Kisah Bus AKAP Trans-Jawa : selalu setia mendampingi di Era Kebiasaan Baru akibat Pandemi Covid-19

Perusahaan Otobus (PO) Bus AKAP Trans Jawa tengah berlomba untuk membuktikan diri sebagai yang terbaik ditengah tantangan pandemi


1
1 point

Sekilas Tol- Trans Jawa

Pulau Jawa sebagai pulau yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi, menuntut infrastruktur untuk akses mobilitas masyarakat yang memadai. Jalan tol sebagai akses yang dapat mempercepat laju mobilitas masyarakat, menjadi salah satu hal yang cukup penting untuk menjadi fasilitas pendukung pertumbuhan ekonomi penduduk. 

Jalan Tol Trans-Jawa adalah sebuah jaringan jalan tol yang menghubungkan kota-kota besar di pulau Jawa.  Jalan Tol Trans-Jawa membentang menghubungkan antara Pelabuhan Merak, Cilegon, di Provinsi Banten hingga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, di Provinsi Jawa Timur. Jaringan jalan tol ini menghubungkan kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya melalui jalan tol. Pada tanggal 20 Desember 2018, Jakarta dan Surabaya telah resmi tersambung dengan jalan tol ini.

Jalan Tol TransJawa (sumber : wikipedia)

Dengan dibukanya jalan tol transjawa, maka akses antarkota dipastikan akan lebih cepat dan terhindar dari kemacetan, dibanding melewati jalan biasa. Sebagian besar mobil pribadi dan kendaraan umum antar kota antar provinsi (AKAP) akan memilih melewati jalan tol, karena tentunya akan lebih nyaman dan efisien. Berbagai kemudahan dan pelayanan akan terus ditingkatkan oleh pihak pengelola, dalam hal ini adalah Jasa Marga. Seperti hal nya yang telah dilakukan oleh Jasa Marga, untuk lebih mempermudah dan memberikan kenyamanan para pemakai jalan tol, telah disiapkan dan akan terus dikembangkan dalam penyiapan rest area, yang juga termasuk SPBU, Tempat Ibadah, Restaurant/Kios Makanan Minuman hingga adanya Minimarket. 

Transportasi umum yang ada selama ini, seperti Pesawat, Kereta Api, Bus, hingga Travel, tentunya akan memiliki efek yang sangat dinamis dengan adanya tol trans jawa ini. Hal ini dikarenakan perubahan waktu tempuh yang relative lebih singkat dibanding kan dengan sebelumnya. Beberapa efek yang cukup signifikan akan berada pada :

  • Moda transportasi laut ; Kapal penumpang 
  • Moda transportasi penerbangan 
  • Moda transportasi darat Kereta Api; 

Berdasarkan informasi dari Dirjen Perhubungan Darat, bahwa dengan adanya tol transjawa ini memberikan efek peningkatan jumlah penumpang yang menggunakan Moda Transportasi Bus meningkat 20-25% diawal pembukaan tol transjawa ini. Melihat ada nya potensi yang cukup baik di sektor moda transportasi umum dengan menggunakan jalur trans jawa, hal ini dimanfaatkan kesempatannya oleh para Perusahaan Otobus (PO) untuk dapat melenggangkan bisnisnya dengan baik melalui tol trans jawa tersebut.

Layanan Bus Antarkota Antar Provinsi (AKAP) Pasca Pembukaan Tol Trans Jawa

Seperti yang diketahui, Tol Trans Jawa memberikan dampak positif yang signifikan bagi Bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP). Peningkatan yang siginifikan tersebut dapat disebabkan oleh :

  • Tersebarnya agen bus dan terminal bus yang dapat menambah titik-titik keberangkatan serta mendekatkan kepada penumpang. Hal ini yang tidak dimiliki oleh moda transportasi lainnya seperti Kereta Api dan Pesawat Terbang.
  • Penumpang dapat lebih leluasa untuk menentukan Tujuan (titik akhir) bus, yakni sepanjang perjalanan yang ditempuh oleh bus AKAP tersebut dengan tetap memenuhi peraturan yang berlaku
  • Penumpang mendapatkan ruang yang lebih private dibanding kan dengan moda transportasi lainnya karena jumlah penumpang dalam satu armada yang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan kereta api dan pesawat terbang

Kementerian Perhubungan dalam hal ini sebagai pihak yang memberikan regulasi trayek transjawa memberikan langkah-langkah koordinasi dalam membuat kajian berdasarkan survey, yang dapat memberikan peningkatan kualitas layanan bus AKAP di transjawa dan desain khusus dalam pola pelayanan AKAP di transjawa. Regulasi kebijakan penetapan tersebut antara lain :

  • Aspek Perusahaan ; Sistem manajemen keselamatan dan tergabung dalam e-log book Kementerian Perhubungan
  • Aspek Teknis Kendaraan ; khususnya batasan minimal tenaga kuda yang dihasilkan oleh bus, fungsi pengereman Anti Lock Breaking System (ABS) serta penggunaan Air Suspension  yang kesemuanya itu diharapkan dapat memberikan keamanan sekaligus kenyamanan penumpangAaa
  • Teknis Pelayanan ; penyesuaian tata cara aturan naik - turun penumpang, penyediaan fasilitas infrastruktur yang dapat dinikmati selama perjalanan dan penyesuaian tarif yang dikembalikan kepada mekanisme pasar.

Teknis Pemeriksaan Kelaikan Bus (sumber : kemenhub)

Dalam menyikapi potensi tol trans jawa serta calon penumpang yang akan memilih nya, Perusahaan Otobus (PO) mencoba untuk memberikan nilai lebih kepada calon penumpang. Menurut Ferrel (2019), dalam penetapan strategi pasar, dibutuhkan keseimbangan dua arah antara perusahaan otobus (seller) dan juga penumpang (buyer). 

  • Seller dalam hal ini PO Bus, tentunya membutuhkan nilai uang yang dibayarkan melalui pembelian tiket bus, nilai pangsa pasar yang terhasilkan dari banyaknya jumlah penumpang yang memilih PO Bus dan juga nilai yang tidak terukur seperti image PO Bus uang didapatkan dari penilaian para penumpang bus
  • Buyer dalam hal ini penumpang, tentunya membutuhkan kualitas serta pelayanan yang maksimal dari pihak penyedia PO Bus, seperti keamanan yang dijaga selama perjalanan, kenyamanan yang didapatkan dari bus maupun pelayanan para kru yang ditugaskan, hingga ketepatan waktu dalam penjemputan dan pengantaran yang diberikan oleh PO Bus itu sendiri


                                                 (Ferrel, 2019 Business Foundation ch.11 )

Sehingga, dalam menanggapi potensi pasar yang tersedia dalam jaringan tol trans jawa, Perusahaan Otobus menggunakan orientasi yang berbasiskan pasar. Dimana menurut Farrel, Orientasi yang berbasiskan pasar membutuhkan sebuah organisasi yang dapat menilai kebutuhan – keinginan calon penumpang, dan bagaimana merefleksikan nya dalam tawaran produk yang disediakan dalam jangka yang panjang dan berkelanjutan.

Sedangkan didalam menentukan marketing strategi yang akan diambil oleh para perusahaan otobus, pendekatan multisegmen dirasa paling sesuai untuk moda transportasi bus ini. Hal ini dikarenakan penumpang memiliki berbagai macam karakter yang bisa dikelompokkan kedalam beberapa parameter yaitu : tingkat ekonomi, jumlah anggota keluarga, tingkat konsumsi dan sebagainya.

                                                    (Ferrel, 2019 Business Foundation ch.11 )


Customer Driven Marketing
Sebelum Pandemi
Setelah Pandemi
Buyer
Jumlah penumpang yang terkadang melebihi kapasitas tempat duduk penyedia transportasi ; terutama di masa-masa liburan dan libur hari raya
Jumlah penumpang yang terlampau sedikit dikarenakan pengaturan bepergian
Seller
Jumlah perusahaan otobus (PO) semakin berkembang seturut dengan kemajuan ekonomi
Jumlah perusahaan otobus (PO) dan jumlah armada semakin berkurang, bahkan ada yang gulung tikar, dikarenakan tingginya biaya operasional
Sales Orientation
Mengantarkan penumpang ke tempat tujuan, biasanya penumpang akan fokus kepada salah satu perusahaan otobus (PO) yang menjadi pilihan
Selain mengantarkan penumpang, pelayanan yang memuaskan dengan harga yang bersaing cenderung menjadi pilihan penumpang
Demographic
Hampir dari semua kalangan memilih perjalanan menggunakan bus AKAP (tua-muda, pria-wanita, dan semua parameter demografi penduduk)
Penumpang sangat berkurang dan mayoritas penumpang nya adalah usia dewasa pria, hal ini dikarenakan adanya anjuran untuk tidak bepergian dan ketakutan penumpang anak-anak dan lanjut usia
Psychograpic
Penumpang Bus AKAP memiliki berbagai tujuan yang hendak dituju, sehingga perasaan senang akan terasa ketika penumpang menggunakan moda transportasi bus AKAP
Penumpang cenderung bersikap was-was dan berhati-hati selama perjalanan, sehingga cenderung tidak menikmati perjalanan. Hal ini biasanya dengan tujuan yang sangat terpaksa untuk bepergian.
Behavioristic
Penumpang cenderung tidak memperdulikan fungsi pengaturan bangku didalam Bus, berkomunikasi dengan sesama penumpang lain, serta sembari menikmati makanan dan minuman yang sudah disiapkan
Penumpang cenderung memilih perusahaan otobus (PO) yang menyediakan bangku personal, pengaturan jarak, serta cenderung berdiam diri selama perjalanan
Social Classes
Penumpang berbaur satu dengan yang lainnya
Perbedaan kelas sosial akan mempengaruhi jenis dan layanan yang diberikan oleh perusahaan otobus (PO)

Pandemic Covid-19 yang 'memukul' Bus AKAP

Belum genap dua tahun sejak tol trans jawa diresmikan oleh pemerintah, dikala para pengusaha Bus AKAP sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan hati dari para penumpang, Pandemic Covid-19 menyerang Indonesia yang berakibat langsung pada menurunnya sektor transportasi yang sedang digarap. Penularan virus corona yang semakin masif berkembang dan menjalar ke berbagai pelosok nusantara sejak awal 2020, mengakibatkan pemerintah terpaksa membuat kebijakan 'Di rumah aja'  sejak bulan Maret 2020, yang didalam kebijakan tersebut memuat pembatasan sosial (dan juga mobilitas) yang berskala besar dan menyeluruh (PSBB).

Hal ini sontak membuat para pengusaha bus dan penumpang terpukul dikarenakan aktivitas dan rencana mobilitas yang telah disusun, menjadi terhenti dan 'menghela nafas'. Tiket bus yang sejatinya diharapkan akan meningkat seturut dengan penyempurnaan infrastruktur sepanjang tol transjawa, pada akhinya harus menurun dengan sangat tragis, sebagai efek dari peniadaan layanan moda transportrasi bus tersebut. Sebagai contoh, dalam menekan penyebaran virus corona, pemerintah telah mencegah masyarakat untuk mudik dengan menerapkan larangan sementara penggunaan sarana transportasi pada 24 April hingga 31 Mei 2020. Sejumlah armada bus wilayah yang masuk zona merah corona dilarang mengangkut penumpang yang ingin mudik.

Dampak pandemic covid-19 juga berimbas terhadap terganggunya perekonomian di masyarakat, seperti dengan ditutup nya sementara usaha makanan dan minuman yang berbasis layanan ditempat (dine-in), pengurangan jumlah tenaga kerja diberbagai sektor karena menurunnya omset penjualan, berkurangnya secara signifikan pendapatan masyarakat yang bergantung pada sektor riil, dan sebagainya. Perusahaan Otobus (PO) juga tak lepas dari efek domino tersebut, ribuan pekerja di sektor transportasi darat khususnya bus antarkota antar provinsi (AKAP) dan bus pariwisata mendapatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan dan mendapat pemotongan gaji. Hal ini terjadi karena pembatasan 50 persen jumlah penumpang, pembatasan jam operasional, penghentian beberapa trayek, sampai adanya larangan mudik Lebaran yang membuat pengusaha bus AKAP terpaksa meng 'garasi' kan unit-untinya.

Perusahaan Otobus (PO) sempat mengambil kebijakan untuk menurunkan harga tiket penjualan bus, namun penurunan tiket ini dinilai tak mampu menarik penumpang karena masyarakat masih takut dan enggan untuk menggunakan transportasi umum. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) menghitung kerugian yang telah dialami pelaku bisnis angkutan darat selama pandemi ini yang mencapai Rp15,9 triliun. Data AKAP juga menunjukkan penurunan terbesar penumpang dan kendaraan terjadi pada Mei 2020 sebesar 99 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Strategi Perusahaan Otobus Menghadapi Era Baru Pandemi Covid-19

Untuk menghadapi era baru di masa pandemi covid-19, para pengusaha otobus pun disarankan mulai harus merencanakan susunan strategi perusahaan yang berdasarkan pendekatan manajemen pemasaran kepada penumpang.

                                                   (Ferrel, 2019 Business Foundation ch.12 )

Sebagai contoh dalam pendalaman kasus ini, Perusahaan Otobus (PO) Rosalia Indah merupakan salah satu perusahaan bus yang terdampak langsung dengan adanya pandemi covid-19 dan aturan-aturan baru yang berlaku bagi moda transportasi darat Bus.

Menurut Ferrel,et al  2019, Business Foundation ch.12, proses pengembangan produk yang  dilakukan oleh PO Rosalia Indah, seturut dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Pengembangan Ide ; Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bukan berarti pelarangan bagi moda transportasi bus secara umum dan menyeluruh. Tetapi lebih kepada penekanan bagaimana untuk menjalankan operasional bus sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah, seperti pembatasan jumlah penumpang, pengawasan protokol kesehatan dan seterusnya. Hal ini merupakan celah yang dapat dijadikan gagasan untuk tetap mengoperasikan bus Rosalia Indah ditengah pandemic, seperti pembatasan jumlah penumpang, pemberian jarak, pengawalan penggunaan masker dan sanitasi baik di dalam bus maupun di agen-agen PO Rosalia Indah
  • Pembatasan/Penyaringan Ide ; Ide yang cukup tepat untuk bagi PO Rosalia Indah adalah bagaimana menyesuaikan armada bus, layanan dan infrastruktur pendukung mematuhi protokol kesehatan yang ada
  • Analisa Bisnis ; Perlu dilakukan analisa kembali terhadap fasilitas yang harus diberikan kepada penumpang dan nilai yang akan dibeli oleh penumpang. Hal ini terjadi karena persaingan diantara Pengusaha Bus, sangat kental dengan strategi harga dan penggunaan armada.
  • Pengembangan Produk : Bus-bus PO Rosalia Indah dirancang dan diatur sedemikan rupa dengan menggunakan konsep sanitasi dan jaga jarak (social distancing), dengan tetap meningkatkan keamanan dan kenyamanan selama operasional bus
  • Uji Pemasaran : Sebelum menghadirkan konsep baru dari PO Rosalia Indah, terlebih dahulu dilakukan pengujian kepada para calon penumpang untuk mendapatkan hasil umpan-balik (feed back) kepada pengusaha
  • Komersial : Melakukan penjualan sesuai dengan ide dan pengembangan bisnis produk yang telah dilakukan dengan tetap memberikan pengwasan kepada team pelaksana operasional


               SOP Perjalanan Menggunakan Kendaraan Umum (sumber : Kemenhub)


                                     Protokol Kesehatan Teman Bus (sumber : Kemenhub)

Sesuai dengan kondisi yang berkembang selama pandemi covid-19 dan juga aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, beberapa hal yang dapat diterapkan oleh Perusahaan Otobus (PO) dalam meningkatkan penjualan dan mempertahankan eksistensi nya dalam bisnis Bus AKAP adalah :


                                                     (Ferrel, 2019 Business Foundation ch.12 )


Pengembangan Produk

Dalam menghadapi Era New Normal, para perusahaan otobus ditantang sedemikian rupa untuk dapat menghadirkan produk yang sesuai dengan protocol kesehatan yang ditetapkan. Diantaranya :

  • Penyusunan bangku penumpang dengan diberi batasan jarak yang cukup
  • Penyediaan sanitasi (air, hand sanitizer) yang memadai
  • Pemasangan AC yang dapat menyaring debu, kotoran, bakteri dan virus

Selain itu diperlukan tagline ataupun labeling yang mengisyaratkan bahwa PO Bus telah menerapkan standar protokol kesehatan dalam menjalankan operasional nya sesuai dengan anjuran dari pemerintah

                 Gambar Desain Bus Pandemi oleh Karoseri Laksana (sumber : Liputan 6 News)


Strategi Harga

Dalam menghadapi persaingan serta kondisi perekonomian yang terpukul akibat pandemi covid-19, ada baiknya Perusahaan Otobus (PO) tetap membagi kelas armada yang digunakan berdasarkan value yang diminta oleh penumpang. Sehingga ada beberapa kelas yang pembagian nya sesuai dengan :

  • Jarak tempat duduk
  • Fasilitas tempat duduk
  • Posisi tempat duduk
  • Fasilitas dalam bus
  • Jumlah penumpang

Hal ini bertujuan untuk memperoleh seluruh keinginan penumpang baik yang menginginkan moda transportasi bus yang berkelas premium, maupun kelas ekonomi yang memiliki value standard. Tentunya hal ini tanpa mengurangi faktor keamanan dan pelayanan yang menjadi ciri khas perusahaan.

Seperti yang dalam praktek yang dilakukan oleh PO Rosalia Indah, telah membagi kelas nya sebagai berikut:

  • Double Decker
  • SHD (Super Top dan Executive Plus)
  • Executive (Super Executive, Executive dan VIP)
  • Patas


                            Pilihan kelas armada PO Rosalia Indah (sumber : Rosalia Indah)


Jalur Distribusi

Sesuai dengan aturan dari pemerintah yang menganjurkan Perusahaan Otobus (PO) dapat menyediakan pembelian secara online, untuk menghindari mobilitas penumpang selama pembelian dan pencarian tiket bus. Masing-masing Perusahaan Otobus berlomba lomba untuk dapat menghadirkan system pembelian tiket secara online atau daring. Hal ini bertujuan untuk dapat mengurangi jumlah pembelian dan antrian tiket bus baik di agen maupun di terminal. Beberapa provider seperti traveloka, redbus dan sebagai nya, menjadi sarana yang memadai bagi operator bus yang belum memiliki system pembelian tiket tersendiri

                         Pemesanan Tiket Online PO Rosalia Indah (sumber : Rosalia Indah)

Disamping penjualan tiket secara daring, peningkatan market coverage dan penambahan channel distribusi secara offline (fisik) juga semakin ditingkatkan, seiring dengan titik-titik potensial yang dapat digunakan sebagai jalur distribusi. 


Promosi Perusahaan Otobus (PO)

Sejalan dengan strategi serta tantangan yang dimiiki oleh perusahaan, Perusahaan Otobus tetap dirasa perlu dalam menggencarkan langkah strategis guna tetap mempertahankan penjualan tiket penumpang di tengah pandemi covid-19. Dalam momen sepert ini, permintaan dari  penumpang dipastikan akan cenderung  lebih sedikit dibandingkan dengan penawaran yang diberikan dari PO Bus AKAP. Dengan kata lain, jumlah kursi yang ditawarkan melebihi jumlah penumpang. Hal ini akan berdampak pada semakin ketatnya promosi-promosi  yang diberikan oleh PO Bus AKAP, dengan tanpa mengurangi value yang diberikan.

Sesuai dengan Ferrel, 2019 Business Foundation Ch. 12, Promosi yang diberikan dapat berupa : personal selling (sosial media blast melalui Instagram, Whatsapp, dan email ; promosi langsung ke titik yang dianggap ramai dan layak seperti terminal, agen, perumahan) dan juga dapat melalui promosi penjualan yang dapat digabungkan dengan paket pembelian tiket (seperti membership, diskon tiket, buy 10 get 1, gratis antar jemput penumpang dan sebagainya)


                           Pilihan membership dan fasilitas RI- Plus ! (sumber : Rosalia Indah)


Diharapkan dengan  strategi promosi tersebut dapat menarik minat penumpang untuk dapat memilih Bus AKAP yang menjadi pilihannya dan menjaga pilihan penumpang yang tetap setia menggunakan jasa layanan Bus AKAP idamannya.

Marketing Mix
Sebelum Pandemi
Setelah Pandemi
Product
Masing-masing pengusaha Bus AKAP berlomba-lomba untuk meningkatkan penjualan melalui intensitas ritase, jumlah bangku, fasilitas serta image PO Bus
Salah satu yang menjadi dasar pemilihan bus adalah "privatisasi" trayek, dengan tidak mengambil penumpang disembarang tempat, pengaturan bangku, dan penetapan protokol kesehatan yang ketat
Pricing
Harga serta fasilitas yang ditawarkan menjadi pilihan alternatif bagi para calon penumpang bus AKAP
Untuk sebagian besar kalangan, di masa pandemi khususnya, harga akan menjadi pertimbangan terakhir setelah bus yang dipilih oleh penumpang sesuai dengan standar protokol kesehatan
Distribution
Seluruh point (agen, terminal, perorangan) dapat menjadi poin penjualan tiket, serta menjadi titik keberangkatan dan pengantaran penumpang Bus AKAP
Beberapa PO Bus AKAP hanya melayani penjualan tiket di terminal dan agen yang memiliki protokol kesehatan, serta memanfaatkan penjualan online melalui aplikasi
Promotion
Promosi sangat jarang dilakukan, dikarenakan biasanya selalu menggunakan personal selling yang disebarkan melalui kerabat atau rekan penumpang yang telah memanfaatkan jasa layanan PO Bus
Promosi semakin gencar dengan tambahan labeling bus yang memperhatikan protokol kesehatan, dan juga pemanfaatan iklan melalui social media yang semakin gencar (Instagram, Youtube, Whatsapp Blast)

Pengelolaan Karyawan Bus AKAP untuk menghadapi Pandemi

Sebuah tantangan besar yang dialami oleh seluruh Pengusaha Bus AKAP di masa pandemi-covid 19 seperti saat ini. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), merumahkan karyawan hingga melakukan efisiensi di segala hal terkadang akan menjadi langkah yang harus diambil oleh pengusaha secara terpaksa. Hal ini bertujuan untuk dapat mempertahankan eksistensi perusahaan. Bahkan, sepanjang tahun 2020, terdapat 10 Perusahaan Otobus (PO) yang telah bangkrut dikarenakan oleh berbagai faktor, terutama adalah karena menurunnya jumlah penumpang yang berimbas terhadap meruginya perusahaan karena biaya operasional yang jauh lebih besar.

Selain dari sisi teknis dan sisi pemasaran yang telah dibahas sebelumnya, pengelolaan organisasi dan sumber daya manusia untuk Perusahaan Otobus (PO) menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam peningkatan kinerja karyawan. Karena, tombak perusahaan akan kembali lagi kepada karyawan, bagaimana karyawan memberikan pekerjaan yang baik dalam mengelola perusahaan. 

Menurut Ferrel, et.al Business Foundations Ch.9, untuk mendapatkan karyawan yang solid dan memiliki kinerja yang tinggi, ada baiknya Perusahaan Otobus (PO) juga menerapkan hal-hal berikut sebagai langkah manajemen yang profesional dalam bidang pengelolaan sumber daya manusia :

  1. Memberikan training dan mentoring yang berkelanjutan
  2. Menciptakan dan mengembangkan budaya organisasi yang positif
  3. Membangun kredibilitas perusahaan melalui komunikasi yang baik
  4. Memberikan kompensasi, benefit dan penghargaan
  5. Memberikan rekomendasi karyawan terbaik
  6. Memberikan pelatihan dan saran serta masukan kepada karyawan dan perusahaan
  7. Memberikan kesempatan untuk bertumbuh
  8. Menciptakan keseimbangan hidup dan mengurangi tingkat stress
  9. Memberikan penghargaan dan kepercayaan bagi kepemimpian senior

Dengan kinerja karyawan yang tinggi, diharapkan dapat membantu perusahaan untuk dapat meningkatkan performa dan mempertahankan eksistensi nya di bisnis Bus AKAP Transjawa.



Managing Human ResourcesSebelum PandemiSetelah Pandemi
RecruitingProses rekrutmen berjalan sesuai dengan standar perusahaan dan biasanya berdasarkan referral antar karyawanProses rekrutmen cenderung berasal dari kalangan internal dan mengurangi jumlah penerimaan karyawan.
FiringPermasalahan diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan hampir jarang ditemukan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebabkan karena biaya operasionalGelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) cukup tinggi terutama di bagian operasional seperti agen, supir dan kernet, yang disebabkan karena tingginya biaya operasional
Job DesignPemberian pekerjaan yang sama dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lamaDibutuhkan produktifitas yang tinggi disertai dengan efisiensi. Hal ini yang membuat job enlargement dan enrichment diberikan kepada para karyawan
MotivationalHubungan karyawan dan pengusaha Bus AKAP dilakukan secara profesional dengan mengedepan kan hubungan antara perusahaan dengan karyawannyaDengan adanya pandemi, membuat hubungan kekeluargaan semakin erat antara karyawan dengan pengusaha. Hal ini akan membuat kinerja karyawan akan termotivasi karena dengan alasan bersama-sama menghadai masa krisis karena pandemi

Best Practice : Flix Bus Europe


Flix Bus Diprakarsai oleh Daniel Krauss, Jochen Engert, André Schwämmlein, FlixBus lalu berkembang menjadi model bisnis yang unik – sebuah startup, layanan online, dan bisnis di sektor transportasi. Hingga saat ini, layanan flixbus dapat merambah ke hampir seluruh negara di Eropa. Dimasa pandemi ini, beberapa hal yang layak untuk dapat dijadikan best practice diantaranya :

  • Salah satu moda transportasi Bus di Eropa, yang sangat memperhatikan secara ketat protokol kesehatan. Sehingga layanan bus selama pandemic covid-19 tetap berjalan dengan mematuhi aturan yang ada. Penumpang pun merasa aman dan nyaman dengan protokol yang ada 
  • Bus yang sangat nyaman dengan ruang, partisi dan bangku yang sangat nyaman, lega dan privat. Tersedia jaringan wi-fi dan sumber daya disetiap bangku penumpang
  • Jaringan dan trayek bus terbanyak di Eropa, dengan total tujuan 2,500 titik yang tersebar di 35 negara
  • Penggunaan aplikasi daring dimanfaatkan secara totalitas oleh perusahaan bus, sehingga sangat memudahkan calon penumpang dalam menentukan pilihan bus nya
  • Bus yang di daulat sebagai bus yang ramah lingkungan dengan perlengkapan safety yang memadai, sehingga memberikan tingkat keamanan yang maksimal bagi para awak dan penumpang

Penutup

Pandemi Covid-19 dalam kebiasaan baru yang diterapkan, menuntut semua pelaku bisnis untuk dapat berpikir ekstra keras dalam mempertahankan eksistensinya di bisnis yang telah digeluti nya. Ekspansi usaha, efisiensi usaha hingga diversifikasi usaha menjadi keputusan yang penting dan harus segera diambil secepat mungkin, agar perusahaan dapat segera bangkit dari keterpurukan dan melanjutkan usaha bisnis nya. Penetapan kultur organisasi dan manajemen sumber daya adalah langkah awal yang akan menjadi tolak ukur visi dan misi perusahaan serta semangat karyawan. Untuk selanjutnya pengelolaan pemasaran dan operasional yang tepat sesuai dengan kondisi perusahaan, akan menjadi penentu dalam mendapatkan nilai penjualan yang optimal untuk bertahan di masa era kebiasaan baru pandemi covid-19.


Salam Sehat dan Sukses.


Priyonggo S.P.

referensi:


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Geronimo

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format