Lembaga bimbel : Belajar Fleksibel di Saat Pandemi

lembaga bimbingan belajar harus ikut belajar untuk bertahan di tengah pandemi


1
1 point

Lembaga Bimbingan Belajar atau yang biasa disebut Bimbel merupakan sebuah jasa layanan pemberian tambahan bimbingan belajar di luar sekolah yang pada awalnya ditujukan untuk persiapan murid kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA)  / sederajat dalam mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Pada perkembangannya, pada penyedia jasa Bimbel tidak hanya melayani murid kelas 3 SMA saja, tetapi melayani seluruh murid dari setiap jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA, hingga bimbingan untuk masuk ke Akpol/Akmil dan sekolah tinggi lainnya.

Sistem kurikulum pendidikan di Indonesia, dimana hasil ujian akhir mendapat porsi besar terhadap nilai akhir dan dapat menentukan apakah pelajar dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya, membuat para murid merasa membutuhkan tambahan bimbingan belajar di luar sekolah untuk mendapatkan nilai terbaik demi melanjutkan ke jenjang selanjutnya yang mereka inginkan. Setiap tahunnya pendaftar bimbel selalu ramai, terutama saat mendekati masa ujian akhir sekolah atau tes masuk perguruan tinggi.

(sumber :validnews.id)

Fenomena ini turut membuat para pelaku bisnis mulai menyasar industri bimbel ini. Secara statistik, di Indonesia, jumlah lembaga bimbel meningkat setiap tahun. Contoh kasusnya di Provinsi Jawa Tengah saja pada tahun 2009 ada 113 lembaga bimbel yang memiliki lisensi dari Direktorat Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Lalu pada tahun 2017 angka ini meningkat menjadi 162 lembaga bimbel yang berlisensi. Pertumbuhan selama sembilan tahun sangat signifikan, yaitu mencapai kurang lebih 70 persen. Secara keseluruhan Kemendikbud mencatat bahwa sampai tahun 2018 tercatat sekitar 1.866 Lembaga bimbel di Indonesia yang berlisensi. Angka ini belum memperhitungkan lembaga yang belum berlisensi.

(sumber :tirto.id)

Pandemi Covid-19 yang terjadi pada sepanjang tahun 2020 lalu hingga sekarang ini, telah menghantam berbagai sektor bisnis di Indonesia, tidak terkecuali bisnis jasa lembaga bimbingan belajar ini. Kebijakan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) yang diterapkan pemerintah membuat para pelaku usaha lembaga bimbel terpaksa menutup kelas tatap muka demi menghindari resiko terjadinya penularan virus di lokasi usaha mereka. 

Kondisi ini ditambah dengan kondisi ekonomi sebagian besar masyarakat yang lesu mengakibatkan para orang tua murid memprioritaskan kebutuhan sehari-hari ketimbang mengikutkan anaknya ke lembaga bimbel. Hal ini membuat omset dari lembaga bimbel menurun jauh dari sebelum pandemi, dimana penurunan bisa mencapai 70% dari total omset yang biasa mereka terima sebelum pandemi. Kondisi lokasi tempat bimbel pun menjadi terlihat sepi karena murid yang biasa memadati menjadi berkurang signifikan dibanding sebelumnya.

Penurunan omset dari lembaga bimbel tersebut juga berdampak pada pendapatan para pengajar atau guru di lembaga bimbel. Pendapatan dari mengajar yang sebelumnya bisa mencapai sekitar Rp 3,5 juta dalam sebulan, di saat pandemi menurun jauh hingga bisa hanya mencapai Rp 315 ribu saja. Bahkan tidak sedikit dari guru bimbel yang beralih profesi ke bidang pekerjaan lain dikarenakan pendapatan dari lembaga bimbel sudah tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari para pengajar.

(sumber :validnews.id)

Kondisi ini dapat disiasati dengan mengubah model bisnis lembaga bimbel yang tadinya berbasis tatap muka, diubah ke basis online tanpa tatap muka. Model ini sudah banyak dilakukan oleh startup-startup yang menyediakan layanan belajar online. Sekolah yang juga terdampak selama pandemi juga sudah mengadopsi sistem pembelajaran jarak jauh ini sehingga para murid seharusnya sudah terbiasa dengan pembelajaran dengan melalui platform online. 

Bisnis layanan bimbel online ini sebenarnya bukan hal baru lagi, dikarenakan sudah banyak startup-startup pendidikan yang memakai platform online sebagai basis utama layanan mereka. Dengan menawarkan harga yang sangat murah dan segudang fitur menarik, pada perkembangannya startup-startup ini mampu menjaring banyak konsumen untuk memakai jasa mereka, salah satu startup bahkan mengklaim telah mempunyai hingga 13 juta pengguna. 

Berikut infografis ilustrasi perbandingan harga dari beberapa lembaga bimbel konvensional dan online :

(sumber :tirto.id)

Selain karena perbedaan harga yang cukup signifikan tersebut, kepopuleran lembaga bimbel online ini berkat strategi promosi mereka yang lebih menarik bagi para murid, dengan pendekatan langsung ke calon konsumen melalui media sosial dan fitur-fitur yang membuat aktivitas belajar secara online menjadi menarik. Murid dapat merasakan seperti belajar private 1:1 dibandingkan dengan sesi di kelas biasa. Sehingga penyerapan materi bagi murid lebih maksimal.

(sumber :netray.id)

Perubahan model bisnis ini dapat dituangkan dengan memakai beberapa konsep berikut :

Konsep

Sebelum Pandemi

Setelah Pandemi

Managing Operations

  • Planning Capacity

  • Planning Facility

(FHF Ch. 8)

  • Kapasitas kelas tatap muka normalnya bisa mencapai 8 hingga 12 orang dalam 1 sesi

  • Fasilitas pembelajaran berupa media papan tulis, laptop dan projector di kelas tatap muka

  • Kelas tatap muka tidak diperlukan lagi karena pembelajaran melalui platform online yang bisa dilakukan oleh pengajar langsung dari rumah, sehingga beban operasional sewa tempat untuk kelas dapat dikurangi

  • Fasilitas pembelajaran memanfaatkan teknologi online class yang ada seperti Zoom, Google Meet dsb dengan menggunakan gadget smartphone atau laptop yang dimiliki oleh pengajar maupun murid bimbel. Lembaga bimbel bisa mengganti fasilitas dengan penggantian biaya kuota layanan internet pengajar.

Managing Human Resources

  • Job Analysis (Job Desc)

  • Training

  • Compensating

(FHF Ch. 10)

  • Tenaga pengajar hanya perlu berpengalaman mengajar tatap muka di kelas biasa

  • Pelatihan melalui pengadaan Forum Guru Bidang Studi (FGBS) secara mingguan dan MGMP (musyawarah guru mata pelajaran) 

  • Pembayaran gaji berdasarkan jam mengajar, per sesi kelas atau per murid yang diajar

  • Tenaga pengajar juga harus mempunyai pengetahuan terkait sistem online learning yang akan menjadi platform utama pembelajaran

  • Selain pelatihan reguler, ditambah dengan pelatihan pembelajaran yang efektif melalui sistem online learning

  • Pembayaran gaji bisa dengan berdasarkan sesi online class, atau murid yang diajar. Dengan menambahkan insentif bonus apabila target prestasi yang dicanangkan diawal oleh murid berhasil tercapai

Marketing

  • Marketing Research

  • Pricing Strategy

  • Promotion

(FHF Ch.11)

  • Research dan survey mengenai costumer banyak dilakukan langsung ke murid / orang tua murid di sekolah maupun di lokasi lembaga bimbel

  • Pricing strategy bimbel cenderung menggunakan skimming price, karena kemampuan rata-rata murid yang mampu mengikuti bimbel adalah yang ekonominya berkecukupan

  • Promosi jasa bimbel banyak dilakukan melalui pembagian flayer di sekolah, mouth to mouth, dan iklan di media massa/online

  • Research dan survey kepada konsumen dapat dilakukan melalui online survey maupun pencarian data pasar mengenai minat dan kebutuhan murid terkait bimbel online ini.

  • Pricing strategy sebaiknya menggunakan penetration price, agar layanan cepat berkembang di pasar dan dapat menjangkau segala kalangan murid

  • Promosi jasa bimbel lebih banyak dilakukan melalui media sosial, menggaet influencer di bidang pendidikan, dan memberikan free sample berupa free online class session untuk memberikan gambaran ke calon konsumen mengenai benefit dari jasa bimbel online

Model Operasional bisnis lembaga bimbel pastinya akan mengalami perubahan apabila lembaga memutuskan untuk memberikan layanan melalui platform online, yang pada awalnya sebelum pandemi layanan bimbel diberikan melalui tatap muka langsung dengan media kelas belajar, papan tulis, laptop dan projector, menjadi berbasis online yang tidak lagi membutuhkan ruang kelas belajar, papan tulis dan projector, hanya membutuhkan laptop atau smartphone dan koneksi internet. 

Perubahan ini dapat menghemat salah satu beban pengeluaran paling besar dari lembaga bimbel yaitu penyewaan ruang kelas belajar dan biaya listrik tiap bulannya. Dana yang tersisa dari penghematan ini dapat dialokasikan ke fasilitas yang diperlukan untuk lembaga bimbel melakukan layanan secara online, seperti membelikan kuota internet bagi guru bimbel yang mengajar, dan membayar biaya langganan bulanan platform yang digunakan seperti zoom/google meet. Pengalokasian biaya untuk model bimbel online ini pastinya lebih hemat dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk menyewa lokasi usaha bimbel saat sebelum pandemi.

Tenaga pengajar yang sebelumnya hanya mengajar di kelas atau tatap muka, dengan rencana model baru ini juga perlu mempunyai pengetahuan mengenai sistem online learning yang akan menjadi media utama pembelajaran di bimbel. Lembaga harus mensyaratkan kemampuan ini pada job desc dan job spec tenaga pengajarnya.

Lembaga bimbel juga perlu mentraining para pengajarnya mengenai metode pengajaran dan pengoperasian dari platform yang akan digunakan pada pembelajaran bimbel online nanti. Training terkait bisa dilakukan dengan mencontoh metode pengajaran dari startup-startup bimbel online yang sudah ada dan mengadaptasikannya dengan modul pembelajaran yang dimiliki oleh lembaga bimbel itu sendiri. 

Bagi para tenaga pengajar bimbel, model bisnis ini akan sangat membantu dalam mendapatkan pemasukan, dikarenakan kegiatan bimbel tetap dapat dilaksanakan tanpa tatap muka, sehingga pendapatan mereka tidak akan berhenti karena pandemi. Lembaga bimbel dapat memberikan insentif tambahan bagi pengajar yang anak muridnya berhasil mencapai goals / target yang ditentukan di awal, semisalnya pada awal pemakaian jasa bimbel, sudah ditargetkan ingin masuk Perguruan Tinggi / Sekolah tertentu dan anak murid berhasil diterima, maka pengajar terkait akan mendapatkan insentif bonus.

Sedangkan dalam memasarkan layanan barunya, lembaga bimbel sebaiknya mensurvey secara online dan langsung kepada para murid / orang tua murid mengenai keinginan dan kesulitan yang dihadapi dalam belajar online, sehingga dalam pengembangan platform onlinenya lembaga bimbel dapat memberikan fitur-fitur yang relevan dan sesuai dengan keinginan dari customer mereka.

Pada promosinya, lembaga bimbel konvensional dapat memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi langsung dengan calon konsumen dan menggunakan para influencer di bidang pendidikan untuk mempromosikan layanan mereka. Bentuk promosi dengan pemberian free online class session juga sebaiknya diberikan agar calon konsumen bisa merasakan langsung keunggulan keunggulan dari layanan bimbel yang diberikan.

Harga yang dipatok juga seharusnya tidak terlalu mahal, penggunaan strategy penetration price sangat disarankan, dikarenakan pada pasar bimbel online sudah banyak yang startup yang terlebih dahulu masuk dan punya market share tersendiri, maka penggunaan strategi ini diharapkan akan mampu membuat layanan lembaga bimbel ini cepat berkembang di pasar dan mampu menjangkau setiap murid terlepas dari kondisi ekonominya. 

Selain itu, lembaga bimbel seharusnya mengedepankan pengalaman selama bertahun-tahun yang dimiliki lembaga bimbel tersebut dalam mengajar anak muridnya. Menyajikan data keberhasilan customernya dalam menempuh ujian kelulusan dan tingkat keberhasilan tes masuk perguruan tinggi agar lebih meyakinkan bagi para murid dan orang tua murid. Pengalaman dalam dunia bimbel ini merupakan salah satu advantages dibandingkan startup-startup bimbel online yang harus dimanfaatkan oleh lembaga bimbel konvensional. 

Adaptasi model bisnis ini telah berhasil dilakukan oleh salah satu penyedia layanan bimbel di singapore yaitu The Learning Lab. Penyedia layanan ini berhasil melakukan adaptasi dari konvensional tatap muka menjadi online based selama pandemi di Singapore. Sistem pembelajaran yang dinamakan TLL 360 ini mengubah layanan yang sebelumnya di kelas, diubah dengan menggunakan platform web conferencing Zoom agar layanan tetap dapat diakses oleh konsumen dan tetap mematuhi peraturan social distancing di Singapore.

Selain mengubah bentuk layananannya, The Learning Lab juga memberikan banyak informasi, tips dan program belajar dari rumah yang sangat berguna bagi murid dan orang tua, sehingga proses pembelajaran online dapat diterima manfaatnya secara maksimal. Informasi terkait infrastruktur yang harus disiapkan, hingga tips dalam mentata ruang belajar di rumah, dan program menarik yang bisa dilakukan di rumah untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif juga diberikan oleh The Learning Lab kepada konsumennya.

Best Practices yang telah berhasil dilakukan oleh The Learning Lab di negara Singapore ini, dapat menjadi acuan bahwa dengan perubahan model bisnis secara terukur, didahului oleh riset pasar, perencanaan yang baik dan memaksimalkan advantages yang dimiliki lembaga oleh penyedia layanan bimbel konvensional. Harapannya adalah lembaga bimbel mampu bertahan di saat pandemi dan model ini dapat menjadi salah satu layanan yang dapat diandalkan di saat pandemi berakhir nantinya. 

Selain itu, model online learning ini dapat menjadi benefit juga bagi dunia pendidikan di Indonesia, karena dengan harga yang terjangkau dan kemudahan dalam mengaksesnya, harapannya lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari model bimbel online sehingga dapat mendukung pemerataan pendidikan di negeri ini.

Artikel ini dibuat oleh :

– Kharmanovian Umboro

Referensi


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
kharmanov

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format