Industri Alas Kaki Melangkah dari Situasi Sulit di Masa Pandemi Untuk Tidak Lagi Menjadi Industri Kelas Teri

“Selalu ada yang baru dari Homyped” salah satu jargon iklan salah satu brand sepatu sandal lokal di Indonesia


1
1 point

Indonesia, Peringkat 4 Industri Alas Kaki Dunia

“Selalu ada yang baru dari Homyped” salah satu jargon iklan salah satu sepatu sandal local di Indonesia, sandal sepatu yang masuk dalam istilah legend Bersama merk sandal dan sepatu lainnya seperti Carvil atau Neckermann, bahkan sampai saat ini Homyped masih beredar dipasaran dalam negeri maupun luar negeri. Homyped didirikan sejak tahun 1980 dengan badan hukum PT. Dwi Naga Sakti dan PT Inti Prima Indonesia dan area pemasarannya tidak hanya menjangkau dalam negeri tetapi Homyped sudah berekspansi ke Amerika Serikat, Jepang  dan Eropa. Homyped menyediakan berbagai jenis sendal dan sepatu baik untuk laki laki, wanita dan anak-anak. Homyped adalah satu dari banyak produsen alas kaki yang menikmati masa keemasan di era sebelum pandemi, bahkan kualitas produk alas kaki buatan Indonesia termasuk tinggi di kancah pasar global, sepanjang 2019 berdasarkan data dari stastitica.com Indonesia adalah produsen alas kaki peringkat keempat didunia setelah China, India dan Vietnam. Pangsa pasar alas kaki Indonesia didunia adalah 4,4%. Pasar alas kaki Indonesia masih memiliki peluang untuk terus tumbuh, seiring pertumbuhan mode, dan juga pertumbuhan penduduk dunia, edukasi terhadap pentingnya menggunakan alas kaki juga berpengaruh untuk mendongkrak penjualan industry alas kaki. Sebagai Negara peringkat 4 produsen alas kaki di dunia industry alas kaki di Indonesia di topang oleh industry besar dan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) yang berjalan beriringin dengan segmen pasar yang beragam

Jenis Industri

Jumlah

Tenaga Kerja (orang)

Industri Besar

UMKM

155

18.532

795.000

Industri alas kaki Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan sebesar 9,42% berdasarkan data ditahun 2018, Industri besar sepatu di Indonesia didominasi oleh industri penanaman modal asing subkon apparel terkenal didunia sebut saja PT. Victory Chingluh Indonesia produsen sepatu Nike, PT Shyang You Fung produsen sepatu Adidas, dan PT Starwin Indonesia produsen sepatu Reebok, dan ada juga industri besar sepatu brand lokal seperti PT Bata Indonesia juga para pelaku UMKM yang mulai melirik pasar anak muda seperti Broodo, Ventela, League, Piero, Compass, Sagara Boots mulai menghadirkan pilihan baru untuk anak muda dengan harga terjangkau. Berkaca dari data-data diatas dan data trend pertumbuhan industri industry di Indonesia, Industri alas kaki memiliki tingkat pertumbuhan industry terbesar artinya sebelum masa pandemic dengan kondisi tingkat pertumbuhan ekonomi dalam negeri dan global yang sama dengan kondisi sebelum masa pandemi, industri alas kaki di Indonesia memiliki peluang yang besar untuk tumbuh makin pesat bersaing dengan raksasa ekonomi dunia.

Masalah Datang Saat Pandemi Covid-19

Tahun 2020 merupakan tahun yang kelam untuk semua industri , pertumbuhan ekonomi turun, daya beli masyarakat turun dan paraturan pembatasan sosial terbit membuat pasar lesu dan produk tidak terserap di pasaran. Kondisi perdagangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Global berpengaruh terhadap turunnya angka penjualan produk alas kaki di Indonesia, mengingat pasar industry alas kaki Indonesia tidak hanya pasar domestik saja maka pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang Indonesia juga berpengaruh terhadap angka penjualan produk alas kaki. Pertumbuhan Ekonomi suatu negara juga tergantung pada tingkat konsumsi penduduk di negara tersebut. Pandemi Covid-19 membuat angka pertumbuhan ekonomi Indonesia hancur lebur beradasarkan data Badan Pusat Statistik pertumbuhan ekonomi di kuartal-IV 2020 terkontraksi diangka 2,19% Year On Year dibanding tahun 2019. Menurunnya angka pertumbuhan ekonomi ini memberikan dampak pada menurunnya pendapatan secara signifikan, dampak selanjutnya yang tidak bisa dihindari adalah akan munculnya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai sektor yang menyebabkan orang menahan belanja barang sekunder. Penurunan pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang terbesar Indonesia juga berpengaruh kepada turunnya angka penjualan industri alas kaki di Indonesia, sebagaimana diketahui Sebagian produk alas kaki Indonesia merupakan komoditi ekspor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik di masing-masing negara mitra dagang, dari tujuh negara mitra utama Indonesia juga mengalami hanya China dan Vietnam yang masih mengalami pertumbuhan ekonomi positif, lainnya seperti Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan, Hongkong dan Uni Eropa mengalami dampak penurunan pertumbuhan ekonomi secara bervariasi dari -6,4% sampai dengan -1%.

Inflasi, Badan Pusat Statistik mencatat Inflasi Indonesia sepanjang tahun 2020 adalah sebesar 1,68% , secara tahunan inflasi tidak menyentuh angka negatif tapi rendahnya inflasi tahun 2020 bukan karena pemerintah bisa menjaga stabilitas harha tapi lebih dipengaruhi rendahnya daya beli karena pendapatan masyarakat yang makin turun, alas kaki merupakan produk konsumsi rumah tangga, berdasarkan data BPS tahun 2020 konsumsi rumah tangga untuk jenis produk alas kaki mengalami penurunan sampai angka -4,19% disbanding tahun sebelumnya yaitu 2019, data ini bisa menggambarkan turunnya daya beli produk alas kaki.

 

Penyebaran Virus Covid-19 tak pelak membuat pemerintah harus melakukan tindakan pencegahan, saat vaksi belum ditemukan , yang bisa dilakukan pemerintah adalah melakukan penyekatan ruang bersosial masyarakat, menutup pintu akses keluar masuk negara, dan menerapkan protocol Kesehatan yang ketat, dengan kondisi masyarakat Indonesia yang multikultural multikarakter untuk menerapkan protocol yang ketat cukup susah, sehingga membuat sekat sosial adalah pilihan yang dipercaya oleh pemerintah efektif untuk mencegah penyebaran virus covid-19 sampai vaksin ditemukan, pemerintah pusat melalui presiden Jokowi akhirnya menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19 artinya dengan terbitnya Peraturan Pemerintah ini segala aktivitas tempat berkumpulnya masa ditutup untuk sementara termasuk tempat perbelanjaan yang merupakan sentra penjualan produk alas kaki. Negara lain juga melakukan hal yang sama untuk menekan penyebaran virus covid-19, alih alih mengambil kebijakan yang setara dengan pemerintah Indonesia, beberapa negara melakukan kebijakan yang lebih ekstrim yaitu lockdown, melarang warganya untuk keluar rumah sama sekali kecuali dalam kondisi darurat. IMF bahkan melaporkan perekonomian global telah jatuh dalam jurang krisis setelah sekitar 95 persen negara-negara di dunia diproyeksi mengalami pertumbuhan ekonomi negatif, angka pengangguran akan naik, angka kemiskinan juga akan naik.

Analisa 

Garreth R. Jones dan Jennifer M George dalam bukunya “Contemporary Management” ch 4 menyampaikan bahwa Jika organisasi ingin berhasil beradaptasi dengan lingkungan yang berubah ini, komponen sumber daya manusia organisasi tersebut harus belajar memahami kekuatan yang beroperasi di dalamnya dan bagaimana kekuatan tersebut menimbulkan peluang dan ancaman. Permasalahan yang dihadapi oleh industri alas kaki di Indonesia ditinjau dari pengaruh Lingkungan Global dan Lingkungan Tugas tersaji dalam bagan sebagai berikut :

Faktor

Kondisi

Supplier

akibat wabah Covid-19 ini, beberapa negara penghasil bahan baku di dunia mengeluarkan kebijakan lockdown, sehingga Sebagian industri alas kaki dalam negeri kekurangan bahan baku yang mengakibatkan kapasitas produksi terganggu.
survei terhadap anggota Asosiasi Persepatuan Indonesia, 70 persen industri mengalami masalah bahan baku dan 30 persen tak bermasalah.

Competitor

Kompetitor dalam negeri mengalami masalah yang sama karena berada dilingkungan dengan pertumbuhan ekonomi yang rendah dan daya beli masyarakat yang melemah

Lain kata dengan Kompetitor di pasar global, produsen alas kaki Indonesia dalam kondisi yang tidak diuntungkan dalam perebutan pasar Global karena China dan Vietnam lebih berhasil mengendalikan sebaran virus Covid-19 sehingga tetap bisa menjaga angka pertumbuhan ekonomi tetap positif

Customer

Dengan menurunnya angka pertumbuhan Ekonomi dan angka inflasi yang rendah, menyebabkan daya beli masyarakat baik di pasar domestic dan global juga rendah, sehingga produk alas kaki tidak terserap di pasaran.

Distributor

Distributor mengalami hal yang sama dengan produsen karena rantai supply chain terbutus karena pengaruh factor-faktor lingkungan tugas lainnya yang menurun

Kekuatan Ekonomi 

Kekuatan Ekonomi baik dipasar domestik maupun global selama masa pandemi Covid-19 sama-sama menurun, dari mitra dagang Indonesia yang memiliki pertumbuhan Ekonomi yang positif ditahun 2020 hanya China dan Vietnam itupun merupakan dua negara raksasa industry alas kaki

Tekhnologi

Beberapa UMKM masih menggunakan teknologi manual dalam produksi dan pemasaran produk, sehingga kesulitan dalam menekan ongkos produksi dan mencari pembeli

Sosial Kultur

Budaya dimasyarakat yang berubah karena adanya larangan bepergian, larangan sekolah tatap muka mempengaruhi angka penjualan produk alas kaki

Demografi

Pembuatan produk alas kaki berdasarkan segmen umur konsumen belum dilakukan oleh beberapa produsen sepatu UMKM

Politik dan Peraturan

Paraturan pembatasan sosial di dalam negeri dan kebijakan lockdown di luar negeri menyumbang penurunan penjualan produk alas kaki

Solusi di Era New Normal

Pandemi berangsur pulih, vaksinasi yang serempak dilakukan di seluruh dunia akan memberikan tingkat kepercayaan masyarakat untuk memulai Kembali kehidupan dalam tatanan dunia normal yang baru. Untuk mendapatkan kembali pasar yang normal para pelaku industry alas kaki di Indonesia harus mulai menata kembali manajeman perusahaan menyesuaikan dengan kondisi dunia usaha baru setelah masa pandemi. Beberapa Langkah yang bisa diambil oleh industry alas kaki di Indonesia terutama UMKM di era New Normal adalah sebagai berikut :

  1. Digitalisasi dalam pemasaran, malakukan digitalisasi dalam pemsaran tidak hanya memasarkan produk sepatu melalui platform online tetapi juga digitalisasi di proses produksi. Konsep digitalisasu yang industri alas kaki bisa lakukan adalah dengan memanfaatkan software untuk otomasi produksi, distribusi, quality control, manajemen konsumen dan semua kegiatan produksi lainnya. Dampak dari digitalisasi ini diataranya perusahaan bisa menurunkan biaya operasional, manfaat kedua adalah proses produksi bisa lebih cepat dan akurat karena menggunakan proses digital dalam produksi. Manfaat ketiga adalah sebagai pendataan secara otomatis, industry alas kaki yang memiliki varian produk banyak bisa melakukan pendataan dan stock opname secara digital dengan menggunakan barcode.
  2. Mengembangkan kemitraan, era new normal perusahaan tidak bisa berdiri sendiri mengmbangkan produknya, perusahaan alas kaki bisa memasarkan produknya dengan strategi kemitraan dengan jenis usaha yang satu arah, sebagai contoh dengan usaha shoes laundry sepatu atau perawatan sepatu. 
  3. Promosi, dunia baru telah datang,industry alas kaki haru mulai melakukan pemasaran dengan mengikuti berbagai jenis pameran baik online maupun offline untuk mengenalkan produknya ke pasar domestic dan global.

Kesimpulan

Pandemi Covid-19 telah menghadirkan suatu adaptasi dan lingkungan baru, yang tidak selalu berakibat negative bagi kelangsungan usaha, pandemic merupakan ujian bagi seluruh pelaku usaha untuk membuat gebrakan dan invovasi baru dalam menghadapi segala hambatan yang ada. Inovasi, efisiensi, ekspansi, kerjasama diversifikasi produk menjadi Langkah penting yang harus diambil oleh pelaku usaha agar terhindar dari kehancuran usahanya. Pemasaran produk yang sesuai sasaran juga menjadi kunci keberhasilan industry alas kaki di samping inovasi dibidang desain sehingga bisa memberikan pembeda dengan kompetitor lainnya.

Salam

Arya Mabruri Nurfata

Referensi

https://economy.okezone.com/read/2019/04/07/320/2040219/produksi-1-41-miliar-pasang-sepatu-industri-alas-kaki-ri-peringkat-4-dunia

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/08/02/industri-manufaktur-produksi-industri-kulit-dan-alas-kaki-tumbuh-tertinggi

https://voi.id/berita/5152/pandemi-covid-19-industri-alas-kaki-hanya-mampu-pertahankan-karyawan-selama-tiga-bulan

https://sasanadigital.com/digital-manufacturing-ketika-digitalisasi-merambah-industri-manufaktur/

https://analisis.kontan.co.id/news/modal-inflasi-rendah

https://glints.com/id/lowongan/prediksi-ekonomi-setelah-corona/#.YHHkVegzY2w

https://www.bps.go.id/pressrelease/2021/02/05/1811/ekonomi-indonesia-2020-turun-sebesar-2-07-persen–c-to-c

Gareth R. Jones_ Jennifer George – Essentials of Contemporary Management-McGraw-Hill Education (2018)_2

Linda Ferrell_ O. C. Ferrell_ Geoffrey A. Hirt – Business foundations _ a changing world


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Leaders R Us

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format