BRAND SEPATU LOKAL : MELANGKAH PASTI DENGAN E COMMERCE


1
1 point

Perkembangan E-Commerce : Capaian Global dan Indonesia

Perkembangan pesat E-commerce saat ini merubah cara berbisnis baik perorangan maupun perusahaan. Kesempatan terbuka luas bagi setiap orang untuk bertransaksi jual beli tanpa batasan ruang maupun waktu dan menunjukkan trend yang meningkat. Dikutip dari situs e Marketer (insiderintelegence.com) penjualan ritel di seluruh dunia sebesar $23.84 Triliun atau turun sebesar 3,0% disbanding periode tahun sebelumnya tetapi melonjak hingga 27,6% dengan nilai penjualan sebesar $4.28 Triliun, dimana China merupakan negara dengan transaksi e commerce terbesar di dunia 

Bagaimana dengan Indonesia?Menurut data BI yang dikutip dari artikel CNBC Indonesia nilai transaksi e commerce tahun 2020 sebesar Rp 253 Triliun dan menurut Gubernur BI Perry Warjiyo transaksi akan semakin tinggi di tahun 2021,dengan pertumbuhan 33,2% disbanding tahun 2019 yang sebesar Rp 205,5 triliun. Kemudian tahun ini meningkat tinggi jadi Rp 337 triliun, Peningkatan transaksi e-commerce juga ditopang oleh kebijakan pemerintah untuk penerimaan metode transaksi digital kepada masyarakat, dan akselerasi perkembangan fintech dan digital banking.

Pangsa pasar ini merupakan peluang besar bagi UMKM atau produsen barang-barang lokal di Indonesia dan tentunya akan berdampak terhadap perekonomian nasional karena menurut rilis dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia kotnribusi UMKM terhadap Produk Domestic Bruto (PDB) sebesar 61,07 %dan menyerap 96% pekerja. 

Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki menyampaikan per Januari 2020 UMKM yang menggunakan platform digital hanya 13 persen (8 juta) sehingga pemerintah menargetkan sekitar di tahun 2023, 30 juta UMKM go digital. Dengan menggunakan e commerce UMKM dapat memasarkan produknya dengan jangakuan yang lebih luas tanpa terbatas jarak dan waktu melalui media platform e commerce yang tersedia. 

Dalam pelaksanaanya terdapat hal yang menjadi tantangan bagi UMKM dalam berbisnis terutama persaingan harga yang tidak sehat. Isu predatory pricing yang yang terjadi mengakibatkan produk local kalah bersaing dengan produk import China. Fenoma MR HU Mr Hu yaitu sosok yang diduga menjadi seller salah satu e commerce yang menjual produk-produk dari China dengan harga yang murah. dianggap bisa menjatuhkan peluang UMKM untuk berbisnis di platform tersebut.

A. Tipe E Commerce

E-commerce adalah wadah transaksi jual beli antara penjual dan pembeli dengan menggunakan media elektronik. Ecommerce adalah bagian dari e-business yang bertugas bidang penjualan dan pembelian dimana merupakan unsur utama dunia bisnis dan dengan dukungan aktivitas terkait. 

E-commerce diperkenalkan di tahun 1994 untuk tujuan promosi dan mulai berkembang di Eropa dan Amerika

A.1. E Commerce berdasarkan Peserta

  1. Business-to-ConsBusiness-to-Consumers (B2C) 

Proses transaksi dilakukan antara produsen langsung kepada konsumen akhir. Menjual produk eceran dan memiliki gudang untuk stok barang seperti toko retail dengan proses transaksi dilakukan secara online. B2C mudah dan dinamis sehingga mampu berkembang dengan sangat cepat. Persaingan di bisnis e-commerce sangat ketat dan cenderung tidak merata, informasi berlimpah dan variasi harga. 

Contoh : Lazada, Amazon, Ebay, Traveloka, 

     2. Business-to-Business (B2B) E-Commerce

      Proses transaksi dilakukan antar perusahaan atau jenis usaha dan dilakukan secara elektronik maupun fisik.        Konsumen adalah grup atau kelompok yang menjalankan bisnis Volume kebutuhan barang dan jasa yang            tersedia sangat besar sehingga membutuhkan biaya lebih besar dalam menjalankan bisnis. Dan tentu saja           resikonya juga cukup besar. Membutuhkan sistem EDI (Electronic Data Interchange) dan sonsultasi sebagai             verifikasi terhadap produk yang ditawarkan. 

      3. Consumer-to-Consumer (C2C) E-Commerce

Proses transaksi dilakukan dari konsumen kepada konsumen yang terdiri dari dua model yaitu marketplace dan classifed. Model marketplace, konsumen menyediakan barang dan jasa dan menggunakan wadah transaksi platform. Konsumen yang bertindak sebagi penjual dapat mem-posting produk untuk dibeli konsumen lainnya. Contoh : Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan sebagainya. Untuk model classified memberikan kebebasan terhadap penjual dan pembeli untuk bertransaksi secara langsung. Website hanya berfungsi untuk mempertemukan antara penjual dan pembeli tetapi tidak memfasilitasi proses jual beli online dan transaksi melalui cash on delivery atau COD. Contoh : OLX dan Kaskus.

     4. Consumer-to-Business (C2B) E-Commerce

Proses transaksi dilakukan dari konsumen kepada perusahaan, kebalikan B2C yang telah Penawaran produk atau jasa terhadap perusahaan yang membutuhkan dan siap untuk membelinya. 

Contohnya adalah freelancer.com. dimana merupakan wadah bagi para freelance untuk menawarkan keahlian.

     5. Business-to-Administration (B2A) dan Consumer-to-Administration (C2A) E-Commerce

Prosesn transaksi dilakukan kepada lembaga pemerintah dengan mekanisme transasksi elektronik yang dilakukan oleh individu kepada lembaga pemerintah. Contoh : pembayaran pajak, iuran BPJS dan kewajiban lainnya yang ditujukan kepada pemerintah.

 

     6. Online-to-Offline (O2O) E-Commerce_E-Commerce

Proses transaksi menggunakan saluran baik itu online maupun offline. Promosi, menemukan konsumen, menarik konsumen, meningkatkan kesadaran melalui jaringan online kemudian diproses dengan melakukan pembelian di toko offline. Contoh : Gojek, Grab, Airbnb, Airy dll

      Perbedaan Tipe E Commerce berdasarkan Partisipasi

Tipe 

B2C

B2B

C2C

C2B

B2A-C2A

O2O

Target 

End User

Enterprise

End User

Enterprise

End User

End User

Sales Volume

Low

High

Low

High

Risk

Low

High

Low

High

Low

Low

Purchasing process

Short

Longer

Short

Longer

Low

Low

Price 

More Cheap

High

More Cheap

High

Conditional

More Cheap

Contoh

Lazada, Amazon, Ebay, Traveloka, Berrybenka dan lain sebagainya.

Company

Tokopedia, Bukalapak, Shopee OLX dan Kaskus.

Website Freelancer

Pajak, BPJS

Gojek dan Grab, Airbnb, Airy,

https://www.scnsoft.com/ecommerce/types-of-ecommerce

A.2. E Commerce bedasarkan Model Bisnis

https://www.scnsoft.com/ecommerce/types-of-ecommerce

  1. Drop Shipping 

Pengecer dapat bermitra dengan pemasok grosir yang menyimpan inventaris dan mengirimkan barang pesanan langsung ke pelanggan setelah pembelian. Penjual tidak perlu melakukan stock barang sehingga berdampak terhadap penghematan biaya operasional. Model ini tampaknya menawarkan uang cepat karena pengecer hanya perlu hadir secara online dan berfungsi sebagai perantara antara pelanggan dan pengirim barang. 

     2. Private Labelling & Manufacturing

Pengecer dapat melakukan outsourcing pembuatan dan menjual barang dengan nama merek mereka. Manufaktur sesuai permintaan memungkinkan pengecer untuk merancang barang mereka sesuai dengan spesifikasi atau prototipe mereka dan menghindari pengeluaran terkait dengan pengelolaan produksi mereka sendiri.

     3. White labeling

Pengecer dapat membeli produk generik yang diproduksi untuk beberapa perusahaan dan menawarkannya dengan nama merek mereka. Penjual menghemat desain dan pengembangan produk mereka tetapi produk mereka tetap mengkomunikasikan pesan merek.

     4. Warehousing

Pengecer dapat membeli barang dari produsen, mengelola gudang mereka sendiri, dan mengatur pengiriman ke pelanggan. Tidak diragukan lagi, ini membutuhkan lebih banyak investasi awal ke dalam sumber produk dan manajemen inventaris. Kontrol penuh atas semua proses bisnis dan fleksibilitas dalam memilih bermacam-macam produk datang sebagai bonus.

B. Dilema UMKM : Pricing Predatory

Pelaku usaha di e-commerce dalam kurun beberapa bulan ini telah merasakan adanya ketidak etisan dalam persaingan usaha dan hal ini diperkuat dari statement Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo dimana terdapat price predatorya yang berpotensi mengancam ekisteansi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Presiden menyatakan bahwa hal ini ini tidak bisa ditolerir dan harus segera ditertibkan. Apakah yang dimaksud price predatory tersebut dan bagiaman hal tersebut dapat terjadi?

Menurut Undang-Undang No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat telah melarang praktik predatory pricing . Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam Pedoman Pelaksanaan Pasal 20 Tentang Jual Rugi (Predatory pricing) mendefenisikan jual rugi adalah suatu kondisi dimana suatu pelaku usaha menetapkan harga jual barang dan atau jasa yang diproduksi di bawah biaya total rata-rata (Average Total Cost). 

Praktek jual rugi memiliki 5 (lima) tujuan utama:

  1. Mematikan pesaing di pasar bersangkutan yang sama,
  2. Membatasi pesaing dengan menerapkan harga jual rugi 
  3. Mendapatkan euntungan besar di masa yg akan datang
  4. Mengurangi nilai kerugian di masa lalu, atau
  5. Sebagai harga promosi untuk memperkenalkan produk baru

C. Fenomena MR HU #SellerAsingBunuhUMKM  

Media Sosial Twitter beberapa waktu lalu dihebohkan adanya trending #SellerAsingBunuhUMKM  menurut kabar yang beredar, adanya seller asing yang menjual berbagai produk rumah tangga dan barang lainnya dengan mematok harga sangat murah melalui marketplace di Indonesia. Sehingga berdampak terhadap kondisi usaha UMKM Tanah Air 

Seperti dikutip detik finance (19 Peb 2021) Menteri Koperasi dan UKM RI melakukan pertemuan dengan Shopee Indonesia karena viralnya tagar #SellerAsingBunuhUMKM di Twitter. Dalam kesempatan tersebut, Head of Public Policy and Government Relations Shopee Indonesia Radityo Triatmojo menyatakan, penjualan produk UMKM di Shopee tercatat sebesar 71,4 %, sedangkan produk crossborder hanya 3 %, dan sisanya pedagang besar lokal.

Tetapi hal terlanjur sudah menjadi perbincangan dankeresahan pelaku usaha sehingga dibutuhkan komitemn yang kuat dari Pemerintah untuk melindungkan UMKM agar dapat menjalankan bisnis dengan lebih fair.

D. Peluang Industri Sepatu Lokal 

Sepatu merek Brodo adalah perusahaan fashion berbasis retail dan e-commerce berpusat di Bandung, Jawa Barat, menawarkan beberapa produk mulai dari sepatu, dompet, kaos, tas, dan berbagai aksesoris pria, dengan sepatu kulit adalah produk andalannya. Pendiri adalah dua orang mahasiswa Institut Teknologi Bandung yaitu Yukka Harlanda dan Putera Dwi Karunia, dengan merek Brodo Footwear. Tahun 2012 mendapatkan dana dari seorang investor yaitu Christopher Angkasa, Brodo Footwear berganti nama menjadi Brodo Indonesia dan mendirikan situs web. Brodo juga memiliki beberapa outlet yang tersebar di beberapa kota seperti di Jakarta, Bandung, Bekasi, Surabaya, dan Yogyakarta.

Penghargaan sebagai Indonesia Most Creative Companies didapatkan pada tahun 2015 oleh Majalah SWA dan menjadi sepatu resmi Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) di tahun 2017 

Seiring dengan berkembangnya brand, BRODO kini telah merambah ke beberapa platform e-commerce dan reseller untuk memperkuat penetrasi pasar dengan tetap menjaga kualitas terbaik.

Produk sepatu lokal Indonesia yang juga mendunia adalah Fortuna Shoes Fortuna Shoes dapat menelusur ke masa lalu ketika pendirinya, Bapak Dede Chandra, memulai produksi sepatu di rumah kediamannya di tahun 1970-an. Keteguhan dan dedikasi yang dilakukan membuahkan hasil dimana usaha produksi tumbuh secara stabil dan perusahaan dapat berbadan hukum pada 1998. Gedung pabrik dibangun dilokasi Jalan Sriwijaya Bandung, sehingga pengawasan mutu dapat dilakukan secara terpadu di bawah satu atap. Adapun produk yang dihasilkan Fortuna beragam antara lain sepatu anak, sepatu dewasa sepatu golf dan sepatu kulit.

Kedua produk sepatu lokal ini memiliku situs tersendiri sehingga customer dapat melakukan pemesanan secara customize.

E. Produk Sepatu China

Nilai ekspor Indonesia ke China selama periode Januari-Agustus 2020 meningkat 6,4 persen dibandingkan periode Januari-Agustus 2019, sedangkan nilai impor Indonesia dari China justru mengalami penurunan sebesar 11,8 persen. Hal ini menunjukkan adanya peubahan kebijakan yang dapat menekan import alas kaki dari China.

Kementerian Keuangan mengambil kebijakan sejak 2019 dengan menurunkan ambang batas) untuk produk barang impor via toko online menjadi US$ 3 atau Rp 42 ribu (kurs Rp 14.000/US$). Berarti semua barang dengan harga kurang dari Rp 42 ribu tidak akan dikenakan bea masuk impor, tapi sebaliknya akan dikenakan bea masuk impor senilai 7,5%.

F. Kesimpulan & Saran

Ferrel menyatakan bahwa terdapat keuntungan dan kerugian dalam hal menjalankan Usaha Kecil yaitu antara lain, 

Keuntungan

  • Bebas dalam artian dapat memiliki kebebasan dalam menentukan kebijakan dan keputusan bisnis
  • Biaya dimana biaya yang dibutuhkan tidak terlalu besar untuk pembiayaan operasional
  • Flexibilitas dalam menghadapi perubahan dalam bisnis dan permintaan pasar
  • Focus untuk menentukan pangsa pasar mana yang akan di capai

Kerugian:

  • Tekanan yang sangat tinggi dikarenakan merapakan ujung tombak penghasilan si pemilik
  • Tingakt kegagalan yang tinggi karena tidak ada jaminan bahwa usaha tersebut akan berhasil

Ferrel juga menyatakan bahwa usaha kecil kedannyatergantun akan tekcnologi sehingga semakain banyak usaha kecil yang akan tumbuh. Dan dapat dilihat bahwa produk lokal Indonesia Brodo maupun Fortuna Shoes memiliki segmen pasar yang berbeda dan supply chain yang berbead. Dimana Brodo secara bahan baku mengutamakan bahan dan vendor lokal sementara Fortuna shoes menggunakan bahan dan vendor dari luar negeri dikarena tujuan penjualan mereka adalah eksport

Dalam melakukan planning dan designing operation system baik Brodo maupun Fortuna Shoes seperti teori Ferrel bahwa dalam mendesign product terdiri dari 3 tipe yaitu standarisai, modular dan customize dan kedua produk lokal tersebut memilih proses kustomisasi dimana produk mereka menyesuaikan dengan keinginan customer dengan type yang berbeda dalam jumlah yang terbatas.

Dengan kondisi tersebut perusahaan dapat bertahan ditengah persaingan yang tinggi dengan produsen sejenis.

Telah di validasi https://www.duplichecker.com/ 

Ferrel 12th edition Business Foundation 

https://www.emarketer.com/content/global-ecommerce-update-2021

https://www.emarketer.com/chart/242909/top-10-countries-ranked-by-retail-ecommerce-sales-2020-2021-billions-change

https://www.kemenkopukm.go.id/read/kemenkopukm-susun-6-indikator-strategis-adaptasi-dan-transformasi-kumkm

https://www.scnsoft.com/ecommerce/types-of-ecommerce

https://youtu.be/RoQeKUAC7Yc

https://youtu.be/XfMCu_AfbLk

https://youtu.be/EZnfuiinYFg


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format