Ford vs Ferrari (2019): Ambisi Yang Lambat

Ketika ambisi yang tinggi dikerjakan oleh direksi yang kolot


1
1 point

Problem Identification:

Resensi

Julukan raksasa mobil sudah lama disematkan kepada Ford dan Ferrari. Berawal dari perusahaan yang sama yaitu Ferrari, Henry Ford yang memiliki pemikiran dan idealisme yang berbeda dengan Enzo Ferrari akhirnya melepaskan diri dan mendirikan Ford automotive dengan visi “to make people's lives better by making mobility accessible and affordable.” .   Dalam perjalanannya, ford dan ferrari memiliki pandangan yg berbeda sehingga jarang terjadi pertikaian hingga pada suatu saat ferrari mengalami kolaps yg menyebabkan banyak perusahaan mobil yang ingin mengakuisisinya tidak terkecuali ford.  Ford pada saat itu menawarkan untuk mengakuisisi namun pada akhirnya karena memiliki value yg berbeda maka fird ditolak dengan tidak baik bahkan pemimpin ferrari mencela ford dan Henry ford sebelum perpisahan meeting. Hal ini semakin runyam di keesokan harinya setelah ford mengetahui bahwa ferrari akhirnya diakuisisi oleh fiat dan beranggapan ferrari hanya memanfaatkan ford untuk menaikkan harga pasar. Hal ini lah yang menjadi titik kemarahan ford hingga akhirnya ford memutuskan untuk menantang ferrari dalam dunia balap paling bergengsi le mans 24 yg sebelumnya belum pernah dimasuki oleh ford. Dan semua usaha ford menuju kompetisi demi mengalahkan dominasi ferrari yang berlatar tahun 1960-an tertampung pada film Ford vs Ferrari (2019)

Ford v Ferrari, merupakan film yang berfokus pada perseteruan antara dua raksasa produsen mobil, Ford dan Ferrari. Film yang diperankan oleh Christian Bale dan Matt Damon. Ini tentang diangkat berdasarkan kisah nyata yang merujuk pada upaya Ford Motor Company untuk mengalahkan pesaingnya, Ferrari, dimulai dari ajang Les Mans 1964. Film ini banyak mengisahkan tentang perancang mobil visioner Amerika Serikat (AS), Carrol Shelby (Damon), dan pengemudi kelahiran Inggris yang tak kenal takut, Ken Miles (Bale). Mereka adalah dua tokoh utama dalam menciptakan mobil balap revolusioner untuk Ford Motor Company. Ford v Ferrari juga melibatkan Henry Ford II, yang diperankan oleh Tracy Letts. Dia merupakan pemilik perusahaan Ford yang diceritakan sebagai tokoh ambisius yang selalu mengawasi berjalannya proyek mobil revolusioner pesaing Enzo Ferrari tersebut.

Film ini dimulai dari bagaimana Carroll Shelby, seorang pembalap yang telah menjuarai Le Mans 24 tahun 1959 yang dipaksa untuk pensiun karena mengidap hipertensi. Pensiunnya Shelby tidak membuatnya keluar dari dunia balap, Shelby berikutnya terjun ke penjualan mobil dan melakukan modifikasi dan desain yang dinamakan Shelby-American Inc dan Cobra. Selain itu setelah Shelby dipercaya oleh Ford untuk menjalankan project mobil balap, dia akhirnya juga mengelola beberapa pembalap, termasuk Ken Miles yang digambarkan sebagai tokoh yang pemarah dan bebas. Kedua rekan ini yang menjadi sorotan utama dalam usaha mengembangkan mobil balap Ford yang terus diganggu oleh petinggi kolot Ford yang bernama Leo Beebe.

Semua gejolak Ford berasal dari Henry Ford II yang digambarkan tidak puas dengan hal-hal di perusahaan yang didirikan oleh kakeknya. Dia selalu menginginkan ide-ide baru, termasuk ide yang diberikan Lee Iacocca (Jon Bernthal). Idenya adalah untuk membeli dan emngakuisisi perusahaan Ferrari yang berada dalam ambang kebangkrutan. Namun saat bernegosiasi dengan Enzo Ferrari, Lee tidak hanya menerima penolakan, dia juga menyampaikan beberapa penghinaan yang jelas kepada Ford the Second. Ini melukai harga diri Ford. Dan membuatnya bertekad untuk menjadi mobil terbaik di trek balap Le Mans 24, markas balapan 24 jam yang belum pernah dimenangkan oleh mobil Amerika dan demi mengalahkan dominasi Ferrari disana.

Perseteruan Shelby-Beebe

Shelby yang ditugasi langsung oleh Ford untuk tidak hanya menciptakan mobil tetapi juga tim balap yang dapat mengalahkan Enzo. Dengan anggaran fantastis Ford, Shelby dan tim bebas menciptakan mobil balap sempurna demi memenangkan Le Mans 24. Di sisi lain ada tokoh Ford yang sering kasar dan orang kedua di komando Ford yaitu Leo Beebe. Beebe bukanlah penjilat yang ambisius. Dia lebih buruk dari itu. Dia adalah orang yang kolot atau digambarkan sebagai pemikir “Baby Boomers” yang menganut prinsip perusahaan secara mutlak karena dia benar-benar percaya itu benar. Dia tidak ingin Miles menjadi pengemudi mobil baru karena menurutnya, Miles adalah sosok yang tidak mudah diatur dan urakan sehingga tidak cocok dengan Image perusahaan Ford yang elegan. Dan dengan kolotnya Beebe dia telah gagal membawa Ford untuk memenangkan Le Mans 24 pada tahun 1964 dan 1965.

Upaya gigih Beebe untuk mengacaukan Miles, dalam film yang ditulis oleh Jez Butterworth, John-Henry Butterworth, dan Jason Keller ini, memperkuat aspek minat rooting dari film ini. Lalu dari banyak isu bisnis dan kepentingan yang sering dibawa oleh Beebe inilah akhirnya Shelby memberanikan diri untuk mendapatkan kepercayaan dan komando langsung dari Henry Foprd II untuk membangun timnya sendiri tanpa campur tangan Beebe. Karena sebelumnya terdapat hambatan dalam membangun tim karena banyaknya birokrasi tidak perlu dan kolotnya atasan termasuk Beebe itu sendiri. Dari kebebasan itulah akhirnya Shelby dapat merekrut Ken Miles sebagai pembalapnya sekaligus pemberi saran mengenai mesin mobil.

Dilemma Bisnis 

Sangat banyak isu bisnis di dalam film ini dan yang paling terlihat adalah masalah birokrasi perusahaan dan adanya campur tangan leadership yang kolot sehingga menghambat produksi dan pengembangan mobil. Dalam kasus ini, Shelby dihadapkan dengan tantangan menciptakan mobil balap yang siap bersaing dimana hal ini belum pernah dilakukan oleh Ford dan juga dihadapkan dengan direksi yang kolot sehingga banyak pembatasan dalam produksi yang menyebabkan lambatnya pengembangan. Dan juga sering terjadinya adaptasi teknologi yang terlalu cepat sehingga sering terjadi kegagalan dalam implementasi.

Tempo percepatan bisnis yang signifikan menyebabkan banyaknya detail-detail aspek bisnis yang terlewatkan dan kurang maksimal di 2 tahun pertama. Namun semua itu mulai menemukan titik terang dimulai pada tahun 1965 setelah Shelby diberikan kewenangan lebih bebas dalam mengatur timnya. Terbukti pada tahun 1966 hingga tahun 1969 Ford berhasil menjuarai Le Mans 24 berturut-turut seperti pada data sebagai berikut:

Critical thinking 

4 tahun dominasi Ford bukan tanpa alasan dan tanpa memperhitungkan dampak besar bagi perusahaan. Ford pada tahun 1965, mengeluarkan mobil model baru yaitu Mustang. Lalu setelah kemenangan pertama Ford pada 1966, penjualan Mustang naik drastis hingga 5-6 tahun setelahnya. Semua data ini terlihat seperti berikut:

Dari data diatas terlihat terdapat kenaikan yang signifikan, terutama dimulai pada tahun 1966. Pada saat itu tim Rushbrook membawa Ford meraih kemenangan di kelas GT Le Mans 24 Jam setelah duel epik dengan Ferrari 488. Kemenangan tersebut telah membantu menjual Ford  Mustang secara global dan hingga sekarang model coupe 1966 masih memegang rekor sebagai Mustang terlaris sepanjang masa, terhitung hampir 500.000 dari penjualan tahun itu. dan menjadikannya mobil sport terlaris di dunia.

Mustang Coupe 1966

Analytical Thinking

Dengan menggunakan 3 artikel yaitu Egel and Fry (2017) , Shah Khan (2016), dan Saleem et al (2018), kita dapat membandingkan kedua tokoh yaitu Beebe selaku direktur penanggung jawab divisi balap dan Shelby yang bertindak sebagai pimpinan proyek mobil balap. Perbandingan ini mencakup aspek etika bisnis, kepemimpinan, dan seleksi. Perbandingan tersebut dapat dilihat sebagai berikut:

No

Indikator

Beebe

Shelby

Business Ethics in Islam

1

Filantropis islam

Tidak berusaha membangun lingkungan bisnis yang damai dengan selalu mencari kekurangan ketika tidak berjalan sesuai keinginan.

Selalu berusaha membangun lingkungan bisnis yang damai dengan selalu berkomunikasi antar rekan, bahkan berusaha memecahkan masalah bersama dengan saling menurunkan ego.

2

Moral dalam bisnis

Tidak memberikan hak berpendapat (egois), dan cenderung selalu memaksakan kehendak sendiri tanpa melihat terdapat hak orang lain yang dilanggar.

Selalu berusaha memenuhi hak pekerjanya secara finansial hingga hak berpendapat dan selalu memperhatikan pemenuhan hak pekerjanya.

Spiritual Leadership

1

Kesetaraan dan keadilan

Tidak memberi kesempatan kepada selain warga Amerika dan tidak mentoleransi sikap seseorang yang menurut pribadinya tidak sesuai untuk mengendarai mobil balap Ford.

Selalu memberikan peluang bagi siapa saja yang memiliki potensi dan mampu untuk mengendarai mobil balap Ford tanpa melihat pendapat pribadi/subjektif.

2

Hope/Faith

Memiliki visi yang jelas namun selalu kontradiksi dengan apa yang dilakukan. Karena memiliki idealisme yang tinggi, sehingga menghambat pencapaian visi tersebut.

Memiliki visi yang tinggi, perencanaan yang matang, dan pikiran yang terbuka sehingga perlahan visi tersebut mulai terwujud.

3

Altruistic Love/Rahmah

Tidak  menunjukkan kepedulian, perhatian, dan penghargaan terhadap orang lain. Hal ini memunculkan pemberontak-pemberontak yang tidak yakin dengan kepemimpinannya dan cenderung membenci sehingga lingkungan proyek tidak nyaman.


Menunjukkan kepedulian, perhatian, dan penghargaan terhadap orang lain, sehingga karyawan merasa nyaman dan memunculkan lingkungan bisnis yang saling mendukung.

4

Calling and Membership

Sering lebih mementingkan keinginan pribadi yang egois dan tidak menghormati kepercayaan yang telah diberikan kepada orang lain.

Selalu berusaha untuk melampaui keinginan diri yang egois dan bercita-cita untuk menghormati kepercayaan yang telah diberikan kepada mereka.

Employee’s Selection

1

Avoiding Assigning Responsibilities to Nears and Dears

Mempekerjakan seseorang sesuai keinginan pribadi tanpa melihat keselarasan tim dan pengembangan tim.

Mempekerjakan seseorang berdasarkan kemampuan dan kelebihan yang dapat membantu tim.

2

Agreement/contract

Tidak memberikan kontrak yang jelas dan tidak memberikan perjanjian yang jelas kepada rekan proyek, sehingga tidak terlihat batasan-batasan dalam bekerja.

Menghargai struktur birokrasi yang ada, memberikan kontrak dan perjanjian yang jelas kepada karyawan dan rekannya.

3

Ihsaan lies at the core of Islamic

Tidak sempurnanya pemenuhan hak dan kewajiban. Lalu juga memberikan hak dengan syarat dimana juga tidak menghargai pencapaian orang lain dan juga merebut hak orang lain dengan cara menipu.

Pemenuhan hak dan kewajiban seseorang dengan cara yang baik serta senantiasa mengikuti prinsip kebaikan tanpa syarat.



Dari perbandingan tersebut jelas terlihat bahwa Beebe melakukan banyak pelanggaran etika selama menjalankan proyek mobil balap Ford. Berikutnya juga Beebe memiliki kepemimpinan yang kolot dan tidak fleksibel sehingga tidak memberikan kenyamanan kepada rekan dan karyawan bisnisnya. Selain itu, Beebe juga melakukan seleksi pekerja yang tidak objektif dan cenderung egois sehingga penempatan pekerja sering tidak sesuai dan tidak dapat mengembangkan proyek dengan maksimal. Hal ini terbukti dengan kegagalan Le Mas 24 pada tahun 1964 dan 1965 yang langsung di bawah kendali Beebe yang bahkan bisa dianggap memalukan bagi Ford karena hampir saja proyek ini tidak dilanjutkan pada tahun 1966.

Berbeda dengan Beebe, shelby melakukan pekerjaannya dengan baik mulai dari pencapaian etika bisnis, lalu kepemimpinan yang lebih fleksibel dan selalu berusaha memenuhi hak dan kewajibannya, rekannya dan seluruh pekerjanya. Shelby juga menerapkan rekrutmen yang jelas dan mementingkan kebutuhan tim dan kesesuaiannya dalam tiap divisi proyek. Kecemerlangan Shelby terlihat ketika dia diberikat mandat langsung oleh Henry Ford II untuk menangani proyek mobil balap di tahun 1966 yang langsung membuahkan 3 trophy di tahun yang sama hingga memberikan Trophy Le Mans 24 yang memutus 5 tahun dominasi Ferrari.

Saran dan Solusi

Dalam kasus pada film Ford vs Ferrari kita dapat mempelajari dan menyikapi banyak hal yang dapat kita terapkan sebagai umat muslim yaitu:

  1. Memperhatikan kesejahteraan pekerja

Sebagai umat muslim kita harus selalu senantiasa memperhatikan kesejahteraan bersama dalam setiap tindakan bahkan saat berbisnis. Dalam salah satu ayat Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يَ أ ي ها ٱلنَّاسَُ ٱذكُْرُوا نِ۟عْ م تَ ٱللَّهَِ ع ل يْكُمَْ هلَْ مَِنَْ خلِقٍَ غ يْ رَُ ٱللَّهَِ ي رْزُقُكُم مِّ نَ

ٱلسَّ ما ءَِ وٱلْْ رْضَِ لَ إِ۟لٰ ه إِلََّ هُ وَ ف۟ أ نََّّٰ ت ؤُْف كُو نَ

“Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu berpaling (dari ketauhidan)?” (Qs. Al Fatir 35 : Ayat 3)

Dalam ayat ini menggambarkan bahwa setiap rezeki berasal dari Allah dimana kita tidak boleh lupa untuk memenuhi kewajiban kita sebagai manusia yaitu mensejahterakan sekitar

  1. Tidak egois dalam bertindak terutama dalam hal yang di dalamnya terdapat kepentingan bersama

Dalam salah satu hadis diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang melepaskan kesusahan seorang mukmin di dunia niscaya Allah akan melepaskan kesusahannya di akhirat. Siapa yang memudahkan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan memudahkan (urusannya) didunia dan di akhirat. Siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya." (HR Muslim)

Dari hadis ini dijelaskan bahwa kita sebagai umat muslim harus senantiasa mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Dengan memudahkan kepentingan bersama maka InsyaAllah Allah SWT, juga akan memudahkan urusan kita. Jika dalam bisnis maka juga akan timbul rasa saling percaya dan lingkungan bisnis yang damai.

  1. Menjunjung tinggi keadilan

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat menerapkan keadilan dalam lingkungan pekerjaannya dengan baik. Karena dengan menjaga keadilan berarti pemimpin telah menjaga keseimbangan dalam setiap jalannya. Dalam Al quran Allah SWT. berfirman yang artinya “Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan. agar kamu jangan merusak keseimbangan itu. dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.” (QS. Ar-Rahman:7-9)

  1. Menghormati amanah

Amanah adalah suatu hal yang perlu kita jaga dan hormati terutama sebagai seorang pemimpin. Seperti pada sebuah hadis yang berbunyi, “Kamu sekalian pemimpin dan kamu sekalian akan diminta pertanggung-jawabannya tentang apa yang kamu pimpin, imam (pejabat apa saja) adalah pemimpin dan ia akan diminta pertanggungjawabannya tentang apa yang dipimpinnya, dan orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam lingkungan keluarganya, dan ia akan ditanya tentang apa yang ia pimpin, orang perempuan (istri) juga pemimpin, dalam mengendalikan rumah tangga suaminya, dan ia juga akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya, dan pembantu rumah tangga juga pemimpin dalam mengawasi harta benda majikannya, dan dia juga akan ditanya tentang apa yang ia pimpin.” (H.R. Ahmad, Muttafaq ‘alaih, Abu Daud dan Tirmidzi dari Ibnu Umar)

  1. Menempatkan seseorang yang sesuai dengan kemampuan

Menempatkan seseorang sesuai dengan kemampuannya adalah sebuah perbuatan yang sudah diajarkan oleh Al quran, dan salah satunya berada pada surat An-Nisa ayat 58 yang artinya, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat”.  

Dengan menempatkan seseorang sesuai keahliannya berarti kita juga sudah menerapkan perilaku adil dalam bekerja. Dan dengan perilaku ini maka bisnis kita dapat berjalan dengan lebih efektif dan juga lebih damai.

  1. Memenuhi hak dan kewajiban

Memenuhi hak dan kewajiban menjadi hal yang mutlak harus dilakukan oleh pemimpin. Karena jika kita tidak memenuhinya maka kita telah berperilaku munkar dan zalim kepada orang lain. Hal ini dituliskan pada Al quran surat An-Nisa ayat 29 yang artinya,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” 

Dengan berperilaku seperti 6 poin di atas, maka kita sebagai umat muslim sudah dapat menerapkan sikap sebagai pemimpin yang baik terutama sesuai dengan ajaran islam. Dan dengan itu semua maka kita juga sudah mengantisipasi kezaliman seperti yang dilakukan oleh Beebe dalam film Ford vs Ferrari kepada para bawahannya. Dan pada akhirnya kita dapat belajar bagaimana menjadi pemimpin sesuai dengan ajaran islam dan juga bagaimana mengelola bisnis yang baik tanpa melanggar ajaran islam.

Penulis

Reza Noor Falaq


Sumber:

Khan, S. 2016. Human Resource Management: An Islamic Perspective. International Journal of Islamic Business & Management, 1(1).

Eleftheria Egel & Louis W. Fry (2017) Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership, Public Integrity, 19:1, 77-95, DOI: 10.1080/10999922.2016.1200411

Saleem, Maimoona, Ayaz Khan, and Muhammad Saleem. "Business Ethics in Islam." Dialogue (Pakistan) 13.3 (2018).

Coffaro, David. 2020. Ford vs. Ferrari Leadership Lessons. Available at: <https://www.sacgusa.com/2019/12/04/leadership-lessons-from-ford-vs-ferrari/ > [Accessed 09 April 2021].

Khafid, Sirojul. 2019. Sinopsis Ford v Ferrari, Film Soal Dua Raksasa Mobil Rilis Hari Ini. Available at: <https://tirto.id/sinopsis-ford-v-ferrari-film-soal-dua-raksasa-mobil-rilis-hari-ini-elG9 > [Accessed 09 April 2021].

MIT Sloan Executive Education. 2020. Business lessons from “Ford v. Ferrari”. Available at: <https://news.mit.edu/2020/business-lessons-ford-v-ferrari-0107 > [Accessed 09 April 2021].

CC-BY-SA. 2020. List of 24 Hours of Le Mans winners. Available at: <https://automobile.fandom.com/wiki/List_of_24_Hours_of_Le_Mans_winners> [Accessed 09 April 2021].

Tragakis, C.J. 2020. MUSTANG SALES BY YEAR. Available at: <https://www.cjponyparts.com/resources/mustang-sales-throughout-years> [Accessed 09 April 2021].

Sujana, Nana. 2019. Mendahulukan Kepentingan Orang Lain di Atas Diri Sendiri. Available at: <https://jagad.id/pengertian-adil-menurut-para-ahli-dan-dalam-islam/> [Accessed 10 April 2021].

Jagad.id. 2020. Pengertian Adil Menurut Para Ahli dan Islam. Available at: <https://jagad.id/pengertian-adil-menurut-para-ahli-dan-dalam-islam/> [Accessed 10 April 2021].

Rotasi. 2020. Hukum Menjaga Amanah Dalam Islam. Available at: <https://rotasi.co.id/2020/08/25/hukum-menjaga-amanah-dalam-islam/> [Accessed 10 April 2021].

Redaksi Dalamislam. 2021. Hak dan Kewajiban dalam Islam Sebagai Manusia. [online] Available at: <https://dalamislam.com/landasan-agama/hak-dan-kewajiban-dalam-islam> [Accessed 10 April 2021].







Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
RezaNoorF

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format