Before The Flood: Manusia vs Bumi. Siapakah yang Menang?

Apakah harus selalu bumi yang berkorban dari keserakahan manusia? Jika iya, sampai kapan?


1
1 point

Belakangan ini, aksi dan sorotan dunia sedang terfokus pada masalah perubahan iklim dunia. Fokus ini menjadikan masalah perubahan iklim sebuah isu yang tidak bisa lepas dari benak masyarakat dunia. Isu global ini merupakan hasil dari aksi tidak bertanggung jawab manusia yang telah dilakukan selama bertahun-tahun. Permasalahan utama munculnya perubahan iklim ini berawal dari peningkatan pemanasan global saat ini. Pemanasan global yang terasa saat ini, ditandai dengan peningkatan suhu rata-rata atmosfer bumi karena meningkatnya suhu panas di bumi.

Semenjak parahnya perubahan iklim bumi semakin terasa belakangan ini, masyarakat dunia mulai resah akan akibat yang kemungkinan besar akan terjadi di masa depan, apabila kita tetap acuh dengan permasalahan ini. Dalam film Before The Flood (2016) yang merupakan sebuah film dokumenter produksi National Geographic menggambarkan kisah Leonardo DiCaprio sebagai aktivis UN yang melakukan perjalanan ke belahan dunia untuk mengetahui pengaruh perubahan iklim serta melihat kepentingan dan juga aksi perubahan di balik permasalahan ini. Before The Flood mengungkap fakta-fakta mengenai perubahan iklim dunia akibat ulah manusia dan juga mengungkapkan dua sisi diri manusia terhadap perubahan iklim. Yaitu mereka yang menentang dan menjadikan perubahan iklim sebuah alat kepentingan untuk mempertahankan kekuasaan atau mereka yang menjadikan perubahan iklim suatu bentuk peringatan dan mulai melakukan perubahan. 

Sifat manusia yang tidak pernah puas merupakan suatu karakteristik yang digambarkan dengan baik pada film documenter ini. Apabila melihat pandangan Islam mengenai sifat ketidakpuasan manusia, terdapat firman Allah yang memperingatkan manusia untuk selalu bersyukur atas apa yang mereka peroleh. Terfirman dalam Q.S. Al-Baqarah (157) yang berbunyi:

ا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”

Keserakahan manusia dalam film Before The Flood digambarkan dengan adanya eksploitasi sumber daya alam seperti batu bara, minyak bumi, gas alam, dan juga peningkatan industrialisasi. Dengan berdalih untuk menggerakkan ekonomi, eksploitasi sumber daya alam malah menjadi sebuah bentuk kapitalisasi para pemegang kepentingan yang bermain dalam sector industry sumber daya alam. Bentuk kapitalisme ini kemudian mendorong munculnya dua golongan masyarakat yakni kaya dan miskin (Saleem, 2018). Yang digambarkan sebagai Amerika Serikat (pemegang kekuasaan tertinggi pasar bebas) dan negara-negara berkembang seperti India, Afrika yang terdampak kapitalisme. Setiap kegiatan yang menimbulkan kerugian bagi pihak lain sangat dilarang oleh Allah. Firman Allah mengenai peringatan untuk tidak memakan hak orang lain termaktub dalam Q.S. An-Nisa (29) yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا  

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.”

Aksi Kerusakan Manusia dalam Before The Flood

  • Eksploitasi Sumber Daya Alam

Dalam film Before The Flood, penggerak ekonomi dunia terpusat pada aktivitas pengolahan sumber daya alam seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Hasil dari pengolahan kemudian akan menggerakkan roda perekonomian dunia dalam bentuk ketersediaan bahan bakar, jaringan elektronik, dan kebutuhan sehari-hari rumah tangga. Dari kemudahan yang dirasakan pelaku bisnis terdorong untuk melakukan eksploitasi dan memperoleh keuntungan lebih dari sector sumber daya alam, yang kemudian berdampak pada keadaan bumi dan juga ketimpangan sosial. Aktivitas pengolahan sumber daya alam menghasilkan kompenen yang mencemari lingkungan dan meningkatkan suhu panas bumi seperti asap, limbah air, dan rusaknya ekosistem tanah

  • Industrialisasi

Seiring dengan semakin meningkatnya populasi manusia di muka bumi, kebutuhan manusia pun juga semakin bertambah. Dibutuhkan lebih banyak barang untuk menunjang kehidupan sehari-hari mulai dari pangan, pakaian, dan kebutuhan lainnya. Proses produksi kebutuhan manusia saat ini sebagian besar diperoleh dari industrialisasi. Dari peningkatan industrialisasi tersebut meningkat pula pencemaran terhadap lingkungan akibat limbah asap proses industrialisasi. Semua ini didasari keuntungan. Menurut Ali (2013), proses perolehan keuntungan yang baik adalah perolehan keuntungan yang tidak memberikan dampak negative kepada orang lain. 

  • Penebangan dan Pembukaan Hutan Liar

Pembukaan lahan untuk penanaman kelapa sawit di Indonesia juga menjadi sorotan dalam film Before The Flood. Perusahaan yang menginginkan keuntungan yang lebih membuka lahan dengan cara membakar hutan dan illegal.

Aktivitas pembakaran hutan ini menunjukkan bahwa masyarakat hanya ingin memenuhi hawa nafsu dan tidak berpikir lebih jauh mengenai dampak yang akan terjadi. Dalam Islam ditekankan bahwa kita harus selalu melakukan yang terbaik, untuk memperoleh hasil yang baik. Termaktub dalam Q.S. Asy-Syura (23) yang berbunyi:

وَمَن يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَّزِدْ لَهُۥ فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ…

Artinya: “….Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”

Semua aksi tersebut hanya memberikan keuntungan bagi pihak yang berkepentingan, namun tidak bagi mereka masyarakat di negara yang terdampak. Keadaan mereka hanya menjadi semakin buruk dan berada pada posisi yang dirugikan. Sehingga yang diperoleh oleh mereka yang berkepentingan hanya kenikmatan dan bukan kebaikan dari Allah SWT.

Dampak Kerusakan Alam dalam Before The Flood

  • Melelehnya es di Greenland

  • Meningkatnya suhu bumi

  • Memburuknya kualitas oksigen karena peningkatan karbondioksida (CO2)

  • Meningkatnya kemiskinan karena perubahan iklim

Bagaimana bisa perubahan iklim berpengaruh pada kemiskinan? Meningkatnya suhu bumi berakibat pada menurunnya curah hujan yang kemudian menjadikan kemarau panjang yang dapat memicu kekeringan. 70 persen dari mereka yang berada dibawah garis kemiskinan hanya dapat bergantung pada alam. 

Perbandingan Pemegang Kepentingan dan Aktivis Penggerak Menurut Jurnal Ali (2013)

KonsepPemegang Kekuasaan / Penentang Perubahan Iklim
Aktivis / Penggerak Perubahan (Tesla)
Islamic Ethics and Business Conduct (etika bisnis dalam islam)
Aktivitas bisnis sumber daya alam merupakan sebuah bentuk kapitalisme, sulit untuk pihak luar melakukan intervensi bahkan pihak berwenang pun tidak mampu untuk melakukan intervensi.
Tesla menjadi perusahaan yang menginspirasi perusahaan automobile untuk mulai memikirkan masa depan dengan menyediakan energi terbarukan. Dalam hal ini mereka membuka kesempatan pengembangan energi terbarukan bagi perusahaan lain. Belakangan ini Hyundai juga telah mulai mengelola mobil listrik pertama mereka.
Fardh Factor (mementingkan kebaikan orang banyak)
Tidak ada kebaikan yang hadir dari pelaksanaan bisnis pengelolaan sumber daya alam dengan pelaksanaan eksploitasi. Yang ada hanya kerusakan dan pencemaran pada lingkungan dan mendorong pada munculya golongan kaya dan miskin.
Dalam hal ini Tesla berkeinginan untuk membawa tenaga terbarukan sebagai alternative kendaraan di masa depan. Dalam film juga dinyatakan bahwa Tesla ingin membentuk dan menyediakan energi terbarukan dengan tenaga matahari untuk mendukung ketersediaan listrik.
Multiplication Factor (pelipatgandaan rejeki)
Bisnis dalam hal pengelolaan sumber daya manusia merupakan sebuah bisnis yang menguntungkan dan jumlahnya yang berlipat-lipat. Namun ketika masyarakat akan sadar pada dampak atas penggunaan bahan bakar, bisa jadi masyarakat akan memulai melakukan konsumsi yang lebih bijaksana dengan menggunakan energi terbarukan dan meninggalkan bentuk energi lama.
Tesla merupakan produk mobil bertenaga listrik yang sedang booming belakangan ini. Apabila dibandingkan dengan mobil konvensional. Tesla tergolong produk baru. Namun karena hadirnya didasari dengan keinginan untuk memperoleh suatu tenaga terbarukan dan didukung dengan kesadaran masyarakat menjadikan mobil Tesla sangat diminati masyarakat dan berbondong bonding untuk memiliki mobil bertenaga terbarukan ini.
Profit Earning Level (tingkat kualitas perolehan keuntungan)
Dalam film diperlihatkan bahwa pengelolaan sumber daya alam hanya dikelola oleh beberapa pemain besar di bidang pengelolaan sumber daya alam seperti Shell, Exxon Mobil, Chevron, Koch Industries. Dan mereka yang memegang kelola perusahaan pengelola sumber daya alam mayoritas merupakan penentang adanya perubahan iklim akibat ulah manusia. Karena mereka ingin terus memperoleh keuntungan dan tidak ingin posisi bisnis mereka terancam. Sehingga keuntungan yang mereka peroleh bukan melalui cara yang sesuai dengan ajaran Islam.
Dalam film diperlihatkan dengan kemunculan terobosan mobil listrik dari Tesla. Elon Musk menginginkan penggunaan energi listrik untuk menggantikan bahan bakar. Fungsinya untuk mengembalikan keadaan iklim saat ini yang secara sadar telah semakin buruk. Dalam hal ini perolehan keuntungan dari Tesla dilakukan dengan memberikan manfaat bagi manusia dan alam.

Perbandingan Pemegang Kepentingan dan Aktivis Penggerak Menurut Jurnal Saleem (2018)

Konsep
Pemegang Kekuasaan / Penentang Perubahan Iklim
Aktivis / Penggerak Perubahan
Allah Owns All and is the Sustainer (Allah pemberi keberkahan)
Masyarakat yang saat ini telah merasakan dampak dari pemanasan bumi mulai menyadari bahwa kita membutuhkan cara untuk keluar dari permasalahan ini. Banyaknya masyarakat yang sudah mulai berpindah ke energi terbarukan bisa jadi mendorong pada penurunan minat penggunaan bahan bakar konvensional. Disini diperlihatkan bahwa Allah akan menjaga apa yang membawa manfaat bagi orang banyak.
Masyarakat sudah mulai sadar pada apa yang telah terjadi pada bumi saat ini, para aktivis lingkungan telah mulai memiliki banyak pendukung terutama kamu muda, perubahan pola perilaku masyarakat juga telah berubah dan berjalan menuju pergerakan yang lebih besar seperti penciptaan energi terbarukan.
Men as Vicegerent of Allah (manusia sebagai khalifah)
Sebagai khalifah di muka bumi, para pemegang kepentingan tidak memberikan kebermanfaatan bagi manusia lain di muka bumi. Eksploitasi dan kerakusan telah membawa pada kerusakan di muka bumi.
Mereka para penggerak merupakan khalifah yang membawa kebaikan dan menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Membawa berita benar dan melakukan hal yang benar mereka lakukan sebagai khalifah di muka bumi.
Halal & Haram (Lawful & Unlawful)
Masih banyak terdapat lahan tambang yang diperoleh secara illegal dan dikelola oleh perusahaan. Sama halnya seperti kelapa sawit di Indonesia, perolehan lahan biasanya terjadi karena adanya kepentingan dan pembukaan lahan masih dilakukan secara illegal.
Dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber daya alam yang universal dan tidak terbatas, mereka para penggerak perubahan memanfaatkan sumber daya angin dan matahari untuk mengelola usaha nya. Angin dan matahari merupakan sumber daya universal yang tidak bisa di klaim kepemilikannya begitu saja.
System of Zakat and Charity
Pelaksanaan CSR merupakan bentuk dari tanggung jawab perusahaan, walaupun hal ini masuk dalam bentuk obligatory semata.
Bentuk pemberian yang diberikan mereka para penggerak dapat berupa analisis lapangan untuk memberi bukti pada masyarakat (China), pelatihan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi bahan bakar (India), membangun energi terbarukan (Swedia) dan menyediakan konservasi hewan di Indonesia.
Moderation (merasa cukup atas apa yang diperoleh)
Tidak akan muncul eksploitasi apabila para pemegang kekuasaan merasa cukup atas apa yang mereka peroleh. Menggiurkan nya sector sumber daya alam memang sulit untuk merasa puas.
Para penggerak perubahan merasa cukup dengan dapat membantu dan melakukan langkah kecil untuk menjaga bumi. Yang mereka inginkan adalah masa depan yang menyenangkan untuk anak cucu mereka.

Perbandingan Pemegang Kepentingan dan Aktivis Penggerak Menurut Jurnal Egel dan Fry (2017)

Konsep
Pemegang Kekuasaan / Penentang Perubahan Iklim
Aktivis / Penggerak Perubahan 
VisionPandangan pemegang kekuasaan hanya perolehan keuntungan dan kepuasan diri sendiri. Yang terpenting adalah bisnis mereka terus berjalan.
Para penggerak perubahan ini memiliki keyakinan bahwa mereka harus dapat membawa perubahan dan menyelamatkan bumi mereka. Mereka membawa diri mereka sebagai khalifah Allah di muka bumi dan yakin akan hasil yang akan mereka raih.
Hope / Faith
Pemimpin yang baik harus sadar bahwa apa yang dilakukan salah dan membawa keburukan, namun apabila mereka tidak memiliki kesadaran akan hal tersebut tergambar pada pengelolaan bisnis yang mereka lakukan tidak memedulikan hal tersebut.
Penggerak perubahan ini sadar dan yakin atas aksi yang mereka lakukan akn membawa hasil nantinya di masa depan. Mereka tekun dan teguh untuk membantu masyarakat lain untuk dapat sadar dan merubah kebiasaan yang akan membahayakan lingkungan.
Altruistic Love & RahmahKarena kepentingan masing-masing pemegang kekuasaan mereka tidak ingin mengakui bahwa apa yang mereka lakukan jelas memberikan dampak bagi bumi. Takut apabila yang mereka peroleh akan hilang.
Para penggerak merupakan contoh individu yang memiliki empati akan keberlangsungan keadaan bumi. Cara yang mereka tempuh sulit dan tidak menguntungkan namun karena kesabaran dan rasa senang hanya dengan dapat menggerakkan kesadaran masyarakat menjadikan mereka bersyukur dan pantang menyerah.

Solusi Dalam Mengatasi Perubahan Iklim

Dalam menghadapi keadaan ini umat muslim perlu menerapkan sikap yang sesuai. Berikut sikap yang dapat diterapkan oleh umat muslim menanggapi permasalahan perubahan iklim:

  • Percaya

Peristiwa perubahan iklim bukan merupakan peristiwa yang dengan mudah dapat dipungkiri, dampak yang dihasilkan sangat terasa dan bukan semakin baik keadaan namun semakin buruk. Sebagai umat kita diajarkan untuk percaya pada apa yang nyata terjadi. Adanya perubahan iklim karena ulang manusia telah termaktup dalam Q.S. Al A’raf (56) yang berbunyi:

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ  

Artinya: "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan."

Kerusakan atas manusia sungguh nyata adanya, maka kita harus mempercayai agar muncul pada diri kita keinginan untuk berubah dan melindungi bumi 

  • Memulai dari hal yang kecil

Mulai dari hal kecil adalah hal yang paling dasar dalam menjaga bumi, semisal:

  1. Membawa tas belanja untuk mengurangi sampah plastik
  2. Mematikan lampu apabila sudah tidak terpakai
  3. Menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki apabila menempuh jarak dekat

Masih banyak lagi cara yang dapat dilakukan, apabila kegiatan tersebut dilakukan secara konsisten maka kita juga dapat berperan menjaga keadaan bumi.

  • Merasa cukup atas apa yang kita peroleh

Merasa cukup adalah suatu hal yang paling penting, berusaha untuk tidak rakus dalam hal apapun. Seperti menggunakan bahan bakar ataupun alat elektronik harus dengan prinsip berkecukupan. Masih banyak yang belum dapat merasakan nikmatnya menggunakan hal tersebut sehingga kita juga harus dapat. Karena sungguh Allah tidak menyukai apa apa yang berlebihan

Pesan dari Film Before The Flood

SUMBER

Ali et al. 2013. Islamic Perspectives on Profit Maximization. Journal of Business Ethics is the property of Springer Science & Business Media.

Saleem et al. 2018. Business Ethics in Islam. Qurtuba University of Science & Information Technology.

Egel., Fry. 2017. Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership. Taylor & Francis Ltd.

https://climate.nasa.gov/vital-signs/sea-level/

https://climate.nasa.gov/vital-signs/global-temperature/

https://climate.nasa.gov/vital-signs/carbon-dioxide/

https://warmheartworldwide.org/climate-change/?gclid=CjwKCAjwjbCDBhAwEiwAiudBy71BWdBnvzZdaeTijQlY9jBFNxeDh4noor6FeKC1brPBytZ6rXM6TRoCqgkQAvD_BwE

https://www.actionaid.org.uk/our-work/emergencies-disasters-humanitarian-response/climate-change?gclid=CjwKCAjwjbCDBhAwEiwAiudByyRSXbEpc8ceKV-785V79I2U18UAzZq1d_D0eDucvj390_Q1AqT49BoCfDcQAvD_BwE

PENULIS

Fatimah Aqila (17/408767/EK/21339)


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
fatimahaqila

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format