Hancurnya Bisnis Sirkus Unik Dalam Film : “The Greatest Showman”

Kisah dari Phineas Taylor Barnum yang merupakan seorang anak dari penjahit yang memiliki Bisnis Sirkus yang kemudian mengalami kehancuran


1
1 point

Sinopsis Film

Kisah dari Phineas Taylor Barnum yang merupakan seorang anak dari penjahit yang bekerja pada seorang tuan kaya raya berawal dari kisah cinta antara Barnum dengan anak dari sang tuan yang bernama Charity. Singkat cerita sang tuan mengetahui kisah cinta antara barnum dan charity, sehingga sang tuan marah dan memaksakan charity untuk bersekolah di sekolah asrama. Namun barnum dan charity tetap mengirimkan kabar mereka melalui surat dan meyakinkan bahwa hubungan serta mimpi mereka akan menjadi nyata

Dalam beberapa tahun kemudian, Barnum telah tumbuh menjadi seseorang yang memiliki ambisi yang besar. Barnum melamar charity yang kemudian menikah dan pergi membawa charity ke New York. Namun disini sebenarnya ayah charity mengizinkan anaknya untuk mengikuti Barnum namun disini ayah dari Charity memberikan sumpah bahwa charity akan menyesal dan kembali ke rumah.

Dalam menjalani kehidupan di New York tentu keluarga barnum tidak selalu mulus. Beberapa tahun setelah kepindahannya mereka memiliki dua anak dan pada saat itu pula Barnum mendapatkan PHK karena perusahaan kapal dimana tempat Barnum bekerja bangkrut karena kapal perusahaan tenggelam dihantam taifun. Tidak tinggal diam, Barnum berpikir bagaimana cara untuk tetap dapat membahagiakan istri dan anaknya. Barnum mendapatkan ide untuk membuka sebuah museum namun disini Barnum memiliki kegagalan karena masyarakat tidak tertarik dengan museum tersebut. Kemudian Barnum mendapatkan ide untuk membuat sebuah sesuatu yang sensasional agar menarik minat dari masyarakat. Kemudian Barnum membuka sebuah konser sirkus dimana ia mengumpulkan orang orang dengan kemampuan “unik” di dalam museum tersebut dan berhasil sukses.

Trailer The Greatest Showman

Rangkuman Konflik Yang Terjadi

Barnum Sendiri memanfaatkan orang orang “unik” sebagai media dalam meraup untung bagi dirinya sendiri. Namun disini Barnum menggunakan kata kata manis bahwa Barnum mengangkat isu kesetaraan dan berdalih bahwa orang orang tersebut juga berhak memiliki kebahagiaan. Disini sangat terlihat bahwa barnum hanya memanfaatkan orang orang tersebut pada saat barnum berhasil menggaet Jenny Lind dimana ia merupakan seorang penyanyi dan Barnum sukses untuk menjadikan Lind sebagai bintang baru. Namun disini Barnum melupakan orang orang “unik” yang telah membuat barnum sukses.  

Namun kesuksesan bersama lind tidak bertahan lama. Semenjak barnum menolak ajakan lind untuk merayakan kesuksesan tour mereka bencana mulai menimpa barnum. Foto skandal barnum berciuman dengan lind tersebar di berbagai media massa dan terlihat oleh istrinya sehingga menimbulkan perpecahan dalam keluarga barnum

Disisi lain Barnum juga sempat berselisih paham dengan partner bisnisnya yaitu philip carlyle. Philip sempat tidak setuju dengan ide barnum dimana ia bertaruh pada lind karena hal tersebut sangatlah berisiko. Carlyle adalah seorang investor dimana ia bekerja sama dengan barnum terkait dengan bisnis sirkus tersebut dan menjadi salah satu rekan kerja dimana ia dapat menghubungkan antara rakyat elite dengan bisnis yang dimilikinya

Review Film The Greatest Showman

Perbandingan Aspek Kepemimpinan Barnum dan Carlyle

Apabila kita melihat teori di atas ada beberapa aspek dalam kepemimpinan islam yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin menurut islam. Dibawah ini kita mari bandingkan bagaimana philip carlyle dan Phineas Taylor Barnum dalam memimpin perusahaan sirkus

Aspek

Barnum

Carlyle

Faith

Memiliki visi dimana ia ingin memiliki sebuah bisnis yang sukses tidak hanya dari sisi sirkus namun dengan bisnis bisnis yang lain. Barnum terlihat hanya mengejar profit saja 

Carlyle yang merupakan keturunan keluarga kaya hanya ingin membuat bisnis yang tidak biasa. Dirinya bosan dengan bisnis yang hanya itu itu saja yang diberikan oleh orang tuanya

Perlakuan kesetaraan (keadilan)

Barnum sering kali berlaku semena mena terhadap anggotanya seperti yang dilakukan pada saat sedang bersama lind, barnum tidak mengizinkan rekan rekan di sirkus untuk masuk ke dalam karena merasa bahwa mereka tidak layak

Carlyle menghormati dan lebih adil kepada anggota anggotanya. Meskipun mendapatkan partner baru yaitu lind namun disini tetap berlaku adil dan tidak melupakan teman teman sirkus

Rahmah

Beberapa kali menunjukan kepedulian pada awal terbentuknya sirkus namun seiring berjalanya waktu ia mulai meninggalkan sirkus dan membiarkan begitu saja 

Memperhatikan secara penuh bahkan beberapa kali memberikan ide dan usulan kepada barnum untuk perkembangan bisnis sirkus tersebut

Calling and Membership

Mementingkan kepentingan diri sendiri dimana ia hanya mengejar hawa nafsu kekayaan untuk dirinya semata

Lebih tenang dalam pengambilan keputusan dan mengutamakan kepentingan bersama

Tanggung jawab

Barnum pada awalnya sangat bertanggung jawab terhadap rekan rekanya di sirkus. Namun karena ketamakan akan harta dan hawa nafsu membuat ia ingin mengejar harta yang lebih banyak. Ia melepaskan tanggung jawabnya kepada Carlyle untuk mengurus sirkus

Carlyle sejak awal memang rekan bisnis dimana memberikan beberapa modal dan memperkenalkan barnum dengan beberapa rekan dari Carlyle yang berpotensi menjadi partner bisnis. Carlyle meskipun sejak awal tidak memiliki visi dan tujuan sekuat barnum namun tetap bertanggung jawab sepenuhnya terhadap rekan rekanya di sirkus



Outcomes

Outcomes yang dihasilkan memang memberikan keuntungan yang besar baik dari sisi bisnis dengan lind ataupun sirkus. Namun semua itu sirna ketika barnum ingin mendapatkan lebih

Carlyle disini mendapatkan dampak dari ulah dari barnum, namun sikap barnum seolah memberikan sebuah harapan baru ketika harta barnum sirna disini carlyle menawarkan bantuan untuk membangun kembali bisnis karena ia telah menabung sebagian penghasilan dari sirkus sebelum harta barnum sirna


Etika dalam Bisnis


Bisnis yang dijalankan oleh Barnum merupakan bisnis yang cukup kontroversial karena menggunakan manusia dalam pertunjukan sirkus tersebut.Sejak awal bisnis berdiri P.T. Barnum meminjam  modal yang digunakan untuk mendirikan museum saja didapatkan dari hasil menipu. Untuk menarik perhatian pengunjung museum, Barnum merekrut orang-orang unik dan menyebar berita bohong tentang itu, ia pun merekrut orang-orang untuk menyebarkan berita bohong yang berbeda-beda. Orang-orang yang unik benar-benar dimanfaatkan sekadar sebagai objek untuk mendatangkan keuntungan. Perbuatan seperti ini jelas tidak sesuai dengan prinsip keislaman dalam etika bisnis. Barnum hanya memanfaatkan manusia saja untuk dipertontonkan di depan publik bahkan hingga harus mempertaruhkan harga diri dari anggota

Yang kedua adalah saat Barnum merayakan kesuksesan acara nya dengan Jenny Lind rekan bisnis barunya, setelah itu rekan bisnis sirkusnya Lettie Lutz dan teman-temannya ingin bergabung di acara itu dengan Barnum dan Jenny Lind, tetapi saat Lettie Lutz ingin memasuki ruangan itu Barnum Tidak mengizinkan masuk, disini menjadi salah satu bukti bahwa barnum hanya memanfaatkan saja dan bertindak tidak adil

Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Barnum menggunakan pendekatan secara personal untuk membentuk sebuah kultur dan iklim tim. Dengan semangat untuk membangun sudut pandang bahwa orang orang “unik” tetap dapat berkarya dan dapat dipandang sebagai manusia. Barnum Berhasil membangun pandangan tersebut dan mendapatkan banyak keuntungan dari bisnis tersebut. Namun disini ketika seorang pimpinan sudah berubah orientasi dari kultur perusahaan tentu menyebabkan banyak perpecahan. 

Carlyle yang merupakan partner dari Barnum juga memiliki pendekatan personal kepada tiap tiap anggota bahkan barnum dan carlyle juga ikut dalam pertunjukan pertunjukan yang dilaksanakan. Namun disini Carlyle terjebak hubungan asmara dengan salah satu anggota sirkus tersebut, sehingga cukup memperumit keadaan dari bisnis yang sedang berjalan tersebut.

Ini mengindikasikan bahwa pengelolaan SDM yang dilakukan oleh barnum dan carlyle sudah cukup baik karena disini sebelum adanya masalah dari carlyle dan barnum, Sirkus mengalami kenaikan yang sangat besar. Iklim kekeluargaan antar anggota juga sangatlah erat bahkan semua anggota sirkus sendiri kompak dalam menentang barnum yang semena mena terhadap anggotanya ketika sudah mendapatkan bisnis lain. Pemenuhan Hak dan Kewajiban juga sudah diberikan oleh semua pihak baik dari barnum,carlyle, dan anggota sirkus yang lain. Namun Barnum melupakan satu hal bahwa ia berlaku tidak adil terhadap anggotanya ketika ia berkumpul dengan orang orang hebat lainya ia tidak memperbolehkan anggotanya masuk, ini memberikan kesan bahwa orang orang unik tersebut masih dipandang rendah. Hal ini sesuai dengan (Q.S Al-Anfal: 27)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (Q.S Al-Anfal: 27)

Dalam Islam Pemenuhan hak dan kewajiban menjadi suatu unsur penting dalam pengelolaan SDM sebuah organisasi. Dalam film ini dalam pemenuhan hak dan kewajiban sudah sangat baik dari segi islam. Kemudian dari sisi keadilan barnum berlaku tidak adil dan disini tidak sesuai dengan kaidah islam dimana harus berlaku adil kepada semua elemen di dalam organisasi

Solusi dari Perspektif Islam

Dalam kasus ini terdapat beberapa pelanggaran seperti adanya oenipuan dan tindakan yang tidak adil. Dalam al quran penipuan dilarang kerasa Sebagaimana tertuang dalam surah Al- muhaffifin ayat 1-5 telah dijelaskan yang artinya : “ kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta di penuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. tidaklah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan pada suatu hari yang besar”. (Q.S Al- muthaffifin: 1-5).

Kemudian masalah yang kedua adalah ketidakadilan yang dilakukan dan mengikuti hawa nafsu semata. Meskipun braum sendiri memiliki pantang menyerah namun disini ia orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya dengan menghalalkan segala cara. Hal ini dilarang dalam islam seperti tertera dalam Q.S An-Nisa: 135 yang Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu, bapak, dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu arena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balik kan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan." (QS. An-Nisa: 135)

Apabila kita melihat ending dari film sendiri kita dapat mengambil pelajaran berharga bahwa mengikuti hawa nafsu akan mengahncurkan hidup seseorang. Disini kita melihat barnum ditinggalkan oleh lind setelah adanya skandal, yang kemudian menjalar ke bisnis sirkusnya yang sudah tidak terurus olehnya dan sirkusnya dibakar oleh masyarakat sekitar yang menentang adanya sirkus tersebut. Bahkan keluarga barnum juga sempat mengalami perpecahan setelah istrinya mengetahui bahwa ia memiliki skandal dengan lind. Sebagai umat muslim tentu sudah semestinya kita mengikuti apa yang diajarkan oleh agama dan al-qur’an sebagai pedoman dalam hidup kita.



Daftar Pustaka

Fiqih, Muhammad. (2020). Analisa Etika Bisnis pada Film The Greatest Showman.  [online] Available at: <https://www.studocu.com/id/document/universitas-negeri-jakarta/etika-bisnis/other/resensi-dan-analisis-etika-bisnis-film-the-greatest-showman/10202680/view /> [Accessed 7 March 2021].

Haluty, Djaelany. (2014). ISLAM DAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERKUALITAS. Jurnal Irfani. Volume 10. [online] Available at: <https://media.neliti.com/media/publications/29299-ID-islam-dan-manajemen-sumber-daya-manusia-yang-berkualitas.pdf>  [Accessed 7 March 2021].

Khan, S. 2016. Human Resource Management: An Islamic Perspective. International Journal of Islamic Business & Management, 1(1).

Eleftheria Egel & Louis W. Fry (2017) Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership, Public Integrity, 19:1, 77-95, DOI: 10.1080/10999922.2016.1200411

Saleem, Maimoona, Ayaz Khan, and Muhammad Saleem. "Business Ethics in Islam." Dialogue (Pakistan) 13.3 (2018).

Penulis

Muhammad Paksi Assyafan


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format