FILM: Keadilan di Negara Demokrasi Hanya Sebuah Ilusi

Demokrasi yang dianut oleh pemerintahan ternyata hanyalah sebuat kata, karena pada kenyataannya orang yang mengungkapkan aspirasinya justru dihukum.


1
1 point

https://cultura.id/the-boy-who-harnessed-the-wind-review

SINOPSIS

The Man Who Harnessed the Wind mengangkat kisah nyata dari William Kamkwamba seorang pelajar dari Malawi yang berhasil membuat kincir angin untuk irigasi lahan pertanian sebagai alternatif dari kekeringan yang terjadi di Desa Wimbe, Malawi. Film ini menceritakan tentang kehidupan di Kamkwamba sebuah daerah pertanian yang ada di Malawi. Kondisi cuaca di desa ini sangat ekstrim, jika musim kemarau cuaca sangat panas dantanah kering, sedangkan ketika musim hujan daerah ini sering terjadi banjir. 

Cuaca ekstrim menyebabkan buruknya pertanian di desa tersebut, semua petani gagal panen dan harus menghadapi ancaman kelaparan. Selama ini tidak ada bantuan dari pemerintah untuk mengatasi kekeringan, banjir, dan kelaparan yang dialami warga desa. Musim kemarau tiba, kelaparanpun melanda desa tersebut. Suatu ketika presiden mendatangi desa tersebut, ketua kelompok memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan meminta bantuan dari pemerintah. Bukannya menerima bantuan, ketua kelompok tersebut justru dipukuli hingga sekarat oleh orang-orang utusan pemerintah karena mereka menganggap bahwa ketua tersebut mengkritisi pemerintah.

William Kamkwamba terpaksa putus sekolah dan tidak diizinkan masuk sekolah karena tidak mampu membayar uang sekolah. Akhirnya, William menemukan ide untuk membuat sebuah kincir angin yang akan memberikan listrik untuk menghidupkan mesin pompa air yang dapat memberi air lahan pertanian. William dengan ide briliannya itu bersama dengan warga desa membuat kincir angin tersebut. Pada awalnya banyak yang tidak percaya dengan ide William, namun ternyata kincir air tersebut dapat berfungsi dan mampu mengalirkan air di lahan. Dengan begitu petani dapat panen tiap tahunnya dan tidak terjadi kelaparan lagi di desa Wimbe

AKAR PERMASALAHAN

Desa Wimbe, Malawi merupakan daerah yang terpencil dan jauh dari pemerintah pusat. Desa tersebut memiliki cuaca yang sangat ekstrim sehingga menyebabkan desa tersebut sering mengalami permasalahan seperti kekeringan, kelaparan, dan banjir. Perekonomian tidak berjalan lancar karena terbatasnya askes dan fasilitas ekonomi sehingga sebagian besar warganya hidup miskin dan sangat bergantung dengan hasil panen. Menurut Bank Dunia pada 2015, Malawi merupakan negara termiskin di dunia dengan pendapatan per kapita US$ 226,5 dan yang masuk kategori miskin yaitu dibawah US$ 765. Demokrasi yang dianut oleh pemerintahan ternyata hanyalah sebuat kata, karena pada kenyataannya orang yang mengungkapkan aspirasinya justru dihukum dan pemerintah tidak menerima kritikan dan suara dari rakyat.

PERBANDINGAN 2 KAREKTER YANG BERTOLAK BELAKANG BERDASARKAN JURNAL

Jurnal Ethics in Business by Saleem et al (2018)

Islam tidak hanya sekedar mengatur cara beribadah, namun juga mengajarkan hal-hal yang berkaitan dengan urusan duniawi seperti perekonomian dan bisnis. Untuk menciptakan aktivitas bisnis yang sehat, perlu pemahaman mengenai prinsip dan praktek etika bisnis yang baik. Moral islam dapat menciptakan tatanan sosial-moral ekonomi dan politik dengan menyebarkan ajaran yang terdapat pada Al-Quran dan Sunah. Pinsip equity sangat ditekankan dalam islam. Seluruh lapisan masyarakat harus diperlakukan secara adil, semua hak harus dipenuhi.

Sistem ekonomi dunia dikelompokkan menjadi 3 bagian besar yaitu Capitalism, Socialism, dan Islamic. Dalam sistem kapitalis ekonomi menganut sistem pasar bebas. Tujuan utamanya yaitu untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Oleh sebab itu muncul golongan miskin dan golongan kaya. Sedangkan dalam islam menganut prinsip keadilan. Semua lapisan masyarakat dan pemerintah bersama-sama mengurusi ekonomi, dan berfokus pada kesejahteraan individu dan masyarakat bersama.

اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

"Allah melapangkan rizki bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya dari makhluk-Nya dan menyempitkannya bagi orang-orang yang lain dari mereka, karena Allah mengetahui apa yang terbaik untuk kemaslahat hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu tentang keadaan-keadaan dan urusan-urusan kalian. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya." (QS. Al-Ankabut 29: Ayat 62).

Konsep

Ketua Wimbe

Pemerintah

Moral

Ketua Wimbe berusaha menciptakan warganya memiliki moral yang baik. Meskipun mereka hidup dengan banyak permasalahan yang dihadapi, mereka tetap saling membantu dan tolong-menolong untuk mengatasi kesulitan serta menghindari kekerasan. Ketua Wimbe merupakan seorang muslim sehingga ia menerapkan prinsip-prinsip islam.

Pemerintah tidak peduli dengan permasalahan yang dihadapi warga padahal sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk bertaggung jawab mengatasi hal itu. Pemerintah justru melakukan kekerasan dengan memukuli Ketua Wimbe ketika ia sedang menyampaikan aspirasinya. 

Equity

Ketua Wimbe memperlakukan semua warganya dengan adil serta menerima kritik dan saran dari warga. Memberi bantuan kepada seluruh warga secara merata, ketika terjadi kelaparan ia membagikan jagung dan gandum yang ia miliki untuk warga yang membutuhkan.

Warga Wimbe menuntut haknya agar dapat hidup layak dan tercukupi, namun pemerintah tidak pernah memberikan hak warganya. Presiden justru mementingkan kepentingan pribadinya agar dapat terpilih kembali di pemilihan presiden periode selanjutnya. Tidak ada keadilan di sini.

Economics System

Ketua Wimbe memiliki kekayaan yang cukup jika dibandingkan warga lain, ia membagikan hartanya berupa benih jagung, gandum, bahkan lahan kepada warganya agar dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Hal ini mencerminkan sistem ekonomi islam

Terdapat beberapa pihak yang mendapatkan keuntungan besar di atas penderitaan pihak lain. Perusahaan tembakau menerima keuntungan atas lahan yang dijual warga sedangkan warga tetap hidup miskin dan menderita. Terjadi kesenjangan antara golongan kaya dan golongan miskin.

Jurnal “Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership” oleh Egel and Fry (2017)

Agama islam merupakan dasar kepemimpinan islam. Dalam islam menekankan prinsip kesetaraan dan keadilan. Pemimpin yang berkarisma akan memiliki pengikut yang patuh dan bertanggung jawab atas perbuatan yang mereka lakukan. Kepemimpinan yang baik memiliki beberapa sifat salah satunya dicerminkan pada Altruistic Love (SLM) and Rahmah (ILM).

Altruistic Love merupakan rasa harmoni dan kesejahteraan yang dihasilkan melalui kepedulian, penghargaan, dan perhatian terhadap diri sendiri dan orang lain. Sedangkan Rahmah merupakan sebuah ikatan keluarga yang tercipta atas pemimpin yang mengayomi anggotanya. Kedua hal tersebut akan terwujud ketika pemimpin menerapakn prinsip islam dalam menggunakan wewenangnya.

Konsep

Ketua Wimbe

Pemerintah

Altruistic Love (SLM)

Ketua Wimbe adalah sosok pemimpin yang menerima semua saran dan kritik warganya, membuat keputusan dengan mempertimbangkan masukan dari warga, dan mementingkan kepentingan bersama. Hal ini menunjukkan bahwa Ketua Wimbe Memiliki altruistic love yang tinggi.

Sebaliknya, presiden lebih mementingkan jabatannya daripada kepentingan warganya dan tidak menerima masukan dari warga. Dalam hal ini presiden sebagai pemimpin tidak memiliki altruistic love.

Rahmah (ILM)

Dalam hal ini ketua Wimbe adalah pemimpin yang dijadikan orang tua, ia mengarahkan warganya menuju hal yang lebih baik. Oleh karena itu warga sangat mematuhi dan menghargai Ketua Wimbe sebagai pemimpin. Ketua Wimbe mencerminkan sifat “rahm” dan memiliki ikatan keluarga yang baik dengan warganya.

Sedangkan pemerintah khususnya presiden tidak memiliki sifat ini karena sikapnya yang otoriter dan sangat merugikan warga. Warga justru membenci pemerintah karena mereka tidak peduli dengan kondisi warga. 

Jurnal “Islamic Perspective of Human Resource Management: Some Salient Features" By Shah Khan 

Dalam memilih pemimpin dalam islam tidak hanya dilihat dari performanya, namun juga mempertimbangkan kemampuan orang tersebut untuk memenuhi apa yang anggotanya minta. Pemilihan juga bersifat adil. Integritas perlu diterapkan pada Islamic HRM. Nabi Muhammad Saw Bersabda:

“Setiap orang di antara kamu bertanggung jawab dan dia akan dimintai pertanggungjawaban bagi mereka yang berada di bawah otoritasnya”.

“Barangsiapa yang diberi wewenang dan dia mati dalam keadaan tidak jujur, maka Allah SWT tidak akan memaksukan dia ke dalam surga”.

Pemimpin yang memiliki wewenang berkewajiban untuk tanggung jawa atas anggota yang ada di bawah mereka dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya ketika sudah meninggal. Dalam islam para pemimpin memutuskan hal penting melalui musyawarah mufakat.

Konsep

Ketua Wimbe

Pemerintah

Integrity in HRM

Ketua Wimbe sangat bertanggung jawab atas kesejahteraan warganya, dia rela dipukuli hingga sekarat untuk memperjuangkan kesejahteraan warganya. Menggunakan wewenangnya untuk memenuhi kepentingan warga.

Pemerintah sangat tidak bertanggung jawab kepada warganya atas  kelaparan dan kemiskinan yang mereka alami. Pemerintah justru menggunakan wewenangnya untuk mementingkan kepentingan politik dan kesejahteraan mereka sendiri.

Strict Accountability of Those in Authority

Ketika menghadapi masalah di desa, semua warga berkumpul di rumah Ketua Wimbe untuk bermusyawarah. Hal ini ditunjukkan ketika perusahaan tembakau ingin mengambil alih lahan, seluruh warga berkumpul untuk membahas hal tersebut.

Pemerintah dalam mengambil keputusan hanya secara sepihak, tidak pernah memperhatikan pendapat dari warganya. Keputusan tersebut merugikan salah satu pihak dan menguntungkan pihak lainnya. Hal ini tentu tidak adil.

SOLUSI

Demokrasi merupakan sebuah alat untuk memberu kesempatan bagi semua orang untuk mengaspirasikan pendapatnya. Namun saat ini banyak terjadi tekanan dan pembatasan seseorang untuk mengemukakan pendapat, mendapat ancaman bahkan teror oleh pihak lain. Hak yang saat ini dimiliki oleh semua orang juga tidak terpenuhi dengan baik. Oleh sebab itu penting bagi kita semua untuk menegakkan keadilan. Dalam islam pun prinsip keadilan sangat diutamakan karena bersangkutan dengan banyak orang.  Berdasarkan masalah dan kejadian yang terjadi di film tersebut, solusi yang dapat ditempuh sebagai berikut.

Memilih Pemimpin yang Amanah

Pemimpin merupakan sosok yang memiliki wewenang atas sumber daya dan anggota. Selain itu mereka memiliki tanggung jawab yang besar atas kesejahteraan anggotanya dan anggota memiliki kewajiban untuk menaati perintah dari pemimpin seperti dalam Firman Allah SWT tentang wajib taat kepada pemimpin menyatakan, 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah, taatlah kepada Rasul, dan kepada ulil amri di antara kalian. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih baik akibatnya (QS An Nisa’ [4]: 59). 

Memilih pemimpin yang amanah merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Pemimpin yang amanah akan membawa kelompoknya menuju kesejahteraan bersama dengan bertanggung jawab dan memenuhi segala hak dan kewajiban.

Menegakkan Keadilan dan Menciptakan Pemerintahan yang Baik

Keadilan merupakan pilar penting yang harus ditegakkan oleh setiap lapisan masyarakat. Dalam hal ini pemerintah perlu memperhatikan hak warganya dan menjamin pemerataan kesejahteraan. Semua sama rata tidak ada yang dibedakan. Hal ini dia ajarkan dan termuat dalam Al-Quran:

 إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

“Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS An Nisa: 58).

Sumber Referensi

Egel, Eleftheria & Fry, Louis. (2016). Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership. Public Integrity.

Saleem, Maimoona. Business Ethics in Islam. The Dialogue volume XIII

Shah, Khan. 2016. Qurtuba University of Science & Information Technology, Peshawar. "Islamic Perspective of Human Resource Management: Some Salient Features." The Dialogue Vol XI (I): (83-106)

Trailer The Boy Who Harnessed The Wind (2019)


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
rwulan11

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format