Angel & Demons: The Battle Between Faith and Science

Di era modern dimana ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat, apakah agama masih relevan?


1
1 point

Sinopsis

Angels & Demons adalah film adaptasi dari novel sekuel kedua ciptaan Dan Brown yang terkenal akan novel pertamanya berjudul Da Vinci Code dan Inferno. Film ini mengisahkan tentang seorang profesor dari Harvard University yang sangat ahli dalam bidang simbologi dari berbagai budaya di seluruh dunia bernama Robert Langdon (Tom Hanks). Sebagai ahli di bidangnya, Robert Langdon dapat mengartikan berbagai simbol-simbol religi seperti simbol swastika dalam agama hindu, simbol papacy atau kepausan di agama katolik, dan lain sebagainya. Meskipun dalam pekerjaannya ia seringkali bergelut dengan simbol-simbol keagamaan, Langdon adalah seorang atheis dan tidak percaya dengan konsep supreme being yang menciptakan alam semesta. Sederhananya, ia adalah orang yang rasional dan mengandalkan pemikiran yang logis sebagai dasar dalam berpikir.

Illuminati

Suatu hari, seorang utusan dari Vatikan mendatangi kediamannya untuk membantu permasalahan yang sedang terjadi di sana. Kabar yang telah beredar sangat menggemparkan karena Paus, imam besar umat katolik, telah meninggal dunia. Banyak yang beranggapan bahwa Paus telah dibunuh oleh musuh umat katolik dari masa lalu yaitu Illuminati yang pergerakannya dibatasi bahkan dibungkam habis-habisan oleh gereja pada masanya. Pembungkaman tersebut dikarenakan pada masa dominasi gereja atau yang biasa kita sebut sebagai The Dark Age Illuminati muncul sebagai kelompok yang memperkenalkan sains kepada masyarakat. Gereja yang pada saat itu menguasai ilmu pengetahuan dengan doktrin-doktrinnya merasa munculnya Illuminati sebagai cemoohan terhadap ajaran katolik dan kemudian memutuskan untuk membunuh semua penganut Illuminati. Kini Illuminati menuntut pembalasan dendam atas masa lalu yang kelam tersebut dan memulai aksi terornya dengan membunuh imam besar umat katolik, Sang Paus.

God Particle

Sebagai ahli sejarah dan simbologi, Robert langdon direkomendasikan oleh salah satu satuan keamanan Vatikan untuk membantu penyelidikan. Sesampainya di Kota Vatikan, ia terkejut bahwa masalah yang muncul lebih besar dari yang ia perkirakan karena kota tersebut sedang diancam oleh teror bom antimatter atau yang biasa disebut dengan god particle atau partikel tuhan. God particle sendiri adalah produk tumbukan atom-atom inti yang bertujuan untuk mengetahui asal usul penciptaan alam semesta. Apabila bersentuhan dengan partikel lain, partikel ini dapat meledak dengan kekuatan ledakan yang lebih besar dari bom atom. Partikel ini dicuri dari salah satu laboratorium dan digunakan untuk mengancam Vatikan yang saat itu sedang menyelenggarakan conclave untuk memilih Paus yang baru. Dalam melaksanakan misinya mengusut tuntas teror tersebut, Langdon dibantu oleh Vittoria Vetra (Ayelet Zurer) yang berprofesi sebagai ilmuwan di laboratorium tempat partikel tuhan tersebut dicuri.

Conclave


Di dalam film tersebut dijelaskan juga kondisi conclave yang sedang tidak kondusif karena peristiwa penculikan empat kandidat paling kuat untuk menjadi Paus, sehingga pemilihan suara tidak mencapai mufakat. Untuk sementara posisi Paus digantikan oleh seorang Camerlengo (Ewan McGregor) orang terdekat Paus semasa hidup. Camerlengo melaksanakan tugasnya sebagai Paus hingga conclave menetapkan Paus berikutnya. Robert Langdon pun berlomba dengan waktu untuk menyelamatkan the preferati atau empat kandidat terkuat untuk menjadi Paus sebelum keempat-empatnya dibunuh sebagai salah satu usaha balas dendam Illuminati.

Klimaks

Seiring dengan berjalannya waktu, satuan keamanan Vatikan dan Robert Langdon gagal menemukan bom partikel tuhan tepat waktu sehingga memaksa Camerlengo melakukan aksi heroik dengan membawa bom tersebut menggunakan helikopter dan terbang setinggi-tingginya menjauhi keramaian di alun-alun St. Peter. Bom tersebut kemudian meledak di udara dan Camerlengo berhasil selamat dari ledakan tersebut dengan keluar dari helikopter menggunakan parasut tepat sebelum ledakan tersebut terjadi. Karena aksi heroiknya tersebut Camerlengo menjadi terkenal di masyarakat. Kabar tersebut pun sampai di telinga para kardinal yang kemudian mengajukannya menjadi Paus berikutnya karena menganggap selamatnya Camerlengo merupakan mukjizat dari tuhan dan tuhan sendiri yang memilih Camerlengo menjadi Paus berikutnya. Selain itu, gagalnya satuan keamanan tersebut menyelamatkan tiga dari empat kardinal kandidat terkuat memaksa conclave untuk menyegerakan prosesi tersebut.

Dengan segala permasalahan ini Robert Langdon berusaha mengumpulkan fragmen-fragmen bukti yang dapat menyelesaikan polemik yang terjadi. Berbagai rintangan ditemui dalam usahanya memecahkan misteri bagai mendung yang menyelimuti Kota Vatikan kala itu. Film ini menghadirkan dilema yang dikemas dengan sangat apik tentang kombinasi antara rasio dan iman.

Deskripsi Permasalahan

Sejak pertengahan film  kita terbuai oleh tindakan Camerlengo dalam usahanya menyelamatkan Kota Vatikan. Namun, setelah diusut seiring dengan berjalannya film, kita mengetahui bahwa Camerlengo adalah dalang dibalik semua aksi teror di Vatikan. Hal tersebut terungkap karena video CCTV menangkap tindakan Camerlengo menyakiti dirinya sendiri untuk memfitnah Kepala Swiss Guard sebagai salah satu anggota Illuminati. Saat-saat sebelum kematiannya, Kepala Swiss Guard tersebut menyerahkan kunci untuk mengakses rekaman tersebut kepada Langdon. Karena rekaman tersebut, terungkap juga fakta bahwa Camerlengo menciptakan ilusi tentang Illuminati sebagai musuh lama gereja dan menggunakannya sebagai alasan untuk melemahkan kekuatan gereja.

Dapat disimpulkan bahwa Camerlengo adalah seseorang yang sangat religius, tapi dibutakan oleh jaminan kekuasaan yang sangat besar apabila dia menjabat sebagai Paus. Hal ini bertentangan dengan hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:


حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ فَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا وَإِذَا حَلَفْتَ عَلَى يَمِينٍ فَرَأَيْتَ غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا فَأْتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ وَكَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ


Artinya:

Abu Said (abdurrahman) bin samurah r.a. Berkata: Rasulullah SAW telah bersabda kepada saya: Ya Abdurrahman bin Samurah, jangan menuntut kedudukan dalam pemerintahan, karena jika kau diserahi jabatan tanpa minta, kau akan dibantu oleh Allah untuk melaksanakannya, tetapi jika dapat jabatan itu karena permintaanmu, maka akan diserahkan ke atas bahumu atau kebijaksanaanmu sendiri. Dan apabila kau telah bersumpah untuk sesuatu kemudian ternyata jika kau lakukan lainnya akan lebih baik, maka tebuslah sumpah itu dan kerjakan apa yang lebih baik itu. (Bukhari, Muslim)


Film ini menceritakan perselisihan epik antara dua kubu yang masing-masing mempunyai idealisme yang kuat dan melambangkan dua buah pemikiran sosial yang sangat signifikan: iman dan sains. Seringkali kita mempertanyakan manakah yang lebih relevan di era modern ini. Banyak yang beranggapan keduanya saling bertolak belakang karena sains selalu mengedepankan logika dan rasio, sedangkan iman percaya sepenuhnya terhadap tuhan dengan mengikuti segala aturan yang telah ditetapkan. Namun, banyak juga yang beranggapan bahwa keduanya saling melengkapi. Mereka beranggapan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat harus diimbangi dengan landasan iman agar tidak melampaui batasan-batasan moral. Kedua kubu ini direpresentasikan oleh Robert Langdon, sang atheis yang berperang membela kebajikan dan Camerlengo, seseorang yang religius tapi tidak mempertimbangkan batasan moral dalam agama. Artikel ini akan membahas permasalahan keduanya berdasarkan film Angels & Demons, antara sains dengan keluguannya dan iman dengan moralnya.

Faith is universal. Our specific methods for understanding it are arbitrary. Some of us pray to Jesus, some of us go to Mecca, some of us study subatomic particles. In the end we are all just searching for truth, that which is greater than ourselves.” - Dan Brown, Angels & Demons.


Analisis Jurnal dan Perbandingan

Menurut jurnal yang berhubungan dengan agama islam, artikel ini akan membahas perbedaan keduanya menurut pandangan islam. Perbandingan tersebut mengacu pada tiga jurnal berbeda yaitu:


Robert Langdon

Camerlengo


Business Ethics

(Saleem et al, 2018)

Menurut jurnal yang ditulis oleh Saleem et al (2018), seorang yang religius akan menyeimbangkan antara kehidupan dunia dengan keyakinannya terhadap tuhan. Selain itu, Saleem menambahkan bahwa Allah mengingatkan seluruh umat islam untuk mencintai Allah sepenuhnya untuk mendapatkan kedamaian di dunia dan akhirat. 


Robert Langdon, meskipun dia adalah seorang atheis, dapat berpikir jernih dan logis. Dengan pola berpikir yang sedemikian rupa, Langdon dapat mengesampingkan fakta bahwa dia adalah seorang atheis dan berpihak dengan gereja untuk menegakkan keadilan serta membasmi aksi teror yang melanda Kota Vatikan. Di dalam film perbuatan Langdon dipuji oleh salah satu kardinal yang menyebutkan bahwa di dalam hatinya terdapat iman yang kuat. Kardinal tersebut juga menambahkan bahwa Tuhan membantu umatnya melalui tangan Langdon.

Berbeda dengan Langdon, meskipun ia berlatar belakang sebagai orang yang mempunyai kedudukan tinggi di Vatikan yang identik dengan tingkat kereligiusan yang tinggi pula, Camerlengo tidak dapat menyeimbangkan antara kehidupan duniawi dan kehidupan akhiratnya. Oleh karena itu, ia tergoda oleh jaminan kekuasaan yang besar apabila menduduki posisi sebagai imam besar umat katolik. 


Seperti hadits yang disebutkan di atas yang menyebutkan bahwa apabila seseorang menginginkan tampuk keinginan untuk dirinya sendiri maka ia tidak akan dibantu oleh Allah. 

Spiritual Leadership

(Egel & Fry, 2015)

Menurut Egel dan Fry (2015) kepemimpinan dalam islam memerlukan kombinasi antara spiritual dan material. Spiritual karena imam adalah tempat bergantung ru’yah yang dibawahinya dan material karena imam berfungsi sebagai pembuat kebijakan dan pengatur. Robert Langdon dan Camerlengo keduanya menunjukkan kombinasi antara spiritual dan material dalam kepemimpinan. Perbedaannya adalah latar belakang mereka. Robert Langdon memiliki latar belakang sebagai seorang atheis dan Camerlengo adalah seorang abdi gereja yang taat. Perkembangan karakter mereka dalam film juga terlihat sangat signifikan. Robert Langdon sedikit demi sedikit mulai menerima iman sebagai salah satu acuan dalam memimpin timnya. Hal ini terlihat dalam proses penyelidikan dan penyelesaian kasus-kasus yang dia hadapi. Begitu juga Camerlengo, selain mempunyai latar belakang sebagai orang yang religius, dia juga rela mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan umat katolik di Vatikan meskipun hal tersebut adalah skenario yang dia ciptakan sendiri.

Emotional Intelligence and Organizational Citizenship Behaviour

(Haider, 2015)

Emotional Intelligence merupakan hal penting dalam kehidupan dan Islam seringkali menekankan hal tersebut. Nadeem dan Haider (2015) menyebutkan bahwa hal yang paling sulit dilakukan dalam menerapkan EI dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan tidak melibatkan emosi kita secara langsung dalam menghadapi permasalahan, tapi mengolah situasi dengan mempertimbangkan pendapat orang banyak. Selain itu, jurnal tersebut juga menjelaskan bahwa orang yang memiliki EI yang tinggi cenderung lebih mampu bekerja dalam organisasi dan membentuk hubungan jangka panjang dengan orang lain. Terbukti dalam film bahwa Robert Langdon dapat mengontrol emosinya dengan baik dan bekerja bersama satuan keamanan Vatikan untuk menyelesaikan kasus.

Berbeda dengan Langdon, Camerlengo mempunyai EI yang buruk. Terbukti bahwa dalam dia memanipulasi banyak orang untuk kepentingan pribadi tanpa mempertimbangkan dampak yang akan menimpanya. Di akhir film, terdapat adegan dimana dia membunuh dirinya sendiri dengan membakar tubuhnya di altar persembahan karena tidak cukup kuat untuk menanggung dampak perbuatannya sendiri.

Kesimpulan dan Solusi

Banyak yang dapat kita ambil dalam film ini, salah satunya adalah sebagai umat islam kita harus dapat menyeimbangkan antara iman dan kehidupan dunia. Iman untuk hubungan kepada Yang Maha Kuasa (hablum minallah) dan kehidupan dunia untuk menjalin hubungan yang baik antar sesama manusia (hablum minannas). Keduanya merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Sedikit saja kecenderungan kita terhadap salah satu hal tersebut akan menjerumuskan kita. Selain itu, kita tidak boleh dibutakan dengan gelimang harta dunia. Kita harus menyikapi segala sesuatu dengan bijak tidak serta merta meninggalkan kewajiban demi sesuatu yang sifatnya hanyalah fana di mata Allah. Marilah kita menjadi umat islam yang taat sesuai dengan ajaran Allah dan Rasulullah SAW. Akhirul kalam.

Referensi dan Catatan Kaki

Haider, A., & Nadeem, S. (2014). The relationship between emotional intelligence (EI) and organizational citizenship behaviour (OCB): The moderating role of Islamic work ethics (IWE). ASEAN Journal of Psychiatry, 16(1), 95-105.


Egel, E., & Fry, L. W. (2017). Spiritual leadership as a model for Islamic leadership. Public Integrity, 19(1), 77-95.


Saleem, M., Khan, A., & Saleem, M. (2018). Business Ethics in Islam. Dialogue (Pakistan), 13(3).


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format