bertugas menganalisis pemain dan melakukan pertukaran pemain untuk komposisi yang lebih baik. Pemandu bakat bertugas melatih pemain sebelum pertandingan dan manajer lapangan betugas menentukan komposisi dan urutan pemain saat pertandingan baseball. Billy-Peter melakukan analisis performa berdasarkan cetakan skor para pemain dan kemenangan tim selama pertandingan. Apabila ada pemain yang kurang baik akan ditukar dengan pemain dari tim lain. Sementara itu, pemandu bakat menilai pemain saat latihan berlangsung. Bayaran dan gaji pemain didasarkan pada pengalaman dan kemampuan mereka dalam bermain baseball.

Billy dan Peter menggunakan kontrak kerja tertulis untuk menghindari perselisihan dengan pemain. Namun, manajer lapangan, Art Howe merasa kontrak yang dibuat kurang pas karena Art hanya dikontrak selama setahun. Billy, sebagai atasan kurang peduli terkait keluhan Art Howe. Secara kepemimpinan, Billy-Peter mengambil peran manajerial yang lebih strategis untuk memajukan Oakland Athletics sedangkan pemandu lebih berfokus memimpin perkembangan kemampuan pemain. Kedua pihak memiliki tujuan yang sama yaitu mengembangkan dan mensejahterakan organisasi dan orang-orang di dalamnya (servant and guardian leadership). Setiap keputusan diambil dengan diskusi serta perencanaan yang matang antara kedua belah pihak.

Pengelolaan SDM Billy dan Peter lebih mengarah ke keputusan strategis organisasi sedangkan pemandu bakat berperan sebagai supervisor pemain saat di lapangan. Keduanya melakukan pengelolaan SDM sesuai kebutuhan dan bidang mereka dalam organisasi. Ada proses pembagian wewenang yang jelas diantara keduanya sehingga pengelolaan SDM tim baseball menjadi lebih efektif.

Emotional Intelligence dan Organizational Citizenship Behaviour Menurut Jurnal Haider (2015)

Emotional intelligence adalah kemampuan seseorang dalam mengidentifikasi kondisi emosional pribadi dan melakukan penilaian emosi orang lain. Orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi dapat menggunakan kondisi emosi orang lain untuk mencapai tujuan tertentu dan membangun hubungan jangka panjang. Hal ini tentunya berguna bagi organisasi. Orang yang memiliki kecerdasan emosional biasanya akan berusaha mencapai tujuan organisasi dengan penuh semangat. Emotional intelligence akan mempengaruhi organizational citizenship behaviour (OCB). OCB didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki iklim organisasi. Dimensi OCB terdiri dari sikap suportif, tanggung jawab etis, dan inisiasi diri. OCB lebih merupakan kebiasaan di antara tingkat horizontal organisasi karena hubungan sosial yang kuat di antara teman sebaya. Orang-orang yang aktif secara sosial sangat diharapkan untuk memberikan bantuan bagi rekan-rekan mereka di masa-masa sulit (Haider, 2015). Budaya Islam betujuan untuk membangun masyarakat , komunitas, dan hubungan kemasyarakatan dengan bantuan korporasi dan kolaborasi. Islamic work ethics (IWE) adalah konsep yang memasukkan nilai agama ke dalam kehidupan profesional. Dalam penelitian Haider, IWE mempengaruhi OCB sebesar 54%, lebih tinggi dari emotional intelligence yang hanya 28%.


https://nprecovery.com/what-is-emotional-intelligence/

Islam senantiasa mengajarkan umatnya untuk melakukan muhasabah dan koreksi diri. Allah SWT dalam Q.S. Al-Hasyr ayat 18 berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Rasulullah SAW juga menganjurkan umat manusia untuk berbuat baik kepada sesama dalam hadistnya :

اللهُ فىِ عَوْنِ اْلعَبْدِ مَا كَانَ اْلعَبْدُ فىِ عَوْنِ أَخِيْهِ

Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Allah SAW melalui Al-Qur’an dan Rasulullah SAW dalam hadist juga mengajarkan manusia untuk selalu mengendalikan emosinya, seperti emosi gembira, marah,  dan sebagainya.

اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ

“Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (Q.S. Ar-Ra’d : 26)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu  bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri].

Pelajaran Terkait Emotional Intelligence dan Organizational Citizenship Behaviour dalam Film Moneyball

Konsep

Karakter

Billy-Peter

Tim Pemandu Bakat

Emotional Intelligence

Self Awareness

Kepercayaan diri tinggi.

Billy kurang memahami emosinya berpengaruh pada orang lain.

Kepercayaan diri tinggi.

Social Awareness

Billy kurang peduli dengan pendapat orang lain. 

Pemandu terbuka menerima pendapat orang.

Self Management

Menyampaikan pemikiran dan ide dengan baik.

Menyampaikan pemikiran dan ide dengan baik.

Relationship Management

Mengatasi konflik dengan tanggap.

Mengatasi konflik dengan tanggap.

Organizational Citizenship Behaviour

Sikap Suportif

Kurang suportif

Suportif

Tanggung Jawab Etis

Melakukan prosedur sesuai etika.

Melakukan prosedur sesuai etika.

Inisiasi Diri

Inisiatif tinggi.

Inisiatif kurang

Kedua pihak memiliki kepercayaan tinggi sebagai individu dan bagian dari organisasi. Baik Billy-Peter dan pemandu bakat berani mengambil langkah untuk perbaikan organisasi. Namun, Billy kurang bisa mengendalikan emosi dan hal ini berpengaruh pada orang lain. Kemarahan Billy pada kritik Grady Fuson saat mereka bertengkar membuat Billy memecat Grady secara tiba-tiba. Dalam scene film, Billy juga terbawa emosi dan melempar kursi di depan karyawan lain. Billy juga kurang peduli terhadap pendapat dari pemandu dan manajer lapangan sehingga Billy memaksakan keputusannya terkait pembentukan ulang tim. Meskipun begitu, tim pemandu tetap secara terbuka menerima kebutusan dari Billy. Kedua pihak mampu menyampaikan pendapat dan pandangan mereka secara jelas dan berdasar dalam diskusi dan proses pembangunan ulang tim. 

Pemandu bakat dan Billy-Peter memiliki kemampuan mengatasi konflik dengan tanggap. Mereka tetap profesional melakukan kewajiban masing-masing meskipun berselisih paham. Pemandu bakat dan manajer lapangan secara suportif menerima keputusan Billy-Peter. Akan tetapi, Billy menunjukkan sikap kurang suportif dengan merombak rencana awal dan mengganti pemain secara tiba-tiba dengan tujuan membatasi gerak dari manajer lapangan, Art Howe. Meskipun begitu, Billy-Peter tetap melakukan prosedur pemindahan pemain sesuai ketentuan dan etika bisnis. Film Moneyball menunjukkan bahwa Billy-Peter mempunyai inisiatif tinggi dengan mencari metode dan mengumpulkan tim sedangkan pemandu bakat dan manajer lapangan kurang berinisiatif mencari alternatif solusi saat Oakland’s menghadapi krisis.

Masing-masing pihak menunjukkan karakter terkait emotional intelligence dan organizational citizenship behaviour secara berbeda. Meskipun masing-masing pihak memiliki kelemahan dan kelebihan, tujuan mereka adalah memperbaiki iklim organisasi. Mereka berusaha membangun organisasi ke arah yang lebih baik dan saling bantu-membantu selama proses pembentukan ulang susunan pemain untuk liga.

Solusi

Billy, sebagai manajer perlu memperbaiki beberapa kebiasaan dan cara bersikap pada orang lain. Beberapa aspek yang perlu ditingkatkan :

Empati dan kepedulian

Billy harus lebih peduli pada kondisi pemain, baik secara fisik maupun psikis. Billy perlu memberikan support dan motivasi kepada para pemain bukan hanya sebelum pertandingan, namun juga saat pertandingan berlangsung.Rasulullah SAW bersabda. “ Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan." (HR.Bukhari). Motivasi dapat menjadi dorongan pemain dan karyawan untuk lebih bersemangat dan lebih produktif.

Pengendalian emosi

Emosi Billy yang kurang stabil mempengaruhi pengambilan keputusan manajerial. Apabila hal ini berlangsung terus menerus, tindakan Billy dapat menambah konflik sesama karyawan dalam organisasi. “Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud).

Tim pemandu bakat , sebagai pihak yang bertugas mencari bakat unggul dan mengembangkan kualitas pemain juga perlu menilai hal dari perspektif yang berbeda. Pikiran modern dan inovasi bisa menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi krisis. Pemandu bakat tidak boleh hanya berpaku pada metode tradisional namun juga perlu mengikuti tren dan menjadi fleksibel terhadap dinamika perubahan zaman. Pemandu bakat harus lebih inisiatif dalam mencari solusi dan mengambil langkah dengan perencaan jangka panjang. Meskipun begitu, dalam berpikir kritis dalam mencari alternatif solusi harus berhati-hati sesuai yang diajarkan Allah SWT melalui Al-Qur’an :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Q.S. Al-Hujurat : 6)

Film Moneyball menunjukkan bagaimana peran seorang pemimpin yang harus memiliki kemampuan leadership, human resources management, dan emotional intelligence di saat yang bersamaan. Sebagai pemegang keputusan strategis, manajer harus mampu berpikir jernih, cerdas, dan dilandasi dengan fakta. Manajer harus mampu memperbaiki iklim organisasi dan menyejahterakan anggota organisasi. Pengelolaan SDM yang baik akan meningkatkan produktivitas karyawan dalam mencapai tujuan organisasi. 


Referensi

Augustin, Adam. “Oakland Athletics”. https://www.britannica.com (diakses 2 April 2021)

Djaelany Haluty. “Islam dan Manajemen Sumber Daya Manusia yang Berkualitas”. https://media.neliti.com(diakses 9 April 2021)

Egel, Eleftheria & Louis W. Fry. 2017. “Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership”. Routledge Taylor & Francis Group: 77–95. 

Haider, Syed Nadeem Abbas. 2015. “The Relationship Between Emotional Intelligence (EI) and Organizational Citizenshp Behaviour (OCB): The Moderating Role Of Islamic Work Ethics (IWE)”. ASEAN Journal of Psychiatry, 16.

Jangan Marah, Kamu Akan Masuk Surga. https://almanhaj.or.id/(diakses 9 April 2021)

Khan, Shah. 2016. “Islamic Perspective of Human Resource Management: Some Salient Features”. The Dialogue XI, no. 1 : 83-106

https://tafsirq.com/

Sakdiah. 2016. “Karakteristik Kepemimpinan Dalam Islam (Kajian Historis Filosofis ) Sifat-sifat Rasulullah”. Jurnal Al-Bayan, 16. https://core.ac.uk/ (diakses 8 April 2021)


Penulis : Addecya Farah A.A


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
addecyaa

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format