Kisah nyata perjuangan Karmaka Surjaudaja dalam menyelamatkan Bank

Film Love and Faith diangkat berdasarkan kisah nyata dari Karmaka Surjaudaja (Kwee Tjie Hoei), beliau merupakan pendiri Bank NISP atau sekarang Bank OCBC NISP


1
1 point

Sinopsis

Film Love and Faith diangkat berdasarkan kisah nyata dari Karmaka Surjaudaja (Kwee Tjie Hoei), beliau merupakan pendiri Bank NISP atau sekarang menjadi Bank OCBC NISP. 

Film Love and Faith menceritakan tentang perjuangan mempertahankan Bank OCBC NISP di Indonesia. Latar waktu pada film yaitu sekitar tahun 1937-1967. Film love and Faith diawali dengan perjuangan keluarga Karmaka Surjaudaja yang memutuskan berpindah ke Bandung dengan segala keterbatasan, akan tetapi Karmaka dan adik tetap bisa sekolah di Bandung karena ibu mereka merupakan guru terbaik di Dunia. Akan tetapi pada saat mereka datang, Bandung sedang terjadi kerusuhan (Bandung Lautan Api) karena Belanda tidak terima dengan kemerdekaan Indonesia. Belanda menjebol bendungan dan menyebabkan banjir, keluarga Karmaka Surjaudaja terendam banjir di rumahnya selama 3 hari 3 malam tanpa makan, Kemudian keluarga Karmaka berjalan keluar rumah, sampai akhirnya ada orang baik yang menolong mereka, dengan memberi makan dan pekerjaan. Pada saat itu ayah Karmaka belum bisa bekerja kembali, karena kondisi belum membaik., selagi menunggu bekerja kembali, ayah Karmaka membenarkan alat elektronik yang rusak terendam banjir, dan siang hari membantu Ibu Karmaka bekerja di restoran. Selain bekerja di restoran Ibu Karmaka juga membuat kue, yang nantinya dijual oleh Karmaka dan Adiknya. Dengan begitu mereka dapat menyambung hidup dan bertahan hidup. Karmaka Surjaudaja memang sudah pandai berbisnis sejak kecil, Karmaka punya banyak akal untuk berbisnis,  terbukti ketika berjualan roti, beliau juga menyemir sepatu pelanggan, maka dari itu para pembeli akan melebihkan uangnya untuk membayar ongkos semir sepatu. 

Sampai akhirnya ada momen yang paling menyedihkan, ketika ayah Karmaka menyampaikan bahwa beliau tidak bisa membiayai kuliah Karmaka dan Adiknya secara bersama-sama karena keterbatasan ekonomi. Jadi mereka berdua harus menentukan siapa yang akan kuliah terlebih dahulu. Keterbatasan ekonomi yang dialami oleh keluarganya, memaksa Karmaka Surjaudaja mengalah untuk tidak kuliah demi adiknya kuliah kedokteran. Karmaka bekerja keras supaya bisa bertahan hidup dan membiayai adiknya dengan bekerja sebagai guru olahraga di sekolah China dan bekerja di Pabrik. Sampai akhirnya Karmaka bertemu dengan seorang wanita yang bernama Lim Kwei Ing murid dari Karmaka di sekolah China, Sampai akhirnya mereka saling suka dan menikah. Ayah mertua dari Karmaka merupakan seorang penanam modal terbesar salah satu bank di Bandung.

Sampai pada suatu hari ada permasalahan di Bank. Karmaka Surjaudaja diberi tugas oleh ayah mertuanya yang sedang berada di Hongkong untuk mengurus permasalahan. Karmaka diberi tugas untuk mengawasi dan menyelamatkan bank dari para dewan direksi pengkhianat yang menggunakan aset bank untuk keperluan pribadi dan menelantarkan para buruh serta nasabah. Awalnya Karmaka ditolak oleh para dewan direksi karena latar belakang pendidikan hanya SMA dan para jajaran direksi juga merasa takut apabila perilaku kecurangan diketahui oleh Karmaka. Berbagai usaha dilakukan oleh Karmaka demi bisa masuk menjadi bagian dari Bank, Sampai akhirnya Karmaka bisa masuk menjadi Direktur Utama di Bank tersebut. Banyak konflik dan permasalahan yang terjadi dalam Bank. Para nasabah melakukan protes ke Bank mempertanyakan uang yang mereka tabung di Bank dan ribuan buruh di telantarkan. Di tengah keributan yang sedang terjadi, para dewan direktur yang berkhianat diam saja, tidak berusaha mencari jalan keluar dari segala permasalahan. 

Karmaka sebagai Direktur utama bekerja keras untuk menyelesaikan segala permasalahan mulai dari mendatangi satu persatu nasabah, menjual aset pribadi untuk membayar para buruh dan melakukan segala upaya mengusir para pengkhianat yang menguasai dan mengambil aset Bank. Karmaka mengajak para buruh untuk bersatu, bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan. Dengan segala keterbatasan pengetahuan, Karmaka belajar secara otodidak mengenai perbankan menggunakan buku ayah mertuanya. Dari buku tersebut Karmaka belajar mengenai pengauditan . Sampailah bank, Karmaka mempraktikan yang dipelajari dalam buku mengenai pengaduitan. Setelah melakukan pengauditan Karmaka menemukan keanehan pada laporan keuangan. Pada Laporan keungan menunjukan bahwa ada sebagain asset Bank yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Setelah mengetahui ada keanehan, Karmaka segera mengumpulkan para dewan direksi untuk menanyakan. Ketika ditanya terkait hal tersebut para dewan direksi marah-marah  Sampai akhirnya Karmaka berhasil mengembalikan Bank.

Toko Utama pada Film Love and Faith

Karmaka Surdaudaja

 https://www.wowkeren.com/images/news/00064172.jpg 

Karmaka Surjaudaja adalah anak dari keluarga yang kurang mampu. Dengan segala keterbatasan ekonomi, beliau merelakan untuk tidak berkuliah demi adik yang bernama Kwie Tjie Ong. Beliau memilih bekerja sebagai guru olahraga di sekolah china, tukang reparasi elektronik dan bekerja di Pabrik. Sampai pada akhirnya beliau bertemu dan menikah Lim Kwei Ing. Lim kwei Ing merupakan anak dari pemegang saham salah satu bank terbesar di Bandung. Karmaka merupakan orang yang pekerja keras dan bertanggung jawab.

Dewan Direksi 

Dewan direksi adalah sekumpulan orang yang mengatur dan memegang kendali segala urusan bank . Terdiri dari direktur utama, direktur keuangan dan operasional. Pada film, karakter mereka ditunjukan tidak baik, karena mereka hanya mementingkan kesejahteraan pribadi dengan cara melakukan tindak korupsi dan tidak bertanggung jawab atas perbuatannya. Pekerjaan mereka hanya bersenang- senang dan menggunakan uang bank untuk kepentingan pribadi, tanpa memperdulikan masalah yang sedang terjadi di dalam bank pada saat itu. Dibuktikan dalam film, ketika para karyawan susah payah menenangkan para buruh yang demo menunut uang kembali, justru di dalam ruangan dewan direksi telfon

Problem Identification 

Permasalahan utama dalam film yaitu muncul ketika para direksi membuat promosi harga mobil Impala , dengan harga murah sekitar  1,8jt padahal harga aslinya yaitu sekitar 4jt. Karena adanya promosi tersebut, para nasabah berbondong-bondong menabung uang di Bank dengan harapan bisa mendapatkan mobil Impala dengan harga yang murah. Total sekitar 3000 nasabah yang menabung di Bank. Akan tetapi uang yang mereka tabung sebagian disalahgunakan oleh para pemegang saham dan  dewan direksi untuk memperkaya diri. Kemudian sisa dari keuntungan tersebut, diputar kembali dengan harapan mendapatkan keuntungan, namun hasilnya  gagal. Dari situlah awal permasalahan terjadi, akhirnya para nasabah datang  ke Bank untuk menuntut ganti rugi. Kondisi Bank pada saat itu sangat kacau, bahkan Bank terancam akan hancur jika tidak segera menyingkirkan para direksi yang jahat. Karmaka berusaha melakukan segala cara untuk menyelsaikan segala permasalahan, namun dewan direksi justru mengamcam para karyawan lain untuk tidak hadir dalam rapat. Hal tersebut tentu saja merugikan dan menambah masalah baru lagi bagi Bank. Seharusnya pada rapat tersebut membahas mengenai uang nasabah. Setelah kejadian itu, muncul lagi permasalahan, Karmaka nyaris tertembak oleh orang suruhan dewan direksi dan diculik. 

Berikut analisis perbandingan Dewan Direksi dan Karmaka Suejaudaja  berdasarkan artike Egel and Fry (2017) mengenai ‘Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership’

 Louis W. Fry menyadari betapa pentingnya kualitas spiritual bagi seorang pemimpin, untuk memberikan landasan bagi model kepemimpinan Islam yang berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Disampaikan  dalam sebuah teori berikut: 

  • Spiritual well being merupakan pemenuhan kebutuhan universal manusia terhadap keanggotaan dalam sebuah organisasi.

  • Inner Life merupakan sikap atau perilaku mampu memahami dan menggunakan kedudukan sebagai seorang pemimpin untuk memberikan kesejahteraan bagi karyawan.

Jadi dapat disimpulkan apabila seorang pemimpin mempunyai kepemimpinan spiritual maka dipastikan organisasi akan mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi.

Perbandingan 

Konsep Spiritual Leadership

Dewan Direksi

Karmaka Surjaudaja

 (Kwee Tjie Hoei)

Spiritual Well Being

Pada film Love and Faith menunjukan bahwa, sikap dan perilaku dari Dewan Direksi tidak peduli terhadap kesejahteraan para buruh dan nasabah. Terbukti dalam flm tersebut sikap mereka terlihat santai dan seakan-akan tidak mengetahui permasalahan yang sedang terjadi, padahal diluar sedang terjadi demo nasabah yang menuntut uang ganti rugi.

Berbanding terbalik, Karmaka Surjaudaja justru sangat peduli dengan kehidupan para buruh dan nasabah. Karmaka sangat memikirkan kehidupan dari para buruh dan nasabah. Karmaka khawatir apabila oara buruh tidak mendapatkan gaji maka keluarga dari buruh makan apa dan hidupnya bagaimana, kemudian memikirkan nasib para nasabah bank, yang sebagian besar rakyat kecil, apabila nasabah tidak diberikan ganti rugi, kehidupan mereka akan hancur dan nantinya akan berdampak pada dunia perbankan.

Inner Life

Pada film love and Faith mereka justru tidak bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Justru mereka berusaha untuk mencelakai Karmaka. 

Karmaka berhasil mengajak para buruh, karyawan dan nasabah berjuang bersama menyelesaikan segala permasalahan di dalam Bank. Karmaka mengajak para nasabah berdiskusi. Karmaka menawarkan diri sebagai jaminan ganti rugi uang para nasabah. Nasabah merasa lega akhirnya ada dewan direksi yang mau diajak berdiskusi. 

Kemudian, cara Karmaka merangkul dan mengajak para buruh untuk bersatu, yaitu dengan bercerita tentang pengalaman semasa beliau menjadi buruh pabrik, dan beliau juga menceritakan berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dengan begitu para buruh merasa sepenanggunan dan seperjuangan. Akhirnya para buruh bersedia bersatu membantu penyelsaikan permasalahan di bank.

Dalam pandangan Islam seorang pemimpin harus bertanggung jawab atas kepercayaan yang di telah diberikan kepadanya, sesuai dengan Quran Surat Al-Anfal Ayat 27

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَخُونُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓا۟ أَمَٰنَٰتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhamad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

ANALISIS MENGGUNAKAN JURNAL SALEM AT ALL (2018) MENGENAI ETIKA BISNIS

Dalam jurnal Salem At All (2018) menjelaskan mengenai sebuah sistem ekonomi yang dapat dipengaruhi oleh nilai sosial dan norma. Islam mempunyai beberapa konsep misalnya : Moral dan Equity.

Berikut perbandingan kedua toko menggunakan jurnal Salem At All (2018)

Konsep

Dewan Direksi

Karmaka Surjaudaja

 (Kwee Tjie Hoei)

Kesejahteraan Organisasi (Moral)

Pada film Love and Faith dewan direksi tidak menunjukan sikap mensejahterakan karyawan, buruh dan nasabah, justru dewan direksi mensejahterakan diri sendiri dengan cara menjual aset untuk keperluan pribadi.

Pada film Love and Faith, Karmaka sangat menunjukan sikap mensejahterakan para karyawan, buruh dan nasabah, Terbukti bahwa di dalam film Karmaka melakukan segala cara agar dapat menyelamatkan Bank. Pertama berusaha masuk sebagai bagian dari Bank, memperjuangkan hak nasabah dan rela menjual aset pribadi untuk membayar gaji para buruh agar mereka bisa tetap bertahan hidup.

Dalam Islam etika bisnis harus dimiliki oleh semua pelaku bisnis. Etika bisnis merupakan bekal bagi mereka dalam menjalan bisnis. Bekal tersebut nantinya digunakan untuk mengendalikan diri dari segala perilaku atau tindakan yang melanggar aturan Allah SWT.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيم


Artinya: 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu (QS Al-Anfal ayat 27)

ANALISIS MENGGUNAKAN ARTIKEL HUMAN RESOURCES MANAGEMENT  (Syah Khan 2016)

Konsep

Dewan Direksi

Karmaka Surdaudaja

Employees Selection

Pada film Love and Faith para dewan direksi dipilih karena mereka merupakan salah satu pemegang saham di Bank, tanpa memperhatikan kemampuan dan sikap yang dimiliki oleh mereka. Karena proses seleksi yang kurang baik, kinerjanya juga kurang baik, bahkan merugikan Bank. 

Sedangkan Karmaka dipilih berdasarkan keyakinan dari keluarga, bahwa karmaka mampu mengatasi segala permasalahan yang ada di Bank. 

Islam mengajarkan untuk berlaku adil terhadap semua  tanpa adanya nepotisme. Begitu juga dalam proses seleksi dan rekrutmen. Memilih calon karyawan yang sesuai keahlian yang dimiliki dan sesuai dengan pekerjaan, bukan berdasarkan orang terdekat, keluarga atau faktor lainnya. Hal tersebut dijelaskan dalam Surat Al-Maidah ayat 8: Surat

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُون


Artinya: Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adil, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

Solusi

Seorang pemimpin yang memiliki tingkat religiusitas tinggi cenderung menghindari segala perbuatan yang dilarang  Allah SWT  khususnya dalam dunia bisnis, misalnya melakukan tindak korupsi dan melakukan penipuan. Jadi solusi untuk permasalahan yang terjadi dalam Film yaitu sebelum menentukan seorang pemimpin, ketahuilah terlebih dahulu sikap dan perilaku, ketahui  seberapa tingkat religiusitas dari calon pemimpin. Alasan dewan direksi melakukan tindak korupsi yaitu karena kurangnya tingkat religiusitas, dewan direksi tidak merasa takut dengan larangan Allah SWT. Apabila mereka mempunyai tingkat religiusitas yang tinggi pasti mereka takut akan perbuatan yang mereka lakukan, karena didalam Islam setiap yang kita perbuat akan dipertanggung jawabkan di Akhirat. 

Firman Allah SWT dalam  (AQS. Al-Isra` : 36).

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”.

Penulis:

Wahyuning Devi Hana

Referensi

Egel, Eleftheria & Louis W. 2017. “Spiritual Leadership as a Model for Islamic Leadership”. Routledge Taylor & Francis 

Saleem, Maimoona, Ayaz Khan, and Muhammad Saleem. 2018. “Business Ethic Islam”

Islamic Perspective of Human ResourceManagement: Some Salient Features By Shah Khan

Indris,Muhamad,2018.“Pertanggung jawaban dihadapan Allah SWT” . <http://tanjungpinangpos.id/pertanggungjawaban-di-hadapan-allah-swt/> terakhir diakses 11 April

Tafsirweb.com.Tafsir Surah Al-Maidah ayat 8. diakses tanggal 11 april 2021

Academia.edu.Etika Bisnis Dalam Pandangan Islam. diakses tanggal 10 april 2021


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Devi

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format